METEOR STIP MARUNDA JURNAL ILMIAH NASIONAL SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN JAKARTA Kinerja Faktor Daya Dan Opererasi Generator Kapal-Kapal Niaga Seno Abdi , . Oktavianto Adi Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Indonesia disubmit : 12/1/20 direvisi pada : 5/3/20 dierima pada : 1/5/20 Abstrak Faktor daya disebut sebagai cos I didefinisikan sebagai perbandingan daya aktif . W) dan daya semu . VA). Menurut Irving . operasi generator adalah kondisi generator beroperasi dimana tegangan yang dihasilkan lebih besar daripada tegangan bus bar yang terhubung dan daya yang dikirim ke bus bar. Pelayaran niaga . diseluruh dunia adalah kegiatan yang terkait dengan kegiatan komersial. Metode kuantitatif dengan program aplikasi untuk menganalisa korelasi dan pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat dari data beban daya listrik. Hasil Penelitian telah dilakukan penulis adalah X1 . ondisi operasional kapa. berpengaruh AupositifAy terhadap Y1 (Aru. , ada sebesar 0. X1 . ondisi operasional kapa. berpengaruh AupositifAy terhadap Y2 (Loa. , ada sebesar 0. X1 . ondisi operasional kapa. berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. , ada sebesar 0. X2 . ode generato. berpengaruh AunegativeAy terhadap Y1 (Aru. , ada X2 . ode generato. berpengaruh AunegativeAy terhadap Y2 (Loa. , ada sebesar 0. X2 . ode generato. berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. , ada sebesar 0%. Y1 (Aru. berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. , ada sebesar 0. Y2 (Loa. berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. , ada sebesar 6. X1. X2. Y1. Y2 berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. , ada sebesar 7%. Copyright A 2020. METEOR STIP MARUNDA. ISSN : 1979-4746 Kata kunci: faktor daya, operasi generator. SPSS. Permalink/DOI : https://doi. org/10. 36101/msm. PENDAHULUAN Faktor daya yang sering disebut sebagai cos I didefinisikan sebagai perbandingan daya aktif . W) dan daya semu . VA). Atau sebagai perbandingan antara arus yang dapat menghasilkan kerja didalam suatu rangkaian terhadap arus total yang masuk kedalam Operasional adalah batasan dan pedoman untuk melakukan suatu kegiatan. Kapal adalah suatu kedaraan pengankut barang, penumpang ataupun muatan curah yaitu batu bara untuk kebutuhan industri. Oprasional Kapal adalah kegiatan kapal dalam bermacam kondisi ketika berada di laut. Operasi Generator adalah interkoneksi beberapa Generator pada suatu unit pembangkit secara sendirian ataupun bersamaan untuk Generator yang diparalelkan agar disinkronisasi secara manual maupun otomatis. Untuk mendapatkan daya yang lebih besar. Pengertian Generator arus bolak-balik (AC) adalah suatu mesin yang mengkonversi energi mekanik . menjadi energi listrik METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 . dengan bantuan induksi magnet. Perubahan energi terjadi karena adanya perubahan medan magnet pada kumparan/ jangkar . empat terbangkitnya tegangan pada Beban generator AC umumnya ada tiga jenis, resistif, induktif, dan capasitif. Ketika beban adalah resisitif, bentuk gelombang tegangan dan arus saat ini dalam satu fase, dan Power Faktor Jika beban bersifat induktif, arus tertinggal terhadap tegangan dan saat ini Power Faktor berkisar antara 1 s/d 0 . Jika beban capasitif, arus memimpin terhadap tegangan. Power Faktor nya berkisar 1 s/d 0 . Dikapal-kapal niaga beban yang digunakan sebagian besar resistif dan inductif, karena keterlibatan transformer dan kumparan umumnyta Power Faktor berada pada kisaran 8, atau saat itu pada setiap phase arus tertinggal sebesar 36. 8O terhadap tegangan. Untuk Power Faktor gabungan daya reaktif induktif harus dikompensasi menggunakan capasitor bank yang bersifat daya reaktif capasitif. Tetapi pengunaan listrik dikapal banyak kondisi yang Saat generator digunakan secara kontinyu saat digunkannya banyak beban . ransformaator atau kumparan dl. masinis kurang memperhatikan nilai Power Faktor. Yang terjadi apabila beban yang umumnya resistor yang didalamnya terbentuk reaktif inductor berjalan normal maka Power Faktor akan berada pada angka > 0. Tetapi apabila pada beban yang beroperasi dengan tidak normal atau terjadi ganguan dimana akibatnya terbentuk beban inductor yang besar maka kaan terbentuk beban reaktif (KVA) yang besar juga. Beban ini akan membuat beban semu menjadi Tentunya dibutuhkan sumber daya . as, uap, hidro atau bahan baka. yang lebih besar untuk mengerakkan generator agar kondisinya dapat mengimbangi kerja beban yang Kondis lain yang terjadi adalah kurang effektif pengoperasian generator di berbagai kondisi pengoperasian kapal. Dikapal umumnya terdapat 2 atau lebih generator yang bekerja secara mandiri atau sinkron. Setiap generator di desain memiliki kemampuan yang cukup besar untuk menanggung seluruh beban yang dibutuhkan saat kapal dioperasikan pada setia kondisi operasi kapal. Misalnya pada saat berlayar atau saat dipelabuhan atau saat mengolah gerak, secara teori sebuah generator yang ada di desain mampu dan bisa untuk mendukung kerja seluruh peralartan meknik yang dibutuhkan. Tetapi atas dasar aturan nasional atau internasional tentang keselamatan dan keamanan operasi kapal maka saat kapal beroperasi pada kondisi tertentu . issal: olah gerak, sandar bongkar muat dl. maka disyaratakan pembangkit listrik . harus dioperasikan secara sinkron. Artinyta terdapat 2 atau lebih generator yang bekerja bersama pada waktu yang sama. Padahal kondisi pemakaian listrik saat tidak terlalu Terjadi pengeluaran sumber daya . as, uap, hidro atau bahan baka. yang kurang ekonomis untuk mendukung kondisi operasi Faktor daya yang sering disebut sebagai cos I didefinisikan sebagai perbandingan daya aktif . W) dan daya semu . VA). Atau sebagai perbandingan antara arus yang dapat menghasilkan kerja didalam suatu rangkaian terhadap arus total yang masuk kedalam Operasional kapal adalah pelaksanaan dari rencana kegiatan kapal selama beroperasi, untuk mencapai tujuan sebagai alat transportasi laut yang telah di tetapkan berdasarkan undangundang. Generator AC adalah pembangkit tegangan listrik bolak-balik (AC) atau disebut juga mengkonversi energi mekanik . menjadi energi listrik . dengan perantara induksi Operasi generator adalah kondisi generator beroperasi untuk menghasilkan tegangan dan kebutuhan daya yang dibutuhkan pada kapal yang melakukan oprasi generator untuk kebutuhan beban listrik yang digunakan. Operasi generator terdapat 2 mode digunakan untuk operasi generator di kapal untuk kebutuhan sumber daya listrik dan beban daya digunakan untuk permesinan bantu antar lain: Mode operasi generator single METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 Operasi generator sendiri . yaitu dimana generator operasi 1 untuk kebutuhan penggunaan beban listrik yang dibutuhkan generator. Penggunaan operasi generator singel pada saat kapal sedang berlabuh jangkar atupun tanpa beban lebih. Mode operasi generator pararel Menurut Irving . operasi generator paralel adalah kondisi dua atau lebih generator sehingga masing-masing arus mengalir ke beban. Keuntungan paralel generator dikapal ialah: Mendapatkan daya lebih besar. Penentuan kapasitas generator. Menjamin kotinuitas ketersediaan daya . Melayani beban yang berkembang. METODE Menurut Sugiyono . Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu ilmiah, data, tujuan dan Metode kuantitatif analisi deskriptif untuk memperkuat temuan, analisis data dan deskriptif akan membantu menguji hubungan antara variabel bebas yaitu kondisi operasional kapal dan operasi generator terhadap variabel terkait yaitu beban daya listrik. Analisis data ini peneliti mengunnakan SPSS. Tabel 1. Definisi Operasional dan Pengukuran Data No Definisi Dimensi Keteranga Konsep Kondisi In Port Pengoperasian Berlabuh Kapal Jangkar At Sea Manouvre Mode Single Pengoperasian Sinkron Generator Ampere / Kuat 0 s/d O Arus (I) Load/Beban 0 s/d O (KW) Power Faktor 1 s/d 0 Normal 0. ag/lea. 1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan Bulan April 2019 sampai dengan Oktober 2019. 2 Data yang Diperlukan Data artinya informasi yang didapat melalui pengukuran-pengukuran tertentu, untuk digunakan sebagai landasan dalam menyusun argumentasi logis menjadi fakta. Sedangkan fakta itu sendiri adalah kenyataan yang telah diuji kebenarannya secara empirik, antara lain melalui analisis data. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber pertamanya melalui hasil wawancara, diamati dan dicatat gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian. Data primer menentuan berupa data beban daya listrik yang di gunakan pada kondisi operasional kapal dan operasi generator. Data Sekunder merupakan data yang diusahakan sendiri pengumpulannya oleh penulis, selain dari sumber yang diteliti. 3 Metode Pengumpulan Data Observasi adalah pengamatan yang dilakukan terhadap situasi yang sudah ada, spontan dan secara ilmiah, yang kemudian hasil pengamatan akan disimpulkan sehingga data yang diperoleh bersifat obyektif. Wawancara adalah proses memperoleh keterampilan tujuan penelitian dengan cara tanya jawab antara penulis dengan yang bersangkutan. Memperoleh keterangan-keterangan secara langsung obyek penelitian. Metode pengumpulan data dari suatu obyek. Pengumpulan data dan jawaban yang menjadi pokok persoalan mengenai penulisan. Dokumentasi adalah cara pengumpulan data diperoleh dengan cara mempelajari arsip-arsip dan surat-surat yang terdapat di kamar mesin terutama tentang jurnal diesel generator bagian penggunaan beban daya listrik. METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 d. Kepustakaan digunakan mendapatakan atau mengumpulkan data-data dengan cara mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan pokok masalah yang diteliti kondisi operasional kapal, operasi generator, beben daya listrik. mendefinisikan suatu variabel. pengujian untuk uji validitas adalah menggunakan korelasi Bivariate Pearson . roduk momen pearso. dan Corrected Item-Total Correlation. 4 Kerangka Pikir Kerangka pikir adalah tentang hubungan antar variable disusun berbagai teori yang Kerangka piker dibuat dengan kedudukan dilandasi dengan teoriteori relevan agar permasalahan dalam Analisis unjuk kerja faktor daya terhadap pengoprasian generator di kapal-kapal niaga. Uji F Uji F adalah untuk menguji kebenaran hipotesis alternatif, yaitu apakah model pilihan peneliti sudah tepat. Goodness of Fit adalah semua variable bebas berpengaruh terhadap variable tidak Ho: p = 0 . ubungan lema. Hi: p O 0 . ubungan tidak lema. Apabila nilai signifikan . -valu. adalah < 0. ingkat signifikannya 5%) dan atau nilai F hitung > F table, kesimpulannya Ho ditolak dan Ha Artinya ada pengaruh bersamasama variable independent terhadap Analisis Regresi Berganda Analisis regresi digunaan terutama untuk tujuan peramalan, dimana dalam model tersebut ada sebuah variabel dependen . dan variabel . Pengaruh variable bebas terhadap variabel terkait Persamaan regresi yang digunakan sebagai berikut: Gambar 2. Kerangka Penelitian 5 Teknik analisis data Menurut Sugiyono . Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahanbahan lain, sehingga mudah difahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Y = 1 X1 2 X2 3 X3 4 X4 5 X5 Dimana: : beban daya listrik : kondisi operasional kapal : operasi generator 1. 5 : Koefisien regresi : Konstanta Analisis deskriptif Metode kuantitatif analisa data yang digunakan untuk menyampaian masalah adalah olah data SPSS. Uji Validitas Indikator Menurut V. Wiratna Sujarweni . , uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam A Rumusan hipotesis: Ho:1=0 . tidak ada pengaruh independen terhadap variable dependen Ha:2 = 0 . ada pengaruh variable independen terhadap variable dependen METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian Deskriptif variabel ini untuk menerangkan data variabel dependent X1. X2 dan independent dari Y1. Y2. Y3. Tabel 2 mean, median, mode, min dan max Mean Median Mode Minimu Maximu KON_O MODE_G AMP LOA POWE PE_KA ENERAT ERE D R_FAK PAL TOR Diagram frekuensi Ampere. Load dan PF Gambar 4. 3 diagram frekuensi Power Faktor Uji Validitas Data untuk Variabel X1. X2. Y1,Y2, dan Y3 Tabel 3 Output KMO and BarlettAos Kaiser-Meyer-Olkin Adequacy. Measure Sampling Diperoleh nilai KMO untuk pengujian indikator yang digunakan untuk mengukur variabel adalah 0,513 Karena nilai > 0,5 hal tersebut kriteria kecukupan sampel terpenuhi. Diketahui bahwa semua variabel dinyatakan valid karena pada tabel Component Matrik nilainya > 0,5 dan load faktor tidak < 0,5. Uji Fit Model Gambar 4. 1 diagram frakuensi Arus Gambar 4. 5 Scater Plot Daya dengan Faktor Daya Tabel 4 Component Matrix Gambar 4. 2 diagram frakuensi Load KON_OPE_KAPAL MODE_GENERATOR AMPERE LOAD POWER_FAKTOR METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 Tabel 5 Pearson Correlation X1. X2. Y1. Y2 dan Y3 KON_OPE MODE_GEN AMPE LOAD POWER_F _KAPAL ERATOR AKTOR Correlatio KON_OPE n _KAPAL Sig. MODE_G Correlatio ENERAT n Sig. Correlatio AMPERE n Sig. Correlatio LOAD Sig. Correlatio POWER_F AKTOR Sig. Analisi korelasi kondisi operasional kapal dengan arus Hasil Korelasi Pearson Sig = 0. %). Nilai 13% > 5 % . ), artinya Ho diterima dan Hi ditolak. Terdapat hubungan Kondisi Operasional Kapal (X. dan Arus (Y. Untuk memperkuat pernyataan tersebut maka didapatkan nilai korelasi empirik . = 0,058. nilai tersebut menunjukkan hubungan antara Kondisi Operasional Kapal (X. dan Arus (Y. adalah positif. Analisi korelasi kondisi operasional kapal dengan daya Hasil Korelasi Pearson Sig = 0. ,3%). Nilai 22,3% > 5 % . ), artinya Ho diterima dan Hi ditolak. Terdapat hubungan Kondisi Operasional Kapal (X. dan Arus (Y. Untuk memperkuat pernyataan tersebut maka didapatkan nilai korelasi empirik . = 0,039. nilai tersebut menunjukkan hubungan antara Kondisi Operasional Kapal (X. dan Arus (Y. adalah positif. Analisi korelasi kondisi operasional kapal dengan power faktor Hasil Korelasi Pearson Sig = 0. ,9%). Nilai 6,9% > 5 % . ), artinya Ho diterima dan Hi ditolak. Terdapat hubungan Kondisi Operasional Kapal (X. dan Power Faktor (Y. Untuk memperkuat pernyataan tersebut maka didapatkan nilai korelasi empirik . = 0,076. nilai tersebut menunjukkan hubungan antara Kondisi Operasional Kapal (X. dan Arus (Y. adalah positif. Analisi korelasi mode generator dengan arus Hasil Korelasi Pearson Sig = 0. ,4%). Nilai 9,4% > 5 % . ), artinya Ho diterima dan Hi ditolak. Terdapat hubungan Kondisi Operasional Kapal (X. dan Arus (Y. Untuk memperkuat pernyataan tersebut maka didapatkan nilai korelasi empirik . = -0,068. nilai tersebut menunjukkan hubungan antara Mode Generator (X. dan Arus (Y. adalah Analisi korelasi mode generator dengan daya Hasil Korelasi Pearson Sig = 0,112 . ,2%). Nilai 11,2% > 5 % . ), artinya Ho diterima dan Hi ditolak. Terdapat hubungan Mode Generator (X. dan Daya (Y. Untuk memperkuat pernyataan tersebut maka didapatkan nilai korelasi empirik . = -0,063. nilai tersebut menunjukkan hubungan antara Mode Generator (X. dan Daya (Y. adalah Analisi korelasi mode generator dengan faktor Hasil Korelasi Pearson Sig = 0. ,2%). Nilai 34,2% > 5 % . ), artinya Ho diterima dan Hi ditolak. Terdapat hubungan Mode Generator (X. dan Power Faktor (Y. Untuk memperkuat pernyataan tersebut maka didapatkan nilai korelasi empirik . = 0,021. nilai tersebut menunjukkan hubungan antara Mode Generator (X. dan Power Faktor (Y. adalah positif. Analisi korelasi arus dengan faktor daya. Hasil Korelasi Pearson Sig = 0. ,2%). Nilai 11,2% > 5 % . ), artinya Ho diterima dan Hi ditolak. Terdapat hubungan Arus (X. dan Power Faktor (Y. Untuk memperkuat pernyataan tersebut maka didapatkan nilai korelasi empirik . = 0,062. nilai tersebut menunjukkan hubungan antara Mode Generator (X. dan Power Faktor (Y. adalah positif. Analisi korelasi Daya dengan Faktor Daya Scater plot Hasil Korelasi Pearson Sig = 0. %). Nilai 0% > 5 % . ), artinya Ho ditolak dan Hi Terdapat hubungan Load (Y. dan Power Faktor (Y. Untuk memperkuat pernyataan tersebut maka didapatkan nilai METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 korelasi empirik . = 0,255. nilai tersebut Depende Independ Arus Load Power Faktor Depende Independ Power Faktor Kondisi Operasional Kapal (X. Constant Annova Beta (F) Sig b Constant Beta Annova (F) Sig Arus (Y. Constant Annova Beta (F) Sig b Operasi Generator (X. Load (Y. Constant Annova Beta (F) Sig menunjukkan hubungan antara Load (Y. dan Power Faktor (Y. adalah positif. Analisis Regrensi Analisis regresi linier sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y) untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Nilai hubungan positif atau negatif bertujuan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio. Rumus regresi linear sederhana sebagi berikut: Y= X Dimana: Y = Variabel dependen . ilai yang X = Variabel independen = Konstanta . ilai Y apabila X = . = Koefisien regresi . ilai peningkatan ataupun penuruna. Tabel 4. 6 Coefficientsa X1. X2. Y1. Y2 dan Y3 Hipotesis 1: Hasil arus (Y. dipengaruhi oleh Kondisi operasional kapal (X. Ho: 1 = 0. (Persamaan tidak linier atau X1 tidak berpengaruh terhadap Y. Hi: 1 O 0. (Persamaan linier atau atau X1 berpengaruh terhadap Y. Unstandardized Coefficients (B) diperoleh nilai = 2,215 dan 1 = 0. Persamaan yang terbentuk adalah: Y = 2,215 0. 000X1. Nilai F = 1,270 dan Sig = 0,260 . %). Nilai Sig 26 % > 5 % berarti Ho diterima dan Hi ditolak. Persamaan tersebut adalah linier atau X1 berpengaruh positif terhadap Y1. Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan X1 terhadap Y1 dapat melihat Koefisien Determinasi (R Squer. pada Model Summary. Nilai R2 = 0. 003 atau 0,3 %. Nilai tersebut Kondisi operasional kapal (X. berkontribusi terhadap Arus (Y. sebesar 0,3%. Dengan hasil tersebut masih ada sisa lain sebesar 99,7% Arus (Y. dipengaruhi atau dapat diterangkan oleh variable lain selain Kondisi operasional kapal. Dengan diterimanya persamaan regresi Y = Y = 2,215 0. 000X1, maka akan dapat digunakan sebagai dasar memprediksi variabel independen Y1 jika diketahui variabel dependen X1. Hipotesis 2: Hasil daya (Y. dipengaruhi oleh Kondisi operasional kapal (X. Ho: 1 = 0. (Persamaan tidak linier atau X1 tidak berpengaruh terhadap Y. Hi: 1 O 0. (Persamaan linier atau atau X1 berpengaruh terhadap Y. Unstandardized Coefficients (B) diperoleh nilai = 2,281 dan 1 = 0. Persamaan yang terbentuk adalah: Y= 2,281 Ae 0. 005X1. Untuk menguji persamaan tersebut apakah menerima atau menolak hipotesis yang disampaikan dilakukan perhitungan diistribusi AoFAy pada output table ANOVA sebagai berikut: Nilai F = 0,583 dan Sig = 0,446 . ,6%). Nilai Sig 44,6% > 5 % berarti Ho diterima dan Hi Persamaan tersebut adalah linier atau X1 berpengaruh positif terhadap Y2. Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan X1 terhadap Y2 dapat melihat Koefisien Determinasi (R Squer. pada Model Summary Nilai R2 = 0. 002 atau 0,2 %. Nilai tersebut Kondisi operasional kapal (X. berkontribusi terhadap Daya (Y. sebesar 0,2%. Dengan hasil tersebut masih ada sisa lain sebesar 99,8% Daya (Y. dipengaruhi atau dapat diterangkan oleh variable lain selain Kondisi operasional kapal. Dengan diterimanya persamaan regresi Y = 2,281 Ae 0. 005X1, maka akan dapat digunakan METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 sebagai dasar memprediksi variabel independen Y2 jika diketahui variabel dependen X1. Hipotesis 3: Hasil faktor daya (Y. dipengaruhi oleh Kondisi operasional kapal (X. Ho: 1 = 0. (Persamaan tidak linier atau X1 tidak berpengaruh terhadap Y. Hi: 1 O 0. (Persamaan linier atau atau X1 berpengaruh terhadap Y. Unstandardized Coefficients (B) diperoleh nilai = 1,847 dan 1 = 0. Persamaan yang terbentuk adalah: Y = 1,847 0. 595X1. Untuk menguji persamaan tersebut apakah menerima atau menolak hipotesis yang disampaikan dilakukan perhitungan distribusi AoFAy Nilai F = 0,583 dan Sig = 0,446 . ,6%). Nilai Sig 44,6 % > 5 % berarti Ho diterima dan Hi Persamaan tersebut adalah linier atau X1 berpengaruh positif terhadap Y3. Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan X1 terhadap Y3 dapat melihat Koefisien Determinasi (R Squer. pada Model Summary Nilai R2 = 0. 006 atau 0,6 %. Nilai tersebut Kondisi operasional kapal (X. berkontribusi terhadap Power Faktor (Y. sebesar 0,6%. Dengan hasil tersebut masih ada sisa lain sebesar 99,4% Power Faktor (Y. dipengaruhi atau dapat diterangkan oleh variable lain selain Kondisi operasional kapal. Dengan diterimanya persamaan regresi Y = 1,847 0. 595X1, maka akan dapat digunakan sebagai dasar memprediksi variabel independen Y1 jika diketahui variabel dependen X1. Hipotesis 4: Hasil arus (Y. dipengaruhi oleh mode generator (X. Ho: 1 = 0. (Persamaan tidak linier atau X2 tidak berpengaruh terhadap Y. Hi: 1 O 0. (Persamaan linier atau atau X2 berpengaruh terhadap Y. Unstandardized Coefficients (B) diperoleh nilai = 1,643 dan 1 = 0. Persamaan yang terbentuk adalah: Y = 1,643 0. 000X2. Untuk menguji persamaan tersebut apakah menerima atau menolak hipotesis yang disampaikan dilakukan perhitungan diistribusi AoFAy Nilai F = 1,746 dan Sig = 0,187 . ,7%). Nilai Sig 18,7 % > 5 % berarti Ho diterima dan Hi Persamaan tersebut adalah linier atau X2 berpengaruh positif terhadap Y1. Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan X2 terhadap Y1 dapat melihat Koefisien Determinasi (R Squer. Nilai R2 = 0. 005 atau 0,5 %. Nilai tersebut menunjukan bahwa variabel Mode Generator (X. berkontribusi terhadap Arus (Y. sebesar 0,6%. Dengan hasil tersebut masih ada sisa lain sebesar 99,4% Arus (Y. dipengaruhi atau dapat diterangkan oleh variable lain selain Kondisi operasional kapal. Dengan diterimanya persamaan regresi Y = 1,643 Ae 0. 000X2, maka akan dapat digunakan sebagai dasar memprediksi variabel independen Y1 jika diketahui variabel dependen X2. Hipotesis 5: Hasil daya (Y. dipengaruhi oleh mode generator (X. Ho: 1 = 0. (Persamaan tidak linier atau X2 tidak berpengaruh terhadap Y. Hi: 1 O 0. (Persamaan linier atau atau X2 berpengaruh terhadap Y. Unstandardized Coefficients (B) diperoleh nilai = 1,611 dan 1 = 0. Persamaan yang terbentuk adalah: Y = 1,611 Ae 0. 005X2. Untuk menguji persamaan tersebut apakah menerima atau menolak hipotesis yang disampaikan dilakukan perhitungan distribusi AoFAy Nilai F = 1,484 dan Sig = 0,224 . ,4%). Nilai Sig 22,4 % > 5 % berarti Ho diterima dan Hi Persamaan tersebut adalah linier atau X2 berpengaruh positif terhadap Y2. Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan X2 terhadap Y2 dapat melihat Koefisien Determinasi (R Squer. Nilai R2 = 0. 004 atau 0,4 %. Nilai tersebut menunjukan bahwa variabel Mode Generator (X. berkontribusi terhadap Load (Y. sebesar 0,4%. Dengan hasil tersebut masih ada sisa lain sebesar 99,6% Load (Y. dipengaruhi atau dapat diterangkan oleh variable lain selain Mode Generator. Dengan diterimanya persamaan regresi Y = 1,611 Ae 0. 005X2, maka akan dapat digunakan sebagai dasar memprediksi variabel independen Y2 jika diketahui variabel dependen X2. METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 Hipotesis 6: Hasil faktor daya (Y. dipengaruhi oleh mode generator (X. Ho: 1 = 0. (Persamaan tidak linier atau X2 tidak berpengaruh terhadap Y. Hi: 1 O 0. (Persamaan linier atau atau X2 berpengaruh terhadap Y. Unstandardized Coefficients (B) diperoleh nilai = 1,545 dan 1 = 0. Persamaan yang terbentuk adalah: Y = 1,545 0. 073X3. Untuk menguji persamaan tersebut apakah menerima atau menolak hipotesis yang disampaikan dilakukan perhitungan distribusi AoFAy Nilai F = 0,166 dan Sig = 0,684 . ,4%). Nilai Sig 68,4 % > 5 % berarti Ho diterima dan Hi Persamaan tersebut adalah linier atau X2 berpengaruh positif terhadap Y3. Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan X2 terhadap Y3 dapat melihat Koefisien Determinasi (R Squer. Nilai R2 = 0. 000 atau 0%. Nilai tersebut menunjukan bahwa variabel Mode Generator (X. berkontribusi terhadap Power Faktor (Y. sebesar 0%. Dengan hasil tersebut Power Faktor (Y. tidak dipengaruhi dan dapat diterangkan oleh variable lain selain Mode Generator. Dengan diterimanya persamaan regresi Y = 1,545 0. 073X3, maka akan dapat digunakan sebagai dasar memprediksi variabel independen Y3 jika diketahui variabel dependen X2. Hipotesis 7: Hasil faktor daya (Y. dipengaruhi oleh arus (Y. Ho: 1 = 0. (Persamaan tidak linier atau Y1 tidak berpengaruh terhadap Y. Hi: 1 O 0. (Persamaan linier atau atau Y1 berpengaruh terhadap Y. Unstandardized Coefficients (B) diperoleh nilai = 218,951 dan 1 = 102,479. Persamaan yang terbentuk adalah: Y = 218,951 102,479Y1. Untuk menguji persamaan tersebut apakah menerima atau menolak hipotesis yang disampaikan dilakukan perhitungan diistribusi AoFAy Nilai F = 1,481 dan Sig = 0,224 . ,4%). Nilai Sig 22,4 % > 5 % berarti Ho diterima dan Hi Persamaan tersebut adalah linier atau Y1 berpengaruh positif terhadap Y3. Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan Y1 terhadap Y3 dapat melihat Koefisien Determinasi (R Squer. Nilai R2 = 0. 004 atau 0,4 %. Nilai tersebut menunjukan bahwa variabel Arus (Y. berkontribusi terhadap Power Faktor (Y. sebesar 0,4%. Dengan hasil tersebut masih ada sisa lain sebesar 99,6% Power Faktor (Y. dipengaruhi atau dapat diterangkan oleh variable lain selain Arus. Dengan diterimanya persamaan regresi Y = 218,951 102,479Y1, maka akan dapat digunakan sebagai dasar memprediksi variabel independen Y3 jika diketahui variabel dependen Y1. Hipotesis 8: Hasil faktor daya (Y. dipengaruhi oleh daya (Y. Ho: 1 = 0. (Persamaan tidak linier atau Y2 tidak berpengaruh terhadap Y. Hi: 1 O 0. (Persamaan linier atau atau Y2 berpengaruh terhadap Y. Unstandardized Coefficients (B) diperoleh nilai = 0,744 dan 1 = 0. Persamaan yang terbentuk adalah: Y = 0,744 Ae 0. 005Y2. Untuk menguji persamaan tersebut apakah menerima atau menolak hipotesis yang disampaikan dilakukan perhitungan diistribusi AoFAy Nilai F = 26,408 dan Sig = 0,000 . %). Nilai Sig 0% > 5 % berarti Ho diterima dan Hi ditolak. Persamaan tersebut adalah tidak linier atau Y2 berpengaruh positif terhadap Y3. Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan Y2 terhadap Y3 dapat melihat Koefisien Determinasi (R Squer. Nilai R2 = 0. 065 atau 6,5 %. Nilai tersebut menunjukan bahwa variabel Load (Y. berkontribusi terhadap Power Faktor (Y. sebesar 6,5%. Dengan hasil tersebut masih ada sisa lain sebesar 94,5% Power Fa. tor (Y. dipengaruhi atau dapat diterangkan oleh variable lain selain Load. Dengan diterimanya persamaan regresi Y = 0,744 Ae 0. 005Y2, maka akan dapat digunakan sebagai dasar memprediksi variabel independen Y3 jika diketahui variabel dependen Y2. Analisis Regresi Berganda METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 Hipotesis 9: Hasil Power Faktor (Y. dipengaruhi oleh Kondisi Operasional Kapal (X. Mode Generator (X. Arus (Y. , dan Daya (Y. Y = a 1X1 2X2 3Y1 4Y2 Ho: 1 = 0. (Persamaan tidak linier atau X1. X2. Y1, dan Y2 tidak berpengaruh terhadap Y. Hi: 1 O 0. (Persamaan linier atau atau X1. X2. Y1, dan Y2 berpengaruh terhadap Y. sering muncul . : 1 - 200 A artinya penggunaan arus pada kapal kapal niaga masih pada nilai yang wajar. Untuk nilai minimum dan maximum dari arus 10 A dan 1200 A menujukan adanya pemakaian arus yang rendah dan dan tingginya pemakaian arus karena pada kapal taruna praktek ada yang menggunakan system high voltage yang menyebabkan arus tinggi. Maka kondisi operasional kapal terhadap arus Table 4. 7 Output Coefficeints X1. X2. Y1,Y2 dan Y3 Model Unstandardized Coefficients (B) diperoleh nilai = 0,720 dan 1 = 0. 008, 2 = 0,005, 3 = 0,005. 4 = -0,005. Persamaan yang terbentuk adalah: Y = 0,720 0. 008X1 0,005X2 - 0,005 Y1 - 0,005Y2. Tabel 4. 8 Output ANOVA X1. X2. Y1. Y2 dan Y3 Diperoleh nilai F = 1,270 dan Sig = 0,260 . %). Nilai Sig 26 % > 5 % berarti Ho diterima dan Hi ditolak. Persamaan tersebut adalah linier atau X1. X2. Y1. Y2 berpengaruh positif terhadap Y1. Unstandardized Standardiz Sig. Coefficients Coefficient Std. Beta Erro (Constan. KON_OPE_K APAL Model Sum of Mean Sig. MODE_GENE Squares 015 Square. RATOR Regression 064E- . 017 -. AMPERE Residual 527E- . LOAD Total dari deskriptif variabel rata-rata . Table 4. 9 Output Model Summary X1. X2. Y1. Y2 dan Model Dari Output 4. 9 diperoleh nilai R2 = 0. 070 atau 7 %. Nilai tersebut menunjukan bahwa variabel Kondisi operasional kapal (X. Mode Generator (X. Load (Y. Arus (Y. berkontribusi terhadap Power Faktor (Y. sebesar 7%. Dengan hasil tersebut masih ada sisa lain sebesar 93% Power Faktor (Y. dipengaruhi atau dapat diterangkan oleh variable lain selain Kondisi operasional kapal. Mode Generator. Load dan Arus. Dengan diterimanya persamaan regresi Y = 0,720 0. 008X1 0,005X2 - 0,005 Y1 0,005Y2, maka akan dapat digunakan sebagai dasar memprediksi variabel independen Y3 jika diketahui variabel dependen X1. X2. Y1,Y2. 2 Pembahasan Kondisi Operasional Kapal dengan Arus Berpengaruh dan berhubungan positif dan signifikan terhadap Arus Nilai rata-rata . : 2. 3 - 296. 51A, nilai tengah . : 2 - 248 A, sedangkan nilai yang Squar Adjusted RSquare Std. Error of Estimate tengah . , nilai yang sering muncul . , minimum dan maximum menunjukan sesuai dengan hipotesis yang dilakukan penelitian. Kondisi Operasional Kapal dengan Load Berpengaruh dan berhubungan positif dan signifikan terhadap Load. Nilai rata-rata . : 2. 3 Ae 365. 02 kW, nilai tengah . : 2 - 150 kW, sedangkan nilai yang sering muncul . : 1 Ae 100 kW artinya penggunaan load / beban pada kapal kapal niaga masih pada nilai yang wajar. Untuk nilai minimum dan maximum dari 11 kW dan 9107 Maka kondisi operasional kapal terhadap load dari deskriptif variabel ratarata . , nilai tengah . , nilai yang sering muncul . , minimum dan maximum menunjukan sesuai dengan hipotesis yang dilakukan penelitian. METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 c. Kondisi Operasional Kapal dengan Power Faktor Berpengaruh dan berhubungan positif dan signifikan terhadap power faktor. Nilai rata-rata . : 2. 3 Ae 0. 7568 , nilai tengah . : 2 Ae 0. 8 , sedangkan nilai yang sering muncul . : 1 Ae 0. artinya penggunaan Power Faktor pada kapal-kapal niaga masih pada nilai yang Untuk nilai minimum dan maximum 3 dan 1. 0 menujukan adanya pemakaian power faktor yang rendah dan dan tingginya pemakaian power faktor karena pada kapal taruna praktek sudah tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan power faktor pada dasarnya yang dapat menyebabkan generator yang dipakai mengalami penurunan performa. Maka kondisi operasional kapal terhadap power faktor dari deskriptif variabel rata-rata . , nilai tengah . , nilai yang sering muncul . , minimum dan maximum menunjukan sesuai dengan hipotesis yang dilakukan penelitian. Mode Generator dengan Arus Berpengaruh dan berhubungan AunegativeAy dan signifikan terhadap arus. Dari hasil deskripsi variabel arus membandingkan nilai rata-rata . : 2. 3 - 296. 51A, nilai tengah . : 2 - 248 A, sedangkan nilai yang sering muncul . : 1 - 200 A artinya penggunaan arus pada kapal kapal niaga masih pada nilai yang wajar. Untuk nilai minimum dan maximum dari arus 10 A dan 1200 A menujukan adanya pemakaian arus yang rendah dan dan tingginya pemakaian arus karena pada menggunakan system high voltage yang menyebabkan arus tinggi. Maka kondisi operasional kapal terhadap arus dari deskriptif variabel rata-rata . , nilai tengah . , nilai yang sering muncul . , minimum dan maximum menunjukan sesuai dengan hipotesis yang dilakukan penelitian. Mode Generator dengan Load Berpengaruh dan berhubungan AunegativeAy dan signifikan terhadap Load. Dari hasil deskripsi variabel arus membandingkan nilai rata-rata . : 2. 3 Ae 365. 02 kW, nilai tengah . : 2 - 150 kW, sedangkan nilai yang sering muncul . : 1 Ae 100 kW artinya penggunaan load / beban pada kapal kapal niaga masih pada nilai yang wajar. Untuk nilai minimum dan maximum dari 11 kW dan 9107 Maka kondisi operasional kapal terhadap load dari deskriptif variabel ratarata . , nilai tengah . , nilai yang sering muncul . , minimum dan maximum menunjukan sesuai dengan hipotesis yang dilakukan penelitian. Mode Generator dengan Power Faktor Berpengaruh dan berhubungan AuPositiveAy dan signifikan terhadap power faktor. Nilai rata-rata . : 2. 3 Ae 0. 7568 , nilai tengah . : 2 Ae 0. 8 , sedangkan nilai yang sering muncul . : 1 Ae 0. artinya penggunaan Power Faktor pada kapal-kapal niaga masih pada nilai yang Untuk nilai minimum dan maximum 3 dan 1. 0 menujukan adanya pemakaian power faktor yang rendah dan dan tingginya pemakaian power faktor karena pada kapal taruna praktek sudah tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan power faktor pada dasarnya yang dapat menyebabkan generator yang dipakai mengalami penurunan performa. Maka kondisi operasional kapal terhadap power faktor dari deskriptif variabel rata-rata . , nilai tengah . , nilai yang sering muncul . , minimum dan maximum menunjukan sesuai dengan hipotesis yang dilakukan penelitian. Arus dengan Power Faktor Berpengaruh dan berhubungan AupositiveAy dan signifikan terhadap power faktor. Nilai rata-rata . : 296. 51 A Ae 0. 758 , nilai tengah . : 248 A Ae 0. 8 , sedangkan nilai yang sering muncul . : 200 A Ae 0. , artinya penggunaan arus dan power faktor pada kapal kapal niaga masih pada nilai yang Untuk nilai minimum dan maximum METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 dari 10 A Ae 0. 3 dan 1200 A Ae 1. menujukan adanya pemakaian arus dan power faktor yang rendah dan tingginya pemakaian arus dan power faktor karena pada kapal taruna praktek ada yang menggunakan system high voltage yang menyebabkan arus tinggi sedangkan power Maka kondisi operasional kapal terhadap arus dari deskriptif variabel rata-rata . , nilai tengah . , nilai yang sering muncul . , minimum dan maximum menunjukan sesuai dengan hipotesis yang dilakukan penelitian. Load dengan Power Faktor Berpengaruh dan berhubungan AupositiveAy dan signifikan terhadap power faktor. Nilai rata-rata . : 364. 02 kWAe 0. 758 , nilai tengah . : 150 kW Ae 0. 8 , sedangkan nilai yang sering muncul . : 100 kW Ae 8 , artinya penggunaan arus dan power faktor pada kapal kapal niaga masih pada nilai yang wajar. Untuk nilai minimum dan maximum dari 11 kW Ae 0. 3 dan 9107 kW Ae 1. 0 menujukan adanya pemakaian load dan power faktor yang rendah dan tingginya pemakaian load dan power faktor karena pada kapal taruna praktek ada yang menggunakan system high voltage yang menyebabkan load tinggi sedangkan power Maka kondisi operasional kapal terhadap arus dari deskriptif variabel rata-rata . , nilai tengah . , nilai yang sering muncul . , minimum dan maximum menunjukan sesuai dengan hipotesis yang dilakukan penelitian. Kondisi Oprasional Kapal. Mode Generator. Arus, dan Load dengan Power Faktor Berpengaruh dan berhubungan AupositiveAy dan signifikan terhadap power faktor dengan persamaan regresi yang didapatkan yaitu Y = 0,720 0. 008X1 0,005X2 - 0,005 Y1 0,005Y2. Sedangkan ntuk nilai F = 1,270 dan Sig = 0,260 . %) dengan nilai Sig 26 % > 5 % berarti Ho diterima dan Hi ditolak. Dikuatkan lagi dengan nilai F yang didapatkan hasil lebih dari 5% pada persamaan tersebut adalah linier yang artinya kondisi opersional kappa, operasi generator, arus, load berpengaruh positif terhadap power faktor. Nilai R squere ada sebesar 0. 070 yang artinya didapatkan sebesar 7% dan itu berpengaruh terhadap hasil power faktor. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan yang dilakukan penulis maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: ondisi berpengaruh AupositifAy terhadap Y1 (Aru. dengan persamaan regresi Y = 2,215 000X1. sedangkan nilai R square ada . ondisi berpengaruh AupositifAy terhadap Y2 (Loa. dengan persamaan regresi Y= 2,281 Ae 005X1. sedangkan nilai R squere ada . ondisi berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. dengan persamaan regresi Y = 1,847 0. 595X1. sedangkan nilai R squere ada sebesar 0. X2 . ode generato. berpengaruh AunegativeAy terhadap Y1 (Aru. dengan persamaan regresi Y = 1,643 0. 000X2. sedangkan nilai Rsquere ada sebesar 0. X2 . ode generato. berpengaruh AunegativeAy terhadap Y2 (Loa. dengan persamaan regresi Y = 1,611 Ae 0. 005X2. sedangkan nilai R squere ada sebesar 0. X2 . ode generato. berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. dengan persamaan regresi Y = 1,545 0. 073X3. sedangkan nilai R squere ada sebesar 0% Y1 (Aru. berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. dengan persamaan regresi Y = 218,951 102,479Y1. Sedangkan nilai R squere ada sebesar 0. Y2 (Loa. berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. dengan persamaan regresi Y = 0,744 Ae 0. 005Y2. nilai R squere ada sebesar 6. METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 Vector Form Implementation in ThreePhase Power Flow Analysis Based on Power Injection Rectangular Coordinate. Jurnal Nasional Teknik Elektro. Vol. No. Maret 2019 pISSN: 2302-2949, e-ISSN: 2407 - 7267. X1. X2. Y1. Y2 berpengaruh AupositifAy terhadap Y3 (Power Fakto. dengan persamaan regresi Y = 0,720 0. 0,005X2 - 0,005 Y1 - 0,005Y2. Sedangkan R squere ada sebesar 7%. Saran Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka Penulis memberikan saran dari hasil penelitian sebagai berikut: Bagi enginer di atas kapal yang bertanggung jawab terhadap mesin diesel generator terutamu untuk selalu menjaga performa dari generator agar dapat menghasilkan Arus. Load dan Power Faktor yang maksimal. Supaya kebutuhan Arus. Load dan Power Faktor bisa tercukupu ketika kapal melakukan operasi secara efektif dan efisien. Bagi engginer electricient selalu menjaga seluruh permesinan yang terdapat motor listrik, ballast dan semua peralatan yang terdapat belitan kawat untuk menjaga agar listrik yang tersuplay menuju pemakaian sesuai dengan name plat pada tiap-tiap motor listri, ballat dan lain-lain. Bagi awak kapal selalu menjaga alat-alat yang menggunakan sumber listrik, jika ada bermaslah yang menyebabkan performa generator berkurang dan komponen kelistrikan pada panel-panel kapal mengalami mkelebihan kapasitas pada tiap komponen panelnya. Bagi peneliti selajutnya untuk dapat menguji kembali hipotesis dari variable yang disampaikan dengan mengunakan metode lain atau melakukan penelitian ditempat lain dengan metode yang sama. Bagi institusi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan dan di DAFTAR PUSTAKA