Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Analisis Efektivitas Signage untuk Meningkatkan Navigasi Penumpang di Terminal Keberangkatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu Nisrina Najla Amirah1. Iwansyah Putra2. Sutiyo3 Program Studi Manajemen Bandar Udara. Politeknik Penerbangan Palembang Jl. Adi Sucipto No. Sukodadi Kec. Sukarami. Palembang nisrinanajlaamirahh@gmail. com, 2iwansyahputratakin@gmail. Program Studi Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan. Politeknik Penerbangan Palembang Jl. Adi Sucipto No. Sukodadi Kec. Sukarami. Palembang pk@gmail. Abstrak Fasilitas informasi di bandar udara merupakan hal yang penting dalam mendukung kegiatan operasional dan pelayanan di bandar udara salah satunya dengan fasilitas informasi berupa signage. Pada penelitian ini secara khusus mengkaji tentang penerapan signage di terminal keberangkatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, yakni operasional signage serta public and concessionary facility signage. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga titik signage di terminal keberangkatan yang belum memenuhi standar dalam segi ukuran, warna, tanda arah . yang digunakan. Akibat yang ditimbulkan adalah penumpang mengalami kebingungan bahkan kesulitan dalam menelusuri lokasi/ fasilitas di area terminal keberangkatan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan evaluasi terhadap penerapan signage di terminal keberangkatan, sekaligus memberikan solusi layanan yang terintegrasi berupa denah digital untuk meningkatkan efektivitas informasi di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Kata kunciAi Informasi. Kajian. Signage. Navigasi Penumpang. Bandara Abstract Airport information facilities are crucial in supporting operational activities and services, one of which is signage. This study specifically examines the implementation of signage at the departure terminal of Fatmawati Soekarno Airport in Bengkulu, namely operational signage, public facilities, and concession signage. This study uses a descriptive qualitative research method, with data collection techniques in the form of observation, documentation, and The results of the study indicate that three points of signage at the departure terminal do not meet standards in terms of size, color, and direction of the signs used. As a result, passengers experience confusion and even difficulty in finding locations/facilities in the departure terminal area. This study contributes to evaluating the implementation of signage at the departure terminal, while also providing an integrated service solution in the form of a digital map to improve the effectiveness of information at Fatmawati Soekarno Airport in Bengkulu. KeywordsAiInformation. Studies. Signage. Passenger Navigation. Airport Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 PENDAHULUAN Fasilitas informasi yang memadai di bandar udara merupakan hal yang wajib tersedia untuk pemenuhan kebutuhan penumpang, salah satunya dengan memberikan pelayanan berupa fasilitas signage sebgai media petunjuk arah dan penyampai informasi. Signage yang infromatif diperlukan untuk memperlancar arus pergerakan penumpang dalam menemukan area serta fasilitas di terminal sehingga mengurangi kebingungan dan meningkatkan kenyamanan perjalanan di bandar udara. Permasalahan terkait signage ini bukan hanya terjadi pada satu bandar udara, melainkan menjadi permasalahan juga di berbagai bandar udara yang ada di Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut sejumlah penelitian menunjukkan bahwa meskipun penumpang telah mengetahui keberadaan signage, kebingungan tetap muncul akibat penyampaian informaasi yang tidak konsisten, kurang jelas, penempatan yang kurang strategis (Machmiyana dkk. , 2024. Taufanputra & Ariebowo, 2. Kondisi ini memperlihatkan bahwasanya kualitas dari sebuah signage punya peran yang penting dalam mengurangi potensi kesalahan arah dan meminimalisir ketergantungan penumpang terhadap petugas bandara. Peningkatan kualitas fasilitas informasi di bandar udara menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung kenyamanan dan efisiensi operasional. Salah satu fasilitas informasi yang sangat berperan dalam mempermudah navigasi penumpang adalah Signage yang efektif membantu penumpang untuk menemukan lokasi dan fasilitas yang dibutuhkan dengan cepat dan tepat, sehingga mengurangi kebingungan dan meningkatkan pengalaman perjalanan. Signage merupakan salah satu fasilitas yang diakui secara internasional sebagai fasilitas komunikasi secara visual dalam membantu penumpang menentukan lokasi, arah serta instruksi penting di sebuah bandar udara (Dubey dkk. , 2021. International Civil Aviation Organization (ICAO), 2. Penelitian (Aldi dkk. , 2. menegaskan bahwa informasi yang disampaikan melalui signage merupakan pilihan utama bagi penumpang untuk memahami alur serta prosedur operasional di bandar udara. Berdasarkan hal ini, keberadaan signage yang informatif tidak hanya meningkatkan kenyamanan penumpang akan tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional bandara melalui bekurangnya pertanyaan langsung kepada petugas mengenai lokasi ataupun fasilitas yang ada di bandar udara. Di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, terdapat tantangan terkait desain dan penerapan signage yang belum memenuhi standar, yang menyebabkan penumpang kesulitan dalam menavigasi terminal keberangkatan. Hal itu berdampak pada ketidakjelasan informasi yang dapat berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan, memperlambat arus pergerakan penumpang, dan sekaligus menunjukkan belum maksimalnya penerapan prinsip pelayanan yang telah menjadi standar pelayanan transportasi di sektor udara. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis terhadap efektivitas signage yang ada, serta mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Meningkatkan efektivitas navigasi di terminal keberangkatan melalui signage yang informatif dan mudah dipahami tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan penumpang, tetapi juga mengoptimalkan alur pergerakan penumpang, mempercepat Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 proses layanan, dan mengurangi ketergantungan terhadap petugas bandara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan signage dan memberikan solusi untuk meningkatkan efektivitas navigasi penumpang di terminal keberangkatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Aturan yang berkaitan dengan fasilitas informasi dan signage telah diatur dalam beberapa regulasi nasional seperti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 41 Tahun 2023. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 22 Tahun 2005. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 14 Tahun 2014 tentang ketentuan penyediaan pelayanan fasilitas signage di area terminal maupun non-terminal. Meskipun regulasi tersebut telah menetapkan acuan yang jelas, hingga saat ini belum tersedianya kajian mendalam yang menilai kesesuaian signage di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu terhadap standar tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya gap penelitian yang signifikan, terutama karena ketidaksesuaian signage akan berdampak langsung pada efektifitas pelayanan dan pengalaman penumpang. Perihal kondisi tersebut, penelitian ini berfokus pada dua jenis signage yang memliki pengaruh yang besar dalam mengarahkan penumpang, yakni Operational Signage serta Public and Concessionary Facility Signage di terminal keberangkatan. Analisis dilakukan untuk menilai tingkat kesesuaian penerapannya terhadap regulasi yang berlaku, sekaligus melihat sejauh mana signage yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan informasi penumpang secara efektif. METODE PENELITIAN 1 Jenis Penelitian Penelitian yang dibuat menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang memiliki tujuan untuk menggambarkan keadaan lapangan berkaitan dengan fasilitas signage di terminal keberangkatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu agar data didapat secara faktual/ ilmiah (Purnengsih dkk. , 2. Pendekatan ini digunakan untuk memahami hubungan antar kejadian berdasarkan data yang dikumpulkan, dianalisis, dan disusun sesuai dengan fokus penelitian. Sejalan dengan penelitian (Abdhul, 2. , penelitian kualitatif menekankan pada langkah-langkah pengumpulan dan pengolahan data secara sistematis, serta keterkaitan data dengan topik (Panudju dkk. , 2. 2 Objek dan Subjek Penelitian Objek penelitian mencakup kondisi dan kualitas signage yang dinilai kurang Sesuai dengan (Sugiyono, 2. , objek penelitian dipilih berdasarkan nilai atau karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Kemudian, subjek penelitian dipilih menggunakan purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan relevansi dan kedalaman informasi yang dapat diberikan (Asrulla dkk. Subjek penelitian terdiri dari: Penumpang berpengalaman . elah berangkat lebih dari tiga kal. untuk memperoleh perspektif mengenai konsistensi dan efektivitas signage. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Penumpang yang baru pertama kali berangkat guna melihat sejauh mana signage membantu orientasi penumpang. Petugas bandara, yakni: Airport Operation and Service Improvement Departement Head. Airport Security. Terminal Inspection Services, dan Customer Service. Pemilihan empat petugas bandara tersebut dilakukan karena petugas tersebut memahami tentang prosedur layanan, standar operasional signage, serta sering menerima pertanyaan atau keluhan dari penumpang terkait informasi dari petunjuk arah atau signage tersebut. 3 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi dengan tujuan memperoleh data yang komprehensif tentang keadaan signage di terminal keberangkatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu. kegiatan observasi berlangsung sejak tanggal 20 September 2024 hingga 21 januari 2025 untuk mengindentifikasi ketidaksesuaian signage dengan standar yang Selanjutnya, wawancara terstruktur dengan enam narasumber untuk memperkuat temuan dalam kegiatan observasi. Kemudian, dokumentasi dilakukan sebagai bukti atau data dukung dari permasalahan penelitian yang dikaji. 4 Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan memerlukan analis untuk mendapatkan hasil yang tepat, sehingga dalam teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model Miles and Huberman yang dikemukakan oleh (Sofwatillah dkk. Sugiyono, 2. terdiri dari tiga tahapan diantaranya: . Reduksi data, dimana data yang didapatkan melalui proses pemilihan agar lebih berfokus terhadap hal pokok . Penyajian data, data yang telah disesuaikan dengan fokus permasalahan disajikan dalam bentuk narasi. Penarikan hasil dan kesimpulan dari data yang telah dianalisis dan dilakukan penyusunan secara terstruktur. Penelitian ini penulis lakukan di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu dimulai sejak bulan September 2024 hingga selesai tahap penulisan pada bulan Juli 2025. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Observasi Penelitian berlangsung sejak bulan September 2024 hingga Maret 2025 dalam kegiatan observasinya. Kegiatan observasi penulis lakukan berlokasi di terminal keberangakatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu untuk meninjau secara langsung aktivitas atau fenomena yang terjadi dilapangan secara nyata. Penumpang Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 kurang lebuh 15 orang setiap harinya didapati oleh penulis pada saat kegiatan On the Job Training mengalami kesulitan dalam mecari fasilitas/ lokasi yang mereka butuhkan seperti ruang tunggu keberangkatan, tempat pengambilan bagasi, pintu keluar, tempat pemeriksaan keamanan, toilet dan kargo. Perihal mengatasi hal tersbut penumpang memilih untuk bertanya secara langsung kepada petugas yang standby di area terminal Terdapat dua hal yang menjadi faktor penyebab perihal tersebut terjadi yakni, pertama penumpang tersebut merupakan penumpang baru . ertama kali menggunakan layanan bandara in. yang menyebabkan mereka tidak familiar dengan lingkungan bandara yang baru dikunjungi. Kedua, signage yang tersedia di terminal keberangkatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu ini tidak memenuhi standar dalam segi ukuran, warna, dan sign . anda ara. yang tidak tepat, sekaligus belum tersedianya signage yang sesuai dengan apa yang penumpang butuhkan. Berkaitan dengan hal tersebut, hal yang serupa ditemukan dalam penelitian (Azalia, 2. yang menyatakan bahwasanya signage yang tidak tepat bisa berpengaruh kepada penumpang seperti mengalami kesulitan dalam menelusuri area terminal dan menyebabkan kepadatan pada waktu sibuk. Kemudian, penelitian (Ginusti & Sintya Ika Windiyani, 2. juga menyatakan perihal signage tidak efektif dan informatif disebabkan oleh fasilitas signage tersebut dalam hal penulisan dan warna telah memudar serta posisi penempatan nya yang tidak sesuai di Bandar Udara Sepinggan sehingga membuat pengelola bandar udara perlu untuk menambahkan signage dan menggantikan signage yang rusak supaya disesuaikan dengan standar yang berlaku di Indonesia. Hasil observasi yang penulis temukan di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu ini memperlihatkan bahwasanya masih terdapat penumpang yang mengalami kesulitan di jalur utama disebabkan oleh ketidaktersediaan signage yang mereka butuhkan terlihat secara jelas. Hal ini berdampak kepada para penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui bandara ini mengalami kebingungan bahkan kesulitan. Berdasarkan penelitian (Ginusti & Sintya Ika Windiyani, 2. dikarenakan signage yang kurang menarik dan tidak jelas menyebabkan kebingungan dari para penumpang, pengelola bandar udara disarankan untuk lebih aktif lagi dalam melakukan evaluasi terhadap flow atau arus pergerakan penumpang dan menyusun ulang lokasi daripada penempatan signage agar lebih visible. Berikut akan penulis jabarkan permasalahan dan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil observasi: Tabel 1. Perbandingan Standar Signage Berdasarkan KM 22 Tahun 2005 Komponen Signage Standar KM 22 Tahun 2005 Warna Signage Kuning: Operational Signage Biru: Public & Concessionary Facility Putih: Perkantoran Aktual Keterangan Warna (Gambar . , hierarki Tidak sesuai konsisten (Gambar . Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Komponen Signage Standar KM 22 Tahun 2005 Aktual Keterangan Merah: Larangan/ Perintah Warna harus kontras dan mudah terlihat. Urutan: Kuning Hierarki Biru Warna Merah Fasilitas terdekat diletakkan paling atas. Ukuran Tinggi huruf minimum A15 Signage dan cm Tinggi Terbaca dari jarak A25 m Huruf Ukuran Papan Proposional Menggunakan simbol panah ICAO. Harus Arah Panah menunjukkan arah aktual. Tidak boleh ambigu. Acrlylic/ mika tebal A2 mm. Material kuat dan tidak pudar. Bahan Signage Minimal 2,4meter Ketinggian permukaan lantai. Pemasangan Tidak terhalang objek apapun. Dipasang Lokasi dan pengambilan Penempatan Strategi dan mudah terlihat. Tidak boleh menyesatkan. Visibilitas Kejelasan Dapat dilihat dari jalur Tidak mengandung informasi ganda. Mudah penumpang yang baru. Hierarki warna tidak sesuai standar (Gambar Tidak sesuai Tidak terbaca dari jarak A 25 m (Gambar . Tidak sesuai Tinggi huruf 5-7 cm (Gambar . Panah salah dalam Tidak sesuai (Gambar . Terdapat signage yang bahan yang sesuai Kurang standar dan warna Sesuai signage yang memudar (Gambar . Ditemukan Kurang konsisten (Gambar . Signage pintu keluar (Gambar . minim Tidak sesuai (Gambar . Signage kecil, pudar. Tidak sesuai kebingungan (Gambar 1 dan . Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 1. Penumpang di Area Terminal Keberangkatan (Sumber: Bandara, 2. Gambar 1 ditampilkan bahwa masih terdapat penumpang yang bertanya kepada petugas dan penumpang yang kebingungan dalam menentukan arah untuk langkah selanjutnya dalam melanjutkan perjalanan. Padahal, terdapat signage yang tepat berada di depan bagian atas mereka. Hal ini menunjukkan bahwasanya signage yang berada di area tersebut bisa dikatakan tidak informatif karena masih menimbulkan kebingungan bagi para penumpang. Penelitian Machmiyana, dkk. mengatakan bahwasanya signage dinilai belum efektif dan informatif jika keberadaan signage tersebut masih menimbulkan pertanyaan dari para penumpang kepada petugas di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang. Gambar 2. Signage Area Pemeriksaan Keamanan Lantai 2 (Sumber: Penulis, 2. Signage pada gambar 2 berada di lantai dua yakni setelah pintu keluar ruang tunggu penumpang mendapati signage terkait pelaporan . heck-i. dan informasi . Tanda arah yang digunakan masih tidak tepat dikarenakan penggunaan sign AuKe Atas Menggunakan TanggaAy, dimana seharusnya, menggunakan sign AuKe Kiri Bawah Menggunakan TanggaAy. Berdasarkan KM 22 Tahun 2005, arah panah harus menunjukkan arah secara aktual untuk pergerakan penumpang. Namun, signage pada gambar 2 ini belum memenuhi kategori tersebut. Hal ini secara jelas menunjukkan ketidaksesuaian Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 antara signage dengan standar nasional yang berlaku. Maka dari itu, perubahan ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada para penumpang yang akan memenuhi panggilan menuju counter check-in dari pihak maskapai yang berada di lantai satu secara Gambar 3. Signage Area Eskalator (Sumber: Penulis, 2. Selanjutnya, terdapat signage di lantai pertama dekat escalator seperti yang bisa dilihat pada gambar 3. Signage yang menjadi perhatian disini adalah signage AuPintu KeluarAy terminal keberangkaan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu yang digambarkan dengan AuKondisi AwalAy. Perlu diketahui bahwasanya pada awalnya pintu keluar dan pintu masuk ini terbagi menjadi dua pintu yang berbeda, akan tetapi pada tahun 2021 pintu keluar dan pintu masuk dijadikan satu pintu. Maka dari itu, signage pintu keluar yang terdapat pada gambar 3 tidak memberikan informasi yang sesuai dengan fasilitas yang Pada bagian belakang escalator terdapat fasilitas AuBaggage ClaimAy di mana merupakan tempat pengambilan bagasi. Oleh karena itu, perubahan signage ini difokuskan untuk mengubah sign AuPintu KeluarAy menjadi petunjuk arah ke fasilitas AuPengambilan BagasiAy. Gambar 4. Signage Area Counter Check-In (Sumber: Penulis, 2. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 4 memperlihatkan bahwasanya terdapat signage yang ukurannya sangat kecil dan warna yang digunakan tidak mencolok sehingga tidak terlihat jelas oleh para pengguna jasa/ penumpang. Menurut KM 22 Tahun 2025, tinggi huruf minimum untuk signage di area terminal adalah 15 cm agar dapat terbaca pada jarak minimal 25 meter. Namun, signage pada gambar 4 hanya memiliki tinggi huruf sekitar 5-7 cm sehingga tidak memenuhi standar keterbacaan. Hal ini menyebabkan informasi yang harusnya diterima dengan baik oleh para penumpang menjadi tidak informatif. Maka dari itu, penulis merekomendasikan untuk melakukan perbaikan signage yang lebih mencolok menggunakan bahan jenis acrylic/ mika dengan ketebalan 2 mm sesuai dengan aturan KM 22 Tahun 2005 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-70942005 Mengenai Rambu-Rambu di Terminal Bandar Udara sebagai Standar Wajib. Berikut ketentuan sesuai aturan dan hierarki: Signage yang berwarna kuning selalu diatas kemudian diikuti dengan lokasi yang Signage berwarna biru selalu mengikuti signage berwarna kuning, dan Signage berwarna putih selalu mengikuti signage berwarna biru. Terkait hierarki tersebut, berdasarkan aturan nasional yang berlaku dapat dilihat dari contoh di bawah ini dimana fasilitas terdekat harus diposisikan pada urutan signage yang paling atas dan diikuti dengan fasilitas terdekat berikutnya. Berikut contoh daripada penempatan signage tersebut pada gambar 5. Gambar 5. Hierarki Penempatan Signage (Sumber: Bandara, 2. Dengan makna tiap-tiap signage dibawah ini: Kuning: Signage fasilitas operasional. Biru: Signage fasilitas umum dan konsesioner. Putih: Signage perkantoran, dan Merah: Signage peringatan dan larangan. Pemasangan untuk rambu petunjuk arah . ini dipasang dengan ketinggian minimal 2,4 meter atau 240 centimeter dari permukaan gedung terminal. Pemasangan signage ini juga harus tepat sasaran agar tidak mengganggu kesesuaian ruangan. Maka dari itu, pemasangan signage tidak boleh terhalang apapun agar mudah dilihat dari Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 berbagai sudut pandang, tidak memberikan makna ganda, dan diletakkan pada lokasilokasi kritis yang memerlukan signage itu sendiri agar tidak menimbulkan efek kebingungan atau bahkan kesulitan. Signage yang ideal di terminal bandar udara harus memenuhi standar yang telah Ketiga temuan pada area terminal keberangkatan . ambar 2,3, dan . belum memenuhi beberapa standar tersebut, terutama pada aspek ukuran, warna, dan arah panah sebagaimana yang telah ditetapkan dalam KM 22 Tahun 2005, di mana menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada beberapa aspek utama yang berdampak pada efektivitas penyampaian informasi. Temuan ini secara keseluruhan memperlihatkan bahwa signage yang ada belum memenuhi standar ideal yang seharusnya diterapkan pada Bandar Udara Kelas I seperti Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu. 2 Wawancara 1 Wawancara Terhadap Petugas Tabel 2. Hasil Wawancara Kepada Petugas Pertanyaan AuBagaimana Bapak/ Ibu secara pribadi selaku petugas bandara yang telah berpengalaman Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu terkait fasilitas signage yang telah tersedia di bandara ini?Ay AuMenurut Bapak/ Ibu signage petunjuk arah di bandara ini?Ay AuMenurut Bapak/ Ibu signage di bandara ini sudah jelas atau masih terdapat kekurangan? Jika terdapat kekurangan kirakira dibagian mana saja signage yang memerlukan perbaikan sebagai petunjuk arah yang jelas dan tidak kebingungan?Ay Ringkasan Tanggapan Kesimpulan Sudah cukup, masih ada Sudah cukup, ada catatan signage yang belum di untuk perbaikan signage perbaharui, masih perlu pintu keluar di lantai satu. adanya perubahan. Signage sangat penting oleh semua narasumber, memberikan nilai 5/5 Cukup baik, masih ditemui signage di lantai satu yang belum diperbaharui, dan arah boarding lounge dari area check-in counter yang belum ada. Signage exit tidak tersedia. Signage yang terlalu kecil. Signage dianggap sangat Perlu perbaikan di area lantai satu dan penyesuaian signage dengan perubahan Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Pertanyaan AuMenurut Bapak/ Ibu apa dampak positif/ negatif fasilitas signage di bandara ini?Ay AuSebagai petugas bandara apakah pernah mendapat laporan/ pertanyaan atau bahkan complain dari penumpang terkait signage di bandara ini?Ay AuSeberapa terkait lokasi yang dicari, dan lokasi apa yang paling sering ditanyakan oleh penumpang?Ay Ringkasan Tanggapan Dalam sudut pandang positif signage bermanfaat untuk penumpang dalam mencari fasilitas/ lokasi Sedangkan dalam sudut pandang negative, signage yang tidak sesuai akan Narasumber terkait fasilitas signage, tetapi mereka menemui penumpang yang bertanya terkait fasilitas/ lokasi secara langsung. Masing-masing memberikan angka pasti Lokasi yang paling sering dicari yakni boarding lounge, baggage counter check-in, security check, toilet, dan kargo. (Sumber: Penulis, 2. Kesimpulan Signage banyak memiliki dampak yang positif untuk para penumpang di bandar Tidak terdapat complain pertanyaan penumpang. Pertanyaan oleh para penumpang, karena mereka merasa fasilitas yang ditanyakan. Kesimpulan dari wawancara tersebut yakni sebagian besar signage yang ada di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu ini telah AuCukupAy. Namun masih memerlukan perbaikan, antara lain perlunya perbaharuan signage di beberapa, belum adanya signage pintu keluar di lantai satu terminal keberangkatan, dan tidak tersedianya signage tempat pengambilan bagasi. Maka dari itu, perlu adanya renovasi atau pembaharuan terhadap fasilitas signage yang telah tersedia agar disesuaikan dengan kondisi di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Signage dinilai sebagai fasilitas yang sangat penting untuk para penumpang dalam mencari lokasi ataupun fasilitas yang mereka butuhkan seperti yang diungkapkan petugas AOSI Departement Head AuSignage sangat penting dengan nilai 5/5Ay. Tentunya signage memiliki dampak yang positif jika diterapkan sesuai dengan Apabila signage tidak sesuai dengan standar, maka dampak yang ditimbulkan Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 untuk para penumpang adalah menimbulkan kebingungan bagi penumpang seperti yang diungkapkan oleh penumpang AuMasih ada tempat yang belum tersedia signage nya yaAy. Perihal keluhan dari para penumpang, petugas mayoritas menyatakan belum pernah menerima keluhan langsung, tetapi mereka mengakui bahwasanya petugas masih mendapati pertanyaan dari para penumpang mengenai lokasi-lokasi seperti ruang tunggu . oarding loung. , ruang pemeriksaan keamanan . ecurity chec. , tempat pengambilan bagasi . aggage clai. , kargo, toilet, serta tempat area lapor diri . heck-in counte. Berdasarkan jawaban dari para petugas dapat ditarik pernyataan bahwasanya ketersediaan signage di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu ini belum informatif sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh para penumpang. 2 Wawancara Terhadap Penumpang Tabel 3. Hasil Wawancara Kepada Penumpang Pertanyaan AuSudah berapa kali Bapak/ Ibu berangkat melalui Bandara Fatmawati Soekarno ini?Ay AuApakah Bapak/ Ibu telah signage?Ay AuJika Bapak/ Ibu merasa kebingungan terkait lokasi yang anda cari. Bapak/ Ibu akan lebih cenderung bertanya kepada petugas atau melihat signage untuk mencari hal tersebut?Ay AuSeberapa kebutuhan Bapak/ Ibu penumpang?Ay AuMenurut Bapak/ Ibu Bandara Fatmawati Soekarno ini sudah jelas atau belum? Jika belum dibagian mana Ringkasan Tanggapan Lebih (Penumpang Baru Pertama Kali (Penumpang Tidak mengetahui istilah petunjuk arah disebut dengan signage, hanya mengenal Aopetunjuk arah'. Kedua penumpang lebih memilih untuk bertanya Signage dinilai penumpang di Kesimpulan Penumpang terdiri Istilah signage masih asing bagi sebagian penumpang. Lebih mengenal dengan rambu petunjuk arah. Penumpang penting Diperlukan signage yang para sesuai bandar informatif. Cukup jelas, namun masih Signage masih belum tidak terdapat signage yang memenuhi sesuai kebutuhan menurut ekspektasi penumpang. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Pertanyaan sajakah yang masih kurang jelas atau kurang terlihat?Ay AuSaat Bapak/ Ibu berada di area check-in apakah anda melihat adanya signage tambahan di tiang dekat escalator?Ay AuApakah Bapak/ Ibu dapat menemukan signage pintu keluar dan pemeriksaan keamanan di area lantai mudah?Ay AuApakah Bapak/ Ibu dapat menemukan signage pintu keluar di area lantai dua dengan mudah?Ay Ringkasan Tanggapan Kesimpulan Ukuran signage yang Signage tambahan dinilai terlalu kecil, sehingga tidak belum informatif. terlihat jelas/ mencolok bagi kedua penumpang. Penumpang 1 menemukan Penempatan signage masih dengan mudah karena kurang strategis sudah mengenali alurnya, pengguna baru. menemukannya sehingga bertanya kepada petugas. Penumpang mudah, penumpang 2 menyatakan signage nya (Sumber: Penulis, 2. Penempatan Berdasarkan hasil wawancara kepada narasumber penumpang, disimpulkan bahwa kedua narasumber sepakat bahwa signage merupakan fasilitas layanan yang sangat penting untuk membantu penumpang dimana signage AuSignage ini memberikan informasi secara mudah dan tepat mengenai lokasi/ fasilitas yang penumpang butuhkan tanpa perlu bertanya kepada petugas terlebih dahuluAy. Kemudian, penumpang menyatakan bahwa AuSignage yang ada di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu ini masih membutuhkan perbaikan di beberapa titik lokasi karena memiliki ukuran yang terlalu kecil, lokasi signage yang tidak terlihat, tanda arah yang belum tepat, dan belum adanya renovasi terkait signage yang disesuaikan dengan perubahan area bandaraAy. Keterkaitan antara pendapat petugas dan penumpang di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu ini adalah signage menjadi andalan bagi para penumpang untuk menavigasi area atau fasilitas di bandar udara terutama jika mereka merupakan penumpang pertaman yang menggunakan jasa layanan bandar ini. Penumpang masih merasa kebingungan disebaban oleh signage yang ukurannya kecil, warna yang pudar, dan tidak visible dari sudut pandang tertentu di area check-in counter. Pendapat lainnya adalah secara keseluruhan signage yang ada di bandara ini telah membantu mereka untuk mencari atau menemukan lokasi atau fasilitas yang mereka butuhkan, dengan catatan bandara harus tetap meningkatkan fasilitas signage yang telah tersedia agar lebih Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Signage yang tersedia di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu masih harus ditingkatkan untuk penyesuaian berdasarkan standar yang berlaku supaya bisa dipahami dengan mudah oleh para penumpang. Signage berukuran kecil, warnanya yang telah memudar, dan tanda arah . yang tidak tepat membuat fasilitas informasi tersebut menjadi tidak informatif yang berakibat kepada penumpang yang kebingungan dalam mencari lokasi atau fasilitas yang mereka perlukan. Berdasarkan hal tersebut, penulis membuat sebuah denah digital sebagai bentuk inovasi untuk membantu peran signage di bandar udara sebagai fasilitas yang memberikan kemudahan bagi penumpang dalam menelusuri area atau lokasi di terminal keberangkatan. Denah digital yang penulis buat ini menggambarkan tata letak daripada terminal keberangkatan dan kedatangan di lantai satu maupun lantai dua dengan fasilitas-fasilitas utama yang dibutuhkan oleh para penumpang secara jelas dan lebih menarik. Denah digital ini adalah bentuk inovasi dari penulis yang telah mendapat persetujuan dari Airport Operation Service Improvement Departement Head. Denah digital ini diharapkan bisa menjadi salah satu bentuk media informasi yang banyak membantu penumpang di bandar udara dalam menavigasi area di terminal bandar udara. Ide ini didukung dengan pernyataan bahwa desain signage dan denah wayfinding yang diimplementasikan secara tepat akan memperkuat unsur-unsur di ruang publik sehingga bisa mengurangi kebingungan dalam memahami lokasi atau tata letak fasilitas yang tersedia (Harahap , 2. Gambar 6. Denah Lantai Satu Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu (Sumber: Penulis, 2. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 7. Denah Lantai Dua Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu (Sumber: Penulis, 2. Sebagai solusi, penulis merancang denah digital lantai satu dan dua terminal Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu yang ditampilkan pada gambar 6 dan 7. Denah digital tersebut direncanakan akan diterapkan pada e-kios atau digital banner yang tersedia di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu meliputi area: Area lantai satu terminal keberangkatan. Area lantai dua ruang tunggu. Area lantai satu terminal kedatangan. Denah lantai satu dan dua ini dilengkapi dengan Operational Signage serta Public and Concessionary Facility Signage, beserta keterangan angka untuk menunjukkan fasilitas-fasilitas pada terminal keberangkatan yang disertai dengan keterangan. Dengan adanya denah digital ini, diharapkan dapat meningkatkan navigasi penumpang secara signifikan, mengurangi kebingungan, dan mempercepat proses penemuan lokasi atau fasilitas yang dibutuhkan, sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi penumpang di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu. KESIMPULAN Berdasarkan hasil observasi dan analisis terhadap fasilitas signage di terminal keberangkatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, dapat disimpulkan bahwa meskipun sebagian signage telah memenuhi standar penulisan warna dan format umum, namun masih terdapat tiga titik utama yang menunjukkan ketidaksesuaian dengan standar KM 22 Tahun 2005, yaitu: Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 10. Nomor 2. Desember 2025 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Area Check-in Counter . , ukuran huruf yang terlalu kecil dan warna signage yang telah memudar sehingga tidak terbaca dari jarak normal penumpang. Area Eskalator Lantai 1 . , hierarki warna tidak sesuai standar dan penempatan signage sebagian terhalang, sehingga mengurangi visibilitas. Area Lantai Dua dekat Pemeriksaan Keamanan . , arah panah tidak sesuai dengan posisi fasilitas sebenarnya . anah mengarah ke atas, padahal fasilitas berada di sisi kiri-bawa. Hal tersebut mengakibatkan ketidakteraturan flow atau arus dari para penumpang dan membuat penumpang merasakan kebingungan bahkan kesulitan dalam mendapatkan informasi terkait lokasi atau fasilitas yang mereka butuhkan di bandar udara. Dampak yang ditimbulkan dari hal ini adalah penumpang lebih memilih untuk bertanya kepada petugas di bandar udara daripada harus mengandalkan signage yang ada di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas layanan informasi atau signage di bandar udara ini belum memenuhi standar fasilitas informasi informatif. Idealnya, signage bisa diandalkan penumpang sebagai panduan dalam menavigasi areaarea di terminal bandar udara. Oleh karena itu, pembaharuan signage yang belum memenuhi standar itu sangat diperlukan agar informasi mengenai lokasi-lokasi bisa tersampaikan dengan baik. SARAN Sebagai langkah lebih lanjut bentuk dari pengembangn penelitian yang membahas topik signage ini, penulis memiliki sebuah saran untuk Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu agar bisa menerapkan digital denah yang penulis buat sebagai sarana pendukung fungsi dari signage yang ada di bandara. Hal ini akan menjadi sebuah nuansa baru untuk para penumpang terkait fasilitas informasi yang lebih menarik untuk dilihat dan membantu para penumpang menavigasi area di terminal bandar udara dengan mudah. DAFTAR PUSTAKA