Zona Manajemen : Program Studi Magister Sains Manajemen Universitas Batam Volume 9. Issue 2. Agustus 2019 | Pages 65-74CISSN 2087-6998 http://ejurnal. id/index. php/Manajemen DETERMINATION OF COMPETENCE. WORK SPIRIT AND WORK ENVIRONMENT WITH WORK MOTIVATION AS INTERVENING VARIABLES AGAINST PERFORMANCE OF EMPLOYEE SERVICES RIAU ISLANDS PROVINCE Tri Hardiono Erwin1. Jemmy Rumengan1 & Angelina Eleonora Rumengan2 Department of Management, 2Department of Accounting Faculty of Economics. Batam University. Indonesia ABSTRACT In this study, researchers used respondents' data, such as gender, age and duration of work of respondents to be able to provide information about the characteristics of Where from the questionnaire questionnaire distributed as many as 70 respondents using census techniques. Data analysis with parametric and non parametric statistics using SEM-PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Squar. regarding research variables, instrument test, normality test, hypothesis test, and discussion of the results of hypothesis testing and Path Path Analysis. This study uses path analysis . ath analysi. to test the pattern of relationships that reveal the influence of variables or a set of variables on other variables, both direct influence and indirect influence. The results of the study are as follows: The effect of the X3 variable on X4 has a P-Values value of 0. 002 <0. 05, so it can be stated that the influence between X3 and X4 is significant. The effect of the X3 variable on Y has a P-Values value of 0,000> 0. 05, so it can be stated that the effect of X3 on Y is The effect of the X4 variable on Y has a P-Values value of 0. 006> 0. so it can be stated that the influence between X4 on Y is significant. The influence of X1 on X4 has a P-Values value of 0. 008 <0. 05, so it can be stated that the influence between X1 to X4 is significant. The effect of X1 on Y has a P-Values value of 0. 05, so it can be stated that the influence between X1 and Y is significant. The effect of X2 on X4 has a P-Values value of 0. 002 <0. 05, so it can be stated that the effect between X2 on X4 is significant. The effect of the X2 variable on Y has a P-Values value of 0. 008 <0. 05, so it can be stated that the effect between X2 on Y is significant. Keywords: Competence. Work Spirit. Work Environment. Work Motivation. Performance PENDAHULUAN Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau kebijakan teknis di bidang kesehatan, penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum, pembinaan dan fasilitasi bidang kesehatan lingkup Provinsi dan Kabupaten/ Kota, evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan, pencegahan dan penanggulangan penyakit, kesehatan lingkungan, sumber daya manusia kesehatan, promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, farmasi dan perbekalan kesehatan, manajemen kesehatan serta regulasi kesehatan termasuk pelaksanaan kesekretariatan Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 65 of 74 Determination Of Competence. Work Spirit And Work Environment With Work Motivation As Intervening Variables Against Performance Of Employee Services Riau Islands Province | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 65-74 | ISSN 2087-6998 dinas serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur. Visi Dinas Kesehatan Provinsi Kepuluan Riau ialah Terwujudnya Kepulauan Riau Sebagai Bunda Tanah Melayu Yang Sejahtera. Berakhlak Mulia. Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim. Sedangkan misi Meningkatkan derajat kesehatan, kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau pembangunan jangka menengah yang Kementerian Kesehatan RI. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Kebijakan pembangunan kesehatan difokuskan pada penguatan upaya kesehatan dasar (Primary Health Car. peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang didukung dengan penguatan sistem pembiayaan kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut ada banyak faktor yang mendukung, salah satu diantaranya adalah kompetensi. Kompetensi sumber daya manusia kemampuan seseorang atau individu, suatu organisasi . , atau suatu sistem untuk melaksanakan fungsi-fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Kapasitas harus dilihat sebagai kemampuan untuk mencapai kinerja, untuk menghasilkan keluaran-keluaran . dan hasil- hasil . Setiap pegawai haus mengembangkan kompetensi yang Untuk itu perlunya peran pengetahuan, perilaku . dan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Semangat kerja pegawai juga berperan penting dalam Semangat kerja didasari dengan kemauan dan dorongan pegawai dalam meningkatkan kualitas kerja pegawai. Semangat kerja adalah sikap individu atau kelompok untuk bekerja sama melakukan pekerjaan yang lebih giat dan sukarela sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih baik. Setiap pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau harus memiliki semangat kerja yang tinggi agar menghasilkan kinerja yang optimal dan tercapainya tujuan Peranan Lingkungan kerja juga berpengaruh terhadap semangat kerja pegawai. lingkungan kerja yang nyaman dapat menimbulkan semangat kerja pegawai dan termotivasi dalam mengasilkan kinerja yang optimal dalam meningkatkan kemajuan dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. METODOLOGI Pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh mengukur lima variabel pokok dalam penelitian ini, yaitu semangat kerja, lingkungan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai. Analisis Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 66 of 74 Determination Of Competence. Work Spirit And Work Environment With Work Motivation As Intervening Variables Against Performance Of Employee Services Riau Islands Province | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 65-74 | ISSN 2087-6998 parametrik dan non parametrik dengan menggunakan SEM-PLS (Struktural Equation Modelling-Partial Least Squar. mengenai variabel penelitian, uji instrumen, uji normalitas, uji hipotesis, serta pembahasan terhadap hasil uji hipotesis dan Path Analisis Jalur. Penelitian ini menggunakan analisis jalur . ath analysi. untuk mengungkapkan pengaruh variabel atau seperangkat variabel terhadap variabel lainnya, baik pengaruh langsung maupun pengaruh tidak Populasi dalam penelitian ini adalah Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah sebanyak 70 orang tanpa melihat strata dan bidang Oleh keterbatasan populasi maka semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang pengambilannya dilakukan melalui Teknik Sensus dengan menggunakan proporsional random sampling. Variabel HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Model Struktural . nner Mode. Analisis model structural atau . nner mode. bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian. Bagian yang perlu dianalisis dalam model structural yakni, koefisien determinasi (R Squar. dengan pengujian hipotesis. Pengujian kolinearitas adalah untuk membuktikan korelasi antar variabel laten/konstrukapakah kuat atau tidak. Jika terdapat korelasi yang kuat berarti dipandang dari sudut metodologis, karena memiliki dampak pada estimasi Masalah ini . Nilai yang digunakan untukmenganalisisnya adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). (Hair. Hult,Ringle, & Sarstedt. Garson, 2. Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah kolinearitas, dan kolinearitas jika nilai VIF<5,00 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 1 Kolinieritas Sumber : Pengolahan Data . Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 67 of 74 Determination Of Competence. Work Spirit And Work Environment With Work Motivation As Intervening Variables Against Performance Of Employee Services Riau Islands Province | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 65-74 | ISSN 2087-6998 Dari data di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut : VIF untuk korelasi X1 dengan Y adalah 2,648 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X2 dengan Y adalah 2,188 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X3 dengan Y Pelanggan adalah 1,816 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X4 dengan Y adalah 2,679 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. Dengan demikian, dari data-data di atas, model struktural dalam kasus ini Gambar 1 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pengaruh langsung hipotesis-hipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara langsung . anpa perantar. Jika nilai koefisien jalur adalah positif Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 68 of 74 Determination Of Competence. Work Spirit And Work Environment With Work Motivation As Intervening Variables Against Performance Of Employee Services Riau Islands Province | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 65-74 | ISSN 2087-6998 mengindikasikan bahwa kenaikan nilai suatu variabel diikuti oleh kenaikan nilai variabel lainnya. jika nilai mengindikasikan bahwa kenaikan suatu variabel diikuti oleh penurunan nilai variabel lainnya. Jika nilai prbabilitas (P-Valu. < Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya Jika prbabilitas (P-Valu. > Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah tidak signifika. Tabel 2 Hipotesis Pengaruh Langsung RataSampel Standar Variabel Asli Deviasi Statistik Values Sampel X1 -> X4 X1 -> Y X2 -> X4 X2 -> Y X3 -> X4 X3 -> Y X4 -> Y Sumber : Pengolahan Data . Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 3,283 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,002 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 4,345 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 >0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,526 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,288 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 69 of 74 Determination Of Competence. Work Spirit And Work Environment With Work Motivation As Intervening Variables Against Performance Of Employee Services Riau Islands Province | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 65-74 | ISSN 2087-6998 nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,454 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,007 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 3,164 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,002 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,208 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. Pengujian hipotesis pengaruh tidak hipotesis-hipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara tidak langsung . elalui perantar. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung > koefisien pengaruh langsnug, maka variabel hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Sebaliknya. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung < koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening tidak bersifat memediasi hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Tabel 3 Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung RataSampel Standar Variabel Asli Deviasi Sampel X1 -> X4 -> Y X2 -> X4 -> Y X3 -> X4 -> Y Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai koefisien pengaruh tidak langsung variabel X1 terhadap Y sebesar 0,454 > 0,158 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan Statistik Values demikian dapat dinyatakan bahwa X4 tidak memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Selanjutnya, pengaruh tidak langsung variabel Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 70 of 74 Determination Of Competence. Work Spirit And Work Environment With Work Motivation As Intervening Variables Against Performance Of Employee Services Riau Islands Province | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 65-74 | ISSN 2087-6998 X2 terhadap Y sebesar 0,208 < 0,518 . engaruh langsung X2 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 tidak memediasi pengaruh antara X2 terhadap Y. Kemudian, pengaruh tidak langsung variabel X3 terhadap Y sebesar 4,345 > 0,480 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian Variabel dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Koefisien Determinasi (R Squar. keakuratan prediksi suatu variabel. Dengan kata lain untuk mengevaluasi bagaimana variasi nilai variabel terikat dipengaruhhi oleh variasi nilai variabel bebas pada sebuah model jalur. Tabel 4 Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Square Sumber : Pengolahan Data . Pada tabel di atas diperoleh hasil pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 . adalah sebesar 0,627, artinya besaran pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 adalah sebesar 62,70%. Kemudian, pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 0,458, artinya besaran pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 45,80%. koefisien jalur sebesar 4,345 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,526 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,288 . , maka peningkatan nilai KESIMPULAN Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 3,283 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,002 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 71 of 74 Determination Of Competence. Work Spirit And Work Environment With Work Motivation As Intervening Variables Against Performance Of Employee Services Riau Islands Province | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 65-74 | ISSN 2087-6998 peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,454 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,007 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 3,164 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,002 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,208 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. SARAN Diadakannya rutinitas terhadap pelatihan dan pemdikikan guna dimiliki setiap pegawai dan Provinsi Kepulauan Riau. Kompetensi hendaknya dapat mendorong gairah dan semangat kerja pegawai serta mampu mendongkrak/meningkatkan moral untuk meningkatkan kinerja. Lingkungan kerja dibuat senyaman pegawai dalam meningkatkan Perlunya peran kepemimpinan guna menunjang motivasi pegawai dalam menghasilkan kinerja yang Perlunya peningkatan kinerja terhadap setiap pegawai serta peran kepemimpinan dalam memotivasi pegawai guna terwujudnya visi dan misi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. REFERENSI