JUKEKE Vol 3 No. 3 | Oktober 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 6-8 RISIKO LOW BACK PAIN (LBP) AKIBAT POSTUR KERJA PADA PEMBUAT KUE KERING DI DESA KALIANGET TIMUR Desi Rahmadani1. Sri Sunaringsih Ika Wardojo2 Fisioterapi. Universitas Muhammadiyah Malang Article History Received : Oktober 2024 Revised : Oktober 2024 Accepted : Oktober 2024 Published : Oktober 2024 Corresponding author*: rahmadani97@gmail. Cite This Article: Rahmadani and Sri Sunaringsih Ika Wardojo. AuRISIKO LOW BACK PAIN (LBP) AKIBAT POSTUR KERJA PADA PEMBUAT KUE KERING DI DESA KALIANGET TIMURAy. JUKEKE, vol. 3, no. 3, pp. 6Ae8. Oct. DOI: https://doi. org/10. 56127/jukeke Abstract: Low back pain or lower back pain is a problem that often occurs in adults. LBP is a painful condition that is felt in the lower back area. Ergonomic problems are the main things that cause LBP, such as sitting for too long, bending over and sitting to standing movements. A 200% bent position provides a heavier load than an upright position. This research was conducted in Kalianget Timur village. Kalianget sub-district. Sumenep Regency. Madura. The approach to this research is in the form of counseling with materials and demonstrations of seated lower back rotation and knee to chest stretch exercises. measurement of low back pain using the Pain Self Efficacy Questionnaire (PSEQ) and the Oswestry Disability Index (ODI). The total score using the PSEQ which consists of 10 items is 23 with a moderate interpretation while the ODI is 30% so the interpretation of pain in this group is more and there are problems sitting, lifting and sleeping. Meanwhile, social life, standing and sex are light. Early treatment, walking and traveling have little effect. After carrying out PSEQ and ODI measurements, it can be stated that cake making workers in Kalianget village experience LBP when doing long activities and LBP disorders when sitting and lifting and have a little difficulty working. Keywords: Educatio Low Back Pain, postur. Abstrak: Low back pain atau nyeri punggung bawah merupakan masalah yang sering terjadi pada orang dewasa. LBP merupakan kondisi nyeri yang dirasakan pada area punggung bawah. Masalah ergonomi menjadi hal utama yang menyebabkan terjadinya LBP seperti duduk terlalu lama, membungkuk dan gerakan duduk ke berdiri. Posisi membungkuk 200% memberikan beban yang lebih berat dibandingkan dengan posisi tegak. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura. Pendekatan penelitian ini berupa penyuluhan dengan materi dan demonstrasi latihan seated lower back rotation dan knee to chest stretch. Pengukuran nyeri punggung bawah menggunakan Pain Self Efficacy Questionnaire (PSEQ) dan Oswestry Disability Index (ODI). Total skor menggunakan PSEQ yang terdiri dari 10 item adalah 23 dengan interpretasi sedang sedangkan ODI sebesar 30% sehingga interpretasi nyeri pada kelompok ini lebih banyak dan terdapat masalah duduk, mengangkat dan Sedangkan kehidupan sosial, berdiri dan seks ringan. Penanganan dini, berjalan dan berpergian pengaruhnya kecil. Setelah dilakukan pengukuran PSEQ dan ODI dapat dinyatakan bahwa pekerja pembuatan kue di desa Kalianget mengalami LBP saat melakukan aktivitas yang lama dan gangguan LBP saat duduk dan mengangkat serta sedikit kesulitan dalam Kata Kunci: Edukasi Low Back Pain. Postur tubuh PENDAHULUAN Low back pain atau nyeri punggung bawah merupakan maslaah yang sering terjadi pada orang dewasa. LBP adalah suatu kondisi nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah. Penyebab LBP paling umum terjadi karena tegang otot,postur tubuh yang buruk dan juga usia (Prastuti et al. , 2. LBP juga menjadi penyebab utama untuk para pekerja termasuk pekerja pembuat kue. Menurut survey National Institute of Health Stastistics menunjukkan bahwa 5,7% dari 1. 6800 pasien dan pada 2015 kasus terus terjadi Rahmadani. Sunaringsih Ika W. JUKEKE Vol 3 No. 3 | Oktober 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 6-8 Pada data (Hendri, 2. dalam (Prasusti et al. , 2. mengatakan bahwa prevelensi LBP di Indonesia belum diketahui secara pasti, namun dapat di perkirakan akejadia LBP sekitar antara 7,6% sampai 37% pada seluruh penduduk di dindonesia. Masalah. Target Dan Luaran Masalah ergonomis adalah hal utama yang menyebabkan terjadinya LBP seperti duduk terlalu lama, membungkuk dan gerakan duduk ke berdiri. 200% posisi membungkuk memberikan beban lebih berat daripada posisi tegak. Membuat kue adalah pekerjaan yang menguras banyak waktu dengan posisi duduk lama dan membungkuk, hal ini yang menyebabkan sebagian pembuat kue sering mengalami LBP. LBP dapat dikurangi dengan mengistirahatkan otot yang sedang kontraksi menjadi lebih rileks (Astuti, 2. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di desa Kalianget Timur kec Kalianget Kabupaten Sumenep Madura. Pendekatan pada penelitian ini berupa penyuluhan dengan materi serta demonstrasi latihan seated lower back rotation dan knee to chest stretch Sebelum kegiatan penyuluhan dimulai dilakukan tanya jawab mengenai nyeri punggung bawah. Setelah dilaksanakan pemaparan materi tentang nyeri punggung bawah kemudian dilakukan pengukuran tentang nyeri punggung bawah menggunakan Pain Self Efficacy Questionaire (PSEQ) dan Oswestry Disability Index (ODI), lalu melakukan demonstrasi Hip Rotation dan dan Seated Lower Back Roattion Rotation diakhir kegiatan dilakukan evaluasi berupa tanya jawab untuk menilai pemahaman audience tentang materi yang telah disampaikan. Rapid Upper Limb Assessment (Rul. dilakukan sebelum memulai kegiatan untuk mengetahui kemungkinan adanya permasalah musculoskeletal pada audience dengan dilanjutkan penilaian yang berfokus pada permasalahan LBP untuk mengukur nyeri dan aktifitas pada audience menggunakan PSEQ. PSEQ adalah salah satu ukuran hasil yang dilaporkan pasien yang paling sering digunakan untuk efikasi diri terhadap rasa sakit (Duby. Langevin and Roy, 2. Untuk mengukur tingkat disabilitas audience yang mengalami LBP menggunakan ODI. ODI berisi daftar pentanyaan atau kuisoner untuk mendapat informasi agar dapat mnegetahui berapa besar hasil tingkatan disabilitas pada kasus LBP saat melakukan aktifitas sehari-hari. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penilaian menggunakan PSEQ dan ODI pada pekerja pembuat kue di desa Kalianget Kab. Sumenep dengan hasil sebagai berikut : Tabel 1. Penilaian menggunakan PSEQ dan ODI Berdasarkan table diatas didapatkan skor total menggunakan PSEQ yang terdiri 10 item yaitu 23 dengan interpretasi sedang. Sementara pada pengukuran ODI didapatkan hasil : Rahmadani. Sunaringsih Ika W. JUKEKE Vol 3 No. 3 | Oktober 2024 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal 6-8 Gambar 1. Hasil pengukuran ODI Dari table diatas pada pengukuran ODI didapatkan hasil pada bagian intensitas nyeri: 2, perawatan diri didapatkan: 0,pada bagian mengangkat dengan skor : 2,pada bagain berjalan dengan skor : 0,pada bagian duduk dengan skor : 3,pada bagian berdiri dengan skor 1,pada bagian tidur dengan skor : 2,pada bagian kehidupan social dengan skor : 1,skor yang didapatkan pada trvelling: 0,sedangkan pada bagian bagian sex didapatkan hasil 1. Skor total pada ODI didapatkan dengan menggunakan rumus skor poin total . umlah kondisi yang terisi x . x 100=18 dengan ini didapatkan . x 10 = 18/60 x 100 =30%. Jadi skor total yang didapatkan pada ODI 30% sehinggi interpretasi Aurasa sakit pada kelompok ini lebih banyak dan masalah duduk, mengangkat dan tidur. Sementara kehidupan social, berdiri dan sex berada pada ringan. Perawatan dini, berjalan dan travelling tidak terlalu berpengaruhAy. KESIMPULAN DAN SARAN Setelah dilakukan pengykuran PSEQ dan ODI dapat dinyatakan bahwa pekerja pembuat kue di desa kalianget mengalami LBP ketika beraktivitas lama dan gangguan LBP ketika duduk dan mengangkay dan sedikit mengalami kesulitan bekerja. DAFTAR PUSTAKA