Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Agustus 2025 Hal. 687 Ae 701 Jambura Accounting Review Journal homepage: http//:jar. id/index. php/jar E-ISSN 2721-3617 Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Investasi Cryptocurrency Mahasiswa Abid Rohmania. Robith Hudayab Universitas Mataram. Jl. Majapahit No. Gomong. Kec. Selaparang. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83115. Indonesia Email: Abidbid6@gmail. coma, robith. hudaya@unram. INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Received 24-10-2025 Revised 30-10-2025 Accepted 03-11-2025 Penelitian ini mengkaji pengaruh persepsi risiko. Fear of Missing Out (FoMO), dan literasi keuangan terhadap minat investasi cryptocurrency pada mahasiswa Universitas Mataram. Berbeda dari penelitian terdahulu yang meneliti faktor individu secara terpisah, penelitian ini menggabungkan aspek psikologis Fear of Missing Out untuk memberikan pemahaman yang lebih Dengan menggunakan 261 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS) melalui SmartPLS 4. 0, hasil menunjukkan bahwa persepsi risiko. Fear of Missing Out, dan literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi cryptocurrency. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan edukasi keuangan dan investasi digital. Kata Kunci: Fear of Missing Out (FoMO). Literasi Keuangan. Minat Investasi Cryptocurrency. Persepsi Risiko ABSTRACT Keywords: Cryptocurrency Investment Interest. Fear of Missing Out (FoMO). Financial Literacy. Perceived Risk This study examines the influence of risk perception. Fear of Missing Out (FoMO), and financial literacy on cryptocurrency investment interest among Universitas Mataram students. Unlike previous studies that analyzed individual factors separately, this research integrates the psychological aspect of Fear of Missing Out to provide a more comprehensive understanding. Using 261 respondents selected through purposive sampling and analyzed with the Partial Least Squares (PLS) method via SmartPLS 4. 0, the results show that risk perception. Fear of Missing Out, and financial literacy have positive and significant effects on cryptocurrency investment interest. These findings are expected to serve as a reference for universities in enhancing financial and digital investment education. @2025 Abid Rohmani. Robith Hudaya Under The License CC BY-SA 4. PENDAHULUAN Investasi adalah kegiatan menanamkan modal dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Di Indonesia, berbagai instrumen investasi tersedia, termasuk cryptocurrency yang kini semakin populer di kalangan masyarakat (Satrio et al. , 2. Di zaman sekarang yang penuh dengan kemajuan teknologi, cryptocurrency atau mata uang digital semakin sering dibicarakan dalam dunia Investasi cryptocurrency kini diminati tidak hanya oleh investor Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat InvestasiA. (Abid Rohmani. Robith Huday. profesional, tetapi juga masyarakat umum, seiring meningkatnya ketertarikan terhadap aset digital (Khalik et al. , 2. Di Indonesia, cryptocurrency sudah dianggap resmi dan diakui sebagai kekayaan digital. Aset ini termasuk dalam kategori aset cryptocurrency yang boleh diperjualbelikan di Bursa Berjangka. Menurut data dari Kementerian Perdagangan, lebih dari setengah investor cryptocurrency di Indonesia berusia antara 18 sampai 35 tahun (Hafiz & Harianti, 2. Bappebti menyampaikan bahwa sampai Maret 2024, jumlah investor cryptocurrency di Indonesia sudah mencapai 19,75 juta orang, dengan total transaksi sebesar Rp103 triliun. Hal ini mencerminkan lonjakan transaksi sebesar 207,5% dibandingkan Februari 2024 yang hanya mencapai Rp33,69 triliun (Ethika Kirana Putri, 2. Fenomena meningkatnya minat investasi cryptocurrency di Indonesia dapat dijelaskan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), yang menegaskan bahwa niat individu untuk bertindak dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu attitude toward behavior, subjective norms, dan perceived behavioral control. Attitude dipengaruhi oleh persepsi risiko, di mana pemahaman serta penilaian seseorang terhadap kemungkinan kerugian akan memengaruhi sikapnya terhadap investasi cryptocurrency (Kelly & Pamungkas, 2. Subjective norms tercermin dari fenomena Fear of Missing Out (FoMO), ketika tekanan sosial dari lingkungan, baik teman, komunitas, maupun media sosial, mendorong individu untuk ikut berinvestasi agar tidak tertinggal tren (Tedianta & Purwaningrum, 2. Dan perceived behavioral control berkaitan dengan literasi keuangan, yang menunjukkan sejauh mana kemampuan seseorang memahami konsep serta risiko investasi sehingga memperkuat kepercayaan diri dalam mengambil keputusan (Adam & Siharis, 2. Oleh karena itu, peningkatan jumlah investor dipandang sebagai hasil dari interaksi ketiga faktor tersebut dalam membentuk niat berinvestasi pada Persepsi Risiko dipahami sebagai penaksiran individu yang bersifat penilaian personal atas kemungkinan terjadinya kejadian yang berpotensi merugikan atau membahayakan (Lazuardi et al. , 2. Persepsi ini mencerminkan cara pandang seseorang terhadap kemungkinan kerugian atau ancaman yang mungkin muncul dari suatu tindakan atau situasi, meskipun tingkat ketidakpastian serta konsekuensinya belum tentu dapat dipastikan secara jelas (Makhdum & Aminah, 2. Dalam investasi cryptocurrency, persepsi risiko berperan penting dalam proses pengambilan keputusan, karena kesadaran individu terhadap potensi risiko mendorong mereka untuk lebih berhati-hati dan rasional, sehingga meningkatkan kualitas keputusan investasi yang diambil (Halim et al. , 2. Menurut Lelyta & Candra . dan Hikmah . persepsi risiko berdampak positif pada minat investasi Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Agustus 2025 Seseorang yang merasakan Fear of Missing Out (FoMO) cenderung merasa khawatir akan melewatkan peluang investasi yang sedang populer (Lestari & Ramadhani, 2. Investor dengan sifat Fear of Missing Out (FoMO) biasanya terdorong agar segera mengambil tindakan untuk meraih keuntungan yang lebih banyak di masa yang akan datang. Menurut Tedianta & Purwaningrum . dan Alhazami & Donald . sifat Fear of Missing Out (FoMO) berdampak positif terhadap minat berinvestasi cryptocurrency. Menurut Otoritas Jasa Keuangan, literasi keuangan merupakan kapasitas seseorang guna mengerti, menggunakan, dan merasa yakin dalam mengelola keuangan, sehingga bisa menentukan pilihan yang tepat dan mengatur keuangannya dengan baik untuk mencapai kehidupan yang sejahtera (Ethika Kirana Putri, 2. Pemahaman tentang literasi keuangan mempunyai kontribusi besar dalam menentukan keputusan investasi, terutama agar investor cryptocurrency tidak mengalami masalah keuangan. Menurut Khalik et al . dan Wardani & Pesirahu . menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap minat seseorang dalam melakukan investasi cryptocurrency. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan penelitian terdahulu yang umumnya hanya meneliti faktor individu seperti literasi keuangan atau persepsi risiko secara terpisah, tanpa mempertimbangkan peran psikologis Fear of Missing Out (FoMO) yang semakin relevan di era digital. Mahasiswa dipilih sebagai objek penelitian karena termasuk generasi muda yang adaptif terhadap teknologi, berpotensi menjadi investor baru, namun sering kali memiliki pemahaman terbatas mengenai risiko dan literasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh persepsi risiko. FoMO, dan literasi keuangan terhadap minat investasi Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi lembaga pendidikan dan pembuat kebijakan dalam merancang edukasi keuangan yang lebih efektif dengan memperhatikan aspek psikologis dan toleransi risiko KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Theory of Planned Behavior Berdasarkan Theory of Planned Behavior, niat seseorang untuk melakukan suatu aktivitas dipengaruhi oleh sikap mereka terhadap tujuan yang ingin dicapai. Teori ini juga menggambarkan bahwa persepsi seseorang terhadap kemampuannya dalam mengendalikan perilaku tertentu . erceived behavioral contro. turut berperan dalam membentuk keinginan untuk bertindak . ehavioral intentio. (Hening Karatri Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat InvestasiA. (Abid Rohmani. Robith Huday. et al. , 2. Oleh karena itu, apabila seseorang memiliki ketertarikan terhadap investasi, maka ia cenderung akan menunjukkan perilaku yang mendukung dan mendekatkannya pada keinginan tersebut (Satrio et al. , 2. Dalam teori ini, terdapat tiga komponen utama yang memengaruhi niat . Pertama. Attitude toward behavior, penilaian individu terhadap suatu tindakan. Sikap ini terbentuk dari keyakinan mengenai hubungan antara tindakan tersebut dengan hasil atau pengalaman yang akan diperoleh. Kedua. Subjective norm, yaitu pengaruh sosial atau tekanan eksternal yang dirasakan seseorang dalam mengambil keputusan. Ketiga. Perceived behavioral control, yang menggambarkan bagaimana individu menilai tingkat sejauh mana suatu tindakan dapat dilakukan dengan mudah atau sulit, yang dapat dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya maupun keyakinan terhadap kemampuan diri dalam melaksanakan perilaku tersebut (Sari et al. , 2. Minat Investasi Cryptocurrency Cryptocurrency merupakan gabungan dari dua istilah, yaitu AucryptographyAy yang berarti kode rahasia dan AucurrencyAy yang berarti mata uang. Oleh karena itu, cryptocurrency dapat diartikan sebagai mata uang virtual yang digunakan sebagai alat tukar dalam transaksi digital, dengan salah satu kelebihannya adalah tidak dikenakan biaya layanan (Ningrum et al. , 2. Cryptocurrency merupakan bentuk mata uang digital yang termasuk dalam sistem keuangan terdesentralisasi . ecentralized financ. Berbeda dengan mata uang konvensional, cryptocurrency tidak memiliki bentuk fisik, sehingga tidak dianggap sebagai mata uang dalam arti Namun demikian, cryptocurrency dapat dikategorikan sebagai aset karena memiliki nilai yang diakui oleh para penggunanya dan dapat dimanfaatkan sebagai alat pembayaran (Low & Tan, 2. Cryptocurrency merupakan uang digital yang dikembangkan dan dijalankan dengan menggunakan teknik kriptografi. Kriptografi merupakan teknik khusus yang mengubah teks biasa menjadi kode alfanumerik, sehingga hanya pihak-pihak yang memiliki otoritas atau akses tertentu yang dapat memahami atau membacanya (Hafiz & Harianti, 2. Persepsi Risiko Terhadap Minat Investasi Cryptocurrency Persepsi risiko telah diakui sebagai faktor kunci dalam bidang adopsi cryptocurrency yang terus berkembang (Zhang et al. , 2. Risiko menjadi aspek penting yang dipertimbangkan seseorang sebelum berinvestasi, sehingga persepsi terhadap risiko dapat menjadi faktor yang memengaruhi niat individu untuk berinvestasi, termasuk pada aset kripto (Vera et al. , 2. Dalam studi ini, persepsi risiko terhadap cryptocurrency dipandang sebagai salah satu aspek sikap berdasarkan teori perilaku terencana . heory of planned behavio. , yang menggambarkan seberapa besar individu menilai investasi cryptocurrency dari sudut pandang Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Agustus 2025 negative (Zhang et al. , 2. Ini diperkuat oleh penelitian Vera et al . yang menunjukkan Persepsi risiko ternyata berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap keinginan berinvestasi pada aset cryptocurrency, yang menandakan bahwa meskipun risiko tersebut dirasakan, hal ini tidak menghalangi minat investasi, mungkin karena adanya peluang keuntungan yang besar. Sejalan dengan penelitian Miko et al . yang menunjukkan bahwa presepsi risiko memilik pengaruh positif dan signifikan terhadap minat dalam investasi cryptocurrency. Berlawanan dengan penelitian oleh Dewi et al . dan Zhang et al . yang membuktikan bahwa persepsi risiko terhadap cryptocurrency menjadi faktor penghalang yang berpotensi menurunkan minat untuk berinvestasi saat ini maupun merencanakan investasi di masa depan pada jenis aset tersebut. H1: Persepsi risiko berkontribusi secara positif terhadap minat investasi Fear of Missing Out Terhadap Minat Investasi Cryptocurrency Fear of Missing Out (FoMO) merupakan perasaan takut seseorang melewatkan berbagai peluang sosial yang mendorong mereka untuk tetap berkaitan dengan orang lain serta mengikuti tindakan yang dilakukan orang lain (Sudrajat. Investor pemula dalam dunia cryptocurrency sering kali memiliki ketahanan psikologis yang rendah atau cepat terpengaruh oleh berita yang tersebar di media Akibatnya, mereka cenderung mengambil keputusan secara tergesa-gesa tanpa melakukan analisis yang mendalam terlebih dahulu (Dragono & Elgeka, 2. Dalam theory of planned behavior fenomena Fear of Missing Out (FoMO) direpresentasikan sebagai bentuk subjective norms, di mana tekanan sosial dan pengaruh lingkungan . isalnya teman, media sosial, atau komunita. dapat mendorong individu untuk mengikuti tren investasi demi menghindari ketertinggalan (Ridzky & Arsyianti, 2. Hasil penelitian oleh Lestari & Ramadhani . dan Tedianta & Purwaningrum . menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) berpengaruh positif terhadap minat berinvestasi cryptocurrency sedangkan penelitian oleh Hanif et al . menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) tidak berpengaruh terhadap minat berinvestasi cryptocurrency. H2: Fear of Missing Out berpengaruh positif terhadap minat berinvestasi Fear of Missing Out (FoMO) merupakan perasaan takut atau kecemasan akibat kekhawatiran melewatkan peluang dan tidak mengikuti tindakan atau keputusan orang lain, yang dapat mendorong individu mengambil keputusan investasi secara tidak rasional (Lestari & Ramadhani, 2. Individu yang menghadapi Fear of Missing Out (FoMO) cenderung mempunyai perasaan khawatir Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat InvestasiA. (Abid Rohmani. Robith Huday. atau gelisah karena khawatir terlewat peluang investasi yang sedang populer atau tren di kalangan masyarakat (Kumar et al. , 2. Investor yang mengalami Fear of Missing Out (FoMO) biasanya terdorong untuk segera mengambil keputusan Dengan tujuan meraih keuntungan yang lebih tinggi di masa depan (Kang et al. , 2. Literasi Keuangan Terhadap Minat Investasi Cryptocurrency Literasi keuangan merupakan kemampuan untuk memahami, menganalisis, mengelola, dan menyampaikan informasi terkait kondisi keuangan pribadi yang berpengaruh terhadap kesejahteraan ekonomi seseorang (Ningrum et al. , 2. Literasi keuangan diasumsikan memiliki kontribusi terhadap Perceived Behavioral Control, karena individu dengan tingkat literasi keuangan yang baik akan merasa lebih mampu dan percaya diri dalam mengambil keputusan investasi. Dengan demikian, literasi keuangan dapat mendorong penilaian yang lebih rasional dan positif terhadap aktivitas investasi, termasuk investasi cryptocurrency (Pham et al. Hasil penelitian oleh Gede et al . Ningrum et al . , dan Wardana & Fitrayati . menggambarkan bahwa pemahaman literasi keuangan memberikan dampak positif terhadap ketertarikan individu dalam berinvestasi cryptocurrency, sedangkan penelitian oleh Hermawan . dan Zhao & Zhang . menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak memengaruhi minat investasi H3: Literasi Keuangan METODE PENELITIAN Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian asosiatif menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk mengidentifikasi hubungan kausal antara dua atau lebih variabel (Sugiyono, 2. Penelitian ini melibatkan 743 mahasiswa aktif S1 Akuntansi Universitas Mataram yang telah atau sedang menempuh mata kuliah investasi pasar modal. Dengan teknik purposive sampling dan rumus Slovin, diperoleh 261 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring skala Likert 5 Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Square (PLS) melalui SmartPLS 0, meliputi uji validitas dan reliabilitas, pengujian model struktural (RA. QA, koefisien jalu. , serta pengujian hipotesis berdasarkan nilai T-statistik dan P-value. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Sampel Penelitian Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Agustus 2025 kuesioner secara online menggunakan platform Google Form yang dibagikan melalui grup WhatsApp. Dari penyebaran tersebut, terkumpul sebanyak 261 responden. Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan jenjang Berdasarkan jenis kelamin, responden terbagi menjadi dua kelompok, yakni perempuan sebanyak 55,2% dan laki-laki sebanyak 44,8%. Adapun berdasarkan jenjang semester, sebagian besar responden berada pada semester 8 dengan persentase 42%, kemudian semester 6 sebesar 35,6%, dan sisanya 22,4% merupakan mahasiswa semester 4. Hasil Uji Model Pengukuran (Outer Mode. Dalam penelitian ini, kelayakan model pengukuran diuji menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi Gambar 2. Kerangka Konseptual Uji Validitas (Convergent Validit. Tabel 2. Uji Convergent Validity Variabel Persepsi Risiko Fear of Missing Out (FOMO) Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. Outer Loading Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat InvestasiA. (Abid Rohmani. Robith Huday. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Literasi Keuangan Minat Investasi Cryptocurrency Setiap indikator variabel memiliki nilai loading di atas 0,70 yang menunjukkan bahwa seluruh indikator tersebut valid dan layak digunakan dalam penelitian serta dapat dilanjutkan ke tahap analisis berikutnya. Uji Average Variant Extracted (AVE) Tabel 3. Average Variant Extracted Variabel Persepsi Risiko Fear of Missing Out Literasi Keuangan Minat Investasi Cryptocurrency AVE Setiap variabel memiliki nilai Average Variance Extracted (AVE) lebih dari 0,50 yang menandakan bahwa seluruh variabel telah memenuhi kriteria AVE yang Uji Reliabilitas Tabel 4. Uji Reliabilitas Variabel Persepsi Risiko Fear of Missing Out Literasi Keuangan Minat Investasi Cryptocurrency Cronbach's Alpha Composite Reliability Seluruh variabel menunjukkan nilai Cronbach Alpha di atas 0,60 serta nilai Composite Reliability di atas 0,70, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 5 Uji Koefisien Determinasi Minat Investasi Cryptocurrency R-square adjusted Nilai R-Square Adjusted sebesar 0,575 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 58% variasi dalam model regresi, sementara 42% Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Agustus 2025 sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti. Uji F Square Tabel 6. Uji F Square Minat Investasi Cryptocurrency Persepsi Risiko Fear of Missing Out Literasi Keuangan Variabel Persepsi Risiko. Fear of Missing Out, dan Literasi Keuangan memiliki pengaruh besar, ditunjukkan dengan nilai f-square yang melebihi 0,035 di mana hasil uji f-square untuk ketiga variabel tersebut seluruhnya berada di atas 0,035. Uji t- Statistics Terdapat hubungan positif antara variabel independen dan dependen, yang ditunjukkan oleh nilai T-Statistik masing-masing variabel independen terhadap dependen yang melebihi 1,96. Tabel 7. Path Coeficient Persepsi Risiko -> Minat Investasi Cryptocurrency Fear of Missing Out -> Minat Investasi Cryptocurrency Literasi Keuangan -> Minat Investasi Cryptocurrency Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T Statistics (|O/STDEV|) ANALISIS DAN PEMBAHASAN Persepsi Risiko berpengaruh positif terhadap Minat Investasi Cryptocurrency Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa Persepsi Risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi Cryptocurrency, dengan demikian H1 Diterima. Penelitian ini membuktikan bahwa Persepsi Risiko yang dimiliki oleh Mahasiswa di Universitas Mataram sudah cukup menarik Minat mahasiswa berinvestasi di Cryptocurrency. Hasil penelitian ini sejalan dengan Theory of Planned Behavior yang menjelaskan bahwa niat untuk bertindak dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Pada konteks mahasiswa, persepsi risiko yang positif terhadap cryptocurrency dapat membentuk sikap optimis serta keyakinan bahwa risiko dapat dikelola melalui pengetahuan dan keterampilan yang Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat InvestasiA. (Abid Rohmani. Robith Huday. mereka miliki. Mahasiswa yang memiliki pandangan tersebut cenderung lebih aktif mencari informasi, berdiskusi dengan teman sebaya, serta melakukan analisis potensi keuntungan dan risiko (Wahyuningtyas et al. , 2. Proses ini mendorong terbentuknya minat investasi, karena risiko dianggap sebagai tantangan yang dapat diantisipasi, bukan hambatan. Hasil Penelitian ini sama dengan Beberapa hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan Amalia . Candra & Abdullah . Piraga et al . , dan Hikmah . menunjukkan bahwa persepsi risiko berpengaruh positif terhadap minat investasi. Fear of Missing Out berpengaruh positif terhadap Minat Investasi Cryptocurrency Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa Fear of Missing Out berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi Cryptocurrency, dengan demikian H2 Diterima. Penelitian ini membuktikan bahwa Fear of Missing Out yang dimiliki oleh Mahasiswa di Universitas Mataram sudah cukup menarik Minat mahasiswa berinvestasi di Cryptocurrency. Hasil penelitian ini sejalan dengan Theory of Planned Behavior yang menyatakan bahwa niat untuk bertindak dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Pada konteks mahasiswa. Fear of Missing Out terhadap peluang keuntungan cryptocurrency dapat membentuk sikap positif terhadap investasi, sekaligus memperkuat norma subjektif melalui dorongan sosial dari teman sebaya, media sosial, maupun komunitas kampus. Mahasiswa yang merasakan Fear of Missing Out cenderung terdorong untuk segera mencari informasi, mempelajari mekanisme investasi, dan menghitung potensi keuntungan demi menghindari kehilangan kesempatan (Lestari & Ramadhani, 2. Dorongan ini berkontribusi langsung pada peningkatan minat investasi, karena mereka merasa memiliki kemampuan dan dukungan sosial untuk terlibat dalam perdagangan aset Hasil temuan ini konsisten dengan hasil penelitian terdahulu oleh Tedianta . Wiliamsari et al . dan Lestari & Ramadhani . menunjukkan bahwa Fear of Missing Out berpengaruh positif terhadap minat investasi. Literasi Keuangan berpengaruh positif terhadap Minat Investasi Cryptocurrency Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi Cryptocurrency, dengan demikian H3 Diterima. Penelitian ini membuktikan bahwa Literasi Keuangan yang dimiliki oleh Mahasiswa di Universitas Mataram sudah cukup menarik Minat mahasiswa berinvestasi di Cryptocurrency. Hasil penelitian ini sejalan dengan Theory of Planned Behavior yang Jambura Accounting Review. Volume 6 No. Agustus 2025 menyatakan bahwa niat untuk bertindak dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Pada konteks mahasiswa, literasi keuangan yang baik dapat membentuk sikap positif terhadap investasi Pengetahuan ini juga meningkatkan persepsi kontrol perilaku, di mana mahasiswa mampu mengelola investasi dengan efektif. Selain itu, literasi keuangan mendorong mahasiswa untuk mengambil keputusan investasi secara rasional, mencari informasi yang relevan, serta mempertimbangkan faktor fundamental sebelum bertransaksi (Gede et al. , 2. Hal ini pada akhirnya memperkuat minat investasi, karena mereka memiliki keyakinan serta kemampuan yang dibutuhkan untuk terlibat dalam perdagangan aset kripto secara bijak. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu oleh Ningrum et al . Khalik et al . Wardani & Pesirahu . Hamelinda et al . , dan Bramantya & Manda . menunjukkan Literasi Keuangan berpengaruh positif terhadap minat berinvestasi cryptocurrency. KESIMPULAN. KETERBATASAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan mengenai pengaruh persepsi risiko. Fear of Missing Out (FOMO), dan literasi keuangan mengenai minat investasi cryptocurrency pada mahasiswa Universitas Mataram dari penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan seluruh hipotesis yang diuji hasilnya Persepsi risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi cryptocurrency, menunjukkan mahasiswa yang memandang risiko sebagai tantangan yang dapat dikelola memiliki minat tinggi untuk berinvestasi. Fear of Missing Out berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi cryptocurrency, berarti hasrat untuk tidak tertinggal dari peluang investasi mendorong mahasiswa untuk segera mengambil keputusan investasi. Literasi keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi cryptocurrency. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi panduan bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan edukasi keuangan dan investasi agar mahasiswa lebih percaya diri berinvestasi, terutama pada aset digital seperti cryptocurrency. Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan pada aspek pengumpulan data yang dilakukan hanya melalui kuesioner daring, sehingga informasi yang diberikan responden mungkin belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Selain itu, penelitian Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat InvestasiA. (Abid Rohmani. Robith Huday. ini hanya menggunakan tiga variabel independen sehingga masih terdapat faktor lain yang berpotensi mempengaruhi minat investasi cryptocurrency yang belum diteliti. Saran Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti pengaruh influencer, motivasi investasi, atau tingkat kepercayaan terhadap platform investasi, serta mempertimbangkan teknik pengukuran dan skala yang lebih bervariasi agar diperoleh data yang lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA