Pengaruh Kualitas Pelayanan Program Beasiswa. Pengaruh Kualitas Pelayanan Program Beasiswa Pendidikan Kabupaten Sidoarjo dan Motivasi Belajar terhadap Kompetensi Mahasiswa: Studi pada Penerima Beasiswa Tahun 2024 Achmad Deckanio S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Negeri Surabaya, 21073@mhs. Galih Wahyu Pradana. AP. S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Negeri Surabaya, galihpradana@unesa. Muhammad Farid MaAoruf. Sos. S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Negeri Surabaya, muhammadfarid@unesa. Dr. Suci Megawati. IP. Si. S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Negeri Surabaya, sucimegawati@unesa. Abstrak Sesuai dengan urusan konkuren yang dimiliki, pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam urusan pendidikan tinggi. Namun, pemerintahan daerah tetap dapat berperan melalui kebijakan afirmatif melalui program bantuan biaya pendidikan atau beasiswa daerah sebagai upaya peningkatan kualitas SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan Program Beasiswa Pendidikan Sidoarjo dan motivasi belajar mahasiswa terhadap kompetensi mahasiswa penerima beasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengambil sampel sebanyak 200 penerima Beasiswa Pendidikan Sidoarjo Tahun 2024. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least SquaresStructural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan program beasiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi mahasiswa dengan nilai path coefficient 0,316, nilai t-statistic 5,156, dan p-value 0,000. Sementara motivasi belajar mahasiswa juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi mahasiswa dengan nilai path coefficient 0,238, nilai t-statistic 3,069, dan p-value 0,002. Hasil nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,167 menunjukkan bahwa kualitas pelayanan program beasiswa dan motivasi belajar secara simultan mampu menjelaskan 16,7% variasi kompetensi mahasiswa, dengan kategori pengaruh lemah. Temuan pada penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah daerah agar berupaya meningkatkan kualitas pelayanan program beasiswa secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia daerah. Kata Kunci: kualitas pelayanan, motivasi belajar, kompetensi mahasiswa, program beasiswa daerah. Abstract In accordance with concurrent governmental affairs, local governments have limited authority in the provision of higher education. Nevertheless, local governments can still play a role through affirmative policies in the form of educational financial assistance or regional scholarship programs as an effort to improve the quality of human resources. This study aims to analyze the effect of service quality of the Sidoarjo Education Scholarship Program and studentsAo learning motivation on the competence of scholarship recipient students. This study employed a quantitative approach by involving a sample of 200 recipients of the Sidoarjo Education Scholarship in 2024. Data were analyzed using Partial Least SquaresAe Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that the service quality of the scholarship program has a positive and significant effect on student competence, with a path coefficient of 0. 316, a tstatistic value of 5. 156, and a p-value of 0. Meanwhile, studentsAo learning motivation also has a positive and significant effect on student competence, with a path coefficient of 0. 238, a t-statistic value of 069, and a p-value of 0. The coefficient of determination (RA) value of 0. 167 indicates that the service quality of the scholarship program and learning motivation simultaneously explain 16. 7% of the variance in student competence, which is categorized as weak. The findings of this study imply that local governments need to continuously improve the quality of scholarship program services in order to support the development of regional human resource competence. Keywords: service quality, local scholarship program, learning motivation, studentsAo competence. PENDAHULUAN Publika. Volume 14 Nomor 1. Tahun 2026, 57-72 Pendidikan merupakan salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam pembangunan suatu Karena pada prosesnya, pendidikan membentuk generasi muda menjadi sosok yang memiliki kemampuan untuk dapat secara adaptif dalam segala keadaan di masa depan yang akan ditemui khususnya untuk berkembang dilingkungan sosialnya (Ramadhan & Megawati, 2. Di Indonesia sendiri pendidikan menjadi elemen yang penting dalam pembangunan bangsa. Sejak awal kemerdekaan Indonesia bahkan sudah dicantumkan pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan dari berdirinya Republik Indonesia. Selain itu, dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan nasional memiliki fungsi untuk mengembangkan kemampuan dan karakteristik, serta peradaban bangsa yang memiliki martabat dalam rangkaian tujuan negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2. Mengingat peran strategis pendidikan, kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan menjadi pondasi utama bagi daya saing suatu negara di era globalisasi yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, keterlibatan dan peran aktif semua komponen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjamin akses, pemerataan, dan mutu pendidikan yang berkualitas menjadi suatu keharusan demi tercapainya tujuan pendidikan nasional (Sudirman et al. , 2. Oleh sebab itu, demi terciptanya kualitas sumber daya manusia khususnya generasi muda di Indonesia maka peningkatan akses pendidikan terus diupayakan melalui berbagai program, seperti beasiswa pendidikan, tunjangan pendidik, dan lain sebagainya. Dari semua program yang telah diterbitkan pemerintah pusat, pemerintah daerah memliki peran untuk turut serta memperbaki kualitas pendidikan di daerahnya masing-masing. Bedasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah bahwa pemerintah daerah bebas untuk mengatur daerahnya dipertanggungjawabkan (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 memiliki dampak pada pemerintah diseluruh wilayah Indonesia untuk berperan aktif meningkatkan mutu Dengan adanya otonomi pendidikan memberikan peluang yang seluas-luasnya untuk masyarakat mengawasi pendidikan yang ada di daerahnya masing-masing. Oleh karena itu partisipasi dari semua komponen temasuk masyarakat untuk mengambil peran aktif demi kemajuan pendidikan (Ridwan & Sumirat, 2. Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki perhatian lebih dalam pembangunan kualitas pendidikan di daerahnya. Dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui akses pelayanan bidang pendidikan. Kabupaten Sidoarjo telah mengalami peningkatan. Kabupaten Sidoarjo memang termasuk unggul dalam pelaksanaan pendidikan, begitu pula kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Kondisi penduduk rata-rata lebih banyak menuntaskan pendidikan di tingkat SMA sederajat dibandingkan dengan penduduk yang hanya lulus sampai SMP sederajat ke bawah. Namun, tingkat penduduk yang menamatkan perguruan tinggi juga masih rendah. Selain itu, terdapat selisih besar pada penduduk yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dengan total penduduk yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Berikut data penduduk menurut tingkat pendidikan di Kabupaten Sidoarjo . pada tahun Tabel 1. 1 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Sidoarjo . Tingkat Pendidikan Jumlah . Tidak/Belum Sekolah Belum Tamat SD SLTP/SMP SLTA/SMA/SMK Perguruan Tinggi (Diploma. S1. S2, dan S. Jumlah total penduduk Sumber : Olahan Peneliti dari (BPS Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan data tersebut di wilayah Kabupaten Sidoarjo memiliki jumlah penduduk dengan tingkat pendidikan pada perguruan tinggi sebesar 218. 262 jiwa, di mana jika dibandingkan dengan jumlah total penduduk maka penduduk dengan tingkat pendidikan di perguruan tinggi hanya sebesar 10,77% saja. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada tingkat perguruan tinggi masih diperlukan perhatian lebih untuk dapat meningkatkan minat dan motivasi masyarakat. Dalam upayanya meningkatkan perhatian pentingnya perguruan tinggi tentu memerlukan aksi Pemerintah Sidoarjo melalui program dan kebijakan. Salah satu program yang sejalan dengan tujuan tersebut ialah meluncurkan program bantuan pendidikan beasiswa kepada para mahasiswa. Meskipun dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten atau kota hanya memiliki kewenangan dalam melaksanakan urusan konkuren di bidang pendidikan pada tingkatan SD dan SMP, pemerintah kabupaten atau kota tetap memiliki ruang kontrubusi dalam meningkatkan pendidikan tinggi masyarakatnya melalui urusan konkuren pemerintah daerah yang mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut Collaborative Governance dalam penyediaan. sejalan dengan prinsip otonomi daerah yang fleksibel yakni memberikan kewenangan kepada pemerintah kabupaten atau kota untuk mengelola urusan masyarakat, di mana di dalamnya termasuk upaya peningkatan sumber daya manusia. Pada masa pemerintahan Bupati tahun 20212024 yakni Ahmad Muhdlor Ali dan Subandi, mereka mencanangkan 17 program prioritas untuk pembangunan daerah Kabupaten Sidoarjo khususnya pada bidang Pada program prioritas tersebut terdapat beberapa program yang salah satunya adalah beasiswa kuliah (Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, 2. Adanya program beasiswa ini bertujuan agar anak-anak muda Sidoarjo dapat memiliki hak yang sama dalam menempuh pendidikan tinggi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Gus Muhdlor dalam persnya, yaitu AuAnak-anak muda Sidoarjo jangan ada yang kesulitan biaya kuliah. Kami siapkan programnya, bahkan termasuk sebagian bisa kuliah ke luar negeri,Ay (Ginanjar. Kemudian. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo meluncurkan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 10 Tahun 2024 tentang Beasiswa Pendidikan Tinggi Bagi Masyarakat, di mana pada pasal 2 menegaskan bahwa maksud diadakan program pemberian beasiswa bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan Sejalan dengan prinsip otonomi daerah, pada pasal 20 menjelaskan bahwa pendanaan pemberian beasiswa akan dibebankan pada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera. sesuai dengan kemampuan keuangan Daerah (Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2024 Tentang Beasiswa Pendidikan Tinggi Bagi Masyarakat, 2. Dengan adanya program beasiswa daerah Sidoarjo ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan kontribusi dalam meningkatkan IPM daerah melalui bantuan biaya pendidikan atau beasiswa daerah di Kabupaten Sidoarjo. Adapun target dari program ini yakni tercapainya sepuluh ribu beasiswa pendidikan tinggi yang rencananya akan direalisasikan dari tahun ke tahun hingga 2026 atau setara dengan RPJMD (Rencana Program Jangka Menengah Daera. Kabupaten Sidoarjo Mahasiswa tidak akan dibatasi dari perguruan tinggi negeri saja melainkan peguruan tinggi swasta pun banyak yang berkesempatan mendapatkan beasiswa Sidoarjo ini. Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan dana pendidikan sebanyak Rp 5 Program beasiswa Sidoarjo telah berjalan selama tiga tahun dan menunjukkan peningkatan minat Jumlah penerima dari tahun ke tahun mengalami penambahan kuota sesuai dengan banyaknya peminat masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Bantuan tersebut diharapkan digunakan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dalam menunjang kegiatan belajar, terutama demi membantu secara finansial mereka. Selain membantu masyarakat dalam meringankan biaya pendidikan, program ini juga berdampak pada naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (Arista, 2. Namun, dalam pelaksanaan program beasiswa pendidikan Sidoarjo masih terdapat beberapa persoalan yang menjadi pertanyaan di masyarakat sebagai penerima. Hal tersebut karena belum adanya transparasi data mahaiswa yang menjadi penerima. Apakah beasiswa ini memang mampu membantu mahasiswa? Apa tolak ukur dari keberhasilan program untuk mahasiswa? Pernyataanpernyataan mengenai tujuan, sasaran, dan sebagainya mengenai keberhasilan program tersebut masih membuat masyarakat bingung (Nawi, 2024. ZonaJatim00, 2. Dengan demikian, beasiswa harusnya memiliki dampak positif bagi mahasiswa sebagai penerima, di mana jika hal tersebut tercapai maka tingkat kepercayaan dan minat masyarakat juga akan meningkat. Dampak yang diharapkan adalah semakin meningkatnya kompetensi mahasiswa penerima bantuan. Berdasarkan studi pendahuluan pada beberapa penerima beasiswa, peneliti melihat bahwa program beasiswa Sidoarjo memberikan pengalaman yang baik kepada mahasiswa. Namun, terdapat beberapa masalah yang berkaitan dengan pelayanan yang dirasakan mahasiswa penerima. Pada salah satu mahasiswa penerima menyatakan bahwa informasi program mudah dipahami dan sudah tersedia melalui media sosial Pemkab Sidoarjo dan juga adanya pendampingan oleh staf di grup whatsapps, namun masih terdapat kendala dalam pemerataan informasi. Selain itu, semua mahasiswa penerima yang diwawancarai menyatakan kendala terdapat pada jadwal pencairan dana yang dikeluhkan karena dinilai masih kurang jelas dan lambat. Pada wawancara mereka menyebutkan bahwa penjadwalan dari mulai pengumuman hingga proses pencairan tidak ada pernyataan resmi bahkan cenderung diundur-undur. Padahal penerima mengharapkan dana bantuan bisa segera dipakai untuk menunjang kebutuhan mereka dalam kegiatan perkuliahan, seperti membeli sarana penunjang kegiatan, membayar UKT, atau mengambil pelatihan yang menunjang kompetensi diri. Dengan adanya permasalahan tersebut secara tidak langsung pelayanan diharapkan penerima lebih efisien lagi karena berdampak pada proses pengembangan diri di Hal tersebut sejalan dengan tujuan program untuk menciptakan mahasiswa dengan kompetensi unggul. Adapun mengenai kompetensi mahasiswa adalah bagaimana mahasiswa memiliki kemampuan baik softskills maupun hardskills yang mempengaruhi kinerja mereka (Lutfia & Rahadi, 2. Mahasiswa sebagai penerima manfaat program beasiswa harus memiliki kompetensi yang mumpuni karena berpengaruh pada kualitas sumber Publika. Volume 14 Nomor 1. Tahun 2026, 57-72 daya manusia yang ada di Sidoarjo, di mana hal ini berkenaan dengan peningkatan indeks pembangunan manusia di Sidoarjo sendiri. Kompetensi secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah itu sendiri (Prawiyogi & Toyibah, 2. Oleh karena itu, penting adanya melihat bagaimana program beasiswa Sidoarjo ini akan membawa dampak pada kompetensi penerima yakni mahasiswa itu sendiri karena akan berdampak pada pembangunan Sidoarjo. Selain itu, kompetensi merupakan karakteristik setiap individu meliputi pengetahuan, keterampilan, sifat, pola pikir, dan cara melihat sosial (Syardiansah, 2. Hal bersosialisasi, berpikir, dan berperan aktif dalam mengambil keputusan di masyarakat. Semakin banyak sumber daya manusia yang memiliki karakteristik berdaya saing, maka akan berdampak pada bagaimana suatu daerah memiliki lingkungan dengan pola pikir yang Pembiasaan ini yang sedang ditingkatkan di Kabupaten Sidoarjo melalui program beasiswa pendidikan Sidoarjo. Berdasarkan studi pendahuluan, beasiswa Sidoarjo sangat dirasakan mahasiswa yakni Akan tetapi, dengan adanya masalah yang sudah ada di atas secara tidak langsung menghambat proses mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi Mahasiswa yang berdomisili di Kabupaten Sidoarjo memiliki peran agent of change untuk pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Dengan adanya program beasiswa Sidoarjo yang diselenggarakan pemerintah harusnya memaksimalkan manfaat program untuk mengembangkan kompetensi diri. Dengan program beasiswa, setidaknya mahasiswa di Sidoarjo memiliki motivasi belajar dalam menempuh pendidikan. Menurut Sardiman dalam (Ramadhon et al. , 2. , motivasi belajar merupakan daya penggerak yang ada dalam setiap individu untuk belajar dengan menentukan arah yang akan dilakukan demi tercapainya tujuan belajar. Dengan demikian, adanya motivasi belajar juga mempengaruhi mahasiswa dalam mencapai kompetensi diri yang berdaya saing. Dalam konteks kompetensi mahasiswa, program beasiswa dan motivasi belajar berjalan selaras, di mana program beasiswa Sidoarjo menjadi faktor eksternal dalam memenuhi kebutuhan pendukung mahasiswa, sedangkan motivasi belajar menjadi faktor internal yang menjadi pendorong dan pengarah atas kemauan dalam mencapai tujuan belajar yang muncul dalam dirinya. Namun, meskipun adanya bantuan finansial dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berupa program beasiswa pendidikan Sidoarjo, belum tentu kompetensi mahasiswa di Sidoarjo mengalami peningkatan. Selain karna perlunya melihat seberapa jauh program berdampak pada penerima, perlu juga melihat bagaimana motivasi belajar yang seharusnya berjalan selaras dengan program terjadi dalam proses pengembangan diri mahasiswa khususnya penerima manfaat bantuan program beasiswa itu sendiri. Oleh karena itu, pengaruh kualitas pelayanan program beasiswa dan motivasi belajar terhadap kompetensi mahasiswa menjadi topik yang relevan untuk diteliti, guna melihat bagaimana kualitas layanan program ini dirasakan oleh penerima dalam mencapai tujuannya dan sejauh mana motivasi belajar penerima beasiswa berjalan selaras untuk mencapai tujuan yakni kompetensi SDM yang berdaya saing. Dalam penelitian ini nantinya kualitas pelayanan program beasiswa akan diukur berdasarkan teori dari Zeithaml dalam (Pasolong, 2. , meliputi: Tangibles . ukti nyat. Reliability . Responsiveness . Assurance . , dan Empathy . Sedangkan pengukuran motivasi belajar menggunakan indikator oleh Hamzah B. Uno dalam (Sunarti Rahman, 2. , meliputi: adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya keinginan yang menarik dalam belajar, dan adanya lingkungan belajar yang Kemudian dalam mengukur kompetensi mahasiswa menggunakan teori oleh Gordon dalam (Dhara & Rahaju, 2. yang meliputi: Pengetahuan . Pemahaman . Kemampuan . Nilai . Sikap . , dan Minat . Penelitian kuantitatif ini akan berfokus pada pengumpulan data dari para penerima beasiswa di Kabupaten Sidoarjo melalui survei untuk mengetahui sejauh mana mereka merasakan pelayanan yang diberikan pada program dan juga dampaknya pada penerima dan sejauh mana penerima tergugah untuk meningkatkan potensi diri dalam belajar. Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang di atas, peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Kualitas Pelayanan Beasiswa Pendidikan Sidoarjo dan Motivasi Belajar Mahasiswa Terhadap Kompetensi Mahasiswa di Sidoarjo (Studi Kasus Penerima Beasiswa Pendidikan Sidoarjo Tahun 2. Ay dengan tujuan untuk mengukur pengaruh kualitas pelayanan program beasiswa dan motivasi belajar terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa di Kabupaten Sidoarjo. METODE Metode penyebaran kuisioner digunakan pada penelitian dengan pendekatan kuantitatif ini. Kuesioner disebatkan pada penerima bantuan Program Beasiswa Pendidikan Sidoarjo Tahun 2024, di mana memiliki populasi sebanyak 2018, dan sampel diambil sebanyak 200 Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel dengan Collaborative Governance dalam penyediaan. jumlah pernyataan sebanyak 36 pernyataan. Variabel kualitas pelayanan diukur menggunakan dimensi kualitas pelayanan yang dikembangkan oleh Zeithaml et al. variabel motivasi belajar diukur berdasarkan konsep motivasi belajar yang dikemukakan oleh Hamzah B. Uno, sedangkan variabel kompetensi mahasiswa diukur berdasarkan konsep kompetensi menurut Gordon. Kuisioner yang dilakukan bersifat tertutup, yakni respon yang diberikan responden berdasarkan informasi yang telah diberikan oleh peneliti. Tersedia lima pilihan jawaban untuk setiap pertanyaan atau pernyataan tertutup, yaitu: sangat setuju diberi skor 5, setuju diberi skor 4, kurang setuju diberi skor 3, tidak setuju diberi skor 2, dan sangat tidak setuju diberi skor 1. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Tahapan analisis meliputi evaluasi model pengukuran . uter mode. untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, serta evaluasi model struktural . nner mode. untuk menguji hubungan antarvariabel. Pengujian hipotesis dilakukan dengan memperhatikan nilai path coefficient, t-statistic, dan p-value yang diperoleh melalui prosedur bootstrapping. Model penelitian dinyatakan signifikan apabila nilai t-statistic lebih besar dari 1,96 dan p-value lebih kecil dari 0,05. Karakteristik HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Penelitian Deskriptif Karakteristik Laki-laki Perempuan 19 tahun 20 tahun 21 tahun 23 tahun Semester 4 Semester 6 Semester 8 Buduran Candi Tulangan Krembung Gedangan Tanggulangin Jabon Krian Porong Prambon Sedati Sidoarjo Sukodono Taman Tarik 1,5% Waru Wonoayu Balongbendo 1,5% Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Pada tabel di atas memaparkan sebaran responden yang berdasarkan jenis kelamin, usia, semester yang ditempuh, dan domisili . Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa beberapa responden yang telah mengisi kuisioner sebagian besar adalah perempuan dengan total sebanyak 152 responden atau 76% dari jumlah seluruh responden. Adapun pada segi usia, responden lebih banyak pada usia 21 tahun dengan total 52 responden atau 46% dari jumlah seluruh responden. Responden yang telah mengisi kuisioner didomnasi oleh mahasiswa yang sedang menempuh semester 6 perkuliahan dengan total 108 responden atau 54% dari jumlah seluruh Dari seluruh responden, sebagian besar berasal dari Kecamatan Sidoarjo dengan total 38 responden atau 19% dari jumlah seluruh responden. Tabel 4. 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Usia. Semester yang Ditempuh, dan Domisili (Kecamata. Persentase 22 tahun Domisili . Responden Jumlah Responden Persentase Semester yang sedang ditempuh Analisis ini akan memaparkan tentang analisis deskriptif responden secara khusus dan terfokus pada analisis demografi responden. Karakteristik responden akan diklasifikaskan atas usia, jenis kelamin, semester yang sedang ditempuh, dan domsili . Objek penelitian ini merupakan mahasiswa penerima bantuan program yang berasal dari Sidoarjo serta menerima bantuan program di tahun 2024. Berikut deskripsi lengkap profil dari responden yang menjadi sampel penelitan. Karakteristik Jumlah Responden Jenis Kelamin Usia Analisa Deskriptif Variabel dan Indikator Penelitian Variabel Kualitas Pelayanan Beasiswa Dalam Publika. Volume 14 Nomor 1. Tahun 2026, 57-72 pelayanan program Beasiswa Pendidikan Sidoarjo akan diukur dengan berdasarkan teori oleh Zeithaml (Pasolong, 2. , di mana terdapat lima dimensi kualitas pelayanan dalam perspektif penerima layanan, meliputi: Tangibles/Bukti Nyata (X1. X1. Reliability/Kehandalan (X1. X1. dan X1. Responsiveness/Ketanggapan (X1. X1. dan X1. Assurance/Jaminan (X1. X1. , dan Empathy/Empati (X1. X1. Berikut ini adalah tabel sebaran data dan jumlah skor rata-rata pada tiap indikator: kebutuhan dalam belajar (X2. X2. , adanya harapan dan cita-cita masa depan (X2. X2. adanya penghargaan dalam belajar (X2. X2. adanya keinginan yang menarik dalam belajar (X2. X2. , dan adanya lingkungan belajar yang kondusif (X2. X2. Berikut ini adalah tabel sebaran data dan jumlah skor rata-rata pada tiap indikator: Tabel 4. 3 Statistika Deskriptif Variabel Motivasi Belajar Mahasiswa Tabel 4. 2 Statistika Deskriptif Variabel Kualitas Pelayanan Beasiswa Indikator Penelitian Kode Dimensi Penelitian Mean Standar Deviasi Tangibles . ukti nyat. X1. 3,900 1,072 X1. 3,905 1,251 Reliability . X1. 3,430 0,957 X1. 3,365 0,965 X1. 3,750 0,937 X1. 3,760 0,939 X1. 3,890 0,915 X1. 3,950 0,915 Assurance . X1. 4,455 0,760 X1. 4,170 0,775 Empathy . X1. 4,275 0,692 X1. 4,210 0,967 Responsiveness . Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Indikator Penelitian Kode Dimensi Penelitian Mean Standar Deviasi Adanya hasrat dan X2. 4,390 0,811 X2. 4,275 0,824 Adanya dalam belajar. X2. 4,395 0,640 X2. 4,250 0,779 Adanya harapan dan cita-cita masa depan. X2. 4,340 0,696 X2. 4,330 0,729 Adanya penghargaan dalam X2. 4,095 1,094 X2. 4,205 1,083 Adanya keinginan yang menarik dalam X2. 4,285 0,833 X2. 4,295 0,747 Adanya lingkungan X2. 3,985 1,088 X2. 3,955 0,971 Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Data pada tabel tersebut menunjukkan rentang nilai mean mulai dari 3,365 hingga 4,455 yang berarti bahwa mayoritas jawaban dari seluruh responden memilih cukup setuju hingga setuju untuk setiap indikator dari variabel kualitas pelayanan beasiswa berdasarkan kuisioner yang telah diberikan. Pada tabel menunjukkan rentang nilai standar deviasi mulai dari 0,692 hingga 1,251 yang berarti dalam satu variabel kualitas pelayanan beasiswa pilihan jawaban responden cukup Indikator Responsiveness . memiliki nilai standar deviasi paling tinggi yang berarti respon yang terkumpul merupakan yang paling bervariasi. Data pada tabel tersebut menunjukkan rentang nilai mean mulai dari 3,985 hingga 4,395 yang berarti bahwa mayoritas jawaban dari seluruh responden memilih setuju hingga sangat setuju untuk setiap indikator dari variabel motivasi belajar mahasiswa berdasarkan kuisioner yang telah Pada tabel juga menunjukkan rentang nilai standar deviasi mulai dari 0,640 hingga 1,094 yang berarti dalam satu variabel motivasi belajar mahasiswa pilihan jawaban responden cukup Indikator Adanya Penghargaan dalam Belajar memiliki nilai standar deviasi paling tinggi yang berarti respon yang terkumpul merupakan yang paling bervariasi. Variabel Motivasi Belajar Mahasiswa Variabel Kompetensi Mahasiswa Dalam penelitian ini variabel motivasi belajar mahasiswa penerima bantuan beasiswa akan diukur dengan berdasarkan teori oleh Hamzah B. Uno (Sunarti Rahman, 2. , di mana terdapat enam ciri, meliputi: adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil (X2. X2. , adanya dorongan dan Dalam penelitian ini variabel kompetensi mahasiswa penerima bantuan beasiswa akan diukur dengan berdasarkan teori oleh Gordon (Dhara & Rahaju, 2. , di mana terdapat enam indikator, meliputi: pengetahuan/knowledge (Y1. Y1. Collaborative Governance dalam penyediaan. pemahaman/understanding (Y1. Y1. kemampuan/skill (Y1. Y1. , nilai/value (Y1. Y1. , sikap/attitude (Y1. Y1. , minat/interest (Y1. Y1. Berikut ini adalah tabel sebaran data dan jumlah skor rata-rata pada tiap indikator: dimensi akan dianalisis validitas untuk membentuk suatu variabel laten. Jika dihasilkan pada tingkatan pertama ada pernyataan . dengan nila lemah atau tidak memenuhi kriteria, maka harus Jika pada tahap evaluasi pengukuran sudah memenuhi kriteria baik indikator, dimensi, serta variabel laten maka bisa dilanjutkan ke tahap evaluasi model strukural. Tabel 4. 4 Statistika Deskriptif Variabel Kompetensi Mahasiswa Indikator Penelitian Kode Dimensi Penelitian Mea Standar Deviasi Pengetahuan (Knowledg. Y1. 4,410 0,680 Y1. 4,390 0,669 Pemahaman (Understandin. Y1. 4,485 0,600 Y1. 4,420 0,643 Kemampuan (Skil. Y1. 4,575 0,533 Y1. 4,500 0,624 Nilai (Valu. Y1. 4,480 0,728 Y1. 4,575 0,628 Y1. 4,585 0,577 Y1. 4,565 0,588 Y1. 4,480 0,714 Y1. 4,490 0,678 Tahap ini akan menggunakan parameter nilai outer loading dalam menguji validitas indikator yang membentuk konstruk/dimensi sebelum nantinya pada tahap dua dimensi akan diuji validitasnya terhadap variabel laten. Selanjutnya, interaksi antara indikator terhadap variabel laten akan ditinjau, seperti nilai Averange Variance Extracted (AVE). Composite Reliability (CR), dan CronbachAos Alpha (CA), serta nilai Cross Loading dan Fornell-Lacker Criterion untuk menguji validitas dirkriminan. Berikut ini hasil analisis nilai outer loading yang diperoleh pada first-order CFA, yaitu: Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Tabel 4. 6 Nilai Outer Loading First-Order CFA Sikap (Attitud. Minat (Interes. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Data pada tabel tersebut menunjukkan rentang nilai mean mulai dari 4,390 hingga 4,585 yang berarti bahwa mayoritas jawaban dari seluruh responden memilih setuju hingga sangat setuju untuk setiap indikator dari variabel kompetensi mahasiswa berdasarkan kuisioner yang telah Pada tabel juga menunjukkan rentang nilai standar deviasi mulai dari 0,533 hingga 0,728 yang berarti dalam satu variabel motivasi belajar mahasiswa pilihan jawaban responden cukup Sehingga, tidak ada perbedaan signfikan terkait variasi jawaban responden. First-Order Confirmatory Analysis (First-Order CFA) Variabel Kualitas Pelayanan Analisis Partial Least Square (PLS) Penelitian ini akan menganalisis pengaruh antar variabel dengan menggunakan metode analisis SEM-PLS (Partial Least Square Structural Equation Modelin. , di mana memakai software SmartPLS 4. 9 dalam proses analisis. Pada penelitian ini akan melakukan dua tahap evaluasi model, di mana pada evaluasi model pengukuran perlu melakukan analisis faktor konfirmatori (Confirmatory Factor Analysis/CFA). Analisis CFA dilakukan dengan dua tingkatan, yakni pada tingkat pertama atau first-order CFA dan tingkatan kedua atau second-order CFA. Hal ini dilakukan untuk melihat validitas dari setiap pernyataan untuk membuat suatu indikator menjadi satu konstruk . , di mana pada second-order CFA suatu Motivasi Belajar Indikator Nilai X1. 0,959 X1. 0,781 X1. 0,830 X1. 0,804 X1. 0,818 X1. 0,893 X1. 0,905 X1. 0,905 X1. 0,862 X1. 0,901 X1. 0,854 X1. 0,904 X2. 0,942 X2. 0,945 X2. 0,896 X2. 0,890 X2. 0,879 X2. 0,880 X2. 0,965 X2. 0,966 X2. 0,910 X2. 0,908 Publika. Volume 14 Nomor 1. Tahun 2026, 57-72 Kompetensi Mahasiswa X2. 0,931 X2. 0,912 Y1. 0,918 Y1. 0,910 Y1. 0,906 Y1. 0,904 Y1. 0,898 Y1. 0,869 Y1. 0,909 Y1. 0,910 Y1. 0,907 Y1. 0,874 Y1. 0,906 Y1. 0,932 Variabel Laten Dimensi Kompetensi Mahasiswa (Y. Pada tabel menunjukkan bahwa nilai setiap indikator lebih besar dari 0,70 yang berarti bahwa setiap indikator dapat dikatakan Selanjutnya akan dilihat nilai AVE. CR, dan CA untuk menentukan bahwa indikator yang menyusun dimensi valid dan reliabel untuk diuji. Berikut hasil analisis nilai Averange Variance Extracted (AVE). Composite Reliability (CR), dan CronbachAos Alpha (CA), yaitu: AVE Kualitas Pelayanan Beasiswa (X. Tangibles . ukti 0,910 0,953 0,901 Reliability . 0,668 0,858 0,752 Responsiveness . 0,812 0,928 0,884 Assurance . 0,777 0,874 0,715 Empathy . 0,773 0,872 0,708 Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil. 0,891 0,942 0,878 Adanya dalam belajar. 0,797 Adanya harapan cita-cita 0,774 Motivasi Belajar Mahasiswa (X. 0,887 0,873 Adanya dalam belajar. 0,933 0,965 0,928 Adanya keinginan yang menarik dalam 0,826 0,905 0,790 Adanya 0,849 0,919 0,823 Pengetahuan (Knowledg. 0,835 0,910 0,803 Pemahaman (Understandin. 0,819 0,901 0,779 Kemampuan (Skil. 0,781 0,877 0,720 Nilai (Valu. 0,827 0,905 0,791 Sikap (Attitud. 0,793 0,885 0,830 Minat (Interes. 0,845 0,916 0,818 Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Dilihat dari data tabel di atas diketahui bahwa setiap dimensi memiliki nilai AVE > 0,50 yang berarti setiap dimensi dinyatakan valid karena memenuhi kriteria. Adapun nilai CR dan CA pada tabel di atas, semua dimensi memiliki nilai > 0,70 maka setiap indikator ideal dan reliabel dalam mengukur dimensi masingmasing. Selanjutnya, dalam menguji validitas diskriminan, maka dilihat dari nilai Cross Loading dan Fornell-Lacker Criterion, di mana indikator dapat dikatakan valid atau unik apabila nilai cross loading suatu indikator lebih tinggi ke dimensi asal daripada ke konstruk. Berikut data hasil nilai cross loading pada first-order CFA. Tabel 4. 5 Nilai Averange Variance Extracted (AVE). Composite Reliability (CR), dan CronbachAos Alpha (CA) pada First-Order CFA Dimensi masa depan. Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Variabel Laten AVE Tabel 4. 6 Nilai Cross Loading Setiap Indikator ke Konstruk/Dimensi Indikator Konstruk Loading Tertinggi Nilai Cross Loading Validitas Kualitas Pelayanan 0,746 0,708 X1. Tangibles . ukti 0,959 Valid X1. Tangibles . ukti 0,949 Valid X1. Reliability . 0,830 Valid X1. Reliability . 0,804 Valid Collaborative Governance dalam penyediaan. Indikator Konstruk Loading Tertinggi Nilai Cross Loading Validitas Indikator Konstruk Loading Tertinggi Nilai Cross Loading Validitas X1. Reliability . 0,818 Valid Y1. Pengetahuan (Knowledg. 0,918 Valid X1. Responsiveness . 0,893 Valid Y1. Pengetahuan (Knowledg. 0,910 Valid X1. Responsiveness . 0,905 Valid Y1. Pemahaman (Understandin. 0,906 Valid X1. Responsiveness . 0,905 Valid Y1. Pemahaman (Understandin. 0,904 Valid X1. Assurance . 0,862 Valid Y1. Kemampuan (Skil. 0,898 Valid X1. Assurance . 0,901 Valid Y1. Kemampuan (Skil. 0,869 Valid X1. Empathy . 0,854 Valid Y1. Nilai (Valu. 0,909 Valid X1. Empathy . 0,904 Valid Y1. Nilai (Valu. 0,910 Valid Y1. Sikap (Attitud. 0,907 Valid Y1. Sikap (Attitud. 0,874 Valid Y1. Minat (Interes. 0,906 Valid Y1. Minat (Interes. 0,932 Valid Motivasi Belajar X2. Adanya hasrat dan keinginan untuk 0,942 Adanya hasrat dan keinginan untuk 0,945 X2. Adanya dorongan dalam belajar. 0,896 Valid X2. Adanya dorongan dalam belajar. 0,890 Valid X2. Adanya harapan dan cita-cita masa 0,879 Valid X2. Adanya harapan dan cita-cita masa 0,880 Valid Adanya dalam belajar. 0,965 Adanya dalam belajar. 0,966 Adanya keinginan dalam belajar. 0,910 X2. Adanya keinginan dalam belajar. 0,908 Valid X2. Adanya lingkungan belajar yang kondusif. 0,931 Valid X2. Adanya lingkungan belajar yang kondusif. 0,912 Valid X2. X2. X2. X2. Valid Valid Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Pada tabel dapat diketahui bahwa masingmasing indikator memiliki nilai cross loading paling besar pada dimensinya masing-masing, maka dapat dikatakan valid. Namun, perlu melihat nilai akar kuarat AVE, di mana sesuai dengan kriteria Fornell-Lacker yaitu nilainya lebih tinggi pada dimensi itu sendiri. Berikut hasil nilai akar kuadrat AVE pada setiap dimensi. Tabel 4. 7 Nilai Akar Kuadrat AVE pada Masing-masing Dimensi Dimensi pada Variabel Laten Valid Valid Valid Kompetensi Nilai Akar Kuadrat AVE . Tangibles . ukti nyat. 0,954 Reliability . 0,817 Responsiveness . 0,901 Assurance . 0,881 Empathy . 0,879 Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil. 0,944 Adanya kebutuhan dalam belajar. 0,893 Adanya harapan dan cita-cita masa depan. 0,880 Adanya penghargaan dalam 0,966 Adanya menarik dalam belajar. 0,909 Publika. Volume 14 Nomor 1. Tahun 2026, 57-72 Adanya lingkungan belajar yang kondusif. 0,922 Adanya lingkungan belajar yang Ie X2 0,750 Pengetahuan (Knowledg. 0,914 Pengetahuan (Knowledg. Ie Y1 0,792 Pemahaman (Understandin. 0,905 Pemahaman (Understandin. Ie Y1 0,812 Kemampuan (Skil. 0,884 Kemampuan (Skil. Ie Y1 0,772 Nilai (Valu. 0,909 Nilai (Valu. Ie Y1 0,810 Sikap (Attitud. 0,891 Sikap (Attitud. Ie Y1 0,777 Minat (Interes. 0,919 Minat (Interes. Ie Y1 0,733 Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa hasil analisis menunjukkan nilai akar kuadrat AVE dari masing-masing dimensi lebih tinggi dibandingkan dengan dimensi lainya, maka dimensi-dimensi di atas memenuhi kriteria. Dengan demikian, pada first-order CFA ini dapat dikatakan valid dan reliabel untuk seluruh indikator yang dipakai dalam menyusun dimensi yang ada, serta baik indikator dan dimensi bersifat unik atau tidak ada tumpang tindih. Pada tabel menunjukkan bahwa nilai setiap indikator > 0,70 yang berarti bahwa setiap indikator memenuhi syarat atau dapat dikatakan Berikut hasil analisis nilai Averange Variance Extracted (AVE). Composite Reliability (CR), dan CronbachAos Alpha (CA). Tabel 4. 8 Nilai Averange Variance Extracted (AVE). Composite Reliability (CR), dan CronbachAos Alpha (CA) pada Second-Order CFA First-Order Confirmatory Analysis (FirstOrder CFA) Pada tingkatan kedua memiliki langkahlangkah sama dengan tingkatan satu. Namun, tingkatan dua akan berfokus pada pengujian dimensi ke konstruk atau variabel laten, serta antar konstruk atau variabel laten pada model. Berikut ini hasil analisis nilai outer loading yang diperoleh pada second-order CFA, yaitu: Nilai Outer Loading Tangibles . ukti nyat. Ie X1 0,867 Reliability . Ie X1 0,812 Responsiveness . Ie X1 0,876 Assurance . Ie X1 0,823 Empathy . Ie X1 0,840 Adanya hasrat dan keinginan untuk Ie X2 0,816 Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. Ie X2 0,810 Adanya harapan dan cita-cita masa Ie X2 0,765 Adanya penghargaan dalam belajar. Ie X2 0,822 Adanya keinginan yang menarik dalam belajar. Ie X2 0,827 AVE Kualitas Pelayanan Beasiswa (X. 0,557 0,937 0,926 Motivasi Belajar Mahasiswa (X. 0,540 0,934 0,922 Kompetensi Mahasiswa (Y. 0,500 0,923 0,909 Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Dilihat dari data tabel di atas diketahui bahwa setiap konstruk memiliki nilai AVE > 0,50 yang berarti setiap variabel laten valid karena memenuhi kriteria. Adapun nilai CR dan CA pada tabel di atas, semua konstruk memiliki nilai > 0,70 maka setiap dimensi memiliki konsistensi internal yang ideal dan reliabel dalam mengukur variabel laten masing-masing. Berikut hasil nilai akar kuadrat AVE pada setiap konstruk atau variabel laten, yaitu: Tabel 4. 10 Nilai Outer Loading Second-Order CFA Dimensi IeVariabel Variabel Laten Tabel 4. 9 Nilai Akar Kuadrat AVE pada Masing-masing Variabel Laten Variabel Laten Nilai Akar Kuadrat AVE . Kualitas Pelayanan Beasiswa (X. 0,746 Motivasi Belajar Mahasiswa (X. 0,735 Kompetensi Mahasiswa (Y. 0,707 Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Collaborative Governance dalam penyediaan. Pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai akar kuadrat AVE dari masing-masing konstruk lebih tinggi, maka konstruk-konstruk di atas memiliki validitas diskriminan yang baik dan memenuhi kriteria. Dengan demikian, pada second-order CFA ini dapat dikatakan valid dan reliabel untuk seluruh dimensi yang dipakai dalam menyusun variabel laten yang ada, serta setiap variabel laten bersifat unik atau tidak ada tumpang tindih. mahasiswa sebesar 0,067 yang berarti nilai signifkasi kecil. Kualitas pelayanan beasiswa memiliki pengaruh lebih besar dikarenakan berkenaan langsung pada kepuasan penerima bantuan dan menjadi bentuk nyata bagi mahasiswa atas dukungan penghargaan dalam mencapai kompetensi mereka. Selain itu, mahasiswa cenderung mengalami peningkatan minat meraih prestasi belajar. Evaluasi Model Struktural (Inner Model PLS) Predictive Relevance (Q. Pengujian relevansi prediksi atau Q2 memiliki tujuan untuk mengukur kualitas nilai yang diamati yang dihasilkan oleh model dan juga parameter yang dijadikan perkirakan. Berikut merupakan hasil pengujian Q2 pada variabel-variabel penelitian ini, yaitu: Coefficient Determination (R. Melihat nilai R2 bertujuan untuk menilai seberapa besar variabel endogen dipengaruhi oleh variabel endogen lainnya. Berikut merupakan hasil pengujian R2 pada variabelvariabel penelitian ini, yaitu: Tabel 4. 12 Nilai Q2 pada Model Tabel 4. 10 Nilai R2 pada Model Variabel SSO SSE Q2 (=1-SSE/SSO) Variabel Y Nilai R2 Kriteria 2400,000 2400,000 0,000 Kompetensi Mahasiswa (Y. 0,167 Lemah 2400,000 2400,000 0,000 Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 2400,000 2202,553 0,082 Hasil pada tabel di atas menunjukkan nilai R2 pada variabel Y (Kompetensi Mahasisw. sebesar 0,167 yang berarti variabel Y menerima pengaruh dari variabel X1 dan variabel X2 hanya sebesar 16,7% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Sementara itu, variabel kompetensi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor lain sebesar 83,3%. Berdasarkan nilai R2 tersebut maka variabel kompetensi mahasiswa (Y) dipengaruhi oleh variabel kualitas pelayanan (X. dan variabel motivasi belajar (X. dengan kriteria lemah. Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Berdasarkan hasil pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Q2 pada variabel Y1 sebesar 0,082 yang berarti pada model, variabel X1 dan X2 memilik relevansi prediksi untuk variabel Y1 karena bernilai > 0, dan besar relevansi prediksi termasuk kategori kemampuan prediktif kecil. Path Coefficient dan Uji Signifikasi Karakteristik dari path coefficient adalah memiliki nilai yang berkisar antara -1 hingga 1. Jika bernilai positif maka menunjukkan pengaruh yang searah, sedangkan jika bernilai negative maka Efek f-Square . Melihat nilai f2 bertujuam untuk menilai seberapa besar pengaruh yang diberikan variabel eksogen kepada variabel endogen yang ada pada model. Berikut merupakan hasil pengujian f2 pada variabel-variabel penelitian ini, yaitu: menunjukkan pengaruh yang berlawanan. Nilai tstatistic diharpakan Ou 1,96 dengan alpha () = 5% dan nilai p-value < 0,05. Berikut merupakan hasil proses boothstrapping pada model penelitian SEM. Tabel 4. 11 Nilai f2 pada Model Tabel 4. 13 Hasil Pengujian Signifikasi Dengan Boothstrapping Variabel Eksogen Nilai f2 Kriteria Kualitas Pelayanan Beasiswa (X. 0,119 Sedang Motivasi Belajar Mahasiswa (X. 0,067 Kecil Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Berdasarkan pada tabel di atas diketahui bahwa variabel kualitas pelayanan beasiswa terhadap variabel kompetensi mahasiswa memiliki nilai sebesar 0,119 yang berarti nilai signifikasi sedang. Adapun untuk variabel motivasi belajar terhadap variabel kompetensi Original Sample (O) Sample Mean (M) T Statistics (|O/STDEV|) P Value Ie 0,316 0,313 5,156 0,000 0,238 0,239 3,069 0,002 Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2025 Berdasarkan tabel hasil pengujian signifikasi di atas maka hasil dapat disimpulkan, yaitu: Variabel kualitas pelayanan beasiswa terhadap Publika. Volume 14 Nomor 1. Tahun 2026, 57-72 variabel kompetensi mahasiswa memiliki nilai 0,316 menunjukkan nilai positif yang berarti memiliki hubungan searah. Kemudian, nilai tstatistc menunjukkan sebesar 5,156 dan pvalue menunjukkan sebesar 0,000 yang berarti hubungan antar variabel dianggap signifikan. mempertegas segala informasi karena akan berdampak pada kepercayaan mahasiswa, seperti halnya dalam menetapkan alur dan timeline dari mulai pendataran hingga pencairan. Perlu ketegasan informasi alur dan jadwal program, serta perlu sosialisasi kepada mahasiswa terkait jadwal tersebut. Selain itu, adanya pengadaan kontrak pelayanan sebagai bentuk kehandalan layanan terhadap penerima bantuan, seperti pemberian tenggat waktu pengumuman hasil seleksi, pemberian tenggat waktu pencairan, dan pemberian sanksi jika pemberi layanan melewati batas kontrak secara internal. Variabel motivasi belajar mahasiswa terhadap variabel kompetensi mahasiswa memiliki nilai 0,238 menunjukkan nilai positif yang berarti memiliki hubungan searah. Kemudian, nilai tstatistc menunjukkan sebesar 3,069 dan pvalue menunjukkan sebesar 0,002 yang berarti hubungan antar variabel dianggap signifikan. Responsiveness . Implikasi yang direkomendasikan adalah hendaknya tim yang bertanggung jawab pada responsivitas, khususnya pegawai yang menjadi penghubung dengan mahasiswa langsung. Namun, mahasiswa dalam menghubungi pegawai yang bertanggung jawab termasuk mudah, hanya saja pegawai yang bertugas terkadang lamban dan tidak pasti memberikan respon informasi. Oleh karena itu, pemerintah bisa lebih memperhatikan pegawai yang kompeten untuk bertanggung jawab, serta penambahan pegawai jika dirasa tidak sanggup menerima keluhan yang terus membludak. Selain itu, pemerintah juga bisa memberikan inovasi ticketing digital pada helpdesk yang sudah ada sehingga setiap pertanyaan yang diajukan pada helpdesk dapat dijawab dalam 1x24 jam. Implikasi Manajerial Berdasarkan pada hasil penelitian, dapat diketahui bahwa kedua variabel, kualitas pelayanan dan motivasi belajar, sama-sama saling memiliki pengaruh terhadap kompetensi mahasiswa di Sidoarjo. Dengan demikian adanya hasil temuan tersebut maka dapat dirumuskan beberapa implikasi manajerial dan prioritas perbaikan terkait kualitas pelayanan beasiswa dan motivasi belajar terhadap kompetensi mahasiswa di Sidoarjo, khususnya pada mahasiswa penerima bantuan Beasiswa Pendidikan Sidoarjo. Adapun masukan yang menjadi saran perbaikan baik bagi penyelenggara program maupun mahasiswa sebagai kelompok sasaran dapat dlihat pada pemaparan berikut. Pengaruh Kualitas Pelayanan Beasiswa terhadap Kompetensi Mahasiswa Tangibles . ukti nyat. Implikasi yang direkomendasikan adalah pemerintah sebagai penyelenggara program bisa lebih memaksimalkan media penyebaran informasi dan penggunaan website sebagai media pendaftaran, di mana termasuk fasilitas yang bisa dirasakan mahasiswa. Perlunya membuat konten yang memuat hal-hal yang difahami dan tren di kalangan mahasiswa sebagai kelompok sasaran karena masih ditemukan beberapa responden yang kurang puas dengan fasilitas yang sudah ada. Selain itu, masih perlunya wadah satu pintu, misalnya media sosial khusus untuk program Beasiswa Pendidikan Sidoarjo sendiri, segala informasi dan tanya jawab bisa disampaikan pada wadah tersebut atau bisa memaksimalkan sosialisasi layanan call center atau contact person kepada Sehingga, mahasiswa hanya perlu menunggu informasi dari platform khusus Reliability . Assurance . Implikasi yang direkomendasikan adalah pemerintah sebagai penyedia layanan program harus bisa memastikan kepada para mahasiswa bahwa data pribadi mereka akan dijaga dengan ketat dan aman dari kebocoran informasi sehingga akan meningkatkan kepercayaan mahasiswa terhadap layanan. Selain itu, pemerintah dapat memberikan pelatihan khusus kepada pegawai agar lebih kompeten dalam memberikan keramahan, kesopanan, dan kejelasan informasi sehingga mahasiswa merasa nyaman dan aman terhadap pelayanan yang diberikan pegawai. Pemakaian platform website sebagai media pengumpulan data merupakan inovasi layanan yang sudah bagus, hanya perlunya meningkatkan kemampuan pelayanan Implikasi Empathy . Implikasi yang direkomendasikan adalah Collaborative Governance dalam penyediaan. satunya dalam menerima layanan. Adanya keinginan yang menarik dalam Implikasi yang direkomendasikan adalah pemerintah dapat bekerja sama dengan universitas-universitas program-program berbasis minat, misalnya seminar, lokakarya, atau kegiatan lain yang lebih menarik namun sesuai kebutuhan mahasiswa. Dalam hal ini, kegiatan bisa disediakan dalam kurun waktu periode beasiswa berlangsung. Adanya lingkungan belajar yang kondusif Implikasi yang direkomendasikan adalah pemerintah dapat meningkatkan fasilitas-fasilitas yang mendukung proses belajar mahasiswa, seperti perpustakaan, ruang belajar, dan fasilitas Fasilitas-fasilitas tersebut mendukung terciptanya lingkungan belajar bagi mahasiswa, daripada mahasiswa harus pergi ke warung kopi atau cafy. Memberikan fasilitas tersebut secara tidak langsung pemerintah memberi peluang mahasiswa di Sidoarjo memiliki kondisi lingkungan yang mendukng kegiatan belajar Dengan adanya hasil penelitian yang dilakukan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teori manajemen pelayanan publik yang dibuktikan bahwa kualitas pelayanan program beasiswa daerah . engan path coefficient 0,. memiliki pengaruh lebih kuat daripada motivasi belajar dalam membentuk kompetensi mahasiswa. Adanya temuan tersebut memberi persepsi yang lebih luas terhadap penerapan teori SERVQUAL (Pasolong, 2019. Ratminto & Winarsih, 2. pada ranah pelayanan pendidikan sebagai urusan wajib pemerintah daerah (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, 2. Selain itu, hal tersebut mempertegas bahwa dalam konteks otonomi daerah seperti di Kabupaten Sidoarjo, manajemen pelayanan publik yang responsive dan berempati dapat menjadi katalisator utama dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia di daerah. Dengan demikian, adanya hasl penelitian ini nantinya akan memperkaya literatur administrasi negara dengan bukti empiris baru bahwa pelayanan publik lokal itu tidak hanya bersifat administratif, tetapi dapat juga bersifat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. penigkatan dalam memberikan pendampingan personal kepada mahasiswa. Perlu untuk menyediakan pendampingan yang lebih personal bagi mahasiswa penerma dengan pelayanan yang ramah dan penuh perhatian. Pendampingan memberkan respon yang membantu mahasiswa mencari solusi atas kesulitan atau masalah yang dihadapi selama proses pencairan beasiswa. Pengaruh Motivasi Belajar Mahasiswa terhadap Kompetensi Mahasiswa Adanya hasrat dan keinginan untuk Implikasi adalah demi mempertahankan hasrat dan keinginan kuat mahasiswa untuk berprestasi, pemerintah perlu menyediakan program yang bisa membatu mahasiswa memiliki hasrat yang telah ada atau lebih ditingkatkan lagi, misalnya memberkan kesempatan untuk mengikuti program pengembangan diri, seperti seminar, workshop, dan kursus. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam Implikasi adalah memberikan program yang mendukung secara psikologis untuk meningkatkan motivasi, di mana program beasiswa harusmencakup lebih dari sekedar dukungan finalsial. Pemerintah dapat memberikan program konseling akademik yang membahas rencana studi atau memberi dukungan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi mahasiswa, apalagi yang menghambat proses belajar Adanya harapan dan cita-cita masa depan Implikasi adalah pemerintah dalam memperkenalkan dan sosialisasi program beasiswa turut disertai penekanan akan pentingnya pendidikan bagi masa depan, di mana mahasiswa yang akan membawa perubahan bagi daerah Sidoarjo itu Program seperti seminar atau pelatihan karier, serta program konsultasi karier dapat menggugah pemahaman mahsiswa terhadap jurusan yang sedang dijalani. Adanya penghargaan dalam belajar Implikasi memaksimalkan lagi kualitas pelayanan yang diberikan pada program Beasiswa Pendidikan Sidoarjo, di mana program tersebut telah lumayan menarik minat mahasiswa yang tinggal di Sidoarjo. Namun, masih ditemui baik pendaftar maupun mahasiswa yang menjadi penerima belum puas terhadap pelayanan yang Hal tersebut karena program beasiswa mahasiswa dalam belajar, jadi mereka sebagai penerima ingin merasa dihargai yang salah Ucapan Terima Kasih Peneliti mengucapkan terima kasih kepada pihakpihak yang telah berkontribusi dan membantu dalam proses penelitian dan penyusunan artikel ilmiah ini yaitu Bapak Galih Wahyu Pradana. AP. Si selaku dosen pembimbing serta Bapak Muhammad Farid MaAoaruf. AP. AP dan Ibu Dr. Suci Megawati. IP. Si. selaku dosen penguji. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada narasumber terkait dan para responden yang telah membantu dalam. pengumpulan data untuk penulisan artikel ilmiah. Publika. Volume 14 Nomor 1. Tahun 2026, 57-72 menunjukkan bahwa motivasi instrinsik yakni minat/ketertarikan penerima beasiswa menjadi faktor penting dalam proses mengembangkan kompetenasi diri, serta didorong oleh penghargaan . yang diterima membuat penerima beasiswa merasa dihargai atas keberhasilan belajarnya. Sehingga, kompetensi diri mahasiswa selain dipengaruhi oleh motivasi diri, kualitas program menjadi peranan penting yang mendorong motivasi siswa. PENUTUP Simpulan Merujuk pada analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini dengan menggunakan software smartpls 9, penelitian menunjukkan adanya pengaruh kualitas pelayanan beasiswa dan motivasi belajar mahasiswa terhadap kompetensi mahasiswa di Sidoarjo, di mana hasil pengujian antara variabel kualitas pelayanan beasiswa dan motivasi belajar mahasiswa terhadap kompetensi mahasiswa menghasilkan nilai R2 pada kontruk Y . ompetensi mahasisw. sebesar 0,167 yang berarti sebesar 16,7% variabel kompetensi mahasiswa dipengaruhi oleh kualitas pelayanan beasiswa dan motivasi belajar. Berikut beberapa hal mengenai hubungan pengaruh X1 dan X2 terhadap Y1, yaitu: Saran Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilaksanakan, timbul beberapa saran dan rekomendasi yang dapat diberikan pada instansi pemerintah selaku penanggung jawab program dan penyedia layanan dalam program, serta untuk penelitian yang akan dilakukan di masa depan oleh peneliti lainnya. Berikut saran-saran dan rekomendasi yang akan diberikan, yaitu: Hasil uji signifikasi antara konstruk kualitas pelayanan beasiswa terhadap konstruk kompetensi mahasiswa dengan hasil nilai t-statistic sebesar 5,156 dan p-value sebesar 0,000. Adapun kriteria yang digunakan pada pengujian yaitu nilai alpha = 5% maka hubungan antar variabel dinyatakan signifikan apabila t-statistic Ou 1,96 dan p-value O 0,05. Sehingga, hasil analisis yang diperoleh dapat dinyatakan bahwa hubungan pengaruh kualitas mahasiswa memiliki pengaruh yang signifikan. Dengan hasil hubungan tersebut, dapat diketahui bahwa pada variabel kualitas pelayanan beasiswa, indikator dengan nilai outer loading tertinggi adalah responsiveness . dan tangibles . ukti nyat. , di mana hal tersebut menunjukkan bahwa ketanggapan pemberi layanan dalam merespon kebutuhan penerima layanan, serta fasilitas dan sarana fisik/informasi yang nyata menjadi faktor paling kuat dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui persepsi pelayanan yang berkualitas. Bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Khususnya Pihak-Pihak yang Menjadi Penanggung Jawab Program (Dinas Sosial. Dinas Kepemudaan. Olahraga, dan Pariwisata. serta Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daera. Sebaiknya lebih memaksimalkan lagi kualitas pelayanan pada program Beasiswa Pendidikan Sidoarjo yang transparan, responsif, dan penuh pendekatan kepada para penerima beasiswa. Pengadaan program bagi pegawai yang berkaitan untuk memastikan kesiapan dan kepahaman terhadap program Beasiswa Pendidikan Sidoarjo, seperti pelatihan dan pendampingan pelayanan beasiswa, pembentukkan dan perekrutan tim khusus beasiswa, dan program-program yang sejalan dengan terciptanya pelayanan yang berkualitas pada program Beasiswa Pendidikan Sidoarjo. Namun, pada variabel motivasi belajar juga masih perlu bagi pemerintah untuk meningkatkan peran yang menjadi pendorong mahasiswa untuk memiliki motivasi dalam belajar dan menciptakan lingkungan untuk mahasiswa menngkatkan kompetensi diri. Pemerintah dapat menciptakan program-program lanjutan yang dapat memotivasi penerima sehingga tidak hanya dorongan dari luar tapi motivasi dalam diri juga timbul untuk meraih kompetensi diri yang lebih baik. Program lanjutan seperti pengadaan pelatihan, seminar, workshop, kursus bagi penerima beasiswa, serta pengadaan fasilitas-fasilitas atau sarana prasarana yang mendukung kegiatan belajar. Hal tersebut dapat menggali potensi belajar mahasiswa sebagai penerima bantuan dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri. Hasil uji signifikasi antara konstruk kualitas pelayanan beasiswa terhadap konstruk kompetensi mahasiswa dengan hasil nilai t-statistic sebesar 3,069 dan p-value sebesar 0,002. Adapun krteria yang digunakan pada pengujian yaitu nilai alpha = 5% maka hubungan antar variabel dinyatakan signifikan apabila t-statistic Ou 1,96 dan p-value O 0,05. Sehingga, hasil analisis yang diperoleh dapat dinyatakan bahwa hubungan pengaruh motivasi belajar mahasiswa terhadap kompetensi mahasiswa memiliki pengaruh yang signifikan. Dengan hasil hubungan tersebut, dapat diketahui bahwa pada variabel motivasi belajar mahasiswa, indikator dengan nilai outer loading tertinggi adalah adanya keinginan yang menarik dalam belajar dan adanya penghargaan dalam belajar, di mana hal tersebut Saran untuk Penelitian yang Sama di Masa yang Akan Datang Dalam penelitian ini terdapat keterbatasan Collaborative Governance dalam penyediaan. Pasolong. Teori Administrasi Publik. Alfabeta . th ed. Alfabeta. dalam penggunaan variabel, di mana variabel eksogen yang diujikan hanya dua sehingga belum mendapatkan hasil yang lebih bervariasi. Pada penelitian ini juga masih memiliki keterbatasan pada pembuatan model penelitian, pengumpulan data dan juga analisis data, serta dokumentasi hasil penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu yang sangat terbatas, tentunya menjadikan penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan dalam ruang lingkup maupun kedalaman proses analisis dalam penelitian ini. Diharapkan pada peneliti yang akan mengambil topik serupa di masa yang akan datang dapat dilakukan dengan mencari, mencoba, dan memperbanyak variabel yang bervariasi khususnya pada variabel eksogen, di mana akan mempengaruhi hasil penelitian yang lebih bervariasi dan berbeda dengan yang ada pada penelitian ini. Selain itu, perlunya mengembangkan model penelitian dan mengambil sampel yang lebih merata untuk menghasilkan analisis data yang lebih maksimal dan akurat. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KAB. SIDOARJO 2021-2026. Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2024 tentang Beasiswa Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat, . Prawiyogi. , & Toyibah. Strategi Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Model Sertifikasi Kompetensi. ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal, 1. , 78Ae86. https://doi. org/10. 34306/abdi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, 1 . Ramadhan. , & Megawati. Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Mahasiswa Di Universitas Negeri Surabaya. Publika, 1581Ae1592. https://doi. org/10. 26740/publika. Ramadhon. Jaenudin. , & Fatimah. Pengaruh Beasiswa terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sriwijaya. Jurnal Profit, 4. , 203Ae2013. DAFTAR PUSTAKA