Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pemberdayaan Pemuda Melalui Program Pendidikan Kewirausahaan Untuk Membangun Usaha Baru Berbasis Produk Olahan Jagung Rahmatiah1*. Ridwan Ibrahim2. Hariana3. Naufal Raffi Arrazaq4. Fenti Prihatini Dance Tui5. Rodifa Choirully6 Program Studi Sosiologi. Univesitas Negeri Gorontalo. Kota Gorontalo. Indonesia Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Univesitas Negeri Gorontalo. Kota Gorontalo. Indonesia Program Studi Pendidikan Sejarah. Univesitas Negeri Gorontalo. Kota Gorontalo. Indonesia Program Administrasi Publik. Univesitas Negeri Gorontalo. Kota Gorontalo. Indonesia SMK Negeri 2 Gorontalo. Kota Gorontalo. Indonesia *Korespondensi : rahmatiah@ung. Abstrak Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di Desa Taluyudunu Utara Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato adalah kurang optimalnya peran pemuda sehingga membutuhkan edukasi melalui kegiatan yang dapat menggerakkan pemudanya untuk lebih produktif, inovatif dan kreatif agar potensinya dapat dikembangkan dan bermanfaat untuk pembangunan desa sebagaimana harapan bangsa. Pemuda sebagai pendorong perubahan yang berpotensi memberikan kontribusnya menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Pemudalah yang diharapkan untuk mewujudkan cita-cita bangsa menjadi bangsa yang bermartabat dan memiliki kekuatan dalam mempertahankan negara. Pengembangan sektor agribisnis sebagai salah satu program pemberdayaan pemuda yang penting dilakukan agar memiliki bekal menyonsong era yang semakin kompetitif untuk mempersiapkan pemuda menjadi pelaku wirausaha dalam bidang pertanian dengan memanfaatkan jagung yang melimpah sebagai produk olahan yang potensial menurunkan angka pengangguran. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan pemuda melalui program penddidkan kewirausahaan untuk membangun usaha baru berbasis produk olahan jagung. Metode yang digunakan adalah pelaksanaan praktik oleh pemuda dengan menghasilkan produk olahan jagung berupa kerupuk jagung. Kata kunci: Kewirausahaan, pemuda, pertanian jagung. Abstract The problem faced by the community in North Taluyudunu Village. Buntulia District. Pohuwato Regency is the lack of optimal role of youth so that it requires education through activities that can move its youth to be more productive, innovative and creative so that their potential can be developed and useful for village development as expected by the nation. Youth as a driver of change that has the potential to contribute to facing various development challenges. It is the youth who are expected to realize the nation's ideals to become a dignified nation and have the strength to defend the country. The development of the agribusiness sector as one of the important youth empowerment programs is carried out in order to have provisions for an increasingly competitive era to prepare youth to become entrepreneurs in the agricultural sector by utilizing abundant corn as a processed product that has the potential to reduce the unemployment This service aims to empower youth through entrepreneurship education programs to build new businesses based on processed corn products. The method used is the implementation of practice by youth by producing processed corn products in the form of corn crackers. Keywords: Entrepreneurship, youth, corn farming. Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Pemberdayaan pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi dan sosial, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengurangi angka pengangguran. Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui program pendidikan kewirausahaan yang memberikan keterampilan dan pengetahuan praktis dalam membangun (Seputro. Dengan memberdayakan pemuda sebagai pelaku utama kewirausahaan, diharapkan dapat tercipta lapangan pekerjaan baru yang berkelanjutan serta pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Dalam konteks ini, sektor pertanian menjadi salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan, mengingat perekonomian di banyak daerah di Indonesia. Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang memiliki banyak manfaat dan peluang untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai Dengan ketersediaan yang melimpah, pemanfaatan jagung sebagai bahan baku usaha dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal (Salim, 2. Produk olahan jagung, seperti tepung jagung, keripik, atau minuman berbahan dasar jagung, tidak hanya memiliki pasar yang luas di dalam negeri, tetapi juga berpotensi untuk Melalui inovasi dan kreativitas, produk olahan jagung dapat terus dikembangkan sehingga memiliki daya tarik bagi konsumen dan mampu bersaing di pasar Program pendidikan kewirausahaan berbasis produk olahan jagung menjadi penciptaan wirausaha muda (Merina & Dev. Program ini bertujuan untuk membekali pemuda dengan pengetahuan mengenai teknik produksi, manajemen pengembangan bisnis. Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan kemampuan pemuda dalam menghadapi tantangan bisnis, seperti akses terhadap modal dan Vol. 8 No. November 2024 jaringan pasar. Dengan demikian, pemuda tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam memproduksi produk olahan jagung, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan strategi dalam menjalankan bisnis secara Pemberdayaan pemuda melalui pendidikan kewirausahaan berbasis produk menciptakan pengusaha muda yang kreatif dan mandiri (Mopangga, 2. Hal ini juga berdampak positif pada perekonomian lokal dengan menciptakan nilai tambah dari sektor pertanian serta memperluas pasar bagi produk-produk olahan berbasis jagung. Selain meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, upaya ini juga dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan kolaborasi yang pendidikan, dan masyarakat, program ini dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi muda yang produktif dan berdaya saing tinggi. Hasil penelitian dari Prasarti & Prakoso . menunjukkan bahwa karakteristik khas dari pemuda yang terlahir dan dibesarkan di era teknologi, tentu perilaku sesuai eranya seperti memiliki karakteristik yang melek teknologi digital, multitasking, komunikatif, informatif, dan passion, produktif, dan kreatif. Andriany . dalam Suryadi . menyatakan bahwa pengangguran dapat diatasi dengan kewirausahaan pemuda bagi yang akan merencanakan membuka usaha dan bimbingan teknis bagi pemuda dalam meningkatkan usaha. Rahmatiah, dkk. menyatakan bahwa wirausaha pemuda harus memiliki kemampuan pada empat identitias pengusaha: kejadian pemicu, inovasi, strategi tindakan persiapan usaha baru . ertuang pada rencana/model bisni. , dan implementasi kewirausahaan. Suryadi . memberi penguatan agar lebih efektif dan efisien dari program memperluas sosialisasi program melalui media sosial dan internet menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Selain itu. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) teknologi informasi serta dukungan imlementasi regulasi yang relevan untuk memperluas kesempatan berwirausaha bagi Beragamnya informasi dari berbagai sumber. Tim Pengabdian turut memikirkan masa depan pemuda dan besar keinginan untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas pemuda khususnya di Desa Taluduyunu Utara Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato. Peran pemuda di desa ini kurang optimal, maka perlu ada upaya pendampingan dan pembinaan dalam pemberdayaan potensi Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan untuk mengajak pemuda terlibat dalam meningkatkan perannya untuk membangun desanya melalui pemanfaatan hasil pertanian. Jagung atau milu dalam bahasa Gorontalo merupakan sumber daya lokal pertanian yang berlimpah di wilayah zonasi lingkar tambang, jika diolah dan dikembangkan menjadi produk wirausaha, maka akan menambah varian jenis makanan yang bernilai ekonomi. Permasalahan lain yang dihadapi Desa Taluduyunu Utara adalah belum adanya kreativitas produk yang berbahan dasar jagung. Selama ini jagung hanya dipasarkan berbentuk bahan baku . agung muda, jagung tua, dan jagung kerin. , sebagian lainnya dikonsumsi sebagai makanan tradisional seperti jagung rebus, jagung bakar, milu siram . inte biluhut. , dan nasi milu . asi campur jagun. Tujuan penulisan artikel ini adalah menganalisis pemberdayaan pemuda melalui program membangun usaha baru berbasis produk olahan jagung di Desa Taluduyunu Utara. Kecamatan Buntulia. Kabupaten Pohuwato. Provinsi Gorontalo. Vol. 8 No. November 2024 Tujuan tersebut diperoleh melalui metode pelaksanaan dengan uraian sebagai berikut. Khalayak Sasaran dan Lokasi Kegiatan Program ini menyasar para pemuda di Desa Taluduyunu Utara. Kecamatan Buntulia. Kabupaten Pohuwato. Provinsi Gorontalo dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka dalam bidang Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Taluduyunu Utara. Metode yang Digunakan Pelaksanaan pemberian materi . eori dan prakti. Materi tentang teori dasar-dasar kewirausahaan: Pengelolaan usaha, perencanaan bisnis, pengembangan ide produk serta perlunya pemahaman Pendidikan kewirausahann bagi kemampuan pada empat identitias pengusaha: kejadian pemicu, inovasi, strategi tindakan persiapan usaha baru . ertuang pada rencana/model bisni. , dan implementasi kewirausahaan (Rahmatiah, dkk. , 2. Materi praktik berupa teknik pengolahan jagung. Pelatihan teknis tentang cari mengolah jagung menjadi berbagai produk yang bernilai tambah. Evaluasi Kegiatan Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur tingkat keberhasilan Kriteria evaluasi meliputi mendirikan usaha baru, peningkatan pendapatan mereka, serta kemampuan dalam mengelola usaha. Survei dan mengumpulkan data evaluasi. Materi dan Sumber Daya yang Digunakan Program menggunakan bahan pelatihan yang berasal dari sumber-sumber kewirausahaan dan buku panduan teknis pengolahan jagung. Alat dan bahan untuk pelatihan pengolahan mempertimbangkan kuantitas yang cukup untuk seluruh peserta. METODE PELAKSANAAN Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah menganalisis pemberdayaan pemuda melalui program membangun usaha baru berbasis produk olahan jagung di Desa Taluduyunu Utara. Kecamatan Buntulia. Kabupaten Pohuwato. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Prosedur Pelaksanaan dan Analisis Data Setiap tahap pelaksanaan dijelaskan secara rinci, mulai dari perencanaan hingga eksekusi dan evaluasi. Data yang dikumpulkan dari hasil pelatihan dan pendampingan dianalisis untuk mengevaluasi keberhasilan program dan memberikan umpan balik yang Vol. 8 No. November 2024 Pemateri kedua. Rodifa Choirully, . Si. , menekankan pada praktik teknik pengolahan jagung menjadi produk bernilai tambah, seperti kerupuk jagung. Pemateri menjelaskan secara detail proses pengolahan jagung, dimulai dari penyediaan bahan dan alat hingga teknik produksi yang dapat menghasilkan produk olahan Pemuda yang hadir diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan teknik-teknik tersebut dengan bimbingan Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan dapat memahami dengan lebih kewirausahaan dalam aktivitas nyata dan menghasilkan produk yang siap dipasarkan. Selama pelatihan, peserta diajarkan mengenai alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerupuk jagung. Alat yang diperlukan relatif sederhana dan mudah didapatkan, seperti timbangan, panci pengukusan, blender, dan slicer. Sementara bahan yang digunakan termasuk jagung manis, tepung tapioka, tepung terigu, serta bumbu-bumbu seperti cabai dan bawang Penggunaan bahan dan alat yang memungkinkan pemuda memulai usaha Tahapan pembuatan kerupuk jagung dimulai dengan mengupas dan memisahkan biji jagung dari bonggolnya, kemudian menghaluskan biji jagung bersama bawang putih dan cabai menggunakan blender. Setelah dihaluskan, campuran ini dimasak hingga mengental, lalu dicampur dengan tepung terigu dan tepung tapioka. Adonan yang sudah siap kemudian dikukus dan didiamkan semalaman sebelum diiris tipistipis untuk dijemur. Proses ini bertujuan agar kerupuk menjadi kering sempurna dan renyah saat digoreng. Dengan mengikuti tahapan ini, peserta dapat memahami setiap langkah penting dalam proses produksi kerupuk jagung. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pemberdayaan pemuda dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Mei 2024, di Kantor Desa Taluduyunu Utara, dengan waktu pelaksanaan mulai pukul 11. 00 WITA 00 WITA. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pemuda dalam mengelola usaha serta memanfaatkan potensi lokal, yaitu jagung, menjadi produk olahan bernilai tambah. Pemuda yang hadir sebagai peserta dibekali dengan teori kewirausahaan dan pelatihan praktik teknik pengolahan jagung. Kegiatan ini dihadiri oleh lima pemuda dari Desa Taluduyunu Utara, perwakilan kecamatan, dan PT. PETS sebagai pihak yang mendukung pelaksanaan Dua pemateri utama yaitu Dr. Rahmatiah. Pd. Si. , dan Rodifa Choirully. Si. , menyampaikan materi yang terstruktur sesuai dengan tujuan Materi yang disampaikan oleh pemateri pertama. Dr. Rahmatiah. Pd. Si. dasar-dasar kewirausahaan, termasuk pengelolaan pengembangan ide produk. Pemateri membahas pentingnya pemahaman tentang pendidikan kewirausahaan bagi pemuda agar mampu menguasai empat identitas pengusaha: kejadian pemicu, inovasi, strategi tindakan, serta persiapan dan implementasi usaha baru yang dituangkan dalam rencana bisnis. Pemahaman ini bertujuan agar pemuda dapat memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan berwirausaha dan menciptakan bisnis yang berkelanjutan. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 Meskipun kegiatan ini memberikan materi yang bermanfaat dan pelatihan praktis, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam mencapai target. Salah satunya adalah kurangnya motivasi dan minat pemuda untuk mengikuti program kewirausahaan. Dari 20 pemuda yang diundang, hanya lima yang hadir, menunjukkan rendahnya minat Berdasarkan wawancara dengan pemuda setempat, alasan utama yang terungkap adalah adanya kekhawatiran mengenai risiko berwirausaha keterampilan dalam bidang kewirausahaan. Gambar 1. Proses pembuatan kerupuk Sumber: Tim Pengabdian. Gambar 4. Foto Bersama dengan peserta pelatihan. MITRA PT. PETS, perwakilan kecamatan, pemateri. DPL, dan Mahasiswa Sumber: Tim Pengabdian. Sebagian besar pemuda di Desa Taluduyunu Utara bekerja sebagai buruh tani, penambang, atau masih berstatus sebagai mahasiswa, sementara sebagian lainnya menganggur. Meskipun pemuda terlibat dalam kegiatan sosial seperti organisasi Rema Muda dan Karang Taruna, minat untuk memulai usaha sendiri belum cukup tinggi. Menurut Laia, dkk. , . perlunya pendekatan yang lebih intensif untuk menumbuhkan minat dan motivasi berwirausaha, misalnya melalui program lanjutan atau pelatihan tambahan yang lebih menarik dan relevan bagi pemuda. Selain keterbatasan pengetahuan dan keterampilan mengenai kewirausahaan juga menjadi hambatan bagi pemuda untuk memulai Kebanyakan dari pemuda merasa takut menghadapi risiko kegagalan dalam Menurut Harini, dkk. , . kegiatan seperti pelatihan kewirausahaan ini perlu dilakukan secara berkelanjutan. Gambar 2. Pelaksanaan kegiatan Sumber: Tim Pengabdian Gambar 3. Hasil kerupuk jagung. Sumber: Tim Pengabdian. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dengan pendampingan yang memadai untuk membangun kepercayaan diri pemuda dalam memulai usaha. Kendala lain yang dihadapi adalah persaingan pasar yang ketat. Produk olahan jagung seperti kerupuk sudah cukup dikenal di pasar, sehingga memerlukan strategi pemasaran yang baik agar produk baru dapat Widjaja . menyatakan bahwa pelatihan tentang strategi pemasaran digital atau pembuatan merek yang menarik bisa menjadi tambahan yang berguna untuk meningkatkan daya saing produk. Kurangnya jaringan atau kemitraan yang kuat dengan pengusaha lain dan lembaga terkait juga menjadi tantangan bagi peserta dalam memasarkan produk. Tanpa adanya dukungan dari pihak eksternal, produk-produk yang dihasilkan sulit untuk mencapai pasar yang lebih luas. Sukardi . menyatakan bahwa kolaborasi pihak-pihak pemerintah, perusahaan swasta, atau koperasi dapat membantu membuka akses ke pasar yang lebih besar. Vol. 8 No. November 2024 panjang untuk memastikan keberhasilan usaha yang dirintis oleh para peserta. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih Tim Pengabdian ucapkan kepada Perusahaan Pertambangan Emas PT. PETS Pohuwato yang telah kerja sama dengan Universitas Negeri Gorontalo dalam pendanaan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya ucapan terima kasih disampaikan kepada LPPM Universitas Negeri Gorontalo melalui pendanaan PNBP/BLU UNG. TA 2024 dengan nomor SK 517/UN47/HK. 02/2024 Perjanjian Nomor Kontrak B/285UN. D1/HK. 00/2024. Bantuan ini tentulah memiliki kontribusi yang besar atas kelancaran dan keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. REFERENSI