Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 193 Ae 200 PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PENGAWAI PADA KANTOR CAMAT KECAMATAN SANGA DESA Oleh : Heriyana1. Neti Erlina 2. STIE Rahmaniyah Sekayu Email : heriyana010179@gmail. STIE Rahmaniyah Sekayu Email : netierlina1981@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract This study aims to determine how big the influence of employees' motivation and work discipline on the performance of employees of the District Office of the District of Sanga Desa. This study uses primary and secondary data. The analysis technique of this research uses quantitative methods which use statistical equations in processing and discussing data obtained from respondents through the media of questionnaires. The analytical method used is the Multiple Linear Regression Method. The results of this study indicate that the value of r is 0. This shows that there is a moderate relationship between motivation (X. and work discipline (X. on employee performance (Y). Because the R value is in the range of 0. 400 to 0. 599 with a moderate interpretation of the correlation coefficient. It is known that the Adjusted R Square value is 395, which means that the variables of motivation and work discipline contribute a joint effect of 39. 5% to employee performance variables and the remaining 60. 5% is influenced by other variables outside this study. The results of the t test (Tes. show that the motivation variable (X. tcount 189 while ttable at a significance level of 5% with df = 44-2= 42 is 680 because tcount > ttable . 189 <1. then Ho is accepted Ha is rejected, while the variable work discipline (X. tcount is 2. 778, while ttable at a significance level of 5% with df = 44-2= 42 is 1. 680 because tcount > ttable . 778 > 1. then Ho is rejected Ha is accepted. This means that motivation (X. and work discipline (X. have a positive effect on the performance of employees of the Sanga Desa sub-district head's Keyword : Work Motivation. Work Discipline. Employee Performance. kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan bisnis PENDAHULUAN. Sumber daya manusia (SDM) merupakan perusahaan terjemahan dari Auhuman resourcesAy namun ada pula bentuk kinerja. Peran pegawai sangat penting ahli yang menyamakan sumber daya manusia dengan terhadap sukses atau tidaknya instansi. Instansi dalam AumanpowerAy tenaga kerja. Bahkan sebagaian orang hal ini perlu memantau kinerja setiap pegawainya menyetarakan pengertian sumber daya manusia apakah mereka sudah melaksanakan tugas dan dengan personal . ersonalia, kepegawaian, dan kewajibannya sesuai harapan. Penilaian kinerja ini Keberhasilan pencapaian organisasi sangat penting untuk menentukan apakah perusahaan sangat dipengaruhi oleh peran dan kinerja para akan terus melakukan kerja sama dengan karyawan pegawainya, kinerja dalam organisasi merupakan jika kinerjanya baik. Adapun faktor yang dapat jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi mempengaruhi kinerja pegawai diantaranya yaitu yang telah ditetapkan. Untuk mencapai kinerja yang motivasi dan disiplin kerja pegawai tinggi factor manusia merupakan variabel yang Menurut Rivai . motivasi adalah sangat penting karena berhasil tidaknya suatu usaha, serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi sebagain besar ditentukan oleh perilaku-perilaku individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai manusia yang melaksanakan pekerjaan. Seluruh dengan tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan memiliki 50 pegawai yang dibagi dalam tugas kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku masing-masing pegawai, mulai dari kepala bagian dalam arah perilaku . erja untuk mencapai tujua. , umum dan kepegawaian dan kepala bagian keuangan, dan kekuatan perilaku . eberapa kuat usaha individu serta terdapat kepala seksi pemerintah, kepala seksi dalam bekerj. Motivasi merupakan hal yang sangat ketentraman dan ketertiban umum, kepala seksi penting untuk diperhatikan oleh pihak manajemen pemberdayaan perangkat, kepala seksi kesejahteraan bila mereka menginginkan setiap karyawan dapat sosial dan kepala seksi pelayanan umum. memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian Berdasarkan hasil pengamatan penulis di tujuan, karena dengan motivasi, seorang karyawan Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa kinerja akan memiliki semangat yang tinggi dalam pegawai masi rendah, ini terlihat dari masih ada melaksanakan tugas yang dibebankankepadanya. pekerjaan yang belum selesai dilaksanakan dan Tanpa motivasi, seseorang tidak dapat memenuhi kalaupun terlaksana masih kurang maksimal belum tugasnya sesuai standar atau bahkan melampaui lagi adanya keluhan-keluhan dari masyarakat yang standar karena apa yang menjadi motif dan merasa belum dilayani dengan baik karena pegawai motivasinya bekerja tidak terpenuhi. yang datang terlambat dan pulang lebih awal Menururt Pereira & Said . Disiplin sehingga tidak semua masyarakat terlayani. Dari kerja adalah salah satu faktor yang berperan penting pengamatan penulis permasalahan ini disebabkan dalam hal menciptakan dan meningkatkan kinerja oleh kurang semangatnya pegawai dalam bekerja, dari pegawai atau karyawan. Maka dari itu, disiplin dimana motivasi yang dibutuhkan pegawai kurang kerja memiliki pengaruh secara langsung terhadap menjadi perhatian dari camat sebagai pemimpin pegawai atau karyawan dalam menyelesaikan suatu disana. Kurangnya perhatian ini dapat dilihat dengan pekerjaannya yang pada akhirnya juga akan tidak adanya penghargaan yang diberikan kepada meningkatkan kinerja organisasi serta kesadaran dan pegawai yang melaksanakan pekerjaannya dengan kesediaan seseorang dalam menaati semua aturan baik dan juga tidak adanya sanksi tegas bagi pegawai aturan organisasi dan norma norma sosial yang yang melanggar kewajibannya dalam bekerja ditambah lagi sarana yang dibutuhkan masih kurang Menurut Wibowo . , kinerja adalah sehingga menghambat pegawai dalam bekerja. tentang melakukan perkerjaannya dan hasil yang Disamping penyebab motivasi juga kedisiplinan dicapai dari pekerjaan tersebut, faktor penting dalam pegawai juga menjadi penyebab turunnya kinerja keberhasilan suatu organisasi adalah adanya pegawai pegawai Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa ini. yang mampu dan terampil serta mempunyai semangat Penulis perhatikan akibat tidak adanya sanksi yang kerja yang tinggi, sehingga dapat diharapkan suatu diberikan oleh Pak Camat membuat para pegawai keberhasilan yang memuaskan. Kenyataannya tidak kurang disiplin ketika bekerja, mereka cenderung semua pegawai mempunyai kemampuan dan datang terlambat dan pulang lebih cepat dari kantor keterampilan serta semangat kerja sesuai dengan sehingga waktu bekerja lebih sedikit. Begitupun harapan organisasi, kadang-kadang tidak mempunyai dalam membuat laporan terkesan mereka kurang semangat kerja tinggi sehingga kinerjanya tidak bertanggung jawab dengan hasil laporan tersebut sesuai dengan yang diharapakan. Pegawai merupakan sehingga hasilnya kurang maksimal. aset utama organisasi dan mempunyai peran yang Dari latar belakang tersebut maka penulis strategis didalam organisasi yaitu sebagai pemikir, tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut perencana, dan pengendali aktivitas organisasi. Demi dalam penelitian yang berjudul AuPengaruh Motivasi tercapainya tujuan organisasi, pegawai memerlukan Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor motivasi dan disiplin kerja yang stabil. Camat Kecamatan Sanga DesaAy. Rumusan masalah Setiap instansi selalu mengharapkan dalam penelitian ini adalah : . Apakah Motivasi pegawainya mepunyai prestasi, karena dengan Dan Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap memiliki pegawai yang berprestasi akan memberi kinerja pegawai Kantor Camat Kecamatan Sanga sumbangan yang optimal bagi instansi. Selain itu. Desa? . Apakah Motivasi berpengaruh signifikan dengan memiliki pegawai yang berprestasi instansi terhadap kinerja pegawai Kantor Camat Kecamatan dapat meningkatkan kinerja instansi. Dengan kata Sanga Desa? . Apakah Disiplin kerja berpengaruh lain kelangsungan suatu instansi itu ditentukan oleh signifikan terhadap kinerja pegawai Kantor Camat kinerja pegawainya begitu juga halnya dengan Kecamatan Sanga Desa? Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa. Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa adalah salah satu pelayanan 2. KAJIAN PUSTAKA DAN yang siap untuk melayani masyarakat di dalam PENGEMBANGAN HIPOTESIS pembuatan akte kelahiran dan kartu tanda penduduk Pengertian Motivasi serta surat-surat lainnya. Kantor Camat Kecamatan Istilah . Sanga Desa terletak dikelurahan Ngulak 1 dengan dipertautkan dengan istilah AomotifAo . Dimana AomotivesAo diartikan sebagai individu secara konsisten tentang dirinya atas keinginan atau penyebab ia bekerja atau melakukan sesuatu. Dengan kata lain. Motives adalah sesuatu yang mendasari perilaku seseorang berbuat sesuatu yang sekaligus dapat membedakannya dengan orang lain, misalnya tantangan dari dalam dirinya, atau tumbuhnya tanggung jawab atas suatu tugas tertentu (Specer and Spencer, 1. Karena itu, istilah motivasi sering digunakan secara bergantian dengan istilah AomotivesAo. Beberapa ahli mendefinisikan motivasi seperti Hasibuan . adalah motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau motivasi dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya. Sedangkan Menurut Georg R Terry dalam Serdamayanti . , mengemukakn bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsangnya melakukan Pendapat lain dikemukakan oleh Serdamayanti . motivasi adalah kesediaan mengeluarkan tingkat upaya tinggi ke arah tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi kebutuhan individual. Selanjutnya Edi Sutrisno . menyebutkan bahwa motivasi adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan Berdasarkan pengertian motivasi dari beberapa pendapat diatas, motivasi merupakan faktor pendorong yang dapat menciptakan semangat kerja karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian, orang-orang yang termotivasi akan melakukan usaha yang lebih besar daripada yang Indikator Motivasi Menurut Hasibuan . , bahwa motivasi kerja karyawan di pengaruhi oleh kebutuhan akan berprestasi, kebutuhan akan afiliasi, kebutuhan akan kompetensi dan kebutuhan akan kekuasaan. Kemudian dari faktor kebutuhan tersebut diturunkan menjadi indikator-indikator untuk mengetahui tingkat motivasi kerja pada pegawai, yaitu: Kebutuhan akan berprestasi, yaitu suatu keinginan untuk mengatasi/mengalahkan suatu tantangan, untuk kemajuan, dan pertumbuhan. Kebutuhan akan afiliasi, yaitu dorongan untuk melakukan hubungan dengan orang lain. Kebutuhan akan kompetensi, yaitu dorongan untuk melakukan pekerjaa yang bermutu. Kebutuhan akan kekuasaan, yaitu dorongan yang dapat mengendalikan suatu keadaan. Dalam hal ini ada kecenderungan untuk mengambil resiko dan menghancurkan rintangan yang terjadi. Konsep Disilpin Kerja Rivai . , mengemukakan disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Menurut sinungan . , disiplin kerja adalah sebagai sikap mental tercermin dalam perbuatan atau masyarakat berupa ketaatan (Obedienc. terhadap peraturan-peraturan atau ketentuan yang ditetapkan pemerintah atau etika norma dan kaidah yang berlaku untuk tujuan tertentu. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah suatu sikap dan perilaku yang dapat menumbuhkan perasaan seseorang untuk merubah dan meningkatkan tujuan organisasi dengan cara mentaati peraturan yang ada di dalam suatu instansi agar tercapainya tujuan. Disiplin dalam suatu organisasi dapat ditegakkan apabila sebagian besar peraturan yang ada telah ditaati para pegawainya. Dalam pelaksanaannya instansi membuat peraturan untuk ditaati oleh setiap Oleh karena itu, jika suatu instansi dapat mentaati peraturan-peraturan yang telah ada, maka sebenarnya disiplin sudah dapat ditegakan di dalam suatu organisasi. Indikator Disiplin Kerja Hasibuan . mengemukakan tolak ukur kedisiplinan kerja pegawai adalah: Kepatuhan terhadap jam-jam kerja. Kepatuhan terhadap intruksi dari atasan, serta pada peraturan dan tata tertib yang berlaku. Berpakaian baik pada tempat kerja dan menggunakan tanda pengenal organisasi. Mengunakan dan memelihara bahan dan perlengkapan kantor dengan penuh hati-hati. Bekerja dengan mengikuti cara-cara yang telah Konsep Kinerja Pegawai Robbins . , menyatakan kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Suatu organisasi, baik itu pemerintah maupun swasta, selalu digerakan oleh sekelompok orang yang berperan aktif untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dari organisasi Tujuan organisasi tentunya tidak akan tercapai jika kinerja anggota atau pegawainya tidak Sedangkan menurut Siagian . , menyatakan kinerja sebagai suatu keseluruhan kemampuan seseorang untuk bekerja sedemikian rupa sehingga mencapai tujuan kerja secara optimal dan berbagai sasaran yang telah diciptakan dengan pengorbanan yang secara rasio lebih kecil dibandingkan dengan hasil yang dicapai. Berbagai pendapat diatas dapat menggambarkan bahwa kinerja pegawai dan kinerja organisasi memiliki keterkaitan yang sangat erat, tercapainya tujuan organisasi tidak bisa dilepaskan dari sumber daya yang dimiliki oleh organisasi yang digerakan atau dijalankan pegawai yang berperan aktif sebagai pelaku dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai adalah penilaian hasil kerja seseorang dalam suatu organisasi sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Indikator Kinerja Pegawai Robbins . , menyatakan bahwa kinerja dapat dikatakan baik bila karyawan memenuhi hal sebagai berikut : Kualitas kerja, diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan. Efisiensi waktu kerja diukur dari persepsi pegawai terhadap suatu aktivitas yang diselesaikan dari awal waktu sampai menjadi Kemampuan, tingkat dimana karyawan dapat melakukan fungsi kerjanya tanpa meminta bantuan atau bimbingan dari orang lain, diukur dari persepsi karyawan dalam melakukan fungsi kerjanya masing-masing sesuai dengan tanggung Efektivitas, persepsi karyawan dalam menilai pemanfaatan waktu dalam menjalankan tugas, efektivitas penyelesaian tugas dibebankan Komitmen kerja, tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap kantor. Kerangka Pikir Penelitian. Kerangka pikir tersebut digambarkan secara skematis sebagai berikut : MOTIVASI (X. KINERJA PEGAWAI (Y) DISIPLIN KERJA (X. Gambar 1 Kerangka Pikir Penelitian H2: Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa. H3: Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa. Definisi Operasionalisasi Variabel. Definisi operasionalisasi variabel adalah generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu untuk menggambarkan berbagai fenomena yang sama (Nasir, 2. Tabel 1 Definisi Operasionalisasi Variabel Hipotesis Pengertian hipotesis menurut Sugiyono . adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian ini dinyatakan dalam bentuk kalimat Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H1: Motivasi Dan Disiplin kerja secara bersamasama mempengaruhi kinerja pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa. Variabel Motivasi (X. Disiplin Kerja (X. Indikator Keberhasilan. Pengakuan. Pekerjaan itu sendiri. Tanggung jawab. Pengembangan Kepatuhan jam kerja. Kepatuhan terhadap instruksi. Berpakaian rapih. Pemeliharaan peralatan kantor. Skala Pengukuran Likert Likert No Variabel Indikator Bekerja sesuai peraturan. Kinerja Pengawai (Y) Kualitas kerja. Kuantitas kerja. Tingkat kehandalan. Kerja sama. Skala Pengukuran Likert Kecamatan Sanga Desa sebanyak 50 Pengawai. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada kantor Camat Sedangkan sampel penelitian ini dihitung Kecamatan Sanga Desa terletak di jalan desa menggunakan rumus Slovin dengan tingkat Kelurahan Ngulak 1. kesalahan 5%, sehingga diperoleh hasil perhitungan Penelitian ini menggunakan sumber data responden penelitian sebanyak 44 orang responden. primer yaitu berupa daftar pertanyaan yang langsung ditujukan kepada Pegawai Kantor Camat Kecamatan 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Sanga Desa, sedangkan data sekunder yang Analisis Persamaan Regresi Linear Berganda digunakan pada penelitian ini adalah Studi literasi dan Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh empiris serta data yang diperoleh dari Kantor Camat Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Kecamatan Sanga Desaberupa struktur organisasi dan Pegawai Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa, maka dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan dilakukan analisis regersi linear berganda. Dalam permasalahan yang akan diteliti. Jenis data yang melakukan analisis ini, digunakan alat bantu digunakan dalam penelitian ini Data Antar Wilayah computer pada program SPSS 25. Untuk lebih (Cross Section Dat. Dalam penelitian ini yang jelasnya hasil analisis regresi linear berganda menjadi populasi adalah pegawai Kantor Camat disajikan pada tabel 7 sebagai berikut: Table 1 Hasil Regersi Linear Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. MOTIVASI DISIPLIN KERJA Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Sumber: Data Primer . , 2022 Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui persamaan regresi yang terbentuk adalah : Y = -9,002 0,187X1 0,695X2 Dari persamaan tersebut dapat jelaskan bahwa : Nilai konstanta yang dapat sebesar 9,002, maka memiliki arti bahwa apabila variabel motivasi dan disiplin kerja nilai konstantanya diasumsikan bernilai 0 maka nilai kinerja pegawai adalah 9,002 Nilai koefisien regresi motivasi bernilai positif sebesar 0,187. Maka memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan variabel motivasi maka akan menyebabkan kenaikan pada variabel kinerja Nilai koefisien regresi disiplin kerja bernilai positif sebesar 0,695. Maka memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan variabel disiplin kerja maka akan menyebabkan kenaikan pada variable kinerja pegawai. Pengujian Korelasi Ukuran yang menyatakan keeratan hubungan tersebut adalah koefisien korelasi atau sering disebut dengan korelasi person . earson product momen. Hasil pengujian korelasi disajikan pada tabel 8. MOTIVASI Table 2 Uji Korelasi . Correlations MOTIVA DISIPLIN KERJA KINERJA PEGAWAI <,001 <,001 <,001 <,001 Pearson Correlation Sig. -taile. DISIPLIN Pearson KERJA Correlation Sig. -taile. <,001 KINERJA Pearson PEGAWAI Correlation Sig. -taile. <,001 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Data Primer . , 2022 Berdasarkan Tabel 8 di atas diperoleh angka Karena nilai R berada pada rentang 0,400 sampai r sebesar 0,561. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi dengan 0,599 dengan intepretasi koefisien kolerasi hubungan yang sedang antara motivasi (X. dan sedang. disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y). Table 3 Koefisien Korelasi Interval Interprestasi Koefisien 0,000-0,199 Sangat Rendah 0,200-0,399 Rendah 0,400-0,599 Sedang 0,600-0,799 Kuat 0,800-1,000 Sangat Kuat Nilai Pengujian Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi merupakan besaran ditentukan dengan nilai R2 sebagaimana dapat dilihat yang menunjukkan besarnya variasi variabel pada tabel 10 : dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel Table 4 Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. DISIPLIN KERJA. MOTIVASI Sumber: Data Primer . , 2022 Diketahui nilai Adjusted R Square sebesar 0,395, maka memiliki arti bahwa variable motivasi dan disipli kerja memberikan sumbangan pengaruh secara bersama-sama sebesar 39,5% terhadap variable kinerja pegawai dan sisanya 60,5% dipengaruhi variable lain di luar penelitian ini. Uji Hipotesis Penelitian. Uji t Untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat menggunakan uji t. Hasil perhitungan diperoleh yang tergambar pada table 7 diatas, yaitu : Pengujian koefisien regresi variabel kompensasi (H. C Ho: Motivasi secara parsial tidak ada pengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. C Ha: Motivasi secara parsial terdapat pengaruh C Ha: Disiplin kerja secara parsial terdapat signifikan terhadap Kinerja pegawai. pengaruh signifikan terhadap Kinerja pegawai. Berdasarkan Tabel 4. 21 di atas dapat dilihat Berdasarkan Tabel 4. 21 di atas dapat dilihat bahwa t hitung sebesar 1,189 Untuk mengetahui bahwa t hitung sebesar 2,778. Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan menggunakan t hitung, maka kita harus dengan menggunakan t hitung, maka kita harus membandingkan antara t hitung dan t tabel. membandingkan antara t hitung dan t tabel. Apabila t hitung > t tabel, maka variabel motivasi Apabila t hitung > t tabel, maka variabel disiplin berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Untuk kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. mengetahui nilai t tabel, maka dapat digunakan Untuk mengetahui nilai t tabel, maka dapat persaman sebagai berikut: Df= nAek-1, di mana digunakan persaman sebagai berikut: Df= nAek, n merupakan total sampel, k merupakan jumlah di mana n merupakan total sampel, k merupakan variabel independent. Jadi df = 44-2= 42. Jadi jumlah variabel independent. Jadi df = 44-2= 42. dapat kita lihat pada tabel t pada df 42 yaitu Jadi dapat kita lihat pada tabel t pada df 42 yaitu sebesar 1,680. Perbandingan t hitung dan t tabel sebesar 1,680. Perbandingan t hitung dan t tabel dapat kita lihat bahwa nilai t hitung < dari nilai t dapat kita lihat bahwa nilai t hitung > dari nilai t tabel, yakni 1,189 < 1,680. Maka Ha ditolak, tabel, yakni 2,778 > 1,680. Maka Ho ditolak, artinya Motivasi secara parsial tidak ada artinya secara parsial ada pengaruh signifikan pengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. antara disiplin kerja terhadap Kinerja pegawai Dari kasus ini dapat di simpulkan bahwa secara Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa. parsial motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai Kantor Camat Kecamatan Sanga b. Uji F Desa. Hasil analisis data dengan menggunakan Pengujian koefisien regresi variabel lingkungan program SPSS for windows versi 20 dapat disajikan kerja (H. dalam tabel berikut: C Ho: Disiplin kerja secara parsial tidak ada pengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Tabel 5 Tabel Hasil Analisis Motivasi X1 dan Disiplin Kerja X2 ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Sig. Regression <,001b Residual Total Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Predictors: (Constan. DISIPLIN KERJA. MOTIVASI Sumber: Data Primer . , 2022 Berdasarkan tabel diatas di dapat hasil Fhitung sebesar 15,061 dengan tingkat signifikan 0,001 . , 5. KESIMPULAN serta df penyebut 2 dan df pembilang 41. Karena nilai Dari pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat uji f motuvasi ycU1 dan disiplin kerja ycU2 lebih kecil ditarik simpulan sebagai berikut : dari 0,05 () maka secara statistik koefisien regresi 1. Nilai r sebesar 0,561. Hal ini menunjukkan dikatakan signifikan atau model regresi yang bahwa terjadi hubungan yang sedang antara berbentuk dapat dipakai untuk memprediksi variabel motivasi (X. dan disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y). Karena nilai R berada pada kinerja pegawai. Uji F dilakukan untuk membading Fhitung rentang 0,400 sampai dengan 0,599 dengan dengan Ftabel pada taraf nyata = 0,05, berdasarkan intepretasi koefisien kolerasi sedang. 22 diatas dapat disimpulkan Fhitung sebesar 2. Diketahui nilai Adjusted R Square sebesar 0,395, 15,061 > F tabel diketahui sebesar 3,220 untuk maka memiliki arti bahwa variable motivasi dan propabilitas 0,05 yang berarti taraf nyata = 0. disipli kerja memberikan sumbangan pengaruh motivasi ycU1 dan disiplin kerja ycU2 , dilihat secara secara bersama-sama sebesar 39,5% terhadap variable kinerja pegawai dan sisanya 60,5% parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap dipengaruhi variable lain di luar penelitian ini. kinerja pegawai (Y) sehingga dapat diterima dan teruji pada taraf nyata = 0,05. Hasil uji t (Tes. menunjukkan bahwa variabel motivasi (X. thitung sebesar 1,189 sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan df = 44-2= 42 adalah 1,680 dikarenakan thitung > ttabel . ,189 < 1,. maka Ho diterima Ha ditolak, sedangkan variabel disiplin kerja (X. thitung sebesar 2,778, sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan df = 44-2= 42 adalah 1,680 dikarenakan thitung > ttabel . ,778 > 1,. maka Ho ditolak Ha diterima. Artinya motivasi (X. dan disiplin kerja (X. berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Kantor Camat Kecamatan Sanga Desa. REFERENSI