Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Rumah Mode Busana dengan Konsep Pentagonal di Surabaya Kharisma Ziliwu1* . Heristama Anugerah Putra 2 1,2 Program Studi Arsitektur. Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya. Indonesia Korespondensi Author: kharismaziliwu4@gmail. com 1* , heristama. putra@ukdc. Abstract: The design of the fashion house helps the tailors more freely in doing work, especially in designing a fashion model. In designing a fashion house, the design of the building must reflect the character of the function of the building itself. The writing of this research uses a qualitative method in the form of an analysis of several elements related to building design as well as a literature study that aims to explain and record some important parts in the building design process. The design elements consist of design concepts and methods, site data and location, zoning, transformation and design forms, structural systems, interior and exterior. The data obtained is then processed using the analysis phase related to the design elements. The analysis is site analysis, view, and main entrance, user behavior patterns and spatial organization relationships. The results of the study obtained the formation of fashion house designs using an analogous approach to the geometry of clothes or t-shirts with pentagonal formations. Meanwhile, in terms of space, the fashion house building facilitates all activities in it, starting from the sewing process, teaching to exhibiting the work of fashion design. Keywords: tailor, transformation, designer, space, fashion Abstrak: Perancangan rumah mode busana membantu para penjahit lebih leluasa dalam melakukan pekerjaan terutama dalam mendesain sebuah model busana. Dalam perancangan rumah mode busana, desain bangunan harus memberikan cerminan karakter dari fungsi bangunan itu sendiri. Penulisan penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berupa analisa dari beberapa unsur-unsur yang berkaitan dalam perancangan bangunan serta studi literatur yang bertujuan untuk menjelaskan dan mencatat beberapa bagian penting dalam proses perancangan bangunan. Unsur perancangan tersebut terdiri dari konsep dan metode perancangan, data dan lokasi tapak, zoning, bentuk transformasi dan desain, sistem struktur, interior dan eksterior. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan tahap analisa yang berkaitan dengan unsur perancangan. Analisa tersebut ialah analisa site, view, dan main entrance, pola perilaku pengguna dan hubungan organisasi ruang. Hasil penelitian didapatkan bentukan perancangan rumah mode busana dengan menggunakan pendekatan analogi geometri baju atau kaos dengan bentukan pentagonal. Sementara secara ruang bangunan rumah mode busana memfasilitasi seluruh kegiatan didalamnya mulai dari proses penjahitan, pengajaran hingga memamerkan hasil karya desain Kata Kunci : penjahit, transformasi, desainer, ruang, busana PENDAHULUAN Menjahit merupakan kegiatan menyambung kain, bulu, kulit binatang dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang (Surya, 2. Perkerjaan menjahit busana dilakukan oleh seorang atau lebih tukang jahit dan desainer pakaian, di mana imajinasi dan ide dituangkan dalam bentuk model pakaian dari ujung kepala sampai ujung kaki dan harus memiliki nilai keindahan dan kenyamanan bagi pengguna karyanya. Banyak produk yang dihasilkan oleh para desainer ataupun penjahit mulai dari pakaian hingga aksesoris. Hasil produk haruslah yang memiliki daya jual tinggi sehingga karya pakaian mampu Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 mengidentifikasi kekhasan dari penjahit. Penggunaan kain juga harus selalu dimaksimalkan agar tidak banyak kain yang tersisa dan menjadi limbah. Limbah kain ini dapat disebut kain Untuk mengurangi limbah kain penjahit harus dapat memanfaatkan kain perca sebagai bahan utama dalam pembuatan karya desain pakaian ataupun akesoris yang diolah secara profesional (Rambe, 2. Kegiatan penciptaan model busana pada awalnya didominasi oleh kaum perempuan yang suka menghabiskan waktu di satu tempat. Namun, pada saat ini kegiatan menjahit lebih didominasikan oleh kaum pria. Kreatifitas yang sangat tinggi dan ingin cepat memiliki penghasilan yang nyata, pekerjaan inilah yang menarik banyak perhatian orang banyak dan Dalam sebuah ide desain busana seorang desainer ataupun penjahit haruslah memiliki ide yang bagus dengan kreatifitas yang tinggi sehingga mampu berkancah dan terkanal di dunia internasional. Tidak sedikit nama perancang atau desainer Indonesia yang namanya telah berkibar di kancah internasional bahkan sering mengikuti peragaan busana yang diadakan di luar negeri. Hal ini bagus untuk membantu nama Indonesia dikenal lebih luas diseluruh dunia. Setiap karya desain busana mampu mempunyai estetika secara tampilan yang terkandung didalamnya dalam bentuk sebuah motif atau warna (Yuningsih, 2. Dalam lingkup desain busana juga melihat dari sisi para penggunanya dimana harus mampu menunjukkan isi, bentuk dan penampilannya dengan jelas (Komariyah, 2. Kegiatan mendesain dan menjahit sebuah busana pakaian, awalnya seorang desainer busana harus memiliki sebuah studio/gedung desain. Tujuannya agar semua pekerjaan yang dilakukan terlaksana dengan baik dan mudah, serta dari adanya studio hasil desain busana dapat dipamerkan / diperjualbelikan untuk khalayak. Banyaknya alat dan material yang digunakan oleh para desainer busana, workstation menjadi sebuah fasilitas yang dibutuhkan untuk memudahkan dalam hal pengerjaan ide desain ataupun proses penjahitan (Isnaini, 2. Para desainer secara profesional sudah harus memiliki ide desain yang kreatif dalam membuat sebuah karya busana. Kreatifitas para desainer diawali dengan membuat pola dasar dalam bentuk sketsa desain yang kemudian pola tersebut di tuangkan kedalam kain sebagai bahan dasar busana (Ursiah, 2. Perancangan sebuah rumah mode busana ( tailor dan mode. harus memilki ruang atau space luas yang memungkinkan membuat para pengunjung lebih bernuansa bebas, tidak menimbulkan hawa panas. Karena ini merupakan rumah mode busana, perancangan bangunan harus mengangkut fungsi bangunan dan kegiatan yang terjadi di dalamnya. Rumusan Masalah Bangunan tempat jahit busana merupakan sebuah fasilitas umum yang sangat sering banyak dimanfaatkan oleh banyak orang, terutama dalam bidang busana. Dalam perancangan bangunan tempat jahit, desain atau bentukan bangunan harus memberi cerminan secara tidak langsung kepada pengunjung, dalam artian sebagai simbol visualisasi. Perancangan bangunan tempat jahit, di dalam ruang harus memiliki space yang memungkinkan pengunjung dan karyawan bebas bergerak mengakses sudut bangunan. Tujuan Perancangan Tujuan perancangan rumah mode busana ialah menciptakan tempat bagi orang-orang yang memiliki keterampilan dalam mendesain sebuah pakaian, dan mempermudah masyarakat sekitar untuk menentukan model dan ukuran pakaian yang sesuai. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 METODE PENELITIAN Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental secara kualitatif yang berupa analisa penjabaran ukuran dan view site, perencanaan struktur bangunan dan penjelasan gambar rancangan desain bangunan. Metode ini menitikberatkan pada kriteria-kriteria desain yang didapatkan dari proses analisa yang telah dilakukan hingga penentuan material yang akan digunakan (Groat, 2. Serta dilakukannya studi literatur dengan menggambarkan dan mencatat bagian yang merupakan komponen penting dalam merencanakan rancangan serta menjabarkan konsep dan tujuan pemilihan desain. Pendekatan metode dari hasil perolehan data ialah penggunaan prinsip perancangan bangunan dengan menggunakan konsep geometri sebagai acuan utama dalam desain bangunan, yang terdiri dari gambar sketsa serta konsep struktur desain. Untuk memperjelas tahapan dan langkah dari kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: Problem solving Melakukan pencarian masalah utama yang diambil untuk didapatkan konsep dari perancangan rumah mode busana. Masalah utama dari perancangan bangunan rumah busana yaitu penataan ruang yang harus runtut dan sesuai dengan proses kegiatan dalam memproduksi pakaian atau busana. Analysis Mengumpukan dan mendapatkan data mulai dari site, view hingga para pengguna yang akan menggunakan bangunan rumah mode busana dan kemudian dilakukan analisa secara mendatail sehingga pada tahap ini didapatkan pendekatan perancangan. Synthesis Menyatukan dan menyimpulkan hasil olahan data pada tahap sebelumnya yang telah dilakukan sehingga pada tahap ini didapatkan kriteria desain sebagai panduan dalam membuat proses peracangan Communication Pada tahap ini sudah didapatkan ide awal desain hingga produk akhir dengan memasukkan kriteria desain ke dalam perancangan bangunan rumah mode busana yang mampu memecahkan masalah utama HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Perancangan Konsep perancangan adalah istilah yang digunakan dalam dunia arsitektur yang diartikan sebagai proses penggelompokkan komponen rancangan yang terdiri dari konsep struktur, bahan bangunan, tujuan bentuk desain, bentuk fisik bangunan dan sebagainya. Konsep rancangan bangunan yang digunakan dalam perancangan bangunan tempat jahit . ailor dan mode. adalah konsep geometri. Geometri merupakan bentuk bangun datar dalam ilmu matematika yang terdiri dari kumpulan beberapa garis yang membentuk sudut. Pentagonal merupakan salah satu bentukan geometri dengan perbandingan golden ratio untuk menunjukkan massa secara proporsional (Fehyr, 2. Metode Perancangan Metode perancangan adalah tahapan kerja dalam merancang objek rancangan. Tahapan yang dilakukan dari metode perancangan ini ialah pencarian ide dan gagasan serta mencari permasalahan dan tujuan perancangan tersebut. Dalam metode perancangan rumah mode Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 busana . ailor dan mode. terdapat beberapa analisa yang mendukung untuk proses perancangan yaitu: Analisa tapak Analisa tapak merupakan proses pengamatan serta pemilihan site yang digunakan sebagai tempat pembangunan hasil rancangan. Analisa tapak ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam komponen site seperti bentuk, ukuran, dimensi serta keterkaitan antar site, batas-batas site, view dari/ke dalam dan luar. Analisa fungsi Analisa fungsi merupakan pengamatan yang dilakukan untuk menentukan fungsi bangunan yang dirancang. Analisa fungsi hasil yang dapat diperoleh berupa pengguna dan aktvitas yang terjadi dalam bangunan. Analisa pengguna dan aktivitas Analisa pengguna dan aktivitas merupakan lanjutan dari analisis fungsi. Dalam analisa ini berkaitan dengan aktivitas dan pengguna yang berbeda. Analisa Ruang Analisa ruang digunakan untuk mengetahui keterhubungan ruang dan besaran ruang serta persyaratan ruang yang menjadi poin penting untuk kenyamanan para pengguna ruang Analisa bentuk Analisa bentuk merupakan proses pemilihan bentuk yang digunakan untuk rancangan. Analisa bentuk ini cukup berpengaruh karena analisis ini berkaitan dengan tampilan bangunan dan mencerminkan sifat bangunan. Bentuk bangunan ini harus sesuai dengan fungsi dan tema yang digunakan. Analisa struktur Analisa struktur merupakan proses pemilihan struktur bangunan yang digunakan agar bangunan menjadi kuat dan kokoh serta dapat berpengaruh pada estetika desain bangunan. Data dan Lokasi Tapak Data dan lokasi tapak merupakan bagian dari analisa site. Site dalam dunia arsitektur disebut sebagai lokasi/wilayah untuk pembangunan karya. Dalam memilih site, kriteria penting seperti view, ukuran, batasan, serta bentuk tapak merupakan hal yang harus benarbenar teliti dalam perancangan. Tujuannya agar rancangan yang dibangun tidak melebihi kriteria yang telah ditentukan. Gambar 1. Site Plan (Sumber: Ariani T. , 2. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Lokasi perencanaan bangunan rumah mode busana . ailor dan mode. terletak pada site A. Dari gambar . kriteria site yang diperoleh dari hasil analisa adalah : A Site A terletak di arah Barat jalan raya dan taman. A Site A berbatasan dengan dengan Site B dan jalan raya diarah Selatan A Letak site A sangat strategis memungkinkan pengguna sangat mudah mengakses site. Gambar 2. Layout Site A dan Bentuk Tapak (Sumber: dokumen pribadi, 2. Gambar . merupakan detail posisi bangunan tempat jahit busana dalam site. Tabel 1. Data Site A Ukuran Panjang Lebar Site A Bangunan Parkir motor Parkir Mobil Posko Jaga Parkir Karyawanp (Sumber: dokumen pribadi, 2. Luas Total 630 m2 300 m 2 20 m 2 50 m 2 4 m2 12 m 2 Perolehan hasil perhitungan tabel diatas merupakah hasil mutlak, untuk mengetahui luasan site yang tersisa untuk digunakan sebagai ruang hijau. Analisa konsep yang diperoleh dari site A untuk mengakses bangunan tempat jahit ialah : Main Entrance (ME) Mudah dilihat dan dikunjungi oleh pelanggan Bangunan menghadap langsung ke jalan utama, untuk mempermudah kendaraan masuk ke dalam site dan tidak terjadi kemacetan. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Kegiatan sirkulasi seperti kelancaran lalu lintas dan keamanan pengunjung tidak mengalami gangguan. View View bangunan menghadap ke arah jalan raya dan taman agar mudah dilihat pengendara dan pengguna lalu lintas Keramaian yang tinggi tujuan utama yang diprioritaskan untuk view bangunan agar menarik perhatian para pengunjung dan pengguna lalu lintas. Side Entrance (SE) Untuk mempelancar lalu lintas yang terjadi dalam site. Letak Side Entrance dijadikan sebagai jalan keluar . dari bangunan. Gambar 3. Letak Main Entrance dan Side Entrance (Sumber: Dokumen Pribadi, 2. Konsep site yang diperoleh dari hasil analisa adalah ME dan SE ditempatkan persis pada pintu gerbang masuk dan keluar tujuannya untuk memaksimalkan arus lalu lintas. Pendekatan Desain Pengertian desain menurut Nurhadiat . ialah perencanaan untuk mewujudkan suatu Desain diperoleh dari hasil gabungan unsur-unsur perancangan seperti titik, garis, bentuk, bidang dan kemudian dijadikan satu menjadi sebuah sistem untuk menghasilkan sebuah bentuk yang memiliki ruang dan nilai estetika. Dalam perancangan bangunan rumah mode busana . ailor dan mode. pendekatan desain bangunan diambil dari gambaran baju . yang memberikan simbol karakter bangunan tempat jahit. Bentuk baju banyak memiliki nilai estetika yang dapat diperoleh dari gabungan unsurunsur perancangan seperti penggunaan garis lurus dan lengkung yang memberikan wujud nyata dan sesuai dengan perencanaan rancangan. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Gambar 4. Sketsa Pendekatan Desain (Sumber: dokumen pribadi, 2. Zoning Zoning adalah metode perencanaan yang digunakan arsitek atau desainer interior saat mendesain suatu ruang untuk mengklarifikasi area mana yang perlu diperhatikan orientasinya (Dian, 2. Zoning berkesinambungan dengan sirkulasi menuju satu ruang ke ruang Gambar 5. Denah Zoning Ruangan (Sumber: dokumen pribadi, 2. Gambar . merupakan denah rumah mode busana . ailor dan mode. Berdasarkan sifat ruangannya, area dibagi menjadi 3, yaitu : A Umum . , ruangan umum ini bersifat untuk kegiatan utama dan terbuka. Dari gambar . ruangan umum meliputi Ruang Tunggu. A Semi-privat . , ruangan ini bersifat sebagai ruangan yang masih memengaruhi kegiatan yang terjadi dari ruang umum. Ruang semi-privat ini meliputi Ruang Display dan Informasi. A Privat . , ruang privat merupakan ruangan yang bersifat pribadi dan tidak sembarang Dari gambar . ruang privat meliputi Ruang Kerja. Ruang Ganti. Ruang Pimpinan. Ruang Administrasi dan Ruang Pimpinan. Berdasarkan pembagian zoning dalam ruangan, rumah mode busana . ailor dan mode. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 komponen ruang dibentuk dalam satu orientasi, terkait pengguna yang terlibat di dalamnya, yakni pimpinan, karyawan dan pelanggan. Gambar 6. Orientasi Pimpinan (Sumber: analisa penulis, 2. Gambar 7. Orientasi Karyawan (Sumber: analisa penulis, 2. Gambar 8. Orientasi Pelanggan (Sumber: analisa penulis, 2. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Orientasi dalam pengguna dalam ruang dapat juga disebut sebagai organisasi ruang. mana organisasi ruang ini berfungsi untuk menggambarkan situasi kegiatan yang seharusnya terjadi dalam bangunan. Transformasi Bentuk Transformasi bentuk merupakan langkah yang dilakukan untuk mengubah bentuk konsep dasar desain dimana dalam proses ini terjadi penambahan, pengurangan, pemotongan dari konsep sebelumnya. Didasarkan pada konsep desain dan konsep perancangan. Gambar 9. Transformasi Bentuk (Sumber: analisis penulis, 2. Gambar . merupakan tahapan proses pemilihan bentuk desain. Desain bentuk dasar bentuk bangunan tempat jahit ialah bentuk baju. Tujuan utama pemilihan bentuk baju merupakan konsep dasar dari tema bangunan. Hasil akhir dari penambahan dan pengurangan garis yang terjadi pada gambar . disebut transformasi bentuk. Konsep bentuk dasar . entuk baj. dalam prosesnya mengalami perubahan serta eliminasi garis-garis untuk menghasilkan konsep yang baru. Dalam menentukan konsep baru untuk bentuk bangunan, konsep dasar masih berkaitan erat dengan membentuk konsep bentuk bangunan yang baru. Tujuannya agar dalam proses desain konsep bentuk tidak mengalami kekeliruan bentuk desain dan berpadu satu dengan konsep perancangan. Dari semua proses transformasi bentuk, hasil akhir untuk bentuk bangunan tempat jahit . ailor dan mode. ialah bentuk pentagonal. Bentuk desain yang baru ini, sangat sesuai dengan konsep awal perancangan yang menggunakan konsep geometri. Bentuk Desain Konsep awal dalam rancangan rumah mode busana . ailor dan mode. ialah konsep Bentuk pentagonal memenuhi persyaratan dalam konsep geomteri. Pentagonal dalam konsep geometri merupakan bangunan segilima. Pemilihan bentuk pentagonal dalam bentuk desain bangunan didasarkan pada pemilihan bentuk dan ide dasar bentuk bangunan. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Gambar 10. Bentuk Desain (Pentagona. (Sumber: dokumen pribadi, 2. Sistem Sruktur Struktur adalah tiang bangunan yang menjadi kekuatan utama dari bangunan (Priambodo, 2. Struktur terbentuk dari komponen kontruksi. Gambar 11. Potongan Bangunan (Sumber: dokumen pribadi, 2. Gambar . merupakan bentuk sistem struktur bangunan, yang diperoleh dari potongan A-A dari denah. Komponen struktur yang digunakan dalam rancangan tempat jahit . ailor dan mode. ialah Besi baja WF yang memiliki ukuran 125 x 60 x 60 x 8 cm. Untuk partisi pengisi dinding menggunkan beton. Dalam gambar . untuk bagian struktur bawah, menggunakan pondasi tapak dengan kedalaman 2 meter. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Gambar 12. Denah Bangunan (Sumber: dokumen pribadi, 2. Gambar 10. Detail Konstruksi (Sumber: dokumen pribadi, 2. Gambar . detail posisi sambungan besi baja WF. Bentukan sudut pada sambungan Untuk sambungan, menggunakan baut ukuran d:11mm. konstruksi atap menggunakan atap plat beton tebal 7 cm. Untuk menghasilkan struktur yang kuat, sambungan menggunakan peyangga beban dengan ukuran 1. 3 x 1. 5 cm. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Gambar 11. Potongan Bangunan (Sumber: dokumen pribadi, 2. Gambar . potongan bangunan B-B, yang menujukkan sistem struktur bangunan dari depan sampai belakang. Interior dan Eksterior Bangunan Interior Interior adalah bagian dalam bangunan. Tujuan peracangan desain interior adalah . memperbaiki fungsi, . memperkaya nilai estetika, . meningkatkan aspek psikologis dalam sebuah ruangan. Perancangan interior bangunan pada tempat jahit busana ( tailor dan mode. pada dinging menggunakan warna alami beton, namun pada lapisan plafond menggunakan kayu. Untuk bahan penutup lantai menggunakan lantai parket. Gambar 12. Perspektif Interior (Sumber: dokumen pribadi, 2. Eksterior Eksterior bangunan adalah bagian desain luar bangunan. Tujuan perancangan desain eskterior untuk memperkaya nilai dan fungsi perancangan bangunan dari luar, serta menujukkan sifat atau karakter bangunan. Perancangan desain eksterior bangunan tempat jahit . ailor dan mode. menggunakan warna alami beton serta penambahan desain dari susunan batu alam. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Gambar 13. Eksterior Bangunan (Sumber: dokumen pribadi, 2. KESIMPULAN Rumah mode busana . ailor dan mode. pada awalnya hanya sekedar sebagai tempat menjahit, tanpa adanya ruang atau space untuk pameran hasil karya yang tidak dapat dinikmati oleh pengguna/pengunjung. Perancangan bangunan rumah mode busana . ailor dan mode. tujuan utamanya ialah sebagai sarana umum dan tempat kerja bagi individu yang memiliki kreatifitas dalam hal mendesain sebuah busana. Perancangan tempat jahit busana, harus memiliki sarana pendukung seperti adanya ruang tunggu sebagai tempat konsultasi serta ruangan display untuk hasil jahitan. Perancangan tempat jahit busana, juga diharapkan dapat mengakomodasi penjahit/desainer pakaian dalam melakukan kegiatan menjahit. Bentukan dengan manggunakan pendekatan geometri pentagonal mampu menjadi ciri atau tanda pengenal dari sebuah bangunan rumah mode busana. Selain itu ruang-ruang didalamnya dapat sesuai dengan besaran yang telah dikaji dengan alat ukur pengguna dan Penataan ruang sendiri secara garis besar sudah baik dan mampu memberikan kejelasan bagi pengguna di dalamnya dalam melakukan aktivitas. DAFTAR PUSTAKA