Ganesha Civic Education Journal Volume 6. Number 2. Oktober 2024, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index TANTANGAN DAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK SENIOR DALAM IMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH PENGGERAK SMA NEGERI 3 SINGARAJA Ni Komang Ayu Trianita Adiningsih 1 * . I Made Yudana 2. I Wayan Landrawan 3 Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 03 Juli 2024 Accepted 01 Oktober 2024 Available online 10 Oktober Penelitian ini bertujuan untuk . Implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak SMA Negeri 3 Siangaraja, . Tantangan dari Implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak SMA Negeri 3 Singaraja, serta . Evaluasi dan strategi impelementasi kurikulum merdeka oleh tenaga pendidik senior di sekolah penggerak SMA Negeri 3 Kata Kunci: Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan Kurikulum Independen. menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara Pendidik Senior. Kompetensi. Tantangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: . Implementasi dan Strategi kurikulum merdeka di sekolah penggerak SMA Negeri 3 Singaraja, mengacu pada profil pelajar pancasila dengan pembelajaran berbasis digitalisasi. Keywords: Tantangan yang dihadapi dalam implementasi kurikulum merdeka, yaitu Independent Curriculum. dari segi pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan. Dalam Senior Educators. Competencies. Challenges menghadapi tantangan yang dialami oleh tenaga pendidik senior dalam and Strategies implementasi kurikulum merdeka, semua warga sekolah, tidak hanya guru saja, tentu harus mengambil peran dalam menghadapi tantangan tersebut, guna dapat membantu tenaga pendidik senior dalam meningkatkan kompetensi yang dimiliki berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital. Implikasinya dapat menjadi dasar untuk merancang program pelatihan dan pengembangan profesional yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan nyata tenaga pendidik senior, terutama dalam pemanfaatan teknologi dan pembelajaran berdiferensiasi. ABSTRACT This research aims to . Implementation of the independent curriculum at the driving school of SMA Negeri 3 Singaraja, . Challenges of the implementation of the independent curriculum at the driving school of SMA Negeri 3 Singaraja, and . Evaluation and implementation strategies of the independent curriculum by senior educators at the driving school of SMA Negeri 3 Singaraja. This study is a qualitative descriptive study using data collection methods in the form of observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that: . The implementation of the independent curriculum at the driving school of SMA Negeri 3 Singaraja, refers to the profile of Pancasila students with digitalization-based learning. Challenges faced in the implementation of the independent curriculum, namely in terms of the use of technology in the education . In facing the challenges experienced by senior educators in the implementation of the independent curriculum, all school residents, not only teachers, must of course take a role in facing these challenges, in order to be able to help senior educators improve their competencies related to the use of digital technology. The implications can be the basis for designing more specific training and professional development programs that are in accordance with the real needs of senior educators, especially in the use of technology and differentiated This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2024 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: ayu. trianita@undiksha. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Pendahuluan Pendidikan merupakan suatu pondasi dalam hidup yang harus dibangun dengan sebaik Secara umum pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan serta kebiasaan yang dilakukan suatu individu dari satu generasi ke generasi Di dalam pendidikan guru merupakan seorang pendidik, pembimbing sekaligus seorang pelatih bagi peserta didik, guru yang profesional merupakan faktor penentu kualitas pendidikan yang baik, untuk dapat menjadi tenaga pendidik yang profesional guru harus menemukan jati dirinya dan mengaktualisasikan diri sesuai dengan kemampuan dan kaidah- kaidah guru yang Guru bukan hanya berperan sebagai tenaga mengajar tetapi juga harus bisa menjadi manajer pengajaran, karena guru harus bisa mengintegrasikan secara simultan berbagai mata pelajaran menjadi satu, menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan, memotivasi peserta didik, mengunakan media pembelajaran serta mengunakan atau memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar untuk peserta didik, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang Oleh karena itu pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan sebuah bangsa, yang dimana proses pendidikan akan mampu menghasilkan ideAeide kreatif, inovatif didalam dinamika perkembangan zaman salah satunya yakni Pengembangan kurikulum yang merupakan salah satu instrument untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kebijakan pendidikan yang benar akan terlihat melalui implementasi kurikulum yang diterapkan, hal itu dikarenakan Kurikulum merupakan Jantung dari Pendidikan yang akan menentukan berlangsungnya pendidikan. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 AuKurikulum merupakan seperangkat rencana pembelajaran yang berkaitan dengan tujuan, isi, bahan ajar dan cara yang digunakan dan dijadikan sebagai pedoman dalam penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan nasionalAy. Pendidikan. Kurikulum, pembelajaran, serta tenaga pendidik memiliki hubungan yang sangat erat, karena kurikulum sendiri berfungsi sebagai landasan yang memberikan arahan dan tujuan pendidikan, termasuk isi yang harus di pelajari nantinya dalam setiap mata pelajaran. Pengimplementasian kurikulum di Indonesia sendiri pun telah mengalami berbagai perubahan dan penyempurnaan kurikulum. Hal tersebut terjadi tentunya karena penyempurnaan untuk kualias pendidikan yang lebih baik dan berkualitas untuk itu Indonesia perlu melakukan penerapan berbagai kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikannya sehingga dapat menciptakan generasi yang berkualitas. Hingga pada saat ini hadirlah sebuah kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka yang dimana Kurikulum Merdeka ini dimaknai sebagai desain pembelajaran yang memberikna kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan tenang, santai, menyenangkan, bebas stres dan bebas tekanan dan untuk dapat menunjukan bakat alami yang dimiliki siswanya. Kurikulum Merdeka Belajar berfokus pada kebebasan dan pemikiran yang kreatif. Dengan adanya kurikulum merdeka siswa diharapkan dapat berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya karena melalui kurikulum merdeka siswa mendapatkan pembelajaran yang kritis, berkualitas, ekspresif, aplikatif dan progrestif. Karakteristik dari kurikulum merdeka guna mendukung pemulihanpembelajaran yakni: . Fokus pada materi esensi sehingga pembelajaran menjadilebih mendalam, . Alokasi Waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks yang nyata (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. , . Capaian pembelajara per fase dan jam pembelajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan, . Memberikan fleksibelitas bagi pendidik dan dukungan perangkat ajar serta materi pelatihan untuk mengembangkankurikulum satuan pendidikan dan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas, dan yang ke . Mengedepankan gotong royong dengan seluruh pihak untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum merdeka mencangkup tiga tipe pembelajaran yakni: . Pembelajaran intrakulikuler yang dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal ini juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk mrmilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya, . Pembelajaran Kokulikuler berupa projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, berperinsip pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Pembelajaran Eksatrakulikuler yang dilaksanakan sesuai dengan minat peserta didik dan sumber daya satuan pendidikan. Salah satu program merdeka belajar yang dipaparkan oleh Kemendikbud ialah dimulai dari program Sekolah Pengerak dimana program sekolah pengerak ini dirancang dengan tujuan untuk mendukung setiap sekolah dalam menciptakan generasi pembelajar sepanjang hayat yang berkeperibadian sebagai siswa pelajar pancasila. SMA Negeri 3 Singaraja merupakan salah satu sebagai Sekolah Pengerak yang terletak di kabupaten Buleleng. Bali, yakni pada tahun 2021 SMA Negeri 3 Sinagaraja lolos sebagai salah satu dari lima sekolah pengerak di Provinsi Bali. Program sekolah pengerak rencana dilaksanakan selama tiga tahun ajaran dari tahun pelajaran 2011/2022 samapai dengan tahun pelajaran 2023/2024. SMA Negeri 3 Sinagaraja sebagai Sekolah Pengerak, yang menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar dengan visi AuTerwujudnya Insan yang Sehat. Cerdas dan Berkarakter PancasilaAy yang tentunya berupaya mencetak generasi penerus yang mampu membanggakan Bangsa Indonesia. SMA Negeri 3 Singaraja tentunya terus mendorong kesadaran warga sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat,bersih,hijau,nyaman dan jauh dari tindakan Sekolah mengembangkan potensi diri peserta didik secara maksimal sehingga terbentuk instan yang unggul dalam perestasi akademik dan non-akademik di taraf nasional maupun internasional serta menyelengarakan kegiatan pembelajaran yang berhasil dan berdaya guna sehingga terciptanya lulusan yang mampu bersaing di dunia gelobal. SMA Negeri 3 Singaraja juga tentunya mengajak seluruh warga sekolah, orang tua, masyarakat dan stakeholder untuk bersinergi,bergerak,dan berbagi untuk menciptakan sekolah menyenangkan bagi putra-putri bangsa dalam menuntut ilmu. Untuk itu tentunya ada beberapa kebijakan yang harus dilakukan oleh sekolah selaku sekolah pengerak, kesiapan sarana pendukung baik secara teknologi dan inovasi yang tentunya perlu ditingkatkan sehingga kualitas guru juga sesuai dengan plafon kurikulum merdeka yang telah dibuat atau ditentukan oleh kementrian. Disamping itu tentunya sebagai sekolah pengerak yang menerapkan kurikulum merdeka belajar akan menemukan hambatan-hambatan dalam implementasian kurikulum merdeka tersebut, baik itu karena hambatan belum familiernya tentang survey lingkungan belajar, survey karakter belajar baik bagi peserta didik maupun bagi guru. Adanya kebingungan para guru senior . ereka yang sudah memiliki pengalaman mengajar lebih dari 20 tahu. dalam melaksanakan kurikulum merdeka terutama dalam penyusunan perangkat mengajar, baik itu dalam penyusunan atau pemahaman Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Capaian Pembelajaran (CP). Modul Ajar (MA), termasuk evaluasi tentang progress peserta didik merupakan hal yanag di hadapi seorang guru. Kemampuan dalam melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum . iterasi dan numeras. , tentunya belum menjadi hal yang biasa baik bagi seorang guru maupun peserta didik. Untuk itu penting dilakukan penelitian dengan mengangkat judul AuTantangan dan Strategi Untuk Meningkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik Senior Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak SMA Negeri 3 SingarajaAy. Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu merupakan suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, atau suatu sistem pemikiran atau suatu peristiwa pada masa sekarang (Nazir- 1. Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 3 Singaraja yang merupakan salah satu sekolah penggerak yang menerapkan kurikulum merdeka dalam proses pembelajarannya. Penelitian ini mempergunakan teknik penentuan subjek penelitian yang dipergunakan penulis dalam penelitian ini yakni purpostiv sampling yang merupakan salah satu metodelogi pengambilan sempel yang digunakan dalam sebuh penelitian ilmiah yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan penelitian, sehingga dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah tenaga pendidik senior dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMA Negeri 3 Singaraja, pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan teknik analisis data untuk menjawab rumusan masalah dalam proses penelitian, teknik analisis data yang dipergunakan yaitu : koleksi data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Ni Komang Ayu Trianita Adiningsih . I Made Yudana . I Wayan Landrawan . / Tantangan Dan Strategi Untuk Meningkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik Senior Dalam Implementasian Kurikulum Merdeka Di Sekolah Penggerak SMA Negeri 3 Singaraja Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Hasil dan pembahasan Kurikulum merupakan salah satu bagian terpenting di dalam sebuah pendidikan, yang terus mengalami perubaharuan seiring berjalannya zaman dan perkembangan yang terjadi di Oleh krena itu adanya perubahan atau pengembangan sebuah kurikulum haruslah bersifat relevan terhadap kebutuhan dunia pendidikan. Dan sebelum pembaruan kurikulum tersebut dikembangkan tetunya perlu dilakukan peninjauan secaraberkala dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika perkembangan bidang-bidang keilmuan yang direpresentasikan berupa materi pembelajaran serta metode pembelajaran apakah sudah sesuai. Dengan demikian tentunya dalam pengembangan kurikulum diperlukannya perencanaan dan analisis yang cermat sebelum kurikulum tersebut di implementasikan. Kurikulum diartikan sebagai sebuah system yang didalamnya memuat tujuan, isi, penilaia dan lain sebagainya yang berkaitan dengan proses pendidikan dengan harapan dari adanya rancangan tersebut dapat mencapai hasil yang diharapkan baik di lingkup sekolah maupun diluar Sedangkan kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulum intrakulikuler yang beragam, dimana konten didalamnyapun bersifat oftimal dengan tujuan agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep serta menguatkan kompetensi. Dalam implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 3 Singaraja, menurut para guru impelemntasi kurikulu merdeka belajar ini merupakan hal yang lumrah dalam dunia pendidikan, karena kurikulum pastinya mengalami perubahan dari waktu ke waktu mengikuti arus perkembangan Menurut beberapa tenaga pendidik . , bahwa kurikulum merdeka ini merupakan salah satu arternativ yang digunakan untuk menyelamatkan tujuan pendidikan di Indonesia yang tentunya disesuaikan dengan tuntutan Global tanpa meningalkan karakteristik pancasila. Seperti yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 3 Singaraja. Bapak Ketut Darmayasa. Pd. Si,yaitu sebagai berikut : AuDalam implementasi sebuah kurikulum termasuk kurikulum merdeka diperlukan komitmen dari semua pihak yang terlibat, tidak hanya guru dan kepala sekolah saja tetapi termasuk peserta didik dan semua warga sekolah. Memang yang lebih menentukan keberhasilan dari implementasi kurikulum merdeka adalah guru selaku tenaga pendidik, akan tetapi hal itu juga harus tetap diimbangi oleh sarana dan prasarana yang mendukung, karena jika guru tidak melakukan tugas atau perannya dengan baik maka dapat dipastikan implementasi dari kurikulum terseut tidak akan berhasilAy. Perkembangan zaman dan adanya perubahan yang semakin maju menjadikan alasan adanya perubahan sebuah kurikulum. Kurikulum sendiri bersifat flaksibel dan juga bersifat dinamis yang selalu mengalami perkembangan dan selalu beradaptasi dengan peserta didik, dengan tujuan agar dapat mengembangkan kompetensi yang mereka butuhkan di masa kini hingga masa yang akan datang. Perkembangan dan tantangan masa depan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang sangat cepat, era informasi, dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. SMA Negeri 3 Singaraja selain sebagai satuan pendidikan pelaksana pendidikan nasional juga mendapat tugas mengemban Sekolah Pengerak. Oleh karena itu SMA Negeri 3 Singaraja mengembangkan Profil Pelajar Pancasila yang diwujudkan melalui Visi sekolah, yang juga memuat isi dari kurikulum merdeka itu sendiri, dismaping itu pula kurikulum yang telah dikembangkan oleh satuan pendidikan hendaklah tetap direview sebagai adanya sebuah penyesuaian-penyesuaian, karena disadari penyusunan kurikulum bukanlah hal yang Selain itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat, keragaman perkembangan suatu daerah akan sangat berpengaruh pada proses pendidikan pada satuan Mengenai perkembangan teknologi di dalam dunia pendidikan, yang dimana dalam kurikulu merdeka juga menerapkan pembelajaran berbasis digital, baik dari proses penyusunan perangkat pembelajaran hingga penerapan setiap penilaian oleh tenaga pendidik senior terhadap peserta didik. Akan tetapi bagi tenata pendidik senior kususnya hal tersebutlah yang juga menjadi tantangan bagi mereka. Seperti yang disampaikan oleh Bapak I Putu Sugiartha. SH yang GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. merupakan salah satu tenaga pendidik senior di SMA Negeri 3 Singaraja. Beliau menyampaikan AuSebagai seorang tenaga pendidik yang sudah menjalankan profesi ini selama puluhan tahun, tentu saja bagi saya dan rekan Ae rekan yang seumuran, menjadi hal yang sudah biasa jika berbicara mengenai pergantian kuriklum termasuk isi konten yang harus ada dalam kurkulum tersebut. Hanyasaja untuk kurikulum merdeka ini, bagi kami yang menjadi tantangan berat bagi kami yakni pemanfaatan atau pengunaan teknologi untuk proses pendidikan, karena dalam kurikulum merdeka ini, biasa dikatakan sepenuhnya memanfaatkan teknologi untuk proses pendidikan, apalagi SMA Negeri 3 Singaraja ini merupakan salah satu sekolah penggerak di provinsi bali, jadi dalam proses belajar mengajarnya itu disesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada dan sesuai dengan misi sekolah, dengan demikian mulai dari pembuatan perangkat pembelajaran. CP. ATP. Modul Ajar, termasuk penilaian ahir atau tes sumatif siswa, kami di SMA Negeri 3 Singaraja sudah mengunakan sebuah aplikasi untuk melakukan ujian sumatif, atau dulu disebut UTS atau UAS. Dengan demikian kami guru-guru yang sudah berumur 50 tahun keatas, walaupun tidak terlalu hatam mengunakan teknologi tetap dituntut dan menuntut diri agar bias mempergunakan teknologi, walaupun tidak sepintar anak Ae anak atau guru Ae guru muda di zaman sekarang. malas jika harus belajar menggunakan teknologi, tetapi ya karena ada tuntutan sebagai seorang guru ya tentunya mengharuskan saya untuk belajar, seperti pembuatan soal sumatif, cara mengirim dokumen dan lain sebagainya, itu kan pasti memanfaatkan digital atau jika memang tidak bisa sama sekali ya jalan satu-satunya adalah bertanya kepada guru yang lebih muda, karena mereka yang lebih paham mengenai penggunaan teknologi iniAy. Sementara itu berkaitan dengan tantangan dari implementasi kurikulum merdeka. Waka Kurikulum SMA Negeri 3 Singaraja juga menyampaikan bahwa : Faktor yang menjadi tantangan atau hambatan dari penerapan kurikulum oleh tenaga pendidik senior di sekolah ini ykani dari faktor pelatihan guru yang seharusnnya bagi guru-guru senior lebih diperbanyak kesempatannya untuk mengikuti pelatihan, walaupun memang sekolah ini sudah rutin mengadakan pelatihan atau wabbiner tetapi tetap saja bagi guru Ae guru yang sudah berumur 50 tahunan tentu diperlukan pelatihan yang lebih banyak lagi, karena mengingat kurikulum merdeka ini merupakan kurikulum yang berbasis IT atau berbasis digital, yang tentunya hal tersebutlah yang menjadi kendala bagi tenaga pendidik atau guru Ae guru senior. Bukan lagi masalah cara mengajar di kelas, ilmu dan lain sebagainya, karena jika ditanyaa hal tersebut bisa di pastikan semua guru senior tidak mengalami Hanya saja kendalanya ya dalam pembuatan perangkatpembelajaran berbasis digital, baik itu CP, . apaian pembelajara. ATP termasuk TP . ujuan pembelajara. Kurikulum SMA Negeri 3 Singaraja telah disusun berdasarkan Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Teknologi Dan Seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu kurikulum yang diterapkan oleh sekolah memberikan peluang dan pengalaman belajar peserta didik untuk dapat mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kegiatan pembelajaran telah diupayakan dukungan sarana terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis IT namun demikian penerapan kurikulum oeleh sekolah masih terbilang terbatas, hal itu dilihat dari adanya beberapa tenaga pendidik yang tidak pandai dalam pengunaan IT atau pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran. Akan tetapi dari adanya keterbatasan oleh tenaga pendidik senior pihak sekolah baik itu kepala sekolah, termauk guru Ae guru di SMA Negeri 3 Singaraja tetap melakukan upaya sebagai setrategi dan juga evaluasi berkaitan dengan tantangan yang dihadapi oleh tenaga pendidik kususnya tenaga pendidik senior dalam penerapan kurikulum merdeka di sekolah penggerak SMA Negeri 3 Singaraja. Seperti apa yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Bapak Ketut Darmayasa. Pd. Si beliau menyampaikan Kurikulum merdeka ini bisa dikatakan sebagai kurikulum terobsan baru, maka dari itu sekolah kususnya guru Ae guru termasuk kepala sekolah harus sama Ae sama belajar mengenai kurikulum merdeka ini. Di sekolah kami SMA Negeri 3 Singaraja seringkali mengadakan pelatihan atau wabiner terhadap para guru, baik itu wabiner tentang Ni Komang Ayu Trianita Adiningsih . I Made Yudana . I Wayan Landrawan . / Tantangan Dan Strategi Untuk Meningkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik Senior Dalam Implementasian Kurikulum Merdeka Di Sekolah Penggerak SMA Negeri 3 Singaraja Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. kurikulum, program sekolah penggerak dan lain sebagainya yang tentunya berkaitan dengan program sekolah. Dengan adanya hal itulah diharapkan dapat menjadi wadah untuk evaluasi dari penerapan program sekolah termasuk kurikulum merdeka. Dengan adanya kegiatan pelatihan atau wabiner rutin ini kami mengharapkan dapat memberikan motivasi terhadap para guru, tidak hanya para guru senior saja tetapi semua guru dalam penerapan kurikulum merdeka. Selain itu sebagai bahan Evaluasi yang dibuat sebelum tahun pelajaran dimulai di bawah koordinasi MGMP. Dalam pelaksanaan perlu menerapkan berbagai model pembelajaran, media pembelajaran sehingga dapat tercipta pembelajaran yang aktif, inovatif, inspiratif, menyenangkan,memotivasi dan menantang. Untuk mendukung kemampuan tersebut diadakan workshop model-model pembelajaran, model evaluasi, pembuatan media serta diadakan selalu urun rembug di MGMP setiap minggu untuk membahas berbagai ragam kesulitan belajar. Hal itu juga disampaikan oleh salah satu tenaga pendidik senior di SMA Negeri 3 Singaraja, yaitu Bapak I Putu Sugiartha. SH beliau menyampaikan bahwa : Dalam penerapan kurikulum merdeka ini, kami guru Ae guru senior termasuk saya pribadi sebenarnya tidak terlalu mengalami hambatan yang signifikan berkaitan dengan prosses mengajar di kelas, hanya saja memang hambatan yang di peroleh itu lebih banyak dari segi penggunaan teknologi. Apalagi kami ini adalah sekolah penggerak yang tentunya menerapkan program sekolah penggerak, jadi dapat di syukuri juga dengan adanya hal itu kami para guru-guru disini selalu mendapat pelatihan entah itu pelatihan secara langsung maupun melalui zoom meeting,tetapi hal itu tentunya kami harapkan untuk rutin dilakukan sehingga kami sebagai guru Ae guru yang sudah tua sedikit banyaknya tau mengenai program sekolah. Tetapi tidak dipungkiri pasti ada saja guru yang seumuran saya bersikap malas, kadang juga tidak perduli dengan teknologi. Tapi untungnya di sekolah ini rutin diadakan wabiner atau pelatihan sehingga ada evaluasi termasuk juga strategi dari apa yang kita kerjakan, seperti halnya jika saya tidak mengerti bagaimana cara mengunakan teknologi untuk kebutuhan perangkat pembelajaran atau untuk kebutuhan penilaian, ya saya akan memina bantuan kepada guru Ae guru yang jauh lebih muda dari saya, untungnya hubungan sesame guru disini sangatlah baik, dalam artian tidak ada kesenjangan antara guru yang dikatakan senior dengan guru yang dikatakan junior. Jadi kita menjadi sama Ae sama saling melengkapi dan membantu satu sama lain. Simpulan dan Saran Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Pengerak SMA Negeri 3 Singaraja dikembangkan berdasarkan 15 prinsip pengelolaan kurikulum yang meliputi: . Berpusat pada potensi, . Kontekstual, . Esensial, . Akuntabel, . Melibatkan berbagai pemangku kepentingan, . Belajar sepanjang hayat, . Menyeluruh dan berkesinambungan, . Beragam dan terpadu, . Tanggap terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, . Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah, . Relevan dengan kebutuhan kehidupan, . Dinamika perkembangan global, . Persatuan nasional dan nilai- nilai kebangsaan, . Kondisi social budaya masyarakat setempat dan . Kesetaraan jender. Struktur kurikulum SMA Negeri 3 Singaraja meliputi substansi pembeljaaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidkan selama tiga tahun, mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII. Perkembangan kurikulum SMA Negeri 3 Singaraja mengacu pada standar nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan Pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiyayan, dan penilaian Pendidikan. Tantangan Implementasi kurikulum merdeka belajar oleh tenagga pendidik senior di SMA Negeri 3 Sinagaraja memerlukan penyesuaian serta pelatihan yang mengkhusus, dikarenakan mereka memiliki tantanggan tersendiri dalam penerapan pembelajaran berbasis digital . , mengingat kurikulum Merdeka ini merupakan kurikulum yang berbasis IT, sehingga semua tenaga pendidik memang dituntut untuk bisa menguasai teknologi digital sebagai bahan pembuatan konten pembelajaran. Dengan demikian penyesuaian yang dpat dilakukan adalah dengan cara memberikan pelatihan terhadap adaptasi teknologi yang dipergunakan dalam proses pembelajaran di era saat ini. Dengan diberikannya pelatihan tersebut diharapkan para tenagga pendidik senior dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap dunia pendidikan. Dalam evaluasi dan strategi dari tantangan implementasi GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. kurikulum Merdeka oleh tenaga pendidik senior di SMA Negeri 3 Singaraja, sekolah memegang peranan penting dalam membantu penerapan kurikulum merdeka oleh tenaga pendidik, terkusus terhadap tenaga pendidik senior yang mengalami keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk proses pembelajaran, hal tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan dukungan berupa fasilitas, bimbingan serta arahan kepada tenaga pendidik senior mengenai cara mempergunakan aplikasi Ae aplikasi yang dipergunakan untuk proses pendidikan pada masa saat Selain peran sekolah, tenagga pendidik yang tergolong sebagai tenaga pendidik junior . uru mud. juga memiliki peran dalam membantu serta mengarakhan seorang tenagga pendidik senior dalam penggunaan aplikasi pembelajaran maupun pembuatan perangkat pembelajaran berbasis digital CP . apaian pembelajara. ATP (AlurTujuanPembelajara. Modul Ajar, termasuk penggunaan apikasi tes sumatif. Meningkatkan kompetensi tenaga pendidik senior dalam implementasi kurikulum merdeka merupakan langkah penting dalam upaya untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 3 Singaraja. Beberapa strategi atau upaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik senior adalah dengan cara memberikan pelatihan secara kusus dan secara terus menerus agar seluruh tenaga pendidik senior dapat menguasai implementasi kurikulum merdeka dengan baik. Adapun saran yang dapat dismpulkan setelah adanya kesimpulan bahwa. Untuk mengembankan potensi peserta didik tentunya diperlukan juga tenaga pendidik yang berkualitas, dalam hal ini sekolah memiliki peranan penting dalam hal penyesuaian kurikulum yang di terapkan sekolah, termasuk juga penyesuaian terhadap kompetensi yang dimiliki oleh tenaga Dalam penelitian ini, di sarankan sekolah untuk dapat memiliki kesiapan lebih dalam penerapan kurikulum merdeka di sekolah, kesiapan yang dimaksud adalah kesiapan pengetahuan tentang kurikulum merdeka, tantangan yang mugkin akan dialami oleh tenaga pendidik dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah, serta strategi yang akan di terapkan oleh sekolah apabila terdapat kendala atau tantangan dari implementasi kurikulum merdeka tersebut. Selain itu seorang tenaga pendidik, diharapkan dapat merancang pembelajaran yang bersifat dinamis, imajinatif, efektif, dan efisien, serta sesuai dengan konten kurikulum yang diterapkan oleh Sebagai pengajar juga haruslah selalu menambah wawasan serta meningkatkan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang juga disesuaikan dengan perkembangan zaman saat itu juga. Daftar Rujukan Abimanayu. , dkk. Strategi Pembelajaran. Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta Alaika. Bagus Kurnia PS, dkk. Menyorot Kebijakan Merdeka Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Alsumbale. MA. Keterlibatan Guru dalam Pengembangan Kurikulum. Jurnal Pendidikan dan Praktek,7. Dikdas dan Dikmen. Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka. Jakarta: Manual. Sekretariat Jendral. Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Kurniawan. Indentifikasi Masalah Pendidikan di Indoensia Untuk Meningkatkan Mutu dan Profesionalisme Guru. Konvensi Nasional Pendidkan Indonesia (KONASPI) Mulyasa. Menjadi Guru Pengerak Merdeka Belajar. Bumi Akasa. Partilima. Sekolah Pengerak Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 0. , 228-236 Patilima,S. Sekolah Pengerak sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan. Prosiding Seminar NASIONAL Pendidikan Dasar, 0. ,228-236. Sajaya. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Prenanda Grup Saragih. Kompetensi minimal seorang guru dalam mengajar. Jurnal Tabulasa, 5. Widyastuti. Merdeka Belajar dan Implementasinya. Merdeka Guru Ae Siswa. Merdeka Dosen Ae Mahasiswa. Semua Bahagia. Jakarta: PT Elex Media. Ni Komang Ayu Trianita Adiningsih . I Made Yudana . I Wayan Landrawan . / Tantangan Dan Strategi Untuk Meningkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik Senior Dalam Implementasian Kurikulum Merdeka Di Sekolah Penggerak SMA Negeri 3 Singaraja Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Yudana. I M. Studi Kolerasi antara Motivasi Kerja. Kompetensi Profesional Guru, dan Etos Kerja terhadap Kinerja GuruAy Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains Dan Humaniora. Universitas Pendidikan Ganesha. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304