Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen e-ISSN: 2461-0593 PENGARUH BRAND IMAGE. KUALITAS PRODUK. DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK PIXY Diva Nata Robiyanti divanatarobiyanti25@gmail. Anton Eko Yulianto Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya ABSTRACT The beauty industry is one of the business industries that is growing rapidly at the moment. Now there are various kinds of domestic and foreign beauty products, both large and small companies competing fiercely in the Indonesian market. This research aims to determine the effect of brand image, product quality, price perception on the purchasing s of PIXY cosmetic products in Surabaya. The research uses a causal approach. The data were primary, which were taken directly from respondents. Furthermore, the population consists of Surabaya citizens with a minimum age of 17 years old, has or has not purchased PIXY products, but are familiar with PIXY products. Moreover, the data collection technique used purposive sampling with 98 respondents as the samples. The instrument was a questionnaire. The questionnaires were distributed to the respondents. In addition, the data analysis technique used multiple linear regressions with the SPSS (Statistical Product and Service Solutio. The result shows that brand image, product quality, and price perception have a positive and significant effect on the purchasing decisions of PIXY in Surabaya. Keywords: brand image, product quality, price perception, and purchasing decision. ABSTRAK Industri kecantikan merupakan salah satu industri bisnis yang berkembang pesat saat ini. Kini terdapat berbagai macam produk kecantikan dalam negeri maupun luar negeri baik perusahaan besar hingga perusahaan kecil sekalipun bersaing ketat di pasar Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Image. Kualitas Produk. Harga terhadap Keputusan Pembelian produk kosmetik PIXY di kota Surabaya. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kausal. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung oleh responden. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah penduduk di kota Surabaya dengan minimal usia 17 tahun, yang pernah atau belum membeli produk PIXY, namun mengetahui produk PIXY. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 98 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS (Stattistical Product and Service Solutio. Versi 27. 0 Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel brand image, kualitas produk, dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen produk PIXY di kota Surabaya. Kata kunci: Brand image, kualitas produk, harga, keputusan pembelian. PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi di era modern saat ini dalam industri bisnis mengalami percepatan diberbagai sektor serta pertumbuhan positif secara signifikan, hal ini didasari oleh era digitalisasi dan revolusi industri 4. Pertumbuhan tersebut memicu industri bisnis untuk menghasilkan sesuatu yang terbarukan agar dapat bersaing secara global. Perkembangan ini juga menyebabkan persaingan semakin ketat antar pelaku bisnis, yang mana persaingan dalam hal keunggulan kualitas produk dan harga yang sangat sengit. Maka dengan begitu Perusahaan berlomba menghasilkan produk yang dapat memberikan kepuasan dalam memenuhi kebutuhan para konsumen. Di era sekarang ini setiap orang memiliki perbedaan akan setiap kebutuhannya. Industri kecantikan merupakan salah satu industri bisnis yang berkembang pesat saat ini. Kini terdapat berbagai macam produk kecantikan dalam negeri maupun luar negeri baik Pengaruh Brand Image. Kualitas Produk. Diva Nata Robiyanti. Anton Eko Yulianto perusahaan besar, perusahaan menengah, hingga perusahaan kecil sekalipun bersaing ketat di pasar Indonesia. Dengan terciptanya situasi ini tentu saja perusahaan kosmetik diwajibkan dapat terus unggul di hati para konsumennya dan terus berinovasi. Kemajuan ini dipicu oleh keinginan berpenampilan menarik yang sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi para wanita. Demi mempertahankan penampilan yang menarik, produk kosmetik sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka. Dengan begitu pertumbuhan industri kecantikan khususnya industri kosmetik terus meningkat tiap tahunnya. Gambar 1 Data Pertumbuhan Jumlah Industri Kosmetik di Indonesia Sumber: Data Sekunder, 2025 Berdasarkan Gambar 1 menunjukkan bahwa industri kosmetik Indonesia berjumlah 565 industri pada tahun 2018 dan terus meningkat menjadi 858 industri pada tahun 2021, kembali meningkat menjadi 913 industri pada tahun 2022, dan 1024 industri pada Juni 2023 . ngka Selanjutnya pada tahun 2024, jumlah IKM kosmetik di Indonesia mencapai lebih 500 unit usaha yang tersebar berbagai wilayah dan beroperasi dalam berbagai industri kecantikan seperti skincare, kosmetik, parfum, hingga perawatan tubuh (Indonesia. Kondisi inilah yang membuat industri kecantikan dituntut untuk dapat terus berkembang serta dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan menciptakan berbagai formulasi produk Berkembang pesatnya tren kecantikan saat ini membuat permintaan pasar akan produk kosmetik terus meningkat, para produsen harus bersaing ketat dengan memamerkan kualitas yang dapat memenuhi ekspektasi konsumen. Perusahaan perlu menciptakan strategi yang tepat dalam persaingan bisnis dengan kompetitor agar tercapainya keberlangsungan Perusahaan. Menciptakan produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau merupakan sebuah tantangan bagi setiap perusahaan kosmetik. Kosmetik adalah produk yang dirancang untuk dapat digunakan pada bagian luar tubuh manusia, seperti kulit, rambut, dan bibir. Tujuan utama penggunaannya adalah untuk membersihkan, mempercantik penampilan, serta merawat tubuh. Produk kosmetik mengandung formulasi bahan-bahan khusus yang memberikan manfaat bagi penggunanya (BPOM RI No 23:2. Dengan banyaknya jenis produk kecantikan yang tersedia saat ini, hal ini tentu mempengaruhi pilihan konsumen dalam menentukan produk kosmetik yang sesuai dan aman bagi kesehatan kulit mereka. Produk kosmetik merek PIXY merupakan salah satu nama yang semakin bersaing di pasar Indonesia, menghadapi banyak kompetitor. PIXY adalah merek yang dikenal luas di Tanah Air dan dimiliki oleh PT Madom Indonesia Tbk, yang merupakan bagian dari Madom Corporation yang berasal dari Jepang. Produk PIXY dirumuskan khusus berdasarkan kebutuhan dan tipe kulit wanita Asia, sehingga sangat cocok dengan kulit wanita Indonesia. Semua produk PIXY Cosmetics diproduksi dengan standar dan teknologi terkini dari Jepang, serta telah mendapatkan sertifikasi Halal dari LPPOM MUI. PIXY mengedepankan inspirasi dari tren kecantikan yang berkembang di Tokyo. Jepang. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Tabel 1 Kategori Produk Pixy Base Makeup Foundation Loose Powder Cushion Compact Powder Concealing Decorative Eye Make Up Lip Make Up Cheec Make Up Skincare Facial Wash Make Up Cleanser Moisturizer Face Mist Sunscreen Sumber: https://w. Sesuai pada Tabel 1 memperlihatkan berbagai macam produk yang PIXY miliki, pada kategori bare make up terdapat produk primer, foundation, loose powder, cushion, compact powder, dan concealing. Beragamnya produk yang dimiliki oleh PIXY mulai dari base make up hingga skincare memperlihatkan apabila produk kosmetik milik PIXY cukup berinovasi dalam jenis-jenis produk mereka. Tabel 2 Top Brand Index Kategori Produk Kosmetik Tahun 2024 Lipstik TBI Merek Wardah Maybelline Caring Revlon Pixy Inez La Tulipe Make Over Body Shop LOreal TOP TOP TOP Bedak Muka Tabur Merek TBI TOP Wardah TOP Marcks TOP Make Over TOP Inez Caring Viva Maybelline La Tulipe LOreal Pixy Bedak Muka Padat Merek TBI TOP Wardah 60% TOP Make Over 70% TOP Caring Maybelline Inez Pixy Citra La Tuilpe Garnier Belia Sumber: Top Brand Award . topbrand-award. Menurut dari Tabel 2 memperlihatkan bahwasanya produk PIXY berada dalam peringkat yang berbeda beda dari setiap jenis produk. Pada produk Lipstik PIXY berada di peringkat ke 5 dengan persentase 4. 10%, produk bedak muka tabur merek PIXY berada dalam peringkat ke 10 dengan persentase 2. 70%, dan untuk produk bedak muka padat merek PIXY berada di peringkat 6 dengan persentase 4. Data tersebut menunjukkan produk kosmetik merek wardah terus bertahan menduduki peringkat 1 disetiap jenis produk. Maka dapat disimpulkan dari tabel diatas menunjukkan produk kosmetik PIXY belum dapat berada dalam posisi TOP brand pada brand kosmetik tahun 2024, hal ini dapat menjadi evaluasi serta meninjau kembali strategi pasar produk kosmetik PIXY. Proses pengambilan keputusan untuk membeli suatu barang atau jasa dimulai dengan munculnya keputusan pembelian itu sendiri. Menurut Purboyo et al. , proses ini terdiri dari beberapa tahap, dimulai dari pengenalan masalah yang dihadapi, diikuti dengan evaluasi dan pemilihan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan konsumen. Ketika konsumen mengidentifikasi dan mempertimbangkan masalah yang ada, kebutuhan serta keinginannya untuk menggunakan barang yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut pun akan muncul (Ummat dan Hayuningtias, 2. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pengambilan keputusan pembelian adalah citra merek. Menurut Firmansyah . 9: . , konsumen lebih cenderung untuk melakukan pembelian setelah mendengar atau melihat suatu merek, tergantung pada apa yang mereka pikirkan dan rasakan mengenai merek tersebut, yang dikenal sebagai citra Sikap dan perilaku konsumen terhadap sebuah merek sangat dipengaruhi oleh citra merek itu sendiri. Ketika sebuah perusahaan memiliki citra merek yang kuat, calon konsumen Pengaruh Brand Image. Kualitas Produk. Diva Nata Robiyanti. Anton Eko Yulianto akan lebih mudah mempercayai produk yang ditawarkan. Dalam upaya membangun citra merek yang kokoh, faktor kedua yang sangat memengaruhi keputusan pembelian adalah kualitas produk. Menurut Kolter dan Armstrong . 5: . alam Nakrowi, 2. , kualitas suatu produk atau jasa ditentukan oleh seberapa baik produk atau jasa tersebut mampu memenuhi kebutuhan konsumen, baik yang tampak maupun yang tersirat. Kualitas produk menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan daya saing bagi perusahaan yang menawarkan barang kepada pelanggan. Dengan demikian, kualitas produk yang ditawarkan menjadi keunggulan yang harus dimiliki untuk membedakannya dari produk pesaing lainnya. Selain brand image dan kualitas produk, terdapat faktor lain yang memainkan peranan penting dalam keputusan pembelian, yaitu harga. Menurut Putra . , harga merupakan proses di mana pembeli memahami dan menganggap penting informasi mengenai harga secara keseluruhan. Pemahaman yang mendalam tentang informasi harga ini menjadi salah satu aspek krusial yang perlu dipertimbangkan oleh pembeli saat mengambil keputusan. Oleh karena itu, dalam era persaingan yang semakin ketat seperti sekarang, perusahaan harus lebih memperhatikan faktor harga. Sebab, tingkat harga dapat memberikan dampak signifikan terhadap daya saing perusahaan serta kemampuan pelanggan dalam membeli produk yang ditawarkan (Baturohmah et al. Research gap pertama didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Nakrowi . , yang menunjukkan bahwa brand image memiliki dampak positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk. Namun, penelitian oleh Lisa . menemukan sebaliknya, bahwa brand image tidak memengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Selanjutnya, pada research gap kedua, hasil penelitian Pratama dan Maskar . menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan Di sisi lain, penelitian oleh Hasibuan . menunjukkan bahwa kualitas produk tidak memberikan dampak terhadap keputusan konsumen untuk membeli barang. Terakhir, pada research gap ketiga, hasil penelitian Murgana dan Brahmayanti . mengindikasikan bahwa harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, hasil penelitian Adaming . menunjukkan bahwa harga justru berpengaruh negatif terhadap keputusan Berdasarkan Latar belakang penelitian yang diuraikan oleh penulis diatas, maka permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini adalah sebagai berikut: . Apakah Brand Image berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian pada produk kosmetik pixy di Surabaya. Apakah Kualitas Produk berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian pada produk kosmetik pixy di Surabaya. Apakah Harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian pada produk Kosmetik pixy di Surabaya. TINJAUAN TEORITIS Keputusan Pembelian Menurut Peter dan Olson . alam Darmansah dan Yosepha, 2. Proses pengambilan keputusan pembelian adalah langkah yang dilakukan oleh konsumen untuk mengintegrasikan pengetahuan yang mereka miliki saat memilih di antara dua atau lebih Dengan demikian, mereka dapat menentukan produk mana yang akan dipilih. Sedangkan menurut Purboyo et al. Keputusan pembelian merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang diawali dengan identifikasi masalah, dilanjutkan dengan evaluasi berbagai opsi, hingga akhirnya berujung pada pemilihan produk yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Karena pelanggan mendasarkan pembelian mereka pada masalah yang mereka hadapi, kebutuhan dan keinginan mereka sendiri muncul untuk menggunakan barang guna mengatasi masalah tersebut (Ummat dan Hayuningtias, 2. Dalam konteks keputusan pembelian. Kotler dan Keller . mengidentifikasi enam indikator yang memengaruhi proses pengambilan keputusan oleh konsumen, yaitu: . Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Pilihan Produk. Pilihan merek. Pilihan Tempat Penyaluran. Jumlah Pembelian atau Kuantitas. Waktu Pembelian. Metode Pembayaran. Brand Image Produk suatu perusahaan akan dipercaya oleh calon pelanggan jika memiliki citra merek yang kuat. Menurut Firmansyah . ketika konsumen mendengar atau melihat suatu merek, apa yang mereka pikirkan dan rasakan tentang merek tersebut membuat mereka lebih cenderung untuk melakukan pembelian, yang disebut dengan citra merek atau brand image. Sedangkan menurut Kotler dan Keller . brand image yaitu cara pelanggan memandang dan meyakini suatu produk, yang tercermin dalam ingatan mereka serta menggambarkan asosiasi yang telah terbentuk di pikiran mereka. Menurut Rangkuti . indikator brand image sebagai berikut: . Merek Menunjukkan Identitas Tertentu. Merek Menunjukkan Kualitas. Merek Menunjukkan Terkenalnya suatu Produk. Merek Menunjukkan Terkenalnya suatu Produk. Merek Menunjukkan Manfaat dan Keunggulan. Kualitas Produk Salah satu faktor utama yang memengaruhi daya saing antar perusahaan yang menjual barang kepada pelanggan adalah kualitas produk. Menurut Kotler dan Keller . alam Rismaeka dan Susanto, 2. , kualitas produk diartikan sebagai kemampuan suatu barang untuk memberikan hasil atau kinerja yang sesuai, bahkan melebihi ekspektasi Sementara itu. Kolter dan Armstrong . alam Nakrowi, 2. menyatakan bahwa kualitas suatu produk ditentukan oleh sejauh mana produk tersebut mampu memenuhi kebutuhan konsumen, baik yang bersifat langsung atau tidak langsung. Menurut Kotler dan Keller . indikator kualitas produk sebagai berikut: . Daya Tahan. Keistimewaan. Keandalan. Kesesuaian dengan Spesifikasi. Estetika. Harga Menurut Tjiptono . harga merupakan satuan mata uang atau ukuran lain . ermasuk barang atau jasa lainny. yang dipertukarkan untuk memperoleh kepemilikan atau hak untuk menggunakan barang atau jasa. Menurut Putra . harga adalah proses dimana pembeli sepenuhnya memahami dan mementingkan informasi harga. Memahami sepenuhnya mengenai informasi harga menjadi salah satu hal penting bagi pembeli untuk mempertimbangkan keputusan dalam membeli sebuah produk. Menurut Kotler dan Amstrong . , terdapat empat indikator yang mendefinisikan harga, yaitu: . Keterjangkauan harga. Kesesuaian harga dengan kualitas. Daya saing harga. Kesesuaian harga dengan manfaat. RERANGKA KONSEPTUAL Gambar 2 Kerangka Konseptual Pengaruh Brand Image. Kualitas Produk. Diva Nata Robiyanti. Anton Eko Yulianto Pengembangan Hipotesis Pengaruh Brand Image terhadap Keputusan Pembelian Menurut Firmansyah . alam Hasibuan, 2. ketika konsumen mendengar atau melihat suatu merek, apa yang mereka pikirkan dan rasakan tentang merek tersebut membuat mereka lebih cenderung untuk melakukan pembelian, yang disebut dengan citra merek atau brand image. Sikap dan perilaku pelanggan terhadap suatu merek sangat dipengaruhi oleh reputasi merek yang dimiliki. Produk yang memiliki reputasi yang kuat akan dianggap dapat dipercaya oleh calon konsumen. Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nakrowi . , ditemukan bahwa brand image memiliki dampak positif terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk. Namun, hasil penelitian yang dilakukan oleh Lisa . menunjukkan sebaliknya, dimana brand image tidak berpengaruh pada keputusan konsumen dalam membeli suatu barang. H1 : Brand Image berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada produk kosmetik PIXY di Surabaya. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan pendapat Kolter dan Armstrong . alam Nakrowi, 2. , kualitas suatu produk atau jasa ditentukan oleh sejauh mana produk atau jasa tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit. Kualitas produk yang ditawarkan menjadi keunggulan yang harus dimiliki agar mampu bersaing dengan produk dari pesaing. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa kualitas yang diberikan sesuai dengan harapan dan kebutuhan konsumen, dengan tetap mengacu pada standar kualitas yang berlaku. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pratama dan Maskar . , yang menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Namun, hasil penelitian yang dilakukan oleh Hasibuan . memberikan pandangan yang berbeda, menyatakan bahwa kualitas produk tidak berpengaruh terhadap keputusan konsumen untuk melakukan H : Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada produk kosmetik PIXY di Surabaya. Pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian Menurut Putra . , harga adalah suatu proses di mana pembeli secara menyeluruh memahami dan memperhatikan informasi mengenai harga. Pemahaman yang mendalam tentang informasi harga ini menjadi salah satu aspek krusial bagi pembeli dalam mempertimbangkan keputusan pembelian sebuah produk. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan faktor harga, terutama dalam situasi persaingan yang sangat ketat seperti sekarang ini. Tingkat harga memiliki dampak yang signifikan terhadap daya saing perusahaan serta kemampuan pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan (Baturohmah et al. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Murgana dan Brahmayanti . , yang mengemukakan bahwa harga memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Namun, berbeda dengan temuan yang disampaikan oleh Adaming . , yang menunjukkan bahwa harga justru berdampak negatif terhadap keputusan pembelian. H : Harga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada produk kosmetik PIXY di Surabaya. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi (Obje. Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa Aumetode penelitian kuantitatif dapat Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkanAy. Populasi pada penelitian ini yaitu penduduk Kota Surabaya yang 286 jiwa (BPS, 2. Gambaran populasi pada penelitian ini adalah populasi infinite, dimana jumlah populasinya tidak diketahui dan dapat dikatakan dalam kategori tidak terbatas . nfinite populatio. Teknik Pengampilan Sampel Menurut Sugiyono . sampel dapat didefinisikan sebagai representasi dari serangkaian karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi. Peneliti menerapkan metode purposive sampling dengan memilih sampel secara langsung berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk responden. Menurut Sugiyono . Pengambilan sampel secara purposive adalah sebuah metode pengambilan sampel yang dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria tertentu, dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang memiliki ciri-ciri sesuai yang diinginkan. Sampel pada penelitian ini merupakan konsumen produk PIXY di Surabaya yang mengetahui, pernah membeli, dan menggunakan produk kosmetik PIXY. Dengan jumlah populasi yang sangat besar dan tidak terbatas, tidak mungkin untuk mengetahui dengan pasti berapa banyak orang. Oleh karena itu, rumus Lemeshow digunakan untuk menghitung jumlah sampel. Berikut rumus Lemeshow yang akan Keterangan: n = Jumlah anggota sampel Z = Nilai standar normal . p = Estimator proporsi populasi . d = Interval atau penyimpangan . q=1Aep Sehingga dapat ditentukan jumlah sampel yang digunakan adalah: = 97,6 n = 97,6 disesuaikan menjadi 98 responden Dari hasil perhitungan diatas dapat diketahui bahwa dibutuhkan 98 responden untuk penelitian ini. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Data yang diperoleh merupakan data primer yang dihimpun melalui kuesioner. Data primer adalah sumber data yang langsung disediakan oleh responden kepada pengumpul informasi. (Sugiyono, 2021:. Dalam penelitian ini, kuesioner disebarkan secara online melalui Google Form. Teknik yang akan digunakan yaitu skala Likert yang terdiri dari lima tingkat penilaian, yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5. Kuesioner yang diterapkan adalah kuesioner pilihan ganda, di mana setiap pernyataan disertai dengan lima opsi jawaban. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat subjektif, yaitu mencakup pandangan, perilaku, pengetahuan, dan karakteristik responden yang menjadi fokus utama penelitian. Pengaruh Brand Image. Kualitas Produk. Diva Nata Robiyanti. Anton Eko Yulianto Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan adalah data primer, yang diperoleh secara langsung dari responden yang menjadi fokus penelitian. Adapun pengertian data primer menurut Sugiyono . adalah sumber data yang memberikan informasi secara langsung kepada pengumpulnya. Variabel dan Definisi Operasional Variabel Pada penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel independen atau variabel bebas dan variabel dependen atau variabel terikat. Variabel independen (X) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Brand Image (BI). Kualitas Produk (KP. dan Harga (H. yang mempengaruhi variabel dependen (Y) yaitu Keputusan Pembelian (KP). Definisi Operasional Variabel Brand Image (BI) Brand Image merupakan pemahaman dan perasaan konsumen kepada produk kosmetik PIXY yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Indikator brand image yang digunakan yaitu (Rangkuti, 2009:. : . merek menunjukkan identitas tertentu. Merek menjunjukkan kualitas. Merek menunjukkan terkenalnya suatu produk. Merek menunjukkan variasi produk. Merek menunjukkan manfaat dan keunggulan. Kualitas Produk (KP. Kualitas produk mengacu pada sejauh mana produk PIXY dapat memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi serta kebutuhan para konsumennya. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada Kotler dan Keller . sebagai berikut: . Daya Tahan (Durabilit. Keistimewaan (Types of Feature. Keandalan (Reliabilit. Kesesuaian dengan Spesifikasi (Conformance to Specification. Estetika (Asthethi. Harga (H. Harga mencakup cara konsumen menilai dan memahami harga produk PIXY. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada Kotler dan Amstrong . sebagai berikut: . Keterjangkauan harga. Kesesuaian. Daya saing harga. Kesesuaian harga dengan manfaat. Keputusan Pembelian (KP) Keputusan pembelian dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh konsumen untuk mencapai keputusan yang dianggap paling tepat untuk membeli produk PIXY. Indikator yang digunakan pada penelitian ini merujuk pada Kotler dan Keller . sebagai berikut: . Pilihan Produk. Pilihan merek. Pilihan Tempet Penyaluran. Jumlah Pembeliana atau Kuantitas. Waktu Pembelian. Metode Pembayaran. Teknik Analisis Data Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif, menurut Sugiyono . , metode analisis deskriptif adalah teknik statistika yang digunakan untuk memeriksa data dengan cara menggambarkan keadaan data yang telah dikumpulkan, tanpa berusaha menarik kesimpulan yang bersifat umum atau dapat digeneralisasi. Dalam proses analisis data, perangkat lunak yang akan digunakan yaitu Microsoft Excel dan SPSS (Statistical Package for Social Science. Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Uji validitas digunakan untuk menentukan apakah suatu kuesioner memiliki validitas atau tidak. Melalui uji ini, kita dapat menilai apakah kuesioner yang diberikan kepada responden dapat diandalkan. Sebuah indikator data dianggap valid jika informasi yang terkandung dalam kuesioner mampu mencerminkan dengan akurat apa yang sedang diukur pada skala tertentu (Ghozali, 2021:. Uji validitas yang digunakan adalah korelasi personal. Dalam konteks ini, jika koefisien korelasi menunjukkan nilai signifikansi di bawah 5%, hal ini menandakan bahwa pernyataan tersebut tepat untuk dijadikan indikator. Jika sig < 0,05 maka pernyataan tersebut dikatakan valid. Jika sig > 0,05 maka pernyataan tersebut dikatakan tidak valid. Uji Reliabilitas Menurut Ghozali . uji reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuesioner sebagai indikator dari suatu variabel atau konstruk. Sebuah kuesioner dapat dianggap reliabel atau dapat diandalkan jika respons yang diberikan oleh responden tetap konsisten dari waktu ke waktu. Semakin tinggi tingkat reliabilitas suatu instrumen pengukuran, semakin konsisten pula instrumen tersebut dalam memberikan hasil yang dapat Menurut Ghozali . uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan Cronbach Alpha dengan kriteria pengambilan keputusan yaitu: . Jika nilai Cronbach alpha > 0,60 maka dapat dikatakan reliabel. Jika nilai Cronbach alpha < 0,60 maka dapat dikatakan tidak reliabel. Analisis Regresi Linier Berganda Regresi linier berganda merupakan model regresi yang mencakup lebih dari satu variabel Analisis regresi linier selama ini sering digunakan untuk mengetahui arah dan sejauh mana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Model regresi linier berganda yang digunakan adalah sebagai berikut: KP = yu yaAya yu yaycEyc yu yayc e Keterangan: KP: Keputusan Pembelian BI: Brand Image KPr: Kualitas Produk Hr: Harga : Konstanta : Koefisien regresi . e : error term Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Menurut Ghozali . Uji normalitas bertujuan untuk memeriksa apakah data dalam model regresi, baik variabel dependen maupun independen, terdistribusi secara Ketika asumsi normalitas ini terpenuhi, analisis regresi menjadi lebih dapat diandalkan, dan hasilnya pun bisa ditafsirkan dengan lebih akurat. Analisis statistik dilakukan untuk memastikan bahwa data mengikuti distribusi normal. Dalam penelitian ini, analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji statistik non-parametrik KolmogorovSmirnov (K-S). Kami mengevaluasi nilai signifikansi asimptotik . Jika nilai yang diperoleh lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut terdistribusi normal (Ghozali, 2016:. Uji Multikolineraitas Pengaruh Brand Image. Kualitas Produk. Diva Nata Robiyanti. Anton Eko Yulianto Menurut Ghozali . uji multikolinearitas bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat korelasi antara variabel independen dalam model regresi. Sebuah model regresi yang baik seharusnya tidak menunjukkan adanya korelasi diantara variabel-variabel Untuk mendeteksi multikolinearitas, terdapat beberapa metode yang dapat Namun, dalam penelitian ini, penilaian dilakukan melalui analisis nilai toleransi atau faktor inflasi varians (VIF). Pengujian dengan menggunakan toleransi atau VIF dianggap lebih komprehensif dalam analisis data. Menurut Ghozali . , dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan toleransi atau VIF dapat diringkas sebagai berikut: . Jika nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas antara variabel independent dalam model regresi ini. Jika nilai tolerance O 0,1 dan nilai VIF Ou 10, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi ini. Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghozali . uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah varians residual antar observasi dalam model regresi tidak merata. Heteroskedastisitas terjadi ketika varians residual di antara observasi berbeda, sementara homoskedastisitas terjadi ketika varians tersebut sama. Sebuah model regresi yang baik seharusnya menunjukkan homoskedastisitas, sedangkan keberadaan heteroskedastisitas dianggap sebagai pelanggaran terhadap asumsi regresi. Untuk mendeteksi heteroskedastisitas, kita dapat menggunakan analisis berdasarkan beberapa kriteria berikut: . Dikatakan adanya heteroskedastisitas apabila terdapat pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk suatu pola teratur . eperti bergelombang, melebar, lalu menyempi. Dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila tidak terdapat pola yang jelas, seperti titik di atas dan di bawah 0 pada sumbu Y. Uji Kelayakan Model (Uji F) Menurut Ghozali . uji F dilakukan untuk menilai kelayakan model regresi linier berganda dengan menetapkan tingkat signifikansi sebesar 5% atau 0,05. Berikut adalah kriteria hasil pengujian: . Apabila nilai probabilitas F hitung > 0,05 maka hal ini menunjukkan bahwa hasil tidak signifikan dan model penelitian tersebut tidak layak . Apabila nilai probabilitas F hitung < 0,05 maka hal ini menunjukkan bahwa hasil signifikan dan model penelitian layak digunakan. Uji Koefisien Determinasi yacya ) Menurut Ghozali . Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengevaluasi efektivitas sebuah model dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Dalam penelitian ini, uji koefisien determinasi berganda (RA) bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh citra merek, kualitas produk, dan harga dalam menjelaskan perubahan keputusan pembelian. Nilai RA dapat bervariasi antara 0 hingga 1. Semakin tinggi nilai RA, semakin dapat diandalkan model regresi dalam menjelaskan variabel dependen. Berikut adalah kriteria untuk mengevaluasi nilai RA: . Apabila dalam penelitian ditemukan nilai RA yang semakin kecil mendekati angka 0, maka kontribusi variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen dianggap lemah dan kurang memadai. Sebaliknya, jika nilai RA yang diperoleh dalam penelitian semakin besar mendekati angka 1, maka kontribusi variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen dinilai kuat dan memadai. Uji Hipotesis (Uji . Menurut Ghozali . pengujian hipotesis dilakukan atas setiap koefisien regresi, dilakukan uji hipotesis parsial untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji ini menggunakan uji t dengan tingkat signifikansi alfa 5% (=0,. Hasil dari uji tersebut akan dievaluasi berdasarkan kriteria berikut: . Apabila nilai Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 t statistik > 0,05 maka hipotesis nol diterima, hal ini dapat diartikan bahwa variabel independen tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen. Apabila nilai t statistik < 0,05 maka hipotesis nol ditolak, hal ini dapat diartikan bahwa variabel independen berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Penelitian Uj Validitas Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, koefisien korelasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang ditetapkan adalah O 5% atau 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap pernyataan dalam kuesioner memiliki hubungan dengan variabel penelitian yang digunakan sebagai indikator. Tabel 3 Hasil Uji Validitas Variabel Brand Image (BI) Kualitas Produk (KP. Harga (H. Keputusan Pembelian (KP) Indikator BI1 BI2 BI3 BI4 BI5 KPr1 KPr2 KPr3 KPr4 KPr5 PH1 PH2 PH3 PH4 KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KP6 r Hitung 0,727 0,863 0,670 0,722 0,866 0,778 0,806 0,791 0,816 0,608 0,883 0,685 0,709 0,741 0,803 0,726 0,753 0,809 0,704 r Tabel 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 0,1986 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Vlaid Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Berdasarkan data yang terdapat pada Tabel 3, seluruh pernyataan yang mengukur variabel brand image, kualitas produk, dan harga terhadap variabel keputusan pembelian dapat dinyatakan Validitas ini ditunjukkan oleh fakta bahwa semua pernyataan memiliki nilai r hitung yang lebih besar dari r tabel. Uji Reliabilitas Berdasarkan hasil penelitian penelitian yang telah dilakukan, dengan ini maka dapat diketahui hasil uji reliabilitas yang dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Brand Image (BI) Kualitas Produk (KP. Harga (H. Keputusan Pembelian (KP) Cronbach Alpha 0,846 0,831 0,817 0,802 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Berdasarkan data pada Tabel 4, menjelaskan bahwa nilai Cronbach Alpha variable brand Pengaruh Brand Image. Kualitas Produk. Diva Nata Robiyanti. Anton Eko Yulianto image, kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian memiliki nilai lebih besar dari 0,60. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap variabel dalam penelitian ini dapat dikatakan Analisis Regresi Linier Berganda Dalam penelitian ini, kami menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengevaluasi pengaruh citra merek, kualitas produk, dan harga terhadap keputusan Hasil dari prosedur perhitungan tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 5 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Unstandardized Model (Constan. Brand Image Kualitas Produk Harga 0,889 0,096 0,131 1,162 Standardized Coefficients Std. Error 0,646 0,064 0,040 0,064 Beta 0,076 0,150 0,385 Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Pada data Tabel 5 maka dapat dinyatakan model persamaan regresi linier bergandanya adalah sebagai berikut: KP = 0,889 0,096 BI 0,131 KPr 1,162 PH e Persamaan diatas dijelaskan sebagai berikut: . Nilai konstanta () sebesar 0,889 menunjukkan adanya hubungan positif yang searah. Hal ini berarti bahwa ketika variabel kualitas produk, citra merek, dan harga berada pada nilai yang tetap, maka Keputusan pembelian akan mencapai angka 0,889. Koefisien regresi untuk brand image menunjukkan nilai positif, yang mengindikasikan adanya hubungan searah antara brand image dan keputusan pembelian. Hal ini berarti, semakin terciptanya brand image yang baik oleh konsumen terutama dalam aspek identitas, kualitas, variasi, kegunaan, dan kedekatan dengan produk semakin besar pula kemungkinan peningkatan keputusan pembelian pada konsumen. Koefisien regresi kualitas produk menunjukkan nilai positif, yang mengindikasikan adanya hubungan searah antara kualitas produk dan keputusan pembelian. Dengan kata lain, semakin baik kualitas produk terutama dalam segi daya tahan, keistimewaan, keandalan, kesesuaian, dan estetika maka semakin tinggi pula kemungkinan keputusan pembelian akan . Koefisien regresi untuk harga menunjukkan nilai positif, yang mengindikasikan adanya hubungan searah antara harga dan keputusan pembelian. Dengan kata lain, jika harga memenuhi harapan konsumen misalnya, harga yang terjangkau serta sebanding dengan kualitas dan adanya kesesuaian harga produk dengan kualitas yang ditawarkan maka akan dapat mendorong keputusan pembelian konsumen. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tujuan uji normalitas adalah untuk menentukan apakah variabel dependen dan independen memiliki distribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitas data, digunakan pendekatan grafik Normal P-P dari standar regresi, serta metode uji statistik KolmogorovSmirnov. Berdasarkan Gambar 3, dapat disimpulkan bahwa garis diagonal dalam grafik tersebut menggambarkan kondisi ideal dari data yang mengikuti distribusi normal. Titik-titik yang berada di sekitar garis itu mencerminkan karakteristik data yang diuji. Dari tampilan grafik, terlihat bahwa titik-titik tersebut cukup dekat dan mengikuti pola garis diagonal, yang Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 mengindikasikan bahwa data yang diperoleh cenderung mengikuti distribusi normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Gambar 3 Hasil Uji Normalitas P-P Plot Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Tabel 6 Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Normal Parametersa,b 0,0000000 0,74390575 0,069 0,063 -0,069 0,069 0,200 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Dari Tabel 6 di atas, terlihat bahwa nilai signifikansi Asym. Sig . -taile. adalah 0,200. Nilai ini menunjukkan bahwa data terdistribusi normal, mengingat signifikansinya yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, kita dapat mengatakan bahwa asumsi normalitas untuk model regresi telah terpenuhi. Uji Mulitikolinieritas Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, uji multikolinearitas disajikan dalam tabel berikut: Tabel 7 Hasil Uji Mulitikolinieritas Model Brand Image Kualitas Produk Harga Tolerance 0,374 0,405 0,242 VIF 2,673 2,471 4,124 Keterangan Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Berdasarkan Tabel 7 menunjukkan bahwa nilai toleransi untuk variabel citra merek, kualitas produk, dan harga lebih besar dari 0,1, sementara nilai VIF untuk ketiga variabel tersebut juga menunjukkan hasil yang sesuai. Pengaruh Brand Image. Kualitas Produk. Diva Nata Robiyanti. Anton Eko Yulianto Uji Heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar di bawah ini, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti: Gambar 4 Grafik Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Data dilihat pada Gambar 4 menunjukkan bahwa titik-titik pada data tidak membentuk pola yang jelas dan terdistribusi secara merata. Titik-titik yang mendekati angka 0 tidak terpusat di bagian atas maupun bawah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi ini. Oleh karena itu, model regresi dapat digunakan untuk memperkirakan keputusan pembelian berdasarkan variabel independen seperti brand image, kualitas produk, dan harga. Uji Kelayakan Model (Uji . Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan hasil uji F yang ditampilkan dalam tabel di bawah ini: Tabel 8 Hasil Uji F Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1102,168 53,679 1155,847 367,389 0,571 643,349 0,001 Regression Residual Total Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Hasil analisis data yang tertera pada Tabel 8 menunjukkan nilai signifikansi (Sig. ) uji F sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05. Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa model regresi yang diperoleh secara keseluruhan adalah layak. Ini berarti bahwa citra merek, kualitas produk, dan harga dapat berfungsi sebagai prediktor yang relevan dalam keputusan Uji Koefisien Determinasi . acya ) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui hasil uji Koefisien Determinasi (R. yang disajikan dalam Tabel 9. Berdasarkan Tabel 9, diperoleh nilai Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 koefisien determinasi (RA) sebesar 0,966 atau 96,6%. Ini menunjukkan bahwa variabel brand image, kualitas produk, dan harga berkontribusi sebesar 96,6% terhadap keputusan Sementara itu, sisa 3,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Tabel 9 Hasil Uji ycya Square Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,983 0,966 0,965 0,756 Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Uji Hipotesis Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil pengujian hipotesis yang dilakukan melalui perhitungan t-test, berikut dibawah ini: Tabel 10 Hasil Uji t Model Brand Image Kualitas Produk Harga Sig. 0,038 0,002 0,001 Tingkat Signifikan 0,05 0,05 0,05 Keterangan Berpengaruh Signifikan Berpengaruh Signifikan Berpengaruh Signifikan Sumber: Data Primer, 2025 (Diola. Berdasarkan data pada Tabel 10, dapat dijelaskan sebagai berikut: . Variabel brand image menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,038 < 0,05. Maka dengan hasil tersebut dapat diartikan variabel brand image berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan . Variabel kualitas produk menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,002 < 0,05. Maka dengan hasil tersebut dapat diartikan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Variabel harga menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05. Maka dengan hasil tersebut dapat diartikan bahwa variabel harga berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Pembahasan Brand Image berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh nilai sig 0,038 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik PIXY di Surabaya. Dengan kata lain, menciptakan brand image yang baik dapat meningkatkan frekuensi keputusan pembelian. Pengaruh positif dan signifikan dari brand image terhadap keputusan pembelian menunjukkan bahwa peningkatan brand image melalui penciptaan identitas produk, peningkatan kualitas dan keandalan produk, variasi produk, serta manfaat yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dapat mendorong peningkatan keputusan Selain itu, popularitas suatu produk di pasar turut berperan dalam hal ini. Pendapat ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Firmansyah . , yang menyatakan bahwa ketika konsumen melihat atau mendengar tentang merek tertentu, dan perasaan mereka terhadap merek tersebut akan membuat mereka lebih cenderung untuk melakukan pembelian. Dengan terus memperkuat brand image pada produk. PIXY mampu memenuhi harapan konsumen dan mendorong peningkatan keputusan pembelian. Hal ini sekaligus memungkinkan produk untuk bersaing lebih baik di pasar. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Nakrowi . , yang menunjukkan bahwa citra merek Pengaruh Brand Image. Kualitas Produk. Diva Nata Robiyanti. Anton Eko Yulianto memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli Kualitas Produk berpengaruh Signifikan terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai sig 0,002 < 0,05Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik PIXY di Surabaya. Hal ini berarti bahwa dengan meningkatkan kualitas produk, keputusan pembelian konsumen juga dapat meningkat. Pengaruh positif dan signifikan dari kualitas produk kepada keputusan pembelian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan daya tahan produk, menonjolkan keistimewaan yang dimiliki, serta meminimalkan kemungkinan terjadi kerusakan atau cacat, akan berujung pada peningkatan keputusan pembelian. Selain itu, menciptakan estetika yang menarik pada produk juga berperan penting dalam hal ini. Hal ini sejalan dengan pandangan Kolter dan Armstrong . yang menyatakan bahwa kualitas suatu produk ditentukan oleh seberapa baik produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit . alam Nakrowi, 2. Seiring dengan meningkatnya kualitas produk kosmetik PIXY, kontribusinya terhadap keputusan pembelian konsumen menjadi semakin signifikan. Hal ini memungkinkan produk PIXY untuk bersaing secara efektif dengan kompetitor lainnya. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pratama dan Maskar . , terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas produk dan keputusan pembelian. Harga berpengaruh Signifikan terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai sig 0,001 < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik PIXY di Surabaya. Dengan kata lain, semakin baik harga yang dimiliki konsumen, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian. Pengaruh positif yang signifikan dari harga terhadap keputusan pembelian menunjukkan bahwa, dengan menciptakan harga yang sesuai dengan harapan konsumen misalnya harga yang terjangkau, kualitas yang sebanding dengan harga, daya saing harga dibandingkan produk lain di pasaran, serta manfaat yang diperoleh yang lebih besar atau setara dengan harga yang dibayar maka keputusan untuk membeli produk kosmetik PIXY dapat meningkat. Hal ini sejalan dengan teori yang diungkapkan oleh Putra . , yang menjelaskan bahwa harga adalah proses di mana pembeli sepenuhnya memahami dan mempertimbangkan informasi yang berkaitan dengan harga. Dengan meningkatkan harga, produk PIXY dapat bersaing di pasar. Konsumen cenderung melakukan perbandingan harga antara produk yang memiliki harga lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan referensi mereka. Hasil ini mendorong terbentuknya harga di kalangan pelanggan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi keputusan pembelian mereka. Temuan penelitian ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Murgana dan Brahmayanti . , yang menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan analisis dan pengolahan data serta hasil pengujian dalam penelitian ini yang mengangkat tema "Pengaruh Brand Image. Kualitas Produk, dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik PIXY (Studi Kasus di Surabay. ", maka dapat disimpulkan beberapa hal penting sebagai berikut: . Brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik PIXY di kota Surabaya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa menciptakan identitas yang kuat dan dapat diandalkan, serta memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan konsumen akan meningkatkan Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 keputusan pembelian konsumen. Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik PIXY di kota Surabaya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa daya tahan, keistimewaan, serta kemungkinan kecil adanya kerusakan atau cacat pada produk akan semakin besar pula kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian. Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk kosmetik PIXY di kota Surabaya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa memiliki harga yang terjangkau, kualitas yang sesuai, serta manfaat produk sebanding dengan harga yang dibayar maka akan meningkatkan keputusan pembelian pada konsumen. Keterbatasan Penelitian ini mungkin dipengaruhi oleh beberapa keterbatasan, seperti berikut: . Dalam penelitian ini, hanya ada tiga variabel independen yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian, yaitu brand image, kualitas produk, dan harga. Masih terdapat banyak faktor lain yang dapat memengaruhi keputusan pembelian tersebut. Sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa, sehingga hasil penelitian tidak sepenuhnya dapat diterapkan pada kelompok populasi lainnya. Saran Bagi PIXY Berdasarkan temuan yang disebutkan sebelumnya, penulis dapat memberikan saran sebagai berikut: . Maka PIXY disarankan untuk dapat lebih meningkatkan kualitas pada produk mereka agar terciptanya brand image yang lebih baik. Maka PIXY disarankan untuk lebih menciptakan keistimewaan dalam produk mereka agar dapat mendorong konsumen untuk membeli produk. Maka PIXY disarankan untuk mengkaji kembali harga yang mereka tawarkan dan dapat menciptakan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen. Bagi Peneliti Selanjutnya . Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas jangkauan agar mendapatkan keragaman responden, sehingga memberikan pandangan yang lebih holistik terhadap fenomena yang diteliti. Disarankan kepada peneliti yang akan datang untuk melakukan eksplorasi penelitian di luar variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian tersebut dapat mengkombinasikan dengan variabel lain, seperti promosi, media sosial, diferensiasi produk, dan lain-lain. DAFTAR PUSTAKA