Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT UNTUK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM Ah. Subhan1. Wahidin2 staikapuas@gmail. com1 wahidalqarni55@gmail. 1,2STAI Kuala Kapuas. Kalimantan Tengah Abstract: This study aims to explore innovative learning media based on Information and Communication Technology (ICT) applicable to Islamic Religious Education (PAI) in public schools and to evaluate their impact on the quality of teaching and learning The research employed a descriptive qualitative method with data collected through observations, interviews, and document analysis. The findings indicated that ICT-based media, such as interactive videos. Islamic educational applications, and elearning platforms, enhance studentsAo understanding of PAI materials and encourage active engagement in learning. Challenges included limited technological infrastructure in schools and insufficient teacher training in ICT utilization. To address these issues, teacher training, improved technological facilities, and support from various stakeholders, including the government, are recommended. This study concludes that ICT-based learning media innovations have significant potential to improve the effectiveness of PAI instruction, provided they are supported by adequate preparation and resources. Keywords: Innovation. Learning Media. ICT. Islamic Religious Education. Public Schools Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali inovasi media pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis ICT, seperti video interaktif, aplikasi pembelajaran Islami, dan platform e-learning, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas teknologi di sekolah dan kurangnya pelatihan guru dalam pemanfaatan ICT. Untuk mengatasi hal tersebut, disarankan pelaksanaan pelatihan bagi guru, peningkatan fasilitas teknologi, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa inovasi media pembelajaran berbasis ICT memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI, asalkan didukung oleh persiapan dan fasilitas yang memadai. Kata Kunci: Inovasi. Media Pembelajaran. ICT. Pendidikan Agama Islam. Sekolah Umum Pendahuluan Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual di tengah tantangan globalisasi. Di era teknologi informasi, pembelajaran PAI di sekolah umum menghadapi tantangan berupa keterbatasan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik bagi siswa. (Mahbuddin, 2. Penelitian Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 menunjukkan bahwa siswa lebih termotivasi belajar apabila media pembelajaran menggunakan pendekatan interaktif berbasis teknologi (Anita Anita and Siti Irene Astuti, 2. Oleh karena itu, inovasi media pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Kajian pustaka menunjukkan bahwa media berbasis ICT, seperti video interaktif, aplikasi pembelajaran Islami, dan platform e-learning, mampu meningkatkan hasil belajar siswa di berbagai mata pelajaran, termasuk PAI (Rahmah & Hadi, 2. implementasi ICT di sekolah umum sering terkendala kurangnya fasilitas teknologi dan minimnya kompetensi guru dalam menggunakan perangkat tersebut (Pembangunan. Bappeda, & Volume, 2. Hal ini menegaskan urgensi penelitian terkait strategi penerapan media berbasis ICT untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI. Meskipun potensi besar yang dimiliki oleh media berbasis ICT, implementasinya di sekolah umum sering terkendala oleh beberapa faktor. Salah satu kendala utama adalah kurangnya fasilitas teknologi yang memadai. Banyak sekolah, terutama di daerah terpencil, masih mengalami kesulitan dalam menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran berbasis ICT. Misalnya, tidak semua sekolah memiliki akses internet yang stabil atau perangkat komputer yang cukup untuk semua siswa. Hal ini mencaiptakan kesenjangan dalam kesempatan belajar antara daerah pedesaan dan perkotaan. Selanjutnya. Kompetensi guru dalam menggunakan perangkat teknologi juga menjadi tantangan serius. Banyak guru yang belum terlatih dengan baik dalam memanfaatkan media berbasis ICT untuk pengajaran. Mereka mungkin memiliki pengetahuan dasar tentang teknologi, tetapi tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk mengintegrasikannya ke dalam kurikulum pembelajaran. Seorang guru yang kurang familiar dengan penggunaan aplikasi pembelajaran Islami mungkin akan menghadapi kesulitan dalam menyampaikan materi secara menarik dan interaktif. Kondisi ini dapat memengaruhi motivasi belajar siswa serta berdampak negatif pada pencapaian hasil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inovasi media pembelajaran berbasis ICT yang relevan dalam pembelajaran PAI di sekolah umum serta menganalisis dampak penerapannya terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, penelitian ini diharapkan memberikan manfaat praktis bagi guru PAI dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur terkait pengintegrasian teknologi dalam pendidikan agama. Dengan fokus pada eksplorasi dan evaluasi media pembelajaran berbasis ICT, penelitian ini memberikan alternatif solusi untuk menghadirkan pembelajaran PAI yang lebih menarik dan efektif. Pendekatan berbasis ICT tidak hanya memberikan Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 pengalaman belajar yang interaktif tetapi juga membantu siswa memahami nilainilai Islam secara mendalam di era digital ini. Metode Penelitian Artikel ini berjenis kepustakaan . ibrary researc. metode deskriptif-kualitatif bertujuan untuk menganalisis inovasi media pembelajaran berbasis ICT dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dan mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas proses belajar-mengajar di sekolah. Data dikumpulkan melalui telaah berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang membahas penggunaan ICT dalam Analisis dilakukan dengan pendekatan analisis tematik, hal ini diusahakan memberikan wawasan mendalam mengenai efektivitas media berbasis teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut dan implementasi kebijakan pendidikan berbasis ICT. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menghasilkan temuan utama mengenai inovasi media pembelajaran berbasis ICT yang ditemukan dan mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas proses belajar mengajar. Berikut adalah hasil penelitian yang disusun secara ringkas, dilengkapi dengan pembahasan dan analisis terkait: Evaluasi Dampak Inovasi ICT terhadap Proses Belajar Mengajar Adanya teknologi informasi dan komunikasi, guru dituntut untuk menguasai berbagai aplikasi dan perangkat lunak yang dapat mendukung proses Misalnya, penggunaan platform seperti Google Classroom atau Zoom telah menjadi hal yang umum, yang memungkinkan guru untuk mengelola kelas secara online, memberikan tugas, serta melakukan evaluasi secara lebih Yang pada akhirnya, penggunaan teknologi untuk meningkatkan kinerja guru melalui e-learning dan blend learning dalam pendidikan Islam(Budiman. Perubahan metode pengajaran juga menjadi hal yang tak terhindarkan. Guru kini beralih dari metode pengajaran konvensional yang lebih bersifat satu arah menjadi metode yang lebih interaktif dan kolaboratif. Misalnya, penggunaan media interaktif, seperti aplikasi kuis, video interaktif, dan simulasi ibadah, mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Media ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik, meningkatkan motivasi, dan membantu siswa memahami serta menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dengan lebih baik(Aqmarinal & Susilo, 2. Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran konstruktivisme berpendapat bahwa orang menghasilkan pengetahuan dan membentuk makna berdasarkan pengalaman mereka(Subkhi Mahmasani, 2. , di mana guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam membangun pengetahuan mereka sendiri. Dampak terhadap siswa, inovasi ICT memberikan dampak yang sangat Salah satu dampak yang paling mencolok adalah peningkatan motivasi dan Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 partisipasi siswa. Dengan adanya media pembelajaran yang menarik, seperti aplikasi Islami dan video edukatif, siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti Misalnya, penelitian menunjukkan adanya perbedaan positif yang signifikan kelas yang menggunakan inovasi digital dibanding pembelajaran konvensional, angka keaktifan belajar ditunjukkan dari rata-rata kelas eksperimen 80,57 sedangkan kelas kontrol 56,55 (Kristiana. Nurwahyunani, & Sulistya Dewi. Selain itu, peningkatan pemahaman materi juga terlihat jelas. Materi yang sebelumnya dianggap abstrak dan sulit dipahami, seperti nilai-nilai ibadah dan akhlak dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), kini dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami melalui visualisasi dan contoh nyata. Lingkungan sekolah juga merasakan dampak dari inovasi ICT. Budaya digital di sekolah semakin berkembang, di mana siswa dan guru mulai beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam kegiatan sehari-hari. Sekolah yang mendukung penggunaan ICT dengan menyediakan infrastruktur yang memadai, seperti koneksi internet yang cepat dan perangkat komputer, akan menciptakan suasana belajar yang lebih baik. Kebijakan pendukung dari pihak sekolah juga sangat Karena dalam tinjauan analisis SWOT menyatakan, kurangnya akses internet dan perangkat teknologi, serta rendahnya kompetensi digital di kalangan guru, terutama yang berusia lebih senior. Selain itu, kurangnya dukungan dari kepemimpinan dan stakeholder juga menjadi faktor penghambat(Hasna, 2. Studi Kasus atau Hasil Penelitian Terkait Studi kasus tentang guru PAI di sekolah umum menunjukkan bagaimana media berbasis ICT dapat dimanfaatkan secara efektif. Guru-guru telah menggunakan berbagai media, seperti video interaktif dan platform e-learning, untuk menyampaikan materi yang kompleks dengan cara yang lebih menarik. Hal ini sejalan dengan temuan dari Rahman yang menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa tetapi juga meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi(Rahman, 2. Pembelajaran berbasis ICT memberikan pengalaman langsung yang memperkaya proses belajar siswa, yang sangat penting dalam mata pelajaran yang memerlukan pemahaman konsep yang mendalam, seperti PAI. Penelitian lain, seperti yang dilakukan oleh Yusuf, juga mengonfirmasi bahwa penggunaan ICT dalam pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa(Yusuf, 2. Namun, hasil yang optimal hanya dapat dicapai jika diimbangi dengan pelatihan bagi guru dan peningkatan infrastruktur sekolah. Penggunaan media berbasis ICT secara signifikan meningkatkan partisipasi Penelitian oleh Yusuf juga mengonfirmasi bahwa penggunaan ICT dalam pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran(Yusuf, 2. Hal ini menunjukkan bahwa ketika siswa merasa terlibat, mereka cenderung lebih mudah memahami dan mengingat materi yang Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 Kendala utama dalam penerapan ICT adalah terbatasnya fasilitas, seperti perangkat komputer dan koneksi internet yang lambat. Beberapa guru juga merasa kurang percaya diri dalam memanfaatkan teknologi secara maksimal, terutama yang belum mendapatkan pelatihan khusus. Sebagaimana Sari yang mencatat bahwa kekurangan keterampilan teknologi pada guru dapat menghambat efektivitas penggunaan ICT dalam pembelajaran (Sari, 2. Dirasa, penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan-hambatan ini agar penggunaan ICT dapat berjalan dengan baik. Guru yang telah mengikuti pelatihan teknologi menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan ICT untuk mendukung pembelajaran. Pelatihan ini menjadi solusi penting untuk mengatasi masalah kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan teknologi dalam proses mengajar. Purnama menjelaskan, pelatihan teknologi bagi guru memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran (Purnama, 2. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Teknologi pendidikan dapat meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan metode pembelajaran, meskipun tantangan infrastruktur dan kompetensi tenaga pendidik perlu diatasi (M Choirul Muzaini. Prastowo, & Salamah, 2. Meningkatkan aksesibilitas teknologi di sekolah dapat dilakukan dengan menyediakan perangkat yang memadai dan memastikan koneksi internet yang Juga, mengadakan pelatihan rutin bagi guru agar mereka dapat mengembangkan keterampilan dalam menggunakan teknologi secara optimal. Sekolah juga dapat bekerja sama dengan pihak ketiga, seperti perusahaan teknologi, untuk mendapatkan dukungan dalam hal fasilitas dan pelatihan. Untuk menciptakan budaya digital yang positif, salah satu langkah penting adalah memberikan edukasi kepada siswa mengenai penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Di era digital saat ini, di mana teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat pesat, pemahaman mendalam tentang penggunaan teknologi yang etis dan efektif menjadi kebutuhan yang tidak dapat Siswa perlu dibekali tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga dengan kesadaran akan dampak sosial dan psikologis dari penggunaan teknologi. Urgensi pendidikan Islam di abad ke-21 juga terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan arus globalisasi, sembari tetap menjaga nilai-nilai dan tradisi intinya. Sebagaimana dinyatakan oleh M. Choirul Muzaini dkk, pendidikan Islam harus mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran tanpa mengorbankan esensi ajaran Islam (M Choirul Muzaini et al. , 2. Karena itu, kurikulum pendidikan Islam perlu dirancang sedemikian rupa agar mencakup materi mengenai teknologi serta etika penggunaannya dalam konteks keislaman. Seperti siswa dapat diajarkan tentang penggunaan internet yang sehat dan bertanggung jawab, serta bagaimana Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam berinteraksi di dunia maya. Hal ini mencakup adab berinternet, menghormati sesama, menghindari konten negatif, serta tanggung jawab atas tindakan digital mereka. Penerapan konkret dari integrasi ini dapat dilihat melalui penggunaan aplikasi mobile untuk pembelajaran Al-Qur'an yang interaktif. Aplikasi semacam ini tidak hanya menyediakan teks Al-Qur'an, tetapi juga menawarkan tafsir, audio bacaan, serta kuis interaktif yang membantu siswa memahami isi Al-QurAoan dengan lebih mendalam dan menarik. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi alat bantu belajar, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam. Selain itu, pembangunan budaya digital yang positif membutuhkan kolaborasi erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan yang tepat terkait penggunaan teknologi. Di sisi lain, orang tua juga perlu terlibat aktif dalam membimbing dan mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan teknologi sehari-hari. Misalnya, dengan mengatur waktu penggunaan gadget dan berdialog secara terbuka mengenai konten yang diakses oleh anak. Masyarakat pun turut berperan dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat, misalnya melalui seminar, workshop, atau kampanye literasi digital yang mendorong kesadaran bersama tentang pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Kebutuhan untuk merekonstruksi materi PAI agar lebih relevan dengan konteks digital, sambil mempertahankan nilai-nilai fundamental Islam. Integrasi teknologi seperti aplikasi mobile dan realitas virtual menunjukkan potensi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran (Budiman, 2. Di satu sisi, teknologi membuka akses informasi yang lebih luas dan pembelajaran yang lebih efektif. Namun, di sisi lain, terdapat risiko seperti penyebaran informasi palsu . , cyberbullying, dan konten negatif yang dapat merusak akhlak siswa. Dengan demikian, pendidikan Islam harus mampu memberikan panduan yang jelas dalam menavigasi tantangan ini. Melalui pengajaran nilai-nilai seperti adab berkomunikasi di dunia maya, siswa diajarkan untuk bersikap hormat, menghindari ujaran kebencian, dan bertindak secara etis dalam setiap interaksi Membangun budaya digital yang positif dalam pendidikan Islam merupakan kebutuhan yang mendesak di era modern ini. Pendidikan yang membekali siswa dengan keterampilan teknologi sekaligus menanamkan nilai-nilai etika Islam akan melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga berkarakter Melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, pendidikan Islam memiliki peluang besar untuk menjadi katalisator dalam membangun peradaban berbasis etika dan teknologi, dengan kolaborasi antara pemerintah, ulama, pendidik, dan pengembang teknologi (Kholilah & Yanuar, 2. Kesimpulan Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 Berdasarkan temuan penelitian mengenai penggunaan media pembelajaran berbasis ICT dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum, dapat disimpulkan bahwa teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penggunaan media seperti video interaktif, aplikasi Islami, dan platform e-learning terbukti dapat menarik minat siswa, memperdalam pemahaman mereka terhadap materi PAI, dan mendorong partisipasi yang lebih aktif. Meskipun demikian, kendala yang dihadapi, terutama terkait dengan terbatasnya fasilitas dan kurangnya keterampilan ICT pada beberapa guru, perlu segera diatasi. Oleh karena itu, pelatihan intensif bagi guru menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa penggunaan ICT dapat dioptimalkan dalam pembelajaran. Selain itu, penyediaan infrastruktur yang memadai, seperti perangkat komputer dan koneksi internet yang lebih stabil, harus menjadi perhatian utama agar teknologi dapat digunakan secara maksimal. depan, penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi model dan metode lain yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan Dengan demikian, pemanfaatan ICT dalam pembelajaran PAI dapat memberikan pengalaman yang lebih menarik, efektif, dan relevan bagi siswa, serta membantu mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. Daftar Pustaka