Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Volume 05 Nomor 01 Tahun 2025 Hal : 1-14 https://ojs. id/index. php/jabi ISSN Online 2828-1411 ANALYSIS OF RICE CRACKER RAW MATERIAL INVENTORY CONTROL WITH THE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) METHOD AT UMKM RANGGINANG RIZAL PEOPLE'S TASTES IN CIJAMBE VILLAGE Jojo1 Farida Aulia2 Asep Kurniawan3 Kuncorosidi4 Mutqi Sopiawadi5 Nunik Nurmalasari6 123456 STIE Sutaatmadja. Subang. Indonesia kangjojo06@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel : Tgl. Masuk : 13-10-2025 Tgl. Diterima : 13-11-2025 Tersedia Online : Keywords: This study aims to analyze the control of glutinous rice raw material inventory at UMKM Ranginang Rizal PeopleAos Taste in Cijambe Village using the Economic Order Quantity (EOQ) method. The main problems faced by the UMKM include limited capital, simple inventory management, and high inventory costs due to conventional ordering policies. The research employed a descriptive qualitative approach combined with quantitative analysis using EOQ calculations based on procurement and usage data of raw materials in 2024. The findings show that the conventional method applied by the UMKM generated a total inventory cost of IDR 12,030,000 per year, while the EOQ method required only IDR 1,200,000 per year. Furthermore. EOQ determined an optimal order quantity of 4,000 kg with one order per year, a safety stock of 199 kg, and a reorder point of 200 kg. Therefore, implementing EOQ significantly improves inventory control efficiency and reduces annual costs. Inventory control. Economic Order Quantity (EOQ). Raw Material PENDAHULUAN UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga. merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Kontribusi UMKM sangat besar peningkatan pendapatan masyarakat, serta menjaga stabilitas perekonomian baik di tingkat lokal maupun nasional. Keberadaan UMKM menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk di daerah pedesaan. Salah satu sektor UMKM yang berkembang pesat Produk pangan berbasis bahan baku lokal tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi karena mencerminkan kearifan lokal dan tradisi kuliner masyarakat Indonesia. Di antara tradisional tersebut, rengginang menjadi salah satu yang populer. Rengginang adalah makanan khas berbahan dasar beras ketan yang diolah secara sederhana namun memiliki citra rasa gurih dan renyah sehingga digemari berbagai UMKM pangan di Indonesia rengginang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian sekaligus melestarikan warisan kuliner daerah. Produksi rengginang ketan tidak hanya Volume 05. No. meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga identitas budaya bangsa melalui makanan tradisional yang tetap lestari hingga saat Beras ketan sendiri adalah bahan makanan seperti beras pada umumnya namun memiliki tesktur lebih padat dan lengket, oleh karena itu beras ketan jarang melainkan menjadi makanan olahan tradisional (Shafianti, 2. Beras ketan mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi . erutama dalam bentuk pati sumber energi yang cepat dan cukup stabil setelah pencernaan (Ali & Hashim, 2. Renginang bisnis makanan tradisional berbasis renginang yang melestarikan kuliner khas Indonesia sambil mengikuti Renginang termasuk camilan berbahan dasar beras ketan yang dikeringkan dan digoreng, telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia selama bertahuntahun. Produk menghadirkan rasa gurih dan renyah, tetapi juga memiliki nilai budaya yang UMKM Rengginang didirikan oleh Ibu Nur Hayati pada Januari tahun 2014 dan pemilihan nama Ranginang Rizal Selera Rakyat berasal dari nama anaknya sendiri yang bernama Rizal yang melambangkan bahwa anak pembawa rezeki dan selera rakyat itu karena pemiliki usaha ingin selalu dikenal produknya dengan ciri khas dari rasa pada renginang tersebut. Untuk memberikan inovasi dari rasa pada Renginang tersebut memiliki berbagai rasa diantaranya original, terasi, ketan hitam dan ebi . Ranginang Rizal Selera Rakyat pada saat ini menghadapi penurunannya pada bahan baku yaitu beras ketan yang semakin sulit dan harganya semakin meningkat tinggi serta perubahan cuaca yaitu hujan yang mengakibatkan lebih lama dalam proses pengeringan pada renginang menjadi banyak pengeluaran biaya yang lebih. Selain itu keterbatasan modal, kurangnya perencanaan produksi, serta pengelolaan persediaan bahan baku yang belum Faktor ini berdampak langsung pada biaya produksi dan kelangsungan Dalam produksi rengginang ketan, bahan baku utama berupa beras ketan harus tersedia dalam jumlah cukup dan kualitas terjaga. Ketidakstabilan pasokan atau salah perhitungan persediaan dapat mengganggu proses produksi dan menurunkan kepuasan konsumen. Bagi UMKM, pembelian bahan baku dalam jumlah besar tidak selalu penyimpanan dan risiko kerusakan bahan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengendalian persediaan yang tepat. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam berbagai studi adalah Economic Order Quantity (EOQ), yang membantu menentukan jumlah optimal pemesanan bahan baku sehingga biaya total persediaan dapat diminimalkan. Penelitian yang secara spesifik menelaah produk tradisional berbasis beras ketan masih jarang ditemukan. Karakteristik beras ketan yang lebih rentan terhadap kelembaban dan daya simpan terbatas persediaan yang lebih presisi. UMKM rengginang ketan umumnya beroperasi dengan kapasitas terbatas. Penyimpanan berlebih meningkatkan biaya gudang dan risiko kerusakan bahan, sedangkan kekurangan stok dapat menghambat produksi saat permintaan Banyak UMKM mengandalkan perkiraan manual atau intuisi dalam menentukan kebutuhan bahan baku, sehingga biaya persediaan cenderung tinggi dan tidak efisien. Dalam konteks penelitian, kesenjangan muncul karena belum ada kajian yang secara khusus meneliti penerapan EOQ pada bahan baku rengginang ketan. Padahal, produk ini cukup populer di berbagai daerah dan memiliki potensi pasar yang Oleh karena itu, penelitian yang mengkaji penerapan metode EOQ untuk mengoptimalkan persediaan beras ketan pada UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat menjadi penting. Meskipun Journal of Accounting and Business Issues (JABI) persediaan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) telah banyak dilakukan pada perusahaan skala besar maupun industri modern, kajian serupa UMKM tradisional, khususnya rengginang ketan, masih sangat jarang ditemukan. Hal ini menjadikan penelitian ini memiliki nilai kontribusi akademis, karena tidak hanya memperluas penerapan konsep EOQ pada skala usaha kecil, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana metode tersebut dapat tradisional yang memiliki karakteristik bahan baku berbeda, seperti beras ketan yang rentan terhadap kelembaban dan memiliki daya simpan terbatas. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat di Cijambe, saat ini mengelola persediaan bahan baku beras ketan secara sederhana dengan memesan empat kali dalam sebulan, tanpa Kebijakan ini bertujuan untuk menghindari kekurangan atau keterlambatan bahan, namun sering kali menimbulkan masalah. Karena tidak adanya perencanaan jumlah dan waktu yang pasti, sering terjadi penumpukan bahan baku yang bisa menurunkan kualitas produk. Di sisi lain, jika pembelian terlalu sedikit. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat harus mencari pemasok lain, yang pada akhirnya Pengendalian tingkat persediaan bahan baku bertujuan mencapai efisiensi dan efektivitas optimal dalam penyediaan bahan baku sehingga di satu pihak kebutuhan operasi dapat dipenuhi pada waktunya dan di lain pihak investasi persediaan bahan baku dapat ditekan secara optimal (Sutoni & Juandi, 2017 dalam Darmawan et al. , 2. Penelitian menurut (Nurjanah et al. menunjukkan bahwa pengendalian persediaan bahan baku di Borselly dengan berlebihan, frekuensi tinggi, serta biaya persediaan mahal. Penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) menghasilkan pembelian yang lebih optimal, frekuensi lebih efisien, serta biaya persediaan lebih rendah. EOQ juga membantu menentukan safety stock dan reorder point secara tepat, sehingga risiko kelebihan maupun kekurangan bahan baku dapat diminimalkan. Dengan demikian. EOQ terbukti mengefisienkan biaya, mengoptimalkan persediaan, dan meningkatkan laba perusahaan. Menurut (Herawan et al. , 2. menunjukkan bahwa metode Economic Order Quantity (EOQ) mengefisienkan pengendalian persediaan suku cadang. Untuk Oil Filter diperoleh jumlah pemesanan optimal 432 unit/tahun dengan frekuensi 7 kali dan biaya Rp492. 671, sedangkan untuk Spark Plug sebesar 703 unit/tahun dengan frekuensi 7 kali dan biaya Rp512. Reorder Point dan safety stock ditetapkan masingmasing 50 unit & 25 unit untuk Oil Filter, serta 78 unit & 36 unit untuk Spark Plug Total biaya persediaan dengan EOQ sebesar Rp1. pemesanan di atas atau di bawah EOQ. Sehingga penerapan EOQ membantu perusahaan menekan biaya, menghindari penumpukan barang, dan menjamin mendukung operasional. Gambar 1. Jejaring VOSviewer Sumber :VOSviewers Volume 05. No. Metode EOQ memiliki peran sentral dalam pengendalian persediaan bahan Gambar 1. 1 mengilustrasikan bagaimana konsep EOQ, yang berfungsi untuk menentukan jumlah pesanan paling efisien demi menekan biaya total, menjadi fokus utama dalam berbagai studi dan Setiap kelompok warna merepresentasikan aspek yang berbeda, mulai dari pembahasan akademis hingga penerapannya dalam dunia bisnis, semuanya berorientasi pada satu tujuan yaitu mengelola persediaan secara efisien untuk mencapai penghematan biaya. Intinya, gambar ini memvisualisasikan bagaimana EOQ adalah alat esensial Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan pada latar belakang, penulis merasa perlu meneliti topik ini AuANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU RENGGINANG KETAN DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA UMKM RANGINANG RIZAL SELERA RAKYAT DI DESA CIJAMBE" RUMUSAN MASALAH Bagaimana sistem pengendalian persediaan bahan baku yang diterapkan oleh UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat saat ini? Bagaimana penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dapat mengoptimalkan total biaya persediaan bahan baku pada UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat? TUJUAN PENELITIAN Untuk pengendalian persediaan bahan baku yang diterapkan oleh UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat saat ini. Untuk mengetahui penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dapat mengoptimalkan total biaya persediaan bahan baku pada UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat. KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Manajemen Operasional Menurut (Heizer & Render 2009 dalam Purnomo & Astuningsih, 2. serangkaian aktivitas yang menciptakan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Manajemen operasional adalah "jantung" dari sebuah bisnis, karena ia mengelola semua proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Lebih dari sekadar produksi, disiplin ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian seluruh sistem yang ada. Pengendalian Persediaan Pengendalian persediaan adalah fungsi manajemen penting yang bertujuan untuk mengelola investasi besar pada bahan baku, memastikan kelancaran penjualan serta penggunaan sumber daya perusahaan (Saragi & Setyorini, 2. Pengendalian serangkaian kebijakan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mengelola, memelihara, dan mengendalikan tingkat stok barang secara efisien dengan tujuan ketersediaan barang dengan biaya yang Perusahaan ingin memiliki stok yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan tanpa kelebihan yang mengikat modal atau kekurangan yang merugikan Bahan Baku Menurut (Nurfalah, 2. bahan baku adalah material dasar yang digunakan untuk membuat produk atau komponen di sebuah industri. Setelah melewati proses produksi, bahan baku ini biasanya menjadi bagian yang terlihat pada produk akhir. Bahan baku menjadi elemen dalam Karena perannya yang sangat penting sebagai Journal of Accounting and Business Issues (JABI) fondasi produk, cara perusahaan memilih, mengelola, dan memanfaatkan bahan baku secara efisien akan menentukan kualitas dan keberhasilan produk akhir. Biaya Produksi Menurut Ishak . dalam Saragi Setyorini, mengklasifikasikan biaya persediaan menjadi empat kategori utama: Biaya Pembelian (Purchasing Cos. adalah biaya untuk memperoleh setiap unit barang, baik dari pemasok eksternal maupun dari produksi Biaya ini bisa berubah tergantung pada jumlah pesanan karena adanya potongan harga untuk pembelian dalam jumlah besar. Biaya Pengadaan (Procurement Cos. dibagi menjadi dua, yaitu: A Biaya Pemesanan (Ordering Cos. Biaya mendatangkan barang dari luar A Biaya Pembuatan (Set-up Cos. Biaya mempersiapkan produksi barang di dalam perusahaan sendiri. Biaya Penyimpanan (Holding Cos. ini terkait dengan kegiatan menyimpan Biaya penyimpanan akan bertambahnya jumlah barang yang dipesan atau semakin tingginya ratarata persediaan. Biaya Kekurangan Persediaan (Shortage Cos. , biaya ini muncul ketika perusahaan kehabisan barang Biaya kekurangan persediaan, yang juga disebut stockout cost, sering kali sulit untuk dihitung. Biaya ini timbul karena tidak tercukupinya persediaan untuk memenuhi permintaan pelanggan atau kebutuhan produksi. Metode Economic Order Quantity (EOQ) Menurut Heizer dan Render . EOQ merupakan teknik pengendalian persediaan yang meminimalkan total biaya pemesanan dan penyimpanan serta didasarkan pada beberapa asumsi. Jumlah yang diminta diketahui, konstan dan independen. Waktu penyerahan diketahui dan Penerimaan barang secara segera dan lengkap. Tidak ada diskon kuantitas. Biaya variabel hanyalah biaya pemesanan . etup cos. dan biaya penyimpanan persediaan untuk jangka waktu tertentu . olding and carry cos. Kekurangan sepenuhnya jika pesanan dilakukan pada waktu yang tepat. Data penggunaan bahan baku dianalisis menggunakan rumus Economic Order Quantity (EOQ) untuk menemukan jumlah pesanan yang paling efisien agar biaya persediaan bisa ditekan seminimal mungkin (Heizer & Render, 2. Rumus EOQ adalah: ya EOQ = Oo Total biaya persediaan dihitung dengan ya ycE TC = S H ycE Jumlah pesanan sebenarnya: ya ycE Persediaan Pengamanan: Safety stock = pemakaian maksimal Ae . emakaian rata-rata x L) Titik pemesanan (ROP): ROP = Persediaan pengamanan . aktu tunggu X Pemakaian rata-rat. Keterangan: EOQ = Jumlah barang optimal yang dibeli . Q = Rata-rata penggunan D = Penggunaan yang dibutuhkan per tahun . S = Biaya Pemesanan per pesanan H = Biaya Penyimpanan per unit per tahun Volume 05. No. N = Jumlah Pesanan D = Permintaan per hari atau per tahun L = Waktu Tunggu SS = Persediaan Pengamanan TIC = Total Biaya Persediaan Kerangka Pemikiran Gambar 2. Kerangka Pemikiran Sumber : Data diolah 2025 dikumpulkan dari dokumen relevan. Teknik pengumpulan data utamanya adalah observasi langsung, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Metode Analisis Data Dalam penelitian ini menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). yang bertujuan untuk menemukan jumlah pembelian ideal yang dapat menghemat biaya total tahunan, baik dari segi persediaan (Nurdiansyah & Hilman, 2020 : Perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) dalam penelitian ini melibatkan tiga faktor kunci yaitu biaya yang dikeluarkan untuk melakukan setiap pemesanan, biaya yang diperlukan untuk menyimpan persediaan, serta penentuan level inventaris di mana pesanan baru harus Alur Penelitian METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini berfokus pada UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat Cijambe, dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian deskriptif adalah menghasilkan gambaran, deskripsi, atau gambaran yang sistematis, realistis, dan akurat mengenai peristiwa, ciri-ciri, dan hubungan antar fenomena yang diteliti. Analisis kuantitatif untuk mengetahui hasil penghitungan total biaya persediaan bahan baku minimum (Sanusi, 2011: 13 dalam Saragi & Setyorini, 2. Analisis data kuantitatif adalah metode yang menggunakan data persediaan dengan perhitungan angka melalui rumus Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pemesanan optimal pada kebutuhan tetap (Herawan et al. Data primer diperoleh langsung melalui observasi dan wawancara dengan pemilik, sementara data sekunder Gambar 3. Alur Penelitian Sumber : Data diolah 2025 Penelitian ini diawali dengan tahap mulai, yaitu proses penentuan fokus dan arah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku pada UMKM Rangginang Rizal dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Tahap berikutnya adalah identifikasi masalah, mengamati fenomena yang terjadi di Journal of Accounting and Business Issues (JABI) lapangan, seperti ketidakteraturan dalam jumlah pemesanan bahan baku, kelebihan persediaan yang menyebabkan biaya penyimpanan meningkat, serta risiko kekurangan bahan baku yang dapat menghambat proses produksi. Setelah Merumuskan pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui proses analisis, seperti berapa jumlah pemesanan bahan baku yang paling ekonomis agar biaya persediaan dapat diminimalkan, dan bagaimana perbandingan antara sistem pengendalian persediaan yang diterapkan UMKM saat ini dengan hasil perhitungan metode EOQ. Tahap selanjutnya yaitu studi literatur, mengumpulkan berbagai referensi ilmiah seperti jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang membahas konsep Economic Order Quantity, serta faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi pengadaan bahan baku pada usaha kecil dan menengah. Studi ini bertujuan untuk Kemudian dilakukan studi lapangan untuk memperoleh pemahaman langsung UMKM Rangginang Rizal. Melalui observasi dan wawancara dengan pihak pengelola, menggali informasi mengenai proses produksi, sistem pembelian bahan baku, frekuensi pemesanan, serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan stok. Tahap berikutnya adalah pengumpulan data, yang mencakup data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen UMKM, seperti catatan pembelian bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, jumlah penggunaan bahan baku per periode, serta waktu tunggu pemesanan . ead tim. Selanjutnya, pengolahan data menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantit. Pada tahap ini dilakukan perhitungan untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang paling ekonomis (Q*), frekuensi pemesanan optimal, serta total biaya persediaan minimum. Proses pengolahan ini bertujuan untuk mencari keseimbangan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan agar pengelolaan bahan baku menjadi lebih efisien. Hasil perhitungan tersebut kemudian dianalisis pada tahap analisis hasil. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil metode EOQ dengan sistem pengendalian persediaan yang saat ini diterapkan oleh UMKM Rangginang Rizal. Dari hasil perbandingan tersebut, dapat diketahui sejauh mana penerapan metode EOQ meningkatkan efektivitas manajemen bahan baku. Tahap berikutnya adalah kesimpulan berdasarkan hasil analisis yang telah Kesimpulan ini memberikan gambaran mengenai efektivitas metode EOQ dalam mengendalikan persediaan bahan baku pada UMKM Rangginang Rizal. Sementara itu, saran disusun sebagai rekomendasi bagi pihak UMKM agar dapat menerapkan metode EOQ dalam praktik manajemen persediaan untuk menekan biaya dan menjaga kelancaran produksi. Akhirnya, penelitian penyusunan laporan penelitian secara menyeluruh berdasarkan hasil analisis dan temuan yang diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengolahan data yang akan dilakukan yaitu total biaya persediaan bahan baku yang minimum dan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Pengendalian persediaan beras ketan pada UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat Tahun 2024 Pembelian Bahan Baku Volume 05. No. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat menggunakan ketan berkualitas dan melakukan pembelian bahan baku ketan dari pemasok selama ini. Data pembelian bahan baku dari bulan Januari Ae Desember 2024 yang diperoleh dari UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat dapat dilihat pada tabel berikut ini : Desember 2024 yang diperoleh dari UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat dapat dilihat dari tabel sebagai berikut : Tabel 4. Penggunaan Bahan Baku Beras Ketan tahun 2024 Tabel 4. Pembelian Bahan Baku Beras Ketan tahun 2024 No. Bulan Pembelian . Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Total Harga (R. Desember Total (Sumber : UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat, diolah peneliti 2. Pembelian rata-rata bahan baku (Q) dihitung berdasarkan kebijakan UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat sebagai Total penggunaan bahan baku No. Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Penggunaan . Desember Total (Sumber : UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat, diolah peneliti 2. Pada data diatas jumlah penggunaan bahan baku UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat setiap bulannya mengalami kenaikan pada 1 periode yaitu dari januaridesember tahun 2024. Biaya Pemesanan Data biaya pemesanan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Biaya Pemesanan Bahan Baku Beras Ketan tahun 2024 Frekuensi pemesanan Jenis Biaya Q = 200 kg Jadi, besarnya jumlah pembelian ratarata bahan baku beras ketan sebesar 200 Penggunaan bahan baku Bahan baku yang tersedia digudang sebagian besar digunakan untuk proses produksi dan sebagian disimpan untuk cadangan produksi berikutnya. Data penggunaan bahan baku bulan Januari - Biaya (R. Frekuensi Biaya Pemesanan pemesanan /tahun beras ketan . (R. Biaya Telepon Total (Sumber : UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat, diolah peneliti 2. Dari tabel 4. 3 diatas dapat diketahui bahwa jenis biaya pemesanan yang dikeluarkan oleh UMKM Ranginang Rizal Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Selera Rakyat meliputi biaya untuk telepon dan trasportasi pengantar beras ketan dengan menggunakan sepeda motor. Biaya telepon dan transportasi yaitu sebesar Rp. 000 dengan frekuensi pemesanan 12 kali dalam setahun. Sehingga biaya yang dikeluarkan UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat untuk sekali melakukan pemesanan beras ketan adalah Rp. 000 per tahun. TIC = Rp. Jadi, dapat diketahui bahwa total biaya persediaan beras ketan yang dikeluarkan oleh UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat pada tahun 2024 adalah Rp. 000 per tahun. Pengendalian persediaan bahan baku beras ketan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) Biaya Penyimpanan Tabel 4. Biaya Penyimpanan Bahan Baku Beras Ketan tahun 2024 No. Jenis Biaya Biaya Biaya penyimpanan penyimpanan per bulan per tahun (R. (R. Biaya Listrik Total (Sumber : UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat, diolah peneliti 2. Berdasarkan tabel 4. 4 diatas dapat diketahui bahwa biaya penyimpanan bahan baku beras ketan di UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat per bulan yaitu sebesar Rp. 000 sehingga biaya penyimpanan pada tahun 2024 yaitu sebesar Rp. 000 per tahun. Waktu tunggu pemesanan bahan baku beras ketan selama 1 jam dan penggunaan bahan baku maksimal 50 kg per minggu. Untuk biaya penyimpanan per kg bahan baku (H) yaitu: Total Biaya penyimpanan per tahun Rp. Total penggunaan bahan baku H = 300 per kg Total Biaya Persediaan atau Total Inventory Cost (TIC) ya ycE TIC = S ycE H 2 400 ycoyci TIC = Rp. 000 200 ycoyci 300 kg 200 ycoyci TIC = Rp. 300 kg . TIC = Rp. 000 kg Tabel 4. Penggunaan. Biaya Per Pemesanan dan Biaya Penyimpanan Beras Ketan di UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat Tahun 2024 Biaya Penggunaan Beras Ketan (D) 400 kg Biaya Biaya Pemesanan Penyimpanan Beras Beras Ketan Ketan (S) (H) Rp. 300 per kg (Sumber : Data diolah peneliti 2. Berdasarkan data dari Tabel 4. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat pada tahun 2024 memiliki data persediaan beras ketan sebagai berikut: Total Pemakaian Tahunan (D): 400 kg. Biaya Pemesanan per satu kali pemesanan (S): Rp. Biaya Penyimpanan per kg (H): 300 per kg UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat menggunakan 2. 400 kg beras Dengan pemesanan sebesar Rp. 000 per pesanan dan biaya penyimpanan sebesar 300 per kg per tahun. Untuk menghitung kuantitas pesanan yang paling efisien menggunakan rumus Economic Order Quantity (EOQ). Rumus EOQ adalah: 2yaycI ya EOQ = Oo Volume 05. No. 2 x . 400 k. x (Rp. 300 kg EOQ = Oo Rp. EOQ = Oo 300 kg EOQ = Oo16. EOQ = 4. 000 kg Dengan ekonomis menggunakan (EOQ) dalam sekali pemesanan yaitu sebesar 4. 000 kg, frekuensi pemesanan yang optimal bagi UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat dapat dihitung sebagai berikut: Pemesanan Kembali (ROP) Reorder Point (ROP) adalah titik atau batas persediaan di mana UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat harus segera melakukan pemesanan ulang beras ketan agar pasokan tidak terputus. Penentuan ROP ini mempertimbangkan beberapa faktor: Safety Stock (Persediaan Pengama. ari perhitungan sebelumny. A Lead Time (Waktu Pengirima. : 1 jam A Pemakaian Rata-rata : 1 ya ycE N = 0,6 kali dibulatkan menjadi 1 kali Berdasarkan dengan menggunakan metode EOQ. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat seharusnya memesan beras ketan 000 kg setiap kali pesanan, dengan frekuensi sekitar 1 kali dalam setahun atau setiap 333 hari sekali. Persediaan pengamanan (Safety Safety stock adalah persediaan mengantisipasi keterlambatan pengiriman atau peningkatan permintaan yang tidak Untuk menentukan besarnya safety stock yang harus dimiliki UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat, diperlukan data mengenai rata-rata keterlambatan pengiriman. Safety stock = pemakaian maksimal Ae . emakaian rata-rata x waktu tungg. Safety stock = 200 kg Ae . Safety stock = 199 kg Berdasarkan analisis kebutuhan dan risiko, untuk menghindari terhambatnya proses produksi akibat keterlambatan UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat perlu memiliki persediaan pengaman . afety stoc. sebesar 199 kg. Tunggu ROP = Persediaan pengamanan . aktu tunggu X Pemakaian rata-rat. ROP = 199 . ROP = 200 kg Berdasarkan perhitungan reorder point menggunakan metode EOQ diatas dapat diketahui bahwa apabila beras ketan mencapai titik pemesanan kembali yaitu sebanyak 200 kg. Maka. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat harus segera melakukan pemesanan agar aktivitas produksi tidak terhambat. Total Biaya Persediaan (TIC) Berdasarkan metode Economic Order Quantity (EOQ), total biaya persediaan pemesanan dan biaya penyimpanan. Tujuannya adalah untuk menemukan jumlah pesanan yang paling efisien, sehingga total biaya tersebut menjadi ya ycE TIC = S ycE H 2 400 kg TIC = Rp. 000 kg 300 kg 000 kg TIC = Rp. 000 Rp. TIC = Rp. Berdasarkan perhitungan diatas, total biaya persediaan tahunan untuk UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat pada tahun 2024 adalah sebesar Rp. Angka ini mencakup keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk mengelola persediaan beras ketan, yaitu gabungan Journal of Accounting and Business Issues (JABI) antara biaya Perbandingan Pengendalian persediaan yang dilakukan oleh UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat selama ini hanya didasarkan pada perkiraan, tanpa perhitungan yang terstruktur dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) pendekatan yang lebih ilmiah dan Berdasarkan perbandingan metode yang digunakan oleh UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat dan metode EOQ. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat dapat memilih metode yang paling optimal dengan biaya yang minimum. Adapun perbandingan persediaan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4. Perbandingan Pengendalian Persediaan Menggunakan Metode UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat dan Metode EOQ 12 kali dalam setahun dengan kuantitas 400 kg per pesanan, menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp. Sedangkan Metode EOQ pemesanan hanya dilakukan 1 kali setahun dengan kuantitas lebih besar, yaitu 4. 000 kg per pesanan. Penerapan EOQ menekan total biaya persediaan UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat hingga Rp1. Angka ini jauh lebih efisien konvensional yang biasa digunakan oleh UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat, yang menghabiskan biaya sebesar Rp12. Secara keseluruhan, beralih ke metode EOQ akan menghemat biaya persediaan secara drastis bagi UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih terstruktur dan matematis dalam mengelola persediaan untuk Pembahasan No. Keterangan Kuantitas Pemesanan per Pesan . Frekuensi Pemesanan . Safety Stock . Reorder Point . Metode Konvensional Metode EOQ 400 kg 000 kg 12 kali 1 kali 199 kg 200 kg Total Biaya Persediaan Rp. 000 Rp. (TIC) (Sumber : Data diolah peneliti 2. Berdasarkan pada table 4. 6, terlihat bahwa metode pengelolaan persediaan yang digunakan oleh UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat saat ini jauh kurang efisien dibandingkan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ). Kebijakan UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat melakukan pemesanan sebanyak Hasil perhitungan pada table 4. dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) menunjukkan bahwa UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat dapat mengelola persediaan beras ketan secara jauh lebih efisien. Alih-alih melakukan pemesanan 12 kali dalam setahun seperti kebiasaan UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat, metode EOQ menyarankan pemesanan hanya 1 kali setahun, dengan kuantitas yang lebih besar yaitu 4. 000 kg per pesanan. Meskipun kuantitas per pesanan lebih besar, frekuensi yang lebih jarang ini akan menghemat biaya secara Selain kuantitas dan frekuensi, analisis juga menyoroti pentingnya persediaan pengaman . afety stoc. dan titik pemesanan ulang . eorder poin. yang belum diterapkan oleh UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat. Menurut metode EOQ. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat perlu memiliki cadangan beras mengantisipasi peningkatan penjualan di Volume 05. No. hari libur atau keterlambatan pengiriman. Bersamaan dengan itu. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat harus melakukan pemesanan kembali saat persediaan mencapai 200 kg. Hal ini penting mengingat waktu tunggu pengiriman selama 1 jam. Penerapan safety stock dan reorder point yang tepat akan menjamin kelancaran produksi dan menghindari risiko kehabisan bahan baku. Perbedaan besar antara kedua metode ini juga terlihat pada total biaya Metode konvensional yang digunakan UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat menghabiskan Rp. untuk persediaan beras ketan. Sebaliknya, jika menggunakan metode EOQ, total biaya yang dikeluarkan hanya sebesar Rp. Ini UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat dapat menghemat Rp. 000 per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat belum efektif dalam persediaan bahan bakua yang optimal. Penghematan ini menunjukkan bahwa beralih ke pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis data sangat penting untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dan menekan biaya. Hal ini sejalan dengan (Sri Nurjanah et , 2. yang menyatakan bahwa Aupengendalian persediaan bahan baku menggunakan metode EOQ karena perusahaan dapat lebih meminimalkan biaya persediaan bahan baku dan juga mengoptimalkan persediaan bahan baku sehingga tidak terjadi kelebihan di setiap bulannya dibandingkan dengan metode konvensional yang digunakan oleh PerusahaanAy. Penelitian ini konsisten menunjukkan bahwa metode EOQ lebih Menurut (Herawan et al. , 2. AuEconomic Order Quantity (EOQ) karena pemesanan barang disesuaikan perusahaan, sehingga biaya persediaanAy. Metode Economic Order Quantity (EOQ) memang sangat efektif dalam mengoptimalkan biaya persediaan, tetapi perlu diingat bahwa metode ini memiliki beberapa keterbatasan, terutama jika kondisi pasar tidak stabil. Salah satu kelemahan utama EOQ yaitu harga bahan baku dapat berubah-ubah akibat inflasi, fluktuasi pasar, atau kondisi ekonomi Karena EOQ perubahan harga ini, perhitungan yang dilakukan bisa menjadi tidak akurat jika terjadi kenaikan atau penurunan harga yang signifikan. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan perhitungan dapat disimpulkan terkait pengendalian persediaan pada UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat sebagai UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang efektif. Mereka mengelola persediaan beras ketan secara konvensional, yaitu dengan memesan empat kali dalam sebulan memperhitungkan kebutuhan produksi Kebijakan menyebabkan inefisiensi biaya yang Selain UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat juga pengaman . afety stoc. dan titik pemesanan kembali . eorder poin. , sehingga rentan terhadap risiko kekurangan bahan baku yang dapat menghambat produksi. Penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) persediaan UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat Perhitungan menunjukkan bahwa total biaya persediaan dengan metode EOQ adalah Rp. 000, jauh lebih rendah dibandingkan total biaya Journal of Accounting and Business Issues (JABI) konvensional, yaitu Rp. Selisih penghematan ini mencapai Rp. 000 per tahun. Dengan metode EOQ. UMKM hanya perlu memesan 1 kali dalam setahun dengan kuantitas 4. 000 kg per pesanan, yang jauh lebih efisien daripada metode konvensional yang mengharuskan pemesanan 12 kali per tahun dengan kuantitas 2. 400 kg per Metode ini juga menetapkan safety stock sebesar 199 kg dan reorder point pada 200 kg, yang akan menjamin kelancaran produksi dan meminimalkan risiko kehabisan stok. Saran Berdasarkan kesimpulan penelitian pada UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat, penulis menyarankan beberapa langkah perbaikan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian. UMKM Ranginang Rizal Selera Rakyat sebaiknya mulai menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ) secara konsisten agar dapat menekan biaya persediaan bahan baku secara Penerapan metode ini perlu didukung dengan penyediaan fasilitas sehingga jumlah pembelian yang lebih besar dapat ditampung dengan aman tanpa mengurangi kualitas bahan Selain itu. UMKM juga disarankan kebutuhan bahan baku yang lebih sistematis dengan mempertimbangkan faktor musiman, perubahan harga, serta tren permintaan konsumen. Penggunaan pencatatan stok berbasis aplikasi sederhana atau perangkat lunak akuntansi akan membantu dalam memantau persediaan secara real-time kesalahan dalam pengendalian bahan Tidak hanya itu, kerja sama jangka panjang dengan pemasok utama juga dapat menjadi strategi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan baku beras ketan. Dengan penerapan langkah-langkah tersebut. UMKM dapat meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas produk, serta memperkuat daya saing di pasar. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Implikasi Penelitian ini memberikan gambaran bahwa metode Economic Order Quantity (EOQ) mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku pada UMKM, khususnya dalam menekan biaya persediaan tahunan yang selama ini cukup besar jika dikelola dengan cara Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan praktis bagi pelaku UMKM lain dalam industri makanan tradisional manajemen persediaan yang lebih sistematis, sehingga dapat menghemat biaya, menjaga kelancaran produksi, dan meningkatkan keberlanjutan usaha. Selain itu, dari sisi akademis, penelitian ini menambah literatur tentang penerapan EOQ pada usaha kecil berbasis pangan tradisional, yang masih jarang dikaji secara mendalam. Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup data yang digunakan, yaitu hanya berdasarkan data pembelian dan penggunaan bahan baku selama satu tahun yaitu 2024, sehingga belum memperhitungkan variasi permintaan pada periode yang lebih panjang maupun kondisi ekonomi yang lebih fluktuatif. Selain itu, metode EOQ memiliki asumsi tertentu, seperti harga bahan baku yang stabil dan waktu tunggu pengiriman yang konstan, padahal dalam praktiknya harga beras ketan cenderung berubah akibat faktor pasar maupun cuaca. Penelitian ini juga belum memasukkan analisis risiko terhadap kemungkinan kerusakan bahan baku akibat keterbatasan penyimpanan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya memasukkan variabel ketidakpastian harga, variasi permintaan musiman, serta kapasitas gudang, agar hasil analisis Volume 05. No. mendekati kondisi nyata yang dihadapi UMKM. REFERENCES