Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. Pengaruh Waktu Pemberian Pakan terhadap Tingkat Efisiensi Dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus Untung Simanjuntak1. Tri Yulianto1. Wiwin Kusuma Atmaja Putra1 1Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji INFO NASKAH Kata Kunci: Efisiensi Pakan. Kerapu Cantang. Konversi Pakan. Waktu ABSRAK Ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatu. di Indonesia sedang dikembangkan dan digalakkan sebagai komoditas budidaya laut unggulan untuk diekspor dengan nilai yang cukup tinggi. Harga ikan kerapu berkisar antara Rp. 000- 120. 000/kilogram. Pembudidaya umumnya memberikan pakan pada ikan budidaya hanya menurut kebiasaannya, tanpa mengetahui tentang Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalam usaha budidaya untuk mendukung tingkat keberhasilan budidaya salah satunya dengan cara pengaturan frekuensi pemberian pakan. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang frekuensi yang tepat untuk dapat mengoptimalkan pertumbuhan ikan kerapu cantang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober -November 2020 di Kelompok Budidaya Maju Mandiri. Kelurahan Kampung Bugis. Kota Tanjungpinang. Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu A : 1 kali/hari. B : 2 kali/hari. C : 3 kali /hari. D : 4 kali/hari. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Duncan. H a s i l a n a l i s i s d a t a m e n u n j u k a n b a h w a n i l a i F C R . E P . B M . PM . S GR t er baik t er jadi pada p erla kuan D d en gan n ilai FCR . ,25A0,. EP . ,49A0,36 %). BM . ,8A0,28 . PM . ,0A0,35 c. SGR . ,638A0,006g/har. Gedung FIKP Lt. II JL. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp: . Fax. Email: 160254243021@student. Triyuliantobdp@gmail. com, wiwin. bdp@umrah. Effect Of Feeding Time On Efficiency Level And Growth Of Cantang Grouper (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatu. Untung Simanjuntak1. Tri Yulianto2. Wiwin Kusuma Atmaja Putra2 1Department of Aquaculture. Faculty of Marine and Fisheries. Raja Ali Haji Maritime University ARTICLE INFO Keywords Feed Efficiency Cantang Grouper Feed Conversion Time ABSTRACT Cantang grouper (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatu. in Indonesia is being developed and promoted as a leading marine culture commodity for export with a high enough value. The price of grouper fish ranges from Rp. 110,000-120,000/kilogram. Cultivators generally provide food to cultured fish only according to their habits, without knowing about their needs. One of the efforts that can be done in the cultivation business to support the success rate of cultivation is by setting the frequency of feeding. So it is necessary to do further research on the right frequency to optimize the growth of cantang grouper. This research was conducted in October-November 2020 at the Mandiri Maju Cultivation Group. Bugis Village Village. Tanjungpinang City. Riau Islands. The method used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications, namely A: 1 time/day. B: 2 times/day. C: 3 times/day. D: 4 times/day. Data analysis used One-Way ANOVA and Duncan's follow-up test. The results of data analysis showed that the best FCR. EP. BM. PM. SGR values occurred in treatment D with FCR values . 25A0. 49A0. 36 %). BM . 8 A0. PM . 0A0. 35 c. SGR . 638A0. 006g/da. Gedung FIKP Lt. II JL. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp: . Fax. Email: 160254243021@student. Triyuliantobdp@gmail. com, wiwin. bdp@umrah. Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. PENDAHULUAN Ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatu. termasuk salah satu jenis ikan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Asia Tenggara, ikan kerapu di Indonesia sedang dikembangkan dan digalakkan sebagai komoditas budidaya laut unggulan untuk diekspor dengan nilai yang cukup tinggi. Harga ikan kerapu berkisar antara Rp. 000/kilogram (KKP, 2. Hampir semua spesies ikan kerapu sudah menjadi komoditas ekspor penting terutama ke Hongkong. Jepang. Singapura dan Cina (Dedi et al. , 2. Saat ini budidaya ikan kerapu sudah berkembang sehingga diperlukannya ketersediaan benih secara kontiniu. Manajemen pemberian pakan perlu dilakukan dalam usaha budidaya ikan agar dapat memaksimalkan konsumsi pakan pertumbuhan yang dimana harus memperhatikan tingkat nafsu makan dan tingkat kekenyangan ikan yang dibudidayakannya (Subandiyono dan Hastuti 2. Pembudidaya pada umumnya memberikan pakan pada ikan budidaya hanya menurut kebiasaannya, tanpa mengetahui tentang kebutuhan nutrisi masing-masing organisme budidaya, baik itu kualitas, kuantitas dan waktu pemberian pakan yang tepat. Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalam usaha budidaya untuk mendukung tingkat keberhasilan budidaya salah satunya dengan cara pengaturan frekuensi pemberian pakan. Frekuensi pemberian pakan yakni berapa kali pakan diberikan dalam satu hari pada organisme budidaya. Pada kegiatan budidaya, frekuensi pemberian pakan pada ikan sangat penting diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap jumlah pakan yang dikonsumsi, efisiensi pakan dan kemungkinan terjadinya pengotoran Pengotoran lingkungan akan mempengaruhi kesehatan dan kelangsungan hidup ikan. Frekuensi pemberian pakan ditentukan antara lain oleh spesies dan ukuran ikan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi nafsu makan ikan. Pada dasarnya makin kecil ukuran ikan, makin sering frekuensi pemberian pakannya hal ini berhubungan dengan kapasitas dan laju pengosongan lambung makin cepat waktu pengosongan lambung, frekuensi pemberian pakan yang dibutuhkan makin tinggi. Setelah terjadi pengurangan isi lambung, nafsu makan beberapa jenis ikan akan meningkat kembali jika makanan tersedia. Dengan demikian, frekuensi pemberian pakan untuk benih akan berbeda dengan ikan yang sudah dewasa. Frekuensi untuk ikan kerapu berdasarkan WWF-Indonesia . untuk ukuran 5-20 g sebanyak 2-3 kali/hari dan penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh Nuraini et al. frekuensi terbaik untuk ikan kerapu cantang untuk ukuran 3 cm sebanyak 5 kali/hari, penelitian Hanief et al. frekuensi terbaik untuk ikan tawes (Puntius javanicu. sebanyak 3 kali/hari. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang frekuensi yang tepat untuk dapat mengoptimalkan pertumbuhan ikan kerapu cantang. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari pada bulan Oktober -November 2020 di Kelompok Budidaya Ikan Bawal Bintang. Kelurahan Kampung Bugis. Kota Tanjungpinang. Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 kali perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah: A : 1 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:. Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. B : 2 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00- 16:. C : 3 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-12:00 dan 16:. D : 4 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-10:00-12:00 dan 16:. PROSEDUR PENELITIAN Persiapan wadah Pembuatan wadah/jaring ukuran 0,5 m x 0,5 m x 1 m 3 dilakukan seminggu sebelum dilakukan pemasangan pada keramba. Ukuran mata jaring yang akan digunakan berukuran A inchi dan direndam di dalam air asin selama 3 hari untuk menghilangkan bau yang ada pada mata jaring. Pemasangan dilakukan dengan cara mengikat setiap sudut atas jaring pada kayu yang berada di samping keramba serta diberi pemberat di sudut bawah waring agar tidak terbawa arus air. Persiapan Ikan Uji Benih disampling terlebih dahulu untuk mencari ukuran yang memiliki panjang 8 A 0,5 cm dan bobot 10A0,5 g. Benih yang baru diambil diaklimatisasi terlebih dahulu selama 15 menit agar ikan tidak stress saat dipindah, selanjutnya benih ditempatkan pada wadah yang sudah disiapkan. Ikan yang akan digunakan dalam penelitian ini sebanyak 15 ekor/wadah. Ikan di dapatkan di Balai Benih Ikan (BBI) Pengujan sebanyak 180 ekor. Pemeliharaan Ikan Uji Ikan yang sudah diaklimatisasi siap ditebar ke dalam waring perlakuan. Tujuan dilakukan aklimatisasi tersebut dimaksudkan agar ikan beradaptasi dengan kondisi wadah yang baru. Ikan kerapu cantang dipelihara selama 42 hari. Menurut Setianto . , sebaiknya dosis pakan ikan kerapu sebanyak 7% dari bobot tubuh pemberian pakan perhari, pemberian pakan disesuaikan dengan perlakuan yang Setelah dilakukan sampling setiap minggunya yang mendapatkan berat total perperlakuan. Sampling Pengamatan pertumbuhan ikan dilakukan setiap seminggu . sekali (M0. M1. M2. M3. M4. M5. dengan mengukur bobot tubuh ikan dan panjang tubuh Pengamatan dilakukan selama 6 minggu . Apabila dalam proses penelitian ada ikan yang mati, maka ikan tersebut ditimbang bobot tubuhnya dan panjang tubuhnya, hasil data tersebut menjadi data konstan. Parameter Penelitian Parameter penelitian yang diamati sebagai berikut: Efisiensi Pakan Efisiensi Pakan (EP) dihitung berdasarkan rumus Effendie . sebagai EP = . cyei y. Oeycyea yc x 100% Keterangan : : Efesiensi Pakan (%) : Bobot rata Ae rata ikan pada akhir penelitian . : Bobot rata Ae rata ikan pada awal penelitian . : Jumlah total pakan ikan yang diberikan . : Bobot ikan yang mati selama penelitian . Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. Pertumbuhan Bobot Mutlak Laju pertumbuahn spesifik (SGR) dihitung dengan menggunakan rumus dari Zonneveld et al . : SGR bobot sebagai berikut: SGR = cyea ycyeiOeycyea ycyea yei Keterangan: SGR : Laju pertumbuhan harian (%/har. : Berat rataAerata ikan pada akhir penelitian . : Berat rataAerata ikan pada awal penelitian . : Waktu . Analisis Data Data parameter yang diperoleh dilakukan uji ANOVA hasil dari analisis ditampilkan dengan bentuk grafik, tabel, skema dan gambar. Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan (ANOVA) untuk mengetahui tingkat efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu cantang dengam perbedaan frekuensi pemberian pakan. Apabila berbeda sangat nyata (F hit > F tab 0,. maka diuji lanjut dengan uji DUNCAN pada tingkat kepercayaan 95%, sedangkan kualitas air dianalisis secara deskritif. HASIL Rasio Konversi Pakan Rasio Konversi Pakan (%) Rasio konversi pakan bisa dihitung dengan cara total pakan yang diberikan dibagi dengan selisih bobot akhir dan awal ikan. Nilai tingkat konversi pakan ikan kerapu cantang yang diberikan pakan dengan waktu berbeda disajikan pada Gambar 1. 37A0,04b 25A0,06a 26A0,06a 25A0,02a Perlakuan Gambar 1. Rasio konversi pakan ikan kerapu cantang. Keterangan: A. 1 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:. B: 2 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00- 16:. C: 3 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-12:00 dan 16:. D: 4 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-10:00-12:00 dan 16:. Hasil analisis secara statistik menggunakan one-way ANOVA F hitung . ,6. > F tabel 0,05 . terhadap parameter rasio konversi pakan. Berdasarkan hasil ANOVA menunjukan bahwa pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan hasil yang berbeda nyata sehingga perlu dilakukan uji lanjut duncan. Dari Gambar 1 dapat dilihat bahwa perlakuan D . ,25A0,. merupakan hasil Perlakuan D . ,25A0,. tidak berbanding nyata terhadap perlakuan B Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. ,25A0,. dan C . ,26A0,. namun berbeda nyata terhadap perlakuan A . ,37A0,. Efisiensi Pakan Nilai efisiensi pakan diperoleh dengan cara selisih dari total bobot akhir dikurangi bobot awal lalu dibagi dengan total penggunaan pakan dikali seratus. Nilai efisiensi pakan ikan kerapu cantang yang diberikan pakan dengan waktu berbeda disajikan pada Gambar 2. Efisiensi Pakan (%) 1A0,72a 4A1,23b 3A1,20b 5A0,36b Perlakuan Gambar 2. Efisiensi pakan ikan kerapu cantang. Keterangan: A. 1 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:. B: 2 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00- 16:. C: 3 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-12:00 dan 16:. D: 4 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-10:0012:00 dan 16:. Hasil analisi secara statistik menggunakan one-way ANOVA F hitung . ,3. > F tabel 0,05 . terhadap parameter efisiensi pakan. Berdasarkan hasil ANOVA menunjukan bahwa pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan hasil yang berbeda nyata sehingga perlu dilakukan uji lanjut duncan. Dari Gambar 2 dapat dilihat bahwa perlakuan D . ,49A0,36 %) merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan D . ,49A0,36 %) tidak berbeda nyata terhadap perlakuan B . ,40A1,23 %) dan C . ,31A1,20 %) namun berbeda nyata terhadap perlakuan A . ,11A0,72 %). Pertumbuhan Bobot Mutlak Nilai pertumbuhan bobot mutlak ikan kerapu cantang yang diberikan pakan dengan waktu berbeda disajikan pada Gambar 3. Bobot Mutlak . 4A0,76b 5A0,72b 8A0,24b 5A0,33a Perlakuan Gambar 3. Pertumbuhan bobot mutlak ikan kerapu cantang. Keterangan: A. 1 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:. B: 2 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00- 16:. C: 3 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-12:00 dan 16:. D: 4 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-10:00-12:00 dan 16:. Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. Hasil analisis secara statistik menggunakan one-way ANOVA F hitung . > F tabel 0,05 . terhadap parameter pertumbuhan bobot mutlak. Berdasarkan hasil ANOVA menunjukan bahwa pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan hasil yang berbeda nyata sehingga perlu dilakukan uji lanjut duncan. Dari Gambar 3 dapat dilihat bahwa perlakuan D . ,8A0,28 . merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan D . ,8A0,28 . tidak berbanding nyata terhadap perlakuan B . ,4A0,05 . dan C . ,5A0,55 . namun berbeda nyata terhadap perlakuan A . ,5A0,24 . Pertumbuhan Panjang Mutlak Nilai Panjang mutlak ikan kerapu cantang yang diberikan pakan dengan waktu berbeda disajikan pada Gambar 4. Panjang Mutlak . 80A0,20b 93A0,21b 00A0,35b 17A0,51a Perlakuan Gambar 4. Pertumbuhan panjang mutlak ikan kerapu cantang. Keterangan: A. 1 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:. B: 2 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00- 16:. C: 3 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-12:00 dan 16:. D: 4 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:0010:00-12:00 dan 16:. Berdasarkan analisis secara statistik menggunakan One-way ANOVA F hitung . ,5. > F tabel 0,05 . terhadap parameter panjang mutlak. Berdasarkan hasil ANOVA menunjukan bahwa pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menujukan hasil yang berbeda nyata sehingga perlu dilakukan uji lanjut duncan. Dari Gambar 4 dapat dilihat bahwa perlakuan D . ,0A0,35 c. merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan D . ,0A0,35 c. tidak berbanding nyata terhadap perlakuan C . ,9A0,21 c. dan B . ,8A0,20 c. namun berbeda nyata terhadap perlakuan A . ,2A0,51 c. Pertumbuhan Harian Pertumbuhan harian adalah penambahan bobot tubuh harian pada ikan awal penelitian sampai akhir penelitian. Nilai pertumbuhan harian ikan kerapu cantang yang diberikan pakan dengan waktu berbeda disajikan pada Gambar 5. Pertumbuhan Harian . Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. 56A0,01a 63A0,02b 63A0,02b 64A0,01b Perlakuan Gambar 5. Pertumbuhan harian ikan kerapu cantang. Keterangan: A. 1 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:. B: 2 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00- 16:. C: 3 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-12:00 dan 16:. D: 4 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-10:00-12:00 dan 16:. Tingkat Kelangsungan Hidup (%) Hasil analisis secara statistik menggunakan one-way ANOVA F hitung . > F tabel 0,05 . terhadap parameter pertumbuhan harian. Berdasarkan hasil ANOVA menunjukan bahwa pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan hasil berbeda nyata sehingga perlu dilakukan uji lanjut duncan. Dari Gambar 5 dapat dilihat bahwa perlakuan D . ,638A0,006g/har. merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan D . ,638A0,006g/har. tidak berbanding nyata terhadap perlakuan B . ,628A0,018g/har. dan C . ,631A0,017g/har. namun berbeda nyata terhadap perlakuan A . ,559A0,008g/har. Tingkat Kelangsungan Hidup Penentuan nilai tingkat kelangsungan hidup ikan bisa dihitung dengan cara total ikan akhir penelitian dibagi dengan total ikan awal penelitian. Nilai efisiensi pakan ikan kerapu cantang yang diberikan pakan dengan waktu berbeda disajikan pada Gambar 6. Perlakuan Gambar 6. Tingkat kelangsungan hidup ikan kerapu cantang. Keterangan: A. 1 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:. B: 2 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00- 16:. C: 3 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-12:00 dan 16:. D: 4 kali makan dalam 1 hari (Pukul 08:00-10:00-12:00 dan 16:. Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. Hasil analisis secara statistik menggunakan one-way ANOVA F hitung . < F tabel 0,05 . terhadap parameter tingkat kelangsungan hidup. Berdasarkan hasil ANOVA menujukan pemberian pakan dengan waktu yang berbeda terhadap ikan kerapu cantang tidak memberikan pengaruh nyata. Kualitas Air Data kualitas air selama penelitian disajikan dalam bentuk tabel 1 sebagai No Parameter Sampling Standar Sumber Suhu SNI . Salinitas SNI . Minimal 4 SNI . 7,5-8,5 SNI . Pengambilan sampel kualitas air selama masa penelitian berlangsung selama 4 kali dengan nilai yang diperoleh Suhu 28 Ae 30oC. Salinitas 29 Ae 30 g/L. DO 5 Ae 6 mg/L, pH 6 Ae 7. Jika dibandingkan dengan dengan SNI . , parameter kualitas air selama penelitan sudah sesuai dengan standar yang dianjurkan. PEMBAHASAN Efisiensi pakan adalah kemampuan ikan dalam menyerap pakan yang diberikan untuk tumbuh dan berkembang dalam satuan persen. Efisiensi pakan menunjukan seberapa besar pakan yang dapat dimanfaatkan oleh ikan. Penelitian pengaruh pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan D . ,49A0,36 %) mendapat hasil yang terbaik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Azis et al. yang menyatakan bahwa pemberian frekuensi pakan yang berbeda mampu memberikan pengaruh terhadap tingkat efisiensi pakan ikan kerapu cantang, hal ini disebabkan banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ikan kerapu cantang. Selain itu. Alit dan Setiadharma . menyebutkan bahwa frekuensi pemberian pakan pada ikan akan meningkatkan laju aliran makanan di dalam pencernaan, hal ini yang menyebabkan frekuensi yang meningkat akan memberikan kesempatan ikan makan kembali dengan waktu yang lebih singkat. Selain itu, tingkat efisiensi pakan yang diperoleh bisa disebabkan oleh kemampuan sistem pencernaan ikan terbatas sehingga pemberian frekuensi yang rendah akan berdampak terhadap pakan yang diberikan menjadi terbatas, hal ini sesuai dengan hasil penelitian Haryanto et al. bahwa tingkat efisiensi pakan tertinggi didapat dengan melakukan pemberian pakan dosis 7% dengan frekuensi pemberian sebanyak 3 kali per hari dibanding dengan dosis pakan lainnya. Menurut Saputra et al. pemberian pakan dengan interval waktu yang lebih cepat akan memberikan asupan protein lebih banyak dibandingkan dengan ikan yang diberikan pakan dengan interval yang lebih lama, hal ini didukung oleh pendapat Zulkhasyni et al. bahwa kecernaan protein semakin meningkat dengan semakin meningkatnya kadar protein dalam pakan. Menurut Azis et al. Faktor yang mempengaruhi efisiensi pakan adalah kebutuhan energi digunakan untuk pemeliharaan, sisanya untuk aktivitas, pertumbuhan dan reproduksi. Proses pemanfaatan makanan dimulai dengan ikan mengkonsumsi pakan yang diberikan kemudian terjadi proses pencernaan, penyerapan, pengangkutan dan metabolisme, sehubungan dengan kekomplekan zat makanan dan keterbatasan kemampuan mencerrna maka tidak semua makanan Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. yang dikonsumsi dapat diserap oleh tubuh,bagian pakan yang tidak mampu diserap akan dikeluarkan berupa feses, sedangkan makan yang terserap akan diedarkan menuju organ target dan proses metabolisme (Putra 2. Selain itu faktor waktu pemberian pakan juga berpengaruh terhadap tingkat efisien ikan, pemberian frekuensi pagi hari tidak terlalu optimal disebabkan suhu perairan rendah bila dibandingkan dengan siang atau sore hari, hal ini menyebabkan ikan cenderung memperlambat metabolisme nya menyebabkan tingkat respon pakan yang diberika juga berkurang sehingga nilai efisiensi pakan yang diserap juga berkurang (Putra Pertumbuhan bobot mutlak adalah nilai bobot akhir yang diperoleh dengan bobot total akhir pemeliharaan dikurangi bobot total awal pemeliharaan. Penelitian pengaruh pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan terbaik adalah perlakuan D . ,8A0,28 . , hal ini sejalan dengan penelitian Sousa et al. bahwa frekuensi pemberian pakan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan kerapu dusky (E. Pemberian frekuensi pakan ini erat kaitanyna terhadap kemampuan ikan memanfaatkan pakan, pakan tersisa akibat pemberian yang berlebihan serta ketidakpastian kebutuhan pakan ikan sesungguhnya (Silva et al. Menurut Bogiani et al. beberapa penelitian telah membuktikan bahwa penerapan frekuensi pemberian pakan mampu meningkatkan efisiensi pakan yang diberikan, mengurangi dampak lingkungan perairan yang disebabkan sisa paka tidak Selain itu, frekuensi pemberian pakan juga mampu meningkatkan bobot serta menekan angka konversi pakan (Moreira et al. Hal ini terjadi diduga ikan yang diberikan pakan dengan frekuensi lebih dari 1 kali perhari mampu memenuhi kebutuhan energi harian sehingga energi yang tersisa mampu memicu pertumbuhan bobot ikan (Subekti et al. Adapun perlakuan A memiliki nilai pertambahan bobot terendah hal ini disebabkan frekuensi pemberian pakan 1 kali setiap hari tidak mampu dikonsumsi dengan optimal karena keterbatasan daya tampung organ pencernaan. Pemberian pakan dengan frekuensi yang lebih banyak mampu memberikan pertambahan nilai bobot lebih baik disebabkan jumlah pakan yang dikonsumsi mendekati daya tampung lambung ikan sehingga pakan yang diberikan dapat diserap dengan sempurna oleh ikan (Handajani dan Widodo 2. Pertumbuhan panjang mutlak adalah nilai panjang ikan yang diperoleh dengan cara total panjang ikan akhir dikurangi dengan total panjang ikan awal. Penelitian pengaruh pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan D . ,0A0,35 c. yang terbaik, hal ini sejalan dengan penelitian Kayano et al. menyatakan meningkatnya frekuensi pemberian pakan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak tetapi jika dibandingkan dengan frekuensi pemberian 1 kali perhari maka peningkatan frekuensi pemberian pakan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Panjang mutlak. Menurut Nawir et al. ikan akan mengalami pertumbuhan apabila pakan yang diberikan melebihi kebutuhan energi untuk pemeliharaan tubuh dan aktivitas tubuh lainnya. Selain itu, menurut Tahapari dan Suhenda . faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Panjang adalah ketersediaan nutrisi harian, ikan yang diberi pakan 1 kali per hari akan mengalami lapar yang terlalu lama sehingga pada saat pakan diberikan lambung ikan telah kosong dan nafsu makan tinggi, hal ini menyebabkan proses pencernaan pada saat Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. pemberian pakan dilakukan menjadi tidak sempurna dan pakan yang tidak tercerna Pertumbuhan harian adalah penambahan bobot tubuh harian pada ikan awal penelitian sampai akhir penelitian. Menurut Hermawan et al. laju pertumbuhan harian merupakan perubahan ikan dalam berat ukuran, volume seiring dengan berubahnya waktu. Hasil penelitian pengaruh pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan D . ,638A0,006g/har. mendapatkan hasil yang terbaik. Hal ini sejalan dengan pendapat Aziz et al. bahwa pemberian pakan dengan frekuensi yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan harian ikan kerapu cantang. Hal ini disebabkan ikan mampu menyerap nutrisi pakan lebih maksimal dengan meningkatkan frekuensi pakan. Menurut Azis et al. pengamatan laju pertumbuhan tidak bisa terlepas dari aspek laju pencernaan pada ikan, laju pencernaan adalah laju pengosongan lambung atau energi per unit waktu akibat pembakaran pakan ikan yang dikonsumsi untuk memperoleh energi. Pertumbuhan harian erat kaitannya dengan ketepatan antara jumlah pakan yang diberikan dengan daya tampung organ pencernaan (Nuraini et al. De et al. menyatakan bahwa kecepatan laju pengosongan lambung ikan kerapu cantang 13 Ae 17 Jam atau persentase penurunan pakan dalam sistem pencernaan adalah 7,6 Ae 5,8%/jam. Jika dibandingkan dengan laju pengosongan ikan kerapu cansir, ikan kerapu cansir hanya mampu mencerna 2,9%/jam (Kusumawati 2. Laju pengosongan lambung yang cepat, menyebabkan respon ikan untuk menerima pakan yang diberikan akan semakin tinggi sehingga energi yang dihasilkan akan meningkat dan pertumbuhan menjadi semakin cepat. Rasio konversi pakan adalah kebutuhan pakan ikan untuk menghasilkan satu kilogram daging. Rasio konversi pakan menunjukan kebutuhan pakan yang diperlukan untuk menghasilkan 1 kilogram daging, semakin kecil nilai rasio konversi pakan maka kebutuhan pakan untuk menghasilkan 1 kilogram daging semakin sedikit. Penelitian pengaruh pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan terbaik terjadi pada perlakuan D . ,25A0,. , hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Wenxiu et . bahwa pemberian frekuensi pakan yang berbeda mampu memberikan pengaruh terhadap tingkat konversi pakan ikan kerapu Malabar (E. Selain itu,menurut Nuraini et al. bahwa pemberian pakan dengan frekuensi yang berbeda pada ikan kerapu cantang akan menyebabkan tingkat konversi pakan yang dihasilkan juga berbeda, hal ini disebabkan oleh sistem pencernaan ikan yang memiliki daya tampung terbatas serta laju penyerapan nutrisi dalam perut ikan kerapu cantang. Menurut Mufidah et al. bahwa tingkat konversi pakan ikan bergantung dari frekuensi pakan yang diberikan serta kemampuan ikan mengkonsumsi pakan yang diberikan, pemberian pakan dalam skala besar dengan frekuensi yang rendah sangat rentang terjadinya pemborosan, hal ini disebabkan kemampuan ikan dalam mengkonsumsi pakan yang diberikan sangat terbatas. Faktor lain yang mampu mempengaruhi tingkat konsumsi pakan adalah jenis pakan yang digunakan, penggunaan jenis pakan seperti pellet, pakan rucah, atau kombinasi bisa mempengaruhi tingkat konversi pakan yang dihasilkan oleh ikan kerapu cantang, tingkat konversi pakan terbaik menggunakan pakan pellet (Dewi et 2021. Hardiansyah et al. Rahmaningsih dan Ari 2. Penambahan enzim dan hormon pada pakan juga mampu menekan tingkat konversi paka ikan Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. kerapu cantang, dalam penelitian Putra et al. penambahan enzim papain dalam pakan mampu menekan tingkat konversi pakan ikan kerapu cantang. Selain itu penggunaan hormon tiroksin pada pakan juga mampu menekan tingkat konversi pakan ikan kerapu cantang (Dedi et al. Tingkat kelangsungan hidup adalah nilai kemampuan ikan yang mampu bertahan hidup selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian pengaruh pemberian pakan dengan waktu yang berbeda menunjukan seluruh perlakuan tidak mengalami kematian atau tingkat survival rate 100%. Sejalan dengan pendapat Sousa et al. bahwa frekuensi pemberian pakan tidak berpengaruh terhadap tingkat kelulusan hidup ikan kerapu dusky (E. Hal ini diduga karena pemberian frekuensi pakan pada ikan mampu memenuhi kebutuhan harian, sejalan dengan pendapat Putra . bahwa ikan membutuhkan energi secara terusmenerus untuk maintenance tanpa melihat apakah ikan ini mengkonsumsi pakan atau tidak. Energi untuk maintenance sebagian besar untuk memenuhi metabolisme basal yaitu pembakaran energi untuk mempertahankan struktur dan fungsi jaringan tubuh agar tetap hidup. Pengambilan sampel kualitas air selama masa penelitian berlangsung selama 4 kali dengan nilai yang diperoleh Suhu 28 Ae 30oC. Salinitas 29 Ae 30 g/L. DO 5 Ae 6 mg/L, pH 6 Ae 7. Jika dibandingkan dengan dengan SNI 8036. 2:2014, parameter kualitas air selama penelitan sudah sesuai dengan standar yang dianjurkan, meskipun begitu beberapa penelitian pendukung terkait pengaruh kualitas air terhadap pertumbuhan ikan kerapu cantang telah banyak dilakukan. Hasil pengukuran suhu selama penelitian yaitu 28 Ae 30oC. Hasil pengukuran DO selama penelitian yaitu 5 Ae 6 mg/L. Menurut Anggraini et al. kadar DO untuk budidaya kerapu yang baik berkisar antara 4 Ae 9 mg/L. Hasil pengukuran pH yang didapatkan selama penelitian yaitu pH 6 Ae 7 hasil pengukuran Ph masih terbilang sesuai untuk pemeliharaan ikan kerapu cantang dimana masih dalam kisaran yang dianjurkan 7,5-8,5 oleh standarnasional indonesia (SNI 8036. , persyaratan kualitas air dalam pemeliharaan ikan kerapu cantang. Menurut (Loekman et al. , nilai pH menunjukan angka 5,5-8,5 masih sesuai untuk pemeliharaan ikan kerapu cantik sejalan dengan pendapat (Ismi et al. , kisaran nilai pH yang baik untuk ikan kerapu yaitu 7,5-8,3. Hasil analisis parameter kualitas air yang diukur menunjukan bahwa media media pemeliharaan ikan kerapu cantang selama masa pemeliharaan berada pada lingkungan yang layak untuk tumbuh dan berkembang. Perubahan parameter kualitas air masih dalam keadaan stabil. Hal ini disebabkan pemeliharaan saat penelitian menggunakan sumber air yang sama dan jarak antar wadah hanya terpisah oleh dinding jaring dan terkontrol. Menurut Monalisa et al. , air sebagai media hidup ikan harus memiliki sifat yang cocok bagi kehidupan ikan karena kualitas air dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan. KESIMPULAN Pemberian pakan dengan waktu yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap efisiensi pakan, bobot mutlak, panjang mutlak, tingkat konversi pakan. Perlakuan B . kali sehari pemberian paka. merupakan perlakuan terbaik untuk memperoleh tingkat konversi pakan sebesar . ,25A0,. dan tingkat efisiensi pakan sebesar . ,40A1,23 %). Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 57-70. E-ISSN 2579-6291. DAFTAR PUSTAKA