AR-RIHLAH: JURNAL KEUANGAN DAN PERBANKAN SYARIAH Vol. No. 02 September 2024, hlm. Available at https://jurnal. id/ar-rihlah/index ESG DISCLOSURE INDEX PT BANK SYARIAH ALADIN: ANALISIS BERBASIS SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARDS BOARD (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 1*,2,3 Universitas Sangga Buana, *Corresponding Author e-mail: ramlanindranugraha@gmail. academic@gmail. com, nurdelima. g@gmail. Masuk: Juli 2024 Penerimaan: September 2024 Publikasi: Oktober 2024 ABSTRAK Artikel ini menganalisis index pengungkapan ESG . nvironmental, social, governanc. pada sustainability report PT Bank Syariah Aladin tahun 2023 berdasarkan kerangka SASB (Sustainability Accounting Standards Boar. Pengungkapan ESG menjadi aspek kunci dalam manajemen perusahaan modern termasuk perbankan syariah. ESG sejalan dengan tujuan syariah yaitu mencapai maslahah . esejahteraan umu. Pengungkapan ESG PT Bank Syariah Aladin bertujuan untuk memenuhi standar global, dan mencerminkan nilai-nilai etis Islam. Artikel ini bermaksud untuk menelaah kepatuhan terhadap pengungkapan pada standar yang relevan serta mengukur index pengungkapan ESG PT Bank Syariah Aladin tahun 2023 dengan menggunakan Sustainability Accounting Standards Board (SASB) industri bank komersial. Metode penelitian menggunakan kualitatif pendekatan analisis konten untuk menelaah laporan keberlanjutan perusahaan dan kuantitatif pendekatan indikator ceklis untuk mengukur index pengungkapan ESG perusahaan. Hasil penelitian menunjukan kode SASB aspek environmental FN-CB-410b. FN-CB-130a. FN-CB-305 telah dipatuhi sebagian, kode SASB pada aspek social FN-CB-240a. FNCB-240a. FN-CB-240a. 4 telah dipatuhi sebagian, dan kode pada aspek governance FN-CB-510a. FN-CB-550a. 2 telah dipatuhi secara utuh. Perhitungan skor untuk aspek Environmental sebesar 50%, skor untuk aspek social sebesar 50%, dan skor untuk aspek governance sebesar 100%. Dengan demikian dapat dikatakan PT Bank Syariah Aladin telah melakukan ESG disclosure meskipun terdapat beberapa kode pada SASB yang belum diungkap secara menyeluruh. Kata Kunci: ESG. SASB. Bank Syariah Aladin. Index Pengungkapan ESG. Laporan Keberlanjutan. ABSTRACT This article analyzes the ESG . nvironmental, social, governanc. disclosure index in the sustainability report of PT Bank Syariah Aladin in 2023 based on the SASB (Sustainability Accounting Standards Boar. ESG disclosure is a key aspect in modern corporate management including Islamic banking. ESG is in line with the objectives of sharia, namely achieving maslahah . eneral welfar. ESG disclosure of PT Bank Syariah Aladin aims to meet global standards and reflect Islamic ethical values. This article intends to examine compliance with disclosures on relevant standards and measure the ESG disclosure index of PT Bank Syariah Aladin in 2023 using the Sustainability Accounting Standards Copyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 Board (SASB) of the commercial banking industry. The research method uses a qualitative content analysis approach to examine the company's sustainability report and a quantitative checklist indicator approach to measure the company's ESG disclosure index. The results of the study show that the SASB codes for environmental aspects FN-CB-410b. FN-CB130a. FN-CB-305 have been partially complied with, the SASB codes for social aspects FN-CB-240a. FN-CB-240a. FN-CB-240a. 4 have been partially complied with, and the codes for governance aspects FN-CB510a. FN-CB-550a. 2 have been fully complied with. The score calculation for the Environmental aspect is 50%, the score for the social aspect is 50%, and the score for the governance aspect is 100%. Thus, it can be said that PT Bank Syariah Aladin has carried out ESG disclosure even though there are several codes on SASB that have not been fully disclosed. Keywords: ESG. SASB. Bank Syariah Aladin. ESG Disclosure Index. Sustainability Report. PENDAHULUAN Pengungkapan Environmental. Social, and Governance (ESG) telah menjadi aspek kunci dalam manajemen perusahaan modern (Nugraha. Gulo, & Soeratin, 2. Dalam era keberlanjutan. ESG tidak hanya menjadi indikator tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga alat strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan masyarakat luas. Sebagai lembaga keuangan, bank memainkan peran penting dalam memobilisasi sumber daya untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas operasional internal mereka, tetapi juga terhadap dampak yang dihasilkan dari aktivitas pembiayaan dan investasi mereka. Pengungkapan ESG membantu mengidentifikasi dan mengelola risiko serta peluang yang berhubungan dengan keberlanjutan. Teori stakeholder yang dikemukakan oleh Freeman menekankan pentingnya transparansi dan hubungan perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, investor, dan komunitas lokal (Freeman, 2010. Menurut teori ini, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari bagaimana perusahaan memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pemangku kepentingan. Transparansi memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan dan legitimasi di antara para pemangku kepentingan. Penelitian Chen menunjukkan bahwa pengungkapan ESG yang komprehensif berhubungan positif dengan kinerja finansial perusahaan (Gao. Meng. Wang, & Chen. Hal ini dikarenakan perusahaan yang memiliki tingkat keterbukaan ESG yang baik Copyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 cenderung memiliki akses yang lebih mudah terhadap sumber pendanaan, reputasi yang lebih baik, dan risiko operasional yang lebih rendah. Dalam jangka panjang, ini tidak hanya memperkuat keberlanjutan perusahaan tetapi juga meningkatkan daya saingnya di pasar Perbankan syariah memiliki landasan operasional yang berfokus pada prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan. ESG. Sejalan dengan tujuan syariah untuk mencapai maslahah . esejahteraan umu. Pengungkapan ESG oleh bank syariah seperti PT Bank Syariah Aladin, tidak hanya bertujuan untuk memenuhi standar global, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai etis Islam yang melarang eksploitasi, riba, dan investasi dalam sektor yang merugikan lingkungan atau masyarakat. Sustainability Accounting Standards Board (SASB) menjadi salah satu pedoman utama yang digunakan secara global untuk mengukur dan mengungkapkan kinerja ESG SASB menawarkan standar berbasis materialitas industri yang membantu perusahaan mengidentifikasi isu-isu keberlanjutan yang relevan dengan sektor operasinya. Teori materialitas yang mendasari SASB menyatakan bahwa hanya isu-isu yang memiliki dampak signifikan terhadap kinerja finansial dan operasional perusahaan yang perlu Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk fokus pada isu-isu yang benar-benar relevan bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya. Pada konteks perbankan. SASB mengidentifikasi lima pilar utama untuk pengungkapan ESG, yaitu keamanan data, inklusi keuangan, integrasi faktor ESG dalam analisis kredit, etika bisnis, dan manajemen risiko sistemik. Pilar-pilar ini tidak hanya relevan bagi bank konvensional tetapi juga dapat diadaptasi untuk memenuhi prinsip-prinsip Sustainability Accounting Standards Board (SASB) menyediakan kerangka kerja berbasis industri yang dirancang untuk membantu perusahaan, termasuk bank, dalam mengidentifikasi isu-isu keberlanjutan yang material. Meskipun SASB awalnya dirancang untuk perusahaan konvensional, kerangka ini dapat diadaptasi oleh bank syariah dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip syariah, seperti keadilan sosial, larangan riba, dan keberlanjutan ekologi. Artikel ini bermaksud untuk mengukur index pengungkapan ESG PT Bank Syariah Aladin tahun 2023 dengan menggunakan Sustainability Accounting Standards Board (SASB). Standar yang digunakan pada SASB adalah standar bank komersial yang dianggap Copyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 relevan dengan bank syariah sebagaimana prinsip-prinsip syariah yang juga sesuai dengan ESG. Beberapa aspek syariah yang dapat relevan dengan ESG meliputi: Larangan Aktivitas yang Tidak Etis: Bank syariah tidak mendanai sektor-sektor seperti perjudian, alkohol, dan aktivitas lain yang dianggap tidak etis. Ini memberikan landasan yang kuat untuk pendekatan ESG mereka, terutama dalam aspek sosial dan tata kelola. Dampak Sosial Positif: Inklusi keuangan menjadi inti dari operasional bank syariah, memberikan akses ke layanan keuangan kepada segmen masyarakat yang underserved dan berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi. Dampak Lingkungan: Bank syariah dapat mendukung keberlanjutan dengan memprioritaskan pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan, seperti energi terbarukan, serta menghindari pembiayaan sektor dengan dampak negatif terhadap lingkungan (Purwanto, 2. Analisis yang dilakukan diharapkan dapat memperkuat posisi Bank Aladin sebagai bank syariah yang transparan dan berkelanjutan. Teori Freeman menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya bertanggung jawab kepada pemegang saham tetapi juga kepada berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, dan masyarakat luas (Freeman, 2010. Oleh karena itu, pengungkapan ESG menjadi penting dalam menjaga hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan tersebut. Sebuah studi oleh Cheng menunjukkan bahwa pengungkapan ESG berhubungan langsung dengan kinerja finansial yang lebih baik dan kemampuan perusahaan untuk mengelola risiko jangka panjang (Broadstock. Chan. Cheng, & Wang, 2. Deegan menjelaskan bahwa perusahaan berusaha memperoleh legitimasi dari masyarakat dengan cara menunjukkan tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka melalui laporan keberlanjutan. Pengungkapan ESG berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat legitimasi perusahaan di mata publik dan pemangku kepentingan (Deegan. Teori materialitas menjadi landasan dalam pendekatan SASB untuk pengungkapan ESG. Konsep materialitas dalam SASB berfokus pada isu-isu keberlanjutan yang dianggap material jika memiliki dampak signifikan terhadap kinerja finansial perusahaan atau keputusan ekonomi pemangku kepentingan(Sustainability Accounting Standard Sustainable Industry Classification System A (SICS A ) Commercial Banks, 2. Menurut penelitian Copyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 Khan materialitas dalam ESG memungkinkan perusahaan untuk memprioritaskan isu-isu yang paling relevan dengan operasi mereka, sehingga meningkatkan efisiensi dan relevansi pelaporan (Fadhali & Purwanto, 2. Materialitas dalam konteks ESG bukan hanya tentang dampak langsung, tetapi juga mencakup risiko dan peluang yang timbul dari isu-isu keberlanjutan. Sebagai contoh, manajemen risiko iklim dapat dianggap material untuk sektor energi, sementara inklusi keuangan lebih relevan untuk sektor perbankan. SASB memanfaatkan pendekatan berbasis sektor untuk memastikan bahwa isu-isu material yang diungkapkan relevan dengan industri Materialitas diterjemahkan melalui standar yang berfokus pada pengungkapan isu keberlanjutan yang dapat memengaruhi kinerja finansial perusahaan dalam jangka pendek maupun panjang (Sustainability Accounting Standard Sustainable Industry Classification System A (SICS A ) Commercial Banks, 2. Kerangka SASB menggunakan indikator yang spesifik untuk setiap industri guna memastikan bahwa pengungkapan ESG relevan dengan ekspektasi investor dan pemangku kepentingan lainnya. Misalnya. SASB mengidentifikasi topik seperti keamanan data, inklusivitas keuangan, dan emisi yang dibiayai sebagai isu material bagi sektor perbankan. Penelitian oleh Lee dan Lee menunjukkan bahwa pendekatan materialitas SASB membantu meningkatkan kualitas pelaporan ESG dengan membuatnya lebih relevan dan dapat dibandingkan antar perusahaan dalam satu sektor. Dalam konteks bank syariah, penerapan materialitas SASB dapat disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah, seperti keadilan sosial dan pembiayaan yang etis (Attah-Botchwey. Soku, & Awadze, 2. Bank syariah, seperti PT Bank Syariah Aladin, dapat mengadopsi kerangka SASB dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah dalam pendekatan materialitas. Prinsip syariah yang menekankan pada keberlanjutan dan keadilan sosial selaras dengan konsep ESG, terutama dalam aspek sosial dan tata kelola. Misalnya, topik inklusivitas keuangan yang diidentifikasi oleh SASB sebagai isu material bagi sektor perbankan sangat relevan dengan misi bank syariah untuk mempromosikan akses keuangan yang adil (Berkelanjutan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bank syariah yang mengintegrasikan kerangka kerja ESG, termasuk SASB, dapat meningkatkan reputasi mereka di pasar global sekaligus menarik lebih banyak investor yang peduli pada keberlanjutan (Ammar. Rebai, & Copyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 Saidane, 2. SASB menawarkan standar pengungkapan berbasis industri yang memberikan panduan spesifik mengenai topik-topik yang harus diungkapkan oleh perusahaan sesuai dengan sektor industri mereka. Dalam sektor perbankan, topik-topik yang diatur oleh SASB termasuk keamanan data, inklusivitas keuangan, emisi yang dibiayai, dan risiko sistemik yang harus diungkapkan oleh bank untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor dan regulator (Fadhali & Purwanto, 2. Rym ammar menunjukkan bahwa bank syariah di Indonesia, termasuk Bank Aladin, semakin fokus pada pengungkapan ESG, dengan penekanan pada inklusi keuangan dan pengelolaan risiko iklim yang sesuai dengan prinsip syariah (Ammar et al. , 2. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan kuantitatif . ix method. untuk mengukur tingkat pengungkapan ESG berdasarkan standar SASB pada laporan keberlanjutan Bank Syariah Aladin (Migiro & Magangi, 2. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk mendalami konteks dan isi laporan secara terperinci dengan mempertimbangkan aspek-aspek keberlanjutan (Nugraha. Gulo. Fitriana, & Santoso. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder yaitu laporan keberlanjutan PT Bank Syariah Aladin yang tersedia pada situs resmi perusahaan atau Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Standar SASB Financials - Commercial Banks yang relevan untuk sektor keuangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan content analysis dan checklist indikator. Data diperoleh dengan menelaah laporan keberlanjutan perusahaan. Content analysis digunakan untuk mengidentifikasi indikator ESG yang relevan berdasarkan standar SASB. Peneliti membuat daftar indikator berbasis SASB yang mencakup dimensi Environmental. Social, dan Governance. Instrumen penelitian dengan kerangka SASB sebagai instrumen utama untuk mengukur tingkat pengungkapan ESG. Standar SASB memuat indikatorindikator spesifik untuk sektor perbankan, seperti Environmental . fisiensi energi, pengelolaan limbah, emisi karbo. Social . eterlibatan komunitas, hak asasi manusia, perlakuan terhadap karyawa. , dan Governance (Tata kelola, transparansi risiko, dan pengawasan manajeme. (Kusumastuti & Khoiron, 2. Analisis konten menggunakan metode kuantitatif dengan memberikan score pada setiap indikator dengan skala nilai 0 untuk tidak ada pengungkapan, nilai 1 untuk Copyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 pengungkapan tetapi tidak lengkap, dan nilai 2 untuk pengungkapan lengkap sesuai Setiap bagian laporan diidentifikasi dan dicocokkan dengan checklist indikator. Analisis data dilakukan dengan menghitung ESG dengan rumus skor yang dicapai dibagi total skor maksimum dikali 100%. HASIL DAN PENELITIAN Analisis dilakukan berdasarkan data yang tersedia pada laporan keberlanjutan PT Bank Syariah Aladin tahun 2023 menggunakan standar SASB (Sustainability Accounting Standards Boar. Analisis ESG (Environmental. Social. Governanc. pada topik yang relevan sesuai dengan panduan SASB untuk sektor commercial banks (Berkelanjutan, n. Pada aspek lingkungan dengan topik utama emisi yang dibiayai dan Pengelolaan Energi dibagi menjadi dua bagian yaitu emisi financial dan pengelolaan energi. Emisi financial mengacu pada emisi terkait dengan pembiayaan yang diberikan bank kepada klien di berbagai sektor. Emisi ini dibagi menjadi tiga kategori utama. Scope 1 yaitu emisi langsung yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan yang dibiayai. Scope 2 yaitu emisi tidak langsung dari pembelian energi. Scope 3 yaitu emisi terkait dengan produk dan layanan yang diproduksi atau didistribusikan oleh pihak ketiga. PT Bank Syariah Aladin belum mengungkapkan total emisi yang dibiayai seperti evaluasi bank terhadap portofolio pembiayaan dan potensi risiko terhadap perubahan kebijakan emisi global, seperti pajak karbon atau regulasi pengurangan emisi. Pada bagian pengelolaan energi. PT Bank Syariah Aladin telah melaporkan penggunaan energi di gedung-gedung operasional dan fasilitas bank terdiri dari sumber listrik dan sumber bahan bakar fosil. Perusahaan juga sudah menyesuaikan satuan energi ke satuan internasional seperti gigajoule. Namun, perusahaan belum mengungkap langkah nyata pada implementasi energi terbarukan. Aspek sosial memiliki topik utama keuangan inklusif, pelatihan, dan privasi Perusahaan melaporkan jumlah program dan inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat unbanked dan underbanked. Upaya lain dalam peningkata inklusi keuangan yaitu Penyediaan rekening tanpa biaya untuk pelanggan yang sebelumnya tidak memiliki akses perbankan. Perusahan juga melaporkan Jumlah dan nilai pinjaman yang diberikan untuk mendukung pembangunan usaha kecil dan Copyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 komunitas sesuai SASB FN-CB-240a. Pada kegiatan pelatihan, perusahaan juga melaporkan jumlah peserta yang terlibat dalam program literasi keuangan, termasuk workshop, seminar, atau kursus yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keuangan bagi masyarakat underserved sesuai dengan SASB FN-CB-240a. Pada aspek privasi pelanggan, perusahaan melaporkan komitmen untuk menjaga kerahasiaan data pelanggan dengan mengadopsi kebijakan perlindungan data yang ketat sesuai SASB FN-CB-230a. Aspek tata kelola dengan topik utama etika bisnis dan manajemen resiko sistemik. Perusahaan melaporkan upaya pencegahan manipulasi pasar dan praktik anti kompetitif (FN-CB-510a. perusahaan juga mengungkap jumlah kerugian finansial yang diakibatkan oleh kasus hukum yang melibatkan fraud, insider trading, atau pelanggaran lainnya. Berikut adalah beberapa matrik yang sesuai dengan standar SASB untuk industri perbankan yang perlu dianalisis dan dilaporkan oleh Bank Aladin antara lain pada tabel Tabel 1. Standar SASB untuk Industri Perbankan Aspek ESG Environmental Standar SASB FN-CB-410b. FN-CB-130a. FN-CB-305 Social FN-CB-240a. FN-CB-240a. FN-CB-240a. Keterangan Total financed emissions . ross financed emission. yang dibagi menurut Scope 1. Scope 2, dan Scope 3 Jumlah konsumsi energi yang digunakan oleh bank, termasuk sumber energi yang digunakan Scope 1 emisi langsung yang dihasilkan dari operasi bank. Scope 2 emisi tidak langsung dari konsumsi energi. Scope 3 pengurangan emisi berdasarkan langkah mitigasi yang diterapkan oleh bank. Jumlah pinjaman yang mendukung usaha kecil dan pengembangan komunitas. Jumlah rekening cek tanpa biaya yang diberikan kepada pelanggan unbanked atau Jumlah inisiatif literasi keuangan Copyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 untuk pelanggan yang tidak terbankan atau kurang Governance FN-CB-510a. Jumlah kerugian finansial akibat proses hukum terkait penipuan, insider trading, antitrust, dan pelanggaran hukum lainnya. FN-CB-510a. Deskripsi kebijakan dan prosedur whistleblower. FN-CB-550a. Skor Global Systemically Important Bank (G-SIB) untuk menilai pentingnya bank dalam sistem finansial FN-CB-550a. Deskripsi pendekatan dalam mengintegrasikan hasil uji stres ke dalam perencanaan perusahaan jangka panjang Hasil analisis ESG disclosure index dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. ESG Disclosure Index. ESG Aspect Environme Metric Code FN-CB410b. Metric Description Total financed emissions (Scope 1, 2, and . Unit Environme FN-CB130a. Energy consumption by the bank KWh or Environme FN-CB305 Reduction in emissions (Scope 1 and . Metric COCC-e Social FN-CB240a. Outstanding loans for small business and community Loan . ocal Metric COCC-e Disclosure Index Partial - No Partial Consumption but no Partial - No Scope 1 or Scope 2 Partial Loans but no data Criteria Analysis Add data for Scope 1, 2. Provide Report Include values and loan counts Copyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 value/count No-cost checking accounts for unbanked/underba nked customers Participants in financial literacy Account Provide account data Local Partial - No data on Partial Literacy described but Compliant No losses policy exists Social FN-CB240a. Social FN-CB240a. Governanc FN-CB510a. Financial losses due to legal Governanc FN-CB550a. Integration of stress test results into long-term Particip Include count for s necessary. Descripti Compliant Expand on Stress test details for described but better clarity could add Analisis ESG index disclosure PT Bank Syariah Aladin berdasarkan SASB dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Perhitungan Disclosure Index ESG Aspect Environmental Governance Social Total Score Max Possible Score Percentage Score (%) KESIMPULAN PT Bank Syariah Aladin telah melakukan pengungkapan ESG yang disajikan pada laporan keberlanjutan pada tahun 2023. Pengungkapan yang dilakukan telah memenuhi beberapa kode pada SASB yang relevan dengan bisnis perbankan komersial. Kode pada SASB sesuai ESG yang relevan dengan bisnis perbankan terdiri dari FN-CB-410b. FNCopyright A 2024. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana ESG Disclosure Index PT Bank Syariah Aladin: Analisis Berbasis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Ramlan Indra Nugraha1*. Nurdelima Gulo2. Harry Z. Soeratin3 Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 04 No. 02 September 2024 CB-130a. FN-CB-305. FN-CB-240a. FN-CB-240a. FN-CB-240a. FN-CB-510a. dan FN-CB-550a. Hasil analisis disclosure index dengan kategori compliant . , partial . , dan no data . idak ada dat. menunjukan bahwa aspek environmental telah dilakukan pengungkapan sebagian sehingga mendapat skor 50%, aspek social dilakukan pengungkapan sebagian sehingga mendapat skor 50%, aspek governance telah dilakukan pengungkapan dengan patuh secara menyeluruh sehingga mendapat skor 100%. Dengan demikian dapat dikatakan PT Bank Syariah Aladin telah melakukan ESG disclosure meskipun terdapat beberapa kode pada SASB yang belum lengkap dilaporkan. Selanjutnya perusahaan dapat memperkuat laporan keberlanjutan dengan mengungkapkan laporan yang lebih transparan terkait aspek lingkungan dan aspek sosial dari aktivitas perbankan perusahaan. Aspek pengungkapan governance yang telah dipatuhi secara menyeluruh perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk menunjukkan komitmennya terhadap prinsip ESG yang tidak hanya mendukung tanggung jawab sosial tetapi juga membangun kepercayaan dari pemangku kepentingan dan investor. REFERENSI