EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 E-ISSN 2746-8011 Website: https://ejurnal. id/edukasitematik DOI: https://doi. org/10. 59632/edukasitematik. Literatur Review: Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Adaptif dan Dampaknya terhadap Sosial-Emosional Siswa Sekolah Dasar Literature Review: Artificial Intelligence in Adaptive Learning and Its Impact on the Socio-Emotional Development of Elementary School Students Zainal Abidin1. Imam Kusmaryono2. Nuhyal Ulia3 Pendidikan Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Indonesia1,2,3 Email Korespondensi: zainalabidin91@std. Histori Artikel Masuk: 15-05-2025 | Diterima: 27-07-2025 | Diterbitkan: 31-07-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran adaptif di sekolah dasar serta implikasinya terhadap perkembangan sosial-emosional siswa. Kajian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber penelitian terkini terkait pemanfaatan AI dalam pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memberikan manfaat besar, antara lain meningkatkan efektivitas pembelajaran, memungkinkan personalisasi materi sesuai kemampuan dan gaya belajar siswa, serta membantu guru dalam pemantauan dan evaluasi. Namun, literatur juga menyoroti potensi dampak negatif, seperti berkurangnya interaksi sosial, isolasi emosional, dan ketergantungan terhadap teknologi. Dalam konteks pendidikan dasar yang menekankan pembentukan karakter dan keterampilan sosial, hal ini menjadi perhatian penting. Oleh karena itu, integrasi AI dalam pendidikan perlu dilakukan secara bijak dengan memperkuat peran guru sebagai fasilitator empatik serta memastikan ruang interaksi sosial tetap terjaga. Model pembelajaran hibrida yang menggabungkan teknologi dan interaksi manusia direkomendasikan sebagai strategi untuk menyeimbangkan pencapaian akademik dan kesejahteraan emosional siswa. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan. Pembelajaran Adaptif. Perkembangan Sosial-emosional Abstract This study aims to examine the application of Artificial Intelligence (AI) in adaptive learning at the elementary school level and its implications for studentsAo socio-emotional development. The study employs a literature review method by analyzing recent research sources related to the use of AI in primary education. The findings indicate that AI offers significant benefits, including enhancing learning effectiveness, enabling personalized materials according to studentsAo abilities and learning styles, and assisting teachers in monitoring and evaluation. However, the literature also highlights potential negative impacts, such as reduced social interaction, emotional isolation, and dependence on technology. In the context of elementary education, which emphasizes character building and social skills, these issues warrant serious attention. Therefore, the integration of AI in education should be carried out wisely by strengthening the role of teachers as empathetic facilitators and ensuring that social interaction remains active. A hybrid learning model that combines technology with human interaction is recommended as a strategy to balance academic achievement and studentsAo emotional well-being. Keywords: Artificial Intelligence. Adaptive Learning. Social-Emotional This is an open acacess article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dasar. Salah satu inovasi penting adalah penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran adaptif, yang memungkinkan konten pembelajaran disesuaikan secara real-time dengan kemampuan dan gaya belajar siswa (Putri et al. , 2. AI dipahami sebagai ilmu yang mengembangkan teori, metode, teknologi, dan aplikasi untuk mensimulasikan serta memperluas kecerdasan manusia melalui mesin yang diprogram agar dapat berpikir layaknya manusia (Daulay et al. , 2. Sebagai kekuatan transformatif. AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan efisiensi dalam bidang pendidikan (Yulianto & Maulidiyah, 2. Sistem ini mampu CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 mempersonalisasi pengalaman belajar, memberikan bimbingan adaptif, dan mengotomatiskan penilaian sehingga guru dapat lebih fokus pada interaksi bermakna dengan siswa. Pemanfaatan AI juga membuka peluang dalam pengembangan materi pembelajaran yang interaktif, penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan individu, serta pemberian umpan balik tepat waktu untuk mendukung perkembangan siswa. Manfaat utama AI terletak pada kemampuannya dalam memfasilitasi personalisasi Analisis data mengenai pemahaman, kecepatan, preferensi belajar, maupun kebutuhan khusus siswa memungkinkan sistem AI menyusun rencana belajar yang sesuai (Lyna Sari, 2024. Malek, 2. Dengan demikian, siswa dapat belajar sesuai kecepatan masing-masing, memperoleh tantangan yang tepat, dan menjaga motivasi belajar. Selain itu. AI membantu meningkatkan kualitas materi, mempercepat dan mempermudah penilaian, serta memperluas akses ke sumber pendidikan global (Khaeruddin, 2. Fitur evaluasi otomatis, umpan balik instan, hingga platform daring berbasis AI memungkinkan siswa dari berbagai latar belakang memperoleh layanan pendidikan berkualitas tinggi (Jayawardana, 2. Sistem AI juga mampu menganalisis interaksi siswa secara real time untuk menyesuaikan konten dan metode pengajaran (Sari, 2. Hal ini menghasilkan pembelajaran adaptif yang lebih dinamis dibandingkan metode tradisional. Namun demikian, muncul kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang AI terhadap perkembangan non-akademik, khususnya aspek sosialemosional siswa sekolah dasar. Beberapa studi menunjukkan bahwa meskipun AI meningkatkan personalisasi, teknologi ini berpotensi mengurangi interaksi sosial (Latif, 2025. Lyna Sari, 2024. Erstad et al. , 2. Kajian terdahulu umumnya menitikberatkan pada kinerja akademik dan keterlibatan siswa, sementara dampak AI terhadap interaksi sosial, harga diri, dan kesejahteraan emosional masih jarang Di sinilah terletak celah penelitian yang penting untuk dieksplorasi lebih lanjut. Artikel ini bertujuan meninjau literatur tentang penerapan AI dalam pembelajaran adaptif sekaligus mengevaluasi potensi dampaknya terhadap perkembangan sosial-emosional siswa sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam beberapa aspek. Pertama, memberikan masukan bagi pembuat kebijakan dan lembaga pendidikan untuk merumuskan strategi implementasi pembelajaran digital yang inklusif dan berkelanjutan. Kedua, menjadi dasar pengembangan program pelatihan guru dalam pemanfaatan teknologi digital agar lebih efektif dalam mengajar. Ketiga, membuka wawasan akan pentingnya keseimbangan antara keterampilan akademik dan sosial-emosional dalam era Dengan menelaah artikel jurnal, buku, laporan organisasi internasional, serta penelitian sebelumnya, studi literatur ini berupaya menyajikan gambaran komprehensif mengenai peluang dan tantangan pembelajaran adaptif berbasis AI. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi inovasi pembelajaran digital yang lebih adaptif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini merupakan systematical literature review. Tujuan penelitian untuk meninjau literatur terkait penerapan AI dalam pembelajaran adaptif serta mengevaluasi potensi dampak negatifnya terhadap perkembangan sosial-emosional siswa dalam artikel penelitian ilmu pendidikan. Proses systematical literature review dibatasi secara ketat dengan kriteria inklusi. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 Kriteria Inklusi Kriteria inklusi merupakan karakteristik umum subjek penelitian dari populasi target yang diperluas dan akan diteliti. Kriteria inklusi yang ditetapkan dari penelitian ini adalah: . artikel penelitian yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI), . artikel penelitian yang diterbitkan dalam jurnal online antara tahun 2019-2024. Teknik Pelacakan dan Penyaringan Metode literatur review dengan menelusuri jurnal-jurnal nasional dan internasional yang relevan dari tahun 2019 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan antara lain: artificial intelligence in education, adaptive learning in elementary school, social-emotional development, dan negative effects of AI in education. Sumber yang dikaji berasal dari database seperti Google Scholar. ERIC, dan ScienceDirect. Penyaringan untuk meninjau literatur ini, kami menggunakan item pelaporan melalui metode tinjauan sistematis dan meta-analisis (PRISMA) (Selcuk, 2. Diagram PRISMA dan proses tinjauan pustaka ditunjukkan pada Gambar 1. Tahap pertama: Identifikasi dengan pencarian umum: judul penelitian, nama peneliti, tahun publikasi, metode, dan hasil penelitian diperoleh 40 Tahap kedua: Penyaringan data melalui kriteria inklusi mengurangi jumlah studi menjadi 30 sumber data Tahap ketiga: melakukan eliminasi yang tidak sesuai pertanyaan penelitian sehingga mempersempit sumberdata menjadi 25 Tahap keempat: pembacaan menyeluruh isi konten dengan melibatkan kriteria inklusi ditetapkan 19 Gambar 1. Diagram PRISMA dan Proses Tinjauan Pustaka Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian tinjauan sistematis ini adalah ekstraksi data. Ekstraksi data dilakukan dengan mengambil semua data penelitian yang diperoleh dari jurnal ilmiah yang digunakan untuk penelitian. Peneliti mengubah data yang diperoleh menjadi data baru dengan cara menyaring data tersebut ke dalam beberapa kategori. Peneliti hanya mengambil data yang valid dan tidak memasukkan data yang kurang valid sehingga diperoleh data baru yang optimal dan hasil yang Semua data yang diambil dari penelusuran jurnal diekstraksi sesuai dengan tujuan Data tersebut dimasukkan ke dalam formulir ekstraksi data dan ditampilkan dalam bentuk CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tabel ini menyajikan data penelitian terkait kecerdasan buatan, pembelajaran adaptif yang relevan dari tahun 2019-2025. Tabel 1. Penyaringan kecerdasan buatan, pembelajaran adaptif Penulis. Tahun Hasil Temuan (Darulanda et al. , 2. (Lin & Chen, 2. (Suryani et al. , 2. (Latif, 2. (Lyna Sari, 2. (Isnain, 2. (Boiliu & Messakh, (Putri et al. , 2. (Doan et al. , 2. (Erstad et al. , 2. (Jayawardana, 2. Hasil menunjukkan bahwa AI efektif dalam personalisasi pembelajaran, tetapi terbatas dalam interaksi sosial dan dukungan emosional. Hasil menunjukkan bahwa meskipun AI dapat meningkatkan kreativitas dan keterlibatan melalui personalisasi dan elemen interaktif, ia juga dapat membatasi kreativitas karena struktur yang kaku dan menyebabkan kecemasan akibat penilaian yang terus-menerus. Studi ini menegaskan perlunya implementasi AI yang hati-hati dalam pendidikan tinggi Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat menyediakan pembelajaran personal yang memungkinkan pengaturan tingkat kesulitan dan konten sesuai kebutuhan anak, serta mendukung keterampilan sosial dan meningkatkan motivasi belajar. Penerapan pembelajaran berbasis AI di PAUD memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, tantangan yang ada harus diatasi agar teknologi ini dapat diimplementasikan secara efektif. Video 3D ini layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi AI dalam pendidikan memiliki potensi yang signifikan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran adaptif dapat meningkatkan minat, motivasi, dan kemampuan belajar anak usia dini. Dengan memberikan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individual, pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran. AI berpotensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memberikan kemudahan akses, personalisasi, serta peningkatan motivasi belajar, walaupun masih ada tantangan adaptasi dan pelatihan guru. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya soal kognisi tetapi juga kesiapan sosial-emosional menghadapi ekosistem digital. Tantangan dan peluang dari integrasi teknologi dalam kehidupan sehari-hariAitermasuk AI, platform digital, dan datafikasiAimembuka agenda riset baru dalam Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya soal kognisi tetapi juga kesiapan sosial-emosional menghadapi ekosistem digital. Tantangan dan peluang dari integrasi teknologi dalam kehidupan sehari-hariAitermasuk AI, platform digital, dan datafikasiAimembuka agenda riset baru dalam Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan daya tarik dan individualisasi pembelajaran CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 (Fathin et al. , 2. (Khaeruddin, 2. (Sukasih, 2. (Walker & Venker Weidenbenner, 2. (Chardonnens, 2. (Hamit, 2. (Malek, 2. (Vyas, 2. AI meningkatkan efektivitas pembelajaran di SD dengan pendekatan personal dan interaktif. Memberikan umpan balik cepat, mendukung retensi, dan peningkatan prestasi belajar AI mendukung personalisasi, efisiensi penilaian, dan akses sumber belajar. Namun, tantangan meliputi kesenjangan akses, ketergantungan pada otomatisasi, dan isu etika. Penelitian ini membahas bagaimana literasi digital dan keterampilan sosial-emosional menjadi kompetensi penting bagi siswa SD di era masyarakat 5. Guru dituntut untuk menanamkan nilai, etika, dan budaya, serta membimbing siswa dalam mengembangkan literasi digital yang sehat. Artikel ini juga menguraikan karakteristik sosial-emosional anak usia SD dan pentingnya mengembangkan kemampuan empati, kolaborasi, dan kepedulian sosial melalui pendekatan berbasis aktivitas dan nilai Artikel ini mengkaji bagaimana teknologi . erutama permainan virtua. dapat digunakan untuk mendukung Social and Emotional Learning (SEL), terutama pengembangan empati. Meskipun teknologi membantu dalam pengajaran empati, penulis menekankan pentingnya mediasi manusia agar pembelajaran sosial-emosional lebih bermakna Penelitian ini adalah tinjauan sistematis yang menunjukkan bahwa pembelajaran aktif dan strategi metakognitif yang dikombinasikan dengan AI mampu meningkatkan keterlibatan dan kemandirian belajar Gen Z. Namun, ketergantungan berlebihan pada AI dapat mengganggu perkembangan berpikir kritis dan kemampuan regulasi diri Artikel ini mengembangkan model Complex Adaptive Leadership untuk meningkatkan resiliensi siswa di sekolah. Penulis menyoroti bahwa kepemimpinan fleksibel yang kolaboratif dan inovatif dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif, meningkatkan hasil akademik dan kesejahteraan psikologis siswa Studi ini membahas tantangan dan peluang penerapan kebijakan NEP 2020 di India dalam pendidikan guru. Penulis menekankan bahwa meskipun NEP menawarkan banyak potensi positif, pelaksanaannya menghadapi hambatan seperti pendanaan, struktur administrasi, dan kesenjangan keterampilan guru. Dukungan yang tepat diperlukan untuk mengimplementasikan kebijakan ini secara efektif Studi ini membahas tantangan dan peluang penerapan kebijakan NEP 2020 di India dalam pendidikan guru. Penulis menekankan bahwa meskipun NEP menawarkan banyak potensi positif, pelaksanaannya menghadapi hambatan seperti pendanaan, struktur administrasi, dan kesenjangan keterampilan guru. Dukungan yang tepat diperlukan untuk mengimplementasikan kebijakan ini secara efektif Hasil literatur menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) berperan besar dalam mendukung personalisasi pembelajaran di sekolah dasar. Sejumlah penelitian seperti Darulanda et al. dan Fathin et al. mengungkapkan bahwa AI mampu menyesuaikan konten dan tingkat kesulitan CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 materi sesuai dengan kemampuan siswa. Sistem ini tidak hanya mempercepat penguasaan materi, tetapi juga memberi umpan balik secara real-time sehingga memperkuat efektivitas pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa studi seperti Lin & Chen . menunjukkan bahwa penggunaan AI yang terlalu intensif dapat menimbulkan tekanan psikologis. Misalnya, penilaian otomatis yang terus-menerus dapat memicu kecemasan pada siswa dan menurunkan kreativitas karena siswa merasa terjebak dalam sistem yang kaku dan terstruktur. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan implementasi AI yang hati-hati dan terukur. Selain peningkatan akademik. AI juga terbukti mendukung aspek motivasi dan minat belajar. Boiliu & Messakh . serta Putri et al. mencatat bahwa pendekatan pembelajaran adaptif berbasis AI mampu merangsang keingintahuan siswa dan memperkuat keterlibatan mereka dalam proses belajar. Materi yang disesuaikan secara individual membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan relevan bagi masing-masing siswa. Namun, temuan juga mengindikasikan adanya tantangan dalam konteks sosial-emosional. Studi dari Sukasih . dan Walker & Weidenbenner . menegaskan bahwa interaksi sosial siswa dapat berkurang ketika AI menjadi perantara utama dalam proses belajar. Kurangnya kontak langsung dengan guru dan teman sebaya dapat menghambat perkembangan empati dan keterampilan komunikasi sosial siswa. Beberapa teknologi seperti video 3D yang dikaji oleh Lyna Sari . menunjukkan efektivitas dalam mengembangkan kemampuan sosial-emosional, asalkan didesain dengan pendekatan yang mendukung interaksi sosial. Artinya, tidak semua teknologi berdampak negatifAimelainkan tergantung bagaimana teknologi tersebut diterapkan dalam konteks pembelajaran yang memperhatikan nilai-nilai humanistik. Adopsi AI di lingkungan PAUD dan SD sebagaimana diteliti oleh Latif . dan Isnain . menunjukkan potensi besar, tetapi juga menyoroti kebutuhan akan pelatihan guru dan kesiapan Tanpa pelatihan yang memadai, guru bisa kesulitan memanfaatkan AI secara optimal, atau bahkan justru menjadi tergantikan dalam beberapa fungsi yang seharusnya membutuhkan interaksi manusia. Studi oleh Doan et al. dan Erstad et al. menekankan pentingnya keseimbangan antara kognisi dan kesiapan sosial-emosional siswa di era digital. Mereka menyarankan adanya agenda riset baru untuk mengkaji bagaimana integrasi AI dan platform digital dapat dilakukan tanpa mengorbankan aspek-aspek perkembangan psikososial siswa. Selain itu. Chardonnens . dalam ulasannya menegaskan bahwa AI harus digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti interaksi manusia. Ketergantungan berlebihan pada AI dapat menghambat keterampilan regulasi diri dan berpikir kritis. Oleh karena itu, strategi pembelajaran harus dirancang agar AI melengkapi, bukan menggantikan, kehadiran guru sebagai fasilitator utama. Sementara itu, artikel oleh Hamit . memperkenalkan pendekatan kepemimpinan adaptif sebagai strategi untuk membangun ketahanan siswa dalam menghadapi tekanan digital. Penekanan pada dukungan sosial, empati, dan kepemimpinan yang fleksibel menjadi komponen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara emosional. Secara keseluruhan, temuan dari 19 artikel literatur menunjukkan bahwa AI dalam pembelajaran adaptif memiliki manfaat signifikan dalam aspek akademik, tetapi tetap menyisakan tantangan serius dalam dimensi sosial-emosional siswa. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah dasar menerapkan pendekatan hybrid yang menggabungkan teknologi dengan interaksi manusia, untuk mencapai keseimbangan antara kemajuan teknologi dan perkembangan karakter siswa. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 Pembahasan Inovasi AI dalam Pembelajaran Adaptif AI berperan penting dalam menyediakan pengalaman belajar yang dipersonalisasi. Platform seperti DreamBox. Squirrel AI, dan Century Tech mampu menganalisis perilaku siswa dan menyesuaikan materi agar sesuai dengan kebutuhan mereka. Keunggulan utamanya: . Meningkatkan kecepatan penguasaan materi. Mempermudah guru dalam memantau kemajuan . Meningkatkan minat belajar melalui pendekatan interaktif. Pembelajaran adaptif menggunakan teknologi untuk menyesuaikan pengalaman belajar siswa berdasarkan kemampuan dan gaya belajar mereka. Dengan AI, guru dapat memberikan materi yang lebih relevan dan menarik bagi siswa. Misalnya, program pembelajaran dapat menganalisis tingkat pemahaman siswa dan menyesuaikan tantangan yang diberikan. Salah satu manfaat utama penggunaan AI dalam pendidikan adalah kemampuannya untuk memberikan umpan balik instan. Siswa dapat mengetahui kesalahan mereka dan memperbaikinya dengan segera. Ini dapat meningkatkan motivasi belajar dan membantu siswa merasa lebih percaya diri dalam kemampuan akademis mereka. Dampak Negatif terhadap Sosial-Emosional Siswa Beberapa literatur menunjukkan bahwa penggunaan AI secara intensif dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan sosial-emosional, antara lain: . Penurunan Interaksi Sosial seperti Penggunaan AI dapat mengurangi interaksi antarsiswa dan guru, sehingga melemahkan keterampilan komunikasi dan empati. Ketergantungan Teknologi. Siswa menjadi terlalu bergantung pada umpan balik mesin dan kurang mengembangkan kemampuan refleksi diri. Isolasi Emosional: Sistem AI belum mampu menggantikan kepekaan emosional manusia, yang dibutuhkan dalam membentuk hubungan sosial yang sehat. Penggunaan AI juga dapat menyebabkan depersonalisasi dalam proses belajar. Ketika interaksi manusia berkurang, siswa mungkin merasa terasing dan tidak terhubung dengan lingkungan belajar Hubungan sosial yang kuat dengan guru dan teman sebaya sangat penting untuk perkembangan sosial-emosional anak. Dalam pembelajaran yang didominasi oleh teknologi, keterampilan sosial siswa bisa Aktivitas yang melibatkan interaksi langsung, seperti diskusi kelompok dan permainan. Keterampilan seperti empati, kerjasama, dan komunikasi bisa terancam tidak berkembang dengan baik. Kecerdasan buatan dapat menciptakan tekanan tambahan pada siswa, terutama jika mereka merasa harus selalu bersaing dengan standar yang ditetapkan oleh program AI. Tekanan ini dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Siswa yang tidak dapat memenuhi ekspektasi mungkin merasa frustrasi dan kehilangan minat belajar. AI tidak dapat sepenuhnya memahami nuansa emosional siswa. Meskipun dapat memberikan materi yang sesuai. AI tidak dapat mendeteksi ketika seorang siswa mengalami kesulitan emosional. Kurangnya pengawasan ini dapat membuat siswa merasa tidak diperhatikan dan menyebabkan masalah emosional yang lebih besar. Tidak semua sekolah memiliki akses yang sama terhadap teknologi AI. Sekolah dengan sumber daya terbatas mungkin tidak dapat memanfaatkan inovasi ini secara optimal. Hal ini dapat menciptakan kesenjangan dalam pengalaman belajar dan mempengaruhi perkembangan sosial-emosional siswa di berbagai latar belakang. PENUTUP Penerapan kecerdasan buatan dalam pembelajaran adaptif di sekolah dasar memberikan manfaat besar dalam hal efektivitas pembelajaran, personalisasi materi, dan peningkatan motivasi AI memungkinkan siswa belajar sesuai kemampuan dan gaya masing-masing, serta membantu CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 guru dalam pemantauan dan evaluasi pembelajaran. Namun, literatur juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak negatif AI pada perkembangan sosial-emosional siswa, seperti berkurangnya interaksi sosial, isolasi emosional, dan ketergantungan terhadap teknologi. Dalam konteks pendidikan dasar yang sarat dengan pembentukan karakter dan keterampilan sosial, hal ini menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, integrasi AI dalam pendidikan harus dilakukan secara bijak, dengan memperkuat peran guru sebagai fasilitator empatik dan menciptakan ruang interaksi sosial yang tetap aktif. Model pembelajaran hybrid yang menggabungkan teknologi dan interaksi manusia menjadi strategi yang disarankan untuk menciptakan keseimbangan antara pencapaian akademik dan kesejahteraan emosional siswa. DAFTAR PUSTAKA