Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata di Danau Toba Ngatemin1. Dewi Yanti2. Liyushiana3*. Dina Rosari4. Budi Prayogi5. Agustinus Denny6 Politeknik Pariwisata Medan *Email korespondensi: liyushiana@poltekparmedan. Riwayat artikel Diajukan Diterima Dipublikasikan : 04 Desember 2024 : 23 April 2025 : 31 Mei 2025 Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam sektor pariwisata melalui pemasaran digital dan diversifikasi produk di desa wisata sekitar Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Program ini difokuskan pada pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan produk wisata lokal, dengan memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pemasaran digital dan pengembangan produk yang dapat meningkatkan daya saing desa wisata. Peserta kegiatan ini terdiri dari 30 orang perempuan pegiat wisata yang berasal dari berbagai desa wisata di sekitar Danau Toba. Metode pelaksanaan terdiri dari identifikasi awal, pelatihan, diskusi, dan praktik langsung mengenai penggunaan media sosial untuk pemasaran produk serta diversifikasi produk wisata untuk menarik lebih banyak wisatawan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta untuk mengimplementasikan pemasaran melalui media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, serta kesadaran tentang pentingnya diversifikasi produk dalam memperkaya pengalaman wisata. Diharapkan program ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan desa wisata, memperkuat peran perempuan, dan meningkatkan daya saing destinasi pariwisata di Danau Toba. Kata kunci: Pemberdayaan Perempuan. Pemasaran Digital. Diversifikasi Produk. Desa Wisata Abstract This community service activity aims to enhance the capacity of women in the tourism sector through digital marketing and product diversification in tourism villages around the Super Priority Destination of Lake Toba. The program focuses on empowering women in managing local tourism products by providing knowledge on the importance of digital marketing and product development to increase the competitiveness of tourism villages. The participants of this activity consist of 30 women tourism practitioners from various tourism villages around Lake Toba. The implementation method includes initial identification, training, discussions, and hands-on practice in using social media for product marketing and diversifying tourism products to attract more visitors. The results show participants' enthusiasm to implement marketing via social media, particularly Instagram and TikTok, as well as an increased awareness of the importance of product diversification in enriching the tourism experience. It is expected that this program will positively contribute to the development of tourism villages, strengthen the role of women, and enhance the competitiveness of tourism destinations in Lake Toba. Keywords: woman empowerment, digital marketing, product diversification, tourism village https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Pendahuluan Desa wisata memainkan peran strategis dalam pembangunan ekonomi lokal di Indonesia, termasuk di sekitar Destinasi Super Prioritas Danau Toba (Sari and Suarka. Zaenal. Sagala and Armayanti, 2016. Pantiyasa and Semara, 2. Desa-desa ini menawarkan potensi besar untuk menciptakan pengalaman wisata unik berbasis budaya, alam, dan tradisi lokal (Sari, 2019. Yenni. Tenerman and Sinaga, 2021. Liyushiana et al. Namun, kenyataannya, daya saing desa wisata seringkali terhambat oleh kurangnya inovasi, kualitas produk yang belum optimal, serta strategi pemasaran yang belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas (Ayu. Nurwahidah and Hartono, 2021. Prabowo and Pamurti, 2. Oleh karena itu, diperlukan program yang terstruktur untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing desa wisata, agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat lokal. Dalam ekosistem desa wisata, perempuan memiliki peran yang sangat penting (Adnyani and Irwanti, 2. Mereka adalah pelaku utama dalam berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari produksi kerajinan tangan, pengolahan kuliner khas, hingga penyediaan jasa pariwisata seperti homestay dan pemanduan wisata (Sutrisna, 2011. Ahmad and Yunita, 2019. Haslinda, 2. Selain itu, perempuan juga berperan sebagai penjaga tradisi dan budaya lokal, yang menjadi identitas unik dari sebuah desa wisata. Meskipun demikian, banyak perempuan di desa wisata yang menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses terhadap pelatihan, sumber daya, dan jaringan pasar. Keterbatasan ini sering kali menghambat mereka untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi secara maksimal terhadap pembangunan desa wisata (Andani and Musadad, 2017. Adnyani and Irwanti, 2. Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan yang tepat, perempuan dapat menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa Fokus pada pemasaran dan diversifikasi produk wisata merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing desa wisata (Komariah. Saepudin and Yusup. Sarunggu. Soemanto and Sumantyo, 2018. Sihombing and Antonio, 2. Dalam era digital saat ini, pemasaran melalui media sosial dan platform daring menjadi cara yang efektif untuk menjangkau wisatawan, baik domestik maupun mancanegara (Andih. Warokka and Sangary, 2022. ShofiAounnafi, 2. Tanpa strategi pemasaran yang kuat, potensi desa wisata sulit untuk dikenal oleh khalayak luas. Selain itu, diversifikasi produk wisata juga sangat diperlukan untuk memberikan daya tarik yang lebih besar kepada wisatawan (Suwarno, 2. Produk wisata yang monoton dapat mengurangi minat kunjungan, sedangkan inovasi dalam menciptakan pengalaman unik, seperti pengembangan suvenir berbasis budaya atau kegiatan wisata berbasis komunitas, dapat meningkatkan minat dan pengalaman wisatawan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengintegrasikan penguatan kapasitas perempuan, strategi pemasaran digital, dan inovasi produk wisata sebagai upaya meningkatkan daya saing desa wisata di sekitar Danau Toba. Tujuan akhir dari pengabdian ini akan berupa rencana aksi yang digagas peserta pengabdian sehingga diharapkan dapat diimplementasikan di desa wisata masing-masing. Dengan melibatkan perempuan secara aktif dalam pelatihan dan diskusi interaktif, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri mereka dalam mengelola usaha pariwisata. Pendekatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi perempuan pelaku usaha, tetapi juga menciptakan efek berganda . ultiplier effec. bagi masyarakat desa secara keseluruhan. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendorong terciptanya sinergi antara komunitas lokal, pemerintah, dan pelaku industri pariwisata untuk bersama-sama membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan penguatan kapasitas perempuan dan fokus pada pemasaran serta diversifikasi produk wisata, desa wisata di sekitar Danau Toba dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang tidak https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan melestarikan kekayaan budaya serta tradisi yang dimiliki. Metode Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan upaya penelitian untuk memperoleh data ilmiah terkait dampak dan pelaporan aktivitas yang dilakukan. Desain penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan memaparkan informasi dan langkah yang dilakukan selama pengabdian berlangsung. Target yang diteliti merupakan peserta pengabdian yang terdiri atas 30 orang yang merupakan pelaku dan pegiat wisata di sekitar Danau Toba. Data yang diperoleh dari peserta pengabdian dianalisis secara deskriptif, terutama bagaimana pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan dan bagaimana implementasi ke depannya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang melalui tiga tahap utama: Persiapan. Implementasi (Pelaksanaan di Lapanga. , dan Evaluasi yang ditunjukkan oleh gantt chat pada tabel 2. Setiap tahap dilaksanakan dengan pendekatan yang terstruktur, melibatkan berbagai pihak, dan menggunakan metode partisipatif untuk memastikan keberhasilan kegiatan. Tahap Persiapan . Ae30 November 2. Pada tahap ini, tim pelaksana memulai kegiatan dengan melakukan koordinasi internal dan eksternal untuk memastikan kelancaran kegiatan. Aktivitas utama meliputi: A Koordinasi Penyelenggaraan: Melibatkan seluruh tim untuk menyusun jadwal, menetapkan peran, dan menyiapkan materi pelatihan. A Teknis Operasional: Melakukan penentuan lokasi kegiatan, persiapan logistik, dan memastikan ketersediaan sarana seperti alat presentasi, modul, dan kebutuhan A Penetapan Peserta: Menetapkan kelompok perempuan yang akan menjadi sasaran program berdasarkan kriteria tertentu, seperti keterlibatan dalam usaha lokal atau peran aktif di desa wisata. Keluaran dari tahap ini adalah daftar peserta, materi pelatihan, dan logistik yang telah siap, memastikan semua aspek teknis terpenuhi sebelum implementasi dimulai. Tahap Implementasi di Lapangan . Desember 2. Tahap ini merupakan inti kegiatan, di mana penguatan kapasitas perempuan dilakukan melalui serangkaian workshop dan diskusi interaktif. Berdasarkan rundown . ada tabel . kegiatan, metode yang digunakan meliputi: A Workshop Interaktif: Peserta mengikuti materi seperti warming up dan identifikasi potensi lokal untuk membantu mereka memahami dan memetakan kekuatan serta tantangan dalam mengembangkan produk wisata. Dilanjutkan dengan materi tentang pemasaran digital dan branding . leh Stella Angelica Lumbangaol. Manager Desa Wisata Hutatingg. , peserta diajarkan strategi promosi yang efektif di era digital. A Diskusi Partisipatif: Diskusi dilakukan setelah setiap sesi materi, memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya dan berdialog langsung dengan Hal ini bertujuan untuk memastikan pemahaman dan memberikan solusi spesifik untuk tantangan yang dihadapi. A Praktik Rencana Aksi dan Simulasi: Peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan strategi branding dan pemasaran digital, seperti membuat konsep branding produk lokal mereka atau mencoba memanfaatkan media sosial untuk https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Tabel 1. Rundown Kegiatan Pukul Kegiatan Keterangan 00Ae08. 30 Registrasi Peserta Panitia 30Ae09. 00 Pembukaan: Sambutan dan Pembukaan Dr. Dewi Yanti. Kom. Kom 00Ae10. 00 Materi 1: Warming up dan Identifikasi Awal Dr. Liyushiana. ST. Par. 00Ae10. 15 Tanya Jawab dan Diskusi 1 Peserta & Narasumber 15Ae10. 45 Coffee Break Panitia Stella Angelica Lumbangaol 45Ae11. 45 Materi 2: Dasar-dasar Pemasaran Digital (Manajer Dewi Hutatingg. 45Ae12. 00 Tanya Jawab dan Diskusi 2 Peserta & Narasumber 00Ae13. 00 Ishoma Panitia 00Ae14. 15 Simulasi dan Praktik Peserta, narsum dan panitia Penutupan Panitia Tahap Evaluasi . -5 Desember 2. Setelah kegiatan implementasi selesai, dilakukan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program. Metode evaluasi meliputi: A Observasi Langsung: Mengamati keterlibatan peserta selama kegiatan untuk menilai peningkatan pemahaman dan partisipasi. A Kuesioner dan Wawancara: Mengumpulkan umpan balik dari peserta terkait materi, metode pelatihan, dan relevansi program dengan kebutuhan mereka. A Penyusunan Laporan: Menyusun laporan akhir yang mencakup hasil kegiatan, tantangan yang dihadapi, dan rekomendasi untuk pengembangan program lebih Tahap Persiapan Implementasi Evaluasi Tabel 2. Gantt Chart Pelaksanaan: 1Ae30 Nov 2 Des 3-5 Des nOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnO nOnOnOnOnOnOnOnOnOnO nOnOnOnOnOnOnOnOnOnO Melalui metode pelaksanaan ini, kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat berjalan secara efektif, memberikan dampak nyata bagi peserta, dan menghasilkan luaran yang mendukung keberlanjutan desa wisata. Selain itu, pemilihan peserta juga dilakukan dengan selektif dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yaitu: . perempuan yang terlibat dalam aktivitas wisata, . dinominasikan oleh pokdarwis atau komunitas pegiat wisata lokal. Total sejumlah 30 orang peserta wanita dari beragam background pegiat wisata ikut serta dalam kegiatan ini. Statistik peserta kegiatan adalah sebagai berikut: https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Peserta PKM Industri Cinderamata Rumah Makan/Kuliner Lokal Homestay Guide Gambar 1. Asal peserta PKM Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Identifikasi Awal Pada sesi warming up . eperti ditampilkan pada gambar . yang bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman awal peserta, dilakukan pendataan terhadap beberapa aspek utama, yakni peranan perempuan dalam pariwisata, pemasaran, dan diversifikasi produk. Hasil identifikasi menunjukkan data berikut: Peranan Perempuan dalam Pariwisata: Seluruh peserta . %) setuju bahwa perempuan memiliki peranan signifikan dalam kegiatan pariwisata, baik sebagai pelaku usaha, penjaga tradisi, maupun motor penggerak komunitas. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran yang kuat di antara peserta mengenai pentingnya kontribusi perempuan dalam pengembangan sektor pariwisata lokal. Namun, hanya 66,67% peserta yang merasa bahwa perempuan telah diberikan keleluasaan penuh untuk berperan dalam pengembangan desa wisata di kawasan Danau Toba. Data ini mencerminkan masih adanya hambatan, baik struktural maupun kultural, yang perlu diatasi untuk mendukung pemberdayaan perempuan secara Pemahaman tentang Pemasaran: Dari 30 peserta yang hadir, 23 orang . ,67%) memiliki pemahaman dasar tentang konsep pemasaran. Namun, hanya 7 orang . ,33%) yang aktif memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk mereka. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik pemasaran, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital. Pemahaman tentang Diversifikasi Produk: Hanya 8 orang . ,67%) yang mengetahui konsep diversifikasi produk wisata. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar peserta belum memahami pentingnya menciptakan variasi produk untuk meningkatkan daya tarik dan keberlanjutan usaha pariwisata mereka. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Gambar 2. Penyampaian Jawaban Peserta untuk Identifikasi Awal Hasil identifikasi awal ini menunjukkan pentingnya pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan, khususnya dalam pemasaran digital dan diversifikasi produk. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan adalah: Kesadaran tentang Peran Perempuan: Meskipun peserta menyadari pentingnya peran perempuan dalam pariwisata, masih terdapat kendala dalam mewujudkan ruang partisipasi yang setara. Program ini menjadi langkah penting untuk membuka lebih banyak peluang dan memberdayakan perempuan secara langsung. Pemanfaatan Media Digital: Tingkat pemanfaatan media sosial sebagai alat pemasaran masih rendah . ,33%). Hal ini menjadi salah satu prioritas untuk ditingkatkan melalui pelatihan teknis pemasaran digital, agar peserta mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk lokal mereka. Kurangnya Pemahaman tentang Diversifikasi Produk: Rendahnya pemahaman peserta . ,67%) tentang diversifikasi produk menggarisbawahi perlunya pelatihan yang lebih spesifik dan praktis dalam menciptakan inovasi produk wisata. Dengan diversifikasi, desa wisata dapat menawarkan lebih banyak pilihan kepada wisatawan, sekaligus meningkatkan pendapatan lokal. Hasil ini menjadi dasar penting untuk menentukan fokus dan arah dari sesi berikutnya dalam program pengabdian, sehingga mampu memberikan solusi yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan peserta dan kondisi desa wisata di sekitar Danau Toba. 2 Peningkatan kompetensi di bidang pemasaran dan diversifikasi produk Pada sesi pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, peserta diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pemasaran dan diversifikasi produk wisata dengan menggunakan Desa Lumban Suhi-suhi sebagai contoh implementasi nyata. Desa ini telah menerapkan strategi pemasaran digital dan diversifikasi produk dengan tujuan meningkatkan daya saing desa wisata serta memberdayakan perempuan lokal. Berikut adalah hasil yang dicapai dari kegiatan ini: Pemasaran melalui Platform Digital Di Desa Lumban Suhi-suhi, pemasaran produk lokal seperti ulos telah dilakukan secara periodik menggunakan berbagai platform digital, seperti TikTok. Instagram (IG), dan Shopee Live. Pemasaran melalui live sale ini memberikan gambaran langsung kepada peserta mengenai cara efektif untuk memasarkan produk mereka secara real-time kepada audiens yang https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 lebih luas. Para peserta diajarkan bagaimana cara memanfaatkan platform digital tersebut untuk: Meningkatkan eksposur produk lokal, seperti ulos, kepada pasar yang lebih besar dan beragam. Membuat konten yang menarik untuk meningkatkan interaksi dengan Memahami cara memanfaatkan fitur-fitur platform seperti live streaming, untuk berinteraksi langsung dengan konsumen dan membangun hubungan yang lebih personal. Gambar 3. Materi oleh Ibu Stella Angelica Lumbangaol (Manajer Dewi Hutatingg. Praktik pemasaran digital ini telah memberikan pemahaman kepada peserta mengenai manfaat jangka panjang yang bisa didapatkan, seperti meningkatkan penjualan dan memperluas pasar, terutama dengan memanfaatkan kekuatan media sosial yang sudah sangat populer di kalangan masyarakat. Diversifikasi Produk Wisata di Lumban Manik. Selain pemasaran. Desa Lumban Suhi-suhi juga telah melaksanakan kegiatan diversifikasi produk wisata dengan membuka objek wisata baru berupa Pantai Lumban Manik. Pantai ini dibuka untuk menopang produk wisata eksisting di Kampung Ulos Hutaraja, yang dikenal dengan produk ulos tradisionalnya. Kegiatan diversifikasi produk ini bertujuan Menarik lebih banyak wisatawan dengan menyediakan lebih banyak pilihan aktivitas, seperti wisata pantai, yang dapat menarik berbagai kalangan, baik keluarga, pecinta alam, maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai. Meningkatkan pendapatan desa melalui peningkatan kunjungan wisatawan yang dapat menikmati berbagai atraksi wisata, dari belanja ulos hingga menikmati keindahan alam Pantai Lumban Manik. Meningkatkan keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengelolaan dan penyediaan produk wisata yang lebih beragam. Dengan pengembangan wisata pantai ini, peserta diberikan pemahaman bahwa diversifikasi produk wisata tidak hanya sebatas penambahan tempat wisata baru, tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih kaya bagi wisatawan, yang akan meningkatkan minat mereka untuk mengunjungi desa wisata lebih dari sekali. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Manfaat dan Strategi Praktik Pemasaran serta Diversifikasi Produk. Dalam sesi ini, dijelaskan manfaat jangka panjang dari strategi pemasaran dan diversifikasi produk, yang antara lain adalah: Meningkatkan Daya Saing Desa Wisata: Dengan pemanfaatan pemasaran digital dan diversifikasi produk, desa wisata dapat bersaing dengan destinasi wisata lainnya yang lebih maju. Pemasaran yang efektif dapat membawa lebih banyak wisatawan, sedangkan diversifikasi produk memberikan pilihan lebih banyak kepada wisatawan, sehingga meningkatkan kepuasan dan kemungkinan mereka untuk kembali lagi. Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Lokal: Penjualan produk lokal seperti ulos dan atraksi wisata baru membuka peluang bagi masyarakat, terutama perempuan, untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Beberapa contoh strategi pemasaran dan diversifikasi produk yang bisa dilakukan oleh perempuan di desa wisata antara lain: Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan Pemasaran: Perempuan dapat berperan aktif dalam membuat konten kreatif di media sosial, seperti foto atau video produk, serta cerita yang dapat menarik perhatian calon pembeli atau Pengembangan Produk Baru yang Memanfaatkan Potensi Lokal: Misalnya, membuka usaha kuliner lokal atau membuat kerajinan tangan khas daerah yang dapat dijual sebagai cenderamata bagi wisatawan. Kolaborasi Antar Perempuan di Desa Wisata: Perempuan bisa bekerja sama dalam mengembangkan paket wisata atau program komunitas, seperti tur bersama, kelas memasak tradisional, atau workshop pembuatan ulos. Pada akhir sesi, peserta juga diberi kesempatan untuk berdiskusi tentang strategi yang dapat mereka terapkan di desa masing-masing, dengan memperhatikan potensi dan kekuatan lokal yang mereka miliki. Rencana Aksi Pada sesi praktik atau simulasi, peserta diminta untuk memaparkan rencana aksi mereka terkait pemasaran dan diversifikasi produk, dengan tujuan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan. Gambar 4. Sesi Praktik dan Pembuatan Rencana Aksi https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Berdasarkan diskusi dan pemaparan rencana aksi dari peserta, berikut adalah beberapa hasil yang dapat disoroti: Pembuatan Akun Pemasaran Khusus di Media Sosial. Hampir seluruh peserta . ,33%) setuju untuk membuat akun khusus untuk pemasaran produk mereka di platform media sosial. Mereka menyadari pentingnya memisahkan antara akun pribadi dengan akun bisnis agar strategi pemasaran bisa lebih terfokus dan profesional. Akun bisnis ini akan digunakan untuk menampilkan produk-produk lokal desa wisata, seperti ulos, serta informasi mengenai objek wisata dan aktivitas yang tersedia di desa tersebut. Di sisi lain, akun pribadi akan lebih digunakan untuk mendukung promosi akun bisnis tersebut, dengan cara membagikan konten promosi, berbagi testimoni, dan menarik jaringan pribadi mereka untuk mendukung akun pemasaran. Pembagian ini memberikan keuntungan ganda, yaitu memanfaatkan jaringan pribadi sambil menjaga citra profesional akun bisnis. Pemanfaatan Instagram Ads Beberapa peserta . ekitar 43%) juga tertarik untuk menggunakan Instagram Ads sebagai strategi pemasaran produk mereka. Instagram Ads merupakan salah satu fitur yang memungkinkan produk mereka dapat dipromosikan secara lebih luas dan terarah ke audiens yang relevan. Peserta yang tertarik dengan fitur ini menyadari bahwa untuk meningkatkan jangkauan pasar dan daya saing produk wisata, iklan berbayar di Instagram dapat membantu menargetkan demografi spesifik, baik Dengan pemahaman tentang Instagram Ads, peserta dapat lebih fokus dalam memilih audiens yang berpotensi menjadi konsumen mereka, seperti wisatawan lokal, nasional, atau bahkan internasional yang tertarik pada budaya dan produk khas daerah. Ini memberikan peluang besar bagi produk lokal untuk lebih dikenal di pasar yang lebih luas. Rencana Diversifikasi Produk. Selain pemasaran, pada sesi ini peserta juga diminta untuk merancang rencana aksi terkait diversifikasi produk wisata mereka. Beberapa peserta mengusulkan untuk menciptakan produk wisata baru yang dapat mendukung atraksi utama desa mereka. Sebagai contoh, selain produk ulos, mereka berencana untuk memanfaatkan potensi alam dan budaya setempat dengan mengembangkan paket wisata berbasis pengalaman lokal, seperti kelas kerajinan tangan, tur kuliner tradisional, atau wisata alam ke tempat-tempat tersembunyi di sekitar desa. Dengan diversifikasi produk yang tepat, desa wisata bisa menawarkan lebih banyak pilihan kepada wisatawan, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak pengunjung dan memperkaya pengalaman wisatawan. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Gambar 5. Sesi Diskusi Lanjutan Hasil dari sesi praktik ini menunjukkan bahwa peserta memiliki kemauan yang kuat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan fokus pada pemasaran digital dan diversifikasi produk, mereka mengakui pentingnya memanfaatkan teknologi dan media sosial dalam memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas. Beberapa peserta yang tertarik untuk menggunakan Instagram Ads menunjukkan adanya kesadaran mereka terhadap pentingnya investasi dalam pemasaran digital untuk mencapai audiens yang lebih luas dan lebih terarah. Selain itu, pembuatan akun khusus untuk pemasaran di media sosial menjadi langkah praktis dan efisien yang langsung dapat diterapkan oleh peserta. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap pengelolaan dan promosi produk desa wisata mereka, terutama dalam menarik wisatawan lebih banyak. Melalui pengembangan produk dan pemasaran yang lebih terstruktur, desa wisata di sekitar Danau Toba, khususnya Desa Lumban Suhi-suhi, berpotensi untuk lebih bersaing di pasar pariwisata yang semakin Secara keseluruhan, sesi ini memberikan pemahaman praktis yang bermanfaat bagi peserta untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memasarkan dan mendiversifikasi produk wisata lokal dengan cara yang lebih efektif dan berkelanjutan. Feedback Peserta Pengabdian Dalam kegiatan pengabdian ini, peserta diberikan kesempatan untuk secara lisan menyampaikan apa saja yang menjadi feedback mereka selama kegiatan pengabdian Peserta yang hadir menyampaikan bahwa aktivitas dengan output rencana aksi merupakan hal yang belum terlalu familiar, dan mereka merasa gamang apakah nanti di lapangan mereka benar-benar mampu mengimplementasikan apa yang sudah mereka Oleh sebab itu, mereka mengharapkan agar kegiatan ini dilaksanakan berkelanjutan agar dapat mengevaluasi sejauh mana rencana aksi dilaksanakan serta mengobservasi bagaimana tantangan dan kendala yang muncul di lapangan. Simpulan Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertema penguatan kapasitas perempuan di Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi peserta, khususnya perempuan yang terlibat dalam pengelolaan desa Bukti pemahaman bagi peserta ini terlihat dari mampunya mereka menyusun sebuah rencana aksi sebagai output dari rangkaian kegiatan pengabdian yang dilakukan. Melalui serangkaian sesi pelatihan dan praktik, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pemasaran digital dan diversifikasi produk untuk meningkatkan daya saing desa wisata. Pada sesi identifikasi awal, mayoritas peserta setuju bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 dan berkomitmen untuk lebih berperan aktif dalam upaya tersebut. Dalam hal pemasaran, peserta menyadari pentingnya memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok. Instagram, dan Shopee Live untuk mempromosikan produk lokal, seperti ulos, kepada audiens yang lebih luas. Di samping itu, sesi mengenai diversifikasi produk memberikan gambaran bagaimana Desa Lumban Suhi-suhi telah berhasil mengembangkan objek wisata baru, seperti Pantai Lumban Manik, yang mendukung produk wisata eksisting dan memperkaya pengalaman wisatawan. Selain itu, hasil dari sesi praktik menunjukkan bahwa peserta sangat antusias untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran, dengan sebagian besar peserta berencana untuk membuat akun bisnis di media sosial dan memisahkan akun pribadi mereka. Beberapa peserta bahkan tertarik untuk memanfaatkan Instagram Ads untuk memperluas jangkauan pemasaran mereka. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan daya saing produk wisata di desa mereka. Untuk mendukung keberlanjutan pengembangan desa wisata, sangat dianjurkan agar peserta melanjutkan upaya pemasaran digital dengan lebih fokus dan terarah. Penggunaan platform media sosial yang lebih variatif, seperti Facebook dan YouTube, serta teknik iklan berbayar seperti Instagram Ads, bisa diperluas untuk meningkatkan visibilitas produk dan atraksi wisata. Selain itu, pelatihan berkelanjutan tentang teknikteknik pemasaran digital yang lebih canggih bisa dilakukan untuk mengasah keterampilan Sebagai tambahan, program pemberdayaan perempuan dalam sektor pariwisata perlu ditingkatkan. Perempuan di desa wisata harus diberikan lebih banyak kesempatan untuk berperan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan bisnis wisata. Hal ini bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan terkait kepemimpinan, manajerial, dan Referensi Adnyani. and Irwanti. AoPemberdayaan Perempuan Melalui Peningkatan Kemampuan Komunikasi Pemasaran Di Desa WisataAo, in Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK), pp. 105Ae111. Ahmad. and Yunita. AoKetidakadilan gender pada perempuan dalam industri pariwisata Taman Nasional KomodoAo. Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 4. Andani. and Musadad. AoPeran Perempuan Dalam Kegiatan Pariwisata Di Kampung Wisata Tebing Tinggi Okura Kota PekanbaruAo. Riau University. Andih. Warokka. and Sangary. AoPengaruh Media Sosial Facebook Terhadap Minat Kunjungan Wisatawan pada Objek Wisata Tuur Maasering TomohonAo. Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata, 5. , pp. 211Ae220. doi: https://doi. org/10. 35729/jhp. Ayu. Nurwahidah. and Hartono. AoStrategi Pengembangan Komoditas Lokal untuk Penerapan One Village One Product (OVOP) di Kabupaten SumbawaAo. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 5. , pp. 306Ae314. doi: 10. 21776/ub. Haslinda. AoPartisipasi perempuan dalam dunia pariwisataAo, an-Nisa, 10. , pp. 92Ae98. Komariah. Saepudin. and Yusup. AoPengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan LokalAo. Jurnal Pariwisata Pesona, 3. , pp. 158Ae174. 26905/jpp. Liyushiana et al. AoCultural-Heritage Virtual Tour for Tourism Recovery Post COVID-19: A Design and EvaluationAo. International Journal of Design & Nature and Ecodynamics, 17. , pp. 447Ae451. doi: 10. 18280/ijdne. Pantiyasa. and Semara. AoPemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendampingan Melalui Pelatihan CHSE (Cleanliness. Health. Safety. Environmen. Di Desa Wisata KabaKaba. Tabanan. BaliAo. Jurnal Abdi Masyarakat, 1. , pp. 1Ae10. Prabowo. and Pamurti. AoKajian Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Konsep Desa Wisata Kandri Di Kota SemarangAo. Plano Madani, 10. , pp. 221Ae227. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 1-12. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Available id/index. php/planomadani/article/view/15792/pdf. http://journal. Sari. and Suarka. Ma. AoPenerapan Community Based Tourism Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Sebagai Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Taro Kecamatan Tegallalang . Gianyar BaliAo, 1. , pp. 1Ae49. Available https://repositori. id/protected/storage/upload/repositori/6f65af8706cecd39d0a0f1 Sari. Budaya Keramahtamahan (Hospitalit. Suku Batak Toba terhadap Wisatawan di Desa Tomok Persaoran Kabupaten Samosir. Universitas Sumatera Utara. Available at: http://repositori. id/bitstream/handle/123456789/21912/150905044. pdf?sequence=3 Sarunggu. Soemanto. and Sumantyo. AoStrategi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Industri Kreatif Seni Batik Di Kabupaten NgawiAo. Jurnal Cakra Wisata, 19. , pp. 1Ae10. Available at: https://jurnal. id/cakra-wisata/article/view/34110. ShofiAounnafi . AoAnalisis Deskriptif Desa Wisata Religi Mlangi Berbasis Komponen 3A ( Atraksi . Aksesibilitas . Amenitas ) PariwisatAo. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 13. , pp. 69Ae85. Sihombing. and Antonio. Pemasaran Desa Wisata dengan Fokus pada Memorable Tourism Experience. Penerbit NEM. Sutrisna. AoProblematika perempuan bekerja di sektor pariwisata (Studi Kasus Perhotela. Ao. Jurnal Aplikasi Bisnis, 1. , pp. 97Ae102. Suwarno. AoModels of Land Use Development in Water Toarism Area Case Study: Jolotundo Water Recreation. KlatenAo. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 16. Yenni. Tenerman. and Sinaga. AoPeningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris Masyarakat Lokal terhadap Pariwisata Desa Lumban Suhi-Suhi ToruanAo. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. , pp. 83Ae87. doi: 10. 53299/bajpm. Zaenal. Sagala. and Armayanti. AoAnalisis Partisipasi Masyarakat Dalam Peningkatan Daya Saing Pariwisata Di Kawasan Geopark Danau TobaAo. Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 16. , p. doi: 10. 20961/jab. Ucapan Terima Kasih