ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Upaya Peningkatan Pemahaman Teks Eksposisi melalui Bantuan Media Koran Berbasis Metode Eksperimen Peserta Didik Kelas V Adinda Nur Safitri1. SaAodun Akbar2 Program Pendidikan Profesi Guru. Sekolah Pascasarjana1,2 Universitas Negeri Malang1,2 adindasafitri@gmail. com1, sadun. akbarfip@um. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peningkatan pemahaman konsep tentang teks eksposisi melalui bantuan media koran berbasis metode eksperimen. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui 2 siklus pembelajaran. Setiap siklus pembelajaran dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri Sumbersari 3 sebanyak 24 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan tes evaluasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif berdasarkan hasil tes evaluasi dengan melihat persentase ketuntasan belajar peserta didik klasikal. Berdasarkan persentase ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 0% dengan rerata sebesar 42,41 yang menunjukkan ketuntasan klasikal belum Pada siklus II persentase ketuntasan belajar sebesar 83% dengan rerata sebesar 75. Pelaksanaan pembelajaran teks eksposisi melalui bantuan media koran berbasis metode eksperimen ke 2 siklus mampu meningkatkan hasil pemahaman konsep peserta didik. Pemaparan ini dapat menjadi rujukan bagi guru dan calon guru untuk meningkatkan antusiasme dan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci: Koran. Metode eksperimen. Hasil belajar. Teks eksposisi. Abstract Through the help of newspaper media based on the experimental method. The type of research is Classroom Action Research which is carried out through 2 learning cycles. Each learning cycle is carried out in the stages of planning, implementation, observation and reflection. The research subjects were the fifth grade students of SD Negeeri Sumbersari 3 as many as 24 The research instruments used were observation sheets and evaluation tests. The data analysis technique used descriptive analysis based on the evaluation test results by looking at the percentage of classical student learning completeness. Based on the percentage of learning completeness in cycle I of 0% with an average of 42, 41 which shows classical completeness has not been achieved. In cycle II, the percentage of learning completeness was 83% with an average of 75. The implementation of exposition text learning through the help of newspaper media based on the experimental method to 2 cycles was able to improve the results of students' concept understanding. This explanation can be a reference for teachers and prospective teachers to improve student enthusiasm and learning outcomes. Keywords: Newspaper. Experimental method. Learning outcomes. Expository text. PENDAHULUAN Koran merupakan salah satu media cetak yang paling mudah digunakan karena sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Media koran memuat berbagai informasi terbaru tentang peristiwa lokal, nasional, dan internasional. Informasi pada koran memuat analisis, kritik, hiburan, dan berita informatif yang relevan dengan ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 beragam pembaca termasuk pelajar sekolah (Babalola, 2. Media koran adalah lembaran kertas besar dalam bentuk cetak memuat berita dan artikel untuk menyampaikan informasi, menginterpretasi peristiwa maupun menghibur pembaca yang diterbitkan secara berkala. Koran tidak hanya sebagai sumber berita, tetapi juga dapat digunakan untuk media pembelajaran (Tarchi, 2. Keunggulan koran sebagai media pembelajaran antara lain: . memuat berbagai teks otentik. memperkaya kosa kata . meningkatkan keterampilan membaca. berisi masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari masyarakat (Rosmaini, 2. Adanya berbagai keunggulan koran dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang tepat dalam memahami konsep materi teks eksposisi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Teks Eksposisi adalah salah satu jenis teks dalam Bahasa Indonesia yang memiliki tujuan untuk menyampaikan maksud secara mendalam mengenai suatu isu atau topik secara singkat dan jelas (Asbarin et al. , 2018. Verawaty & Zulqarnain, 2. Teks Eksposisi dapat ditemukan pada koran. Struktur dan kaidah kebahasaan teks eksposisi berbeda dengan lainnya. Teks Eksposisi memiliki struktur yang terdiri dari judul, tesis, rangkuman argumen, dan simpulan atau penegasan ulang. Pada isi teks eksposisi memuat data dan fakta untuk memperkuat argumen penulis (Asbarin & Hasyim, 2020. Hasyim et al. , 2020. Widodo, 2. Pemahaman konsep teks eksposisi menjadi salah satu capaian pembelajaran kurikulum Merdeka (Tulak et al. , 2. Peserta didik harus mampu memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks eksposisi agar mampu menulis argumen yang logis (Syukur et al. , 2. Efektivitas media koran dapat dimanfaatkan sebagai media dalam pembelajaran teks eskposisi. Namun, hal tersebut tidak hanya bergantung pada materi, tetapi strategi integrasinya harus tepat dalam proses pembelajarannya (Amalia, 2. Penerapan metode eksperimen dapat mengoptimalkan penggunaan media koran dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia materi Teks Eksposisi. Metode eksperimen adalah cara pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk melakukan percobaan, mengamati prosesnya, dan menuliskan hasilnya dengan mengalami maupun membuktikan sendiri (Asbarin et al. , 2. Melalui metode eksperimen proses belajar peserta didik dapat terfasilitasi dalam situasi nyata, sehingga mendapatkan pengalaman langsung dalam real workplace (Fariha, 2. Kelebihan menggunakan metode eksperimen dalam proses pembelajaran antara lain: . membantu peserta didik meyakini kebenaran atau kesimpulan berdasarkan hasil percobaanya . peserta didik dapat aktif mengumpulkan fakta, informasi, dan data. memperbanyak pengalaman belajar peserta didik yang bersifat kontekstual. membiasakan peserta didik menerapkan langkah metode ilmiah. pembelajaran menjadi bermakna (Matwear et al. , 2. Pengalaman belajar metode eksperimen ini menjadi jembatan bagi peserta didik dalam memahami teks eksposisi. Penelitian sebelumnya tentang topik ini telah menunjukkan bahwa peserta didik yang mahir dalam memahami teks ekspositori cenderung berkinerja lebih baik dalam berbagai mata pelajaran, karena mereka mampu memahami konsep-konsep kompleks dan mengkomunikasikan ide-ide mereka dengan efektif (Yulianti et al. , 2. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Akibatnya, sangat penting bagi guru untuk fokus pada peningkatan keterampilan pemahaman peserta didik . Dengan memberikan peserta didik banyak berlatih untuk berinteraksi dengan teks ekspositori, guru dapat membantu mereka menjadi lebih mahir dalam menganalisis informasi, menarik koneksi, dan membentuk argumen logis (Rani & Tyagi, 2. Misalnya, dengan memberikan tugas membaca secara teratur yang mengharuskan peserta didik untuk menganalisis dan menginterpretasikan teks ekspositori secara kritis, pendidik dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan analitis mereka dan kemampuan berpikir kritis. Hasil studi pendahuluan berupa observasi pembelajaran di kelas menunjukkan peserta didik kurang antusias dan cenderung bosan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan wawancara peserta didik, peserta didik kurang berminat dengan pembelajaran Bahasa Indonesia karena konsep mata pelajaran yang abstrak sehingga sulit dipahami. Selain itu, temuan nilai rerata pemahaman konsep peserta didik pada materi sebelumnya yakni kalimat fakta dan opini menunjukkan peserta didik kelas V SDN Sumbersari 3 tergolong sangat rendah yakni 80% peserta didik tidak tuntas secara Berdasarkan temuan yang telah diidentifikasi, peneliti berupaya melakukan penelitian berjudul AuPeningkatan Pemahaman Konsep Tentang Teks Eksposisi melalui Bantuan Media Koran Berbasis Metode Eksperimen Peserta didik Kelas VAy. Tujuan penelitian tindakan kelas adalah meningkatkan pemahaman konsep tentang teks eksposisi melalui bantuan media koran berbasis metode eksperimen. METODE Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berfokus pada peningkatan pemahaman konsep peserta didik dalam materi teks eksposisi melalui media koran dengan menggunakan metode eksperimen. Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menerapkan model Kemmis dan Mc. Taggart melalui empat tahap yaitu, perencanaan . , tindakan . , pengamatan . , dan refleksi . yang disajikan pada gambar 1 (Kemmis & Taggart, 1. Apabila tujuan penelitian belum tercapai di siklus pertama, maka akan dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan melakukan perencanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas satu kali pertemuan. Pada akhir siklus dilakukan evaluasi untuk mengetahui ketercapaian hasil belajar peserta didik. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Maret sampai dengan April tahun 2025. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 24 peserta didik di kelas V SD Negeri Sumbersari 3. Kota Malang tahun ajaran 2024/2025. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa teknik pengumpulan data diantaranya lembar observasi dan tes evaluasi pada setiap akhir siklus yang Observasi dilakukan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 menggunakan metode berbasis eksperimen berbantuan media koran. Tes evaluasi digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik setelah menerapkan Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa hasil tes evaluasi dengan cara melihat ketuntasan belajar menggunakan rumus berikut (Surur, n. Keterangan: P = Presentase ketuntasan belajar peserta didik n = Jumlah peserta didik yang mencapai skor tes > 70 dari skor maksimal 100 N = Jumlah peserta didik keseluruhan Kriteria ketuntasan belajar peserta didik yaitu: . Daya serap perorangan yaitu seorang peserta didik dikatakan tuntas belajar apabila dapat mencapai skor > 70 dari skor tes maksimal 100. Daya serap klasikal adalah suatu kelas dinyatakan tuntas belajar apabila minimal 80% peserta didik dapat mencapai nilai > 70. Untuk eksperimen dapat dikemukakan variabel penelitian, waktu dan lamanya penelitian, tempat penelitian, instrumen yang digunakan, teknik analisis data. Sedangkan untuk penelitian kualitatif menyesuaikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu peningkatan pemahaman peserta didik pada materi teks eksposisi melalui bantuan media koran berbasis metode Penelitian dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri atas satu Pada siklus I media pembelajaran yang digunakan adalah koran, tetapi tidak melaksanakan metode eksperimen. Pemahaman konsep peserta didik pada siklus I, diperoleh nilai rerata sebesar 42%, sehingga seluruhnya belum tuntas. Perbaikan kegiatan pembelajaran dilakukan pada siklus II. Pada siklus II kegiatan pembelajaran diimplementasikan dengan metode ekperimen menggunakan media koran. Pemahaman konsep peserta didik pada siklus I, diperoleh nilai rerata sebesar 75% dengan jumlah total 20 orang tuntas. Data hasil belajar peserta didik terhadap peningkatan pemahaman konsep materi teks eksposisi pada siklus I dan siklus II disajikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Data Hasil Belajar Peserta Didik Peserta didik Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siklus I Siklus II ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Jumlah Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rerata Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 42,41 75,00 Berdasarkan data pada tabel 1, diperoleh hasil peningkatan nilai rerata peserta didik dari siklus I ke siklus II sebesar 32,59 poin. Peserta didik pada siklus I seluruhnya tidak tuntas karena mendapat nilai di bawah KKM . Pada siklus II peserta didik yang tidak tuntas berjumlah 4. Berdasarkan data pada tabel 1, maka diperoleh nilai ketuntasan hasil belajar peserta didik terhadap peningkatan pemahaman konsep teks eksposisi secara klasikal pada siklus I yaitu 0% dan siklus II 83%. Ketuntasan hasil belajar peserta didik terhadap peningkatan pemahaman materi teks eksposisi secara klasikal pada siklus I dan siklus II, disajikan pada Grafik 1. Ketuntasan Hasil Belajar Peserta didik Secara Klasikal Siklus I Siklus II Grafik 1. Ketuntasan Hasil Belajar Peserta didik Secara Klasikal Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pendekatan ini membantu peserta didik dalam memahami isi teks secara umum. Namun, beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membedakan antara fakta dan opini, serta kurang mendalam dalam menafsirkan pesan yang disampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman mereka terhadap struktur teks eksposisi masih terbatas, karena mereka hanya fokus pada isi tanpa membedah kerangka teksnya. Pada siklus I nilai rerata peserta didik sebesar ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Pada siklus II guru media koran tetap digunakan tetapi mengubah pendekatan. Pendekatan berfokus pada analisis struktur teks eksposisi yakni berupa identifikasi bagian tesis, argumentasi, dan penegasan ulang. Selain itu, guru memberikan LKPD yang dilengkapi dengan tautan video YouTube untuk memperkaya pengalaman belajar, sehingga peserta didik mudah memahami secara visual dan interaktif mengenai struktur teks eksposisi. Strategi ini menunjukkan hasil yang lebih positif. Peserta didik lebih terarah dalam memahami susunan teks, mampu mengidentifikasi bagian-bagian penting, dan lebih aktif dalam diskusi kelompok. Media video terbukti efektif dalam memberikan contoh konkret dan memperjelas konsep yang sebelumnya abstrak. Peserta didik juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mengungkapkan pendapat secara lisan dan tulisan berdasarkan struktur teks yang telah dianalisis. Pada siklus II nilai rerata peserta didik meningkat yakni sebesar 75%. Proses pembelajaran yang melibatkan peserta didik atau metode eksperimen menunjukkan signifikannsi ketuntasan belajar. Metode eksperimen adalah proses learning by doing. Metode eksperimen banyak melibatkan sisw auntuk belajar secara mendalam dan kontekstual. Peserta didik mendapatkan pengalaman untuk menghubungkan ilmu pengetahuan yang ada di kelas dengan kehidupan nyata. Pembelajaran menggunakan metode eksperimen memberikan kesempatan peserta didik untuk melakukan refleksi atas pengalaman yang sudah Peserta didik juga dapat membangun ilmu pengetahuan yang bermakna dengan topik pembelajaran di kelas. Adanya metode eksperimen menjadikan pengetahuan yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Metode eksperimen dapat meningkatkan rasa ingin tahu peserta Pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen menjadi peserta didik menjadi pusat lingkungan belajar. Melalui metode pembelajaran eksperimen mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, membuat keputusan, dan menguasai pengetahuan dengan cara kontrukstivisme (Rani & Tyagi, 2. Keberhasilan metode eksperimen juga didukung oleh media konkret berupa Penggunaan koran dalam pembelajaran membuat topik bacaan yang relevan, menarik, dan memotivasi. Koran dapat mendorong pengembangan strategi membaca. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I dengan hasil belajar peserta didik secara klasikal 0% penggunaan koran belum maksimal sehingga tidak dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi teks eksposisi. Penyebab rendahnya pemahaman konsep peserta didik pada materi teks eksposisi meskipun sudah menggunakan koran antara lain: . Pada awal pembelajaran tidak disampaikan kegiatan yang akan . Peserta didik belum memiliki kesiapan dalam pembelajaran. Waktu yang diberikan terlalu singkat untuk peserta didik memahami isi bacaan pada Pada siklus II penggunaan koran lebih maksimal dengan adanya metode ekperimen dengan ketuntasan hasil belajar peserta didik secara klasikal 83%. Kalimat fakta atau opini di dalam koran dapat dibuktikan melalui metode eksperimen sehingga mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi teks ekposisi. Koran merupakan media yang memiliki fungsi sebagai sarana dalam mewujudkan ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 situasi belajar lebih efektif. Media koran memiliki fungsi penting untuk mendukung proses belajar peserta didik (Asbarin et al. , 2018. Yulianti et al. , 2. Pembelajaran menggunakan media konkret seperti koran telah disampaikan oleh Jean Piaget dan Bruner yang menjelaskan bahwa, perkembangan kognitif dimulai dari proses berpikir secara konkret hingga konsep abstrak dan logis. Peserta didik di kelas V rata-rata berusia 10-12 tahun, sehingga menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget masuk ke dalam tahap operasional konkret. Pada tahap operasional konkret . , anak sudah cukup mampu berpikir menggunakan logika atau operasi, tetapi harus disediakan objek fisik. Apabila tidak ada objek fisik anak dalam tahap operasional konkret akan mengalami kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan logika (Ibda, 2. Bruner lebih jauh memperkuat gagasan ini dengan menyoroti pentingnya representasi enactive . , iconic . emi konkre. , dan symbolic . (Bruner, 2. PENUTUP Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pembelajaran menggunakan media koran berbasis metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi teks eksposisi. Hasil belajar peserta didik pada siklus I mendapat nilai rerata hasil belajar 42% dengan ketuntasan 0%. Pada siklus II memperoleh nilai rerata hasil belajar 75% dengan ketuntasan 83%. Penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan bagi guru atau calon guru dalam mengembangkan dan merancang pembelajaran yang bermakna dan menarik. Keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dengan learning by doing akan meningkatkan pemahaman konsep dan retensi ingatan jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA