Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota Jesika Puteri1. Siltia Helma Rida2 1,2. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai E-mail: 1jesikaputeri7@gmail. com, tiaasiltiaa@gmail. Abstrak Kata Kunci Tujuan Pembangunan Pengurangan Stunting Kampung KB Meskipun Indonesia mengalami kemajuan dalam mengatasi masalah kemiskinan, status gizi, dan kesehatan dewasa, tantangan tersebut tetap menjadi perhatian utama dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional. Fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui percepatan penurunan stunting, mencuat dalam hasil survei status gizi balita tahun 2022 dengan prevalensi stunting mencapai 21,6 persen, terutama tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan angka 35,3 persen. Kota Dumai, meskipun berhasil menurunkan angka stunting sebesar 10,2 persen pada tahun 2022, masih memerlukan kerjasama lintas sektor untuk mencegah peningkatan kembali angka stunting. Dalam konteks ini. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kota Dumai diidentifikasi sebagai potensi pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah stunting, dengan dukungan dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 dan inovasi program GAZING (GazeboInfaq Stuntin. Pentingnya pencegahan stunting melibatkan perbaikan gizi, aspek lingkungan, dan promosi gaya hidup sehat, tercermin dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang memberikan pemahaman dan bantuan alat masak di Kampung KB Kelurahan Laksamana, memperkuatagenda strategis pencegahan stunting dalam pembangunan sumber daya manusia. Abstract Keywords Development Goals Stunting Reduction Kampung KB While Indonesia has made progress in addressing issues of poverty, nutritional status, and adult health, these challenges continue to be primary concerns in achieving national development goals. The focus on improving the quality of human resources, particularly through the acceleration of stunting reduction, is evident in the 2022 survey results on the nutritional status of toddlers, with a stunting prevalence of 21. percent, notably high in the Nusa Tenggara Timur (NTT) province at 35. 3 percent. Despite Kota Dumai's success in reducing the stunting rate by 10. 2 percent in 2022, sustained collaboration across sectors is still necessary to prevent a resurgence in stunting figures. In this context,the Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) in Kota Dumai is identified as a potential community empowerment initiative to address stunting, supported by Presidential Instruction Number 3 of 2022 and the innovative GAZING (Gazebo Infaq Stuntin. The importance of stunting prevention involves improvements in nutrition, environmental aspects, and the promotion of a healthy lifestyle, as reflected in the Community Service (PKM) activities providing understanding and cookingutensils in Kampung KB Kelurahan Laksamana, reinforcing the strategic agenda for stunting prevention in human resource development. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Latar Belakang Berdasarkan hasil survei status gizi balita tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dianggap memiliki potensi untuk memberdayakan masyarakat dan keluarga dalam mengatasi masalah stunting. Masalah kemiskinan, status gizi, dan kesehatan dewasa tetap menjadi permasalahan utama di Indonesia dalam mencapai tujuan Indonesia Sejahtera Tahun 2025 dan Generasi Emas Tahun 2045. Salah satu ancaman terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah masalah stunting. Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang krusial di Indonesia, termasuk di Kota Dumai. Istilah ini merujuk pada kondisi di mana anak tidak mencapai tinggi badan dan pertumbuhan fisik yang seharusnya sesuai dengan usianya. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada masa awal kehidupan, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan otak, tubuh, dan organ lainnya. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan lainnya, pertumbuhan, dan masalah gizi. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Unicef, anak-anak yang mengalami stunting memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan lainnya, seperti infeksi saluran pernapasan, masalah gizi, dan gangguan pertumbuhan (Yuwanti et al. , 2. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada balita di Indonesia mencapai 21,6% pada tahun 2022. Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi dengan tingkat stunting tertinggi, yaitu 35,3%. Meskipun Riau mengalami penurunan angka stunting dari tahun sebelumnya, beberapa daerah di provinsi tersebut mengalami kenaikan atau penurunan yang beragam. Stunting merupakan indikator kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang tidak memenuhi batas normal untuk usia anak tersebut (Trisiswati et al. , 2. Stunting menjadi ancaman serius terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing dalam pembangunan sumber daya manusia. Hal ini dapat gangguan pertumbuhan keterbelakangan mental, dan penyakit kronis pada anak. Pencegahan dan penurunan stuntingmenjadi isu strategis yang perlu diutamakan dalam pembangunan, baik di tingkat nasional maupun provinsi. Meski Kota Dumai berhasil menurunkan angka stunting sebesar 10,2% pada tahun 2022, perlu perhatian dan kerjasama berkelanjutan antara pemerintah, stakeholder, sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mencegah peningkatan kembali angka stunting. Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi masalah ini. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas memberikan dukungan untuk melibatkan lintas sektor dalam Kampung Keluarga Berkualitas. Dengan adanya regulasi dan keputusan dari pemerintah, diharapkan kegiatan di Kampung KB semakin aktif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kampung Keluarga Berkualitas Keberkahan Bersama di Kota Dumai, yang diinisiasi sejak tanggal 29 Agustus 2017, diharapkan dapat menjadi model yang berhasil dalam menangani masalah stunting dengan berbagai inisiatif dan kolaborasi lintas sektor. Salah satu inovasinya adalah program GAZING (Gazebo Infaq Stuntin. , yang melibatkan berbagai kelompok dan memanfaatkan pertemuan untuk memberikan informasi edukasi kepada keluarga berisiko stunting dan memberikan makanan Pencegahan stunting tidak hanya melibatkan perbaikan gizi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan gaya hidup sehat. Faktor-faktor seperti sanitasi yang buruk, kurangnya akses air bersih, dan manajemen sampah yang tidak terstruktur juga berkontribusi terhadap stunting. Sebanyak 67% stunting disebabkan oleh sanitasi yang buruk, antara lain kurangnya akses terhadap air bersih, pengelolaan sampah yang tidak terstruktur, dan 42,4% karena pengelolaan sampah yang buruk (Marta et al. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting harus holistik dan melibatkan perbaikan gizi, lingkungan, dan promosi gaya hidup sehat sejak dini. Metode Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Peduli Stunting difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penurunan angka stunting. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan bantuan alat memasak untuk mendukung dapur sadar stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada hari Senin, 13 Maret 2023 bertempat di Gazebo Balai KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota. Kegiatan ini berhasil mengintegrasikan kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan masyarakat, membangun fondasi yang kokoh untuk program berkelanjutan di masa depan. Sebanyak 25 orang peserta hadir dalam kegiatan PKM ini, terdiri dari dosen dan mahasiswa STIA Lancang Kuning Dumai, perwakilan kelurahan, pegawai BKKBN, kader posyandu, masyarakat Kelurahan Laksamana, serta mahasiswa KKN dari Universitas Riau. Metode penyuluhan yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah ceramah dan tanya jawab secara interaktif. Yusuf . mendefinisikan penyuluhan . sebagai proses penyebaran informasi dari lembaga pendidikan, baik berupa pengetahuan, teknologi, atau seni, ke dalam praktik atau kegiatan praktis. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi tentang pengertian stunting, penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahannya. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai dengan contoh-contoh yang konkret. Sesi tanya jawab memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengajukan pertanyaan, pengalaman, dan mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam terkait materi yang disampaikan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan antusias dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan oleh para peserta. Pemberian bantuan alat memasak untuk dapur sadar stunting bertujuan untuk mendukung upaya masyarakat dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak dan Alat-alat masak yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengolah makanan yang lebih sehat dan bergizi. Kegiatan PKM Peduli Stunting ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Kolaborasi yang terjalin antara berbagai pihak juga diharapkan dapat membangun komitmen bersama dalam mewujudkan program stunting yang berkelanjutan di Kampung KB Kelurahan Laksamana. Hasil dan Pembahasan Kegiatan ini didahului oleh adanya usulan Tim Dosen melalui proposal kepada Ketua LPPM STIA Lancang Kuning Dumai. Setelah proposal kegiatan PKM tersebut disetujui oleh Ketua STIA Lancang Kuning Dumai. Tim KM mencetak spanduk kegiatanPKM dan membuat naskah susunan acara. program peduli stunting. Doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pegawai kemudian menandai dimulainya kegiatan PKM dengan khidmat. Acara perkenalan menghadirkan tim PKM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa STIA Lancang Kuning Dumai yang dipimpin oleh Ketua LPPM. Seluruh peserta antusias mengikuti perkenalan dan siap untuk mengikuti kegiatan PKM. Puncak acara PKM adalah penyampaian materi oleh dosen STIA Lancang Kuning Dumai yang berperan sebagai Materi yang disampaikan terkait dengan pentingnya pencegahan stunting dan langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Sesi tanya jawab memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengajukan pertanyaan atau berbagi pengalaman terkait stunting. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan diskusi yang berlangsung aktif. Pemateri dari dosen STIA LK DUMAI dengan sigap dan informatif menjawab pertanyaan dan memberikan penjelasan yang komprehensif. Kegiatan PKM ditutup secara resmi oleh Ketua PKM dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta, narasumber, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Pemateri juga menyampaikan harapan agar kegiatan PKM ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam program peduli stunting. Sebagai bentuk penghargaan. STIA Lancang Kuning Dumai memberikan bantuan peralatan masak bagi mendorong perlengkapan dapur sehat untuk program peduli stunting ini dapat dilihat pada Gambar 2. Berdasarkan susunan acara, pelaksanaan kegiatan PKM diawali Pembukaan oleh Ketua Tim PKM, menyampaikan bahwa kegiatan PKM sangat pentingdilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan sinergitas antara Perguruan Tinggi dan Bahkan mengharapkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada kecamatan yang Acara sambutan tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 2. Penyerahan Bantuan Kesimpulan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Urgensitas Upaya Pencegahan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kelurahan Laksamana. Gambar 1. Sambutan Ketua Tim PKM Acara PKM Peduli Stunting di Kampung KB Kelurahan Laksamana diawali dengan sambutan dari Ketua PKM yang menyampaikan tujuan dan manfaat kegiatan. Antusiasme peserta terlihat jelas saat Lurah dan Pegawai Kampung KB memberikan sambutan dan penjelasan terkait Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memahami pentingnya mencegah dan menurunkan angka Pendekatan holistik dan kolaboratif yang diterapkan dalam kegiatan ini, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Pelibatan seluruh lapisan masyarakat dan berbagai sektor terkait, seperti kader kesehatan. PKK, bidan, puskesmas, dan pemerintah kelurahan, menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan kegiatan ini. Kampung Keluarga Berkualitas (KB) berperan sebagai platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar strategis dalam pencegahan stunting, yaitu: Gizi dan nutrisi yang baik: Edukasi tentang pola makan sehat dan gizi seimbang, pemberian makanan tambahan bergizi, dan pemantauan status gizi anak. Perawatan kesehatan yang adekuat: Pemberian akses layanan kesehatan yang berkualitas, termasuk pemeriksaan kehamilan, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang Pelayanan air bersih dan sanitasi yang memadai: Penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang layak, serta edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pendidikan dan kesadaran masyarakat: Edukasi tentang stunting, pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan peran keluarga dalam pencegahan stunting. Kolaborasi lintas sektor: Kerjasama dan sinergi antara berbagai pihak terkait dalam pencegahan stunting. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Laksamana. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, serta penerapan lima pilar strategis secara berkelanjutan, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Daftar Pustaka