UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 PENERAPAN METODE COOPERATIVE SCRIPT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS V SD NEGERI 32 ANDALAS KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG Ikhlas Ikhlas@gmail. SD N 32 Andalas Abstract : This study aims to improve motivation and learning outcomes of students on the subjects of Social Studies (IPS) in State Elementary School 32 East Andalas Padang District of Padang using Cooperative Script. This research is a classroom action research (PTK) using the method of implementation of the Cooperative Script by as much as two cycles of study. Subjects of this study is a fifth grade student who numbered 30 people. Data collection techniques used were observation, questionnaires, tests and documentation with data analysis techniques using a percentage of the average - average value of student learning outcomes. The results show that with the adoption of Cooperative Script students can improve students' motivation is a positive impact on student learning outcomes in social studies. This is evidenced by the percentage of student motivation on the first cycle is 87% which is well categorized and increased in the second cycle becomes 90. 1% with very good category. Learning outcomes of students also increased from the first cycle to the second cycle. Average - Average student learning outcomes in the first cycle is 73, while in the second cycle increased to 85 with KKM 70. It can be concluded that the application of Cooperative Script method can improve motivation and learning outcomes of students of class V SD Negeri 32 Andalas Padang Eastern District of the city of Padang on subjects Social Studies (IPS). Keywords : Cooperative Script. Results Learning. Learning Motivation PENDAHULUAN Upaya pemerintah untuk memajukan pendidikan terlihat melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk tingkat SD/MI menyebutkan bahwa: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi. Sejarah. Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: . mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya. memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial. memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan . memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional dan global (BSNP, 2008: . Ilmu Pengetahuan Sosial adalah program pendidikan yang mengintegrasikan secara interdisiplin konsep ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Ilmu pengetahuan sosial lahir dari keinginan para pakar pendidikan untuk membekali para siswa supaya nantinya mereka mampu menghadapi dan menangani kompleksitas kehidupan di masyarakat yang seringkali berkembang secara tidak terduga (Susilo dkk, 2009: . Sedangkan menurut Soewarso dan Susilo . 0: . pada dasarnya IPS merupakan kajian tentang manusia dan dunia Yang menjadi kajian IPS ialah tentang hubungan antar manusia. Latar telaahnya adalah kehidupan nyata manusia. Penelitian yang dilakukan oleh Depdiknas . menunjukan bahwa masih banyak permasalahan pelaksanaan standar isi mata pelajaran IPS. Guru dalam menerapkan pembelajaran lebih menekankan pada metode yang mengaktifkan guru, kurang melibatkan peserta didik, pembelajaran yang dilakukan guru kurang kreatif, lebih banyak menggunakan metode konvensional . dan kurang mengoptimalkan media Sehingga siswa kurang termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran, bahkan cenderung pasif. Siswa hanya diam saja, mendengarkan, mencatat, dan mudah bosan dalam pembelajaran. Motivasi sangat penting dalam pembelajaran dikarenakan motivasi mendorong siswa untuk terlibat dalam proses belajar mengajat, hal ini sesuai dengan fungsi motivasi yang diungkapkan oleh Sukmadinata . yaitu mendorong manusia untuk berbuat atau bertindak. Motif berfungsi sebagai penggerak atau sebagai motor yang memberikan energy . kepada seseorang untuk melakukan suatu tugas. Permasalahan pada pembelajaran IPS juga terjadi pada siswa kelas V SDN 32 Andalas Kota Padang, pembelajaran kurang bermutu dimana dalam pelaksanaan pembelajaran masih sering dijumpai kendala yaitu siswa kesulitan memahami materi yang ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Peran peserta didik tampak belum secara optimal diperlakukan sebagai subyek didik yang memiliki potensi untuk berkembang secara mandiri. Posisi peserta didik masih dalam situasi dan kondisi belajar yang menempatkan siswa dalam keadaan pasif. Aktivitas dan motivasi siswa dalam pembelajaran IPS masih sangat kurang sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Hal tersebut dikarenakan guru belum mengunakan model pembelajaran inovatif dan juga tidak menggunakan media dalam pembelajarannya. Data dari hasil analisis terhadap nilai ulangan harian pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SDN 32 Andalas Kota Padang pada tahun ajaran 2014/2015 masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 75. Data hasil belajar ditunjukkan dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 88, dengan rerata kelas yaitu 61. Dari 30 siswa, yang mencapai KKM hanya 11 siswa sedangkan sisanya 19 siswa belum mencapai KKM. Dengan melihat data hasil belajar dan pelaksanaan mata pelajaran IPS terlihat bahwa pembelajaran masih kurang mampu memotivasi siswa untuk aktif sehingga berdampak negatif kepada hasil belajar siswa. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui metode Cooperativ Script di kelas V SD Negeri 32 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat bermanfaat bagi: Sekolah, untuk mengoptimalkan motivasi peserta didik pada lembaga itu sendiri dan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar di sekolah sehingga akan mencetak lulusan yang berkualitas, bisa memenuhi target yang diharapkan, dan memiliki motivasi berprestasi yang kuat. Guru, dapat dijadikan alternatif perbandingan dalam peningkatan motivasi berprestasi dengan menggunakan metode Cooperative Script pada materi lainnya. Siswa, dengan menggunakan metode Cooperative Script peserta didik mampu menerima motivasi berprestasi dengan baik dan memudahkan mereka untuk meningkatkan hasil belajar IPS mereka. Hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku. Proses penyesuain diri mengatasi rintangan terjadi secara tidak sadar, tanpa pemikiran yang banyak terhadap apa yang dilakukan (Aunurrahman. 2012: . Dalam hal ini pelajar mencoba melakukan kebiasaan atau tingkah laku yang telah terbentuk hingga ia mencapai respon yang Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu AuhasilAy dan Aubelajar. Pengertian hasil . merujuk tentang suatu ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya infut secara fungsional. Sedangkan belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku tentang individu yang belajar. Perubahan belajar itu merupakan perolehan yang menjadi hasil belajar. Hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Hasil belajar adalah keadaan individu yang dapat menguasai hubungan antara bagian informasi dengan yang telah diperolehnya mengenai proses belajar (Purwanto. Harus selalu kita ingat bahwa hasil belajar bukan hanya dilihat pada satu aspek saja, namun hasil belajar merupakan gabungan seluruh aspek yang dirangkaikan dalam suatu rangkaian yang saling berhubungan secara komprehensif. Hasil belajar sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan. Hasil belajar digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan. Oleh karena itu, tes hasil belajar sebagai alat untuk mengukur hasil belajar. Metode pembelajaran cooperative script adalah sebuah strategi yang menarik bagi para siswa, karena siswa akan berbicara dengan lawan bicara secara langsung dan akan mendapatkan respons langsung dari lawannya dalam membahas sebuah tema atau materi pelajaran yang diajukan oleh guru. Dalam hal ini guru membagi siswa menjadi berpasangan dan setiap pasangan akan membahas suatu tema yang telah diberikan sebelumnya oleh guru dan saling mengutarakan pendapatnya masing-masing untuk menemukan suatu kesimpulan Cooperative script adalah salah satu metode belajar, dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan, untuk mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari (Hamid, 2012:. Metode pembelajaran cooperative script bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi ide-ide dan melibatkan siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan memeriksa pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Selain itu metode pembelajaran ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. Langkah-langkah metode pembelajaran cooperative script sebagai berikut (Suprijono, 2012:. Guru membagi siswa untuk berpasangan Guru membagikan wacana atau materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak, mengoreksi atau menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. Membantu mengingat atau menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan Serta lakukan seperti di atas. Kesimpulan siswa bersama-sama dengan Guru Penutup METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengikuti model Kurt Lewin karena lebih menitikberatkan dengan membuat angket dan observasi . kepada peserta didik yang akan menjawab pernyataan-pernyataan dengan harapan peserta didik akan termotivasi untuk meningkatkan hasil belajarnya (Arikunto, 2. Penelitian ini dilakukan di SDN 32 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil, yaitu pada bulan September sampai dengan November Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 32 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang dengan jumlah siswa 30 orang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 19 orang perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, penyebaran angket, pemberian tes hasil belajar dan dokumentasi. HASIL PENELITIAN Siklus I Pengamatan dilakukan pada proses pembelajaran dengan menerapkan metode Cooperative Script yang dilakukan oleh peneliti dan teman sejawat. Hasil kuesioner untuk mengukur motivasi belajar siswa pada siklus I disajikan pada tabel 1 berikut ini. ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Tabel 1. Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Siklus I Indikator Persentase (%) Bertanggung jawab atas segala perbuatannya, mengaitkan diri pada 88% (Bai. hidup masa depan, tidak menyalahkan orang lain dalam kegagalannya. Berusaha mencari umpan balik atas segala perbuatannya, selalu 85% (Bai. bersedia mendengarkan pendapat orang lain sebagai masukan dalam memperbaiki dirinya. Berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan melebihi orang 82% (Bai. Berusaha melakukan sesuatu secara inovatif dan kreatif, banyak 96% (Sangat bai. gagasan, dan mampu mewujudkan gagasannya dengan baik. Merasa dikejar-kejar waktu, pandai mengatur waktunya, yang dapat 84% (Bai. dikerjakan sekarang jangan ditunda hari esok. Bekerja keras dan bangga atas hasil yang dicapai. 87% (Bai. Rata-Rata Tabel 1 menunjukkan bahwa rata Ae rata hasil motivasi belajar siswa pada siklus I adalah 87% dengan rincian indikator pertama yaitu. bertanggung jawab atas segala perbuatannya, mengaitkan diri pada hidup masa depan, tidak menyalahkan orang lain dalam kegagalannya memperoleh persentase sebesar 88% dengan kategori baik. Untuk indikator kedua, berusaha mencari umpan balik atas segala perbuatannya, selalu bersedia mendengarkan pendapat orang lain sebagai masukan dalam memperbaiki dirinya, memperoleh persentase sebesar 85% dengan kategori baik. Sedangkan indikator ketiga, berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan melebihi orang lain, mendapat persentase sebesar 82% dengan kategori baik. Indikator keempat memperoleh persentase sebesar 96% yang dikategorikan sangat baik. Untuk indikator kelima dan keenam, merasa dikejar-kejar waktu, pandai mengatur waktunya, yang dapat dikerjakan sekarang jangan ditunda hari esok dan bekerja keras dan bangga atas hasil yang dicapai memperoleh persentase 84% dan 87% dengan kategori baik. Hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Cooperative Script disajikan pada tabel 2 berikut ini. ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Siklus I Kriteria Siklus I Rentang Nilai Jumlah Persen (%) Baik Sekali 80 - 100 16,67 Baik 70 Ae 79 46,67 Cukup 60 Ae 69 13,33 Kurang 50 Ae 59 13,33 Sangat Kurang < 50 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa, sebanyak 19 orang siswa . ,34%) memperoleh nilai sama dengan KKM . Sedangkan sebanyak 11 orang siswa . ,67%) masih memperoleh nilai dibawah KKM. Rincian nilai yang diperoleh siswa adalah sebanyak 5 orang siswa . memperoleh nilai dengan rentang 80-100, 14 orang siswa . ,67%) memperoleh nilai dengan rentang 70-79. Sebanyak 4 orang siswa . ,33%) memperoleh rentang nilai antara 60-69 dan 50-59 dan ada 3 orang siswa . %) memperoleh nilai dibawah 50. Berdasarkan hasil kuesioner dan hasil belajar siswa tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan metode Cooperative Script belum mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh siswa belum terlalu paham dan mengerti menggunakan langkah Ae langkah Cooperative Script. Hal ini terlihat dengan adanya kesalahpahaman antar siswa yaitu pada waktu maju ke depan ada beberapa siswa yang kurangpaham dengan bertukar peran yakni bergantian sebagai pembicara danpendengar begitu sebaliknya. Hal tersebut menyebabkan jika ada kalimat yang salah maka tidak ada yang mengoreksi dan hanya berperan sebagai satu arah bukan dua arah. Siklus II Pengamatan dilakukan pada proses pembelajaran dengan menerapkan metode Cooperative Script yang dilakukan oleh peneliti dan teman sejawat. Hasil kuesioner untuk mengukur motivasi belajar siswa pada siklus II disajikan pada tabel 3 berikut ini. ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Tabel 3. Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Siklus II Indikator Persentase (%) Bertanggung jawab atas segala perbuatannya, mengaitkan diri pada 91% ( Sangat Bai. hidup masa depan, tidak menyalahkan orang lain dalam kegagalannya. Berusaha mencari umpan balik atas segala perbuatannya, selalu 91% ( Sangat Bai. bersedia mendengarkan pendapat orang lain sebagai masukan dalam memperbaiki dirinya. Berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan melebihi orang 85,5% (Bai. Berusaha melakukan sesuatu secara inovatif dan kreatif, banyak 100% (Sangat bai. gagasan, dan mampu mewujudkan gagasannya dengan baik. Merasa dikejar-kejar waktu, pandai mengatur waktunya, yang dapat 84% (Bai. dikerjakan sekarang jangan ditunda hari esok. Bekerja keras dan bangga atas hasil yang dicapai. 92,5% ( Sangat Bai. Rata-Rata 90,1% Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hampir semua indikator motivasi belajar siswa dikategotrikan sangat baik. Dari enam indikator motivasi belajar, 4 indikator dikategorikan sangat baik yaitu indikator 1, 2, 4 dan 6 dengan persentase sebesar 91%, 91%, 100% dan 92,5%. Sedangkan dua indikator lagi dikategorikan baik yaitu indikator 3 dan indikator 4 dengan persentase sebesar 85,5% dan 84%. Rata Ae rata persentase motivasi belajar siswa pada siklus II ini adalah 90,1%. Hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Cooperative Script disajikan pada tabel 4 berikut ini. Tabel 4. Hasil Belajar Siswa Siklus II Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Nilai 80 - 100 70 Ae 79 60 Ae 69 50 Ae 59 < 50 Siklus II Jumlah Persen (%) 26,67 53,33 6,67 3,33 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa, sebanyak 24 orang siswa . %) memperoleh nilai sama dengan KKM . Sedangkan sebanyak 6 orang siswa . %) masih memperoleh nilai dibawah KKM. Rincian nilai yang diperoleh siswa adalah ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 sebanyak 8 orang siswa . memperoleh nilai dengan rentang 80-100, 16 orang siswa . ,33%) memperoleh nilai dengan rentang 70-79. Sebanyak 3 orang siswa . %) memperoleh rentang nilai antara 60-69, sebanyak 2 orang siswa . ,67%) memperoleh nilai antara 50-59 dan ada 1 orang siswa . ,33%) memperoleh nilai dibawah 50. Sebanyak 80% siswa telah mampu memperoleh nilai sama dengan KKM, maka dapat dikatakan bahwa penerapan metode Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V SD Negeri 32 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang. PEMBAHASAN Berdasarkan data yang diperoleh setelah pelaksanaan tindakan terkait proses pembelajaran IPS yang dilakukan oleh peneliti dan teman sejawat ditemukan bahwa siswa kelas V SD Negeri 32 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang kurang memiliki motivasi untuk belajar yang berdampak pada rendahnya hasil belajar IPS. Dengan menerapkan metode Cooperative Script motivasi belajar siswa meningkat. Hal ini dapat dilihat pada perbandingan hasil kuesioner motivasi siswa pada siklus I dan siklus II yang disajikan pada tabel 5 berikut ini. Tabel 5. Perbandingan Hasil Kuesioner Siklus I dan II Indikator Bertanggung jawab atas segala perbuatannya, mengaitkan diri pada hidup masa depan, tidak menyalahkan orang lain dalam Berusaha mencari umpan balik atas segala perbuatannya, selalu bersedia mendengarkan pendapat orang lain sebagai masukan dalam memperbaiki dirinya. Berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan melebihi orang Berusaha melakukan sesuatu secara inovatif dan kreatif, banyak gagasan, dan mampu mewujudkan gagasannya dengan baik. 88% (Bai. 91% (Sangat Bai. 85% (Bai. 91% (Sangat Bai. 82% (Bai. 85,5% (Bai. (Sangat Bai. Merasa dikejar-kejar waktu, pandai mengatur waktunya, yang dapat 84% (Bai. dikerjakan sekarang jangan ditunda hari esok. Bekerja keras dan bangga atas hasil yang dicapai. 87% (Bai. 100% (Sangat Bai. Rata-rata 84% (Bai. 92,5%(Sangat Bai. 90,1% Tabel 5 diatas menunjukkan pada siklus I rata Ae rata motivasi belajar siswa adalah 87% yang dikategorikan baik dan mengalami peningkatan pada siklus II dengan rata Ae rata ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 yang diperoleh sebesar 90,1% atau meningkat sebesar 3,1%. Pada siklus I, indikator pertama, bertanggung jawab atas segala perbuatannya, mengaitkan diri pada hidup masa depan, tidak menyalahkan orang lain dalam kegagalannya memperoleh persentase sebesar 88% dengan kategori baik dan pada siklus II memperoleh persentase sebesar 91% dengan kategori sangat Untuk indikator kedua, berusaha mencari umpan balik atas segala perbuatannya, selalu bersedia mendengarkan pendapat orang lain sebagai masukan dalam memperbaiki dirinya, pada siklus I memperoleh persentase sebesar 85% dengan kategori baik sedangkan pada siklus II memperoleh persentase sebesar 91% dengan kategori sangat baik. Sedangkan indikator ketiga pada siklus I, berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan melebihi orang lain, mendapat persentase sebesar 82% dengan kategori baik dan pada siklus II meningkat menjadi 85,5%. Indikator keempat pada siklus I memperoleh persentase sebesar 96% dan siklus II sebesar 100% dengan kategori sangat baik. Untuk indikator kelima dan keenam, merasa dikejar-kejar waktu, pandai mengatur waktunya, yang dapat dikerjakan sekarang jangan ditunda hari esok dan bekerja keras dan bangga atas hasil yang dicapai pada siklus I memperoleh persentase 84% dan 87% dengan kategori baik dan pada siklus II memperoleh persentase sebesar 84% dan 92,5%. Berdasarkan hasil persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Cooperative Script meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini. Tabel 6. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I dan II Kriteria Nilai Baik Sekali Baik Cukup Kurang Sangat Kurang 80 - 100 70 Ae 79 60 Ae 69 50 Ae 59 < 50 Jumlah Siklus I Persen (%) 16,67 46,67 Siklus II Jumlah Persen (%) 26,67 53,33 6,67 3,33 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh 63,34% siswa mendapatkan nilai sama dengan KKM dan meningkat pada siklus II menjadi 80% dari 30 orang siswa. Berdasarkan presentase tersebut dapat dikatakan proses pembelajaran berjalan dengan baik dan meningkat serta siswa memiliki motivasi untuk belajar sehingga dapat dikategorikan sangat baik. Dengan meningkatnya hasil kuesioner dan hasil belajar siswa dapat dikatakan bahwa pembelajaran IPS menggunakan metode cooperative script pada siswa kelas V SD Negeri 32 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang telah berhasil karena telah mencapai indikator penelitian yaitu sebanyak 75% ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 siswa memperoleh nilai sama dengan KKM . dan indikator kuesioner yang telah ditentukan yaitu. Bertanggung jawab atas segala perbuatannya, mengaitkan diri pada hidup masa depan, tidak menyalahkan orang lain dalam kegagalannya. Berusaha mencari umpan balik atas segala perbuatannya, selalu bersedia mendengarkan pendapat orang lain sebagai masukan dalam memperbaiki dirinya. Berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan melebihi orang lain. Berusaha melakukan sesuatu secara inovatif dan kreatif, banyak gagasan, dan mampu mewujudkan gagasannya dengan baik. Merasa dikejar-kejar waktu, pandai mengatur waktunya, yang dapat dikerjakan sekarang jangan ditunda hari esok. Bekerja keras dan bangga atas hasil yang dicapai. Berdasarkan data di atas dapat dikatakan bahwa siswa SD Negeri 32 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang memiliki motivasi berprestasi dalam dirinya yang artinya dorongan dari dalam diri siswa untuk mengatasi segala tantangan dan hambatan dalam upaya mencapai tujuan dalam belajarnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penerapan metode Cooperative Script dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 32 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang terlaksana dengan baik pada siklus I dan meningkat menjadi sangat baik pada siklus II. Hal ini dapat dibukti dari hasil belajar siswa dimana pada siklus I sebanyak 19 orang siswa . ,33%) telah mampu mencapai nilai KKM dan meningkat menjadi 24 orang siswa . %) pada siklus II. Berdasarkan data diatas proses pembelajaran IPS dengan menggunakan metode Cooperative Script dapat dikatakan berhasil. Untuk melihat motivasi belajar IPS siswa dengan menggunakan metode Cooperative Script di SD Negeri 32 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang maka selesai proses pembelajaran dibagikan kuesioner kepada siswa tentang motivasi yang mengalami peningkatan, yaitu dengan hasil rata-rata kuesioner siswa pada siklus I 87% sedangkan pada siklus II 90. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan siswa memiliki motivasi untuk belajar. ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Saran Metode Cooperative Script yang digunakan diharapkan mampu mempermudah proses pembelajaran bukan menjadikan proses pembelajaran menjadi Guru dapat mencoba metode Cooperative Script pada pokok bahasan lain untuk meningkatkan motivasi berprestasi belajar peserta didik. REFERENSI