PERAN CITRA MEREK. KUALITAS PRODUK DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LAMPU HELON TYPE BYS51 EXPLOSION PROOF Edi Rahman, 2Gono Sutrisno*, 3Hesti Umiyati 1,2,3 Universitas Utpadaka Swastika edirahman2323@gmail. 2gonosutrisno73@gmail. 3hestiumiyati@gmail. *corresponding author: gonosutrisno73@gmail. INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Received: Sept 9, 2025 Revised: Oct 29, 2025 Accepted: Oct 30, 2025 Kata Kunci: Citra Merek. Keputusan Pembelian. Kualitas Produk. Persepsi Harga. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel Keputusan Pembelian terhadap Citra Merek. Keputusan Pembelian terhadap Kualitas Produk. Keputusan Pembelian terhadap Persepsi Harga pada PT. Helon Internusa Flamindo Kota Tangerang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan melakukan survei dan bersifat statistik, metode pengukuran yang digunakan adalah skala likert, dengan teknik non-probability sampling . ampel sensus, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel, sebanyak 41 Metode pengumpulan data menggunakan Hipotesis yang diajukan diuji secara statistik dengan menggunakan program SmartPLS 3. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Variabel Citra Merek berpengaruh positif dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,467 atau 46,7% dan signifikan dengan P-Value sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05. Variabel Kualitas Produk berpengaruh positif dengan nilai koefisien jalur sebesar 1,253 atau 125,3% dan signifikan karena Nilai-P sebesar 0,001 di atas 0,05. Variabel persepsi harga berpengaruh negatif dengan nilai koefisien jalur sebesar -0,910 atau -91% dan signifikan dengan Nilai-P sebesar 0,016 lebih kecil dari 0,05. PENDAHULUAN Tingkat persaingan penjualan lampu explosion proof ini di Indonesia sangat ketat, konsumen lampu ini adalah industri-industri kecil, menengah hingga besar. Lampu ini di impor dari berbagai negara, namun yang paling dicari adalah produk China. Eropa dan Amerika. Penelitian mengenai pengaruh citra merek, kualitas produk, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian telah banyak dilakukan oleh peneliti salah satunya Susanti . menemukan bahwa citra merek, kualitas produk, dan harga secara simultasn berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian sepatu. Penelitian ini menegaskan bahwa konsumen cenderung mempertimbangkan reputasi merek, mutu produk, serta kesesuaian harga dengan kualitas sebelum melakukan keputusan pembelian. Hal serupa juga dikatakan oleh Gatri dan Waeno . yang meneliti keputusan pembelian produk body lotion AuMarinaAy di Yogyakarta bahwa seluruh variabel besa citra merek, kualitas produk dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengna kualitas produk sebagai faktor yang paling dominan. Masing-masing manufaktur memiliki keunggulan yang berbeda-beda, baik dari segi kualitas produk maupun harga, dari sisi harga tentunya ini salah satu faktor yang mempengaruh keputusan pembelian, timbulnya merekmerek yang baru akan menjadi ancaman untuk distributor atau manufacture, semakin banyak pilihan produk, maka akan meningkat juga persepsi konsumen, salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian yaitu, persepsi harga yang timbul dari konsumen. Persepsi harga menjadi faktor yang sangat berpengaruh penting terhadap keputusan Tidak hanya citra merek, pertimbangan dari kualitas produk menjadi acuan konsumen untuk melakukan sebuah keputusan pembelian, hal ini disebabkan adanya prilaku konsumen yang mempunyai kriteria terhadap sebuah kuliatas produk, hal ini tentu menjadi masukan untuk pelaku bisnis khususnya untuk pihak manufacture agar dapat menyesuaikan kualitas produk yang diinginkan konsumen. Citra merek menjadi salah faktor pengaruh terhadap keputusan pembelian. Produk lampu HELON merupakan salah satu merek lampu explosion proof manufacture China, dan PT Helon Internusa Flamindo adalah satu-satunya distributor lampu merek HELON yang ada di Indonesia dan telah terdaftar di kementerian Namun tidak dapat dipungkiri, barang impor China memiliki kesulitan sendiri dalam pemasarannya, masyarakat memiliki pandangan negatif terhadap produk-produk dari China, tetapi China memiliki harga yang relatif murah dan dapat diterima di masyarakat. Apalagi produk China sudah mulai meningkatkan kualitasnya hingga standar Eropa dan tetap mempertahankan standar harga yang ada. LANDASAN TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Citra Merek Seperti penelitian yang telah dilakukan oleh Qiana dan Lego . Citra merek adalah gambaran yang dimiliki oleh seseorang saat melihat atau mendengar suatu merek berdasarkan pada informasi dan pengalamannya. Menurut Kotler & Keller . Citra merek adalah persepsi dan keyakinan yang dipegang oleh konsumen terhadap suatu merek sebagaiaman tercermin dalam ingatan konsumen. Citra merek terbentuk melalui pengalaman, komunikasi, serta interaksi konsumen dengan merek tersebut. Sedangkan menuru Ilyas et al. citra merek merupakan kesen keseluruhan yang ditangkap konsum dari suatu merek, yang dapat mempengaruhi preferensi dan keputusan pembelian melalui asosiasi positif terhadap produk. Kualitas Produk Kualitas Produk memiliki arti penting, inti pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan yang bertujuan untuk mengimbangi harapan pelanggan. Kualitas produk memiliki suatu ketertarikan bagi konsumen dalam mengelola hubungan yang baik dengan perusahaan penyedia produk. Adanya hubungan timbal bailk antara perusahaan dengan konsumen akan memberikan peluang untuk mengetahui dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dan harapan upaya meningkatkan keputusan pembelian. Anggraeni. Soliha . Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk menjalankan fungsinya yang mencakup daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan penggunaan, dan atribut lainnya yang memenuhi kebutuhan pelanggan menurut Tjiptono . , sedangkan menurut Dewi dan Sari . kualitas produk mencerminkan sejauh mana produk tersebut memenuhi harapan konsumen baik dari segi desain, bahan, kinerja, maupun ketahanan, yang akhirnya mempengaruhi keputusan pembelian. Persepsi Harga Penelitian lain oleh Oscardo. Purwati. Lamzah . Persepsi harga merupakan yang memiliki pengaruh signifikan positif terhadap Keputusan Pembelian. Hal ini berarti semakin tinggi harga yang ditawarkan, maka semakin tinggi pula minat pembeli dalam Pentingnya persepsi harga dalam meningkatkan minat pembeli terlihat dari kecenderungan pelanggan yang menilai bahwa semakin tinggi persepsi harga yang ditawarkan, maka semakin bagus kualitas produk tersebut. Menurut Zeithaml . persepsi harga adalah bagaimana konsumen menafsirkan harga, bukan harga itu sendiri: konsumen membandingkan harga dengan manfaat yang mereka peroleh untuk menentukan nilai suatu Persepsi harga merupakan pandangan konsumen tehradap kesesuaian antara harga yang dibayar dan manfaat yang diterima. persepsi harga yang positif dapat meningkatkan kecenderuangan pembelian menurut Putra & Nugroho . Keputusan Pembelian Menurut Oktaviani dan Ellyawati . keputusan pembelian merupakan proses di mana konsumen mengevaluasi berbagai alternatif produk dan akhirnya memilih produk yang dianggap paling mampu memenuhi kebutuhan dan preferensinya, baik secara fungsional maupun emosional. Keputusan pembelian adalah hasil dari kombinasi pengaruh faktor internal . otivasi, persepsi, dan pengalama. serta fkator eksternal . romosi, citra merek, dan rekomendas. yang mendorong konsumen untuk menentukan pilihan akhir terhadap suatu produk menurut Wiratama et al. METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang melakukan pembelian lampu merek Helon Type BYS51 periode Q1 atau bulan januari sampai maret 2023 di PT. Helon Internusa Flamindo yang berjumlah 41 konsumen. Sampel studi ini menggunakan sampling jenuh. Metode sampling jenuh digunakan dalam studi ini melalui penyebaran google forms kepada responden selama dua minggu dari awal Juni sampai pertengahan Juni. Definisi operasional adalah spesifikasi kegiatan penelitian dalam mengukur atau memanipulasi suatu variabel. Tabel 1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Definisi Variabel Citra Merek (X. Kualitas Produk (X. Pengukuran Variabel Menurut Hogan dalam Indrasari . citra merek merupakan asosiasi dari semua informasi yang tersedia mengenai produk, jasa dan perusahaan dari merek yang Menurut Kotler dalam Haryanto . Kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta sifat dari suatu berpengaruh pada kemampuanya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Pengukuran variabel Skala Pengukuran Recognitio Reputation Affinity Loyality Rangkuti dalam Indrasari . Kinerja Interaksi Pegawai Reabilitas Daya Tahan Ketepatan waktu dan Kenyamanan Estetika Interval Presepsi Harga (X. Menurut Peter dan Olson dalam Rangga . persepsi harga informasi tersebut sepenuhnya oleh harga pelanggan dan memberikan arti mendalam bagi konsumen. Keputusan (Y) Menurut Setiadi dalam Sangadji dan Sopiah . mendefinisikan bahwa inti dari pengambilan keputusan konsumen adalah proses untuk mengevaluasi dua perilaku alternatif atau lebih, dan memilih salah satu di antaranya. Kesadaran akan Sangadji & Sopiah Sudaryono Keterjangkauan Harga Kesesuaian Harga Dengan Produk Daya Saing Harga Kesesuaian Harga Dengan Manfaat Harga Dapat Konsumen Dalam mengambil Keputusan Kotler dalam Indrasari . Pilihan Produk Pilihan Merek Pilihan Penyalur Waktu Pembelian Jumlah Pembelian. Kotler dan Keller dalam Indrasari . Peneliti menggunakan structural equation model-partial least square (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh Citra Merek. Kualitas produk dan Persepsi harga Terhadap keputusan Alat analisis studi ini menggunakan bantuan Smart PlS 3. Pengujian model pengukuran dan model struktural digunakan dalam studi ini. Hair et al. menjelaskan bahwa evaluasi model pengukuran melalui validitas konvergen, diskriminan, dan reliabilitas. Selanjutnya, evaluasi model struktural studi ini dengan menilai tingkat signifikansi dan relevansi hubungan model struktural . , serta tingkat koefisien determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti menyebarkan instrumen kuesioner melalui google form kepada responden. Penyebaran instrumen kepada responden dilakukan oleh peneliti selama sebulan terhitung sejak awal bulan November hingga akhir Desember 2024. Instrumen yang terkumpul berjumlah 41 instrumen Dengan demikian, jumlah sampel akhir studi ini adalah 41 responden. Profil responden studi ini dapat ditampilkan sebagai berikut. Tabel 2. Profil Responden Kategori Perusahaan Frekuensi BUMN Swasta Jumlah Sumber: data primer diolah peneliti, 2023 Presentase 53,7% 46,3% Berdasarakan hasil penelitian ini diperoleh klasifikasi konsumen berdasarkan tabel di atas yang menunjukan bahwa mayoritas responden sebanyak 22 atau 53,7%. adalah responden perusahaan berkategori BUMN dan sisanya adalah responden perusahaan berkategori costumer Swasta yang berjumlah 19 atau 46,3%. Tabel 3. Jabatan Responden Jabatan Frekuensi Engeneering Purchasing Estimator Manager purchasing Jumlah Sumber: data primer diolah peneliti, 2023 Responden 48,8% 29,3% 4,9% Berdasarakan hasil penelitian ini diperoleh klasifikasi konsumen berdasarkan jabatan yang disajikan tabel di atas yang menunjukkan bahwa responden dengan jabatan Engeneering yaitu sebanyak 7 orang atau 17%, responden dengan jabatan purchasing yaitu sebanyak 20 orang atau 48,8%, responden dengan jabatan estimator yaitu sebanyak 12 orang atau 29,3%, kemudian responden dengan jabatan manager purchasing yaitu sebanyak 2 orang atau 4,9 %. Tabel 4. Deskriptif Statistik Variabel Variabel Sampel Min. Maks. Citra Merek Kualitas Produk Persepsi Harga Keputusan Pembelian Sumber: data primer diolah peneliti, 2023 Mean Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel studi ini adalah 41 responden. Berdasarkan jumlah tersebut, ternyata responden merespon indikator variabel Citra Merek minimal sangat tidak setuju dan maksimal sangat setuju. Secara rata-rata, responden merespon indikator variabel tersebut adalah setuju. Kondisi ini menunjukkan bahwa responden setuju terhadap Keputusan Pembelian. Studi ini menemukan bahwa responden merespon indikator variabel Kualitas Produk minimal sangat tidak setuju dan maksimal sangat setuju. Secara rata-rata, responden merespon indikator variabel tersebut adalah setuju. Kondisi ini menunjukkan bahwa responden setuju terhadap Keputusan Pembelian. Indikator variabel Persepsi Harga direspon oleh responden sangat tidak setuju dan maksimal adalah sangat setuju. Secara rata-rata, responden merespon indikator tersebut adalah Kondisi ini menunjukkan bahwa responden setuju terhadap Keputusan Pembelian. Tabel 5. Validitas Konvergen dan Diskriminan Citra merek Keputusan Kualitas Pembelian Produk CM1 0,733 0,636 0,881 CM2 0,685 0,637 0,866 CM3 0,670 0,754 0,826 CM4 0,565 0,662 0,784 KP1 0,678 0,763 0,763 KP2 0,577 0,488 0,788 KP3 0,575 0,547 0,818 KP4 0,719 0,560 0,844 KP5 0,616 0,564 0,800 KPM1 0,651 0,470 0,788 KPM2 0,704 0,537 0,778 KPM3 0,608 0,740 0,864 KPM4 0,678 0,629 0,798 KPM5 0,501 0,579 0,742 PH1 0,577 0,488 0,788 PH2 0,575 0,547 0,818 PH3 0,719 0,560 0,844 PH4 0,616 0,564 0,800 Sumber: data primer diolah peneliti, 2023 Persepsi Harga 0,586 0,565 0,688 0,662 0,560 0,838 0,844 0,868 0,828 0,397 0,483 0,636 0,497 0,525 0,838 0,844 0,868 0,828 Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh indikator variabel Pengaruh Citra Merek. Kualitas Produk dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Lampu memiliki loading factor > 0,7. Selain itu, nilai average variance extracted (AVE) > 0,5. Kondisi ini menunjukkan bahwa seluruh indikator variabel tersebut memenuhi validitas konvergen. Tabel di atas juga menunjukkan bahwa hasil uji validitas diskriminan untuk seluruh indikator mampu menjelaskan variabelnya dibandingkan variabel lain. Kondisi ini ditunjukkan melalui nilai loading factor setiap indikator dalam menjelaskan variabelnya lebih tinggi dibandingkan variabel lain. Oleh karena itu, hasil uji validitas diskriminan terpenuhi dalam studi ini. Tabel 6. Reliabilitas dan AVE CronbachAos Alpha Composite Reliability Citra Merek 0,928 0,906 Keputusan Pembelian 0,854 0,895 Kualitas Produk 0,864 0,901 Persepsi Harga 0,866 0,909 Sumber: data primer diolah peneliti, 2023 Variabel AVE 0,706 0,632 0,645 0,713 Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai cronbachAos alpha dan composite reliability memiliki nilai > 0,7. Kondisi ini menunjukkan bahwa seluruh variabel studi ini telah memenuhi uji reliabilitas dalam model. Tabel 7. Pengujian Hipotesis Original Sampel PVelue Hasil Citra MerekIe Keputusan Pembelian 0,467 Kualitas ProdukIe Keputusan Pembelian 1,253 Persepsi HargaIe Keputusan Pembelian -0,910 Keterangan: Nilai adjusted R2 variabel Keputusan Pembelian adalah 70,4% . Sumber: data primer diolah peneliti, 2023 0,002 0,001 0,016 Terdukung Terdukung Terdukung Hipotesis Pengaruh Gambar 1. Pengujian Hipotesis H1 adalah citra merek terhadap keputusan pembelian. Tabel 5 menunjukkan hasil uji path coefficient dapat diketahui bahwa nilai original sample dari citra merek terhadap keputusan pembelian. adalah sebesar 0,467 dan memiliki nilai P-Value < 0,05 yaitu 0,002. Maka citra merek mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Reynaldi & Nuvriasari, 2. H2 adalah kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Tabel 5 menunjukkan hasil uji path coefficient dapat diketahui bahwa nilai original sample kualitas produk terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 1,253 atau 125,3% dan nilai P-Value sebesar 0,001 atau < 0,05. Maka kualitas produk mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Nofrizal et al. H3 adalah persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Tabel 5 menunjukkan hasil uji path coefficient dapat diketahui bahwa nilai original sample persepsi harga terhadap keputusan pembelian adalah sebesar -0,910 dan memiliki nilai P-Value < 0,05 yaitu 0,016. Maka persepsi harga mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Fahrezy dan Soebiantoro, 2. SIMPULAN DAN IMPLIKASI Simpulan Berdasarkan hasil pada penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa, besarnya pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai original sampel . ath coefficien. sebesar 0,467 atau 46,7% dan P-Value 0,002 atau < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa citra merek mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di PT Helon Internusa Flamindo. Tangerang, yaitu sebesar 46,7% dan besarnya pengaruh kualitas produk terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai original sampel . ath coefficien. sebesar 1,253 atau 125,3% dan P-Value 0,001 atau < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa kualitas produk mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di PT Helon Internusa Flamindo. Tangerang, yaitu sebesar 125,3% serta besarnya pengaruh persepsi harga terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai original sampel . ath coefficien. sebesar -0,910 atau -91% dan P-Value 0,016 atau < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa persepsi harga mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di PT Helon Internusa Flamindo. Tangerang, yaitu sebesar -91%. Implikasi Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikemukakan implikasi karena adanya keterbatasan yang dialami dan dapat menjadi beberapa faktor agar lebih diperhatikan bagi peneliti-peneliti yang akan datang dalam lebih menyempurnakan penelitiannya, karena penelitian ini sendiri tentu memiliki kekurangan yang perlu terus diperbaiki dalam penelitianpenelitian kedepannya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, gambaran dan pembanding bagi penelitian selanjutnya yang ingin membahas tema yang sama, tetapi dengan menambahkan vaiabel lain sebagi mediasi dari kondisi objek penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian dan periode penelitian yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA