Volume 14. Nomor 1. Agustus 2022 REDAKSI Penanggung jawab : Dr. Munawaroh. Kes Dr. Heny Sulistyowati. Hum Dr. Nurwiani. Dr. Nanik Sri Setyani. Redaksi: Ketua Sekretaris Reviewer : Ir. Slamet Boediono. Si. : Dr. Abd. Rozak. Pd. Safiil Maarif. : Dr. Wiwin Sri Hidayati. Pd ( Bidang Pendidikan Matematik. Nahlia Rahmawati. Si (Bidang Matematik. Mitra Bestari Dr. Warly. Pd (Universitas Ronggolawe Tuba. Dr. Iis Holisin. Pd (Universitas Muhammadiyah Surabay. Penerbit : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang Alamat : Program Studi Pendidikan Matematika Kampus STKIP PGRI Jombang Jln. Pattimura i/20 Jombang. Telp : . 861319 stkipjb@gmail. PENGANTAR REDAKSI Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menerbitkan jurnal AuedumathAy volume 14 Nomor 1 edisi Agustus 2022. Penerbitan jurnal AuedumathAy ini untuk memfasilitasi dosen program studi pendidikan mempublikasikan hasil karya yang dihasilkan. Jurnal ini berisikan tentang artikel yang membahas tentang matematika dan pendidikan matematika. Kami menyadari bahwa jurnal AueduMATHAy ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat konstruktif selalu kami harapkan demi kesempurnaan jurnal ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada Mitra Bestari dan semua pihak yang telah berperan serta dalam penerbitan jurnal AueduMATHAy ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. KETENTUAN PENULISAN Artikel yang dimuat dalam jurnal meliputi naskah tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan tinjauan kepustakaan tentang pendidikan Matematika atau matematika Naskah belum diterbitkan dalam jurnal dan media cetak lain. Naskah merupakan karya orisinal, bebas dari plagiasi dan mengikuti etika penulisan. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pengutipan, penggunaan softwere untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HAKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya menjadi tanggung jawab penulis naskah. Semua naskah ditelaah oleh mitra bestari yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang Penulis diberikan kesempatan untk melakukan revisi naskah atas dasar saran dari mitra bestari atau penyunting. Kepastian pemuatan naskah atau penolakan akan diberitahukan secara tertulis. Ketentuan penulisan naskah: Naskah ditulis dengan 1. 5 spasi, kertas A4, panjang 10-20 halaman. Berkas naskah ditulis dalam microsoft word, dan diserahkan melalui Sistimatika penulisan : Hasil penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Metode . Hasil penelitian. Pembahasan. Simpulan dan saran. Daftar Hasil non penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Bahasan Utama. Penutup atau Simpulan. Daftar rujukan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 EduMath Volume 14 Nomor 1. Agustus 2022 Halaman 73- 83 PENERAPAN PEMBELAJARAN THINK PAIRS SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI-MM3 SMKN I JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019 yaoyaoyayayayaya SMKN I Jombang zenaburio@gmail. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI-MM-3 SMKN I Jombang Tahun Pelajaran 2018/2019 pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sampel penelitian terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 14 siswa Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan aktivitas siswa dan tes hasil belajar siswa. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa dan lembar tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pairs Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Hal ini terbukti dari hasil analisis didapatkan bahwa rata-rata aktivitas pada siklus I sebesar 59,04 meningkat pada siklus II dengan rata-rata aktivitas siswa menjadi 73,5. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 65 dengan ketuntasan klasikal 62,9% dan siklus II sebesar 75 dengan ketuntasan klasikal 77,1% Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif. Tipe Think Pairs Share. Aktivitas Siswa. Hasil Belajar Siswa PENDAHULUAN Pendidikan sehari-hari (Trianto, 2007 : . berorientasi pada masa lalu dan masa kini. Perkembangan dunia industri saat ini tetapi sudah seharusnya merupakan proses yang mengantisipasi dan membicarakan masa mengubah konsep berfikirnya. Masa depan Pendidikan hendaknya melihat jauh ke yang kian tidak menentu akan dihadapi oleh depan dan memikirkan apa yang akan dihadapi umat manusia pada abad ke-21 memiliki siswa dimasa yang akan datang. Pendidikan implikasi luas dan mendalam terhadap berbagai yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya macam rancangan pengajaran dan teknik mempersiapkan para siswanya untuk sesuatu Sehingga merupakan kewajiban moral bagi seorang guru untuk mendorong dan menyelesaikan masalah-masalah yang pendidikan untuk memotivasi siswa agar belajar pengetahuan dan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 keterampilan yang signifikan untuk memicu disebabkan selama proses pembelajaran, guru dan memacu siswa agar bersikap inovatif, lebih sering menggunakan atau menerapkan model kreatif, adaptif dan fleksibel dalam menghadapi pembelajaran langsung misalnya ceramah, tantangan perkembangan dunia industri. Hal ini latihan soal dan selanjutnya diskusi antar membawa konsekuensi bagi guru, siswa, sehingga menyebabkan siswa tidak mampu menjadi model mental, suatu suri dapat berkembang secara mandiri dalam proses teladan tentang bagaimana untuk menjadi berfikirnya dan cenderung merasa jenuh dalam inovatif, kreatif, adaptif dan fleksibel (Suyono dan Hariyanto, 2011 : 4-. Pendidikan adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk satu-satunya aset untuk membangun sumber bertanya, masih banyak siswa cenderung diam Lewat dan aktivitas belajarnya masih kurang aktif, pendidikan bermutu, bangsa dan negara akan sehingga tidak sedikit siswa mendapat hasil terjunjung tinggi martabatnya di mata dunia. Untuk itu diperlukan model pendidikan yang Ketuntasan tidak hanya mampu menjadikan siswa cerdas keinginan belajar matematika siswa yang dalam teoritical science . eori ilm. , tetapi juga masih rendah dan kepercayaan diri siswa yang cerdas practical science . raktik ilm. Oleh kurang, siswa masih cenderung menunggu Minimal Pada (KKM). Kriteria Selain mereka pelajari memiliki kebermaknaan untuk membuka pola pikir siswa bahwa ilmu yang Dalam aktivitas belajar pembelajaran masih banyak siswa yang belum memahami mengubah sikap, pengetahuan, dan ketrampilan materi yang disampaikan oleh guru, siswa menjadi lebih baik (Shoimin, 2014 : . hanya diam saja serta tidak mau bertanya Peneliti yang juga sebagai guru SMKN I dengan gurunya maupun kepada temannya. Jombang, dalam pelaksanaan pembelajaran Jika pembelajaran secara berkelompok dimana setiap kelompok anggotanya lebih dari dua pengamatan pada aktivitas dan hasil belajar. siswa, maka hanya beberapa siswa yang aktif Hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa di sedangkan yang lain masih bersikap pasif kelas XI-MM masih belum mencapai KKM Upaya pembelajaran yang melibatkan yang ditentukan. Belum ketercapaian hasil siswa secara aktif, memberi siswa untuk lebih belajar matematika ini khususnya pada materi system persamaan linear dua variaabel. Hal ini P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 ide penyelesaian dari soal yang diberikan oleh mengemukakan pendapat serta meningkatkan kerja sama antar siswa, maka alternatif TPS memberi siswa waktu untuk berfikir pembelajaran yang bisa peneliti usulkan adalah dan merespon serta saling bantu satu sama lain, model pembelajaran kooperatif tipe Think serta relatif lebih sederhana karena tidak Pairs Share (TPS). menyita waktu yang lama untuk mengatur Model pembelajaran kooperatif tipe TPS tempat duduk ataupun mengelompokkan siswa. Pembelajaran ini melatih siswa untuk berani berpendapat dan menghargai pendapat teman. pembelajaran kooperatif tipe TPS. Menurut Sehingga pembelajaran dengan model TPS Cholifah. adalah: . guru mengajukan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Langkah-langkah denganpelajaran dan guru mnyediakan bahan dan alat yang diperlukan . guru meminta \METODE PENELITIAN parasiswa untuk mendiskusikan mengenai apa Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang telah difikirkan melalui pengamatan, eksplorasi atau prosedur penelitian . pada langkah akhir ini guru meminta pasangan pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga tersebut untuk berbagi atau bekerja sama dengan kelas (PTK) yangtelah dibicarakan. TPS mampu mengubah dideskripsikan dan dianalisis secara kuantitatif. PTK yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru diselenggarakan dalam setting kelompok kelas ke kelas atau di sekolah tempat mengajar secara keseluruhan. TPS memberikan kepada siswa waktu untuk berfikir dan merespon serta peningkatan proses pembelajaran (Arikunto, saling bantu satu sama lain. 2010 : . Pembelajaran TPS Menurut Ebbut . alam Ekawarna, 2011 : merupakan pembelajaran yang memberikan . PTK adalah kajian sistematik dari upaya kesempatankepada siswa untuk berpikir sendiri perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh dan mencoba mendiskusikan hasil pikirannya sekelompok guru dengan melakukan tindakan- tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan diskusinya kepada teman-temannya dan pada refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan- intinya siswa dipasangkan dan bekerjasama dengan pasangannya untuk menemukan suatu Kunandar . alam Ekawarna, 2011 : . PTK Sedangkan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh Merupakan rencana pembelajaran yang guru atau bersama-sama dengan orang lain mencakup standar kompetensi , kompetensi . yang bertujuan untuk memperbaiki dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan atau meningkatkan mutu proses pembelajaran pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi di kelasnya. sumber/bahan/alat PTK merupakan salah satu cara yang Silabus dalam peenelitian ini adalah silabus strategis bagi guru untuk memperbaiki layanan pada materi system persamaan linear dua kependidikan yang harus di selenggarakan dalam konteks pembelajaran di kelas dan Lembar Kegiatan Siswa peningkatan kualitas program sekolah secara Merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya mengingat tujuan penelitian tindakan kelas berisi petunjuk, langkah-langkah untuk adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan menyelesaikan tugas. LKS yang digunakan merupakan buatan peneliti sendiri sesuai Hal berkesinambungan (Aqib, 2006 : . Penelitian dengan materi sistem persamaan linear dua (PTK) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikembangkan oleh Stedphen Kemmis dan Merupakan rencana yang menggambarkan Robin Mc Taggart. Model penelitian tindakan kelas (PTK) ini terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan . , tindakan . , kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus . Sampel penelitian ini adalah siswa dan sesuai dengan tujuan yang ingin kelas XI Ae MM-3 SMKN I Jombang tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 35 siswa pembelajaran kooperatif tipe TPS. Peneliti menyiapkan RPP . , laki-laki Penelitian dilakukan dengan dua materi sistem persamaan linear dua variabel. siklus yang dilaksanakan pada semester gasal Kisi-kisi soal Merupakan suatu format yang memuat tahun pelajaran 2018/2019 bertempat di kelas kriteria tentang soal-soal yang diperlukan XI-MM-3 SMKN I Jombang. atau yang akan disusun pada kegiatan Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : pembelajaran melalui penerapan model Silabus pembelajaran kooperatif tipe TPS. Kisi-isi P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada siklus I persamaan linear dua variabel. dan siklus II. Lembar soal tes Lembar soal tes ini dalam bentuk soal Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oeh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih Lembar mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih soal tes ini disusun berdasarkan kisi-kisi cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih soal serta dilengkapi alternatif Jawaban (Arikunto. Metode pengumpulan data atau metode Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini penelitian adalah cara yang digunakan oleh adalah Lembar observasi dan Lembar tes. Lembar tes digunakan untuk mengetahui hasil penelitiannya (Arikunto, 2010 : . Adapun belajar siswa di akhir siklus. Lembar tes dalam metode pengumpulan data dyang digunakan penelitian ini berupa soal uraian. Sebelum soal dalam penelitian ini adalah observasi dan Tes. tes digunakan, terlebih dahulu peneliti menguji Metode Observasi digunakan untuk mengukur validitas dan reliabilitas secara empiris pada tingkah laku individu ataupun proses terjadinya tiap butir soal dengan rumus : suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam ycycuyc = situasi yang sebenarnya dalam pembelajaran. Observasi Kegiatan (Arikunto, 2010 : . Dalam penelitian ini soal tes dikatakan valid jika mempunyai validitas sedang, tinggi dilakukan oleh guru. atau sangat tinggi rxy Ou 0,. Reliabilitas mempunyai arti dapat dipercaya, atau latihan serta alat lain yang digunakan jadi dapat diandalkan (Arikunto, 2010 : . untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat Oo. cA Oo Oc ycU 2 Oe (Oc ycU)2 ]. cA Oo Oc ycU 2 Oe (Oc ycU)2 ] Metode Tes merupakan serentetan pertanyaan ycA Oo Oc ycUycU Oe (Oc ycU) Oo (Oc ycU) Koefisien reliabilitas suatu tes bentuk uraian dapat ditaksir dengan menggunakan rumus Alpha sebagai berikut: (Arikunto, 2010 : . Metode tes digunakan E k E E AeA b2 E r11 A E E E1A 2 E E . A . E E A 1 E (Arikunto, 2010:. Dalam penelitian ini, butir soal tes menggunakan tes subyektif yang berbentuk reliabel jika reliabilitas sedang, tinggi atau diberikan dapat dikuasai dengan baik oleh Dalam . Tes sangat tinggi . 11 Ou 0. Teknik analisis data meliputi : P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Analisis data aktivitas siswa Adanya peningkatan aktivitas siswa dari Data tentang aktivitas siswa dianalisis siklus sebelumnya ke siklus selanjutnya dengan menghitung persentase aktivitas Rumus menghitung persentase aktivitas siswa untuk masing-masing indikator dalam kualifikasi setiap indikator adalah: Oc ycycoycuyc y 100% Oc ycycoycuyc ycoycaycu Dalam menarik kesimpulan dari hasil analisis data, ditetapkan kriteria sebagai Prosentase Keaktifan Keterangan 81 Ae 100 % Sangat Aktif 61 Ae 80 % Aktif 41 Ae 60 % Cukup Aktif 21 Ae 40 % Kurang Aktif 0 Ae 20 % Tidak Aktif keberhasilan Ou 65%). yayceycaycoycycnyceycaycu ycycnycycyca = . ersentase Peningkatan hasil belajar matematika siswa dikatakan tuntas Ou Sedangkan ketuntasan belajar siswa secara klasikal adalah minimal 75% siswa tuntas belajar secara individual HASIL PENELITIAN Uji Instrumen Penelitian . Analisis data tes hasil belajar siswa Rata-rata Untuk menghitung rata-rata hasil belajar siswa, digunakan rumus : OcycU ycUI = OcycA Dengan : ycUI = nilai rata-rata Oc ycU = jumlah nilai siswa Oc ycA = jumlah siswa Ketuntasan secara individu Ketuntasan hasil belajar siswa secara individu, akan diperoleh jika nilai siswa Ou 65 (Standar KKM). Ketuntasan secara klasikal Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar secara klasikal. , digunakan rumus sebagai berikut : Oc ycycnycycyca ycycaycuyci ycycycuycycayc ycayceycoycaycycayc ycy= Oc ycycnycycyca y 100% Indikator keberhasilan ditetapkan sebagai Sebelum soal diujikan kepada sampel dalam penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas soal tes. Uji validitas dan reliabilitas soal tes dilakukan oleh peneliti pada kelas uji coba di kelas XIMM-3 SMKN I Jombang. Hasil uji validitas setiap butir soal siklus I dan siklus II sebagai Tabel 1 : Hasil Uji Validitas Siklus I No. Soal Nilai Validitas 0,786 0,804 Kriteria Tinggi Sangat Tinggi Tabel 2 : Hasil Uji Validitas Siklus II No. Nilai Validitas Soal 0,882 0,767 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Berdasarkan Tabel 1 pada siklus I terlihat . Membuat soal nomor 1 pada kategori tinggi, soal nomor observasi aktivitas 2 pada kategori sangat tinggi,. Sedangkan . Mempersiapkan berdasarkan Tabel 2 pada siklus II terlihat soal nomor 1 pada kategori sangat tinggi, soal . Mempersiapkan Lembar Kegiatan Siswa . Mempersiapkan soal tes uraian beserta Dapat disimpulkan bahwa semua soal pada siklus I alternatif jawaban tes. dan siklus II tersebut memenuhi kriteria valid Tindakan yang telah ditentukan oleh peneliti, dan Siklus I diadakan dua kali pertemuan selanjutnya dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Sedangkan hasil uji reliabilitas didapatkan data sebagai berikut : 2 y 45 Tabel 3 Uji Reliabilitas Butir Soal Siklus I pengurangan pada sistem persamaan linear Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,418 N of Items dilaksanakan pada hari selasa tanggal 9 April 2019 pukul 11. 15 Ae 12. 45 dan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Tabel 4:Uji Reliabilitas Butir Soal Siklus II kamis tanggal 11 April 2019 pukul 08. 30 Ae Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,527 Pengamatan Berdasarkan Tabel 3 dan Tabel 4 Berdasarkan observasi yang dilaksanakan mempunyai reliabilitas sedang, sehingga dapat pada saat pembelajaran didapatkan hasil sebagai berikut: berupa tes adalah reliabel. Data tentang aktivitas siswa pada siklus I disajikan pada tabel berikut : Tabel 5 Aktivitas siswa pada siklus I Siklus I Tahap Perencanaan Pada tahapan ini peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada model pembelajaran kooperatif tipe TPS sebagai berikut: Menyusun Rencana Aktivitas siswa Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Indikator Yang diamati Prosentase Dapat 57,1% pertanyaan guru Mengerjakan LKS 61,9% Berdiskusi berpasangan teman 66,7% Mempresentasikan hasil 57,1% Menyimpulkan 52,4% diskusi dan materi P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Rata-rata Aktivitas 59,04 Berdasarkan mencapai kriteria ketuntasan minimal digambarkan grafik aktivitas siswa sebagai secara klasikal pada aspek A1. A2. A4 dan A5 yakni O 65% dari indikator. Masih banyak siswa yang kurang teliti mengerjakan soal tes pada siklus I, sehingga hasil belajar siswa masih belum mencapai kriteria ketuntasan minimal secara klasikal, yakni 75% Aktivitas siswa tuntas belajar. Gambar 1 Aktivitas Belajar Siswa Siklus I . Hasil Belajar Siswa . Masih terdapat siswa yang kurang aktif dalam berdiskusi dengan pasangannya Data hasil belajar siswa sebanyak 35 setelah penerapan model pembelajaran mengerjakan tugas kelompok secara kooperatif tipe TPS pada siklus I disajikan individu dan bertanya pada kelompok pada tabel berikut : Tabel 6 Hasil Belajar Siswa pada Siklus I Keterangan Jumlah Total Nilai Rata-rata Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Ketuntasan klasikal Nilai 62,9% sehingga guru tidak dapat mengetahui terhadap materi yang diajarkan Refleksi pengelolaan waktu sehingga kegiatan Berdasarkan hasil observasi dan analisis . Masih terdapat siswa yang kurang aktif . Guru pembelajaran belum dapat berjalan sesuai dengan tahap-tahap pembelajaran yang penerapan model pembelajaran kooperatif Oleh karena masih terdapat tipe TPS hasil belajar siswa belum mencapai kelemahan pada siklus I, maka penelitian nilai yang diharapkan, oleh karena itu perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya yaitu adanya perbaikan . Adapun refleksi siklus II. Selanjutnya peneliti melakukan pada siklus I adalah : revisi pembelajaran antara lain : Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal secara klasikal: secara klasikal: P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Guru memaksimalkan aktivitas siswa mempersiapkan materi sistem persamaan dalam proses pembelajaran dengan linear dua variabel. menggunakan model kooperatif tipe . Mempersiapkan Lembar Kegiatan Siswa TPS. Mempersiapkan soal tes uraian besrta Guru alternatif jawaban tes. pembelajaran bahwa pada pertemuan . Koordinasi dengan teman sejawat yaitu berikutnya siswa akan diberikan soal guru SMKN I Jombang. tes, agar siswa belajar dan siap dalam Tindakan mengerjakan soal tes yang diberikan Pembelajaran dilakukan dua kali pertemuan dalam waktu pembelajaran 2 y 45 menit Guru lebih aktif mendampingi siswa setiap pertemuan, dengan membahas materi dalam berdiskusi dengan pasangannya. Untuk memaksimalkan keaktifan siswa Pertemuan pertama dilaksanakan dalam bertanya dan berpendapat guru pada hari selasa tanggal 16 April 2019 pukul 15 Ae 12. 45 dan pertemuan kedua pembelajaran kooperatif tipeTPS dalam dilaksanakan pada hari kamis tanggal 18 April 2019 pukul 08. 30 Ae 10. Guru harus pandai mengelola waktu dan Pengamatan memperhatikan waktu yang dibutuhkan Pengamatan dilakukan selama kegiatan untuk setiap tahap pembelajaran sesuai pembelajaran berlangsung yang dilakukan dengan RPP. oleh teman sejawat, meliputi pengamatan terhadap aktivitas siswa selama kegiatan Siklus II pembelajaran dengan model pembelajaran Perencanaan kooperatif tipeTPS. Berdasarkan observasi Pada tahapan ini peneliti menyiapkan yang dilaksanakan pada saat penerapan perencanaan yang dilakukan oleh peneliti model pembelajaran kooperatif tipeTPS adalah sebagai berikut: Menyusun RPP dengan lebih merinci Data tentang aktivitas siswa disajikan observasi aktivitas pada tabel berikut : Mempersiapkan . Aktivitas siswa dengan baik dan tepat waktu. waktunya agar pembelajaran berjalan . Membuat P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Kekurangan pada siklus I sudah Tabel 7 Aktivitas siswa pada siklus II Indikator Yang diamati Persentase Dapat menjawab Mengerjakan LKS 71,4% sehingga hasil pelaksanaan tindakan siklus Berdiskusi berpasangan dengan teman sebangkunya Mempresentasikan hasil diskusi 66,7% Menyimpulkan hasil diskusi dan Rata-rata 72,4% Maka dapat dikatakan, dengan 80,9% menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dianggap telah berhasil. Sehingga 73,5% menerapkan model pembelajaran kooperatif Berdasarkan data diatas dapat peneliti tipe TPS dapat meningkatkan aktivitas dan sajikan dalam bentuk diagram sebagai berikut : hasil belajar matematika siswa kelas XIMM-3 SMKN I Jombang pada materi system persamaan linear dua variabel. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan Aktivitas bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Gambar 2 Aktivitas Belajar Siswa Siklus II tipe TPS sebagai berikut : Hasil Belajar Siswa Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Hasil belajar siswa pada siklus II disajikan matematika materi system persamaan linear pada tabel berikut : dua variabel Tabel 8 Hasil Belajar Siswa Siklus II pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat Keterangan Nilai Jumlah Total Nilai Rata-rata SMKN I Jombang. Hal ini dapat dilihat dari Jumlah siswa yang tuntas rata-rata persentase aktivitas siswa siklus I sebesar 59,04 meningkat menjadi 73,5 pada Jumlah siswa yang tidak tuntas Ketuntasan klasikal meningkatkan aktivitas siswa kelas XI-MM_3 77,1% Siklus II. Sehingga terjadi peningkatan persentase aktivitas siswa dari siklus I ke Refleksi Berdasarkan siklus II. pelaksanaan tindakan siklus II menunjukkan Hasil belajar siswa setelah diterapkan model bahwa aktivitas belajar dan hasil belajar pembelajaran kooperatif tipe TPS terjadi Hal ini dapat dilihat dari hasil pembelajaran sudah dilaksanakan dengan belajar matematika siswa baik secara individu Seluruh P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 maupun klasikal. Rata-rata hasil belajar Sudjana. Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Sutirjo. Tematik: Pembelajaran Efektif dalam Kurikulum 2004. Malang: Bayumedia Publishing. Suyono dan Hariyanto. Belajar dan Pembelajaran. Surabaya : Rosdakarya Trianto. Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik. Jakarta : PT. Prestasi Pustakarya matematika siswa pada siklus I sebesar 65 dengan ketuntasan klasikal 62,9%. Pada siklus II rata-rata hasil belajar sebesar 75 dengan ketuntasan klasikal 77,1%. Sehingga terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran yang dapat diberikan peneliti, yaitu sebagai berikut : Penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat belajar siswa materi system peramaan linear dua variabl sehingga dapat dijadikan alternatif dalam kegiatan belajar mengajar. Guru kooperatif tipe TPS pada materi lain yang dianggap sesuai dengan karakteristik TPS. Karena Pembelajaran membantu siswa belajar, sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar DAFTAR PUSTAKA