Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Redesain Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa Yayasan Al-Fajar Berseri Pendekatan Konsep Ekologi Kabupaten Bekasi Samsul Idris1,Retno Fitri Astuti 2. Isria Miharti3 1,2,3 Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik Universitas Pelita Bangsa Jl. Inspeksi Kalimalang No. Cibatu. CikarangSelatan. Kab. Bekasi. Jawa Barat. Indonesia Korespondensi email: samsulidris6@gmail. Abstrak Human health encompasses physical and mental well-being, where individuals can perform daily activities. However, with the rising cost of living, many face economic pressures and personal In Indonesia, approximately 17% of the population, or 42. 5 million people, experience mental health issues. This includes patients at Yayasan AlFajar Berseri, where new patients continually outnumber those who The rehabilitation center faces several issues, such as poor spatial circulation, small drainage systems prone to flooding, deteriorating inpatient facilities, lack of supporting amenities for healing, and disorganized parking areas. The project aims to redesign and replan the rehabilitation center by constructing accommodate new patients and building essential facilities. The design approach integrates ecological principles, focusing on biological architecture that considers the psychological and architectural needs of the inhabitants. The center will feature green spaces, including vegetable and fruit gardens for food supply, fish ponds for aquaculture, livestock pens, and a craft workshop for productive activities. The layout will incorporate an arc-shaped building design inspired by traditional Tagog Anjing houses, creating a holistic environment that supports the patients' well-being. This design concept aims to provide a therapeutic and supportive environment for mental health recovery. Informasi Artikel Diterima: 27 Januari 2025 Direvisi: 21 Februari 2025 Dipublikasikan: 30 Maret 2025 Keywords Ecological Redesign. Psychosocial rehabilitation, and Therapeutic architecture. ISSN: p. 2301-475X e. Introduction Kesehatan keseimbangan antara fisik dan mental. Tanpa keduanya yang sehat, aktivitas seseorang terganggu. Penyakit fisik lebih mudah dideteksi dengan teknologi modern, sedangkan gangguan mental sulit dikenali meski menggunakan alat canggih . Kesehatan mental sangat penting dalam kehidupan manusia, namun menjadi masalah kesehatan signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Data WHO 2016 mencatat sekitar 35 juta orang menderita depresi, 60 juta bipolar, 21 juta skizofrenia, dan 47,5 juta demensia . Pembangunan di bidang kesehatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945 sebagai bagian dari kesejahteraan . Dalam Pasal 34 ayat . menyatakan bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak . Data Kementerian Kesehatan RI 2019 menunjukkan 17% dari 250 juta Indonesia gangguan jiwa, dengan 57 ribu orang pernah dipasung. Terdapat 48 rumah sakit jiwa di 26 provinsi, namun 8 provinsi tidak memilikinya. 56% rumah sakit umum melayani perawatan kesehatan jiwa . RTH terdiri dari RTH publik yang disediakan oleh pemerintah daerah dan RTH privat yang disediakan oleh masyarakat . RTH berperan penting dalam pengobatan gangguan kejiwaan. Penelitian biopsikososial dari rekreasi di luar kemampuan mengatasi tantangan, kematangan emosional, penerimaan diri, suasana hati, dan gangguan mental. Menurut survei Tambunan dkk, beberapa aktivitas di RTH yang mengurangi depresi di perkotaan meliputi: 30,6% makan dan minum, 27,58% interaksi sosial, 18,79% olahraga, 12,12% hobi, dan 10,91% tidur di bawah pohon . Ruang Terbuka Hijau memiliki peran penting di kota dalam mendukung kesehatan dan memberikan kontribusi dalam aspek lingkungan, estetika, sosial, dan ekonomi . Pada Penelitian Echlols & Shadily 1990 dalam Noviyanto, 2004. Redesain adalah perencanaan ulang untuk menciptakan perubahan fisik tanpa mengubah fungsi, baik melalui perluasan maupun pemindahan lokasi . Yayasan Al-Fajar berseri adalah salah satu panti Rehabilitasi yang berada di tambun kabupaten Bekasi. Yayasan AlFajar berseri adalah salah satu panti Rehabilitasi yang berada di tambun kabupaten Bekasi. Yayasan Al-Fajar Berseri melaksanakan enam peran yaitu Peraturan Menteri Agraria dan Tata penyembuhan. Ruang/Kepala Badan Pertahanan pengembangan, re-sosialisasi . Nasional RI No. 14 Tahun 2022 mengatur Penyediaan dan Pemanfaatan Berdasarkan informasi dan data Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang observasi yang penulis dapatkan setelah mempertimbangkan fungsi ekologis, menganalisa eksisting Yayasan Al-Fajar resapan air, ekonomi, sosial budaya. Berseri bahwa kondisi eksisting yang estetika, dan penanggulangan bencana. kurang menampung pasien, maka dari ISSN: p. 2301-475X e. itu melakukan redesain gedung serta 3. Teknik Pengumpulan Data fasilitas penunjang yang tujuannya Wawancara, untuk menampung pasien baru, informasi mengenai kondisi menghasilkan rancangan yang dapat eksisting dan kebutuhan redesain menerapkan pendekatan arsitektur menciptakan panti rehabilitasi dengan Survey membuat Lingkungan yang dapat memberikan dampak baik bagi pasien bangunan dan lingkungan serta melalui pendekatan konsep ekologi. mendokumentasikannya melalui gambar dan foto II. Metodologi Studi literatur, mengkaji teoriteori terkait konsep ekologi Pembahasan dilakukan dengan metode dalam desain arsitektur dan deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, rehabilitasi gangguan jiwa. Analisis data, ikumpulkan dianalisis menganalisa data sehingga diperoleh sistematis menggunakan suatu pendekatan program perencanaan pendekatan arsitektur dan ekologi dan perancangan untuk selanjutnya untuk menilai kondisi panti dan digunakan dalam menyusun program penerapan konsep ekologi dalam dan konsep dasar perencanaan dan redesain fasilitas yang mendukung Adapun metode yang penyembuhan pasien. dipakai dalam penyusunan penulisan ini Pengolahan data, digunakan untuk antara lain : merancang redesain bangunan dan Pendekatan penelitian, menggunakan fasilitas panti rehabilitasi, dengan pendekatan deskriptif dan analitis, tujuan memperbaiki kualitas fasilitas dengan tujuan untuk mempermudah yang ada serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses mempermudah analisi masalah yang ada di Panti Rehabilitasi Gangguan pendekatan ekologi yang ramah Jiwa Yayasan Al-Fajar Berseri. Lingkungan. Jenis data yang digunakan terdapat i. Hasil dan Pembahasan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui A. Kondisi Eksisting wawancara dengan pengelola lokasi Panti Rehabilitasi panti, pasien, serta observasi Gangguan Jiwa AuAl-Fajar BerseriAy kondisi terletak di desa Sumberjaya. Kecamatan bangunan dan tapak. Tambun Selatan. Kabupaten Bekasi. Data sekunder, diperoleh dari Jawa Barat 17520. Berikut tinjauan studi literatur yang mencakup lokasi AuAl-Fajar BerseriAy saat ini. buku, artikel, dan jurnal terkait dengan pendekatan ekologi. ISSN: p. 2301-475X e. Gambar 1. Lokasi Tapak Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa AuAl-Fajar BerseriAy Tapak terletak di Desa Sumberjaya. KDB dikawasan tersebut 70%. Berada Kecamatan Tambun Selatan. Kabupaten diarea Bekasi. Luasan Site A 8000 m2 dengan permukiman penduduk dan perumahan. Gambar 2. Eksisting Pos Satpam Gambar 3. Eksisting Yayasan Al-Fajar Berseri ISSN: p. 2301-475X e. Gambar 4. Eksisting Ruang Tunggu Gambar 5. Eksisting Ruang Pasien Pria Gambar 6 . Eksisting Dapur Pasien Gambar 7. Eksisting Ruang Pasien Wanita Pada penelitian ini sebelum melakukan perancangan. Berikut gambar ini Analisi konsep perlu adanya beberapa analisis peracangannya. Gambar 8. Analisis-analisis Perancangaan ISSN: p. 2301-475X e. Setelah melakukan analisis perancangan berikut pembahasan konsepnya. Konsep Perancangan Siteplan Yayasan Al-fajar berseri Gambar 9. Site Plan Redesain Yayasan al-Fajar Berseri Legenda : Lapangan olahraga Pintu masuk / Entrance Kebun sayur Pos Jaga Kebun buah Halte Dapur pasien Parkir motor Kandang ternak Parkir mobil Sanggar kerajinan Ruang Perawatan Kolam ikan Ruang Pengelola Ruang Hunian wanita (Ringan dan IPAL. TPS. GWT dan Ruang Panel Sedan. Kantin umum Ruang Hunian Pria dan wanita Masjid (Bera. Ruang Hunian pria (Ringan dan Konsep Ekologi Sedan. Arsitektur Biologis Gambar 10. Kebun sayur dan Kebun Buah ISSN: p. 2301-475X e. Gambar 11. Kolam Ikan Gambar 12. Kandang Tenak Arsitektur Alternatif Gambar 13. Hunian Rawat Inap Gambar 14. Kator Pengelola Konsep Tapak pengolahan tapak menghasilkan tiga Konsep penzoningan di Yayasan Al- zona yaitu zona publik . , zona Fajar Berseri bertujuan mengatasi semipublik . , zona privat masalah banjir, kekurangan fasilitas, . yang disesuaikan dengan dan ketidakteraturan tata ruang. Hasil kebutuhan dan kondisi eksisting. ISSN: p. 2301-475X e. Gambar 15. Zoning Kawasan Yayasan al-Fajar Berseri Konsep Utilitas dan Kelengkapan Bangunan Berdasarkan analisis aksesibilitas dan sirkulasi tapak, akses kendaraan dibatasi hingga area parkir dengan material aspal berpori, sementara sirkulasi pejalan kaki menggunakan pedestrian selebar 2 meter dengan material paving blok, mempertimbangkan aktivitas pasien gangguan jiwa yang sangat aktif. Gambar 16. Aksesbilitas dan Sirkulasi Yayasan al-Fajar Berseri Konsep Bangunan Jenis pohon yang digunakan Ruang terbuka hijau di panti rehabilitasi meliputi pohon tanjung, ketapang, mendukung konsep ekologi, yang ketapang kencana, cemara, palm, dan untuk tanaman rambat. menciptakan lingkungan yang teduh dan ISSN: p. 2301-475X e. Gambar 17. Ruang Terbuka Hijau Yayasan al-Fajar Berseri Konsep Utilitas dan Kelengkapan Bangunan Konsep Sistem Jaringan Listrik Konsep Sistem Jaringan Air Bersih Gambar 20. Alur Jaringan Air Kotor Yayasan al-Fajar Berseri Gambar 18. Alur Distribusi Air BersihYayasan al-Fajar Berseri Gambar 21. Titik Septiktank dan IPAL Yayasan al-Fajar Berseri Konsep Pengolahan Sampah Gambar 19. Titik Distribusi Air Bersih Yayasan al-Fajar Berseri Gambar 5. 22 Ilustrasi Proses Pengolahan Sampah ISSN: p. 2301-475X e. Gambar 23. Titik Penempatan Tempat Sampah dan TPS Konsep Bangunan Pengelola Pada konsep bangunan pengelola mempunyai arti yang kontradiksi. (A) Satu keluarga yang sedang bertengkar, (B) Perasaan batin . , (C) Transformasi dari 2 tersebut, (D) Konsep gubahan massa Gambar 24. Konsep Bangunan Pengelola Gambar 25. Hasil Desain Bangunan Pengelola Gaya setengah lingkaran yang memberikan menciptakan kekuatan visual yang kuat dan unik. Warna dominan putih pada bangunan menggambarkan kesan terang, dingin, dan bersih, sesuai dengan prinsip psikologi warna. Material yang digunakan mencakup struktur kolom beton, bata hebel, atap baja, dan spandek, yang memberikan kekuatan dan ketahanan pada Perawatan Pada gambar ini memiliki maksud yaitu : (A) Seorang yang sedang konsultasi dengan kecemasanya, (B) Transformasi bentuk gubahan massa. Gambar 26. Konsep Bangunan Perawatan Gambar 27. Hasil Desain Bangunan Pengelola Gaya arsitektur bangunan ini menonjol dengan atap melengkung yang memberikan sudut pandang 360 derajat, menciptakan kekuatan visual yang kuat dan dinamis. Warna dominan putih pada bangunan memberikan kesan terang, dingin, dan bersih sesuai dengan prinsip psikologi Material yang digunakan meliputi kolom beton, bata hebel, atap baja, dan spandek, yang memastikan kekuatan dan ketahanan bangunan. Hunian ISSN: p. 2301-475X e. Pada gambar ini memiliki maksud yaitu : (A)Rumah adat sunda (Sunda Tagog Anjin. , (B)Penggaris busur, (C) Transformasi gubahan massa single hunian pria dan wanita pasien dengan tingkat kejiwaan ringan dan sedang, (D) Transformasi gubahan massa double hunian pria dan wanita pasien dengan tingkat kejiwaan ringan dan sedang, (E) Transformasi gubahan massa double pasien dengan tingkat kejiwaan berat. Gambar 30. Hasil Desain Denah Ruang Pengelola Gambar 31. Hasil Desain Denah Ruang Perawatan Gambar 28. Konsep Bangunan Hunian (Rawat Ina. Gambar 29. Hasil Desain Bangunan Hunian Pasien Ringan dan Sedang Gaya ini Gambar 32. Hasil Desain Denah Hunia menggabungkan rumah adat Sunda pasien ringan dan sedang Lantai 1 tagog anjing dengan atap melengkung, menciptakan desain yang komunikatif, representasional, dan plural. Atap melengkung memberikan pandangan 360 derajat dengan kekuatan visual yang dinamis. Warna putih, pirus, dan hijau dipilih berdasarkan psikologi warna untuk menciptakan kesan terang, kreatif, dan menenangkan. Material bangunan menggunakan kolom beton, bata hebel, atap baja, dan Gambar 33. Hasil Desain Denah Hunia spandek untuk memastikan kekuatan pasien ringan dan sedang Lantai 2 dan ketahanan. Konsep Ruang ISSN: p. 2301-475X e. Gambar 37. Dinding Bata Hebel dan Dinding Kayu Gambar 34. Hasil Desain Denah Hunia pasien berat Konsep struktur Gambar 38. Struktur atap spca frame IV. Kesimpulan Gambar 35. Pondasi Batu Kali Gambar 36. Pondasi Footplat . eker Penelitian ini bertujuan meredesain Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa Yayasan Al-Fajar Berseri dengan pendekatan konsep ekologi. Panti ini keterbatasan kapasitas, sistem drainase yang buruk, ruang terbuka hijau yang tidak terawat, dan fasilitas yang kurang mendukung penyembuhan. Redesain berfokus pada penambahan ruang rawat inap, perbaikan sirkulasi ruang, dan drainase, dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau, kebun, dan kolam ikan untuk mendukung kebutuhan pangan pasien serta menciptakan lingkungan yang terapeutik. Pendekatan arsitektur biologis diharapkan meningkatkan kenyamanan pasien dan kualitas fasilitas, serta mendukung proses Redesain ini memberikan solusi terhadap masalah eksisting dan mendukung penyembuhan psikologis serta meningkatkan kualitas pelayanan. Daftar Pustaka