INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023 Page 159-170 E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246 Website:https://j innovative. org/index. php/Innovative Minat Berwirausaha Mahasiswa Terhadap Mata Kuliah dan Praktik Kewirausahaan Di Kampus STAI Al-Kifayah Riau Reni Nasrianti1A. Lita Arfah2. MarroAoaini3. Dian Martha Darman 4 Program Studi PGMI STAI Al-Kifayah Riau. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah STAI Al-Kifayah Riau Email: reninasrianti2@gmail. com1A Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah ekonomi yang dihadapi di Indonesia karena tidak seimbangnya jumlah tenaga kerja dan lapangan kerja. Salah satu upaya dalam mengurangi tingkat pengangguran adalah dengan menumbuhkan suatu minat usaha sehingga terciptanya wirausahawan Mahasiswa bisa memulai berwirausaha dengan adanya minat dalam diri sendiri dan mempelajari mata kuliah dan praktik kewirausahaan karena dengan adanya pembelajaran tentang kewirausahaan mampu membentuk sebuah sikap dan perilaku seorang wirausahawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat berwirausaha mahasiswa terhadap mata kuliah dan praktik kewirausahaan di kampus STAI Al-Kifayah Riau. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian Penelitian dilakukan di kampus STAI Al-Kifayah Riau dengan subjek penelitian adalah mahasiswa dan dosen kewirausahaan berjumlah 3 orang. Data dikumpulkan melalui hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah mata kuliah dan praktik kewirausahaan dapat memberikan wawasan terhadap mahasiswa untuk berwirausaha serta meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa. Kata Kunci : Mata Kuliah. Praktik. Kewirausahaan. Minat Berwirausaha Mahasiswa. Copyright@ Reni Nasrianti. Lita Arfah. MarroAoaini. Dian Martha Darman Abstract This research is motivated by the economic problems faced in Indonesia due to the imbalance in the number of workers and employment opportunities. One of the efforts to reduce the unemployment rate is to foster an interest in business so as to create new entrepreneurs. Students can start entrepreneurship with an interest in themselves and study entrepreneurship courses and practices because learning about entrepreneurship is able to shape an attitude and behavior of an entrepreneur. This study aims to determine students' entrepreneurial interest in entrepreneurship courses and practices at the STAI Al-Kifayah Riau campus. The research method uses qualitative descriptive The research was conducted at the STAI Al-Kifayah Riau campus with 3 students and entrepreneurship lecturers as research subjects. Data was collected through interviews, observation and documentation. The results of this study are that entrepreneurship courses and practices can provide insight to students for entrepreneurship and increase student interest in entrepreneurship. Keywords : Subjects. Practice. Entrepreneurship. Student Entrepreneurial Interest PENDAHULUAN Tingginya angka pengangguran di Indonesia disebabkan oleh besarnya jumlah penduduk indonesia yang tak diimbangi kualitas sumber daya manusia, persaingan tenaga kerja dan ekonomi dari internasional, membuat sektor pendidikan harus berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Menurut (Ramdhan et al. , 2. mengatakan bahwa pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan kerja, yang secara aktif sedang mencari pekerjaan dengan mengharapkan upah tertentu, tetapi tidak mendapat pekerjaan yang diinginkan. Saat ini pengangguran tak hanya berstatus lulusan SD sampai SMA saja, tetapi banyak juga yang berstatus pendidikan tinggi atau Menurut (Sari & Habsari, 2. data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan sebagian dari jumlah pengangguran di Indonesia adalah mereka yang berpendidikan Diploma/Akademi dan lulusan perguruan tinggi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pengangguran banyak terjadi pada penduduk yang berpendidikan. Dikarenakan salah satunya adalah mindset para pemuda yang ingin menjadi PNS dan sebagai pencari Sementara penerimaan PNS dan perusahaan juga semakin selektif dalam menerima pegawai atau karyawan baru sehingga tingkat persaingan juga semakin Tingginya angka pengangguran pada lulusan perguruan tinggi menunjukkan Copyright@ Reni Nasrianti. Lita Arfah. MarroAoaini. Dian Martha Darman bahwa proses pendidikan diperguruan tinggi kurang mendapatkan persoalan-persoalan nyata di dalam masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dilapangan dengan dosen terdapat beberapa orang mahasiswa yang berminat memiliki sebuah Selebihnya mereka berharap setelah lulus dari kampus ini mereka ingin menjadi seorang guru sesuai program studi yang mereka ambil yaitu PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiya. , artinya masih sedikit mahasiswa yang memiliki minat untuk terjun dalam dunia usaha. Berdasarkan fenomena diatas, minat kewirausahaan mahasiswa masih jauh dari harapan. Maka kewirausahaan dipandang sebagai salah satu jalan alternative untuk mewujudkan suatu kegiatan yang dapat menciptakan dan meningkatkan pertumbuhan lapangan kerja. Hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia saat ini sudah menyelenggarakan pendidikan kewirausahaan. Hal ini tidak terlepas dari peranan pemerintah melalui upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui Instruksi Presiden R. Nomor 4, tahun 1995 tentang AuGerakan Nasional KewirausahaanAy. Tahun 2008 pemerintah Memasyarakatkan dan Membudayakan Departemen Koperasi dan UKM telah mencanangkan program GETUKNAS (Gerakan Tunas Kewirausahaan Nasiona. untuk pelajar SMA dan mahasiswa (RifaAoi. Achmad, 2. Kewirausahaan adalah kemauan dan kemampuan seseorang untuk mencari peluang, yang dijalankan dengan baik untuk menghasilkan sebuah keuntungan atau manfaat sosial (Love Moses & Mosunmola, 2. Untuk mengatasi keterbatasan lapangan kerja dapat dilakukan dengan membekali para pencari kerja dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kewirausahaan melalui pengembangan dan pembelajaran kewirausahaan didalam kampus yaitu dengan adanya sebuah pendidikan dan pelatihan kewirausahaan agar para sarjana tidak berpikir hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi mereka bisa menciptakan peluang usaha baik bagi diri sendiri maupun orang lain karena mereka sudah dilatih di kampus. Institusi pendidikan dapat menjadi pelatihan tempat inkubasi kewirausahaan bagi para mahasiswa (Rembulan & Fensi, 2. Sebagai upaya meningkatkan minat wirausaha masyarakat khususnya mahasiswa, maka perguruan tinggi memberikan mata kuliah kewirausahaan. Dimana mata kuliah kewirausahaan berperan penting dalam menumbuhkan minat wirausaha karena tidak hanya memberikan landasan teoritis mengenai konsep kewirausahaan tetapi juga membentuk sebuah sikap, perilaku, dan pola pikir . seorang wirausahawan . Kurikulum kewirausahaan yang didefinisikan sebagai sifat khusus mata pelajaran Copyright@ Reni Nasrianti. Lita Arfah. MarroAoaini. Dian Martha Darman dari materi kurikulum, konten, strategi pengajaran, umpan balik dan praktik penilaian yang digunakan oleh universitas untuk mempromosikan keterampilan, perilaku, sikap, dan kompetensi kewirausahaan siswa (Iqbal et al. , 2. Isi kurikulum adalah . aik mengembangkan kompetensi kewirausahaan di kalangan siswa (Kazakeviciute et al. Hal ini tentunya merupakan sebuah modal untuk mempersiapkan para mahasiswa dalam memulai bisnis baru melalui integrasi pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan penting untuk mengembangkan dan memperluas sebuah bisnis. Dengan adanya mata kuliah kewirausahaan di kampus, pengajar/dosen dapat membekali dan membentuk sikap mental kewirausahaan dalam diri mahasiswa yaitu dengan menanamkan nilai-nilai kewirausahaan melalui pelajaran kewirausahaan. (Wang & Wong, 2. menjelaskan bahwa dampak dari pendidikan kewirausahaan telah diakui sebagai salah satu faktor penting yang membantu generasi muda untuk memahami dan menumbuhkan sikap kewirausahaan. Mata kuliah kewirausahaan diharapkan bukan hanya sebagai kewajiban penyelenggaraan perkuliahan saja, melainkan diperlukan suatu pendekatan sosial dan Pendekatan sosial adalah di mana mahasiswa setelah lulus dari perkuliahan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya. Sedangkan pendekatan ekonomi (Murdjianto,2. adalah dengan berwirausaha individu tersebut mampu menghasilkan pendapatan untuk dirinya, orang lain, maupun pemerintah. Dalam menciptakan wirausaha tidaklah mudah, dimana seorang wirausaha harus terlahir dari minat berwirausahanya sendiri. Sebagai generasi muda penerus bangsa, mahasiswa bisa menjadi penggerak kewirausahaan dengan cara mendorong diri sendiri dan mempelajari pengetahuan tentang kewirausahaan. Karena dalam pengetahuan kewirausahaan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis kemudian mahasiswa akan menjadi seorang wirausahawan yang tangguh dalam menghadapi berbagai resiko dalam dunia bisnis. Minat berwirausaha merupakan pilihan aktivitas seseorang karena tertarik, senang, dan berkeinginan untuk berwirausaha dan berani mengambil resiko untuk mencapai kesuksesan (Erwani Yusuf & Riyanto Efendi, 2. Sedangkan menurut (Vera Firdaus, 2. minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan hal dibanding Minat kewirausahaan perlu ditumbuhkan didalam diri untuk mengatasi permasalahan Dengan adanya jiwa kewirausahaan, maka diharapkan akan tumbuh Copyright@ Reni Nasrianti. Lita Arfah. MarroAoaini. Dian Martha Darman sikap dan kemauan untuk mandiri demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik tanpa harus bergantung kepada orang lain. Seperti yang diungkapkan oleh (Kepribadian & Dan, 2. Semakin maju suatu negara semakin banyak orang yang terdidik dan semakin banyak pula orang menganggur, maka semakin dirasakan pentingnya dunia Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut dengan tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh mata kuliah dan praktik kewirausahaan terhadap minat mahasiswa STAI Al- Kifayah untuk berwirausaha. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan dan tambahan bagi kajian-kajian teoritis mengenai konsep kewirausahaan khususnya pada generasi muda yang dimulai dari mahasiswa. Sebagai manfaat secara manajerial, penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan dan pertimbangan mengenai latar belakang pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan konsep dasar kewirausahaan yang diberikan oleh tiap institusi pendidikan yang ada. Hal ini akan bermanfaat secara tidak langsung untuk memberikan pertimbangan kepada mahasiswa mengenai manfaat dari mata kuliah kewirausahaan dan praktik kewirausahaan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk berwirausaha. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dikampus STAI Al-Kifayah Riau. Waktu penelitian dilaksanakan bulan November tahun 2022. Tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung ke lapangan dan melakukan wawancara terhadap beberapa mahasiswa dan dosen yang mengampu mata kuliah kewirausahaan. Dari hasil wawancara dengan dosen kewirausahaan menjelaskan bahwa masih rendahnya minat mahasiswa dalam berwirausaha. Subjek penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa PGMI. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus yakni bertujuan untuk menjelaskan dan memahami objek yang ditelitinya secara khusus sebagai suatu kasus, jika dilihat dari lokasi sumber data termasuk kategori penelitian lapangan (Wibowo et al. , 2. Dalam penelitian kualitatif, peneliti wajib hadir di lapangan, karena peneliti merupakan instrumen peneliti pertama . he instrument of choice in naturalistic inquiry is the huma. yang memang harus hadir sendiri di lapangan secara langsung mengumpulkan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Copyright@ Reni Nasrianti. Lita Arfah. MarroAoaini. Dian Martha Darman Hasil penelitian berupa deskripsi yang dilakukan dalam observasi dilapangan dan dalam bentuk wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan dapat diketahui bahwa masih rendahnya minat mahasiswa dalam membangun jiwa wirausaha dikarenakan bagi mereka setelah lulus kuliah maka mereka mencari kerja dan mencapai cita-cita mereka dengan menjadi guru sesuai jurusan yang mereka pilih. Dari pernyataan mereka tersebut sepertinya tidak tergambar bagi mereka apakah setelah lulus kuliah bisa langsung mendapatkan pekerjaan sesuai yang di inginkan ataupun Sementara dalam mendapatkan pekerjaan tidak semudah yang dibayangkan dikarenakan tingginya persaingan dalam dunia kerja dengan persaingan yang semakin ketat dan selektif karena harus beradu kompetensi dan keahlian tertentu. (Wang & Wong, 2. menjelaskan dampak dari adanya pendidikan kewirausahaan telah diakui sebagai salah satu faktor penting yang membantu kaum muda untuk memahami dan menumbuhkan sikap kewirausahaan. Sehingga mata kuliah kewirausahaan yang diadakan diperguruan tinggi memberikan sebuah terobosan dalam merubah pola pikir mahasiswa untuk menjadi seorang wirausaha, selain mereka lulus perguruan tinggi menjadi seorang guru mereka juga mampu dalam mengelola sebuah usaha bahkan membuka lapangan kerja dengan bekal pelajaran yang mereka dapatkan selama menempuh pendidikan. Mata Kuliah Kewirausahaan Kewirausahaan adalah suatu bentuk usaha untuk meningkatkan sumber daya guna menciptakan kreativitas dan inovasi dalam meraih peluang (Harianti & Margaretha, 2. Mata kuliah kewirausahaan merupakan mata kuliah yang tujuannya untuk membekali mahasiswa berbagai nilai dan keterampilan . serta perilaku dalam berwirausaha, misalnya kemampuan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan inspiratif untuk membaca peluang usaha, keberanian terhadap risiko serta keterampilan membuat rencana usaha . usiness pla. Oleh karena itu, guna mendukung wirausaha, institusi pendidikan telah menyusun program keilmuan yang mendorong semangat berwirausaha bagi mahasiswa, melalui mata kuliah kewirausahan yang diinternalisasi dalam kurikulum pembelajaran (Anggresta et al. , 2. Mata kuliah tersebut dinilai telah memberikan pengaruh terhadap minat mahasiswa dan siap untuk memulai berwirausaha (Hermina et al. , 2. Pada mata kuliah kewirausahaan, dosen memfasilitasi mahasiswa untuk mengenal konsep kewirausahaan yang nantinya dapat bermanfaat saat menjadi seorang wirausaha. Kegiatan pembelajaran kewirausahaan dilakukan tidak hanya Copyright@ Reni Nasrianti. Lita Arfah. MarroAoaini. Dian Martha Darman dalam tataran konsep, tetapi mahasiswa diajak untuk menciptakan suatu rancangan bisnis secara sederhana yang diawali dengan melakukan observasi dilingkungan Dari hasil kegiatan observasi itulah mahasiswa kemudian ditugaskan untuk merancang suatu kegiatan bisnis dalam skala kecil yang diawali dengan pembuatan konsep rencana bisnis . usiness pla. , yang di dalamnya memuat tentang konsep mulai dari latar belakang bisnis diciptakan sampai rencana dalam memasarkan bisnis Adapun materi kurikulum yang di terapkan dalam panduan pembelajaran yang diajukan dalam keilmuan kewirausahaan menurut isi buku kewirausahaan karangan (Suryana, 2. , membahas tentang : a. Pendahuluan. Ruang Lingkup Displin Ilmu Kewirausahaan. Karakter. Ciri-Ciri Umum, dan Nilai-Nilai Hakiki Kewirausahaan. Proses Kewirausahaan e. Fungsi dan Model Peran Wirausaha f. Ide dan Peluang Dalam Kewirausahaan g. Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya h. Pengelolaan Usaha dan Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan. Berdasarkan pendapat diatas, materi kewirausahan yang diajarkan didapat dari teori-teori kewirausahaan yang diajarkan oleh pengajar kepada mahasiswa. Pada akhirnya, pengetahuan yang telah didapat dan diproses akan menghasilkan sebuah penguasaan materi yang optimal dan dapat diwujudkan dalam bentuk angka atau nilai, maupun perubahan sikap dan tingkah laku yang membentuk jiwa mahasiswa menjadi seorang entrepreneur yang baik. Seorang entrepreneur yang baik yaitu memiliki sikap jujur dan gigih. Hal inilah yang menjadi sebuah pelajaran mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan kewirausahaan sebagai salah satu modal untuk terjun kedalam dunia Menumbuhkan Minat Berwirausaha (Putri, 2. menegaskan bahwa mata kuliah kewirausahaan merupakan salah satu aspek ekstrinsik yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa. Secara umum minat adalah dorongan atau rangsangan dari dalam diri seseorang untuk sesuatu hal yang mereka sukai. Menurut (Wirausaha, 2. minat adalah perasaan tertarik atau berkaitan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada perintah. (FuAoadi, 2. mengungkapan bahwa minat berwirausaha adalah kesediaan untuk bekerja keras dan tekun untuk mencapai kemajuan usahanya, berani menanggung resiko berkaitan dengan tindakan usaha yang dilakukannya, kesediaan untuk hidup hemat, kesediaan untuk belajar dalam dunia bisnis. (Erwani Yusuf & Riyanto Efendi, 2. menegaskan bahwa seseorang Copyright@ Reni Nasrianti. Lita Arfah. MarroAoaini. Dian Martha Darman memutuskan untuk berwirausaha karena adanya pengaruh faktor pendapatan, lingkungan, dan pendidikan kewirausahaan. (Rauch et al. , 2. berpendapat salah satu penyebab meningkatnya minat terhadap kewirausahaan adalah dampak positif kewirausahaan pada pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. (Azwar, 2. , menyatakan bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan. Pihak universitas bertanggung jawab dalam mendidik dan memberikan kemampuan wirausaha kepada para lulusannya dan memberikan motivasi untuk berani memilih berwirausaha sebagai karir mereka. Dengan adanya minat mahasiswa dalam mata kuliah kewirausahaan maka pihak perguruan tinggi perlu menerapkan suatu pola pembelajaran dan pengetahuan yang bermakna agar dapat mendorong semangat mahasiswa dalam belajar wirausaha. Mengingat data dan meningkatnya minat dalam kewirausahaan, pembuat kebijakan dan para sarjana mulai membahas bagaimana kewirausahaan dapat berperan mengurangi pengangguran dan berpotensi mengatasi tantangan global (Alsaaty et al. Menerapkan Praktik Kewirausahaan di Perguruan Tinggi. (Andriani & Dewi, 2. menjelaskan bahwa pembelajaran kewirausahan dapat membentuk sikap, perilaku, pola pikir dan condong kepada minat peserta didik untuk menjadi wirausahawan sehingga berwirausaha dapat menjadi pilihan karir dari peserta Dalam pembelajaran kewirausahan tidak hanya mempelajari tentang teori dalam berwirausaha melainkan juga mempelajari secara langsung atau melalui praktik pembelajaran kewirausahaan. Praktik wirausaha pada lingkungan sekolah atau kampus dimulai dari pendidikan kewirausahaan berbasis proyek, yaitu didalamnya siswa memperoleh pengalaman keterampilan berwirausaha, juga pengetahuan ilmu kewirausahaan, melalui kerjasama pihak sekolah dengan lingkungan bisnis di satu daerah (Rahmi, 2. Menerapkan praktik kewirausahaan dilingkungan kampus merupakan suatu cara untuk melatih dan menumbuhkan minat mahasiswa dalam dunia usaha selain itu mengajarkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan unik, berpikir kreatif dan inovatif. Setelah mempelajari mata kuliah kewirausahaan peneliti dapat mengetahui pemahaman mahasiswa dalam mengikuti materi dan berapa banyak mahasiswa yang berminat setelah tamat kuliah nanti ingin membuka usaha sendiri selain dari seorang sarjana. Karena dengan adanya sarjana dan didukung adanya bisnis mampu menjadikan sebuah Copyright@ Reni Nasrianti. Lita Arfah. MarroAoaini. Dian Martha Darman pebisnis yang memiliki strategi dan mampu membaca peluang kedepan sesuai dengan perkembangan zaman serta paham dengan resiko, dan tantangan yang akan dihadapi. Menumbuhkan suatu bentuk minat mahasiswa dalam berwirausaha dapat dilihat dari sebuah hasil karya atau ide kreativ yang dimiliki. Selanjutnya setelah mengikuti mata kuliah kewirausahaan dikampus, maka dosen melatih mahasiswa dalam kegiatan keterampilan atau praktik berwirausaha guna melihat ide kreativ dan inovasi mereka dalam kegiatan usaha. Kegiatan praktik ini dilakukan dilingkungan kampus pada pembelajaran pertemuan akhir semester. Dengan menilai usaha yang dijual, bagaimana strategi penjualan mereka dan bagaimana bentuk promosi terhadap produk yang mereka jual. Pada saat melakukan praktik berwirausaha, mahasiswa dipupuk untuk memiliki jiwa kepemimpinan yaitu mahasiswa diarahkan untuk memutuskan kapan dan dimana usaha dilakukan. Selain itu mereka juga dituntut untuk bisa mengelola usaha yang telah bentuk bersama teman satu tim. Kemampuan manajerial dan juga kepemimpinan ini akan melatih mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang handal nantinya saat kelak memiliki usaha setelah lulus dari kuliah. Kegiatan pembelajaran pada mata kuliah kewirausahaan membentuk jiwa mahasiswa untuk bisa mengelola usaha yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hal ini sesuai dengan (Dale Timpe Kepemimpinan merupakan sebuah seni untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara kepatuhan, kepercayaan, hormat, dan kerja sama yang bersemangat dalam mencapai tujuan bersama. Proses pembelajaran mata kuliah kewirausahaan mahasiswa dibentuk menjadi seorang entrepreneur yang baik yang memiliki sikap jujur dan gigih . antang Hal ini terlihat dari beberapa sikap dan hasil karya mahasiswa dalam melakukan praktik berwirausaha misalnya mahasiswa tidak berbohong dalam memasarkan dan memberikan informasi produk yang mereka buat, mahasiswa juga memperhatikan kesehatan saat membuat produk makanan/ minuman dengan tidak menggunakan bahan berbahaya bagi kesehatan, mahasiswa juga selalu berusaha memberikan kenyamanan dalam melakukan pemasaran produk. Dengan adanya penerapan praktik kewirausahaan dikampus terlihat bahwa mahasiswa menjadi termotivasi karena adanya kebahagiaan tersendiri terhadap produk yang mereka buat dan mereka jual kemudian untung dari penjualanpun mereka nikmati bersama tim/kelompok. Mereka mengakui bahwa kegiatan seperti ini menyenangkan Copyright@ Reni Nasrianti. Lita Arfah. MarroAoaini. Dian Martha Darman dan menjadi sebuah dorongan dan minat bagi mereka untuk berjualan sendiri dengan harapan keuntungan yang mereka dapat mampu menambah uang belanja atau membayar uang kuliah dengan hasil usaha mereka. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh (Sh & Baharun, 2. menunjukkan bahwa mereka yang telah belajar kewirausahaan mengungkapkan bahwa minat mereka untuk menjadi pengusaha lebih tinggi dan mereka berani mengambil sebuah tantangan untuk memulai sebuah bisnis SIMPULAN Berdasarkan hasil dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa setelah penerapan mata kuliah dan praktik kewirausahaan mampu memberikan sebuah pengetahuan serta dorongan dan minat mahasiswa dalam berwirausaha. Sehingga mahasiswa memiliki keterampilan bagaimana menjadi seorang wirausaha yang memiliki ide kreatif dengan adanya praktik wirausaha dan bisa membaca peluang usaha kedepan, serta berani menghadapi tantangan dan resiko dalam dunia bisnis. DAFTAR PUSTAKA