Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pengaruh Kompetensi. Kompensasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Jeni Aina Putri1. Ade Indah Sari2. Teguh Setiawan3 Universitas Harapan Medan. Indonesia jennyainaputri@gmail. com1, adeindahsari@unhar. id2, tghsetia62@gmail. Submitted: 18th April 2024 | Edited: 27th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Putri. Sari. , & Setiawan. Pengaruh Kompetensi. Kompensasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 387-398. ABSTRACT Human resources are critical to a company's success as they impact objectives. Developing this activity demands management. Developing these activities demands Companies help related groups develop in various ways. Agency performance is largely influenced by employees. This study aims to examine how competence, compensation, and communication affect employee performance at the Office of Culture and Tourism of North Sumatra Province. This primary data analysis uses employee performance as the independent variable and competence, compensation, and communication as the dependent variable. This research involved employees of the Culture and Tourism Office of North Sumatra Province. Quantitative associative research was used. A saturated sample of 125 respondents was used in this study. This study collected data with a questionnaire. This study uses SPSS to conduct data quality tests (Validity and Reliabilit. , classical assumption tests, and hypothesis testing (Test f. Test t. Test Coefficient of Determinatio. The results of this study indicate that the competency variable has a significant effect on employee performance with the results obtained from the tcount value of t table 2. 536> t table 1,984 with a significance level 000 <0. 05, the compensation variable has a significant effect on employee performance with the results obtained by the tcount value of 10,428> t table 1,984 with a significance value of 0. 000 <0. 05, the communication variable has a significant effect on employee performance with the results obtained by the tcount value of 1,990> t table 1,984 with a significance value of 0. 000 <0. Keywords: Competence. Compensation. Communication. Employee Performance PENDAHULUAN Pegawai menjadi bagian penting dalam aktivitas perusahaan karena dengan dukungan seluruh pegawai yang ikut berpartisipasi dalam mengembangkan perusahaan maka hal ini dapat memberikan kesempatan lebih besar untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan utama perusahaan (Asniwati, 2. Untuk itulah atasan berharap agar tiap bawahannya dapat memahami dengan baik dan benar tugas yang telah ditetapkan dan yang menjadi tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahpahaman dan penyimpangan antara sesama rekan kerja ketika melakukan tugas dilingkungan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. perusahaan (Hasugian, 2. Kinerja pegawai menjadi poin penting yang menjadi sorotan pimpinan untuk mengetahui sampai sejauh mana pegawai mampu mengembangkan potensi dalam dirinya untuk diberikan bagi kemajuan perusahaan (Anas dkk. , 2. Menurut Sinambela . 6, p. , mendefinisikan Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun Kinerja adalah konsekuensi dari penyelesaian pekerjaan, berikut definisinya (Melia & Tamburian, 2. Pada kenyataannya, tidak semua pekerja dapat menunjukkan hasil kerja yang ideal seperti yang diharapkan, sehingga beberapa tidak dapat memenuhi harapan kerja atasan mereka (Anas dkk. , 2. Selain itu, tidak semua karyawan dapat mempertahankan kinerja optimalnya dalam jangka waktu yang cukup lama, yang menunjukkan bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan di perusahaan (Edison dkk. , 2. Kompetensi, kompensi, dan komunikasi mempengaruhi keberhasilan karyawan dalam penelitian ini (Syukur dkk. , 2. Setiap karyawan perusahaan harus dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan mengutamakan kepentingan perusahaan (Hutagalung & Ritonga, 2. Hal ini membutuhkan kompetensi kerja yang dapat diandalkan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan atasan atau yang menjadi tugas pokoknya (Maulana, 2. Kompetensi membantu perusahaan untuk mengkarakterisasi dan memetakan kinerja karyawan dengan mengkarakterisasi kapasitas pekerjaan mereka (Asniwati, 2. Uraian di atas menunjukkan bahwa organisasi dapat memaksimalkan tujuan utamanya dengan bantuan dari semua personil yang cakap. Pengetahuan dan kemampuan kerja yang tinggi dapat membantu perusahaan untuk bertahan dan bersaing. Karyawan perusahaan mengharapkan upah yang sesuai dengan aktivitas dan tanggung jawab mereka (Zannah & Zain, 2. Alasan utama perusahaan atas kesediaannya untuk bekerja adalah upah ini. Perusahaan harus memberikan kompensasi dengan harapan akan menerima prestasi kerja sebagai imbalannya (Pradnyana & Widyastini, 2. Gaji, insentif, dan tunjangan ditawarkan oleh perusahaan kepada pekerja untuk memotivasi mereka agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya (Tolandang & Uhing, 2. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Sebaliknya, jika karyawan merasa kompensasi yang diterima tidak memadai dan tidak sesuai dengan risiko pekerjaan yang dilakukan, maka karyawan akan kurang termotivasi untuk bekerja dengan baik, menunda pekerjaan dan mengakibatkan kinerja perusahaan menjadi buruk (Wandi, 2. Karyawan akan berkomunikasi selama mereka bekerja untuk perusahaan, selain dua elemen di atas yang dapat mempengaruhi kinerja mereka (Asniwati, 2. Komunikasi dapat berupa hubungan atau kegiatan yang berhubungan dengan kesulitan hubungan, rekomendasi untuk berbagi perspektif, atau interaksi individu atau kelompok (Katidjan et al. , 2. Komunikasi merupakan hal yang harus dilakukan oleh karyawan ketika bekerja, sehingga mereka harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan rekan kerja dan atasan (Mundakir & Zainuri, 2. Dengan kemampuan dan komunikasi yang baik, rekan kerja dan atasan dapat bekerja dengan mudah dan menerima serta memahami informasi dengan baik (Chaerunissa & Pancasasti, 2. Penelitian ini berfokus pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara yang merupakan sebuah instansi pemerintah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak kegiatan dan frekuensi di bidang kebudayaan dan pariwisata, sehingga atasan harus mengarahkan bawahannya untuk bekerja keras dalam setiap tugas dan tujuan yang telah ditetapkan oleh masing-masing divisi. Namun, data menunjukkan bahwa tidak semua karyawan perusahaan dapat melakukan tugasnya secara efisien dan memenuhi tenggat waktu yang diberikan atasan. Beberapa pekerja masih berkinerja buruk karena masalah ini. Berikut ini adalah data statistik dari organisasi yang menunjukkan target dan pencapaian kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara tahun 2020-2021: Tabel 1. Data Kinerja Pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Periode 2020-2022 Periode Surat Perintah Kerja Surat Perintah Kerja Surat Perintah Kerja Triwulan I Target Realisasi 66,67 Target Realisasi 72,63 Target Realisasi 74,18 Triwulan II 66,32 68,18 70,91 Triwulan i 71,00 70,91 73,11 Triwulan IV 68,33 71,54 72,87 Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara 2023 Tabel di atas menunjukkan bahwa ekspektasi kerja empat kuartal dari atasan kepada bawahan tidak terpenuhi dari tahun 2020 hingga 2023. Realisasi pencapaian Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. karyawan dari tahun 2020 sebesar 66,32% - 71%, tahun 2021 sebesar 68,18% - 72,63%, dan tahun 2022 sebesar 70,91% - 74,18%, sehingga pencapaian karyawan masih jauh dari target dan menurunkan kinerja karyawan. Menurut penelitian dari Pradnyana & Widyastini . menunjukkan bahwa Hasil bahwa komunikasi, beban kerja dan kompensasi secara parsial dan simultan pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Sedangkan menurut penelitian dari Anas et al. menunjukkan bahwa hasil bahwa kompetensi dan kompensasi secara parsial pengaruh pada motivasi kerja dan kinerja. Motivasi pengaruh pada kinerja. Motivasi memdiasi pengaruh kompetensi dan kompensasi pada kinerja karaywan Dalam hal ini penyebab perubahan penurunan kinerja dalam diri pegawai ini dikarenakan oleh kurangnya kompetensi kerja yang ada pada beberapa pegawai saat melakukan tugasnya kepada masyarakat untuk menginformasikan hal penting mengenai dunia pariwisata dan kebudayaan apa saja yang ada di Provinsi Sumatera Utara dengan tepat sasaran. Dari penjelasan di atas menjadi alasan penulis untuk tertarik dalam melakukan penellitian dengan judul: AuPengaruh Kompetensi. Kompensasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Kebudayaan dan Pariwista Provinsi Sumatera UtaraAy. METODE Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan asosiatif Sugiyono, . 0, p. Analisis data primer ini menggunakan kinerja pegawai sebagai variabel independen dan kompetensi, kompensasi, dan komunikasi sebagai variabel dependen. Penelitian ini terdiri dari staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara. Sampel jenuh sebanyak 125 responden digunakan. Penelitian ini menggunakan skala Likert untuk kuesioner. Penelitian ini menggunakan SPSS untuk perhitungan, namun sebelum dilakukan analisis data, instrumen data harus diuji validitas dan reliabilitasnya terhadap kompetensi, kompensasi, komunikasi, dan kinerja pegawai, dilanjutkan dengan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov, multikolinieritas, dan heterokedasitas (Asifa. Pengujian penelitian meliputi regresi linier berganda, koefisien regresi, uji parsial . , dan uji simultan . ji F) dengan tingkat signifikansi 0,05. Jenis dan intensitas hubungan antara kompetensi, gaji, komunikasi, dan kinerja karyawan diestimasi setelah analisis data. Menurut Sugiyono, . 0, p. interval koefisien Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. korelasi adalah 0,00-0,199. Tingkat hubungan rendah, interval korelasi 0,20-0,399 Hubungan rendah, interval koefisien 0,40-0,599 Hubungan sedang, interval koefisien 0,60-0,799 Hubungan kuat, interval koefisien 0,80-0,100 Hubungan sangat kuat. PEMBAHASAN Analisis Regresi Linier Berganda Analisis linier berganda ini menguji bagaimana remunerasi dan kemampuan komunikasi mempengaruhi kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Temuan-temuan analisis terdapat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Hasil Analisis Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Kompetensi Kompensasi Komunikasi Sumber: Hasil Data di olah Peneliti 2024 Standardized Coefficients Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF Jika kompetensi (X. , gaji (X. , dan komunikasi diabaikan, kinerja karyawan (Y) 879 . Bahkan ketika X1. X2 dan X3 terhadap Y adalah nol, karyawan tetap berkinerja. Dengan mempertahankan skor kompetensi (X. tidak berubah, menambahkan satu unit akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,137. Dengan mempertahankan skor gaji (X. tidak berubah, menambahkan satu unit akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,626. Dengan skor komunikasi (X. tidak berubah, penambahan satu unit upah meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,053. Uji Hipotesis Uji F (Simulta. Uji F (Simulta. menentukan apakah Kompetensi. Kompensasi, dan Komunikasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3. Hasil Uji F (Simulta. Model Sum of Squares Regression Residual Total Sumber: Hasil Data di olah Peneliti 2024 Mean Square Sig. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Uji F berpengaruh jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel > 2,678, namun tidak berpengaruh jika kurang dari Ftabel < 2,678 (Tabel . H0 ditolak dan Ha diterima pada Tabel 8 karena Fhitung sebesar 80,740 > Ftabel 2,678. Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi, kompensasi, dan komunikasi meningkatkan kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Uji T (Parsia. Uji T (Parsia. akan menilai bagaimana Kompetensi. Kompensasi, dan Komunikasi berdampak pada kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. untuk menyajikan temuan dalam tabel di bawah ini: Tabel 4. Hasil Uji T (Parsia. Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Kompetensi Kompensasi Komunikasi Sumber: Hasil Data di olah Peneliti 2024 Standardized Coefficients Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF Ketika Thitung melebihi Ttabel > 1. 984, maka uji T signifikan. Nilai Thitung < Ttabel < 1,984 menunjukkan tidak ada pengaruh dari uji T. Tabel 9 menunjukkan bagaimana Kompetensi. Kompensasi, dan Komunikasi mempengaruhi kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Variabel Kompetensi (X. berdampak pada kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Tabel 9 menunjukkan bahwa kinerja pegawai (Y) memiliki nilai thitung variabel Kompetensi (X. sebesar 2,536. Karena thitung 2,536 > ttabel 1,984 dan ambang batas signifikan 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kompetensi (X. meningkatkan kinerja karyawan (Y). Pengaruh secara individu/parsial variabel Kompensasi (X. terhadap kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Tabel 9 menunjukkan bahwa kinerja pegawai (Y) memiliki nilai thitung variabel Kompensasi (X. sebesar 10,428. Karena thitung sebesar 10,428 > ttabel 1,984 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kinerja karyawan (Y) dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Kompensasi (X. Temuan di atas menunjukkan bagaimana variabel Komunikasi (X. mempengaruhi kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Tabel 9 menunjukkan bahwa Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. kinerja pegawai (Y) memiliki nilai thitung variabel Komunikasi (X. sebesar 1,990. Jika thitung 1,990 > ttabel 1,984 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kinerja karyawan (Y) dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Kompensasi (X). Uji Koefisien Determinasi R Square (R. Output Sumarry Model menunjukkan hasil uji Koefisien Determinasi Adjusted RSquare (R. Pada kolom Adjusted RSquare, variabel independen menjelaskan berapa persen variabel dependen. Sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar model Lihat tabel di bawah ini: Tabel 5. Hasil Uji Adjusted R Square Model R Square Sumber: Hasil Data di olah Peneliti 2024 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Dalam tabel yang disajikan. Adjusted R Square menunjukkan bahwa faktor-faktor independen seperti Kompetensi. Kompensasi, dan Komunikasi secara kolektif menjelaskan 65,9% variasi dalam variabel dependen, yakni kinerja pegawai. Adjusted R Square merupakan ukuran yang sering digunakan dalam analisis regresi untuk menunjukkan seberapa baik model yang dibangun dapat menjelaskan variabilitas data, dengan mempertimbangkan jumlah variabel independen yang digunakan. Dalam konteks ini, nilai 65,9% menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Teori-teori yang mendasari pengaruh Kompetensi. Kompensasi, dan Komunikasi terhadap kinerja pegawai sangat relevan dalam konteks ini. Teori Kompetensi, misalnya, mengemukakan bahwa keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki pegawai mempengaruhi efektivitas kerja mereka. Selain itu, teori Kompensasi menyatakan bahwa imbalan finansial dan non-finansial yang diberikan kepada pegawai berperan penting dalam motivasi dan kinerja mereka. Komunikasi, menurut teori komunikasi organisasi, juga penting karena komunikasi yang efektif dapat memfasilitasi kerja sama dan pemahaman di antara pegawai, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja. Penelitian ini bertentangan dengan studi sebelumnya oleh Katidjan dkk. yang tidak menemukan adanya pengaruh signifikan dari kompensasi, pengembangan karir, dan komunikasi terhadap kinerja pegawai. Perbedaan hasil ini bisa disebabkan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. oleh variasi dalam konteks penelitian, metodologi, atau bahkan perbedaan dalam cara pengukuran variabel-variabel tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa mungkin ada faktor-faktor lain atau konteks spesifik yang mempengaruhi hasil penelitian, yang perlu diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara faktor-faktor tersebut dan kinerja pegawai. Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Kompetensi mempengaruhi perilaku dan kinerja (Fahraini & Syarif, 2. Kompetensi memprediksi siapa yang berkinerja baik dan buruk berdasarkan kriteria atau standar yang diterapkan (Mauluddin & Irawati, 2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara membutuhkan keahlian untuk menilai pekerjaan apa yang baik bagi para pegawai, bagaimana mereka menggambarkan diri mereka sendiri, dan bagaimana mereka dapat melayani organisasi terkait dengan sebaik-baiknya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi meningkatkan kinerja karyawan secara Uji t menunjukkan 2,536 > 1,984 dengan signifikansi 0,000. Dengan demikian. Ho ditolak dan Ha diterima, membuktikan bahwa kompetensi meningkatkan kinerja pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Kompetensi meningkatkan kinerja karyawan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, di mana sebagian besar pekerjanya adalah laki-laki. Penulis menyarankan untuk sering mengadakan pertemuan divisi untuk mengevaluasi kompetensi staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. (Anas , 2. menemukan bahwa kompetensi dan kompensasi mempengaruhi motivasi kerja dan kinerja, memvalidasi penelitian ini. Kinerja bergantung pada motivasi. Motivasi dari kompetensi dan gaji mempengaruhi kinerja karyawan. Pengaruh Kompensasi Terhadap Pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Pegawai mendapatkan kompensasi untuk pekerjaan agensi mereka (Fahraini & Syarif, 2. Tugas-tugas HRM seperti kompensasi mencakup semua jenis insentif individu untuk pekerjaan organisasi. Kompensasi berdampak pada motivasi dan kinerja karyawan, menjadikannya aspek kunci dalam meningkatkan kinerja. Penilaian kerja membuat pekerja merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja keras (Susanto dkk. Kompensasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara akan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. meningkat seiring dengan meningkatnya kinerja pegawai. Remunerasi berbasis kinerja diputuskan oleh karyawanPenelitian ini menunjukkan bahwa remunerasi meningkatkan kinerja karyawan secara signifikan. Uji t menunjukkan thitung > ttabel . ,428 > 1,. dengan signifikansi 0,000. Dengan demikian. Ho ditolak dan Ha diterima, membuktikan bahwa kompensasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Kompensasi memiliki pengaruh yang baik dan besar terhadap kinerja pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, yang ditunjukkan dengan temuan responden berdasarkan masa kerja pegawai yang paling banyak 6-10 tahu. Menurut (Fahraini & Syarif, 2. yang menemukan bahwa kompensasi, disiplin kerja, dan komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara parsial dan bersamaan. Penulis menyarankan agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara memberikan penghargaan atas prestasi staf untuk meningkatkan semangat dan produktivitas. Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Organisasi membutuhkan komunikasi. Kepemimpinan, personil, dan tindakan penting perusahaan atau institusi dapat dipengaruhi oleh komunikasi. Komunikasi meningkatkan kinerja untuk personel yang kompeten, mau, dan memiliki informasi. Kesulitan komunikasi yang membatasi pertumbuhan psikologis dapat menyebabkan ketidakpuasan karyawan. Promosi, insentif, dan pengakuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara mendorong komunikasi yang sangat baik. Hal ini dapat meningkatkan kepuasan kerja. Di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, 87 pemegang gelar sarjana mengatakan bahwa komunikasi memiliki dampak positif pada kinerja staf. Studi ini menunjukkan bahwa komunikasi meningkatkan kinerja karyawan. Uji t menghasilkan thitung < ttabel . ,990 > 1,. dengan nilai signifikansi 0,000. Dengan demikian. H0 ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini mendukung penelitian (Fatira dkk. yang menunjukkan bahwa komunikasi, kompensasi, dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai secara parsial dan simultan. Penulis menyarankan untuk mengadakan seminar, lokakarya, atau pelatihan bagi pegawai Dinas Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Kebudayaan dan Pariwisata untuk meningkatkan komunikasi mereka, yang sangat penting untuk melayani masyarakat Provinsi Sumatera Utara KESIMPULAN Penelitian ini berjudul "pengaruh kompetensi, kompensasi dan komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara" menarik kesimpulan dari hasil kesimpulan dan analisis data. Pengujian hipotesis penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi (X. berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y). Di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, staf yang lebih termotivasi akan bekerja keras untuk memastikan keunggulan. Dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, nilai thitung sebesar 2,536 > ttabel 1,984 menegaskan hipotesis bahwa kompetensi individu (X. berdampak positif terhadap kinerja karyawan (Y). Kompetensi meningkatkan kinerja di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, di mana sebagian besar stafnya adalah laki-laki. Penulis menyarankan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara untuk memberikan penghargaan kepada staf atas prestasi mereka. Hal ini membuktikan bahwa Aukompetensi berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera UtaraAy. Kompensasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara akan membuat para pekerja senang karena hipotesis penelitian menunjukkan bahwa kompensasi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Penelitian ini menunjukkan bahwa upah (X. berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai (Y) dengan nilai thitung sebesar 10,428 > ttabel 1,984 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Hipotesis 2 - Aukompensasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera UtaraAy - teruji kebenarannya. Hipotesis penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi (X. meningkatkan kinerja pegawai (Y), sehingga komunikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara akan membantu pegawai dalam bekerja. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi (X. berdampak positif terhadap kinerja pegawai (Y), dengan nilai thitung 1,990 > ttabel 1,984 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Aspek-aspek lainnya tidak signifikan. Provinsi Sumatera Utara membutuhkan komunikasi yang lebih baik, oleh karena itu penulis memberikan seminar, lokakarya, dan pelatihan untuk pekerja Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Hipotesis kedua (H. : Aukomunikasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera UtaraAy. Eksekutif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara harus Mempertahankan dan meningkatkan kompetensi pekerja, kompensasi, komunikasi, tanggung jawab, penggunaan waktu, dan pengakuan kinerja. Penelitian di masa depan harus memasukkan lebih banyak metrik kinerja karyawan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. DAFTAR PUSTAKA