KIRANA : Social Science Journal Volume 2. Number 2, 2025 pp. E-ISSN : 3062-780X DOI https://doi. org/10. 61579/kirana. Open Access: https://ejournal. id/index. php/kirana Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam Meningkatkan Transparansi Keuangan Perguruan Tinggi: Studi Kasus Implementasi E-Government di Politeknik Negeri Medan Yusnar Yusuf Sekedang 1. Ilham Hidayah Napitupulu 2 1,2Politeknik Negeri Medan. Sumatera Utara. Indonesia Corresponding Email : yusnaryusuf@polmed. ARTICLEINFO Article history: 11 December 2024 Received in revised form 10 February 2025 Accepted 03 March 2025 Available online 03 March ABSTRAK Kata Kunci: KSistem Informasi Akuntansi. Transparansi Keuangan. E-Goverment ABSTRACT Keywords: Accounting Information Systems. Financial Transparency. EGovernment Artikel ini mereview peran sistem informasi akuntansi dalam meningkatkan transparansi keuangan dengan implementasi e-goverment. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membangun hipotesis pengaruh antar dua variabel yang digunakan pada penelitian selanjutnya. Hasil artikel literature review ini dapat dilakukan pengujian secara ilmiah untuk melihat kebenarannya secara empiris. This article reviews the role of accounting information systems in increasing financial transparency with the implementation of e-government. The purpose of writing this article is to build a hypothesis of the influence between two variables that will be used in further The results of this literature review article can be tested scientifically to see the truth empirically. This is an open access article under the CC BY-SA license. INTRODUCTION Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga pendidikan tinggi yang mecetak individuindividu yang terampil dan kreatif untuk siap berdaya guna dan bersaing dalam dunia Disamping itu, perguruan tinggi memiliki reputasi yang baik, citra yang baik, dan berintegrasi dalam menghasilkan alumni-alumni yang berkualitas. Dengan reputasi yang baik tersebut menghasilkan pandangan yang baik dari masyarakat sebagai perguruan tinggi yang memiliki kredibilitas terpercaya serta unggul. Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang memiliki banyak kegiatan operasional dan keuangan yang kompleks. Namun, masih banyak perguruan tinggi yang belum transparan dalam mengelola keuangan mereka. Masih terdapat kekurangan dalam sistem informasi akuntansi yang digunakan, sehingga menyulitkan proses pelaporan keuangan yang akurat dan tepat waktu. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan masyarakat dan stakeholders terhadap perguruan tinggi tersebut (Kurniawan, * Corresponding Author: Yusnar Yusuf Sekedang: yusnaryusuf@polmed. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X Transparasi keuangan merupakan salah satu dasar yang penting untuk menjadikan perguruan tinggi yang bereputasi baik. Perguruan tinggi yang mampu menyajikan dan menghasilkan laporan keuangan yang jelas dan terperinci akan mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari mahasiswa, orangtua, dan stakeholder yang terkait. Kemudian memiliki integritas dalam pengelolaan keuangan ataupun kejelasan dalam laporan keuangan menjadi kunci utama untuk mempertahankan kepercayaan tersebut. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa implementasi e-government dalam sistem informasi akuntansi dapat meningkatkan transparansi keuangan. Namun, belum banyak penelitian yang fokus pada implementasi e-government di lingkungan perguruan tinggi, terutama di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran sistem informasi akuntansi dalam meningkatkan transparansi keuangan perguruan tinggi, dengan studi kasus implementasi e-government di Politeknik Negeri Medan (Rahayu, 2. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam meningkatkan transparansi keuangan adalah kurangnya integrasi antara sistem informasi akuntansi dengan sistem e-government yang dimiliki. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kesenjangan informasi antara unit-unit di perguruan tinggi, yang pada akhirnya dapat menghambat proses pengambilan keputusan yang efektif. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam implementasi e-government di Politeknik Negeri Medan (Hidayat, 2. Selain itu, masih terdapat kelemahan dalam pengelolaan data keuangan di Politeknik Negeri Medan. Data yang tidak terintegrasi dengan baik dapat menyebabkan kesulitan dalam menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan lengkap. Diperlukan sistem informasi akuntansi yang mampu mengintegrasikan data keuangan dari berbagai unit di perguruan tinggi agar proses pelaporan keuangan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan transparan (Siregar, 2. Terdapat perbedaan pemahaman mengenai pentingnya transparansi keuangan di kalangan pengelola perguruan tinggi. Beberapa pihak mungkin masih merasa bahwa transparansi keuangan hanya diperlukan untuk memenuhi regulasi pemerintah, tanpa memahami manfaat yang lebih besar dari transparansi keuangan dalam meningkatkan kepercayaan stakeholders. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan kepada seluruh pihak terkait di Politeknik Negeri Medan mengenai pentingnya transparansi keuangan dan peran sistem informasi akuntansi dalam mencapainya (Wibowo, 2. Untuk menghasilkan laporan keuangan yang baik dan terperinci, maka diperlukan sebuah sistem informasi akuntansi yang baik, agar menghasilkan laporan keuangan yang transparan serta terwujud dan terealisasi dengan tepat. Peningkatan sistem informasi akuntansi ini menjadi sangat penting dan dibutuhkan, supaya penyederhanaan laporan keuangan yang transparan lebih fleksibel dan mudah untuk dipahami. Suatu sistem informasi harus berkualitas dan penggunaan sistem informasi semakin meningkat karena pengguna memiliki kompetensi yang baik terutama dalam hal pemahaman terhadap suatu sistem informasi yang dibangun dan digunakan pada perusahaan. Kompetensi pengguna tidak mampu meningkatkan kepuasan pengguna tanpa penggunaan sistem informasi yang berkualitas. (Napitupulu & Dalimunthe, 2. Dalam era digitalisasi dan transformasi digital yang semakin berkembang, perguruan tinggi negeri di Indonesia perlu memperhatikan penggunaan Sistem Informasi Akuntansi KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X yang efektif dan efisien. E-Government menjadi salah satu solusi yang dapat membantu perguruan tinggi dalam mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel. Namun, masih terdapat berbagai permasalahan yang terjadi dalam implementasi Sistem Informasi Akuntansi di perguruan tinggi negeri. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah kurangnya integrasi antara Sistem Informasi Akuntansi dengan sistem lain yang digunakan di perguruan tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam mengakses data secara real-time dan membuat keputusan yang tepat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Darma dan Sagala . Karakteristik sistem informasi akuntansi yang berkualitas diantaranya adalah integrasi dan reliabilitas. Integrasi sistem informasi akuntansi adalah integrasi antar subsistem, integrasi sistem dengan sistem informasi lain, dan integrasi data. Selanjutnya reliabilitas sistem informasi akuntansi adalah kemampuan sistem berfungsi secara benar dan menghasilkan informasi akuntansi ang Namun dalam kenyataannya, sistem informasi akuntansi keuangan belum terintegrasi. Fitur rekonsiliasi Sistem Informasi Manajemen Aset NegaraAeBarang Milik Negara di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara belum bisa diintegrasikan dalam aplikasi Sistem Informasi Akuntansi Pemerintahan Terpadu. Reliabilitas sistem informasi akuntansi masih belum sesuai harapan. Permasalahan di pemerintahan yaitu aplikasi sistem komputer belum mampu mendukung penyusunan laporan keuangan yang berkualitas. Sistem informasi akuntansi di Direktorat Jenderal Pajak sebagian masih manual dan banyak faktur fiktif sehingga pencatatan pajak kepada wajib pajak jadi tak optimal. Permasalahan lain yang sering muncul adalah kurangnya keamanan data dalam Sistem Informasi Akuntansi perguruan tinggi negeri. Banyak kasus kebocoran data yang terjadi akibat kurangnya sistem keamanan yang memadai. Sebuah studi yang dilakukan oleh (Ashari, 2. Minggu pertama Januari 2022. DarkTracer juga melaporkan bahwa sebanyak 629 pengguna internet di Indonesia terinfeksi Stealer seperti Redline. Raccoon. Vidar dan Selain itu, terdapat 502 ribu lebih data kredensial untuk akses ke domain . ot i. yang bocor dan didistribusikan melalui situs gelap. Data kredensial pengguna yang bocor tersebut tidak hanya data pengguna yang mengakses ke sejumlah situs pemerintahan saja seperti Kemdikbud. BKN. Ditjen Pajak, dan BPJS Ketenagakerjaan. Namun kebocoran juga sudah merambah ke data user yang mengakses beberapa aplikasi e-commerce seperti Shopee dan Lazada. Selain itu, masih terdapat permasalahan dalam hal keterbatasan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan mengoperasikan Sistem Informasi Akuntansi dengan baik. Banyak perguruan tinggi negeri yang belum memiliki SDM yang terlatih dalam bidang ini, sehingga menghambat proses implementasi dan penggunaan Sistem Informasi Akuntansi secara optimal. Menurut (Ramadhani. , dkk, 2. Apabila SDM dapat mengolah potensi SDA yang dimiliki oleh suatu institusi (Perguruan tingg. , maka bisa dikatakan suatu bangsa tersebut memiliki SDM yang berkulitas. Jika dalam organisasi perusahaan, industry, perguruan tinggi, dan lainnya memiliki peralatan yang canggih dan memadai, namun SDM yang dimilikinya tidak berkualitas, maka semua itu dilakukan dengan sia-sia. Seperti halnya dalam penyusunan laporan keuangan baik dibidang perbankan, perdagangan, perguruan tinggi, maupun pemerintahan, peralatan yang ada sudah memadai tetapi SDM yang dimiliki perusahaan tersebut tidak memadai, maka laporan keuangan tersebut tidak akan tersusun dengan baik. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X Dalam mengatasi permasalahan tersebut, perguruan tinggi negeri perlu melakukan berbagai upaya seperti meningkatkan integrasi antar sistem, meningkatkan keamanan data, dan meningkatkan pelatihan SDM. Selain itu, kerja sama dengan pihak-pihak eksternal seperti perusahaan teknologi informasi juga dapat membantu dalam meningkatkan efektivitas Sistem Informasi Akuntansi. Dengan demikian, perguruan tinggi negeri dapat mengoptimalkan penggunaan Sistem Informasi Akuntansi dalam mendukung aktivitas keuangan mereka. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Menurut Wilkinson . alam Delimunthe. , dkk, 2. Menjelaskan Sistem informasi akuntansi adalah sebuah kerangka kerja yang terintegrasi dalam perusahaan, yang memanfaatkan sumber daya fisik untuk mengolah data ekonomi menjadi informasi keuangan. Informasi ini digunakan untuk menjalankan dan mengelola aktivitas perusahaan serta untuk melaporkan hasil kepada para pemangku kepentingan. Sistem informasi akuntansi merupakan sistem informasi yang memiliki proses pengolahan informasi berupa data tranksaki yang akan menghasilkan informasi berupa laporan keuangan. Laporan keuangan yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi digunakan sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan (Hafidz. , dkk, 2. Sistem informasi akuntansi manajemen, pada umumnya seperti sistem informasi lainnya, berfungsi untuk mendukung dan memenuhi tujuan strategis perusahaan. Oleh karena itu, suatu sistem informasi harus mampu melayani minimal satu tujuan, namun bisa juga melayani beberapa tujuan sekaligus. Kemampuan untuk memenuhi tujuan ini adalah dasar dari keberadaan sistem, jika sistem tidak lagi dapat memenuhi tujuan, maka sistem tersebut perlu diganti (Napitupulu. , dkk, 2. Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan prosedur, mengolah, dan menampilkan informasi keuangan untuk membantu pengambilan keputusan bisnis. Sistem ini mencakup pengumpulan data transaksi, pencatatan dalam buku besar, pembuatan laporan keuangan, dan analisis informasi keuangan. Dengan menggunakan sistem informasi akuntansi, instansi dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan keuangan, memudahkan pekerjaan dan pelayanan, serta memenuhi kebuntuan yang ditetapkan oleh undang-undang. Transparasi Keuangan Transparansi keuangan adalah upaya yang secara sengaja menyediakan semua informasi yang mampu dirilis secara legal baik positif maupun negatif secara akurat, tepat waktu, seimbang, dan tegas, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan penalaran publik dan mempertahankan tanggung jawab organisasi atas tindakan, kebijakan, dan Penerapan transparansi di organisasi sektor publik diharapkan dapat mengurangi asimetri informasi antara pihak internal dan pihak eksternal (Maulana & Lubis, 2. Transparansi keuangan juga dapat diartikan bahwa informasi yang berkaitan dengan organisasi tersedia secara mudah dan bebas serta bisa di akses oleh mereka yang terkena dampak kebijakan yang dilakukan oleh organisasi tersebut. Selain itu, informasi yang cukup berkaitan dengan kinerja lembaga tersedia dan disajikan dalam bentuk atau media yang mudah dipahami (Utama & Setiyani, 2. Mardiasmo . Mengemukakan karakteristik transparasi keuangan yaitu sebagai KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X Informatif. Pemberian arus informasi, berita, penjelasan mekanisme, prosedur, data, fakta kepada stakeholders yang membutuhkan informasi secara jelas dan Keterbukaan. Keterbukaan informasi publik memberikan hak kepada setiap orang untuk memperoleh informasi dengan mengakses data yang ada di badan publik, dan menegaskan bahwa setiap informasi publik itu harus bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna informasi. Pengungkapan. Pengungkapan kepada masyarakat atau publik . atas aktifitas dan kinerja finansial. Salah satu cara untuk menilai transparansi keuangan sebuah Perguruan tinggi adalah dengan melihat bagaimana perguruan tinggi itu mengelola keuangannya. Laporan keuangan yang transparan dapat menunjukkan bahwa perguruan tinggi itu mengelola keuangan dengan baik. Pengelolaan keuangan perguruan tinggi menggunakan prinsip transparansi dan akuntabilitas untuk membuat laporan keuangan yang tepat, akurat, dan bertanggung jawab dapat meningkatkan kepercayaan dari stakeholders terkait. Prinsip transparansi pengelolaan keuangan pendidikan diatur dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 48. Dijelaskan, bahwa transparansi merupakan sebuah keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kepercayaan pada semua lini, mulai dari pemerintah, masyarakat, orang tua, hingga mahasiswa. Transparansi keuangan mencakup praktik menyediakan informasi tentang keuangan perusahaan secara terbuka, jelas, dan akurat sehingga pemangku kepentingan dapat memahami situasi keuangan mereka. Beberapa contoh transparansi keuangan termasuk laporan keuangan yang mudah diakses, pengungkapan informasi yang relevan, dan kejelasan tentang kebijakan keuangan. Transparansi keuangan diharapkan meningkatkan kepercayaan publik, mengurangi risiko penyalahgunaan, dan memastikan bahwa organisasi akuntabel. E-Government Styles & Tennyson . Menyatakan bahwa e-government memungkinkan instansi pemerintah untuk memberikan informasi dan memberikan pelayanan kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal melalui situs web mereka. Alcaide Muyoz et al. , . Menjelaskan E-government memfasilitasi interaksi antara pemerintah dan masyarakat, memberikan informasi dan memperlengkapi warga negara untuk mengambil peran aktif dalam urusan publik. Shailendra, dkk . alam Mariano, 2. Mengungkapkan E-Government adalah pemanfaatan teknologi informasi oleh pemerintah untuk mendukung operasi pemerintah, perlibatan Masyarakat dan penyediaan pelayanan pemerintah. Interaksi ini meliputi pengajuan pemohonan, pembayaran, dan pelayanan informasi lainnya. E-government merupakan suatu sistem teknologi informasi yang dikembangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik dengan memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan kemudahan akses informasi public (Sari & Winarmo. Penyelenggaraan pemerintahan dalam hal ini perguruan tinggi yang baik untuk peningkatan layanan publik yang efektif dan efisien diperlukan adanya kebijakan dan strategi pengembangan e-government. Kebijakan dan strategi tersebut diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan egovernment di seluruh jajaran pemerintahan secara menyeluruh (Wirawan, 2. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X E-government adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh perguruan tinggi untuk mengelola internal, meningkatkan layanan publik, dan berinteraksi dengan Tujuannya adalah untuk membuat proses administrative perguruan tinggi lebih efektif, jelas, dan memenuhi kebutuhan mahasiswa. Melalui e-government, mahasiswa dapat melakukan transaksi, mendapatkan informasi, dan berpartisipasi dalam proses pelayanan secara online. Ini meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan memudahkan mereka untuk mendapatkan layanan publik METHOD Metode Penelitian Ini Menggunakan Penelitian Kepustakaan Dan Metodologi Kualitatif Digunakan Untuk Menulis Publikasi Ilmiah (Library Researc. Menguji Hipotesis Dan Hubungan Antara Variabel Yang Dapat Ditemukan Dalam Buku Dan Jurnal Online Dari Sumber Seperti Google Scholar. Google Cendekia. Sinta Kemendikbud. Dan Sumber Online Lainnya. RESULT AND DISCUSSION Dalam Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berperan penting dalam meningkatkan transparansi keuangan perguruan tinggi melalui beberapa cara: Pengumpulan dan Pengolahan Data yang Akurat. SIA membantu mengumpulkan dan mengolah data keuangan secara akurat, memastikan bahwa informasi yang dihasilkan adalah tepat dan dapat dipercaya. Hal ini memungkinkan manajemen perguruan tinggi untuk memiliki data yang up-to-date dan akurat untuk pengambilan keputusan. Pengendalian Keamanan Data. SIA dilengkapi dengan kontrol akses yang ketat untuk melindungi informasi keuangan dari ancaman cyber dan akses yang tidak sah. Ini memastikan kerahasiaan dan integritas data, sehingga meningkatkan transparansi dengan meminimalkan risiko kebocoran data. Penghasilan Laporan Keuangan yang Terstruktur. SIA menyediakan laporan keuangan yang terstruktur, seperti neraca, laporan laba rugi, dan arus kas. Laporan ini memberikan ringkasan dari aktivitas keuangan perguruan tinggi, sehingga memudahkan pengelolaan dan pengambilan keputusan. Integrasi dengan Sistem Lain. SIA dapat diintegrasikan dengan sistem informasi lain seperti sistem manajemen inventaris, sistem penjualan, dan sistem sumber daya Integrasi ini memastikan aliran informasi yang lancar antar departemen, mengurangi duplikasi data, dan meningkatkan efisiensi operasional secara Peningkatan Produktivitas dan Penghematan Biaya. Implementasi SIA dapat meningkatkan produktivitas operasional bisnis dengan melakukan otomatisasi dan integrasi dengan sistem lain. Hal ini juga dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual dan mengurangi risiko kesalahan yang dapat menyebabkan kerugian Dukungan untuk Pengambilan Keputusan. Informasi data yang akurat dan real-time yang dihasilkan oleh SIA dapat memiliki nilai guna dan bermanfaat untuk perguruan tinggi dalam pengambilan keputusan. Data ini membantu manajemen KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X dalam mendapatkan informasi yang up-to-date untuk pengambilan keputusan Dengan demikian. Sistem Informasi Akuntansi berperan penting dalam meningkatkan transparansi keuangan perguruan tinggi melalui pengumpulan, pengolahan, dan penghasilan informasi keuangan yang akurat serta terintegrasi dengan sistem lain. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan, khususnya di lembaga pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pengelolaan dana pendidikan harus berdasarkan prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik (Susisanti, 2. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah hal yang penting dalam pengelolaan keuangan sekolah, karena dapat meningkatkan kepercayaan. Sistem informasi akuntansi (SIA) memainkan peran penting dalam meningkatkan transparansi keuangan perguruan tinggi, terutama dalam implementasi e-government di Politeknik Negeri Medan. Berikut adalah beberapa cara SIA dapat meningkatkan transparansi Pengelolaan Data. SIA membantu dalam pengelolaan data keuangan yang akurat dan Hal ini memungkinkan pihak perguruan tinggi untuk memiliki akses yang cepat dan efektif ke informasi keuangan, sehingga meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran. Penggunaan Teknologi. Implementasi teknologi seperti sistem e-book dan e-journal berlangganan dapat meningkatkan akses ke informasi akademik dan keuangan, sehingga memudahkan penggunaan data untuk keperluan transparansi. Kerjasama dengan Bank. Politeknik Negeri Medan telah menjalin kerjasama dengan bank untuk mengembangkan kampus digital. Ini termasuk implementasi sistem transaksi cashless yang dapat mengurangi risiko penyentuhan uang tunai dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan. Optimalisasi Layanan Pengaduan. Implementasi e-government berbasis data kependudukan dapat membantu dalam optimalisasi layanan pengaduan masyarakat, yang juga dapat meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan administrasi perguruan tinggi. Analisis SWOT. Penelitian yang dilakukan untuk mengidentifikasi strategi keberhasilan e-government juga dapat digunakan untuk meningkatkan transparansi Analisis SWOT dapat membantu dalam mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengelolaan keuangan, sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, sistem informasi akuntansi berperan penting dalam meningkatkan transparansi keuangan perguruan tinggi melalui implementasi e-government yang efektif dan efisien di Politeknik Negeri Medan. CONCLUSION Sistem Informasi Akuntansi (SIA) memainkan peran penting dalam meningkatkan transparasi keuangan perguruan tinggi melalui pengumpulan, pengolahan, dan penghasilan KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X informasi keuangan yang akurat serta terintegarasi dengan sistem lain. Impelementasi egovernment di Politeknik Negeri Medan dapat mendukung peran SIA dalam meningkatkan transparasi keuangan melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk pengelolaan data keuangan yang lebih efesien dan penyediaan informasi keuangan yang lebih terbuka. Beberapa faktor yang mendukung peran SIA meliputi pengumpulan dan pengolahan data keuangan yang akurat, pengendalian keamanan data, penghasilan laporan keuangan yang terstruktur, integrasi dengan sistem lain, serta peningkatan produktivitas dan penghematan biaya. Perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengembangkan dan memaksimalkan implementasi SIA dan e-government di Politeknik Negeri Medan agar dapat mendukung peningkatan transparansi keuangan secara berkelanjutan. REFERENCES