ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE COMMON SIZE PADA PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA TBK PERIODE 2015-2019 Dewi Ayu Kania1. Dedi Mulyadi2. Santi Pertiwi Hari Sandi3 Email : mn16. dewikania@mhs. Ubpkarawang. mulyadi@ubpkarawang. pertiwi@ubpkarawang. Ringkasan Penelitian ini bertujan : . Untuk mengetahui, menjelaskan, menganalisis tingkat perkembangan pos-pos neraca yang disajikan pada laporan keuangan PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang terdaftar di BEI periode 2015Ae2019, . Untuk mengetahui, menjelaskan, menganalisis tingkat perkembangan pospos laba rugi yang disajikan pada laporan keuangan PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang terdaftar di BEI periode 2015Ae2019, . Untuk mengetahui, menjelaskan, menganalisis tingkat perkembangan Kinerja Keuangan perusahaan bila diukur dengan menggunakan Metode Common Size PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang tercatat di BEI periode 2015-2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Hasil perhitungan Common Size pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk pada kinerj keuangan dalam kondisi cukup baik dimana, laporan keuangan neraca kas dan setara kas mengalami kenaikan yang disebabkan aset tetap mengalami penurunan dan liabilitas perusahaan menurun, untuk laporan keuangan laba rugi pendapatan barang beli putus mengalami penurunan dikarenakan perusahaan lebih fokus terhadap penjualan konsinyasi. Kata Kunci : Analisis. Common Size. Laporan Keuangan. PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu perusahaan pada subsektor Ritel. Tercatat ada sebanyak 27 perusahaan sektor Trade, services & Invesment dengan subsektor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tahun 2016 sampai dengan 2018 semakin meningkat, di tahun 2016 bidang usaha ritel mencapai Rp. 205 triliun. Lalu pada tahun 2017 nilai bisnis ritel menjadi Rp. 212 triliun, dan tahun 2018 pertumbuhan bisnis retail mencapai Rp. 233 triliun. Pertumbuhan dari tahun 2017 sampai 2018 jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2016. Pertanda positif bagi bisnis ritel akan tumbuh di tahun 2019. Hingga 2019, bisnis ritel diperkirakan mencapai 10% atau Rp. 256 triliun. Tutum Rahanta selaku wakil ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) mengungkapkan hal tersebut (Qazwa. id 20 Desember 2. Tabel 1 Data Pertumbuhan Bisnis Ritel Tahun Data Pertumbuhan Bisnis Ritel Rp. Rp. Rp. Sumber : Qazwa. iolah, 2. Tantangan ini benar-benar menjadi beban bagi perusahaan ritel terkenal sehingga memutuskan untuk menutup toko-tokonya. Hal ini karena dengan terus berkembangnya transaksi digital, tren belanja pun berubah, sehingga mempermudah konsumen untuk memperoleh barang yang diinginkannya tanpa harus kesulitan untuk berbelanja. Karena kemajuan yang serba digital dan segala fasilitas yang diberikan lambat laun menekan kehadiran toko-toko ritel, tidak berarti industri ritel punah. Salah satu perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Subsektor Ritel yaitu Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Pada tahun 2017 total gerai Ramayana berjumlah 115 gerai. Jumlah toko Ramayana terbanyak berada di wilayah Jakarta dan sekitaranyan sebanyak 43 gerai. Sumatra 21 gerai dan Jawa Barat sebanyak 13 gerai. Bisnis ritel Ramayana memiliki tiga jenis, yakni penjualan beli putus, penjualan konsinyasi dan penjualan supermarket. Penjualan dari supermarket mencatatkan kinerja yang paling lambat dibandingkan dua jenis penjualan lainnya, bahkan merugi perusahaan Ramayana sudah menutup 16 supermarket yang berimbas pada menurunnya biaya operasional. (Industricontan. Tabel 2 Data Keuangan PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Tahun Total Aset Hutang Ekuitas Sumber : Idx. iolah, 2. Berdasarkan tabel 2 total aset dari tahun 2015-2019 mengalami peningkatan. Jumlah total aset untuk kegiatan operasional mengalami peningkatan. Total hutang perusahaan dari tahun 2015-2019 mengalami peningkatan. Pada dasarnya jika hutang perusahaan semakin meningkat, maka hal tersebut dapat meningkatkan resiko bagi keuangan perusahaan. Total ekuitas perusahaan dari tahun 2015-2019 selalu meningkat tidak ada penurunan. Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan metode Common Size dengan sampel laporan keuangan perusahaan Ramayana Lestari Sentosa Tbk periode 2015-2019. Alasan yang dipilih karena hutang perusahaan mengalami peningkatan dan pendapatan perusahaan tersebut menurun maka penulis tertarik untuk meneliti kondisi kinerja keuangan menggunakan metode Common Size pada perusahaan Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Maka berdasarkan uraian di atas, peneliti akan melakukan penelitian mengenai kinerja keuangan yang berjudul AuAnalisis Kinerja Keuangan dengan menggunakan Metode Common Size pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Periode 2015-2019Ay. Perumusan Masalah Rumusan dalam penelitian ini dapat ditunjukan sebagai berikut: Bagaimana tingkat perkembangan pos-pos dalam Neraca yang disajikan pada Laporan Keuangan Ramayana Lestari Santosa Tbk yang tercatat di BEI periode 2015-2019 dengan menggunakan Metode Common Size ? Bagaimana tingkat perkembangan pos-pos dalam Laba Rugi yang disajikan pada Laporan Keuangan Ramayana Lestari Santosa Tbk yang tercatat di BEI periode 2015-2019 dengan menggunakan Metode Common Size ? Bagaimana tingkat perkembangan Kinerja Keuangan perusahaan bila diukur dengan menggunakan Metode Common Size pada PT. Ramayana Lestari Santosa Tbk yang tercatat di BEI periode 2015-2019 ? TINJAUAN TEORI Manajemen Manajemen adalah seni, mempelajari bagaimana mempekerjakan orang lain untuk menyelesaikan berbagai tugas yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan organisasi. (Umam, 2. Manajemen Keuangan Manajemen keuangan merupakan pekerjaan memperoleh dana dengan cara yang paling menguntungkan dan mendistribusikan dana secara efektif di dalam perusahaan guna sebagai mencapaian kekayaan pemegang saham (Kamaludin, 2. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan sebagai aturan pelaksanaan keuangan dengan benar melihat sejauh mana suatu perusahaan telah menganalisis. (Fahmi, 2. Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan yang menyungguhkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau pada suatu periode tertentu (Kasmir, 2. Analisis Common Size Analis laporan keuangan ditampilkan dalam persentase, yaitu presentase dari total aktivanya terhadap pos-pos aktiva, total pasivanya terhadap pos-pos pasiva, serta total penjualan netto nya terhadap pos-pos rugi-laba, sehingga dapat digunakan sebagai perbandingan atau suatu ukuran umum. (Munawir, 2. Menurut (Munawir:2. , cara untuk mengukur Common Size adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Laporan Neraca Menghitung aktiva dan pasiva pada laporan neraca, rumusnya yaitu: Aktiva : Pasiva Sumber : (Munawir, 2. Laporan Laba Rugi Rumus laporan laba rugi yakni : Sumber : (Munawir, 2. Setelah dilakukan analisis akan mendapatkan perubahan pada pos neraca dan laba rui lalu dibuat pembagian beserta cara dihitung angka dari tiap posnya. Angka 1 untuk pos yang mengalami peningkatan dan 0 untuk yang mengalami penurunan dari segi manfaat perusahaan. Setelah didapakan nilainya lalu dibagi dengan semua pos neraca dan laba rugi dengan rumus sebagai berikut : n = Jumlah nilai t = total pos KERANGKA PEMIKIR METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif dimana data tersebut yang disajikan dalam bentuk angkaangka yang berasal dari laporan keuangan perusahaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari website resmi Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian melalui Website Bursa Efek Indonesia atau w. id dengan sumber data yang ada di laporan keuangan pada perusahaan Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Penelitian ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 9 bulan. Teknik Pengumpulan Data Cara yang digunakan untuk memperoleh data dalam pembuatan skripsi ini, peneliti menggunakan cara sebagai berikut : Laporan keuangan PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk periode 2015-2019 merupakan data sekunder penelitian ini diambil pada website Bursa Efek Indonesia (IDX) dan diakses melalui https://w. Penulis mendapatkan data dengan cara membaca bahan referensi, bahan kuliah, literatur-literatur, jurnal penelitian terdahulu yang bermakna sama dengan penelitian yang sedang dilakukan serta dengan penelitian kepustakaan Teknik Analisis Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif, yaitu denga cara melakukan perhitungan dan analisis hasil yang relevan dengan permasahalan menggunakan metode Common Size. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perkembangan Neraca PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Periode 2015-2019 Dengan Menggunakan Metode Common Size. Tabel 3 Perkembangan Analisis Common Size Neraca (Aktiv. PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (Disajikan Dalam Pesentas. Kenaikan /Penurunan Kas dan Setara Kas 18,45 12,99 15,37 37,21 39,08 20,63 Deposito Berjangka 21,51 24,89 26,15 8,86 12,65 -8,86 Piutang Usaha Pihak Ketiga 0,08 0,26 0,21 0,31 0,22 0,14 Investasi Jangka Pendek 0,01 1,47 2,61 1,64 1,95 1,94 Persediaan 18,01 17,96 15,15 16,40 14,00 -4,01 Total Aset Lancar 61,88 60,92 63,24 67,85 71,11 9,23 Aset Tetap-Netto Sewa Jangka Panjang dibayar Aset Tidak lancar lainnya 29,14 27,53 25,25 22,21 19,60 -9,54 7,49 9,78 9,25 7,78 6,97 -0,52 0,00 0,12 0,14 0,35 0,22 0,22 Total Aset Tidak Lancar Utang Usaha Utang Pajak Total Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas Imbaan Kerja Karyawan Total Liabilitas Jangka Panjang Total Liabilitas Modal Saham Saham Treasuri Saldo laba Belum ditentukan Penggunaannya Rugi Komprehensif lainnya 38,12 19,37 0,71 39,08 19,32 1,33 36,76 19,41 1,00 32,15 17,34 1,85 28,89 17,18 0,54 -9,23 -2,19 -0,16 21,00 21,71 21,44 20,85 20,10 -0,90 6,12 6,47 7,13 6,15 6,11 -0,01 6,12 6,47 7,13 6,15 6,11 -0,01 27,13 7,76 2,97 28,18 7,64 7,31 28,57 7,25 6,95 27,00 6,77 6,48 26,21 6,28 5,69 -0,92 -1,48 2,72 65,03 68,37 68,31 69,80 70,28 5,25 1,05 1,23 1,32 0,95 0,96 -0,08 Total Ekuitas 72,87 Sumber: Diolah oleh penulis 2020 71,82 71,43 73,00 73,79 0,92 Komponen Berdasarkan hasil analisis tabel 5 laporan keuangan Neraca PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Periode 2015-2019 dengan menggunakan metode Common Size pada sisi aktiva dan pasiva secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 jenis, pertama adalah akun-akun yang mengalami kenaikan dan yang ke 2 akun-akun yang mengalami penurunan, adalah sebagai berikut : Hasil analisis sisi aktiva kas dan setara kas mengalami kenaikan yang cukup signifikan, piutang mengalami investasi jangka pendek, uang muka dan aset tidak lancar lainnya mengalami kenaikan yang tidak signifikan, saldo laba belum ditentukan penggunaannya dan saham treasuri. Sedangkan akun-akun yang mengalami penurunan adalah, deposito berjangka dan aset tetap mengalami penurunan yang signifikan sebesar, piutang lain-lain berelasi, piutang lain-lain pihak ketiga, persediaan, bagian lancar sewa jangka panjang di bayar dimuka, dan uang jaminan mengalami penurunan yang tidak Hasil analisis untuk sisi pasiva yang mengalami kenaikan signifikan adalah saldo laba belum ditentukan penggunaannya dan saham treasuri, sedangkan untuk pos-pos yang mengalami penurunan yang cukup signifikan adalah utang usaha, utang pajak dan modal saham. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Billy Monok . yang menyatakan kenaikan pos terbesar dalam analisis ini terdapat pada pos deposito yang dimiliki terhadap total aktiva, sedangkan untuk perkembangan pos pasiva berfluktuatif. Peningkatan yang paling besar pada sisi aktiva terjadi pada kas dan setara kas dalam analisis Common Size memang tidak ada ketentuan berapa baiknya persentase kas, namun jika dikaitkan dengan cash ratio sebaiknya nilai kas terhadap total aktiva lebih besar daripada persentase utang terhadap total pasiva, hal ini berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk membiayai kewajibannya kenaikan kas dan setara kas PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk ingin menjaga likuidasinya, kenaikan kas dan setara kas berasal dari aset tetap yang mengalami penurunan, penurunan aset tetap dapat diartikan perusahaan menjual aset tetap nya dan dapat menambah kas perusahannya, selain itu bertambahnya kas dan setara kas berasal dari sado laba yang belum ditentukan penggunaannya dan komisi penjualan konsinyasi perusahan mengalami peningkatan. Penurunan yang paling besar pada sisi aktiva terjadi pada aset tetap dikarenakan perushaan telah menjual sebagian aset tetapnya untuk menambah kas perusahaan selain aset tetap, pos deposito berjangka mengalami penurunan dikarenakan jangka waktu deposito telah selesai atau suku bunga pada perusahaan yang di depositokan menurun. Persediaan pun mengalami penurunan yang cukup besar dikarnakan penjualan komisi penjualan konsinyasi mengalami penurunan. Kenaikan yang paling besar pada sisi pasiva juga terjadi pada saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya yang artinya perusahaan ingin meningkatkan kinerja di periode selanjutnya karena saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya bisa berfungsi sebagai pengembangan usaha, modal untuk membayar hutang untuk menstabilkan perusahaan, bisa sebagai investasi dan pendukung operasional perusahaan. Selain itu kenaikan saham treasuri artinya perusahaan ingin menurunkan peredaran saham sehingga harga laba per lembar saham meningkat atau mengurangi jumlah pemegang saham jika pemegang sahamnya terlalu banyak. Penurunan yang paling besar pada sisi pasiva terjadi pada ada utang usaha yang artinya perusahaan mampu melunasi kewajiban jangka pendeknya, utang pajak menurun dikarenakan perusahaan telah membayar utang pajak karena memiliki kas yang cukup hal ini sesuai dengan akun kas yang mengalami kenaikan. Selain itu modal saham menurun dikarenakan saham saham yang beredar ditarik kembali oleh perusahaan sehingga saham treasury dan tambahan modal disetor meningkat. Perkembangan pos-pos Laba Rugi yang disajikan pada laporan keuangan PT. Ramayana lestari Sentosa Tbk yang tercatat di BEI periode 2015-2019 dengan menggunakan metode Common Size. Tabel 4 Perkembangan Analisis Common Size Laba Rugi PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (Disajikan Dalam Pesentas. Kenaikan /Penurunan Penjualan Barang Beli Putus 86,55 86,95 85,13 83,72 81,82 -4,73 Komisi Penjualan Konsinyasi 13,45 13,05 14,87 16,28 18,18 4,73 Beban Pokok Penjualan Barang Beli Putus 63,93 62,40 60,65 56,33 55,43 -8,49 Laba Bruto 36,07 37,60 39,35 43,67 44,57 8,49 Beban Penjualan 6,96 6,97 6,75 7,41 7,24 0,28 Beban Umum Dan Administrasi 24,89 24,53 26,26 25,67 27,12 2,22 Beban Lainnya 0,04 0,08 0,00 0,34 0,13 0,09 Laba Usaha 4,53 6,29 6,70 10,57 10,39 5,86 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 6,59 7,94 8,30 12,50 13,10 6,51 Beban Pajak Penghasilan Ae Neto 0,52 0,97 1,07 2,27 1,52 1,01 Laba Tahun Berjalan 6,07 Rugi Komprehensif Lain Tahun 0,01 Berjalan Seteah Pajak Total Laba Komprehensif Tahun 6,06 Berja Lan Sumber: Data Diolah Oleh Penulis 2020 6,97 7,23 10,23 11,58 5,50 0,16 0,14 0,26 0,08 0,07 6,82 7,10 10,49 11,49 5,43 Komponen Berdasarkan hasil analisis Tabel 4 laporan keuangan laba rugi PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Periode 2015-2019 dengan menggunakan metode Common Size secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 jenis, pertama adalah akun-akun yang menmeningkat dan yang ke 2 akun-akun yang menurun adalah sebagai berikut : Pos-pos laba rugi yang mengalami kenaikan adalah komisi penjualan konsinyasi, laba bruto, beban administrasi dan umum, laba usaha, laba sebelum pajak penghasilan, laba yang berjalan dan laba komprehensif tahun berjalan sedangkan untuk pos yang mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu penjualan barang beli putus dan beban pokok penjualan barang beli putus. Hasil penelitian ini berbeda dengan peneliti Wartoyo . dimana pendapatan bank sebagai mudharib yang mengalami peningkatan yang berasal dari pendapatan jual beli yang juga mengalami peningkatan, sedangkan pos yang mengalami penurunan berasal dari pendapatan bagi hasil karena berkurangnya nasabah yang melakukan akad Penjualan barang beli putus mengalami penurunan dikarenakan perusahaan ini menutup beberapa gerai, lebih fokus terhadap penjualan konsinyasi dan berimbas terhadap penjualan barang beli putus nya juga terhadap beban pokok penjualan barang beli putus mengalami penurunan karena berkurangnya biaya gaji karyawan, biaya sewa, biaya pajak, biaya umum dan biaya administrasi. walaupun penjualan barang beli putus mengelami penurunan untuk laba perusahaan mengalami peningkatan dikarenakan komisi penjualan konsinyasi semakin meningkat untuk penjualan konsinyasi ini bagi perusahaan hanya membayar sesuai dengan jumlah yang telah dijual jadi tidak akan adanya kerugian bagi perusahaan Beban penjualan, beban umum dan administrasi dan beban lainnya mengalami peningkatan dikarenakan meningkatnya penjualan komisi penjualan konsinyasi dan pendapatan keuangan meningkat sehingga biaya gaji, iklan, sewa dan lain-lain pun meningkat walaupun perusahaan kurang mampu mengontrol dan mengefisienkan beban penjualan, beban umum dan administrasi dan beban lainnya tidak berpengaruh terhadap penurunan laba. Maka dilihat dari laba usaha perusahaan kinerja perusahaan PT Ramayana Lestari Sentosa cukup baik dikarenakan laba usaha mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang menyebabkan laba bersih juga mengalami kenaikan. Perkembangan Kinerja keuangan dengan menggunakan metode Common size PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang terdaftar di BEI Periode 2015-2019. Setelah dilakukan analisis terdapat akun-akun yang mengalami keinaikan dan Tabel 5 Peningkatan dan Penurunan Pos Nercara dan laba Rugi PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kompnen Naik Turun Total Aktiva Liabilitas dan Ekuitas Laba Rugi Neraca Total Sumber: Diolah Oleh Penulis 2020 Berdasarkan hasil tabel 5 analisis laporan keuangan neraca dan laba rugi PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Periode 2015-2019 dengan menggunakan metode Common Size terdapat akun yang mengalami peningkatan dan penurunan lalu dilakukan pengukuran dengan menggunakan kategorisasi nilai sehingga PT. Ramayana Lestari Sentosa terdapat pada rentan nilai 41-60 dengan kategori cukup baik. Dikarenakan libih banyak pos yang mengalami peningkatan dibandingkan pos yang mengalami penurunan. Penelitian ini sama dengan penelitian Billy Monok . dikarenakan penelitian ini pun terdapat pada rentan nilai 41-60 yang artinya perusahaan tersebut cukup baik dikarenakan perusahaan tersebut lebih banyak pos yang mengalami peningkatan dibandingkan pos yang mengalam penurunan. pos yang paling meningkat yaitu terdapat pada pos pendapatan operasional. KESIMPLUAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan yang telah dilakukan maka dapat ditarik Perkembangan pos-pos pada neraca terjadi perubahan yaitu kas dan setara kas mengalami kenaikan selama 2015-2019 kenaikan kas dan setara kas disebabkan karena aset tetap yang mengalami penurunan,. Untuk pos liabilitas jangka panjang dan liabilitas jangka pendek mengalami penurunan yang berarti perusahaan mampu membayar kewajibannya karena perusahaan memiliki kas yang cukup. Perkembangan pada pos-pos laba rugi pada laporan keuangan PT. Ramayana lestari Sentosa Tbk, periode 2015-2019 menunjukan bahwa pos pendapatan barang beli putus mengalami penurunan dikarenakan perusahaan lebih fokus terhadap penjualan konsinyasi walaupun penjualan barang beli putus turun laba perusahaan setaip tahunnya mengalami peningkatan karena adanya penjualan konsinyasi yang setiap tahunnya meningkat dan pendapatan keuangan yang mengalami peningkatan. Kinerja keuangan PT. Ramayana lestari Sentosa Tbk periode 2016-2019 dalam kategori cukup baik dengan nilai bobot 58, pada pos-pos laporan keuangan neraca dan laba rugi lebih banyak pos yag mengalami peningkatan dibanding pos yang mengalami penurunan dari pos-pos neraca dan pos-pos laba rugi . Saran