Analisis kinerja keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Regional 4 Manado dengan menggunakan rasio keuangan dan Common Size Faturrahman H. Samad Corresponding author: 28faturrahman08@gmail. Sam Ratulangi University - Indonesia Novi Swandari Budiarso Sam Ratulangi University - Indonesia Steven J. Tangkuman Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords financial performance financial ratios common size analysis JEL Classification G30 M41 Received 3 July 2025 Revised 17 August 2025 Accepted 25 August 2025 Published 26 August 2025 ABSTRACT This study aims to analyze the financial performance of PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Regional IV Manado during the period 2022Ae2024 using financial ratio and common size analysis. The research method employed is descriptive quantitative with secondary data obtained from the companyAos financial statements. The analysis includes liquidity, solvency, profitability, and activity ratios, along with common size analysis of the financial position and income statements. The results show that the current ratio decreased from 2,284% . , while the cash ratio was only recorded in 2022 at 07% due to centralized cash management at the head Solvency ratios increased, with the Debt to Asset Ratio (DAR) rising from 32% to 38. 79% and the Debt-toEquity Ratio (DER) from 47. 05% to 63. Profitability ratios improved, as reflected by increases in ROA. ROE, and NPM to 28. 01%, 45. 76%, and 8. 26% in 2024. Common size analysis revealed a higher proportion of fixed assets and liabilities, alongside a decrease in equity. Overall, the financial performance demonstrates improvements in profitability and efficiency, although cash management and capital structure remain critical areas. This study provides practical insights for financial management in stateowned port enterprises at the regional level. A2025 Faturrahman H. Samad. Novi Swandari Budiarso. Steven J. Tangkuman This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Kinerja keuangan merupakan indikator utama untuk mengevaluasi keberhasilan perusahaan dalam mengelola sumber daya dan strategi bisnis. Evaluasi ini penting guna mengukur pencapaian tujuan operasional, keuangan, dan strategis. Salah satu metode yang umum digunakan dalam analisis kinerja keuangan adalah analisis rasio keuangan dan analisis common size, yang mampu memberikan gambaran mendalam mengenai efisiensi, efektivitas, dan struktur keuangan perusahaan. PT Pelabuhan Indonesia (Perser. merupakan hasil merger dari Pelindo I. II, i, dan IV pada tahun 2021, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, daya saing global, serta menciptakan sinergi pengelolaan aset pelabuhan. Pasca-merger, terjadi peningkatan pada aspek keuangan, operasional, dan administrasi, termasuk percepatan layanan bongkar muat serta penerapan sistem teknologi informasi yang lebih handal menuju smart port. Meskipun demikian, perubahan struktural ini turut menghadirkan tantangan, khususnya di tingkat regional. Regional 4 Manado, sebagai fokus penelitian, menghadapi berbagai hambatan seperti ketergantungan pada sektor lokal, keterbatasan infrastruktur, dan persaingan dengan pelabuhan lain di kawasan timur Indonesia. Tantangan internal lainnya mencakup pengelolaan keuangan yang belum efisien. SDM yang kurang optimal, serta sistem informasi yang belum maksimal. Sejumlah penelitian menggunakan common size dalam menilai kinerja perusahaan, antara lain Sunaryo . pada perusahaan ecommerce. Rimadani dan Sulistyo . pada perusahaan otomotif, dan Alfiany dan Suartini . pada perusahaan telekomunikasi. Penelitian yang secara khusu telah mengkaji aspek keuangan PT Pelabuhan Indonesia adalah Alviandy et al. melakukan analisis rasio keuangan pada PT Pelabuhan Indonesia Cabang Pekanbaru dan menemukan bahwa rasio likuiditas yang diukur dengan current ratio dan cash ratio berada dalam kategori sangat kurang baik karena nilainya masih di bawah standar industri, mengindikasikan perusahaan kurang mampu memenuhi kewajiban jangka pendek. Kusumaningrum dan Heikal . mengevaluasi performa keuangan pasca-merger dengan membandingkan PT Pelabuhan Indonesia dengan 12 perusahaan pelabuhan global. Meskipun demikian, penelitian ini tidak membahas secara spesifik kondisi keuangan pada tingkat regional seperti di Manado. Kaban et . meneliti Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA) pada PT Pelindo I, dan Rosinta et al. melakukan penilaian tingkat kinerja BUMN, tetapi belum mengadopsi pendekatan common size. Kajian terdahulu menunjukkan bahwa analisis kinerja keuangan Pelindo masih berfokus pada level pusat atau cabang tertentu. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. sementara studi yang menyoroti kondisi regional, khususnya Manado, masih terbatas. Selain itu, metode analisis yang digunakan umumnya hanya berupa rasio keuangan, tanpa dikombinasikan dengan analisis common size yang mampu memberikan gambaran lebih mendalam mengenai perubahan struktur keuangan Hal ini menimbulkan kesenjangan penelitian yang perlu diisi agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang kondisi keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Perser. di tingkat regional. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Regional IV Manado pada periode 2022Ae2024 menggunakan kombinasi analisis rasio keuangan . ikuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan aktivita. serta analisis common size. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam literatur akuntansi keuangan serta kontribusi praktis bagi penguatan strategi keuangan perusahaan pelabuhan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan di tingkat regional. Tinjauan Kinerja keuangan Kinerja keuangan mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya dan melaksanakan strategi bisnis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Khair . mendefinisikan kinerja keuangan sebagai gambaran kondisi finansial suatu perusahaan yang dianalisis dengan metode tertentu untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam periode tertentu. Menurut Hutabarat . , analisis kinerja keuangan bertujuan menilai sejauh mana perusahaan mematuhi prinsip-prinsip tata kelola keuangan yang sehat. Fahmi . menambahkan bahwa kinerja keuangan merupakan ukuran efektivitas penerapan prinsip keuangan dalam operasional perusahaan. Laporan keuangan sebagai sumber utama penilaian kinerja keuangan memiliki peran penting. Priharto . menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan catatan sistematis mengenai transaksi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (IAI, 2. menegaskan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi. Menurut Kasmir . , laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Menurut Kasmir . terdapat beberapa Jenis laporan keuangan ialah sebagai berikut: Neraca (Balance Shee. Laporan Laba Rugi Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Laporan Perubahan Modal Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan keuangan Analisis rasio keuangan Rasio keuangan adalah perhitungan yang membagi satu angka dengan angka lainnya untuk membandingkan angka-angka dalam akun keuangan. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam suatu laporan keuangan atau antar komponen yang ada di antara laporan keuangan. Menurut Darmawan . Salah satu alat paling banyak digunakan untuk membandingkannya dengan pesaing adalah rasio. Rasio digunakan untuk mengevaluasi beberapa aspek seperti kemampuan pembayaran utang, margin keuntungan, dan efisiensi dalam manajeman sumber daya. Macam-macam rasio keuangan dijelaskan sebagai berikut: Rasio Likuiditas, digunakan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan untuk membayar dan melunasi hutang jangka pendek yang harus segera dibayar. Perusahaan dengan lebih banyak aktiva lancar daripada hutang jangka pendeknya dianggap memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajibannya dengan cepat (Munawir, 2014:. Rasio Solvabilitas, rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban-kewajiban jangka panjangnya (Hanafi & Halim, 2009:. Rasio Profitabilitas, adalah perbandingan Laba . etelah paja. dengan modal . odal int. atau laba . ebelum paja. dengan total aset yang dimiliki bank pada periode tertentu Riyadi (Riyadi, 2006:. Rasio Aktivitas, rasio ini dapat dijadikan indikador kinerja manajemen yang menjelaskan tentang sejauh mana efisiensi dan dilakukan oleh manajemen. (Harmono,2. Analisis common size Menurut Hery . Analisis presentase per komponen . ommon siz. adalah terknik analisis yang digunakan untuk mengetahui presentase masing-masing komponen asset terhadap total asset. presentase masing-masing komponen utang dan modal terhadap total pasiva . otal asse. presentase masing-masing komponen laporan laba rugi terhadap penjualan bersih. Dengan demikian, analisis common size sangat berguna untuk mengevaluasi tren perubahan dalam komponen keuangan dari waktu ke waktu. Namun, penelitian mengenai PT Pelabuhan Indonesia sebagian Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. besar masih terbatas pada penggunaan analisis rasio. Misalnya. Kusumaningrum dan Heikal . membandingkan kinerja PT Pelabuhan Indonesia dengan perusahaan pelabuhan global pascamerger, namun tidak memasukkan analisis common size. Demikian pula. Kaban et al. menilai kinerja PT Pelindo I dengan pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA), tetapi tidak menyinggung perubahan struktur keuangan. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Regional IV Manado pada periode 2022Ae2024. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan gambaran yang sistematis mengenai kondisi keuangan perusahaan berdasarkan data yang tersedia. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yang diperoleh dari laporan keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Regional IV Manado periode 2022Ae2024. Data tersebut mencakup laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi yang dipublikasikan Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, yaitu dengan mengakses dan menelaah laporan keuangan perusahaan serta literatur terkait. Teknik ini digunakan untuk memperoleh informasi yang relevan dan valid mengenai variabel penelitian (Sugiyono, 2. Analisis data dilakukan dengan dua metode utama: Analisis rasio keuangan, meliputi: Rasio Likuiditas: Current Ratio dan Cash Ratio, untuk menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka Rasio Solvabilitas: Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio, untuk mengukur struktur pendanaan dan kemampuan memenuhi kewajiban jangka panjang. Rasio Profitabilitas: Return on Assets (ROA). Return on Equity, dan Net Profit Margin, untuk mengevaluasi kemampuan menghasilkan laba. Rasio Aktivitas: Total Asset Turnover dan Fixed Asset Turnover ,untuk menilai efektivitas penggunaan aset. Analisis common size, yang menyajikan setiap komponen laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dalam bentuk persentase dari total, sehingga memudahkan identifikasi perubahan struktur keuangan dari waktu ke waktu (Toniga et , 2. Hasil dan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengolah dan menganalisis data yang diperoleh untuk kinerja keuangan PT Pelabuhan Indonesia Regional 4 Manado dengan menggunakan metode rasio keuangan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. seperti, rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas dan metode common size. Analisis rasio keuangan Tabel 1. Perhitungan rasio likuiditas Tahun Aset Lancar Kas Setara Kas Sumber: Data olahan, 2025 Utang Lancar Current Ratio Cash Ratio 751,5% 240,7% 9,07% Tabel 1 menunjukkan bahwa current ratio PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Regional IV Manado menunjukkan penurunan 284% pada tahun 2022 menjadi 751,5% di tahun 2023, dan kembali turun menjadi 240,7% di tahun 2024. Sedangkan cash rasio ratio perusahaan hanya tersedia pada tahun 2022 sebesar 9,07%, dan tidak dapat dihitung pada tahun 2023 dan 2024 karena di cabang tidak terdapat rekening bank atau kas kecil, dengan seluruh pencatatan kas terpusat di kantor pusat. Tabel 2. Perhitungan rasio solvabilitas Tahun Total Utang Total Aset Sumber: Data olahan, 2025 DAR 451 32% 423 29% 838 38,79% DER 47,05% 63,38% Berdasarkan tabel 2, nilai DAR mengalami fluktuasi selama periode 2022 hingga 2024. Pada tahun 2022. DAR berada pada angka 32%, menurun menjadi 29% di tahun 2023, dan kembali naik menjadi 38,79% pada tahun 2024. Sementara itu. DER juga menunjukkan tren serupa. DER perusahaan turun dari 47,05% di tahun 2022 menjadi 42% pada tahun 2023, kemudian meningkat cukup signifikan menjadi 63,38% pada tahun 2024. Tabel 3. Perhitungan rasio aktivitas Tahun Laba Bersih Total Aset Total Ekuitas ROA 12,10% 27,5 % 28,01% ROE 17,80% 45,76% NPM 4,28% 9,01% 8,26% Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai ROA PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Regional IV Manado menunjukkan peningkatan signifikan dari 12,10% pada tahun 2022 menjadi 27,5% di tahun 2023, dan sedikit naik menjadi 28,01% pada tahun 2024. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. ROE mengalami peningkatan dari 17,80% pada tahun 2022 menjadi 39% di tahun 2023, dan meningkat lagi menjadi 45,76% di Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal sendiri . semakin kuat dari tahun ke tahun. NPM juga menunjukkan pertumbuhan dari 4,28% di tahun 2022 menjadi 9,01% di tahun 2023, dan sedikit menurun menjadi 8,26% pada tahun 2024. Walaupun terjadi penurunan kecil di tahun terakhir. NPM masih menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan efisiensi pengelolaan pendapatan. Tabel 4. Perhitungan rasio aktivitas Tahun Pendapatan Total Aset Sumber: Data olahan, 2025 Aset Tetap TATO 282,76% 324,8% FATO 368,80% 351,6% 345,9% Berdasarkan hasil analisis. Total Asset Turnover (TATO) PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Regional IV Manado mengalami peningkatan dari 282,76% pada tahun 2022 menjadi 306% pada tahun 2023, dan meningkat lagi menjadi 324,8% pada tahun 2024. Sementara itu. Fixed Asset Turnover (FATO) juga menunjukkan performa yang cukup stabil meskipun mengalami sedikit Pada tahun 2022. FATO tercatat sebesar 368,80%, menurun menjadi 351,6% pada tahun 2023, dan kembali menurun ke angka 345,9% pada tahun 2024. Tabel 5. Perhitungan common size pada laporan posisi keuangan Komponen Analisis Common Size (%) Kas dan Setara Kas Piutang Usaha 21,54 9,90 4,34 Piutang Usaha Belum Difakturkan 0,02 0,22 Pajak Dibayar Dimuka 1,77 2,61 1,48 Uang muka 0,30 0,26 Aset Tetap Pokok 123,63 145,48 165,01 Aset Tetap Penunjang 41,45 40,70 47,16 Aset Tetap Pelengkap 18,89 35,17 37,57 Akumulasi Penyusutan -107,33 -134,38 -155,83 Total Aset Utang Usaha 2,10 8,27 7,53 Beban Akrual 24,23 14,31 19,58 Utang Pajak 4,64 4,09 2,99 Liabilitas Jangka Pendek Lainnya 1,02 1,73 2,53 Total Liabilitas 31,99 29,35 38,78 Ekuitas 68,01 70,65 61,22 Total Liabilitas dan Ekuitas Sumber: Data olahan, 2025 Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 5 menunjukkan adanya perubahan struktur keuangan perusahaan, baik dari sisi aset maupun liabilitas dan ekuitas. Dari sisi aset. Komponen piutang usaha mengalami penurunan proporsi secara signifikan dari 21,54% di tahun 2022 menjadi hanya 4,34% di Dari sisi liabilitas, utang usaha, utang pajak, dan beban akrual menunjukkan proporsi yang fluktuatif. Total liabilitas perusahaan meningkat dari 31,99% pada tahun 2022 menjadi 38,78% di tahun 2024. Sebaliknya, ekuitas mengalami penurunan dari 68,01% di tahun 2022 menjadi 61,22% pada tahun 2024. Penurunan ini sejalan dengan meningkatnya proporsi liabilitas, yang menunjukkan bahwa struktur pendanaan perusahaan mulai lebih banyak berasal dari utang. Tabel 6. Perhitungan common size pada laporan laba rugi Komponen Pelayanan Kapal Pendapatan Barang Non Petikemas Pendapatan Pengusahaan Properti Pendapatan Pengusahaan Air/Listrik Pelayanan Rupa-rupa Usaha Pendapatan Pelayanan Terminal UKS Total Pendapatan Beban Penghasilan Beban Bahan Beban Pemeliharaan Beban Penyusutan dan Amortisasi Beban Asuransi Beban Kerjasama Mitra Usaha (KSMU) Beban Administrasi Kantor Beban Umum Total Beban Usaha Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Total Pendapatan dan Beban Diluar Usaha Total Laba (Rug. Komprehensif Sumber: Data olahan, 2025 Analisis Common Size (%) 2,16 1,92 2,44 0,29 0,22 0,37 2,38 2,65 2,89 0,92 0,93 1,06 81,85 16,78 23,39 12,44 77,52 69,98 9,15 6,78 7,98 1,11 1,40 1,44 2,67 3,10 6,12 1,36 1,40 1,51 0,69 0,66 0,53 73,45 71,86 66,77 0,07 0,05 8,18 6,99 6,82 96,65 92,27 91,24 1,50 1,30 0,48 0,58 0,04 0,63 0,93 1,26 0,16 4,28 9,01 8,63 Tabel 6 menunjukkan terjadi pergeseran struktur pendapatan utama perusahaan. Pendapatan dari pelayanan rupa-rupa usaha ke pelayanan terminal Usaha Kepelabuhanan Spesifik yang meningkat tajam dan mendominasi pada tahun 2024 sebesar 69,98%. Dari sisi beban usaha, beban Kerjasama Mitra Usaha menjadi komponen terbesar setiap tahunnya. penurunan total beban usaha menjadi 91,24% di tahun 2024, yang menunjukkan perbaikan efisiensi operasional perusahaan. Penurunan ini berkontribusi terhadap meningkatnya laba komprehensif. Meskipun terjadi sedikit penurunan laba di tahun terakhir, secara keseluruhan, tren menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengendalikan beban Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. dan meningkatkan profitabilitas. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Regional IV Manado periode 2022Ae 2024 dengan menggunakan analisis rasio keuangan dan analisis common size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio likuiditas mengalami penurunan signifikan, di mana current ratio menurun 284% pada tahun 2022 menjadi 240,7% pada tahun 2024. Cash ratio hanya tercatat pada tahun 2022 sebesar 9,07% karena saldo kas terpusat di kantor pusat. Rasio solvabilitas menunjukkan peningkatan ketergantungan pada utang, tercermin dari kenaikan DAR dari 32% menjadi 38,79% serta DER dari 47,05% menjadi 63,38%. Sementara itu, profitabilitas mengalami perbaikan, ditunjukkan oleh peningkatan ROA. ROE, dan NPM yang masingmasing mencapai 28,01%, 45,76%, dan 8,26% pada tahun 2024. Analisis common size memperlihatkan kenaikan proporsi aset tetap dan liabilitas serta penurunan ekuitas, yang mencerminkan adanya perubahan struktur pendanaan perusahaan. Penelitian ini memperkuat literatur mengenai analisis kinerja keuangan BUMN dengan mengombinasikan metode rasio keuangan dan common size, yang memberikan gambaran lebih komprehensif tentang kondisi keuangan perusahaan. Secara praktis, temuan ini menunjukkan bahwa meskipun profitabilitas dan efisiensi memperhatikan aspek likuiditas serta struktur modal untuk menjaga keberlanjutan keuangan dan daya saing di tingkat regional. Daftar Alviandy. Waldelmi. , & Lubis. Analisis kinerja keuangan pada PT. Pelabuhan Indonesia (Perser. cabang Pekanbaru. Jurnal Bisnis Kompetitif, 1. , 311Ae320. https://doi. org/10. 35446/bisniskompetif. Darmawan. Dasar-dasar memahami rasio dan laporan keuangan. UNY Press. Fahmi. Analisis kinerja keuangan: Panduan bagi akademisi, manajer, dan investor untuk menilai dan menganalisis bisnis dari aspek keuangan. Alfabeta. Hanafi. , & Halim. Analisis laporan keuangan. Edisi UPP STIM YKPN. Harmono. Manajemen keuangan: Berbasis balanced scorecard. Bumi Aksara. Hery. Analisis kinerja manajerial. PT Grasindo. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1: Penyajian laporan keuangan. IAI. Kaban. Sadalia. , & Syahputra. Comparative analysis of economic value added & financial value added as a measure of financial performance appraisal at PT Pelabuhan Indonesia 1 Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. (Perser. American International Journal of Business Management (AIJBM), 2. , 66Ae73. https://w. com/totalperformance-analysis-of-the-company-uses-prism-performanceat-pt-perkebunannusantara-ii-tanjung-garbus-estate-northsumatra-indonesia/ Kasmir. Analisis laporan keuangan. PT Raja Grafindo Persada. Khair. Analisis rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas untuk menilai kinerja keuangan pada PT Astra Otoparts Tbk periode . 8Ae2. Jurnal Ilmiah Feasible (JIF): Bisnis. Kewirausahaan Koperasi, 2. , https://doi. org/10. 32493/fb. Kusumaningrum. , & Heikal. Evaluating the prospect of financial performance after merger at PT Pelabuhan Indonesia (Perser. Adpebi International Journal of Multidisciplinary Sciences, 2. , 110Ae125. https://doi. org/10. 54099/aijms. Munawir. Analisa laporan keuangan. Edisi ke-17. Liberty. Priharto. Ningsih. Analisis common-size untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan pada PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk yang terdaftar di BEI periode 2018 2020. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 11. , 16Ae31. https://doi. org/10. 21067/jrma. Rimadani. Sulistyo. Efektifitas laporan keuangan menggunakan analisis common size terhadap penilaian kinerja keuangan pada PT Garuda Metalindo Tbk tahun 20192021. Kurs: Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis, 7. , 52-58. https://doi. org/10. 35145/kurs. Riyadi. Banking assets and liability management. Edisi ketiga. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Rosinta. Elly. , & Rustianawati. Analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan studi kasus PT. Pelabuhan Indonesia (Perser. Tanjung Tembaga Probolinggo. EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi, 3. , 1068Ae1078. https://doi. org/10. 56799/ekoma. Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta. Sunaryo. Penerapan analisis common size, trend, dan rasio keuangan dalam menilai kinerja keuangan. Mediastima, 31. , https://doi. org/10. 55122/mediastima.