Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Membangun Karakter Generasi Z Melalui Trilogi Pendidikan Islam di Era Society 5. Neng Nurcahyati Sinulingga1. Amsal Qori Dalimunthe2. Najla Akifah3 Prodi Pendidikan Agama Islam. Universitas Medan Area Jl. Kolam No. Medan Estate, 20223. Sumatera Utara. Indonesia Email: nurchayati@staff. Abstrak Artikel ini memfokuskan pada masalah yang berkaitan tentang bagaimana mengimplementasikan prinsip-prinsip trilogi pendidikan Islam di tengah kemajuan teknologi dan transformasi digital di era society 5. Artikel ini bertujuan menganalisis penerapan trilogi pendidikan Islam dari masa Nabi Muhammad SAW, masa sahabat, hingga masa kesultanan Islam di Indonesia dalam upaya membangun karakter Generasi Z di era society 5. Lebih lanjut Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur terkait serta data yang relevan, dan dianlisis secara interaktif. Hasil pembahasan dalam penelitian ini mencakup dalam tiga point yakni diantaranya:. Implementasi trilogi pendidikan Islam untuk membangun karakter Generasi Z di era Society 5. 0 memerlukan adaptasi ajaran Nabi Muhammad SAW, metode sahabat, dan budaya kesultanan yang kemudian diintegrasikan dalam konteks digital. Tantangan utama dalam menerapkan trilogi pendidikan Islam bagi Generasi Z di era society 5. 0 meliputi kendala teknologi yang membatasi akses, perbedaan budaya antara prinsip Islam tradisional dan kebiasaan digital, serta resistensi terhadap metode pendidikan karakter tradisional. Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan adaptasi dan inovasi. Strategi efektif dalam membangun karakter Generasi Z di era society 5. 0 melibatkan pemanfaatan gamifikasi dan media sosial, penggunaan platform digital untuk diskusi kolaboratif, serta integrasi elemen budaya lokal agar pembelajaran lebih relevan dan menarik bagi Generasi Z. Kata Kunci: Karakter. Gen Z. Trilogi. Society Abstract This article focuses on issues related to how to implement the principles of the trilogy of Islamic education amid technological advances and digital transformation in the era of society 5. This article aims to analyze the application of the trilogy of Islamic education from the time of the Prophet Muhammad SAW, the companionship period, to the Islamic sultanate period in Indonesia in an effort to build the character of Generation Z in the era of society 5. Furthermore, this research uses a literature study method by analyzing various related literature sources and relevant data, and analyzed interactively. The results of the discussion in this study include three points, including: . The implementation of the trilogy of Islamic education to build the character of Generation Z in the era of Society 5. 0 requires adaptation of the teachings of the Prophet Muhammad SAW, the methods of the companions, and the sultanate culture which are then integrated in the digital context. The main challenges in implementing the trilogy of Islamic education for Generation Z in the era of society 5. 0 include technological constraints that limit access, cultural differences between traditional Islamic principles and digital habits, and resistance to traditional character education methods. To overcome these obstacles, adaptation and innovation are required. Effective strategies in building Generation Z's character in the era of society 5. 0 involve the utilization of gamification and social media, the use of digital platforms for collaborative discussions, and the integration of local cultural elements to make learning more relevant and interesting for Generation Z. Keywords: Character. Gen Z. Trilogy. Society PENDAHULUAN Secara esensial Era Society 5. 0 merupakan babak baru dalam peradaban manusia yang ditandai dengan integrasi antara teknologi canggih dan kehidupan sehari-hari. Revolusi ini berfokus pada pemanfaatan teknologi, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligenc. Internet of Things (IoT), dan big data, untuk memudahkan manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Di sisi lain. Society ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay 0 juga membawa tantangan serius terkait pembentukan karakter, terutama pada Generasi Z yang lahir di tengah era digital ini. Generasi ini tumbuh dengan akses tak terbatas terhadap informasi, budaya global, dan inovasi teknologi, yang secara tidak langsung mempengaruhi pola pikir dan perilaku mereka. Oleh karena itu, pembentukan karakter yang kuat dan berakar pada nilai-nilai luhur menjadi sangat penting(Sinulingga et al. Generasi Z dihadapkan pada tantangan khusus yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka terbiasa dengan kehidupan digital yang serba cepat, cenderung multitasking, dan sering kali lebih terhubung dengan dunia maya daripada interaksi sosial langsung(Subandowo 2. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa nilai-nilai moral dan etika bisa terpinggirkan dalam kehidupan Dalam konteks ini, pendidikan Islam dapat memberikan jawaban melalui penerapan trilogi pendidikan yang berakar pada ajaran Nabi Muhammad SAW, metode sahabat, serta budaya kesultanan Islam(Botma, 2. Trilogi ini menekankan tiga pilar utama yakni pada pendidikan akhlak, pendidikan intelektual, dan pendidikan spiritual, yang berfungsi untuk membentuk karakter yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kedekatan dengan nilai-nilai spiritual(Megawati, 2. Secara teori, pendidikan karakter telah diakui sebagai elemen penting dalam pembentukan kepribadian manusia yang utuh. Pendidikan karakter menurut (Adha & Ulpa, 2. tidak hanya berfokus pada perkembangan intelektual, tetapi juga pada nilai-nilai moral yang mengarahkan individu untuk menjadi pribadi yang beretika dan bertanggung jawab. Dalam konteks Islam, pendidikan akhlak menempati posisi utama, dengan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan terbaik dalam menunjukkan bagaimana manusia dapat mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Metode sahabat Nabi juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesalehan dalam menjalani kehidupan, sementara budaya kesultanan Islam memberikan contoh implementasi sistem pendidikan yang memadukan pengetahuan dan spiritualitas dalam membangun masyarakat yang beradab(Hasan & dkk . Namun, masalah yang muncul adalah bagaimana mengadaptasi trilogi pendidikan Islam ini dalam konteks Society 5. 0 yang bersyarat teknologi. Pendidikan modern cenderung terlalu fokus pada penguasaan teknologi dan keterampilan digital, sehingga aspek spiritual dan akhlak sering kali Penelitian yang dilakukan oleh (Hanif, 2. yang menjelaskan bahwasannya banyak sekolah di era digital kesulitan mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kurikulum berbasis teknologi. Hal ini diperburuk dengan fakta bahwa Generasi Z cenderung memiliki tingkat individualisme yang lebih tinggi, yang berpotensi melemahkan nilai-nilai kolektivitas dan empati. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan perlunya inovasi dalam pendekatan pendidikan yang dapat menjawab tantangan era Society 5. 0, tanpa mengorbankan aspek moral dan etika. Adapun penelitian relevan lainnya yang dilakukan oleh (Arifin, 2. yang menjelaskankan bahwasannya adaptasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan modern harus dilakukan dengan pendekatan yang kontekstual dan fleksibel, agar bisa diterima oleh Generasi Z yang cenderung kritis dan terbuka terhadap perubahan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendidikan berbasis nilai spiritual untuk memberikan landasan moral yang kokoh bagi generasi muda, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi dan tantangan etika di era Adapun tujuan penulisan dalam artikel ini adalah untuk mengkaji bagaimana trilogi pendidikan Islam, yang diadaptasi dari ajaran Nabi Muhammad SAW, metode sahabat, dan budaya kesultanan Islam, dapat diimplementasikan dalam membangun karakter Generasi Z di era Society 5. Artikel ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi dalam penerapan trilogi pendidikan ini dan memberikan solusi praktis yang dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan Melalui pendekatan ini, diharapkan Generasi Z tidak hanya cakap secara intelektual dan teknologi, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat, sehingga mampu menghadapi ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay perubahan zaman dengan bijak, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama yang luhur. Dengan demikian, trilogi pendidikan Islam berpotensi menjadi model pendidikan yang holistik dan relevan di era Society 5. 0, yang mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus membentuk generasi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan memiliki spiritualitas yang mendalam. METODE Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode kajian pustaka atau studi literatur, . iterature revie. diartikan sebagai proses pengumpulan, analisis, dan penilaian berbagai sumber informasi yang relevan dengan topik penelitian (Marzali 2. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembentukan karakter Generasi Z melalui trilogi pendidikan Islam di era Society 5. Lebih lanjut penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian kualitatif-deskriptif yang berfokus pada analisis data sekunder yang diperoleh dari berbagai referensi pustaka, seperti buku, jurnal nasional dan internasional, artikel ilmiah, serta dokumen terkait lainnya. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan selama tiga bulan mulai dari pengumpulan literatur hingga analisis data. Peneliti menggunakan basis data dari perpustakaan daring, seperti Google Scholar. ResearchGate, dan DOAJ, serta perpustakaan universitas. Target/ Subjek Penelitiaan Subjek penelitian mencakup Generasi Z, yakni individu yang lahir antara tahun 1995 dan 2010, serta trilogi pendidikan Islam yang berakar pada ajaran Nabi Muhammad SAW, metode sahabat, dan budaya kesultanan Islam. Peneliti mengeksplorasi bagaimana trilogi pendidikan tersebut dapat diadaptasi untuk membentuk karakter Generasi Z dalam menghadapi tantangan era Society 5. 0, yang sarat dengan perkembangan teknologi. Teknik analisis data Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif deskriptif. Peneliti mengumpulkan, menyaring, dan mengkaji berbagai referensi yang relevan, kemudian mengelompokkan data sesuai dengan tema penelitian. Proses analisis dilakukan secara deduktif, dengan menarik kesimpulan dari temuan umum menuju kesimpulan khusus terkait pembentukan karakter. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa permasalahan terkait membangun karakter generasi Z mellaui trilogi pendidikan Islam di Era Society 5. 0 yakni diantaranya: . Implementasi trilogi pendidikan Islam untuk membangun karakter Generasi Z di era Society 5. 0, yakni diperlukan adaptasi ajaran Nabi Muhammad SAW, metode sahabat, dan budaya kesultanan yang kemudian diintegrasikan dalam konteks digital,. Tantangan utama dalam menerapkan trilogi pendidikan Islam bagi Generasi Z di era society 5. 0 meliputi kendala teknologi yang membatasi akses, perbedaan budaya antara prinsip Islam tradisional dan kebiasaan digital, serta resistensi terhadap metode pendidikan karakter tradisional. Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan adaptasi dan inovasi. Strategi efektif dalam membangun karakter Generasi Z di era society 5. 0 melibatkan pemanfaatan ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay gamifikasi dan media sosial, penggunaan platform digital untuk diskusi kolaboratif, serta integrasi elemen budaya lokal agar pembelajaran lebih relevan dan menarik bagi Generasi Z. PEMBAHASAN Dalam era Society 5. 0, dimana teknologi digital semakin mendominasi setiap aspek kehidupan, tantangan besar muncul dalam hal penerapan nilai-nilai pendidikan Islam yang berbasis pada trilogi pendidikan. Trilogi pendidikan Islam sendiri dikenal sebagai pendekatan yang mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu iman, ilmu, dan akhlak. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks digital, terdapat kebutuhan mendesak untuk mengadaptasi ajaran-ajaran Islam dengan teknologi yang ada, guna membangun karakter Generasi Z. Melalui inovasi seperti gamifikasi dan penggunaan platform media sosial, trilogi pendidikan Islam ini dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih relevan dan menarik bagi generasi yang sangat terhubung dengan dunia digital. Penelitian ini memperkuat pandangan yang diungkapkan oleh (Lickona, 2. yang menyatakan bahwa pendidikan karakter harus bersifat kontekstual agar relevan dengan kondisi peserta Hal ini menjadi landasan dalam penelitian ini, yang melihat pentingnya pendekatan kontekstual dalam mengimplementasikan trilogi pendidikan Islam. Salah satu pendekatan yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman adalah gamifikasi yaitu penggunaan elemen permainan dalam konteks Konsep ini dapat diintegrasikan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan pada pembentukan karakter melalui metode yang efektif dan menyenangkan. Gamifikasi telah terbukti dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar, yang dalam konteks ini, dapat digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai Islam. Pemanfaatan teknologi digital seperti gamifikasi diharapkan mampu mengubah pengalaman belajar yang konvensional menjadi lebih menarik dan efektif, sekaligus mendekatkan ajaran Islam dengan cara yang disukai oleh Generasi Z. Sejalan dengan hal tersebut, (Sailer et al. , 2. menyatakan bahwa gamifikasi mampu meningkatkan motivasi dan interaksi siswa dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, penggunaan platform digital untuk pembelajaran berbasis nilai sangat penting. Generasi Z yang sudah terbiasa dengan akses informasi melalui internet dan media sosial, dapat memanfaatkan platform ini untuk mendalami nilai-nilai akhlak dan spiritualitas dalam Islam. Media sosial, sebagai contoh, dapat digunakan untuk mendiskusikan topik-topik terkait akhlak Islam, memberikan feedback, serta berbagi pengetahuan yang mengedepankan nilai-nilai islami. Diskusi kolaboratif dalam platform digital memungkinkan generasi muda belajar secara aktif, mandiri, dan berbasis pada kebiasaan mereka dalam mengakses informasi. Namun, tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kebiasaan digital Generasi Z tidak dapat dianggap remeh. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih Selain gamifikasi, salah satu solusi yang sangat relevan adalah pengintegrasian budaya lokal dalam proses pembelajaran. Sebagai bagian dari identitas nasional dan agama, budaya lokal dapat memainkan peran penting dalam memperkuat karakter Generasi Z. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi kesultanan Islam, misalnya, dapat digunakan sebagai bagian dari materi pembelajaran yang memperkaya pengalaman pendidikan. Penggunaan budaya lokal dalam pendidikan berbasis teknologi, seperti yang disebutkan oleh (Chong et al. , dapat membantu mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dalam konteks modern, sehingga relevansi pendidikan tetap terjaga di tengah arus globalisasi Menurut penulis, adopsi teknologi digital yang inovatif, seperti gamifikasi dan media sosial, bersama dengan integrasi nilai-nilai budaya lokal, adalah kunci untuk memastikan trilogi pendidikan Islam dapat diimplementasikan secara efektif. Hal ini tidak hanya melibatkan aspek adaptasi teknologi, tetapi juga pentingnya keberadaan budaya lokal yang membuat pembelajaran lebih relevan dan ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Kelebihan dari pendekatan ini adalah mampu mengakomodasi dua kebutuhan utama: pendidikan yang berbasis pada nilai agama yang kuat dan relevansi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Untuk itu, pendidikan berbasis teknologi yang mengedepankan nilai-nilai Islam harus dilakukan dengan pendekatan yang bersifat kontekstual dan inovatif, agar Generasi Z dapat merasakan manfaatnya secara maksimal dalam kehidupan mereka. Lebih lanjut dalam rangka meningkatkan efektivitas trilogi pendidikan Islam dalam membentuk karakter Generasi Z, saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Penguatan Implementasi Trilogi: Trilogi pendidikan Islam terdiri dari iman, ilmu, dan akhlak. Masing-masing aspek ini harus diintegrasikan dalam setiap elemen pembelajaran, baik melalui konten yang diajarkan maupun metode yang digunakan. Iman harus dibangun melalui pengajaran tentang tauhid dan ibadah, ilmu melalui pengembangan pengetahuan agama yang sesuai dengan kebutuhan zaman, dan akhlak melalui penerapan nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan dalam Islam. Pengembangan Teknologi Edukasi: Untuk meningkatkan penerapan trilogi pendidikan Islam, perlu adanya pengembangan platform edukasi digital yang menggabungkan ajaran Islam dengan teknologi, misalnya dengan mengembangkan aplikasi berbasis gamifikasi yang mengajarkan akhlak dan ibadah dengan cara yang menarik. Kolaborasi dengan Budaya Lokal: Mempromosikan penggunaan budaya lokal dalam materi pembelajaran berbasis teknologi dapat memperkaya karakteristik pendidikan yang diajarkan dan memastikan agar Generasi Z tetap memiliki keterikatan emosional dengan nilai-nilai Islam. KESIMPULAN Era Society 5. 0 membawa tantangan besar dalam pembentukan karakter Generasi Z yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi digital. Di tengah kecanggihan teknologi seperti AI dan IoT. Generasi Z seringkali lebih terhubung dengan dunia maya daripada interaksi sosial langsung, yang berpotensi mengabaikan nilai-nilai moral dan etika. Dalam konteks ini, trilogi pendidikan Islam yang berakar pada ajaran Nabi Muhammad SAW, metode sahabat, dan budaya kesultanan Islam, dapat menjadi solusi untuk membentuk karakter yang seimbang antara kecerdasan intelektual, akhlak, dan Namun, tantangan utama adalah bagaimana mengadaptasi trilogi ini ke dalam konteks digital yang relevan dengan kebiasaan generasi muda. Pendekatan inovatif, seperti gamifikasi dan penggunaan media sosial, dapat meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran berbasis nilainilai Islam, sementara integrasi budaya lokal memperkaya identitas agama dan kebangsaan mereka. Dengan demikian, penerapan trilogi pendidikan Islam yang berbasis teknologi dan budaya lokal merupakan kunci untuk membentuk Generasi Z yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan globalisasi digital. SARAN Hasil penelitian ini memberikan beberapa saran penting dalam membangun karakter Generasi Z melalui trilogi pendidikan Islam di era Society 5. Pertama, pendidik disarankan lebih kreatif mengajarkan nilai-nilai Islam dengan memanfaatkan teknologi, seperti gamifikasi dan media sosial. Kedua, lembaga pendidikan diharapkan memadukan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran digital agar karakter siswa tetap berlandaskan identitas agama dan budaya. Ketiga, pengambil kebijakan diharapkan menyesuaikan metode pendidikan karakter dengan gaya belajar digital yang lebih relevan. Terakhir, orang tua disarankan berperan aktif dalam membentuk karakter anak di rumah dengan mendukung pembelajaran berbasis Islam. bukan hanya peran sekolah, tetapi juga kerja sama orang tua. ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Begitu juga dengan orang tua/wali yang harus memenuhi tanggung jawab terhadap anak yang masih sekolah khususnya sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA