Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Analisis Pendapatan Pedagang Ikan Di Lokasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Seurangga Kabupaten Aceh Barat Daya Income Analysis of Fish Traders at The Ujong Seurangga Fish Landing Base (PPI). Aceh Barat Daya Regency Syarifah Zuraidah1. Zuriat1*. Ismail1. Teuku Amarullah1 1 Program Studi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar. Meulaboh. *Korespondensi: zuriat@utu. Riwayat artikel Diterima: Juni 2021 Dipublikasi: Desember 2021 Keywords: Harga ikan. Pedagang. Pendapatan. PPI Abstrak PPI Ujong Serangga merupakan satu-satunya PPI yang terletak di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. Transaksi pembelian ikan berasal dari berbagai daerah baik dari masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya maupun dari luar kabupaten. Permasalahan yang terjadi pada pedagang ikan yaitu harga ikan yang mengalami fluktuasi dan tidak tersedianya data mengenai modal usaha dan keuntungan pedagang ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pendapatan pedagang ikan di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Studi Kasus TPI Ujong Serangg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dengan cara pengamatan dan wawancara terhadap 8 orang pedagang ikan di pelataran TPI. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil kuesioner, wawancara dan observasi langsung di lapangan, sedangkan data sekunder berupa data jumlah produksi ikan segar selama satu bulan dan melalui penelusuran pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa penghasilan rata-rata pedagang ikan perbulan sebesar Rp 22. 513 dengan hasil penjualan sebesar Rp142. 750/bulan dan biaya operasional sebesar Rp 119. 237/bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pedangang ikan di TPI Ujong Seurangga memiliki profit yang baik. Abstract Fish Landing Base (PPI) Ujong Seurangga is the only PPI located in Susoh District. Aceh Barat Daya Regency. Fish purchase transactions are carried out by people from various regions. The problems that occur in fish traders are the fluctuating prices of fish and the unavailability of data on business capital and profits of fish traders. his study aims to determine the amount of income of fish traders. This study aims to determine the amount of income of fish traders in Susoh District. Southwest Aceh Regency (Case Study of Ujong Insect TPI). This research uses quantitative and qualitative research methods. Collecting data by observing and interviewing 8 fish traders in the TPI court. The data collected in the form of primary data and secondary data. Primary data was obtained from the results of questionnaires, interviews and direct observations in the field, while secondary data was in the form of data on the amount of fresh fish production for one month and through study of literature. The results of the analysis show that the average income of fish traders per month was Rp. 22,514,513 with sales of Rp. 142,268,750/month and operating costs of Rp. 119,754,237/month. This shows that fish traders at TPI Ujong Seurangga have good profits. Cara sitasi : Zuraidah. Zuriat. Ismail. , & Amarullah. Analisis pendapatan pedagang ikan di lokasi pangkalan pendaratan ikan (PPI) Ujong Seurangga. Kabupaten Aceh Barat Daya . Jurnal Perikanan Terpadu, 2. , 31-34. PENDAHULUAN Kabupaten Aceh Barat Daya merupakan salah satu kabupaten yang terletak di pesisir, memiliki potensi perikanan laut cukup tingkat. Salah satunya perikanan tangkap yang didaratkan di di PPI Ujong Serangga. Ikan yang didaratkan berbagai macam jenis seperti ikan tongkon, ikan tuna, ikan kerapu, ikan dencis, udang, cumi dan masih banyak jenis-jenis lainnya. PPI Ujong Serangga memiliki potensi produksi sumberdaya laut 000 ton lebih per tahun (DKP, 2. PPI ini merupakan tempat pendaratan ikan terbesar di Kabupaten Aceh Barat Daya dimana aktifitas pendaratan hasil tangkapan terjadi setiap hari mulai pukul tujuh pagi hingga pukul 12. 00 siang. PPI ini didirikan pada tahun 2009 oleh bantuan pemerintah setempat sebagai tempat penampungan ikan hasil tangkapan nelayan. Selain sebagai tempat penampungan ikan juga terdapat berbagai kegiatan lainnya di PPI tersebut salah satunya adalah pedagang ikan. Pedangang ikan ini biasanya mendapatkan ikan dari pengumpul untuk dipasarkan kembali pada konsumen, baik di area PPI maupun di luar. Pedagang-pedagang tersebut menjual ikan-ikan hasil laut berdasarkan musimnya. Harga ikan tidak pernah sama melainkan berubah setiap saat tergantung Jika ikan yang didaratkan melimpah maka harga ikan menurun, begitupun sebaliknya. Jika ikan yang didaratkan sedikit, nilai jualnya tinggi. Tinggi rendahnya keuntungan pedagang ikan dipengaruhi oleh Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X persediaan ikan yang didaratkan. Apabila ikan melimpah harga belinya rendah dan modal yang dikeluarkan sedikit. Apabila ikan sedikit harga belinya tinggi sehingga membutuhkan modal besar bagi Nilai jual tinggi akan berpengaruh pada minat konsumen sehingga permintaannya menurun. Pedagang ikan merupakan salah satu cara pemasaran dalam perdagangan ikan. Ikan yang dibeli pada pedagang pengumpul akan dipasarkan kembali secara kepada masyarakat konsumen. Penjualan ikan oleh pedagang dengan harga yang sangat beragam antara pedagang satu dengan pedagang lainnya, sehingga pada saat harga ikan membludak sering pedagang ikan ini mengalami kerugian. Pedagang selalu dihadapkan pada berbagai kendala keterbatasan, khususnya keterbatasan manajemen usaha, modal, dan pemasaran. Seperti yang terjadi pada pedagang ikan di daerah PPI Ujong Serangga. Permasalahan yang yang sering terjadi adalah: keterbatasan pengetahuan merupakan kelemahan pedagang ikan, seringkali mereka tidak mengetahui keuntungan yang mereka dapatkan. Pedagang ikan tersebut mengetahui bahwa usaha mereka berjalan secara positif akan tetapi tidak mengetahui secara rinci pendapatan yang diperoleh perharinya. Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti tertarik mengkaji jumlah pendapatan pedagang ikan di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Studi Kasus TPI Ujong Serangg. Analisis pendapatan pedagang ikan digunakan untuk mengetahui seberapa besar hasil yang diterima oleh pedagang ikan dari setiap rupiah yang dikeluarkannya. METODE Waktu dan Tempat Penelitian ini di telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 sampai dengan September 2018 di TPI Ujong Serangga Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. TPI Ujong Serangga Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Menurut Sugiyono . metode penelitian kombinasi . ixed method. adalah suatu metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode kuantitatif dengan metode kualitatif untuk digunakan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliable dan obyektif. Penyelidikan menghasilkan suatu fakta tentang Pendapatan Pedagang Ikan Di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Studi Kasus TPI Ujong Serangg. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Menurut Sugiyono . metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu secara alami dengan perlakuan dalam pengumpulan data. Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner dan wawancara terstruktur. Data yang dibutuhkan yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil kuesioner, wawancara dan observasi langsung dilapangan, sedangkan data sekunder berupa data jumlah produksi ikan segar selama satu bulan dan penelusuran pustaka . tudi pustak. , lembaga-lembaga pemerintah dan instansi yang ada kaitannya dengan objek penelitian. Adapun jenis data yang dikumpulkan adalah : Data primer peroleh secara langsung dengan melakukan pengamatan dan pencatatan dari hasil observasi, wawancara dan partisipasi aktif (Hasan. Wawancara dan diskusi dilakukan terhadap beberapa pedagang ikan yang berada di PPI Ujong Serangga dengan tujuan pengumpulan data tertentu menyangkut jumlah ikan yang terjual dan lain-lain. Data sekunder diperoleh dari penelitian dan studi pustaka, seperti laporan-laporan peneliti terdahulu dan data perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Barat Daya. Pengambilan Sampel Gambar 1. Lokasi penelitian Penelitian ini adalah studi kasus dalam Pedagang Ikan Di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Studi Kasus PPI Ujong Serangg. Teknik pengambilan sampel yang digunakan secara sensus. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 8 orang. Penentuan sampel dengan alasan bahwa pedagang ikan Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X tersebut memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun dan merupakan pedagang dengan pemasaran ikan Analisis Data Pendapatan Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, dimana terdapat beberapa analisis yang di ukur, diantaranya: (A). Total biaya (Dumairy, 2. Perhitungan biaya total produksi dapat di hitung menggunakan rumus yang digunakan yaitu: pedagang ikan di daerah penelitian mengeluarkan dua biaya, yaitu biaya tetap . ixed cos. dan biaya tidak tetap . ariable cos. Biaya tetap merupakan biaya yang pengeluarannya tidak tergantung pada banyaknya produksi, seperti harga kendaraan operasional, cooler box . empat penyimpanan ika. , keranjang ikan dan pisau. Sedangkan biaya tidak tetap merupakan suatu biaya yang pengeluarannya tergantung pada banyaknya produksi, seperti pembelian BBM pertalite, ikan, es balok, akomodasi, transportasi, retribusi pasar dan biaya tenaga kerja. Tabel 1. Rincian pengeluaran pedagang ikan TC = VC FC Keterangan : Responden Biaya Tetap (R. Biaya Variabel (R. Biaya (R. TC (Total Cos. : Biaya Total Produksi (R. VC (Variable Cos. : Biaya Variabel (R. FC (Fixed Cos. : Biaya Tetap (R. (B). Penerimaan usaha (Dumairy, 2. Perhitungan pendapatan usaha dapat di hitung menggunakan rumus yang digunakan yaitu: TR = P x Q Jumlah Keterangan : Rerata TR (Total Revenu. : Pendapatan (R. P (Pric. : Harga produksi (R. Q (Quantit. : Jumlah Unit Produksi (K. (C). Keuntungan usaha (Soekartiwi, 2. Pendapatan dihitung dari selisih antara penerimaan dan semua biaya yang dikeluarkan untuk melihat besarnya pendapatan usaha menggunakan rumus: = TR Ae TC Berdasarkan Tabel. 1, dapat dijelaskan bahwa jumlah biaya tetap yang dikeluarkan pedagang dalam usaha dagang ikan beragam. Jumlah rata-rata biaya tetap yang dikeluarkan terbesar adalah Rp. 187 per bulannya dan rata-rata biaya tidak tetap yang dikeluarkan oleh responden adalah Rp. 050 per bulannya. Dengan demikian rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh pedagang ikan untuk kegiatan usahanya adalah sebesar Rp 119. 237 per bulannya. Penerimaan Keterangan : : Keuntungan TR (Total Revenu. : Total Pendapatan (R. TC (Total Cos. : Total biaya (R. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Biaya Usaha Pedagang Ikan Berdasarkan hasil analisis menunjukkan rata-rata biaya tetap yang dikeluarkan oleh pedagang ikan sebesar Rp. 187 (Tabel. Selama menjalankan usahanya. Penerimaan adalah sejumlah uang yang diterima dari hasil produk yang dipasarkan. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa biaya yang diterima oleh pedagang ikan untuk kegiatan usanya memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan biaya tetap yang harus dikeluarkan oleh setiap pedagang. Rata-rata biaya yang diterima oleh setiap pedagang ikan adalah sebesar Rp. 875 per hari (Tabel. Total penerimaan rata-rata yang diperoleh pedagang ikan dari hasil berdagang yang dilakukan setiap harinya adalah sebesar Rp. 875/hari, dan total penerimaan rata-rata perbulan yang diperoleh pedagang ikan Rp. 750/bulannya. Biaya penerimaan ini Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2 No 2 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Tabel 2. Rincian penerimaan pedagang ikan. Responden Penerimaan berdasarkan jenis ikan dijual . alam R. Ikan Tongkol Ikan Sisik Ikan Karang Ikan Regak Penerimaan per hari . alam R. Penerimaan per . alam R. Jumlah Rerata lebih besar dibandingkan dengan biaya tetap yang dikeluarkan, hal ini karena biaya yang diterima adalah keseluruhan total biaya yang diperoleh dari pedagang Dan biaya penerimaan ini belum dikurangi dengan biaya modal dan biaya tetap yang dikeluarkan pedagang untuk usahanya. pedagang ikan dipengaruhi dari jenis dan ukuran ikan yang dijual. Rata-rata pendapatan pedagang ikan di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya sebesar Rp. 943/hari atau Rp. 513/bulan. Kondisi ini,menunjukkan bahwa usaha berdagang ikan di PPI Ujong Serangga menguntungkan pedagang. Tingkat Pendapatan Berdasarkan hasil analisis didapatkan biaya pendapatan rata-rata bagi pedagang ikan di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya adalah sebesar Rp. 513 perbulannya (Tabel. Biaya pendapatan ini diperoleh dari hasil pengurangan antara total penerimaan pedagang ikan dengan total biaya yang dikeluarkan pedagang ikan dalam menjalakan usahanya. Tabel 3. Rerata pendapatan pedagang ikan Pendapatan per bulan . alam R. Responden DAFTAR PUSTAKA