PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (Studi Pada Organisasi Perdagangan Ecera. Oleh Ir. YAHYA AHMAD. MM* Abstrak Penelitian ini mengungkapkan hubungan sebab akibat dari variabel budaya organisasi terhadap kinerja manajerial di dalam tatanan organisasi bisnis perdagangan eceran. Enam variabel yang berhubungan dengan budaya organisasi . rientasi hubungan kemanusiaan, orientasi persaingan, orientasi pelanggan, orientasi pesaing, koordinasi lintas fungsional dan komitmen organisasi dilibatkan dalam penelitian ini untuk diestimasi pengaruhnya terhadap kinerja Dengan menggunakan pendekatan model struktural dari LISREL 8. penelitian ini berhasil membuktikan tujuh dari sembilan hipotesis yang diajukan. Sebanyak dua hipotesis tidak mendapat dukungan dari data, yaitu : pengaruh pengaruh koordinasi lintas fungsional terhadap kinerja manajerial dan pengaruh komitmen organisasi terhadap orientasi terhadap pesaing. Analisis lebih lanjut diarahkan kepada besarnya pengaruh total dari variabel independen kepada variabel dependen, masingmasing secara berurutan adalah budaya persaingan, budaya hubungan kemanusiaan dan komitmen organisasi. Abstract This study aimed at discovering the causality relationship of the organizational culture to the managerial performance in retail business context. Six variables of organizational culture . umanistic orientation, competitive orientat-ion, customer orientation, competitor orientation, inter-functional coordination and organizational commitmen. are involved in this study for their influences to managerial performance. Using the structural model approach from LISREL 8. this study has proved seven of nine hypotheses raised. Two hypotheses did not supported by the data, e the influence of functional coordination to managerial performance and the influence of organizational commitment to competitor orientation. Further analysis indicates that the rivality orientation has the highest total effect followed by humanistic orientation and organizational Kata kunci : Kinerja manajerial. Budaya Organisasi * Dosen Fakultas Pertanian UNSUR Journal Of Agroscience. Vol. 1 Th. 1 Juli Ae Desember 2008 PENDAHULUAN Kinerja suatu organisasi bisnis biasanya ditinjau dari aspek keuangan, namun aspek-aspek lain di luar aspek keuangan merupakan hal penting untuk dicermati (Kaplan dan Norton, 1996. Schiff dan Hoffman, 1. Informasi non keuangan telah menjadi topik yang banyak diteliti di dalam akuntansi manajemen dan sistem pengendalian dari sejumlah organisasi (Schiff dan Hoffman, 1. Masalah yang prestasi kerja . di dalam akuntansi manajemen, digunakan untuk perencanaan, evaluasi dan pengendalian di dalam sebuah organisasi Penelitian mengenai pengaruh budaya organisasi terhadap pencapaian kinerja, juga banyak dilakukan. Salah satu penelitian pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja organisasi dilakukan oleh Maignan dan Ferrel . Komponen budaya organisasi yang relevan dalam organisasi bisnis adalah market orientation . rientasi pasa. , humanistic orientation . rientasi hubungan kemanusiaa. dan competitive orientation . rientasi kepada persainga. (Maignan dan Ferrel, 2. Orientasi pasar menunjukkan sampai sejauh mana suatu organisasi mengadopsi konsep pelanggan pada pusat strategi dan Orientasi hubungan nilai-nilai penekanan keharmonisan hubungan antar pekerja. Sedangkan orientasi pada persaingan menunjukkan perhatian penghargaan kepada pekerjanya yang berhasil meraih prestasi kerja lebih dari pekerja lain. Komitmen . rganizational commitmen. telah menjadi fokus dari banyak studi di dalam literatur psikologi dan perilaku Komitmen organisasi adalah karakteristik yang diharapkan dalam organisasi, yang secara umum didefinisikan sebagai antara individu-individu dan organisasi yang dicirikan oleh keterlibatan para pekerja . nggota organisas. , upaya dan loyalitasnya terhadap organisasi (Conduit dan Mavondo, 2. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan pengaruh variabelvariabel budaya organisasi terhadap kinerja manajerial Kinerja Manajerial Menurut Kotler . , bisnis ritel . atau eceran meliputi seluruh aktivitas yang melibatkan penjualan barang dan jasa langsung penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Dengan demikian, pedagang eceran merupakan tahap terakhir dari suatu rantai distribusi yang membentuk bisnis dan orang-orang yang terlibat di dalam suatu perpindahan fisik dari suatu barang dari produsen kepada Juga berperan sebagai perantara yang menjual berbagai jenis barang dan jasa dari berbagai sumber kepada konsumen Kinerja di dalam organisasi bisnis dapat didekati dari berbagai sisi, yaitu marjin keuangan yang menjadi indikator utama dari keberhasilan manajemen usaha, konsep-konsep produktivitas, efisiensi dan efektivitas (Gleason. Mathur dan Mathur, 2. Dari sisi lainnya, kinerja manajerial harus diukur dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang terkait dengan manajemen secara umum atau dari perspektif kepemimpinan, yaitu Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Pada Organisasi Perdagangan Ecera. Ir. Yahya Ahmad. MM dari keberhasilan dalam membina komunikasi, pengambilan keputusan, tanggung-jawab bawahan, keselarasan . enciptakan lingkungan kerja yang kondusif sesuai dengan nilai-nilai bersama atau buday. , pengaruh kepemimpinan manajer pada kinerja bawahannya, inovasi dan Budaya Organisasi Budaya organisasi didefinisikan Aipola dasar asumsi yang dikembangkan dalam rangka belajar mengatasi permasalahan dari adaptasi eksternal dan integrasi internal A. (Schein . dalam Hatch, 1997. Maignan dan Ferrell, 2. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa budaya organisasi mencerminkan pola pikir, pola sikap dan pola tindak dari anggota organisasi. Gordon et al. menyatakan bahwa budaya organisasi adalah sistem nilai bersama, keyakinan dan kebiasaan di dalam organisasi yang berinteraksi dengan struktur formal untuk menghasilkan norma-norma perilaku. Fungsi budaya di dalam organisasi dikemukakan oleh Robbins . , sebagai berikut: Pertama, budaya organisasi sebagai suatu pembatas yang menentukan peranan yang membedakan antara satu organisasi dengan organisasi lain. Kedua, budaya organisasi memfasilitasi pembangkitan komitmen untuk sesuatu yang lebih besar daripada sekedar kepentingan pribadi. Budaya organisasi yang berfokus pada faktor-faktor eksternal seperti kebutuhan pasar dan permintaan pasar dikenal dengan orientasi pasar (Harris dan Ogbonna 2. Sedangkan Maignan dan Ferrel . mengembangkan komponen budaya organisasi dan menyatakan bahwa budaya organisasi yang relevan dalam organisasi bisnis adalah orientasi pasar . arket orientatio. , orientasi hubungan kemanusiaan . umanistic orientatio. dan orientasi kepada persaingan . ompetitive Hipotesis Orientasi . umanistic orientatio. merupakan dimensi dari budaya organisasi yang menggambarkan kepedulian akan pentingnya hal-hal yang mendukung kinerja dan keharmonisan antar anggota organisasi. Dengan demikian akan meningkatkan pula komitmen terhadap organisasi. Berdasarkan penjelasan di atas dapat diajukan hipotesis berikut ini. H1 : Terdapat pengaruh positif orientasi hubungan kemanusiaan terhadap koordinasi lintas fungsional. Orientasi persaingan . ivalian orientatio. ini juga akan memberikan imbas kepada orientasi kepada pesaing dari organisasi. Para manajer diharapkan dapat mengembangkan persaingan di persaingan di luar organisasi, yaitu dengan memperhatikan posisi saing, pangsa pasar dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pesaingnya. Orientasi persaingan di dalam mendorong tumbuhnya orientasi kepada pelanggan karena dengan memperhatikan apa yang diinginkan oleh pelanggan maka organisasi dapat memenangkan persaingan dengan pesaing terdekatnya. Dengan uraian di atan maka diusulkan hipotesis berikut ini untuk Journal Of Agroscience. Vol. 1 Th. 1 Juli Ae Desember 2008 H2 : Terdapat pengaruh positif orientasi persaingan terhadap orIentasi pada H3 : Terdapat pengaruh positif orientasi persaingan terhadap orientasi pada Hasil penelitian Webb. Webster dan Krepapa . bahwa koordinasi lintas fungsional (Interfunctional mempunyai hubungan positif dengann orientasi pelanggan dan Conduit dan Mavondo . menjelaskan bahwa koordinasi lintas interdepartemental integration. Adanya integrasi antar departemen ini akan penyebaran informasi yang dibutuhkan membangkitkan orientasi pasar. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diajukan hipotesis sebagai H4 : Terdapat pengaruh positif koordinasi lintas fungsional terhadap orientasi kepada pelanggan. H5 : Terdapat pengaruh positif koordinasi lintas fungsional terhadap orientasi kepada pesaing. H6 : Terdapat pengaruh positif koordinasi lintas fungsional terhada kinerja Komitmen . rganizational commitmen. adalah karakteristik pekerja yang diharapkan dalam organisasi, yang secara umum didefinisikan sebagai keterkaitan antara individu-individu dan organisasi yang dicirikan oleh keterlibatan para pekerja . nggota organisas. , upaya dan (Conduit dan Mavondo, 2. Komitmen organisasi didefinisikan sebagai rasa keterikatan antara individu dengan organisasi yang dicirikan oleh keterlibatan anggota organisasi, upaya bersama dan loyalitas anggota kepada Dalam penelitian Harris dan Ogbonna . komitmen organisasi merupakan output dari proses-proses internal organisasi, yang muncul sebagai akibat dari budaya Kelly . alam Harris dan Ogbonna, 2. menyatakan bahwa komitmen organisasi menghasilkan orientasi pelanggan. Dengan kata lain dapat diduga bahwa organisasi memiliki hubungan positif dengan kinerja. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu diuji hipotesis sebagai H7 : Terdapat pengaruh positif komitmen Selanjutnya dikatakan bahwa orientasi pasar . arket orientatio. menghasilkan kinerja yang tinggi melalui komitmen menciptakan nilai yang tinggi bagi pelanggan (Slater dan Narver, 2. Nilai-nilai dan kepercayaan yang secara implisit ada di dalam budaya orientasi pasar akan mendorong: Pertama, pembelajaran tentang pelanggan . dan tentang kemampuan dan strategi yang digunakan pesaing . , secara terus menerus dan lintas fungsi. Pemahaman meliputi kebutuhan yang diekpresikan dengan jelas dan tersembunyi. Kedua, tindakan koordinasi lintas fungsional untuk menciptakan dan mengeksploitasi pembelajaran tersebut. Slater dan Narver . terhadap penelitian Narver dan Slater . dengan menggunakan sampel yang luas yang meliputi pelaku bisnis barang dan jasa, mendapatkan temuan yang menunjukkan adanya hubungan positif antara orientasi pasar dan Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Pada Organisasi Perdagangan Ecera. Ir. Yahya Ahmad. MM profitabilitas bisnis. Dengan uraian di atas maka diajukan hipotesis sebagai H8 : Terdapat pengaruh positif orientasi pesaing terhadap kinerja manajerial. H9 : Terdapat pengaruh positif orientasi pelanggan terhadap kinerja manajerial METODE PENELITIAN Secara umum penelitian ini menggunakan rancangan penelitian . menerapkan metode survei. Jenis rancangan ini dipilih karena dalam penelitian ini akan diuji secara empirik hubungan dan pengaruh antara variabel-variabel budaya organisasi terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini meneliti pengaruh variabel penelitian terhadap kinerja manajerial pada industri perdagangan ritel yang ada di Jakarta. Perdagangan ritel yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini meliputi supermarket, department store, dan organisasi bisnis eceran lain yang merupakan chain store. Alasan pemilihan subyek penelitian ini karena di dalam suatu organisasi perdagangan ritel yang tergolong chain stores adalah karena organisasi ini telah mapan dan menerapkan fungsi-fungsi manjemen dalam kegitan sehari-harinya. Penelitian ini adalah studi populasi, dimana sampel penelitian ini adalah seluruh anggota populasi yang ada di DKI Jakarta. Sedangkan responden yang dipilih dari perusahaan sampel adalah para manajer yang terlibat di dalam proses manajerial, yaitu store manager, general manager/area manager, atau senior manajer lainnya. Data dalam bentuk data primer berdasarkan dikumpulkan dengan kuesioner yang disebarkan kepada responden dan dipergunakan untuk mengumpulkan fakta yang sifatnya pertanyaan perceptual. Kuesioner diberikan langsung kepada responden dengan cara mengunjungi tempat kerja responden mengisi kuesioner pada saat kunjungan. Jika memungkinkan, akan dikunjungi pada kesempatan lain atau memberikan amplop yang telah dibubuhi perangko dan alamat peneliti agar dikembalikan via pos. Respon dicatat dalam skala Likert yang terdiri 5 . tingkatan seperti 'sangat tidak setuju' sampai dengan 'sangat setuju' dengan score dari 1 hingga 5. Sesuai dengan kerangka hipotetik yang dikemukakan, maka secara matematis, hubungan sebab akibat . berdasarkan notasi LISREL 8. 30 yang diharapkan dapat diestimasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Journal Of Agroscience. Vol. 1 Th. 1 Juli Ae Desember 2008 A1 = A11A1 A1 a A2 = A21A2 A22 A2 A2 a. A3 = A31A2 A31A1 A32 A2 A3 a. A4 = A41A2 A42A1 A43A3 A44 A2 A4 a. A1 = HUMORNT A2 = REVLORNT A2 = COMMNT A1 = FCOORD A2 = CUSTORNT A3 = COMPORNT A4 = MGRPERF Aij . = Koefisien path dari variabel A . ke variabel A . Aij . = Koefisien path dari variabel A . ke variabel A . Ai . = Error term Uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dapat menggunakan kaidah analisis faktor konfirmatori . onfirmatory factor analysi. (Joreskog dan Construct Reliability = Variance extracted = . Sorbom, 1996. Hair et al. , 1. Dengan analisis ini diketahui tingkat pembobotan setiap item terhadap variabel penelitian yang bersangkutan . oading facto. , besarnya kesalahan pengukuran . nique facto. , reliabilitas konstruk . onstruct reliablit. , dan validitas konverjen . onvergent validit. atau dinamakan juga sebagai jumlah variance yang dapat dijelaskan . ariance extracte. oleh model. Selain digunakan juga -Cronbach untuk melihat tingkat konsistensi internal dari seluruh item dalam mengukur variabel yang bersangkutan. Formula yang digunakan untuk mengukur reliabilitas konstruk dan variance yang dapat dijelaskan mengacu kepada formula Hair et al. 2, hal: . , sebagai berikut: um of standardized loadin. um of standardized loadin. 2 A sum of indicator measurement error sum of squared standardized loadings sum of squared standardized loading sum on indicator measurement error Untuk menguji pembobotan dari masing-masing variabel, dilakukan analisis faktor Analisis dilakukan secara terpisah. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabulasi, dimana dari setiap item akan diperoleh nilai . oading fakto. nique facto. Di dalam analisis faktor konfirmatori akan ditentukan model yang terbaik dari setiap variabel yang akan digunakan dalam analisis selanjutnya, dengan menilai item-item Kriteria penerimaan terhadap item tersebut meliputi nilai , indeks kesesuaian model : GFI . oodness of fit inde. CFI . omparative fit Secara grafis model yang diperoleh dinamakan sebagai model pengukuran . easurement mode. Hasil pengujian disajikan sebagai berikut. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Pada Organisasi Perdagangan Ecera. Ir. Yahya Ahmad. MM Tabel 1 Reliabilitas, validitas dan indeks kesesuaian model . oodness of fit dari variabel penelitian Variable Cronbach Convergen t Validity Construct Reliablity ChiSquare RMSEA RMR GFI CFI Humornt Rvlornt Custornt Compornt Fcoord Commnt Mgrperf HASIL PENELITIAN Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari gerai . PT. Matahari Putra Prima sebanyak 19 gerai. PT. Ramayana Lestari Sentosa sebanyak 32 gerai. PT. Hero Supermarket sebanyak 42 gerai. PT. Rimo Catur Lestari sebanyak 3 gerai, dan lain-lain sebanyak 8 gerai. Dengan digunakan adalah 104 gerai chain store. Sebanyak 156 kuesioner disebarkan kepada responden dari perusahaan dikembalikan, dengan demikian tingkat pengembalian yang diperoleh adalah Dari jumlah tersebut, 3 kuesioner diantaranya tidak dapat digunakan karena tidak lengkap, sehingga analisis ini menggunakan 111 Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 52 orang adalah store manajer . 85%), 24 orang senior manajer . 62%) dan selebihnya, 35 orang . 53%) adalah manajer fungsional dari gerai . departemen store. Sedangkan dari berdasarkan kelompok umur, sebahagian besar responden, 73 orang . 75%) berumur antara 35-40 tahun, 26 orang . 42%) berumur lebih dari 40 tahun dan sisanya, sebanyak 12 orang . 81%) berumur kurang dari 35 tahun. Berdasarkan produk, seluruhnya . menawarkan barang-barang kebutuhan sehari-hari, yang terdiri dari bahan makanan, pakaian jadi, perabot lain-lain. Sedangkan yang menjual barangbarang tertentu hanya sedikit saja, antara lain khusus buku . , khusus perlengkapan olah raga . , kosmetika dan tubuh . Di dalam penelitian ini terdapat 9 . hipotesis yang diajukan untuk diuji berdasarkan data yang Hasil pengolahan data dengan sub-model 2 LISREL, berupa nilai estimasi koefisien path disajikan dalam Tabel 2. Journal Of Agroscience. Vol. 1 Th. 1 Juli Ae Desember 2008 Tabel 2. Rangkuman Pengujian hipotesis terhadap jalur path, hubungan pengaruh variabel dalam penelitian ini. Hipo -tesis Jalur Dari Humornt Rvlornt Rvlornt Fcoord Fcoord Commnt Commnt Commnt Compornt Custornt Fcoord Compornt Custornt Compornt Mgrperf Mgrperf Custornt Compornt Mgrperf Mgrperf Koef. Path t-hitung Status Pembuktian 83: Sig Sig Sig Sig Sig Sig Sig Sig Terbukti Terbukti Terbukti Terbukti Tidak terbukti Terbukti Terbukti Tidak terbukti Terbukti Terbukti Hasil perhitungan LISREL 8. masing-masing variabel terhadap variabel lainnya disajikan dalam Tabel 2 dan Gambar 1, dan didapatkan bahwa kinerja manjerial dapat dipengaruhi oleh budaya organisasi melalui pengaruh langsung dan tidak langsung. Komitmen organisasi memiliki pengaruh yang langsung terhadap kinerja manajerial. Budaya orientasi persaingan antar angota organisasi memiliki pengaruh yang tidak langsung terhadap kinerja Sementara itu, budaya orientasi pada pelanggan dan orientasi pada pesaing merupakan variabel antara persaingan dan komitmen organisasi. Lemahnya pemasaran, keuangan, sumberdaya manajerial menjadi tidak signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, untuk meningkatkan kinerja manajerial suatu organisasi dapat dibangun budaya organisasi yang meliputi budaya persaingan, budaya orientasi pada pelanggan dan budaya orientasi pada Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Pada Organisasi Perdagangan Ecera. Ir. Yahya Ahmad. MM humo rnt fco o rd mg rpe rf custo rnt rv lo rnt co mmnt co mpo rnt Chi-Square=88. 36, df=8. P-value=0. RMSEA=0. Gambar 1. Estimasi koefisien jalur . dari variabel independen . arna kunin. ke variabel dependent . arna mera. Berdasarkan besarnya pengaruh total, maka variabel persaingan antara anggota organisasi memiliki pengaruh Hal ini dapat diterima karena pada dasarnya kinerja majerial secara keseluruhan diperoleh dari peningkatan kinerja masing-masing individu/departemen fungsional dari Peningkatan persaingan internal dapat membawa pada peningkatan kinerja departemen atau individu. Dengan demikian, secara tidak langsung kinerja manajerial akan ikut terangkat. Tabel 3. Hasil perhitungan pengaruh total . tandardized total effec. dari variabel budaya organisasi terhadap variabel kinerja manajerial Jalur Total efek Humornt >fcoord > compornt > Rvlornt > custornt > mgrperf Rvlornt > compornt > mgrperf Commnt > mgrperf Commnt > custornt > mgrperf Dari enam variabel budaya mengindikasikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja manajerial, kecuali untuk variabel koordinasi lintas fungsional yang tidak didukung oleh data, sehingga pengaruhnya terhadap kinerja manajerial tidak Akan tetapi pengaruhnya terhadap orientasi pesaing adalah Journal Of Agroscience. Vol. 1 Th. 1 Juli Ae Desember 2008 signifikan. Hal ini tidak sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Slater dan Narver, . Kohli Jaworski . Perbedaan ini disebabkan oleh belum kuatnya koordinasi lintas fungsional yang dijalankan pada perusahaan sampel yang belum kuat dengan ratarata 3. alam skala . belum sepenuhnya mampu mendukung orientasi pelanggan dan kinerja Menurut Kohli dan Jaworski . , bila tidak ada persaingan, organisasi dapat berjalan dengan baik sekalipun berorientasi pasar, karena pelanggan selalu menerima produk yang Sebaliknya, dalam kondisi dengan persaingan yang ketat, pelanggan memiliki pilihan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Akibatnya, organisasi yang tidak berorientasi pasar akan kehilangan Koordinasi lintas fungsional, yaitu pemanfaatan sumber-sumber perusahaan secara terkoordinasi dalam menciptakan superior value bagi pelanggan sasaran. Integrasi sumbersumber bisnis dalam menciptakan superior value bagi pembeli secara jelas pelanggan dan pesaing. Pencapaian koordinasi fungsional yang efektif memerlukan suatu keseimbangan bidang-bidang fungsional, masing-masing merasa memiliki kontribusi dalam kinerja organisasi secara keseluruhan. Dalam mengembangkan koordinasi lintas fungsional yang efektif, maka setiap divisi atau departemen harus peka dan tanggap terhadap persepsi departemen lain dalam organisasi. Pemahaman tentang pesaing merupakan hal yang kritis, dimana perusahaan secara terus-menerus harus membandingkan produk, harga, promosi dan saluran distribusinya dengan pesaing kuatnya. mengidentifikasi bidang keunggulan dan kelemahan yang dimiliki pesaing. Budaya orientasi pada pesaing mengindikasikan pengaruhnya kuat dan signifikan terhadap kinerja Hal ini didukung oleh terhadap budaya orientasi pesaing di dalam organisasinya, yaitu sebesar 08 hingga 4. Pengaruh budaya orientasi pada pesaing terhadap kinerja manajerial cukup besar dengan total pengaruh 0. 23 dan orientasi pelanggan sebesar 0. Budaya berpengaruh terhadap hasil akhir proses interaksi anggota organisasi yang kemudian tercermin dalam orientasinya terhadap pasar. Budaya persaingan akan meningkatkan kinerja secara langsung, tetapi budaya mempengaruhi komitmen organisasi dan koordinasi lintas fungsional yang selanjutnya akan mendukung orientasi pada persaingan. KESIMPULAN Penelitian ini dilakukan untuk berkaitan dengan hubungan antara sistem pengendalian manajemen dan budaya organisasi terhadap kinerja manajerial dalam tatanan organisasi bisnis perdagangan eceran . Dengan menggunakan pendekatan analisis jalur . ath analysi. dari LISREL 8. 3 diperoleh hasil yang masih bersifat tentatif, karena menyangkut keterbatasan penelitian. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Pada Organisasi Perdagangan Ecera. Ir. Yahya Ahmad. MM Adapun mengindikasikan bahwa : Budaya orientasi pada hubungan kemanusiaan berpengaruh positif fungsional, tetapi tidak signifikan terhadap kinerja manajerial. Budaya persaingan di dalam organisasi berpengaruh positif terhadap orientasi pada pesaing, dan orientasi pelanggan, . Koordinasi lintas fungsional berpengaruh positif terhadap orientasi pesaing, . Budaya orientasi pada pesaing berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Budaya orientasi pada pelanggan berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Komitmen berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. DAFTAR PUSTAKA