Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Volume 7 Nomor 1 April 2022 Hal 47-54 https://journal. id/index. php/dynamika/issue/view/2267 ISSN 2548-7590 . edia onlin. ISSN 2598-392X . edia ceta. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP K3 TERHADAP KESADARAN PERILAKU SISWA DI SMK PANGUDI LUHUR MUNTILAN Frendy Nur Setyawan 1. Fredy Surahmanto 2 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia E-mail: frendynur. 2017@student. ABSTRACT This research aimed to find out the relationship between knowledge of (OHS) and awareness of OHS behavior, the relationship between OHS attitudes and OHS behavior awareness, the relationship between knowledge and OHS attitudes towards OHS behavior awareness. This research was ex post facto research with a population of 102 people and a sample of 68 people. The results of this study indicate that there was a positive and significant relationship between the OHS knowledge variable and the OHS behavioral awareness variable by 25%, there was a positive and significant relationship between the OHS attitude variable and the OHS behavioral awareness variable by 27%, there was a positive and significant relationship between the OHS knowledge variable. and the OHS attitude simultaneously to the OHS behavior awareness variable was 34%. Keywords: knowledge of OHS, attitude of OHS, awareness of OHS behaviour ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan K3 terhadap kesadaran perilaku K3, hubungan sikap K3 terhadap kesadaran perilaku K3 hubungan pengetahuan dan sikap K3 terhadap kesadaran perilaku K3. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto dengan populasi berjumlah 102 orang dan sampel 68 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel pengetahuan K3 terhadap variabel kesadaran perilaku K3 sebesar 25%, terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel sikap K3 terhadap variabel kesadaran perilaku K3 sebesar 27%, terdapat terjadinya hubungan positif dan signifikan antara variabel pengetahuan K3 dan sikap K3 secara bersamaan terhadap variabel kesadaran perilaku K3 sebesar 34%. Kata kunci: pengetahuan K3, sikap K3, kesadaran Perilaku K3 PENDAHULUAN Keselamatan dan kesehatan kerja (K. atau Occupational Health and Safety (OHS) yakni keselamatan yang berhubungan dengan manusia atau pekerja, mesin, bahan, alat kerja, dan prosedur operasi. K3 dapat didefisinikan sebagai langkah untuk menciptakan rasa aman dan sehat dilingkungan kerja dan mencegah semua bentuk kecelakaan kerja, (Irzal, 2016:. Konsep K3 yaitu sebuah ide dan cara untuk memastikan kelengkapan dan keutuhan baik jasmani ataupun rohani pada tenaga kerja, untuk mencapai budaya masyarakat makmur dan sejahtera, (Redjeki. Dikirim: 27 Maret 2022 2016:. K3 merupakan bagian penting pada suatu pekerjaan di bengkel, laboratorium, maupun perusahaan, (Hidayat dan Wahyuni, 2016:. Dari definisi K3 yang ada dapat disimpulkan bahwa K3 ialah keselamatan terhadap manusia/ pekerja, bahan, alat-alat, mesin, dan metode kerja untuk menjamin keselamatan dan memberikan rasa nyaman maupun aman di suatu bengkel atau tempat kerja agar tidak terjadi/mengurangi kecelakaan Kecelakaan kerja yaitu insiden yang tidak dikehendaki yang akan mengakibatkan kerugian yang terjadi pada jam kerja dan di tempat kerja (Sujoso dan Prahastuti, 2012:. Diterima: 30 April 2022 Diterbitkan: 30 April 2022 Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 48 Kecelakan kerja terjadi karena kurangnya pemahaman tentang K3 ataupun perilaku K3 bengkel/tempat dilaksanakan, tetapi kecelakaan kerja bisa dicegah dengan cara memahami dan selalu sadar untuk mematuhi/melaksanakan prosedur K3 dengan benar. Pengetahuan ialah keseluruhan konsep, gagasan, pemikiran, dan pemahaman yang diketahui manusia tentang dunia dan seluruh isinya, termasuk manusia dan kehidupannya. Pengetahuan dapat diperoleh dengan metode ilmiah atau tanpa metode ilmiah, yaitu dari pengalaman sehari-hari berupa informasi yang diterima melalui belajar, media informasi cetak/elektronik, (Soelaiman, 2019:. Pengetahuan K3 ialah ilmu atau pemahaman yang diketahui atau disadari seseorang tentang K3 guna menjamin keselamatan dan kesehatan saat bekerja, serta menjaga/memelihara alatalat produksi secara aman. Menurut Notoatmodjo dalam (Kalalo, dkk 2016:. Sikap ialah respon yang belum terlihat secara langsung yang masih tertutup dari seseorang terhadap objek tertentu. Sikap K3 ialah respon positif atau negatif yang tertutup terhadap kesehatan dan keselamatan Menurut Rangkuti . sikap terdiri tiga komponen, yaitu komponen kognitif, ialah keyakinan atau pengetahuan yang dipunyai sesorang tentang situasi Kedua komponen afektif, merupakan perasaan atau emosi . uka atau tidak suk. yang dipunyai seseorang akan situasi tententu. Dan ketiga komponen konatif, merupakan kecenderungan seseorang bermaksud untuk bertindak atau bereaksi terhadap sesuatu. Kesadaran perilaku K3 merupakan kesadaran seseorang akan seluruh kegiatan yang dijalankan sesuai dengan aturan K3 yang berlaku di tempat kerja. Menurut Koswanto . Kesadaran ialah keadaan manusia secara sadar dalam merespon/menanggapi sesuatu yang dilihat/dialami seseorang. Perilaku merupakan reaksi/tindakan yang disebabkan oleh stimulus dan menghasilkan tindakan berupa aktivitas yang dapat dilihat secara langsung maupun hal-hal yang berada dibalik tindakan yang tidak dapat dilihat secara langsung, namun dapat ditanyakan, (Prambadari, 2020:. Menurut Notoatmojo dalam (Purba, dkk 2020:. ada dua faktor pembentukan perilaku yaitu. Faktor internal, yaitu faktor yang bermula dari dalam diri seseorang. Faktor external, yakni faktor yang bermula dari luar diri seseorang. Dari Praktik Kependidikan (PK) di bengkel pemesinan SMK Pangudi Luhur Muntilan, masih ada siswa yang tidak menerapkan perilaku K3 saat kegiatan pembelajaran praktik di bengkel, hal tersebut menandakan bahwa kesadaran siswa tentang K3 perlu diperhatikan. Dan juga tidak terdapat mapel K3 di SMK Pangudi Luhur Muntilan, hal tersebut dapat menjadikan siswa kurang memiliki wawasan K3. Pentingnya informasi K3 guna menghindari terjadinya kecelakaan di bengkel yang dilakukan oleh peserta didik ataupun teknisi dan untuk semua orang yang mengoperasikan mesin di bengkel, mengurangi/menghindari terjadinya kecelakaan kerja. Berdasarkan masalah yang ada, maka penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan pengetahuan K3 dan sikap K3 terhadap kesadaran perilaku K3 siswa kelas XI di bengkel Teknik Pemesinan SMK Pangudi Luhur Muntilan. Sehingga penelitian ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan perilaku siswa untuk menjalankan peraturan K3 saat di METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini mengunakan metode expost facto, kemudian proses pengambilan data menggunakan pendekatan kuantitatif. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Pangudi Luhur Muntilan yang beralamat di Jl. Kartini No. 2 Tambakan. Sedayu. Kec. Muntilan. Magelang. Jawa Tengah 56411. Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 49 Penelitian ini dilasanakan pada 13 s. Desember 2021. Subjek Penelitian Populasi dalam penelitian ini ialah siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMK Pangudi Luhur Muntilan yang berjumlah 102 orang, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 68 orang. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel, dalam penelitian ini Teknik sampling yang digunakan ialah nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Prosedur Prosedur penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu: . mengidentifikasi permasalahan yang terjadi. menentukan hipotesis penelitian. menentukan populasi dan sampel. menyusun instrumen . validasi dan uji coba instrumen . pengambilan data penelitian. analisis data penelitian yang diperoleh. menafsilkan hasil yang diperoleh pada Data. Instrumen. Pengumpulan Data Teknik Data penelitian ini menggunakan data dalam bentuk kuantitatif yaitu data berupa Pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket pada pengambilan variabel pengetahuan K3 (X. variabel sikap K3 (X. dan variabel kecenderungan perilaku (Y). Data diambil dilakukan dengan angket melalui pernyataan/pertanyaan Sugiyono, . Teknik Analisis Data Analisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan melakukan uji persyaratan analisis dan uji hipotesis pada data yang dikumpulkan. Proses analisis pada variabel pengetahuan K3, sikap K3, dan kesadaran perilaku K3 siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMK Pangudi Luhur Muntilan dengan menggunakan analisis Langkah-langkah menentukan tingkat kecendrungan yaitu dengan cara menghitung Mean (M. Median (M. Modus (M. , interval kelas . Standar Devisiasi Ideal (SD. , maksimum-minimum. Data hasil perhitungan tersebut disajikan menjadi tabel distribusi frekuensi, tabel kecendrungan skor dan histogram. Sebelum dilakukan analisis data, dilakukan pengujian prasyarat analisis untuk mengetahui data yang didapatkan memenuhi syarat untuk dilakukan analisis data atau tidak. Uji prasyarat analisis yang digunakan anatara lain yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji homogenitas. Setelah melakukan uji prasyarat analisis, kemudian dilakukan uji hipotesis bertujuan untuk mengkaji dan memastikan kesesuaian dengan hipotesis yang diajukan. Pada pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk uji hipotesis pertama dan uji hipotesis kedua. Kemudian pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi ganda digunakan untuk uji hipotesis ketiga. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Penelitian ini memiliki variabel bebas yaitu variabel pengetahuan K3 (X. dan sikap (X. dan variabel terikat yaitu kesadaran perilaku K3 (Y). Terdapat sampel berjumlah 68 orang siswa kelas XI Teknik Pemesinan di SMK Pangudi Luhur Muntilan. Analisis data dilakukan dengan melalui analisis deskriptif dan uji persyaratan berupa uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis 1, 2, dan 3. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi Microsoft Excle 2016 dan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 50 Pada variabel pengetahuan K3 diperoleh data melalui pengisian kuesioner/angket dengan jumlah responden 68 orang dan mendapatkan hasil perhitungan yaitu mean = 76,32, median = 77, modus = 79, standar deviasi = 3,38, nilai minimal 66, serta nilai maksimum = 81. Hasil perhitungan distribusi frekuensi skor variabel pengetahuan K3 (X. tersebut kemudian disajikan dalam Tabel 1 dan Gambar 1. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan K3 Interval Frekuensi Persentase Jumlah Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sikap K3 Interval Frekuensi Persentase Jumlah Berdasarkan hasil pengkategorian data pada Tabel 2 menunjukkan bahwa pada variabel pengetahuan K3 dari 68 siswa kelas XI Teknik Pemesinan sebanyak 8 siswa . %) terkategori sangat rendah, 7 siswa . %) terkategori rendah, 31 siswa . %) terkategori sedang, dan 22 siswa . %) terkategori tinggi. Data kecenderungan pengetahuan K3 masuk dalam kategori sedang dengan jumlah 31 siswa . %) dari total 68 responden. Kemudian pada variabel sikap K3 kuesioner/angket dengan jumlah responden 68 orang dan mendapatkan hasil perhitungan yaitu mean = 101,29, median = 102, modus = 108, standar deviasi = 6,04, nilai minimum = 86, serta nilai maksimum = 115. Hasil perhitungan distribusi frekuensi skor variabel sikap K3 (X. tersebut kemudian disajikan dalam Tabel 3 dan Gambar 2. Interval Gambar 1. Distribusi Pengetahuan K3 Dari data Tabel 1 dan Gambar 1 kemudian dapat dilihat tingkat kecenderungan variabel pengetahuan K3 pada Tabel 2. Tabel Pengkategorian kecenderungan pengetahuan K3 Frekuensi Presentase Kriteria Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Interval Gambar 2. Distribusi Sikap K3 Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 51 Dari data Tabel 3 dan Gambar 2 kemudian dapat dilihat tingkat kecenderungan variabel sikap K3 pada Tabel 4. Tabel 4. Pengkategorian kecenderungan sikap Frekuensi Presentase Kriteria Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Interval Berdasarkan hasil pengkategorian data pada Tabel menunjukkan bahwa pada variabel sikap K3 dari 68 siswa kelas XI Teknik Pemesinan sebanyak 6 siswa . %) terkategori sangat rendah, 16 siswa . %) terkategori rendah, 23 siswa . %) terkategori sedang, 21 siswa . %) terkategori tinggi, dan 2 siswa . %) terkategori sangat tinggi. Data tersebut membuktikan bahwa kecenderungan sikap K3 masuk dalam kategori sedang dengan jumlah 23 siswa . %) dari total 68 responden. Kemudian pada variabel kecederungan kesadaran perilaku K3 diperoleh data melalui pengisian kuesioner/angket dengan jumlah responden 68 orang dan mendapatkan hasil perhitungan yaitu mean = 68, median = 70, modus = 71, standar deviasi = 4,45, nilai minimum = 59, serta nilai maksimum = 75. Hasil perhitungan distribusi frekuensi skor variabel kecenderungan perilaku K3 (Y) tersebut kemudian disajikan dalam Tabel 5 dan Gambar 3. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Kesadaran Perilaku K3 Interval Frekuensi Persentase Jumlah Gambar 3. Distribusi Kesadaran Perilaku K3 Dari data Tabel 5 dan Gambar 3 kemudian dapat dilihat tingkat kecenderungan variabel kesadaran perilaku K3 pada Tabel 6. Tabel Frekuensi Pengkategorian kecenderungan kesadaran perilaku K3 Presentase Kriteria Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Berdasarkan hasil pengkategorian data pada Tabel 6 menunjukkan bahwa pada variabel kesadaran perilaku K3 dari 68 siswa kelas XI Teknik Pemesinan sebanyak 8 siswa . %) terkategori sangat rendah, 10 siswa . %) terkategori rendah, 28 siswa . %) terkategori sedang, dan 22 siswa . %) terkategori tinggi. Data tersebut membuktikan bahwa kecenderungan kesadaran perilaku K3 masuk dalam kategori sedang dengan jumlah 22 siswa . %) dari total 68 responden. Uji Persyaratan Analisis Uji Persyaratan Analisis diawali dengan melakukan uji uji normalitas, metode yang digunakan dalam uji normalitas yaitu metode Kolmogrov-Sminov dengan ketetuan apabila nilai sigifikasi >0,05 maka berdistribusi normal, tetapi jika < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 52 menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 0 dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Uji Normalitas Taraf Variabel Sig. Hasil Sig. 0,200 >0,05 0,200 >0,05 0,200 >0,05 Ket. Normal Normal Normal Hasil dari Tabel 7 menampilkan bahwa nilai signifikansi variabel pengetahuan K3, sikap K3, dan kesadaran perilaku K3 sebesar 0,200 dan setiap variabel dikatakan berdistribusi normal karena nilai signifikansi > 0,05, sehingga ketiga variabel tersebut dapat digunakan dan memenuhi syarat normalitas. Pada uji linearitas data bersifat linear apabila nilai sigifikasi >0,05 tetapi jika < 0,05 maka data tidak linear. Hasil uji linearitas menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 0 dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Hasil Uji Linearitas Sig. Variabel Taraf Sig. Hasil 1,038 >0,05 0,677 >0,05 Ket. Linear Linear Hasil dari Tabel 8 menampilkan bahwa nilai signifikansi variabel pengetahuan K3 sebesar 1,038, dan variabel sikap K3 sebesar 0,677 dan kedua variabel tersebut dikatakan bersifat linear karena nilai signifikansi > 0,05. Pada uji multikolinearitas ditentukan apabila nilai toleransi >0,10 dan nilai VIF > 10,00 maka data tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. 0 dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Hasil Uji Multikolinearitas Var. Tolerans i >0,10 VIF <10,00 0,718 1,392 0,718 1,392 Ket. Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Hasil dari Tabel 9 menampilkan bahwa nilai toleransi variabel pengetahuan K3 dan variabel sikap K3 sebesar 0,718 > 0,10 dan nilai VIF sebesar 1, 392 < 10,00. Jadi pada uji multikolinearitas kedua variabel tersebut tidak terjadi multikolinearitas. Pada uji homogenitas data dikatakan homogen apabila nilai sigifikasi >0,05 tetapi jika < 0,05 maka data tidak Hasil uji linearitas menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. 0 dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Hasil Uji Normalitas Sig. Taraf Variabel Hasil Sig. 0,111 >0,05 0,533 >0,05 0,564 >0,05 Ket. Homogen Homogen Homogen Hasil dari Tabel 10 menampilkan bahwa nilai signifikansi variabel pengetahuan K3 sebesar 0,111, sikap K3 sebesar 0,533, dan kesadaran perilaku K3 sebesar 0,564 dan setiap variabel dikatakan homogen karena nilai signifikansi > 0,05, sehingga ketiga variabel tersebut dapat digunakan dan memenuhi syarat Hubungan Pengetahuan Kesadaran Perilaku K3 K3 Terhadap Berdasarkan uji regresi linear sederhana dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. 0 diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,500, hal tersebut menjelaskan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel pengetahuan K3 dan kesadaran perilaku K3. Kemudian diperoleh pula nilai koefisien determinan . sebesar 0,250 yang diartikan variabel pengetahuan K3 berpengaruh sebesar 25% terhadap kesadaran perilaku K3. Selain itu, didapat nilai persamaan garis regresi Y = 29,393 0,529X1. Didapat pula nilai t hitung sebesar t hitung = 4,686 > t tabel = 1,658 dan nilai signifikasi sebesar 0,00< 0,05. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 53 pengetahuan K3 terhadap variabel kesadaran perilaku K3. Hubungan Sikap K3 Terhadap Kesadaran Perilaku K3 Berdasarkan uji regresi linear sederhana dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. 0 diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,271, hal tersebut menjelaskan bahwa antara variabel sikap K3 dan kesadaran perilaku K3 terdapat hubungan Kemudian diperoleh pula nilai koefisien determinan . sebesar 0,271 yang diartikan variabel sikap K3 berpengaruh sebesar 27% terhadap kesadaran perilaku K3. Selain itu, didapat nilai persamaan garis regresi Y = 37,546 0,318X2. Didapat pula nilai t hitung sebesar t hitung = 4,958 > t tabel =1,658, dan nilai signifikasi sebesar 0,00< 0,05. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel sikap K3 terhadap variabel kesadaran perilaku K3. Hubungan Pengetahuan K3 Dan Sikap K3 Terhadap Kesadaran Perilaku K3 Berdasarkan uji regresi linear berganda dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 0 diperoleh nilai koefisien korelasi . x 1x2. sebesar 0,584, hal tersebut menjelaskan bahwa antara variabel pengetahuan K3, sikap K3 dan kesadaran perilaku K3 terdapat hubungan Kemudian diperoleh pula nilai koefisien determinan . sebesar 0,341 yang diartikan variabel pengetahuan K3 dan sikap K3 berpengaruh sebesar 34% terhadap kesadaran perilaku K3. Selain itu, didapat nilai persamaan garis regresi Y = 22, 641 0,329X1 0,217X2. Selanjutnya untuk uji signifikansi diperoleh nilai sebesar F hitung = 16,799 > F tabel = 3,14, dan nilai signifikasi sebesar 0,00< 0,05. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel pengetahuan K3 dan sikap K3 terhadap variabel kesadaran perilaku K3. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel pengetahuan K3 terhadap variabel kesadaran perilaku K3. Besarnya hubungan pengetahuan K3 terhadap kesadaran perilaku K3 sebesar 0,250 . %) didapatkan dari nilai r2x1y. Variabel hubungan positif dan signifikan terhadap variabel kesadaran perilaku K3. Besarnya hubungan sikap K3 terhadap kesadaran perilaku K3 sebesar 0,271 . %) didapatkan dari nilai r2x2y. Variabel pengetahuan K3 dan sikap K3 memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap variabel kesadaran perilaku K3. Besarnya hubungan penegetahuan K3 sikap K3 terhadap kesadaran perilaku K3 sebesar 0,341 . %) didapat dari nilai r2x1x2y. DAFTAR RUJUKAN Irzal. Dasar Dasar Kesehatan Dan Keselamatan Kerja. Jakarta: KENCANA. Koswanto. Memahami Perilaku dan Kejiwaan Manusia. Bogor: Lindang Bestari. Hidayat. dan Wahyuni. Kajian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bengkel Di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil Dan Perencanaan Fakultas Teknik UNY. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 23 . , 5166. Rangkuti. Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus Integrated Marketing Communication. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Redjeki. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 54 Soelaiman. Filsafat Ilmu Pengetahuan Perpektif Barat Dan Islam. Banda Aceh: Bandar Publishing. Kalalo. Kaunang. Kawatu P. Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Tentang K3 Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Kelompok Nelayan Di Desa Belang Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Ilmiah FarmasiAeUNSRAT, 5 . , 244-251. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA. Sujoso. dan Prahastuti. DasarDasar Keselamatan Kerja Dan Kesehatan Kerja. Jember: Jember University Press. Purba. Revida. Parinduri. Purba. Muliana. Purba. Tasnim. Tahulending. Simarmata. Prasetya. Sherly. Leuwol. Perilaku Organisasi. Medan: Yayasan Kita Menulis. Prabandari. Padmawati. Supriyanto. Hasanbasri. Dewi. Ilmu Sosial Perilaku. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.