PENGUNAAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM Anita Zagoto Dosen Universitas Nias Raya Email: anitazagoto8@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L) di Desa Hilisondrekha Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias SelatanAy. Jenis pengabdian ini adalah menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen murni . rue eksperime. yang menjadi populasi dalam pengabdian ini adalah tanaman bayam yang terdiri 60 polibag, sedangkan yang menjadi sampelnya adalah tanaman bayam itu sendiri yang terdiri dari 30 polibag. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tinggi batang tanaman bayam diperoleh nilai Fhitung = 43. 399 > Ftabel = 2. dan signifikan 0,21>0,05. jumlah helaian daun tanaman bayam diperoleh nilai F hitung = 83. 203 > Ftabel = 2. 98 dan signifikan 0,390 > 0,05. dan diameter batang tanaman bayam diperoleh nilai Fhitung = 18. 592 > Ftabel = 2. 98 dan signifikan 0,261 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan pupuk kandang terhadap pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman bayam. Kata Kunci: pupuk kandang. Pendahuluan Pertumbuhan ekonomi negaranegara berkembang ikut dipengaruhi (Telaumbanua. Harefa, 2. Oleh karena itu, kebutuhan gizi baik nabati maupun hewani akanterus meningkat, penduduk, urbanisasi, danpeningkatan pendapatan (Sarumaha, 2. Sejalan dengan perkembangan tersebut, maka industri pangan berbahan baku bayam akan terus berkembang. Di sisi lain, kebutuhan akangizi telah mendorong pertanian,sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesehatan terutama dalam pemenuhan gizi bagi anak-anak (Sarumaha. , 2022. Di Indonesia, perkembangan industri pangan berbahan baku daun bayam telah menyebabkan permintaan akan bayam terus meningkat jauh Indonesia terletak di garis beragam jenis flora dan fauna yang salah satunya adalah tanaman bayam. Tanaman bayam sebagai salah satu tanaman sayuran komersil yang sering dibudidayakan di Indonesia, yang menempati urutan ke 11 dari 18 tanaman sayuran Setya dalam (Harefa. , 2. Bayam dijadikan sebagai bahan sayuran daun yang bergizi tinggi sehingga termasuk salah satu tanaman pekarangan yang dianjurkan dalam rangka menunjang usaha Tanaman bayam terdiri dari beberapa jenis dan merupakan tanaman liar (Sarumaha, , 2022. Terdapat budidaya di Indonesia, yaitu Amaranthus tricolor L. dan Amaranthus hybridus L. Amaranthus tricolor L. termasuk jenis tanaman bayam dan terdiri dari dua varietas yaitu bayam hijau . ayam putih, bayam sekul atau bayam cin. dan bayam merah, karena tanamannya berwarna merah (Harefa. Darmawan. Bayam dapat dijadikan sayuran daun yang bergizi tinggi dan digemari olehsemua lapisan masyarakat (Harefa. Bayam dijadikan sebagai sumber dapatdiproduksi secara mudah dan jumlahnya tidak terbatas. Sayuran tersebut mengandung serat yang sangat berguna untuk membantu proses pencernaanmakanan dalam lambung sehingga dapat mencegah penyakit organis kankerlambung (Harefa, 2020. Upaya peningkatan produktivitas Pupuk merupakan suatu bahan yang diberikan pada tanaman baik secaralangsung maupun tidak langsung untuk mendorong memperbaiki kualitas maupun kuantitas dari tanaman tersebut (Harefa, 2. Pupuk dapat digolongkan menjadi pupuk organik maupun anorganik yang terdiri dari satu atau lebih unsur hara. Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus tanpa diikuti pemberian pupuk organik dapat menurunkan fisik,kimia. Namun, pemupukan yang sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman akan meningkatkan produksi khusunya pada tanaman bayam. Pupuk organik yang dikenal salah satunya adalah pupuk Pupuk campuran antara kotoran hewan dengan Campuran pembusukan hingga tidak berbentuk seperti aslinya lagi dan memiliki kandungan unsur hara yang cukup Hewan ternak yang banyak dimanfaatkan kotorannya antara lain ayam, kambing, sapi, kuda, dan babi, masing-masing kotoran ternak tersebut memiliki kandungan unsur hara yang berbeda-beda kebutuhan tanaman. Kotoran yang dimanfaatkan bisa berupa kotoran padat atau cair yang digunakan secara terpisah ataupun bersamaan (Harefa. , 2. Pupuk organik ini telah ditetapkan pada Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2019 Tentang pendaftaran pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah dimana pasal 1 menyatakan bahwa pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba yang bermanfaat kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, biologi dan/atau biologi tanah. Pupuk kandang sebagai pupuk sangat baik karena dapat memberikan manfaat antara lain menyediakan unsur hara bagi tanaman, menggemburkan tanah, memperbaiki struktur dan tekstur tanah, meningkatkan daya ikat tanah terhadap air,memudahkan pertumbuhan akar tanaman, menyimpan air tanah lebih lama,mencegah lapisan kering penyakit akar, harganya lebih murah, berkualitas dan ramah lingkungan, pemakaiannya lebih hemat,bersifat multi lahan karena bisa digunakan di lahan pertanian, perkebunan danreklamasi lahan kritis. Penggunaan pupuk kimia sebaiknya harus dikurangi, sehingga penggunaan pupuk organik seperti pupuk kandang ayam, kambing dan sapi dapatmeningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bayam. Tanaman bayam menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat karena kandungan nutrisi dan rasanya yang Menurut Sidemen . AuBayam merupakan sayuran yang mengandung banyak gizi sehingga bayam disebut sebagai raja sayuranAy. Sayuran ini hampir semua lapisan masyarakat mengonsumsi terutama sayuran ini sangat dibutuhkan oleh bayi karena kandungannya bergizi tinggi. Dimana pada makanan bubur bayi sering dicampurkan sayuran bayam ini. Kenyataan di Kabupaten Nias Selatan bahwa kurangnya produksi tanaman bayam dimana harus didatangkan dari luar kepulauan Nias karena petani menanam bayam secara musiman. Begitu pula di Kecamatan Telukdalam petani kurang memiliki minat menaman Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa petani di desa Hilisondrekha Kecamatan Telukdalam bahwa petani kurang tertarik untuk membudidayakan tanaman bayam, penggunaan pupuk organik masih terbatas, keterbatasan petani dalam mengetahui jenis-jenis dan manfaat pupuk kandang, kesulitan dalam memperoleh pupuk kandang dan para petani belum melihat potensi lokal yang ada berupa limbah pertanian yang tersedia melimpah yang dapat dikelola menjadi pupuk organik. Berdasarkan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa rendahnya produksi bayam disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya ketertarikan petani untuk membudidayakan tanaman bayam, dari aspek budidaya tanaman bayam sendiri dimana para petani kurang memahami cara membudidaya tanaman tersebut (Laia. , 2. Padahal, salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap produksi tanaman bayam adalah dariaspek budidaya. Cara pembudidayaan tanaman yang baik dapat memberikan hasil yang baik pula. Berdasarkan uraian diatas, maka akan menggunakan pupuk kandang untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam serta mengurangi penggunaan (Laia. Gangguan yang timbul adalah adanya gulma yang tumbuh bersama tanaman sehingga dapat mengurangi kualitas dan kuantitas hasil tanaman, karena gulma menjadi pesaing dalam pengambilan unsur hara, air, dan cahaya serta menjadi inang hama dan penyakit tumbuhan (LaAoia & Harefa, 2. Pemberian pupukanorganik pada dosis tinggi dapat menurunkan populasi dan sehinggamineralisasi senyawa organik akan berkurang populasinya, tumbuh mengurangi kualitas dan kuantitas hasil merupakan penelitian yang paling murni kuantitatif. Penelitian ini bersifat validation atau menguji, yaitu pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variabel lainAy. Variabel yang memberi variabel bebas . enggunaan pupuk kandan. dan variabel yang dipengaruhi dikelompokkan sebagai variabel terikat . ertumbuhan tanaman baya. (Harefa et al. , 2. Dalam hal ini bahwa tujuan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah penggunaan pupuk kandang terhadap (Amaranthus tricolor L) di Desa Hilisondrekha Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hilisondrekha Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Menurut Sukmadinata dalam (Harefa & Laia, 2. AuPenelitian eksperimental Tabel. Desain Penelitian Pada Pengabdian Perlakuan P0 . P1. P2 . P3 . Ulangan P0U1 P0U2 P1U1 P1U2 P2U1 P2U2 P3U1 P3U2 P0U3 P1U3 P2U3 P3U3 Sumber: Desain Penelitian Pengabdian 2022 Keterangan: P1U1 :Perlakuan P0U1 : Perlakuan . penggunaan pupuk kandang 30 gram P1U2 : Perlakuan penggunaan pupuk kandang P0U2 : Perlakuan . penggunaan pupuk kandang 30 gram pengamatan kedua tanpa penggunaan P1U3 : Perlakuan pupuk kandang P0U3 : Perlakuan . penggunaan pupuk kandang 30 gram pengamatan ketiga tanpa penggunaan P2U1 : Perlakuan pupuk kandang penggunaan pupuk kandang 40 gram P2U2 : Perlakuan penggunaan pupuk kandang 40 gram P2U3 : Perlakuan penggunaan pupuk kandang 40 gram P3U1 : Perlakuan penggunaan pupuk kandang 50 gram P3U2 : Perlakuan penggunaan pupuk kandang 50 gram P3U3 : Perlakuan penggunaan pupuk kandang 50 gram Pembahasan Penelitian dalam pengabdian ini Kuantitatif Eksperimen serta desain Percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hilisondrekha Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian inimulai pada tanggal 16 April 2022 sampai tanggal 30 Mei 2022, namun sebelum peneliti Peneliti terlebih dahulu menyediakan pupuk kandang sapi, kemudian pupuk kandang sapi tersebut dimasukkan dalam polybag sebanyak 30 buah. Setelah observasi selama kegiatan perlakuan tentang pertumbuhan tanaman bayam perlakuan (P0. P1. P2, dan P. Penelitian pengabdian ini terdiri dari 3 . perlakuan dan 3 . ulangan dengan jumlah pupuk kandang dari 0 gram . anpa pupuk kandan. , 30 gram, 40 gram dan 50 gram. Serta pengamatan pertumbuhan tanaman bayam cabut yang telah ditanam dipolybag sebanyak 3 kali ulanganyang masing-masing dengan cara berbeda. bayam cabut yang dimulai saat tanaman berusia 8 hari setelah diberikan pembibitan dan pengukuran diulang setiap 1 minggu berikutnya selama 3 . kali pengukuran. Pembibitan tanaman bayam cabut yang sudah disemai selama 14 hari, dilakukan pengukuran awal dengan rata-rata tingginya 3 cm, jumlah daun 4 helaian dan diameter batang 0,3 mm. setelah pengukuran awal dilakukan, maka selanjutnya tanaman bayam cabut tersebut akan dipindahkan kedalam polybag yang sudah diisi dengan tanah hitam dan pupuk kandang sapi. Tanaman bayam cabut yang sudah ditanam dalam polybag akan dipisahkan, dimana 30 unit polybag yang tidak diberikan perlakuan dan 30 unit polybaglainnya yang menggunakan pupuk kandang dengan ukuran yang berbeda-beda setiap tahapan perlakuan. Selanjutnya, tanaman bayam cabut tersebut dibiarkan tumbuh dan diberikan perawatan yang sama untuk Baik maupun yang tidak menggunakan pupuk kandang (Gee. Harefa, 2. Penyiraman dilakukan selama dua kali sehari yaitu pagi hari dan sore hari. Dari perawatan dan penyiraman tanaman bayam cabut ini akan dapat sehingga pelaksanaan penelitian ini dapat diperoleh data sesuai dengan kebutuhan penelitian. Pertumbuhan tanaman menunjukan pembelahan dan pembesaran sel. Pertambahan jumlah daun dan tinggi tanaman merupakan salah satu bagian dari pertumbuhan. Menurut Samekto . bahwa Pupuk kandang tidak menimbulkan efek buruk bagi kesehatan karena bahan dasarnya alamiah, sehingga mudah diserap secara menyeluruh oleh tanah (Harefa. , 2. Secara kimia pupuk kandang memiliki kandungan Nitrogen (N) untuk . ntuk menghijaukan dau. Phospor (P) Untuk pertumbuhan akar. Kalium (K) mempengaruhi kualitas ( rasa,warna, dan bobo. buah serta bunga dan menambahakan daya tahan tanaman. Dari hasil analisis menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan pupuk kandang yaitu mempengaruhi tinggi tanaman, diameter dan jumlah daun tanaman bayam . maranthus tricolor L) (Harefa et al. , 2. Dari hasil pengamatan peneliti dengan menggunakan pupuk kandang bayam dapat diuraikan sebagai berikut Tinggi Tanaman Pengamatan tinggi tanaman . dilakukan dengan mengukur panjang dari pangkal batang hingga ujung Dari hasil analisis data rata-rata pemberian perlakuan pupuk kandang yang berbeda-beda menghasilkan tinggi tanaman yang berbeda-beda Perbedaan pengunaan pupuk kandang dan tanpa pupuk kandang menunjukan rata-rata nilai tinggi perlakuan yaitu : pengamatan tanpa pupuk kandang dimana P0 . dengan nilai rata-rata P0U1= 5,5 cm. P0U2 = 7,13 cm dan P0U3 = 8,15 cm, hal ini disebabkan karena kekurangan unsur hara. Dengan pemberian pupuk kandang yang banyak unsur hara menunjukan pada pengamatan kandang dengan nilai rata-rata yakni: P1 . dengan nilai P1U1= 5,5 P2U2 = 8,38 cm dan P1U3 = 10,75 pengamatan kedua dengan nilai rata-rata yakni: P2 . dengan nilai P2U1= 5,5 cm. P2U2 = 9,83 cm dan P2U3 = 13,11 cm. ketiga dengan nilai rata-rata yakni: P3 . dengan nilai P3U1= 5,5 cm. P3U2 = 13,67 cm dan P3U3 =18,73 cm. Pada perlakuan ini memiliki pertumbuhan yang optimal dimana maksimalsehingga tanaman tumbuh secara optimal. Pupuk kandang yang mempunyai sifat ringan dan mudah mengikat air, mempunyai porositas yang baik sehingga baik untuk pertumbuhan awal tanaman. Maka pertumbuhan tinggi yang baik yaitu perlakuan 3 atau disebut P3 dengan menggunakan pupuk kandang . (Arikunto, 2. Jumlah Daun Pengamatan jumlah daun sangat diperlukan sebagai salah satu indikator pertumbuhan yang dapat menjelaskan proses pertumbuhan Pengamatan daun dapat berdasarkan atas fungsi sebagai alat Jumlah daun yang dihitung adalah daun yang sudah membuka sempurna. Perbedaan pengunaan pupuk kandang dan tanpa pupuk kandang menunjukan rata-rata nilai jumlah helaian daun pada tanaman bayam dalam setiap perlakuan yaitu : pengamatan tanpa pupuk kandang dimana: P0 . menunjukan rata-rata nilai yakni: P0U1= 3 helaian. P0U2 = 4,8 helaian dan P0U3 = 6,2 helaian, hal ini disebabkan karena kekurangan unsur hara. Dengan pemberian pupuk kandang yang banyak unsur pengamatan pertama dengan nilai rata-rata yakni: P1. dengan nilai P1U1= 3 helaian. P1U2 = 5,7 helaian dan P1U3 =8,1 helaian. pengamatan kedua dengan nilai rata-rata yakni: P2 . dengan nilai P2U1= 3 helaian. P2U2 = 5,9 helaian dan P2U3 =9 helaian. pengamatan ketiga dengan nilai rata-rata yakni: P3 . dengan nilai P3U1= 3 helaian. P3U2 = 7,4 P3U3 Maka jumlah daun yang terbanyak yaitu perlakuan 3 atau disebut P3 dengan menggunakan pupuk kandang . (Adirasa Hadi Prastyo. , 2. Diameter Batang Pengamatan pada diameter batang sangat diperlukan sebagai salah satu indikator bertambahnya volume yang pertumbuhan tanaman. Pengamatan diameter batang dapat berdasarkan atas fungsi sebagai alat untuk membawa unsur-unsur hara. pemberian Perbedaan pengunaan pupuk kandang menunjukan rata-rata diameter pada tanaman bayam dalam setiap perlakuan yaitu : pengamatan tanpa pupuk kandang dimana: P0 . menunjukan rata- rata nilai yakni: P0U1 = 0,15 mm. P0U2 = 0,172 dan P0U3 = 0,199 mm, hal ini disebabkan karena kekurangan unsur Dengan pemberian pupuk kandang yang banyak unsur haranya pertama dengan nilai rata-rata yakni: P1. dengan nilai P1U1 = 0,15 P1U2 = 0,198 mm. dan P1U3 = 0,233 mm. pengamatan kedua dengan nilai rata-rata yakni: P2 . dengan nilai P3U1 = 0,15 mm. P3U2 = 0,217 mm. dan P3U3 = 0,245 mm. pengamatan ketiga dengan nilai ratarata: P3 . dengan nilai yakni: P3U1 = 0,15 mm. P3U2 = 0,245 mm. dan P3U3 = 0,283 mm. Maka diameter batang yang terbesar yaitu perlakuan menggunakan pupuk kandang . Menurut Maulana. Yetti & Yoseva . , unsur hara yang rendah mengakibatkan kurangnya nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman untuk diproses fisologis dalam menjalankan kelangsungan hidupnya dan jika kelebihan maka akan menjadi racun bagi tanaman. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa pada dasarnya semua perlakuan dengan pemberian pupuk kandang memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa mengunakan pupuk kandang dalam mempercepat pertumbuhan tanaman bayam dimana tinggi batang P3 . = 18,73 cm, jumlah daun P3 . =9,4 helaian dan diameter batang P3 . = 0,283 mm. Kesimpulan Pengaruh penggunaan pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman bayam ( Amaranthus tricolor L) baik pada pertambahan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun tanaman bayam. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yakni: Untuk tinggi tanaman bayam diperoleh nilai Fhitung = 43. Ftabel 98,dan 0,21>0,05 maka. Ho ditolak dan Ha diterima,yaitu ada pengaruh pupuk kandang terhadap jumlah helaian daun pada tanaman bayam . maranthus tricolor L), hal ini disebabkan oleh pengaruh pupuk kandang yang banyak digunakan oleh peneliti. Untuk jumlah helaian daun nilaiFhitung = 83. 203> Ftabel = 2. dan signifikan 0,390 >0,05 maka. Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu ada pengaruh pupuk kandang terhadap jumlah helaian daun pada tanaman bayam . maranthus tricolor L), hal ini disebabkan oleh pengaruh pupuk kandang yang banyak digunakan oleh peneliti. Untuk diameter batang tanaman bayam diperoleh nilai Fhitung= 592> Ftabel = 2. 98 dan signifikan 0,261 >0,05 maka. Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu ada pengaruh pupuk kandang terhadap jumlah helaian daun pada tanaman bayam . maranthus tricolor L), hal ini disebabkan oleh pengaruh pupuk kandang yang banyak digunakan oleh peneliti. Secara kimia pupuk kandang memiliki kandungan Nitrogen (N) untuk pertumbuhan vegetatif . ntuk menghijaukan dau. Phospor (P) Untuk Kalium (K) kualitas ( rasa,warna, dan bobo. Daftar Pustaka