P-ISSN 2541-5565 E-ISSN 2830-3962 Vol. 10 No. 02 Desember 2025 https://e-journallppmunsa. id/index. php/jks/index HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUD SUMBAWA Yasinta Aloysia Daro1* Fakultas Kesehatan Universitas Samawa *Email coresponden: eciyasinta@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan serius, tercatat sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak pada anak usia di bawah lima Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan jumlah sampel 44 balita yang di rawat di ruang anak RSUD Sumbawa. Data dikumpulkan melalui kuesioner riwayat pemberian ASI dan rekam medis untuk memastikan diagnosis pneumonia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05 dengan derajad kepercayaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki kejadian pneumonia lebih tinggi dibandingkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,002, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia. Kesimpulannya. ASI eksklusif terbukti berhubungan dengan penurunan kejadian pneumonia pada balita. Oleh karena itu, promosi ASI eksklusif perlu terus digencarkan sebagai upaya preventif untuk menurunkan angka kejadian pneumonia di wilayah Sumbawa. KEYWORDS ASI Ekslusif. Sumbawa Pneumonia. Balita. Kesehatan. ARTICLE HISTORY Received :12 Desember 2025 Accepted: 25 Desember 2025 PENDAHULUAN Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO), pneumonia menyumbang sekitar 14% dari seluruh kematian balita, dengan insidensi lebih tinggi di negara berkembang (WHO, 2. Indonesia, pneumonia masih menjadi masalah kesehatan serius, tercatat sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak pada anak usia di bawah lima tahun (Kemenkes RI, 2. P-ISSN 2541-5565 E-ISSN 2830-3962 Vol. 10 No. 02 Desember 2025 https://e-journallppmunsa. id/index. php/jks/index Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa menunjukkan bahwa pada tahun 2024 terdapat 245 kasus pneumonia balita, sementara pada tahun 2025 jumlahnya menurun menjadi 1. 102 kasus. RSUD Sumbawa Besar sebagai rumah sakit rujukan menangani sebagian besar kasus rawat inap akibat pneumonia tersebut. Angka ini menegaskan bahwa pneumonia masih menjadi masalah kesehatan anak yang perlu mendapat perhatian serius di wilayah Sumbawa. ASI eksklusif, yaitu pemberian Air Susu Ibu tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan, terbukti memiliki manfaat besar dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak. Kandungan imunoglobulin, enzim, dan zat gizi dalam ASI berperan penting dalam melindungi bayi dari infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia (Saunders, 2. Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki sistem imun yang lebih lemah, sehingga lebih rentan terhadap penyakit infeksi. Hal ini didukung oleh penelitian di Puskesmas Gunung Sari menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan rendahnya kejadian pneumonia pada balita (Putra et al. , 2. Penelitian lain di Puskesmas Bangsal Kabupaten Mojokerto menunjukkan bahwa anak yang tidak mendapat ASI eksklusif dan memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap lebih berisiko mengalami pneumonia dibandingkan anak yang mendapat ASI eksklusif (Saputra et al. , 2. Selain itu, penelitian di RSUD Labuang Baji Makassar menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif berperan sebagai faktor protektif terhadap pneumonia, sementara paparan asap rokok meningkatkan risiko pneumonia pada balita (Pramei et al. , 2. Berdasarkan uraian diatas serta angka kejadian pneumonia yang masih tinggi di Sumbawa dan bukti ilmiah yang menunjukkan peran protektif ASI eksklusif, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan bukti empiris mengenai hubungan ASI eksklusif terhadap kejadian pneumonia di Ruang Anak RSUD Sumbawa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kejadian pneumonia dan meningkatkan derajat kesehatan anak. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Rancangan ini dipilih untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada balita di Ruang Anak RSUD Sumbawa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita yang P-ISSN 2541-5565 E-ISSN 2830-3962 Vol. 10 No. 02 Desember 2025 https://e-journallppmunsa. id/index. php/jks/index dirawat di Ruang Perawatan anak dengan diagnosa medis Pneumonia. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling dengan jumlah sample 44 balita yang ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Pemberian ASI eksklusif dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah Kejadian Pneumonia. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terstruktur untuk mengidentifikasi riwayat pemberian ASI eksklusif, serta data rekam medis untuk memastikan diagnosis pneumonia pada balita. Instrumen akan diberikan kepada orang tua yang telah setuju menjadi responden dan sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan serta dicatat apakah balita mendapatkan ASI Ekslusif penuh 6 bulan atau tidak. Data yang diperoleh diolah, dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05 untuk melihat hubungan ASI Eksklusif terhadap kejadian Pneumoni pada anak balita. HASIL DAN PEMBAHASAN Responden dalam penelitian ini ada 44 balita dengan usia 6-59 bulan yang dirawat di Ruang Anak RSUD Sumbawa dengan diagnosa medis Pneumonia. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hasil penelitian disajikan sebagai berikut: Tabel 1. Hubungan Asi Eksklusif Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Balita . -59 bula. di Ruang Anak RSUD Sumbawa n=44 Pneumonia ASI Eksklusif Tidak p value 18,19 36,36 0,002 Tidak 34,09 11,36 Jumlah Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel 1, hasil Analisa data dengan uji Chi-square didapatkan nilai p-value 0. Berdasarkan nilai tersebut karena nilai p>0. 05 dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada balita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada balita di RSUD Sumbawa, dengan nilai p = 0,002 (<0,. Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif lebih banyak mengalami pneumonia . P-ISSN 2541-5565 E-ISSN 2830-3962 Vol. 10 No. 02 Desember 2025 https://e-journallppmunsa. id/index. php/jks/index dibandingkan dengan balita yang mendapatkan ASI eksklusif . Hal ini menegaskan bahwa ASI eksklusif berperan sebagai faktor protektif terhadap pneumonia. ASI eksklusif memberikan perlindungan imunologis yang sangat penting pada bayi. Kandungan imunoglobulin A, laktoferin, lisozim, serta faktor pertumbuhan dalam ASI berfungsi sebagai pertahanan pertama terhadap infeksi saluran pernapasan. Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif kehilangan perlindungan alami ini, sehingga lebih rentan terhadap pneumonia. Temuan ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa ASI eksklusif mampu menurunkan risiko infeksi pernapasan akut karena adanya zat antibodi yang langsung ditransfer dari ibu kepada bayi (Wong & Hockenberry, 2. Penelitian sebelumnya mendukung hasil ini. Putra et al. menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan rendahnya kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Gunung Sari. Saputra et al . juga melaporkan bahwa anak yang tidak mendapat ASI eksklusif lebih berisiko mengalami pneumonia dibandingkan anak yang mendapat ASI eksklusif. Penelitian Pramei et al . di RSUD Labuang Baji Makassar menegaskan bahwa ASI eksklusif merupakan faktor protektif terhadap pneumonia. Penelitian Abate et al . dalam International Breastfeeding Journal menyatakan bahwa non-exclusive breastfeeding berhubungan dengan meningkatnya risiko pneumonia dan asma pada anak di bawah lima tahun. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa ASI eksklusif memiliki peran penting dalam menurunkan kejadian pneumonia pada balita. Promosi ASI eksklusif harus terus digencarkan sebagai strategi preventif utama dalam menekan angka pneumonia di masyarakat, khususnya di wilayah Sumbawa. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada balita. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (<0,. , yang berarti balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif lebih berisiko mengalami pneumonia dibandingkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif. Saran yang disampaikan pada penelitian ini adalah meningkatkan edukasi kepada ibu dan keluarga mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan pneumonia dan P-ISSN 2541-5565 E-ISSN 2830-3962 Vol. 10 No. 02 Desember 2025 https://e-journallppmunsa. id/index. php/jks/index mengintegrasikan promosi ASI eksklusif dalam setiap pelayanan kesehatan anak di RSUD Sumbawa. Penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan cakupan populasi lebih luas dan variabel tambahan . isalnya status imunisasi, gizi, dan faktor lingkunga. untuk memperkuat bukti hubungan ASI eksklusif dengan pneumonia. DAFTAR PUSTAKA