Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Identifikasi Bakteri Klebsiella Sp dan Citrobacter Sp Hasil Isolasi dari Makanan dan Minuman di Beberapa Pasar Tradisional Denpasar Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari1. Ni Wayan Widhidewi2. Putu Arya Suryanditha3 Bagian Mikrobiologi dan Parasitologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Warmadewa1,2,3 Program Studi Doktor. Fakultas Kedokteran. Universitas Udayana1 * lilaparama84@gmail. ABSTRAK Makanan dan minuman merupakan sumber energi bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan makan dan minuman yang tidak cermat mengakibatkan konsumen mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi yang dapat menimbulkan penyakit. Penyakit yang ditimbulkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi disebut dengan Foodhandler diseases. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Klebsiella sp dan Citrobacter sp pada Makanan dan Minuman di Beberapa Pasar Tradisional. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif eksplorasi. Pemilihan sampel dilakukan secara acak di Pasar tradisional di wilayah Denpasar. Setiap pasar dilakukan pengambilan sampel makanan dan minuman dilakukan secara random terdiri dari 5 sampel pada masing-masing pasar yang berasal dari 7 pasar tradisional di Denpasar. Pada penelitian ini sampel makanan dan minuman diisolasi menggunakan media selective Mac Conkey dan identifikasi menggunakan uji biokimia dengan Imvic Test. Hasil ppenelitian menunjukkan pada makanan dan minuman dari 7 pasar didapatkan terkontaminasi bakteri Klebsiella sp sebanyak 2 . ,7%) dan Citrobacter sp sebanyak 8 sampel . %). Rekomendasi yang diberikan dengan edukasi dan pemeriksaan secara rutin makanan dan minuman yang dijual untuk keamanan konsumen Kata Kunci: Citrobacter Sp. Dentifikasi. Klebsiella Sp. Pasar Pendahuluan Makanan dan minuman yang dijual kepada konsumen menjadi perhatian dalam pencegahan wabah penyakit. Keamanan pangan yang aman untuk kesehatan masyarakat dan lingkungan menjadi perhatian di seluruh dunia. Bahaya keamanan pangan adalah adanya suatu kontaminan baik fisika, kimia dan biologi dalam pangan. Syarat keamanan pangan bahwa makanan dan minuman harus bebas dari agen berbahaya salah satunya agen mikrobiologi. Infeksi melalui makanan dan minuman menjadi beban kesehatan dan ekonomi yang penting di seluruh dunia. Faktor yang berperanan dalam beban Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 tersebut yakni globalisasi dan sentralisasi suplai makanan, peningkatan resistensi antiboiotik dan sistem imun yang rendah. (Hosaina et al, 2. Kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan pangan yang praktis mengenai kebutuhan pangan yang praktis perlu diimbangi dengan usaha penyediaan atau peralatan yang digunakan dalam makanan bagi kepentingan umum penyiapan dan penyajian pangan dapat . akanan jajana. yang kesehatannya(Ningrum & Sulistyorini, 2. Golongan Enterobacter yang dapat menginfeksi ke manusia selain Escherichia coli yakni bakteri Citrobacter dan Klebsiella sp. Citrobacter merupakan bakteri Gram negative berbentuk batang dan pergerakannya menggunakan flagella peritrik. Spesies Citrobacter ditemukan di air, tanah, makanan dan system pencernaan pada hewan dan manusia. Citrobacter sp memiliki 14 spesies yang dapat menginfeksi manusia. freundii and C. are the most common ones to infect humans(Cortys-Synchez et al. , 2. Selain Citrobacter terdapat bakteri Klebsiella sp yang habitatnya normal pada sistem pencernaan dan sistem pernafasan. Kedua mikroorganisme ini dapat bertahan di lingkungan dan dapat mengontaminasi makanan dan minuman yang menyebabkan penyakit fooborne diseases atau waterborne diseases. (Cortys-Synchez et al. , 2. Infeksi golongan bakteri Enterobacter menjadi wabah penyakit gastrointestinal akibat dari kontaminasi makanan. Klebsiella dan Citrobacter juga berpotensi dalam mengontaminasi makanan dan dapat menyebabkan foodborne ataupun waterborne diseases. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif eksplorasi. Pemilihan sampel dilakukan secara acak di Pasar tradisional di wilayah Denpasar. Setiap pasar dilakukan pengambilan sampel makanan dan minuman dilakukan secara random terdiri dari 5 sampel pada masing-masing pasar yang berasal dari 7 pasar tradisional di Denpasar. Pada penelitian ini sampel makanan dan minuman disuburkan dengan media pepton dan selanjutnya dilakukan isolasi menggunakan media selective Mac Conkey kemudian dilakukan pewarnaan Gram untuk memastikan bakteri tersebut termasuk Gram Negatif. Untuk mengidentifikasi genus bakteri menggunakan uji biokimia dengan Imvic Test. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi Hasil dan Pembahasan Hasil Isolasi dan identifikasi bakteri pada beberapa pasar yakni pada pasar BL teridentifikasi Bakteri Citrobacter sp sebanyak 1 sampel, pada pasar Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 GN teridentifikasi bakteri Klebsiella sp sebanyak 1 sampel, pada pasien KR teridentifikasi bakteri Citrobacter sp sebesar 3 sampel dan bakteri Klebsiella sp sebanyak1 sampel. Pasar BB teridentifikasi bakteri Citrobacter sp sebanyak 4 sampel, 3 pasar lainnya teridentifikasi bakteri selain Citrobacter sp dan Klebsiella sp. Hasil Isolat positif Citrobacter sp dan Klebsiella sp sesuai degan Tabel 1 Hasil Isolat positif Citrobacter sp dan Klebsiella sp Bakteri Kode Isolat Citrobacter J7. C13,MK22. JK 12. J11. J21. E2. Klebsiella M12 dan JK 13 MacConkey Agar merupakan media selektif untuk mengidentifikasi bakteri Klebsiella sp dengan morfologi koloni pink dan mucoid (Rawy et al. Karakteristik bakteri Klebsiella sp. pada media MCA memiliki karakteristik yang hamper sama dengan Escherichia coli. Pada Escherichia coli memiliki koloni bulat kecil tidak seperti Klebsiella yang memiliki koloni lebih besar dan elevasi mucoid. (Hidayat et al. , 2. Berdasarkan hasil uji biokimia, karakter koloni bakteri yang diduga anggota genus Klebsiella sp memiliki hasil uji TSIA yang ditandai dengan perubahan warna media yaitu A/A kuning pada butt . dan kuning pada slant . ermukaan mirin. Perubahan tersebut terjadi karena adanya fermentasi glukosa dan sukrosa oleh anggota genus Klebsiella sp. Genus Klebsiella sp memiliki karakter tidak memproduksi H2S, uji sitrat ( ), indol () dan motilitas (-). (Turnip, 2. Klebsiella sp merupakan golongan Gram negative dan dalam pengecatan Gram tampak koloni berwarna ungu. Berdasarkan strukturnya Escherichia coli. Enterobacter. Serratia. Citrobacter, dan Proteus termasuk mikroorganisme yang memiliki flagella pada banyak Klebsiella merupakan mikroorganisme nonmotile dan nonflagellated dan tidak memiliki antigen H. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Tabel 2 Distribusi Frekuensi Kontaminasi Bakteri Citrobacter sp dan Klebsiella sp Bakteri Hasil Total Sampel Citrobacter Klebsiella Hasil distribusi frekuensi bakteri yang mengontaminasi makanan yakni Citrobacter sebesar 22,8 persen dan Klebsiella spp 5,7% sesuai tabel 2. Spesies Citrobacter ditemukan di air, tanah, makanan dan system pencernaan pada hewan dan manusia. Klebsiella sp ditemukan pada sistem pencernaan dan sistem pernafasan yang merupakan habitat normalnya. Faktor faktor yang mempengaruhi kontaminasi bakteri ini di makanan dan minuman yang di jual di pasar berasal dari higiene dan sanitasi makanan. Kebersihan depot juga harus diperhatikan karena menurut penelitian dari Rolan Sudirman Pakpahan . sanitasi lingkungan depot berpengaruh terhadap cemaran bakteri, hal ini menunjukkan semakin bagus kondisi sanitasi lingkungan maka semakin bagus kualitas bakteriologis Air Minum Isi Ulang tersebut. (Fadli et al. , n. Kontaminasi terjadi dapat berasal dari pekerja, alat, tempat, air yang digunakan dalam pengelolaan makanan. (Herliani & Hidayat, 2. Sanitasi sangat berhubungan dengan jumlah bakteri dimana sanitasi yang buruk dapat meningkatkan jumlah bakteri. Kondisi pasar tradisional dengan sanitasi lingkungan yang buruk dengan prosedur pemasaran yang yang kurang higienis mendukung peningkatan perkembangan dan kontaminasi bakteri secara signifikan. (Dheilly et al. , 2. Proses pengolahan air yang kurang sempurna tidak efektif untuk membunuh mikroorganisme. Faktor yang mempengaruhi kualitas air yakni sumber air, wadah, dan kondisi tempat pengolahan air. Kontaminasi bakteri ke makanan melalui penjamah makanan melalui higienitas pekerja yang kurang terutama kontaminasi feses. Penyakit akibat foodborne disease dihubungkan dengan konsumsi makanan yang terkontaminasi akibat pengolahan makanan dan minuman yang buruk dan menjadi masalah serius bagi kesehatan Penjamah makanan memiliki faktor penting dalam kesehatan khususnya pengolahan dan penyajian makanan (Pamuk & Erdoan, 2. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Pemasakan memang dapat mematikan bakteri patogen, namun apabila peralatan makan dicuci menggunakan air mentah yang tercemar akan sama dengan membilas dengan air tercemar walaupun menggunakan sabun(Ningrum & Sulistyorini, 2. Simpulan Sampel Makanan dan Minuman yang terkontaminasi Citrobacter berjumlah 8 sampel dan Klebsiella sp sebesar 2 sampel dari 35 sampel yang diambil dari 7 pasar tradisional Denpasar. Ucapan Terima Kasih