JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Pengaruh Biaya Operasional Dan Penjualan Terhadap Laba Bersih Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Logam Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2022 Ayu Suraiya. Manajemen Keuangan Syariah FEBI Universitas Islam Sulthan Thaha Saifuddin Jambi . ayusuraiya02@gmail. Delvia Indah Azhari. Manajemen Keuangan Syariah FEBI Universitas Islam Sulthan Thaha Saifuddin Jambi . delviazhari5@gmail. Elisda Eriani. Manajemen Keuangan Syariah FEBI Universitas Islam Sulthan Thaha Saifuddin Jambi . lisdaeriani901@gmail. Ogi Saputra. Dosen FEBI Universitas Islam Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. ogisaputra@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai dampak variabel biaya operasional dan penjualan secara terpisah maupun bersama-sama terhadap laba bersih. Tantangan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah fluktuasi laba bersih, dengan fokus pada perusahaan manufaktur subsektor logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2022. Dalam penelitian ini, digunakan metode analisis regresi data panel dengan menggunakan perangkat lunak Eviews 12. Analisis regresi menunjukkan bahwa biaya operasional memiliki dampak positif dan signifikan terhadap laba bersih secara individu. Di sisi lain, penjualan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap laba bersih secara parsial. Beban operasional dan penjualan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih. Koefisien determinasi (R. mencapai 0,5710 yang berarti 57,10% variabel laba bersih dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 42,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diperhatikan dalam penelitian ini. Kata kunci : Biaya Operasional. Penjualan. Laba Bersih PENDAHULUAN Di Indonesia, perkembangan manufaktur sub sektor logam terus berkembang pesat. Harapannya, perusahaan-perusahaan di sektor tersebut dapat bersaing dan menjaga kualitasnya di tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan meningkatnya kompetisi dalam dunia perbisnisan, perusahaan diharapkan mampu mengelola aktivitasnya secara efektif. Tujuan utama pendirian setiap perusahaan adalah mencapai laba bersih maksimal. Evaluasi kinerja operasional perusahaan dapat dilakukan melalui analisis laba bersih, yang merupakan ukuran keseluruhan dalam profitabilitas. Laba memiliki dua fraktor penentu yaitu pendapatan dan biaya (Anis Cahariri, 2. Jika pendapatan melebihi pengeluaran, maka akan diperoleh keuntungan. Jadi, jika pendapatan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 44 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 setiap tahun meningkat sedangkan biaya operasional menurun, otomatis hal ini juga dibarengi dengan peningkatan laba. Pendapatan saat ini menganggap penjualan sebagai pendapatan utama suatu bisnis. (Asep Mulyana, 2. menyatakan bahwa laba bersih sangat terkait dengan biaya penjualan dan operasional. Dengan kata lain, keuntungan muncul ketika pendapatan penjualan produk melebihi biaya yang dikeluarkan. Penelitian ini menyoroti hubungan yang erat antara biaya operasional, penjualan, dan laba bersih. Ketika timbul biaya tambahan dan pendapatan menurun maka akan mempengaruhi laba bersih. Biaya operasional mempunyai peranan yang sangat penying dalam keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya, dimana kegiatan operasional yang terarah merupakan kunci utama dalam menciptakan produk yang berguna bagi perusahaan. Untuk mencapai keuntungan yang diinginkan, perusahaan perlu merancang perencanaan laba yang efektif. Ini melibatkan kemampuan perusahaan untuk meramalkan kondisi bisnis di masa depan yang penuh ketidakpastian dan mempertimbangkan potensi faktor-faktor yang dapat memengaruhi keuntungan. Laba bersih, sebagai indikator keseluruhan profitabilitas, dapat digunakan untuk menilai apakah manajemen telah memperoleh imbalan yang memadai dari penggunaan asetnya (Pasca, 2. Untuk mencapai tujuan bisnis secara efektif, keuntungan harus direncanakan dengan Dengan menjaga stabilitas keuangan perusahaan dan kelangsungan usaha perusahaan, keuntungan memungkinkan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan yang sukses dan progresif (Diana, 2. Perusahaan perlu secara cermat mengelola pengeluaran operasional, meningkatkan penjualan guna mencapai laba bersih yang maksimal, dan menjaga keberlanjutan bisnis setiap tahun (Muhammad Nasim Harahap, 2. Biaya Operasional 1,000,000,000,000 1,000,000,000 1,000,000 1,000 Sumber:Data Diolah 2023 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 45 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Penjualan 1,000,000,000,000 1,000,000,000 1,000,000 1,000 Sumber: Data Diolah 2023 Laba Bersih 1,000,000,000,000 1,000,000,000 1,000,000 1,000 Sumber: Data Diolah 2023 Gambar 3. Laporan Laba Bersih Berdasarkan diagram tersebut, dapat disimpulkan bahwa biaya operasional, penjualan, dan laba bersih perusahaan manufaktur sub sektor logam mengalami fluktuasi antara tahun 20212022, dengan beberapa naik dan turun. Berbagai elemen yang memainkan peran dalam menentukan laba bersih perusahaan manufaktur sub sektor logam pada periode tersebut termasuk biaya operasional dan penjualan. Sehingga, fluktuasi dalam salah satu aspek tersebut dapat mempengaruhi besarnya laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Industri logam dasar berkontribusi sebesar 5,19% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) industri logam dasar sebesar Rp124,29 triliun pada tahun Nilai tersebut meningkat 14,8% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 108,27 triliun. Melihat tren ini, kita dapat melihat pertumbuhan yang stabil dalam industri logam dasar dari tahun 2013 hingga 2022. Pertumbuhan tertinggi selama satu dekade terakhir terjadi pada 2022 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 46 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 yang sebesar 14,8%. Industri logam dasar berhasil menjadi subsektor industri pengolahan yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi pada tahun lalu. Meskipun mengalami peningkatan namun laba bersihnya masih mengalami fluktuatif atau kondisi yang tidak tetap dan berubah-ubah. Biaya operasional adalah pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan operasional suatu bisnis secara harian dan bulanan. Biaya operasional merupakan biaya yang ada pada perhitungan modal kerja pada perencanaan sebelumnya (Ayodya, 2. Menurut (Jumingan, 2. biaya operasional dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Biaya Operasional = Biaya Penjualan Biaya Administrasi dan Umum Penjualan merupakan salah satu aspek penting dalam menghasilkan pendapatan bagi suatu bisnis. Sebab, semakin meningkatnya volume penjualan akan berdampak positif pada pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis tersebut (Muhammad Nasim Harahap, 2. Sujarweni, 2. mendefinisikan penjualan sebagai aktivitas pokok perusahaan yang memungkinkan terjadinya transaksi jual-beli untuk produk dan layanan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. (Wahyudiono, 2. membedakan dua jenis penjualan: tunai . embayaran luna. dan kredit . embayaran saat jatuh temp. Peningkatan penjualan berkontribusi pada kenaikan laba perusahaan dan memperkuat fundamental, memungkinkan perbandingan kinerja dengan perusahaan sejenis. Menurut (Padji, 2. rumus untuk menghitung penjualan adalah sebagai berikut: Penjualan = Harga Jual Per Unit x Total Unit yang Dijual Laba bersih adalah hasil positif yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi seluruh pendapatan dan laba dengan seluruh biaya dan kerugian, termasuk pajak yang berkaitan dengan operasional perusahaan. (Hendrianto. Zultilisna Djusnimar, 2. menyatakan bahwa biaya operasional memiliki konsekuensi merugikan terhadap laba bersih, dengan kecenderungan penurunan laba bersih yang semakin besar seiring meningkatnya biaya operasional. (Hery, 2. menjelaskan bahwa laba bersih dapat dihitung dengan menggunakan rumus. Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak Ae Pajak Penghasilan Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Diana, 2. ditemukan bahwa uji parsial menunjukkan dampak signifikan biaya operasional terhadap laba bersih. Sementara itu, penjualan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih dalam uji parsial. Secara simultan, biaya operasional, biaya produksi, dan penjualan secara signifikan memengaruhi laba Penelitian sebelumnya oleh (Purwanto, 2. menunjukkan bahwa, secara spesifik. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 47 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 volume penjualan tidak memiliki dampak pada laba bersih perusahaan. Sementara itu, secara bersamaan, volume penjualan, biaya produksi, dan pajak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih perusahaan. Menurut studi yang dilakukan oleh (Muhammad Nasim Harahap, 2. hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional secara sebagian memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap laba bersih. Sementara itu, variabel penjualan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih secara sebagian. Secara keseluruhan, baik biaya operasional maupun penjualan secara bersamaan memiliki dampak yang signifikan terhadap laba bersih. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Pasca, 2. pendapatan usaha memiliki dampak positif yang signifikan terhadap laba bersih, sementara biaya operasional memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap laba bersih. Berdasarkan hasil uji hipotesis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendapatan usaha dan biaya operasional terhadap laba bersih. Dari uraian di atas, peneliti berkeinginan untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Biaya Operasional dan Penjualan Terhadap Laba Bersih Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Logam yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 20212022Ay. Kerangka Konseptual Penelitian Gambar 4. Kerangka Konseptual Penelitian Biaya Operasional Penjualan Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini yaitu: H1 : Biaya Operasional berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih H2 : Penjualan berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih H3 : Terdapat pengaruh biaya operasional dan penjualan terhadap laba bersih UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 48 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah investigasi terstruktur terhadap suatu fenomena dengan menghimpun data yang dapat diukur melalui teknik statistik, matematika, atau komputasi (Ramadhan, 2. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui akses dokumen, di mana peneliti memeriksa laporan keuangan perusahaan manufaktur subsektor logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2022. Data yang digunakan berasal dari data sekunder, yaitu informasi utama yang dikumpulkan secara tidak langsung dan dipublikasikan di w. id atau di situs resmi Data sekunder mengacu pada data yang dikumpulkan secara tidak langsung, bukan melalui pengumpulan langsung di lapangan (Sucik Isnawati, 2. Dalam studi ini, peneliti memanfaatkan data sekunder yang berupa laporan keuangan dari perusahaan manufaktur sub sektor logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2022. Dalam studi ini, populasi yang dipertimbangkan mencakup semua perusahaan manufaktur di subsektor logam yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2022, yang berjumlah 17 perusahaan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih 15 perusahaan sebagai sampel berdasarkan kriteria tertentu. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi data panel dengan menggunakan perangkat lunak Eviews versi 12. Berikut metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode Analisis Regresi Data Panel Uji Chow Uji chow digunakan untuk memilih apakah lebih baik menggunakan metode CEM atau FEM untuk regresi data panel. Hipotesis uji Chow adalah sebagai berikut (Prawoto, 2. H0 : Nilai prob cross section F > . CEM H1: Nilai prob cross section F < . FEM Uji Hausman Uji Hausman memilih metode FEM atau REM mana yang lebih baik digunakan untuk regresi data panel. Hipotesis uji Hausman adalah sebagai berikut (Prawoto, 2. H0 : Nilai prob Chi-Square > . REM H1: Nilai prob Chi-Square < . FEM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 49 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Uji Asumsi Klasik Tujuan dari uji asumsi klasik ini adalah untuk menguji kelayakan model regresi yang Tujuan pengujian ini adalah untuk memastikan bahwa model regresi yang digunakan tidak mengandung multikolinearitas dan heteroskedastisitas serta memastikan data yang diperoleh berdistribusi normal (Priyatno, 2. Uji Multikoleniaritas Uji Multikoleniaritas digunakan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antar variabel bebas dalam model regresi. Sebuah model regresi yang efektif seharusnya tidak menunjukkan korelasi di antara variabel independennya. Uji Heterokedastisitas Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengevaluasi apakah terdapat perbedaan variabilitas pada residual antar pengamatan. Uji Hipotesis Tujuan pengujian hipotesis adalah untuk mengetahui apakah hipotesis awal yang diajukan dapat diterima atau ditolak (Kusumaningtyas, 2. Uji-t (Parsia. Uji-t . digunakan untuk mengevaluasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Hutasuhut, 2. Jika t dihitung > t tabel dan nilai signifikansi < 0,05, maka pengaruh dikatakan signifikan, sebaliknya jika t dihitung dari < t-tabel dan nilai signifikansi serta > 0,05 maka pengaruhnya dikatakan tidak signifikan (Mulyono, 2. Uji-F (Simulta. Uji-F . digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen secara bersamaan (Hutasuhut, 2. Jika nilai F hitung < F tabel atau nilai signifikansi > 0,05. H0 diterima. sebaliknya, jika nilai F hitung > F tabel atau nilai signifikansi < 0,05. H0 ditolak. Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi (RA) berkisar antara 0 sampai 1. Semakin tinggi nilai RA maka semakin baik dalam menjelaskan bagaimana variabel independen memengaruhi variabel dependen (Mulyono, 2. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 50 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Statistik Deskriptif Tabel 1. Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewnes s Kurtos is 99E 09 74E 11 14E 11 29E 10 38E 09 13E 11 60E 11 90E 10 91E 11 54E 09 59E 12 66E 11 Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. 20E 11 15E 23 91E 11 01E 23 17E 13 28E 25 Observations Sumber: Data Diolah Dengan Eviews 12, 2023 Pada tabel 1 dijelaskan bahwa variabel laba bersih memiliki nilai terendah 14E 11 dan tertinggi yakni 2. 74E 11 dengan rata-rata 3. 99E 09 dan standar deviasi sebesar 6. 29E 10. Variabel operasional memiliki nilai terendah yakni sebesar - 1. 60E 10 dan tertinggi yakni 2. 13E 11 dengan rata-rata 6. 38E 09 dan standar deviasi sebesar 5. 90E 10. Variabel penjualan memiliki nilai terendah yakni sebesar 2156070 dan tertinggi sebesar 2. 59E 12 dengan rata-rata 3. 91E 11 dan standar deviasi sebesar 6. 66E 11. Uji Chow Tabel 2. Uji Chow Effects Test Statistic Prob. Cross-section F Cross-section Chi-square . Sumber: Data diolah dengan Eviews 12, 2023 Tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0. 000 < 0,05, sehingga hipotesis nol H0 dapat ditolak. Ini menunjukkan bahwa pendekatan Efek Tetap (FEM) lebih tepat untuk mengestimasi data panel daripada pendekatan CEM. Selanjutnya dilakukan uji Hausman untuk mengetahui apakah pendekatan FEM atau REM lebih baik untuk regresi data panel. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 51 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Uji Hausman Tabel 3. Uji Hausman Test Summary Cross-section random Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Sumber: Data diolah dengan Eviews 12, 2023. Tabel tersebut menunjukkan bahwa probabilitas 0. 000 < 0,05, sehingga H 0 ditolak, dan FEM menjadi pilihan yang lebih sesuai untuk mengestimasi data panel daripada REM. Berdasarkan uji Chow dan Hausman, dapat disimpulkan bahwa FEM lebih cocok dibandingkan dengan CEM dan REM, sehingga uji Lagrange Multiplier (LM) tidak diteruskan, dan penelitian ini memilih menggunakan FEM. Tabel 4. Fixed Effect Model Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 51E 09 14E 09 R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. 27E 10 91E 22 Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat 99E 09 29E 10 Sumber: Data diolah dengan Eviews 12, 2023 Persamaan model secara umum regresi data panel adalah sebagai brikut: Y = -2. 51E 09 0. 786464 X1 0. 003766 X2 Keterangan : Y = Laba Bersih X1 = Biaya Operasional X2 = Penjualan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 52 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Uji Hipotesis . Uji-t (Parsia. Tabel 5. Hasil Uji t (Persia. Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 51E 09 14E 09 Sumber: Data Diolah Dengan Eviews 12 . Hasil analisis data panel dengan model fixed effect menunjukkan bahwa variabel X1 yaitu biaya operasional mempunyai nilai sebesar 0. 0000 < 0,05. Dengan demikian, disimpulkan bahwa secara parsial, variabel biaya operasional berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih pada Perusahaan Manufaktur Sub Sector Logam yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama Tahun 2021-2022. Hasil penelitian regresi data panel dengan model fixed effect menunjukkan variabel X2 yaitu penjualan mempunyai nilai probabilitas sebesar 0,7744 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa variabel penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Logam yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2022. Uji-F (Simulta. R-squared Adjusted R-squared of regres sion Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Tabel 6. Hasil Uji F (Simulta. 27E 10 91E 22 Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat 99E 09 29E 10 Sumber: Data Diolah Dengan Eviews 12 Pada model fixed effect, hasil regresi data panel fixed effect menunjukkan bahwa nilai probabilitas F-statistic sebesar 0. 000011 < 0,05. Kesimpulannya, variabel biaya operasional dan penjualan secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih pada Perusahaan Manufaktur Sub Sector Logam yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama Tahun 2021-2022. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 53 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 . Koefisisen Determinasi (R. R-squared Adjusted R-s quared of regress ion Sum squared resid Tabel 7. Hasil Uji RA 27E 10 91E 22 Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion 99E 09 29E 10 Sumber: Data Diolah Dengan Eviews 12 Hasil regresi data panel menggunakan model fixed effect menunjukkan RA sebesar 57,10%, meununjukkan bahwa variabel biaya operasional (X. dan penjualan (X. dapat menjelaskan variabel laba bersih (Y). Pembahasan Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih Hasil Penelitian ini menemukan bahwa biaya operasional perusahaan manufaktur subsektor logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki dampak signifikan terhadap laba bersih pada tahun 2021-2022. Ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan biaya operasional akan disertai dengan peningkatan laba bersih. Karena laba bersih dihitung sebagai selisih antara laba sebelum pajak dengan pajak, faktor beban pajak juga mempengaruhi laba bersih. Oleh karena itu, meskipun biaya operasional meningkat, laba bersih tetap dapat meningkat jika beban pajak rendah, dan sebaliknya. Pengaruh Penjualan Terhadap Laba Bersih Hasil penelitian ini menemukan bahwa selama tahun 2021-2022, tidak terlihat adanya hubungan yang signifikan antara penjualan dan laba bersih perusahaan manufaktur sub sektor logam di Indonesia. Dengan kata lain, fluktuasi dalam penjualan tidak berdampak secara nyata pada laba bersih perusahaan tersebut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kinerja penjualan belum mencapai tingkat optimal dan belum memberikan kontribusi yang substansial terhadap peningkatan laba bersih pada perusahaanperusahaan manufaktur sub sektor logam di Indonesia selama periode tersebut. Biaya Operasional dan Penjualan Terhadap Laba Bersih Variabel biaya operasional (X. dan penjualan (X. memiliki pengaruh simultan dan signifikan terhadap laba operasional (Y) pada perusahaan industri logam di Indonesia selama tahun 2021-2022. Pengaruh gabungan dari kedua variabel ini mencapai 57,10%, sementara 42,9% sisanya tidak termasuk dalam penelitian ini UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 54 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data disimpulkan bahwa secara parsial laba bersih Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2022 dipengaruhi secara signifikan oleh biaya operasional. Pada tahun 2021-2022 tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variabel penjualan pada perusahaan manufaktur subsektor logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, biaya operasional dan penjualan akan berpengaruh signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan produksi subsektor logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021-2022. Penelitian selanjutnya diharapkan memperluas wilayah penelitian sehingga hasil yang diperoleh lebih bersifat umum dan dapat diterapkan pada semua bidang kegiatan. Kemudian dapat menambahkan variabel penelitian seperti harga pokok penjualan, produksi, biaya umum dan overhead, biaya keuangan dan banyak lagi. Selainitu, dapat menambahkan penelitian bertahun-tahun untuk lebih memvalidasi hasilnya. REFERENSI