Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA) e-ISSN : 2963-9042 online: https://jurnal. id/index. php/JIKKA MENGATASI MASALAH DEFISIT PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU SEHAT : MELALUI EDUKASI KESEHATAN GIGI Makruf Adi RifaAoi1. Ratna Kurniawati2. Parmilah3 1,2,3 Akademi Keperawatan Al Kautsar Temanggung Email: makrufadirifai@gmail. com ratnaummudzaky@gmail. mila25774@gmail. Email Korespondensi : makrufadirifai@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Kesehatan gigi menjadi penunjang tercapainya kesehatan. Diperkirakan 2,5 miliar orang menderita karies gigi yang tidak diobati World Health Organization (WHO) 2022. Anak belum megetahui perawatan gigi dapat mempengaruhi status kesehatan gigi. Tujuan : penelitian ini manfaat edukasi perawatan gigi untuk meningkatkan pengetahuan tentang perawatan gigi, sehingga terbentuk perilaku sehat pada anak dengan karies gigi di MI ELPIST Temanggung tahun 2023. Metode: studi kasus ini menggunakan 2 responden karies gigi yang mengalami defisit pegetahuan tentang kesehatan gigi . Data dikumpulkan melalui pengkajian keperawatan . awancara terstruktur, observasi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjan. untuk mendapatkan masalah keperawatan defisit pegetahuan. Hasil: Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan gigi dalam 3 hari, ke dua responden mengalami penigkatan pegetahuaan tentang perawatan gigi. Selain itu, kedua responden dapat medemonstrasikan cara megosok gigi. Kesimpulan : Dua responden awalnya mengalami defisit pegetahuan tentang perawatan gigi belum megetahui cara mengosk gigi dengan Responden ke-1 belum megetahui cara merawat gigi dan cara megosok gigi dengan tepat nilai . menurun, sementara responden ke-2 belum megetahui cara merawat gigi dan cara megosok gigi degan benar. Setelah diberikan pendidikan kesehatan gigi selama 3 hari, tigkat pegetahuan kedua responden megalami penigkatan degan nilai . Tigkat pegetahuan menurun menjadi menigkat. Kata kunci : Edukasi. Kesehatan gigi, perilaku sehat OVERCOMING THE PROBLEM OF DEFICIT IN KNOWLEDGE ABOUT HEALTHY BEHAVIOR: THROUGH DENTAL HEALTH EDUCATION ABSTRACT Background: Dental health is a support for achieving health. It is estimated that 2. billion people suffer from untreated dental caries World Health Organization (WHO) Children who do not know that dental care can affect the health status of their teeth. Objective: this research uses dental care education to increase knowledge about dental care, so that healthy behavior can be formed in children with dental caries at MI ELPIST Temanggung in 2023. Method: this case study uses 2 respondents with dental caries who experience a knowledge deficit about dental health . Data was collected through nursing assessments . tructured interviews, observations, physical examinations and supporting examination. to identify knowledge deficit nursing problems. Results: After being given health education about dental health for 3 days, the two respondents experienced increased knowledge about dental care. Apart from that, the two respondents were able to demonstrate how to brush their teeth. Conclusion: Two respondents initially experienced a knowledge deficit about dental care and did not yet know how to brush their teeth properly. The 1st respondent doesn't know how to care for his teeth and how to brush his teeth properly. The value . decreases, while the 2nd respondent doesn't know how to care for his teeth and how to brush his teeth properly. After being given dental health education for 3 days, the level of knowledge of both respondents increased with a score of . Knowledge level decreased to increase Keywords : Education. Dental health, healthy behavior PENDAHULUAN Karies merupakan demineralisi jaringan gigi yang bersifat kronis, disebabkan oleh produksi asam hasil kariogenik menurunkan pH saliva (Soesilawati 2. prevalensi karies di Indonesia 45,3%. Pada anak 5-9 tahun jumlah anak mengalami kerusakan gigi 54,0%. Penduduk Jawa Tengah yang mempunyai masalah kesehatan gigi 25,9%. (Balitbangkes Kemenkes RI Faktor yang mempengaruhi terjadinya kerusakan gigi adalah faktor makanan atau minuman yang manis, ketidaktahuan anak mempengaruhi status kesehatan gigi, akibat yang dapat ditimbulka dari karies, bau mulut atau napas tidak sedap, terasa ngilu dan nyeri apabila terkena makanan yang panas atau dinngin, asam, dan manis, tidak dapat tidur sehingga aktivitas sehari-hari terganggu dan pada keadaan yang parah apabila tidak segera dicabut, maka gusi Pencegahan karies dengan membiasakan diri rajin membersihkan mulut atau merawat gigi dengan benar semisal dengan cara menyikat gigi dan berkumur (Akmal et al. Tujuan edukasi pengetahuan tentang perawatan gigi, sehingga terbentuk perilaku sehat pada anak dengan karies gigi METODE PENELITIAN MATERIAL Subjek penelitian ini meggunakan 2 responden yang megalami karies gigi degan defisit pegetahuan tentang perawatan gigi dengan kriteria inklusi karies D4 dan bersedia menjadi subjek studi data. Instrumen penelitian yaitu lembar pengkajian karies gigi, lembar kesehatan gigi, lembar luaran tingkat pengetahuan. SAP . atuan acara penyuluha. SOP . tandar oprasional prosedu. cara menyikat gigi, booklet, leaflet dan lembar penilaian outcome. Awal tindakan pemberian Pendidikan Kesehatan dimulai setelah kedua menandatangani informed concent yang Tindakan yang dilakukan peneliti yaitu dengan Edukasi Kesehatan Langkah-langkah edukasi kesehatan gigi diantaranya . Tool obesevasi kesehatan gigi . Pretest sebelum dan sesudah edukasi kesehatan gigi dan mulut . SOP (Standar Operasional Prosedu. pendidikan kesehatan . Identifikasi . Jelaskan tujuan edukasi . Alat dan bahan yang diperlukan materi edukasi kesehatan gigi, media booklate, leflet,alat peraga manekin gigi, . Idetifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi . Faktor yang motivasi perilaku . Jelaskan pengaruh kesehatan . Ajarkan perilaku sehat . Ajarkan strategi meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat . Berikan kesempatan untuk bertanya . Periksa pemahaman pasien tentang edukasi yang telah diberikan . Dokumentasikan edukasi kesehatan yang telah dilakukan dan respon pasien Rancangan Penelitian Pada studi kasus ini frekuensi tindakan yang dilakukan penulis yaitu sebanyak 3 kali. Edukasi kesehatan gigi dilakukan pada anak degan karies gigi yang mengalami defisit pegetahuan perawatan gigi. Untuk mengukur keberhasilan tindakan ini peneliti menggunakan kuesioner pre dan post, dari hasil pre test responden belum megetahui perawatan karies gigi dan post test responden dapat megetahui perawatan karies gigi. Tindakan keperawatan dilakukan setelah peneliti responden dengan berpedoman pada kriteria inklusi baik secara objektif maupun subjektif guna memperoleh Sebelum Implementasi pengkajian dan memberikan beberapa soal pre test tentang perawatan karies gigi, guna untuk mengetahui seberapa tingkat pengetahuan anak mengenai karies gigi yang sedang diderita. Cara pegkajian karies gigi peneliti melakukan pegkajian sebagai berikut : mengkaji kebersihan mulut, mengkaji kunjungan terakir ke dokter gigi, menanyakan apakah terasa nyeri, gusi berdarah, bengkak, lakukan pemeriksaan pemakaian gigi palsu, memperhatikan adanya bau mulut, mukosa adakah pendarahan, warna dan permukaan gusi: lesi, perdarahan, edema, dan eksudat, gigi yang goyang atau karies, warna, kesimetrisan, gerakan, dan lesi pada Untuk mengidentifikasi dimana anak mengalami defisit pengetahuan tentang perawatan gigi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian upaya megatasi masalah defisit pegetahuan tentang perilaku sehat melalui edukasi kesehatan gigi pada anak degan karies gigi degan defisit pegetahuan tentang kebersihan gigi pada tanggal 29 april- 1 mei 2023 dengan2 responden sebelum diberikan edukasi kesehatan gigi. Tabel 1. Penigkatan pegetahuan responden HARI Menurun Menurun Cukup menigkat Cukup menigkat Menigkat Mengkat Keteragan: R: responden. N: nilai Tingkat pegetahuan dikatagorikan menjadi 5, yaitu: 1 menurun, 2 cukup menurun, 3 sedang, 4 cukup menigkat, 5 menigkat. Sebelum dilakukan intervensi, tingkat pegetahuan responden ke-1 adalah 1 . setelah dilakukan intervensi selama 3 hari tingkat pegetahuan menjadi 5 . Sedangkan pada responden ke-2, sebelum dilakukan intervensi tigkat pegetahuan 1 . setelah dilakukan intervensi selama 3 hari, tigkat pegetahuan menjadi 5 . Tabel 2. Pegetahuan responden cara menyikat gigi dengan benar NO. TINDAKAN Menaruh pasta gigi degan tepat Sikat gigi degan sudut 45 derajat arah gusi dan gigi Sikat gigi bagian belakag depan Sikat degan gerakan membentuk lingkar Ujung sikat dalam posisi vertikal saat menyikat Bersihkan pinggiran gusi Sikat pangkal lidah Kumur-kumur dengan air bersih Bilas sikat dengan air bersih Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Keteragan: R: responden. H: hari, (O. : Melakukan, . : tidak melakukan Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Setelah dilakukan intervensi selama tiga hari cara menggosok gigi dengan benar, sebelumnya responden pertama hanya bisa melakukan dua tindakan yang benar setelah evaluasi hari ke tiga dapat melakukan langkah-langkah meggosok gigi dengan benar, sedangkan responden ke dua sebelumnya hanya melakukan 1 tindakan yang benar setelah dilakukan mendemostrassikan cara menggosok gigi dengan benar. Pembahasan Secara umum data yang ditemukan pada kedua responden sesuai dengan identifikasi masalah defisit pengetahuan berdasarkan (PPNI 2. Tanda dan menegakkan diaknosa keperawatan defisit pegetahuan kurang terpapar informasi (PPNI 2. Hal ini diketahui terdapat pada responden 1 dan responden 2 setelah dilakukan identifikasi oleh peneliti, kedua responden menunjukan defisit pengetahuan. Tanda gejala sesuai masalah keperawatan defisit pengetahuan sehingga, peneliti memutuskan untuk menegakkan diaknosa keperawatan utama responden 1 dan responden 2 yaitu defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi, klien masih menanyakan masalah yang dihadapinya. (PPNI 2. Pasien karies mengalami defisit pengetahuan karena beberapa faktor. Ketiadaan atau defisien informasi kogitif yang berkaitan dengan Kurangnya akses atau informasi yang tepat. Pasien mungkin tidak memiliki akses ke sumber informasi yang dapat diandalkan atau tidak menerima informasi yang memadai Kurangnya pengetahuan tentang penyebab, gejala, dan penanganan karies gigi dapat (Herdman 2. Hasil pengkajian pada kedua responden ditemukan data sebagai berikut: tidak megetahui apa itu karies gigi, faktor yang mempengaruhi terjadinya kerusakan gigi adalah faktor makanan atau minuman yang manis, ketidaktahuan anak tentang kesehatan kesehatan gigi, sehinga perlu diberikan pendidikan kesehatan gigi dan mulut, pengetahuan dan kesadaran masyarakat terutama anak-anak untuk menjaga kesehatan (Reca dan Restuning, 2. Penelitian degan metode demonstrasi memiliki kelebihan, menurut Prasko, . dalam (Reca and Restuning 2. Metode demonstrasi memiliki kelebihan proses penerimaan lebih berkesan. Sesuai penelitian Ayu Saidah dan Khoiriyah Isni 2022 berjudul AuPengaruh Edukasi Kesehatan Mulut dan Gigi terhadap Tingkat Pengetahuan Anak di Kelurahan Rejowinangun. YogyakartaAy didapatkan hasil nilai pre-test 42. 90 menjadi 90. post test. Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi lebih baik digunakan menyikat gigi (D. Sari 2. Sebelum kesehatan gigi pasien megalami defisit pegetahuan tentang perawatan gigi degan nilai 1 . setelah diberikan edukasi menjadi 5 . KESIMPULAN Kegiatan penelitian ini mengunakan ceramah, tanya jawab, dan demostrasi dengan booklet dan leaflet bergambar berwarna, pada anak degan karies gigi yang megalami defisit pegetahuan tentan perawatan gigi, dalam penelitian ini peneleliti dapat megidentifikasi anak degan karies yang megalami defisit pegetahuan tentang perawatan gigi. Setelah diberikan intervensi selama tiga hari terjadi peningkatan pemahaman dari kedua responden dari hasil pre test 1 menurun post test 5 meningkat. Kegiatan penelitian sesuai rencana proposal, pelaksanaan berjalan sesuai harapan. Penelitian ini berhasil terlihat dari pengetahuan, sikap dan perubahan tindakan yang semula anak tidak memahami tentang perawatan gigi setelah diberikan intervensi anak megerti tentang perawatan karies gigi seperti waktu menggosok gigi, makanan untuk kesehatan gigi, menggosok gigi dengan benar sehingga responden dapat menerapkan dalam kehidupan seharihari. DAFTAR PUSTAKA