ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 PENGARUH JIWA ENTREPRENEUR TERHADAP PENGEMBANGAN UMKM DI JOMBANG Naily El Muna1. Tio Budi Prasetyo2 Universitas KH. Wahab Hasbullah Jombang naely@gmail. com1, tiotiobudiprasetyo@gmail. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh jiwa entrepreneur terhadap pengembangan UMKM di Jombang. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan penyebaran angket dalam bentuk pertanyaan tertutup berupa skala LikertAos kepada 56 Responden yang merupakan para pemilik usaha yang ada di Jombang. Data diolah menggunakan SPSS versi 25. Terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh Jiwa Enterpreneur Terhadap Pengembangan UMKM di Kecamatan Jombang. Yang mana hasil tersebut dapat dibuktikan dengan uji regresi linier sederhana pada tabel uji T dengan nilai 5,554 > 2,306 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Maka terdapat pengaruh Jiwa Enterpreneur Terhadap Pengembangan UMKM (Hyc. diterima, dan tidak terdapat pengaruh Jiwa Enterpreneur Terhadap Pengembangan UMKM (Ho ) ditolak, atau dengan kata lain Ho ditolak dan Hyca diterima. Kata kunci: Jiwa Entrepreneur. Pengembangan UMKM Abstract: This research aims to determine the influence of the entrepreneurial spirit on the development of MSMEs in Jombang. By using quantitative research methods. Data collection used a questionnaire distributed in the form of closed questions in the form of a Likert's scale to 56 respondents who were business owners in Jombang. Data were processed using SPSS version 25. Consisting of validity tests, reliability testsand simple linear regression. The results of the research concluded that there is an influence of the Entrepreneurial Spirit on the Development of MSMEs in Jombang District. These results can be proven by a simple linear regression test on the T test table with a value of 5. 554 > 2. 306 with a significant value of 0. 000 < 0. So there is an influence of the Entrepreneurial Spirit on the Development of MSMEs (Hyc. which is accepted, and there is no influence of the Entrepreneurial Spirit on the Development of MSMEs (H. rejected, or in other words Ho is rejected and Hyca is Keywords: Entrepreneurial Spirit. MSME Development ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Pendahuluan Sebelum seseorang memulai sebuah usaha atau ketika seseorang ingin menjadi entrepreneur tentu hal utama yang diperlukan adalah menumbuhkan jiwa entrepreneur. Tetapi yang serius menjalankan sebuah usaha mungkin hanyaada beberapa orang. Hal itu tidak terlepas dari sebuah hambatan-hambatan yang dihadapi baik sebelum memulai sebuah usaha maupun ketika usaha tersebut sudah berjalan. Untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur itu sendiri diperlukan keahlian khusus. Dengan jiwa entrepreneur, seseorang akan termotivasi agar selalu produktif serta melakukan inovasi-inovasi baru guna menciptakan peluang usaha yang lebih menguntungkan. Selain menumbuhkan jiwa entrepreneur, hal yang diperlukan untuk memulai usaha adalah skill. Skill atau keterampilan adalah sebuah kemampuan untuk menggunakan akal atau pikiran, ide serta kreativitas dalam hal mengerjakan sesuatu, mengubahnya atau membuat yang baru yang lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai yang lebih tinggi dari hasil pekerjaan Selain hal tersebut tingginya angka pengangguran di Indonesia saat ini merupakan salah satu problem yang harus dicarikan solusi jalan keluarnya. Problem ini diakibatkan karena pembangunan tidak mampu menyerap potensi ekonomi masyarakat, termasuk juga angkatan kerja sebagai kontributor bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. Sementara angka produktif pertumbuhan penduduk Indonesia tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang ada. Sehingga yang terjadi adalah tingginya angka Tingginya angka pengangguran tersebut merupakan dampak dari tidak sebandingnya antara jumlah para pencari kerja dengan jumlah lapangan kerja yang Peluang keberhasilan dari seorang entrepreneur tentu merupakan bagian upaya kewirausahaan turut mendorong industri maju secara dramatis. Belum kokohnya fundamental perekonomian Indonesia saat ini, mendorong pemerintah untuk terus memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang Aris Ariyanto dkk, "Entrepreneurial Mindsets & Skills", ed. by Hadion Wijoyo and Aris Ariyanto (Solok: Insan Cendekia Mandiri, 2. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 selanjutnya penulis akan mennggunakan singkatan ini. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup besar dan memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar . apital Eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama pasca krisis ekonomi. Disisi lain. UMKM juga menghadapi banyak sekali permasalahan, yaitu terbatasnya modal kerja. Sumber Daya Manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi (Sudaryanto dan Hanim, 2. Kendala lain yang dihadapi UMKM adalah keterkaitan dengan prospek usaha yang kurang jelas serta perencanaan, visi dan misi yang belum mantap. Hal ini terjadi karena umumnya UMKM bersifat income gathering yaitu menaikkan pendapatan, dengan ciri-ciri sebagai berikut: merupakan usaha milik keluarga, menggunakan teknologi yang masih relatif sederhana, kurang memiliki akses permodalan . , dan tidak ada pemisahan modal usaha dengan kebutuhan Kemiskinan adalah masalah utama dalam pembangunan nasional dan kemiskinan kebanyakan berasal dari pedesaan. Untuk menanggulangi kemiskianan di Pedesaan yaitu dengan melaksanakan pemberdayaan masyarakat agar bisa mandiri, kompetitif dan mampu bersaing di era revolusi industri 4. 0 atau era digital serta berpotensi menyumbang pendapatan nasional. Pandangan selama ini keberadaan UMKM merupakan usaha kecil yang tidak diragukan mampu bertahan dari goncangan krisis ekonomi dan berkontribusi kepada pembangunan nasional. Menurut laporan Ekonomi mingguan dari Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi sektor UMKM telah memberikan kontribusi sebesar 59,84% terhadap PDB di tahun 2016 dan meningkat menjadi 60% di tahun 2017. UKM mencatat telah terjadi peningkatan sebesar 2,06% atau 1,2 juta unit usaha dari 61,7 juta unit usaha di tahun 2016 menjadi 62,9 unit usaha di tahun 2017. sektor UMKM berhasil menyerap tenaga kerja hingga 116,6 juta orang atau sebesar 97,02% di tahun 2017. (Adithya Prabowo, 2. Kehadiran revolusi industri 4. 0 dan society 5. 0 diharapkan memberikan nilai Rusdi Hidayat dan Sonja Andarini, "Strategi Pemberdayaan Umkm Di Pedesaan Berbasis Kearifan Lokal Di Era Industri 4. 0 Menuju Era Society 5. Jurnal Bisnis Indonesia, 2020, 93Ae109. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 positif bagi UMKM dapat berkembang secara mandiri dan pemberdayaan oleh Pemerintah. Perguruan Tinggi. LSM dan Masyarakat umum. Diharapkan wilayah pedesaan dapat terjangkau teknologi komunikasi sehingga revolusi industri 4. 0 memberikan peluang pengembangan UMKM serta mengembangkan potensi didampak persaingan yang ketat. UMKM harus mampu mengatasi tantangan itu dengan kreatif, inovasi produk, pemasaran, kemasan produk, pengembagan sumber daya manusia dan Teknologi. Dalam pemberdayaan UMKM diperlukan strategi penyiapan pemberdayaan ekonomi pada UMKM dalam menghadapi era revolusi Infdustri 4. terutama kearifan lokal. Berdasarkan kondisi UMKM seperti uraian diatas, peneliti ingin membuktikan dengan adanya jiwa entrepreneur apakah yang berdampak pada perkembangan UMKM secara positif. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul AuPENGARUH JIWA ENTREPRENEUR TERHADAP PENGEMBANGAN UMKM DI JOMBANGAy. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam tradisi kuantitatif instrumen yang digunakan telah ditentukan sebelumnya dan tertata dengan baik sehingga tidak banyak memberi peluang bagi fleksibilitas, masukan imajinatif dan refleksitas. Peneliti menggunakan data primer yang didapatkan dari hasil kuisioner yang dilakukan oleh peneliti melalui penyebaran kuisioner . ke para pelaku usaha di kecamatan Jombang. Kuisioner tersebut disusun berdasarkan Skala LikertAos. Dengan menggunakan 4 pilihan jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Dengan menggunakan sampel data kecil kurang dari 100 dengan jumlah sampel 56 responden yang terdiri dari para pelaku usaha di kecamatan Jombang. Hidayat and Andarini. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Berikut ini adalah model struktural yang dibentuk dari perumusan masalah: Pengembanga UMKM Jiwa Enterpreneur Percaya diri dan Beriorentasi Pada Tugas & Hasil Berani Mengambil Resiko Berjiwa Kepemimpinan Peningkatan Volume Produksi Mampu Melakukan Kontrol Kualitas Mengalami Peningkatan aset Kreatif & Inovatif Berorientasi Ke Masa Depan Memiliki Visi & Misi Variabel penelitian dapat dilihat dari dua sudut yaitu dari sudut peran dan sifat. Dilihat dari segi perannya, variabel ini dapat dibedakan ke dalam dua jenis yaitu: Variabel dependent . ialah variabel yang dijadikan sebagai faktor yang dipengaruhi oleh sebuah atau sejumlah variabel lain. Variabel independent . ialah variabel yang berperan memberi pengaruh kepada variabel lain. Hasil dan Pembahasan Jiwa Entrepreneur Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan entrepreneur . adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya Joseph Schumpeter seorang ahli ekonomi dari Austria mendefinisikan entrepreneur adalah seorang yang ingin dan mampu untuk melakukan perombakan sistem ekonomi, mengubah ide baru atau penemuan baru Sangkot Nasution. AoVariabel PenelitianAo. Raudhah, . 1Ae9 ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 menjadi sebuah inovasi yang sukses. Seorang entrepreneur atau wirausahawan jika dilihat dari risiko pribadi yang mereka ambil dapat diartikan bahwa entrepreneur merupakan seseorang yang mengejar bisnis baru, inovasi, atau bentuk usaha lain. Sedangkan menurut Jamil dalam buku kewirausahaan . menyebutkan bahwa. Wirausaha dari segi etimologi berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak Usaha, berarti perbuatan amal, berbuat sesuatu. Dari definisi-definisi di atas dapat penulis simpulkan bahwa entrepreneur atau wirausahawan adalah seseorang yang mandiri yang mempunyai usaha sekecil apapun atau pengembangan ide, gagasan atau produk yang bersifat inovatif untuk menghasilkan nilai yang lebih tinggi yang nantinya dapat digunakan oleh orang lain dan ditukar dengan nilai uang. Para entrepreneur adalah individu-individu yang berorientasi pada tindakan dan mempunyai motivasi yang tinggi dalam mengambil resiko untuk mencapai tujuannya. Seorang entrepreneur harus memiliki karakter yang memberikan cerminan sebuah profil dari seorang entrepreneur itu sendiri. Karakter entrepreneur dapat dilihat dari berbagai aspek kepribadian, seperti jiwa, waktak, sikap dan perilaku seseorang. Menurut Geoffrey Meredith, seorang entrepreneur harus memiliki karakter sebagai berikut: Percaya diri dan optimis Karakter ini mencerminkan individu yang memiliki kepercayaan diri yang kuat, ketidaktergantungan terhadap orang lain, dan individualistik dalam artian memiliki sikap atau watak yang mandiri dan memiliki keyakinan yang tinggi bahwa ia mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Berorientasi pada tugas dan hasil Memposisikan bahwa prestasi adalah suatu kebutuhan, disiplin diri yang tinggi, energik, berpikir kritis, kerja keras, tekun dan tabah, serta inisiatif. Karena dalam berwirausaha peluang didapatapabila ada inisiatif. Berani mengambil resiko dan menyukai tantangan Entrepreneur adalah orang yang lebih tertarik pada usaha-usaha yang memiliki tantangan untuk mencapai kesuksesan ataupun kegagalan sebagai dari resiko daripada usaha yang kurang Memiliki kemampuan menilai resiko secara realistis, kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam memcari peluang dan kemungkinan untuk Ariyanto dkk. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 memperoleh keuntungan. Dan kesediaan kemungkinan untuk rugi, sukses atau gagal yang merupakan pilihan terhadap resiko. Kepemimpinan Berjiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang lain atau lingkungan, dan terbuka terhadap saran dan kritik. Seorang entrepreneur harus memiliki jiwa kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan. Pada prinsipnya, setiap individu memiliki jiwa kepemimpinan,akan tetapi yang membedakannya adalah dimana dan bagaimana ia dibentuksehingga menjadi jiwa yang tangguh dan menjadi sebuah karakter. Keorisinilan Maksud dari keorisinilan disini ialah kreatif dan inovatif. Artinya seorang entrepreneur harus memiliki perspektif atau pandangan ke masa depan, mampu menciptakan sebuah produk yang baru yang berbeda dari yang saat ini. Dan memiliki kecakapan dalam memunculkan ide-ide baru dalam mendirikan atau menjalankan kegiatan usahanya. Berorientasi ke masa depan Memiliki visi, misi dan pandangan ke masa depan. Tentunya seorang entrepreneur harus mempunyai strategi atau langkah-langkah tertentu untuk rencana kemajuan usahanya dimasa yang akan datang. Dan harus dapat menganalisa dan melihat dari berbagai sudut pandang terhadap usaha yang akan atau sedang dijalaninya, agar dapat mempunyai gammbaran prospek atau kemajuan usahanya di masa depan. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menenga. Menurut UUD 1945 kemuadian dikuatkan melalui TAP MPR NO. XVI/MPRRI/1998 tentang Politik Ekonomi dalam rangka Demokrasi Ekonomi. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah perlu diberdayakan sebagai bagian integral ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan, peran, dan potensi strategis untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang makin seimbang, berkembang, dan berkeadilan. Selanjutnya dibuatklah pengertian UMKM melalui UU No. 9 Tahun 1999 dan karena keadaan perkembangan yang semakin dinamis dirubah ke Undang-Undang No. 20 Pasal 1 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil dan Menengah. Dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan UMKM, mengambil Miko Polindi, "Pengaruh Karakter Entrepreneur Terhadap Minat Berwirausaha". Al-Intaj, 5. , 63Ae82. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 variabel yang digunakan sebagai variabel bebas dalam penelitian ini. Menurut Budiarto . Indikator perkembangan usaha ditandai dengan: Peningkatan volume produksi Mampu melakukan kontrol kualitas Mengalami peningkatan aset, omset dan tenaga kerja. Pembahasan Uji Validitas Uji validitas merupakan uji yang berfungsi untuk melihat apakah suatu alat ukur tersebut valid . atau tidak valid. Pengujian ini menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikasi 0,05 untuk uji dua arah. Berikut merupakan kriteria dari uji validitas: Apabila r hitung > dari r tabel maka item pertanyaan dinyatakan valid. Tetapi apabila sebaliknya, r hitung < r tabel maka item pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid. Uji validitas ini peneliti menggunakan sampel sebanyak 56, dengan df = n-2 . = 54 tersebut maka diketahui bahwa r tabel = 0. Berikut adalah hasil uji validitas: Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Jiwa Enterpreneur (X) ITEM PERTANYAAN r HITUNG 0,543 Valid 0,708 Valid 0,578 Valid 0,341 Valid 0,532 Valid 0,416 Valid 0,598 0,660 r TABEL 0,263 KETERANGAN Valid Valid Pariyem, "Variabel Determinant Pengembangan UMKM (Usaha Mikro. Kecil Dan Menenga. Di Pasar Srondol". Universitas Negeri Semarang, 2019. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 0,679 Valid X10 0,763 Valid X11 0,634 Valid X12 0,710 Valid X13 0,611 Valid X14 0,627 Valid X15 0,502 Valid X16 0,588 Valid X17 0,695 Valid X18 0,721 Valid Berdasarkan hasil uji validitas yang ada pada tabel di atas, maka diketahuibahwa dari 18 butir pertanyaan angket variabel Jiwa Enterpreneur (X) adalah valid. Hal ini karena jumlah keseluruhan r hitung > r tabel. Sehingga angket dapat digunakan untuk kegiatan penelitian dan dapat dilanjutkan menuju ke tahapan selanjutnya. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Pengembangan UMKM (Y) ITEM PERTANYAA r HITUNG 0,469 Valid 0,577 Valid 0,510 Valid 0,460 Valid 0,507 0,276 Valid 0,574 Valid 0,490 Valid 0,502 Valid r TABEL 0,263 KETERANGAN Valid Berdasarkan hasil analisis uji validitas di atas, maka diketahui bahwadari 9 butir ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 pertanyaan angket variabel pengembangan UMKM (Y) adalah valid. Hal ini karena jumlah keseluruhan r hitung > r tabel. Sehingga angket dapat digunakan untuk kegiatan penelitian dan dapat dilanjutkan menuju ketahapan selanjutnya. Dari hasil uji validitas item pertanyaan seluruh variabel Jiwa Entrepreneur (X) dan Pengembangan UMKM (Y) diatas, dapat disimpulkan bahwa data kuesioner yang digunakan dalam penelitian sudah representative. Dalam artian mampu mengungkapkan data dan variabel yang diteliti secara tepat. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dapat digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Ujireliabilitas kuesioner pada penelitian ini menggunakan uji Cronbach alpha coefficient. Kuesioner dinyatakan reliabel apabila nilai Cronbach Alpha Coefficient Ou 0,56 (Budiman & Riyanto, 2. Berikut hasil pengujian reliabilitas: Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Jiwa Entrepreneur (X) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan tabel output di atas, diketahui bahwa nilai cronbachAos alpha dari variabel Jiwa Enterpreneur adalah 0,917. Yang artinya nilai tersebut lebih besar dari 0,56. Maka angket tersebut dikatakan reliabel. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pengembangan UMKM (Y) Reliability Statistics Cronbach 's Alpha N of Items Berdasarkan tabel output di atas, diketahui bahwa nilai cronbachAos alpha dari variabel pengembangan UMKM adalah 0,790. Yang artinya nilai tersebut lebih besar dari 0,56. Maka angket tersebut dikatakan reliabel. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis regresi sederhana dapat digunakan untuk mengetahui arah dari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, apakah memiliki hubungan positif atau negatif serta untuk memprediksi nilai dari variabel terikat apabila nilai variabel bebas mengalami kenaikan ataupun penurunan. Peneliti melakukan uji regresi sederhana dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 25. Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho = Tidak terdapat pengaruh Jiwa Enterpreneur terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Di Jombang Hyca = Terdapat pengaruh Jiwa Enterpreneur terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Muslim di jombang. Dasar pengambilan keputusannya adalah Berikut merupakan tabel analisis regresi . odel summar. Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Dengan SPSS 25(Model Summar. Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Jiwa Enterpreneur Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,603. Diketahui juga nilai koefisien determinasi atau R Square 0,364 yang berarti bahwa pengaruh variabel bebas yakni Jiwa Enterpreneur terhadap variabel terikat yakni pengembangan UMKM adalah 36,4%. Langkah selanjutnya dari uji regresi linier sederhana adalah menentukan persamaan regresi. Persamaan regresi tersebut dapat diperoleh dari output hasilregresi pada tabel coefficient. Berikut merupakan tabel coefficient. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Dengan SPSS 25(Coefficien. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model (Constan. Jiwa Enterpreneur Dependent Variable: Pengembangan UMKM Sig. Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui persamaan regresinya adalah sebagai Y = a bX Y = 8,838 0,274X Dari hasil tersebut maka dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar 8,838 yang artinya nilai konstanta variabel Jiwa Enterpreneur adalah 8,838, sedangkan koefisien regresi X yakni sebesar 0,274 yang artinya bahwa setiap penambahan 1% pada Jiwa Enterpreneur, maka nilai pengembangan UMKM akan bertambah sebesar 0,274. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa pengaruh variabelJiwa Enterpreneur terhadap variabel pengembangan UMKM memiliki arah yang Sedangkan dasar pengambilan keputusan pada uji t ini sebagai berikut: Jika nilai sig. < 0,05 atau t hitung > t tabel maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Jika nilai sig. > 0,05 atau t hitung < t tabel maka tidak terdapatpengaruh variabel X terhadap variabel Y. Untuk mencari t tabel bisa dihitung melalui rumus sebagai berikut: t tabel = TINV(/2 . n-K-. = TINV. ,05/2 . 56-2-. = TINV. ,025 . ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 = 2,306 Dengan demikian dapat diputuskan dalam uji regresi linier sederhana adalah sebagai berikut: Berdasarkan nilai signifikasi dari tabel coefficient maka diperoleh nilai signifikasi yakni sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Hyca diterima, yang artinya terdapat pengaruh antara variabel Jiwa Entreprenneur (X) secara signifikan terhadap variabel pengembangan UMKM (Y) di Jombang. Berdasarkan nilai t diketahui nilai t hitung sebesar 5,554 > t tabel sebesar 2,306, sehingga disimpulkan bahwa variabel Jiwa Entreprenneur (X) berpengaruh positif terhadap variabel pengembangan UMKM (Y) di Jombang. Kesimpulan Berdasarkan hasil temuan data yang telah dilakukan di atas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh Jiwa Entrepreneur Terhadap Pengembangan UMKM Se Kecamatan Jombang. Yang mana hasil tersebut dapat dibuktikan dengan uji regresi linier sederhana pada tabel uji T dengan nilai 5,554 > 2,306 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. DAFTAR PUSTAKA