ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Dysmenorrhea Exercise Intervention in Family Nursing Care for Adolescent Girls: A Case Study Devi Angga Astuti1*. Zubaida Rohmawati1. Suratini1 1Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia *email: deviangga0912@gmail. ABSTRACT Dysmenorrhea, or menstrual pain, often disrupts daily activities among adolescent girls. Non-pharmacological interventions such as exercise are considered effective alternatives. This study examined the effectiveness of dysmenorrhea exercise in reducing menstrual pain in adolescents. Dysmenorrhea exercise improved adolescentsAo knowledge, skills, and selfmanagement of menstrual pain. Dysmenorrhea exercise effectively reduces menstrual pain, enhances mood, decreases stress, and improves quality of life, particularly with family support. Its simplicity and safety make it a recommended nonpharmacological strategy for managing dysmenorrhea. Keywords: dysmenorrhea, adolescent, exercise, menstruation, non-pharmacological intervention. Received: September 2025. Accepted: Desember 2025. Published: Desember 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Menurut data World Health Organization (WHO) tahun Menstruasi merupakan proses pendarahan yang terjadi secara teratur di rahim, sebagai tanda bahwa organ reproduksi perempuan telah matang. Pada masa ini, perempuan dapat mengalami perubahan dalam berbagai aspek, seperti kondisi psikologis, pola makan, maupun aspek lainnya. Nyeri tersebut sering mengganggu aktivitas selama menstruasi dan dikenal dengan istilah dismenore. Dismenore merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya nyeri ketika menstruasi. Keluhan ini terjadi akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah, sehingga memicu rasa sakit yang paling sering dialami oleh perempuan. Apabila tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan dampak ekonomi, sehingga berpengaruh terhadap kualitas hidup remaja. 2022, menyatakan bahwa 90% wanita mengalami dismenore dalam setiap siklus menstruasinya, dengan 10-16% menderita dismenore berat. Angka kejadian dismenore di dunia sangat tinggi. Di Eropa, antara 45% dan 97% wanita mengalami dismenore. Indonesia, prevalensi dismenore mencapai 64,25%, yang terdiri atas 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Sementara itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta, sebanyak 52% wanita usia produktif mengalami dismenore. Tingginya angka kejadian ini tidak hanya berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas sehari-hari. Dismenore ditandai dengan nyeri atau kram pada perut bagian bawah yang muncul menjelang atau saat menstruasi dan umumnya berlangsung selama 2Ae3 Dismenore primer ditandai dengan rasa nyeri saat menstruasi tanpa adanya kelainan pada organ Rasa nyeri biasanya muncul sebelum atau Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 180Ae 186 e-ISSN: 2598-2095 bersamaan dengan menstruasi dan berlangsung hingga bengkak pada kaki. gangguan pencernaan selama beberapa jam. Beberapa faktor yang dapat berupa mual, muntah, perut kembung, dan perubahan memicu terjadinya dismenore primer antara lain nafsu makan. serta gangguan eliminasi seperti konstipasi, diare, sering buang air kecil, dan keringat psikologis, kondisi konstitusi tubuh, alergi, menstruasi berlebih . pertama pada usia dini, durasi haid yang panjang. Dismenore pendarahan menstruasi yang berlebihan, kebiasaan mempengaruhi proses belajar serta aktivitas harian, merokok, riwayat keluarga dengan keluhan serupa, menimbulkan rasa tidak nyaman, dan mengganggu obesitas, serta konsumsi alkohol . konsentrasi remaja putri ketika mengalami nyeri Sedangkan dismenore sekunder terjadi akibat adanya Oleh karena itu, penanganan dismenore kelainan atau gangguan pada organ reproduksi, yang pada remaja perlu mendapatkan perhatian khusus umumnya disebabkan oleh penyakit seperti salpingitis, guna mencegah munculnya dampak negatif yang adenomiosis uteri, atau endometriosis. Nyeri haid ditimbulkan. jenis ini berhubungan dengan masalah ginekologis Penanganan dan umumnya dialami oleh perempuan berusia lebih optimal, karena jika dibiarkan dapat mengganggu dari 25 tahun. Kondisi tersebut sering muncul setelah aktivitas sehari-hari. Selain itu dapat berpotensi sebelumnya mengalami dismenore primer, dengan mempengaruhi siklus menstruasi menjadi tidak teratur faktor penyebab utama berkaitan dengan kelainan pada area panggul. kemandulan, kehamilan ektopik, kista, hingga infeksi. Mekanisme Terapi sepenuhnya dijelaskan, bukti terbaru menunjukkan meredakan gejala dismenore, namun pendekatan bahwa peningkatan sekresi prostaglandin F2 (PGF. nonfarmakologis juga memegang peranan penting. dan prostaglandin E2 (PGE. di dalam rahim saat Terapi nonfarmakologis meliputi edukasi, dukungan peluruhan endometrium berperan penting dalam psikologis, serta perubahan gaya hidup. Dari berbagai pilihan tersebut, modifikasi gaya hidup merupakan memicu kontraksi miometrium yang kuat serta cara paling sederhana dan mudah dilakukan oleh Salah satu bentuk modifikasi gaya hidup menyebabkan iskemia pada jaringan rahim dan adalah aktivitas fisik melalui olahraga. Olahraga aerobik seperti senam, lari, jalan santai, bersepeda, menstimulasi hipersensitivitas pada serabut saraf dan berenang terbukti bermanfaat, dengan senam nyeri, yang pada akhirnya menimbulkan keluhan nyeri dismenore menjadi pilihan tepat bagi remaja karena panggul . Nyeri dismenore biasanya muncul 1Ae2 hari sebelum instruktur khusus . haid atau saat haid mulai, dengan durasi 8Ae72 jam. Senam dismenore adalah salah satu bentuk aktivitas Selain nyeri di perut bawah atau panggul, gejalanya fisik yang bermanfaat untuk membantu meredakan terbagi menjadi fisik dan psikologis. Gejala fisik meliputi keluhan sistemik seperti sakit kepala, lelah, melepaskan hormon endorfin, dan semakin banyak Kedua Kondisi Ketika nyeri payudara, sakit punggung, nyeri otot atau sendi. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 180Ae 186 e-ISSN: 2598-2095 endorfin yang dihasilkan, intensitas nyeri yang dirasakan akan berkurang . merekomendasikan senam dismenore sebagai strategi Senam dismenore terbukti efektif sebagai salah satu cara untuk meredakan nyeri haid. Aktivitas fisik ini merangsang peningkatan produksi hormon endorfin, meminimalisir dampak negatif dismenore terhadap yaitu hormon yang menimbulkan rasa nyaman dan aktivitas sehari-hari, prestasi belajar, serta kualitas berfungsi mengurangi rasa sakit akibat kontraksi selama menstruasi . Senam dismenore tidak hanya bermanfaat dalam menurunkan intensitas nyeri saat kontraksi otot rahim, tetapi juga berperan dalam melatih kekuatan serta elastisitas otot dasar panggul. Melalui gerakan yang teratur, otot-otot panggul mengalami peregangan sehingga meningkatkan kelenturan dan memperlancar sirkulasi darah. Pelebaran pembuluh darah yang terjadi membantu meningkatkan suplai oksigen serta nutrisi ke jaringan organ reproduksi. Kondisi ini dapat mengurangi rasa nyeri akibat iskemia pada rahim, sekaligus memberikan efek relaksasi pada tubuh. Dengan demikian, senam dismenore tidak hanya menurunkan rasa sakit, tetapi juga mendukung keseimbangan fungsi reproduksi serta memperbaiki menstruasi . Senam dismenore terdiri atas tiga METODE Jenis penelitian ini adalah studi kasus asuhan Sampel adalah anggota keluarga yang masih usia remaja Dikeluarga binaan yang dikelola terdapat 4 anggota keluarga akan tetapi hanya ada 1 remaja putri yang Instrumen menggunakan format asuhan keperawatan keluarga sesuai ketentuan yang berlaku di Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan diskusi pada 7 kali kunjungan rumah selama Agustus-September 2025 implementasi dan evaluasi. Latihan ini dilaksanakan 3Ae4 kali HASIL DAN PEMBAHASAN dalam seminggu sebelum periode menstruasi, dengan Dari hasil pengkajian tahap I didapatkan data keluarga durasi setiap sesi berkisar antara 30 hingga 35 menit. binaan ibu memiliki 2 anak. Anak pertama perempuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui usia 14 tahun dan anak kedua laki-laki usia 7 tahun. efektivitas senam dismenore dalam menurunkan Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah 4 dan intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri. Selain Tahap keluarga dengan anak usia sekolah dan itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan tahap keluarga dengan remaja. Keluarga binaan ini gambaran mengenai sejauh mana senam dismenore mengalami masalah kesehatan dengan masalah dismenore yang di rasakan oleh anak perempuannya. nonfarmakologis yang sederhana, mudah diterapkan. Hasil Pengkajian Tahap II dari hasil diskusi tentang dan aman dalam membantu remaja mengatasi permasalahan kesehatan yang dialami, responden keluhan dismenore. Dengan demikian, hasil penelitian mengatakan sering nyeri dan kurang nyaman perut ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 180Ae 186 e-ISSN: 2598-2095 mengetahui cara meredakan dismenore dengan nonfarmakologi. Diagnosa yang diangkat pada kasus ini yaitu Pemeliharaan Kesehatan Kemudian tidak efektif terkait dengan manajemen nyeri haid fokus kegiatan hari ini adalah . pada remaja (D. Kemudian setelah diskusi tentang permasalahan kesehatan keluarga penjajakan tahap II yaitu keluarga mengenal masalah selanjutnya yaitu implementasi keperawatan untuk dilakukan penyuluhan pendidikan kesehatan pada Kunjungan ke-5 (Sabtu, 25 Laporan Hasil Agustus 2. Kepada Keluarga Tabel 1. Hasil Kunjungan Asuhan Keperawatan berdiskusi bersama keluarga keluarga mengenai edukasi dan demonstrasi senam Hasil Kunjungan Kunjungan ke-1 . Agustus BHSP . ina hubungan saling percay. dengan melakukan kontrak waktu Kunjungan ke-2 . Agustus Penjajakan tahap 1 meliputi data umum (Nama keluarga KK, genogram 3 generasi, tipe aktivitas rekreasi keluarg. Riwayat Lingkungan. Struktur keluarga. Fungsi keluarga. Stress dan koping keluarga, dan Harapan keluarga Kunjungan ke-3 (Rabu, 20 Pemeriksaan tekanan darah. Agustus 2. respirasi, nadi, suhu, berat badan, tinggi badan, dan cara meredakan nyeri haid . perkenalan diri maksud dan tujuan, saling percaya dan terkait masalah keperawatan Keluarga Hari/Tanggal Kunjungan Kunjungan Kontrak waktu implementasi Kunjungan ke-6 (Sabtu, 30 Implementasi Agustus 2. (Penyuluhan Demonstrasi Senam Dismenor. Kunjungan ke-7 (Senin, 8 September 2. Evaluasi senam dismenore. Responden sudah paham terkait dengan penyebab nyeri haid dan manfaat serta langkah senam Setelah dismenore rasa nyeri saat sebelum menerapkan senam Keluarga mengingatkan anaknya untuk melakukan senam sebelum meredakan nyeri haid dan memberikan motivasi seta Intervensi yang diberikan pada keluarga binaan yaitu edukasi dan demonstrasi senam dismenore. Setelah Kunjungan ke-4 (Sabtu, 23 Hasil Pengkajian Tahap II dilakukan serangkaian intervensi, klien menunjukkan Agustus 2. Dari hasil diskusi tentang kemampuan untuk menerapkan teknik mandiri dalam upaya mengurangi rasa nyeri saat menstruasi. Klien juga menyampaikan bahwa setelah rutin 2 kali Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 180Ae 186 e-ISSN: 2598-2095 melakukan senam dismenore sebelum menstruasi, malas atau kurang bersemangat. Selain itu, keluarga pada hari kedua menstruasi ia tidak lagi merasakan juga diarahkan untuk menjadi pendamping yang memberi dukungan emosional anak merasakan nyeri, menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan efektif serta membantu mencatat perubahan kondisi setelah membantu klien dalam mengatasi dismenore secara melakukan senam sebagai bentuk evaluasi sederhana Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil di rumah. kesiapan remaja dalam menghadapi penelitian sebelumnya . yang menunjukkan rata- rata perbedaan tingkat nyeri menstruasi sebelum dan pengetahuan yang cukup dan dukungan emosional sesudah dilakukan senam dismenore. Efektivitas ini dari keluarga . terjadi karena senam dismenore merupakan bentuk Intervensi dilakukan melalui pemberian pelatihan latihan fisik yang menitikberatkan pada peregangan singkat kepada ibu sebagai anggota keluarga, yang otot perut, panggul dan pinggang, sehingga mampu menimbulkan rasa nyaman secara bertahap dan membantu mengurangi dismenore. memberikan strategi dorongan tanpa unsur paksaan Penelitian sebelumnya . juga memaparkan bahwa agar anak merasa lebih nyaman. Selain itu, mahasiswa Hal juga mengajarkan keluarga untuk membiasakan pola hidup sehat bersama, seperti menjaga konsumsi menstruasi yang dialami siswi dengan keluhan makanan bergizi dan melakukan aktivitas fisik ringan Senam dismenore dapat menjadi salah secara rutin. Dengan keterlibatan aktif keluarga, satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk diharapkan anak dapat mempertahankan kebiasaan mengurangi keluhan nyeri haid. Aktivitas fisik yang rutin, terarah, dan terprogram diberikan dejalan dengan penelitian sebelumnya mampu memberikan manfaat bagi tubuh melalui bahwa kepedulian orang tua terhadap kesehatan peningkatan sekresi hormon dan sitokin. Pada senam dismenore, terjadi peningkatan katekolamin, kortisol, makanan bergizi bagi remaja, serta melibatkan dan terutama beta-endorfin. Hormon beta-endorfin mereka dalam kegiatan seperti berbelanja dan berfungsi menurunkan sensitivitas terhadap nyeri sekaligus menimbulkan rasa nyaman, bahagia, hingga pengetahuan gizi . Intervensi Oleh karena itu, senam dismenore tidak hanya efektif meredakan nyeri haid, tetapi juga membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup remaja putri saat menstruasi . Keluarga diberikan peran aktif dalam mendukung kesehatan, seperti mengingatkan untuk melakukan menyediakan waktu dan tempat yang nyaman untuk berlatih, serta memberikan motivasi ketika merasa KESIMPULAN Melalui intervensi senam dismenore terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja Intervensi pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian klien dalam mengatasi dismenore, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan suasana hati, pengurangan stres, serta peningkatan kualitas hidup. Dukungan aktif dari Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 180Ae 186 e-ISSN: 2598-2095 keluarga turut memperkuat keberhasilan intervensi Remaja Siswi Sma-2 Kahayan Tengah dengan memberikan motivasi, pendampingan, dan Kabupaten pembiasaan pola hidup sehat. Senam dismenore dapat Tengah,Ay J. Abdimas ITEKES Bali, vol. nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu remaja putri mengatasi keluhan nyeri menstruasi secara mandiri. Pulang Pisau 75Ae80. Kalimantan 37294/jai. Hariyanti Ridiyawati. AuHUBUNGAN STRES. AKTIVITAS FISIK DAN SIKLUS MENSTRUASI DENGAN UCAPAN TERIMAKASIH