Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ) Volume 1 Issue 1. April 2020 E-ISSN: 2716-1714 Sarana publikasi bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan atau perorangan/kelompok lainnya . di bidang ilmu Teknik Sipil. EFEKTIFITAS WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN REKONSTRUKSI JALAN WOLO Ae BATAS KOTA KOLAKA Ae RATE RATE Ahmad. Irwan Lakawa. *, dan La Ode Musa Rachmat3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sulawesi Tenggara Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sulawesi Tenggara Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sulawesi Tenggara *Corresponding author. ironelakawa@gmail. ARTICLE INFO Keywords: Time Management. Effectiveness How to cite: Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat . Efektifitas Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Wolo Ae Batas Kota Kolaka Ae Rate Rate ABSTRACT By analyzing the implementation of this project work is expected to know the comparison between the plan and the realization, the effectiveness of the time executor and factors affecting the effectiveness of implementation on road reconstruction work. The medhod used in this research is to take data in the form of curve S. RAB, back up data, weekly report, montly report and questonnaire data for factors that influence the implementation of extreme weather factors, coordination factor between agencies, factors of delay in material testing, experience of executor and tool availability factor with analysis using SPSS mean rank aplication. Based on the result of reviewing and data analyzing, the time that occurs in the implementation of the road reconstruction work has been delayed due to get minus deviation value, than is in February Ae 0,225 %. March Ae 4,855 %. April -10,118 %. May Ae 20,606 %. June Ae 37,379 %. July Ae 57,111 %. August Ae 55,379 %. Data for the value of the effectiveness of work on aggregate class B in April 0,4 months Mei 0,87. June 0,90. July 0,87. August 0,87. Aggregate of class A in May 0,13. June 0,17, month of July 0,35, month of August 0,90 and work of asphalting AC-BC its effectiveness value is 0,4 The data for factor affecting effectveness of implementation based on mean rank analysis ie extreme weather 3,0, coordination between intances 3,30, material testing delay 2,90, execution experience 2,90, availability of tools 2,90s Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Pendahuluan Kolaka merupakan daerah Sulawesi Teng gara, akses darat yang menghubungkan wilayah Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Selatan, menjadi penghubung Kolaka dengan Kabupaten Kolaka Timur. Kabupaten Konawe dan Kota Kendari. Jalan Wolo Ae Batas Kolaka berjarak sekitar 60 kilo meter (KM 231 000 Ae 171 . , kondisi jalan sebagian sudah di perluas terutama jalan di Kecamatan Samaturu Ae Batas Kota Kolaka dengan jarak sekitar 22 kilo meter (KM 193 000 Ae 171 . sudah dilebarkan, dengan adanya perluasan jalan dan akses jalan yang memadai tentunya akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Daerah tersebut. Kegiatan suatu proyek pembangunan dapat diartikan sebagai satu kegiatan yang sementara berlangsung dalam jangka waktu terbatas. Perencanaan suatu proyek dapat diartikan sebagai pemberi pegangan bagi pelaksana mengenai alokasi sumber daya untuk melaksanakan kegiatan dan memastikan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien (Abrar, 2. Efektifitas adalah perbandingan antara input dan output dalam berbagai aktifitas kegiatan sampai dengan pencapaia n tujuan terpenuhi yang bisa dari berupa banyaknya Kuantitas dan kualitas hasil kerja, maupun batas waktu yang sudah di tetapkan atau ditargetkan sebelumnya (Mahmudi, 2. Manajemen proyek merupakan suatu tata cara mengorganisir dan mengelolaan sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek dari awal sampai terselesaikanya proyek Manaje men proyek dapat diterapkan pada jenis proyek apapun, dan dipakai secara luas untuk menyelesaikan proyek yang besar dan kompleks. Fokus utama manajemen proyek adalah pencapaian semua tujuan akhir proyek dengan segala batasan yang ada, waktu dan dana yang tersedia. Manajemen proyek sangat penting dalam suatu pekerjaan di lapangan, manjemen proyek berguna untuk meminimalisir agar tidak terjadi kegagalan pada proyek tersebut, maka dari itu pelaksanaan proyek harus sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Pelayanan jasa yang dapat mengendalikan tuntutan utama mengenai Tingkat keakuratan kualitas, efisiensi pembiayaan dan ketepatan waktu, masih dan sangat diperlukan. Untuk keluar dari masalah tersebut adalah pelayanan manajemen konstruksi yang berfungsi sebagai alat bantu yang mampu mengendalikan seluruh proses dalam proyek sehingga akan menca pai hasil yang optimal dipandang dari segi triple constraint yaitu waktu . , biaya . dan mutu . Waktu atau jadwal proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. dan anggaran proyek harus diselesaikan dengan tepat Biaya yang tidak melebihi anggaran. Selain itu, mutu produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi tugas yang dimaksudkan atau sering disebut sebagai fit for intended use. Dengan manaje men waktu, biaya dan mutu pelaksanaan yang baik, maka resiko sebuah proyek akan mengalami keterlambatan semakin kecil. Secara langsung hal tersebut akan mengurangi pembengkakan biaya proyek, serta pada akhirnya keuntungan tersendiri bagi para kontraktor sebagai pelaksanaan proyek. Sehingga sistem pengendalian proyek sangat perlu diperhitungkan secara matang karena hal ini berhubungan dengan biaya yang digunakan, waktu yang diperluk an serta mutu yang dihasilkan. Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan, maka rumusan masalah yang akan di teliti dari permasalahan tersebut adalah Seberapa besar deviasi pelaksanaan pekerjaan Rekonstruksi Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Jalan Wolo Ae Batas Kota Kolaka Ae Rate-Rete. Dan Seberapa besar efektifiatas waktu pelaksanaan pekerjaan Rekonstruksi Jalan Wolo Ae Batas Kota Kolaka Ae Rate-Rate ? Tinjauan Pustaka Kinerja Pelaksanaan Proyek Agar proyek dapat terlaksana sesuai dengan sasaran, maka perlu diperhatikan kinerja dari proyek tersebut. Untuk melihat apakah kinerja proyek telah sesuai dengan sasaran, perlu diamati anggaran, jadwal dan mutu. Anggaran biasanya diamati dari segi biaya, jadwal diamati dari segi waktu, sedangkan mutu diamati dari segi kinerja biaya dan waktu. Kadang-kadang, dalam pelaksanaan suatu proyek, pihak kontrktor kurang memperhatikan kinerja pelaksanaan Padahal kinerja pelaksanaan suatu proyek akan menentukan apakah proyek tersebut akan tepat sasaran atau tidak. Kinerja proyek sangat diperlukan untuk mengetahui efisiensi dan evektifitas pelaksa naannya sehingga permasalahan yang timbul dalam pengelolaan proyek dapat diidentifikasi dan dicari solusinya serta dijadikan pelajaran untuk pelaksanaan proyek serupa berikutnya (Anonim, 2. Kinerja proyek dapat diukur dari indikator kinerja biaya, mutu, waktu, serta keselamatan kerja dengan merencanakan secara cermat, teliti dan terpadu seluruh alokasi sumberdaya manusia, peralatan, material, serta biaya yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Semua itu diselaraskan dengan sasaran dan tujuan proyek. Agar hasilnya efektif dan efisien, standar kinerja proyek selama proses berlangsung harus ditetapkan sedetail dan seakurat mung kin untuk meminimalkan penyimpangan, biaya, mutu, dan waktu, dan keselamatan merupakan tolak ukur kinerja proyek dalam mencapai sasaran dan tujuan proyek. Optimasi pencapaian paling penting adalah keselamatan kerja, karena bila faktor ini dia baikan dapat mempenga ruhi kinerja biaya, mutu, dan waktu, yang lebih jauh dapat mengakibatkan kerugian materi dan jiwa yang besar. Prinsip dan Dasar Manajemen Proyek Dari kalangan para ahli belum terdapat adanya konsesus keseragaman dalam membagi jumlah fungsi manajemen. Tetapi pada umumnya kita dapat membagi fungsi manajemen itu dalam defenisi yang di uraikan dengan singkatan POMC (Planning. Organizing and Staffing. Motivating . Controllin. (Soeharto, 1. Perencanaan (Plannin. : mempunyai tiga arti, yaitu : Pengambilan keputusan . ecision makin. Memikirkan secara mendalam untuk memutuskan apa yang harus diperbuat . Menetapkan sasaran dan menjabarkan cara mencapai sasaran-sasaran tersebut Pengaturan dan Penyediaan Staff (Organizing and Staffin. Dalam struktur organisasi ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, antara lain : Hubugan antara bawahan dan atasan harus jelas, komunikasi timbal balik harus . Tugas disertai pemberian wewenang yang berimbang dengan tanggung jawab . yang dipikul . Tanggung gugat . terhadap atasan juga harus ada. Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat . Uraian tugas pekerjaan untuk staff dan pimpinan perlu dijabarkan dengan jelas dan kongkrit . ob discriptio. Makin tinggi jenjang manajerial makin sedikit bawahannya, dan sebaliknya makin kebawah makin banyak orang yang dibawahinya . truktur piramid. Menggerakan (Motivatin. Menggerakan yang di maksud adalah kemampuan dari seorang manager proyek untuk memberikan alasan kepada bawahannya untuk pengembangan sumber daya manusia dan bimbingan kerja . ang berperan di sini adalah faktor leadership/jiwa kepemimpina. Pemimpin ahli dalam bidang pekerjaannya dan terampil dalam bidang manajemennya. Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku dan motivasi ini merupakan suatu subyek yang penting bagi manager, karena menurut devenisi manager harus bekerja dengan melaui orang lain, maka manager perlu memahami orang-orang yang berperilaku tertentu agar dapat mepengaruhi untuk bekerja sesuai dengan yang di inginkan organisasi. Faktor Motivasi yang perlu diciptakan oleh seseorang manager proyek, meliputi: (Soeharto, 1995 dalam Aldilan 2. Komunikasi timbal balik antara atasan dan bawahan, sehingga tercipta iklim kerja yang . Diciptakan unsur partisiasi dalam memecahkan masalah dan pengambilan . Metoda, program kerja yang mantap dan jelas. Berorientasi kepada hasil pekerjaan. Delegasi pekerjaan harus disertai tanggung jawab yang jelas, limitasi wewenag untuk dapat mengambil keputusan serta kriteria tentang hasil pekerjaan. Menghargai bawahan yang berprestasi dan ciptakan disiplin yang tegas. Menciptakan suasana agar bawahan memilki kemampuan untk bekerja sama secara kelompok . eam wor. Pengontrolan (Controllin. Pengontrolan dilakukan untuk melihat Perkembangan pekerjaan, apakah sesuai dengan rencana, atau apakah ada penyimpangan? Pengontrolan bisa dilakukan dari laporan dan dari pengecekkan lapangan,dan dari keduanya dilakukan pencocokan mana yan g lebih aktual mendeteksi kondisi nyata. Tujuan pengontrolan tidak mecari kesalahan orang, dan melihat apakah hasil dengan recana atau tidak, sesuai rencanayang dimaksud adalah kegiatan proyek dapat dim ulai, dilaksanakan dan diselesaikan menurut jadwal yang telah ditentukan, budget yang dise diakan, mutu pekerjaan yang di tetapkan dan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang tersedia. Langkah dalam melakukan fungsi kontrol . Adanya prestasi standard sebagai tolak ukur . Mengukur hasil prestasi pekerjaan . Membandingkan dan mengevaluasi hasil prestasi aktual dengan standard prestasi yang . Melakukan tindakan koreksi, bilamana standard prestasi tidak tercapai. Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Secara manajemen adalah merupakan suatu proses. Dimana didalamnya diberikan input dan diharapkan manajemen dapat menghasilkan output sesuai sasaran sebagaimana yang ditetapkan. Input dalam proses manajemen terdiri dari bermacammacam sumber daya . , seperti: Money (Uan. Material (Baha. Machine (Peralata. Man Power (Tenaga Manusi. Market (Pasa. Methode (Metod. serta Information (Inormas. Space (Ruan. dan Time (Wakt. Sistem Manajemen Proyek Sisitem manajemen proyek disusun dan dijabarakan menjadi seperangkat pengertianalat dan petunjuk tatacara yang mudah untuk dilaksanakan sedemikan rupa sehingga (Djojowirono, . Mampu menghubungkan dan menjembatani kesenjangan persepsi diantara para perencana dan pelaksana, sehingga kesemuanya mempunyai satu kerangka konsep yang sama tentang kriteria keberhasilan suatu proyek. Dapat memberikan kesamaan bahasa yang sekaligus memadukan tertib teknis dan sosial, yang dapat diterapkan pada setiap proyek dengan cara sederhana, jelas, sitematis dan efisien. Mampu mewujudkan suatu bentuk kerjasama dan koordinasi antar satuan organisasi pelaksanaan sehingga terwujud suatu semangat bersama untuk dalam mengantisipasi masalah-masalah yang akan timbul dalam pelaksanaan. Manajemen Biaya Kinerja Biaya Seluruh urutan kegiatan proyek perlu memiliki standar kinerja biaya proyek yang dibuat dengan akurat dengan cara membuat format perencanaan seperti di bawah ini (Barrie 1995 dalam Sriyatno 2. Kurva S, selain daptat mengetauhui proses waktu proyek, kurva S berguna juga untuk mengendalikan kinerja biaya, hal ini ditujuakandari bobot pengeluaran kumulatif masingmasing kegiatan yang dapat dikontrol dengan membandingkan dengan baseline periode tertentu sesuai dengan kemajuan aktual proyek. Diagram Cash Flow, diagram yang menunjukan rencana aliran pengeluaran dan pemasukan biaya selama proyek berlangsung. Diagram ini diharapkan dapat mengendalikan keseluruhan biaya proyek secara detail sehingga tidak mengganggu keseimbangan kas . Kurva Earned Value, yang menyatakan nilai uang yang telah dikeluarkan pada baseline tertentu sesuai dengan kemajuan actual proyek. Bila ada indikasi biaya yang dikeluarkan melebihi rencana, maka biaya ini dikoreksi dengan melakukan penjadwalan ulang dan meramalkan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan sampai akhir proyek karena penyimpangan tersebut. Balance sheet, yang menyatakan besarnya aktiva dan pasiva keuangan perusahaan selama periode satu tahun dengan keseluruhan proyek yang telah dikerjakan beserta asset-aset yang dimiliki perusahaan. Keempat hal tersebut dibuat dalam laporan periodik Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat dengan maksud agar dari waktu dapat dievaluasi serta dikendalikan dan menjadi rujukan dalam membuat keputusan terkait dengan tindakan koreksi bila terjadi penyimpangan Perkiraan Biaya Perkiraan biaya melibatkan pendekatan . dari biaya sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan proyek. Dalam aproksimasi biaya, estimator menganggap akhir untuk tujuan lebih baik mengelola Ketika sebuah proyek dilakukan dibawah kontrak, perawatan harus dilakukan untuk membedakan perkiraan biaya dari harga. Anggaran Biaya Penganggaran Biaya melibatkan pengalokasian perkiraan biaya keseluruhan untuk kegiatan individu atau bekerja untuk mendirikan sebuah paket biaya dasar untuk mengukur kinerja Realitas setelah persetujuan anggaran adalah disediakan, namun perkiraan harus dilakukan sebelum permintaan anggaran. Hasil Dari Anggaran Biaya Baseline biaya anggaran bertahap waktuyang dan memonitor kinerja biaya pada proyek tersebut. Hal penjumlahan estimasi biaya dengan periode dan biasanya ditampilkan dalam bentuk kurva-S, banyak proyek, khususnya yang lebih besar, mungkin memiliki beberapa data dasar untuk biaya aspek yang berbeda ukuran kinerja biaya. Manajemen Waktu Kinerja Waktu Faktor Ae faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan menggunakan data Standar kinerja waktu ditentukan dengan merujuk seluruh tahapan kegiatan proyek beserta durasi dan pengguanaan sumber daya. Dari semua informasi dan data yang diperoleh, dilakukan proses penjadwalan sehingga akan ada output berupa format-format laporan lengkap mengenai indikator progress waktu. Adapun persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut : yaycaycyciyca yaycyceyco ycEyceycoyceycycycaycaycu yc. yaAycuycaycuyc = ycNycuycycayco yaycaycyciyca ycEyceycoyceycycycaycaycu ycu 100 %. Kebutuhan Tonase= ycE ycu ya ycu ycyceycaycayco ycu ycayceycycayc ycyceycuycnyca 22 . Efektifitas Waktu Kerja = yaycaycyycaycycnycycayc yaycAycE 1 yaycayco ycu ycOycaycoycyc yayceyceycoycycnyce yayceycycyca 1 yaycaycycnA. ycNycuycuycaycyce = ycOycaycoycyc yayceyceycoycycnyce yayceycycyca 1 yaycaycycna 2. kuisioner kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS. Faktor Ae faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan mengguna kan data kuisioner kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS. Kurva S Menurut (Barrie 1995 dalam Aldilan 2. , bentuk kurva S berasal dari pemaduan kemajuan setiap tahun waktu untuk mendapatkan kemajuan kumulatif yang digunakan dalam pemantauan pekerjaan. Ukuran kemajuan dititikberatkan pada prestasi kerja dan biaya. Sumbu X menunjukan skala waktu, sedangkan pada sumbu Y merupakan skala biaya atau prestasi Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Pada sebagian besar proyek, pengeluaran dari sumber daya untuk setiap satuan waktu condong berjalan lambat, berkembang ke puncak, kemudian berangsur-angsur berkurang bila mendekati ujung akhir. Karena itulah kemajuan sering tergambar seperti huruf S. Laporan Kemajuan Laporan minggun merupakan sebuah pertanggung jawaban dalam bentuk tertulis mengenai kegiatan yang sudah dijalankan s elama satu minggu untuk kemudian dituangkan dalam bentuk tertulis. Laporan mingguan ini dibuat oleh kontraktor atau konsultan pengawas untuk diberikan kepada owner atau pemilik proyek. Dengan adanya laporan ini maka proses pelaksanaan pekerjaan dapat diarsipkan. Sebelum membuat laporan mingguan proyek maka terlebih dahulu dibuat laporan harian proyek yang merupakan laporan per hari mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan, dari 7 laporan harian proyek tersebut maka dapat dibuat rekap selama satu minggu dalam bentuk laporan Laporan mingguan proyek kontraktor berisi berbagai data pekerjaan yang antara lain sebagai berikut : (Barrie 1995 dalam Aldila. Nomor laporan mingguan Nama kontraktor dan nama konsultan Judul laporan Periode tanggal dan waktu laporan Jumlah tenaga kerja dan keahlian masing-masing tenaga kerja selama satu minggu bekerja di proyek, dapat dibuat dalam bentuk mengisi jumlah absen harian. Pekerjaan yang dilaksanakan dibuat sejelas mungkin mengenai lokasi pekerjaan, n ama pekerjaan dan besarnya volume progress yang sudah diselesaikan selama satu minggu penuh. Bahan atau material yang digunakan. Alat kerja yang dipakai untuk melaksanakan pekerjaan. Laporan curah hujan atau cuaca selama proses pelaksanaan proyek laporan cuaca kontraktor sebagai alasan keterlambatan kerja untuk menghindari denda keterlam batan pekerjaan dikemudian hari. Form persetujuan konsultan pengawas atau manajemen konstruksi. Form pengajuan kontraktor atau yang membuat laporan mingguan proyek. Lampiran lampiran foto pelaksanaan proyek maupun hasil akhir kegiatan. Serta data-data lain menyesuaikan kebutuhan dan permintaan pemilik proyek. Masing-masing perusahaan kontraktor atau konsultan pengawas biasanya mempunyai standar formulir laporan mingguan tersendir untuk digunakan disetiap pekerjaan proyek. Dari laporan mingguan proyek ini kemudian didapat rekap dalam bentuk bulan selama 1 bulan penuh. Dengan demikian, setiap selesai perekapan laporan kemajuan oleh pihak kontraktor atau lakukan pengimputan pada program primavera project planner. Dengan kata lain, pengguna software tidak harus berada dilokasi pengerjaan untuk melakukan pelaporan? reporting ke dalam software primavera project planner. Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Durasi Dipercepatnya Proyek Pada awal saat proyek direncanakan, durasi aktivitas direncanakan dengan sumber daya yang tersedia . umber daya norma. Bila kemudian hari penyelesaian pekerjaan ingin dipercepat karena alasan tertentu seperti penambahan sumber daya yang mengakibatkan pertambahan biaya langsung, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu : Penambahan jam kerja . Bila dokumen kontrak menurut jadwal kerja yang singkat, maka harus dipertimbangkan kemungkinan program kerja lembur dalam upaya memenuhi target waktu. Kerja lembur dapat dilakukan dengan menambahkan jam kerja . , maka perlu dievaluasi dampak dari jadwal terhadap pembiayaan. Upah tenaga kerja untuk penambahan jam kerja lembur adalah sebesar 1,5 sampai 2 upah kerja normal. Hal ini disebabkan karena produktivitas kerja lembur tidak sama dengan produktivitas kerja normal. Pembagian Giliran Kerja. Jika tenaga kerja cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan diatur dengan pekerja giliran sore sampai malam. Untuk menjaga agar produktivitas ini tetap maka gi liran kerja diprioritaskan dan diusahakan agar seseorang pekerja dapat bekerja sama dengan timnya. Penambahan Tenaga Kerja. Penambahan tenaga kerja dimaksudkan sebagai penambahan jumlah pekerja dalam satu unit pekerja untuk melaksanakan suatu aktivitas tampa tetapi penambahan tenaga kerja yang optimum akan meningkatkan produktivitas kerja, tetapi penambahan yang terlalu banyak justru menurunkan produktivitas kerja. Penambahan Pergantian Peralatan. Penambahan atau pergantian peralatandimaksudkan untuk menambah produktivitas kerj a, mencegah keletihan kerja yang lebih dan mengurangi jumlah tenaga kerja manusia. Pergantian atau Perbaikan Metode Kerja Pergantiann atau perbaikan metode kerja dilakukan bila metode yang sudah dilakukan terlalu terlambat atau tidak efisien. Konsentrasi Pada Aktivitas Tertentu Konsentrasi ini berarti penambahan/pemindahan peralatan pada suatu aktivitas tertentu. Kombinasi dan Alternatif Yang Ada. Dalam perencanaan, percepatan durasi dapat dilakukan dengan mengkombinasikan alternatfalternatif yang ada sehingga menghasilkan suatu cara yang sesuai dengan proyek tersebut, terutama pada proyek yang berskala besar dan mempunyai banyak aktifitas. Faktor Keterlambatan Proyek Dan Analisis Pengertian Keterlambatan Proyek Keterlambatan proyek konstruksi berartibertambahnya waktu pelaksanaan penyelesaian yang telah direncanakan dan tercantum dalam dokumen kontrak. Penyelesaian pekerjaan tidak tepat waktu adalah merupakan kekurangan dari tingkat produktifitas dan sudah tentu kesemuanya ini akan mengakibatkan pemborosan dalam pembiayaan, baik berupa pembiayaan langsung yang dibelanjakan untuk proyek - proyek pemerintah, maupun berwujud pembengkakan investasi dan kerugian-kerugian pada proyek Ae proyek swasta. Peran aktif manajemen merupakan salahsatu kunci utama keberhasilan pengelolahan proyek. Pengkajian jadwal proyek diperlukan untuk menentukan langkah perubahan mendasar agar keterlambatan penyelesaian proyek dapat dihindari atau dikurangi. Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Dampak Keterlambatan Keterlambatan proyek akan menimbulkan kerugian pada pihak kontraktor, konsultan, danowner, yaitu : Pihak kontraktor Pihak Konsultan Pihak Owner Penyebab Keterlambatan Keterlambatan proyek disebabkan oleh beberapa faktor yang berasal Kontraktor,Owner, dan selain kedua belah pihak. Keterlambatan akibat kesalahan Kontraktor, antara lain : Terlambatnya memulai pelaksanaan proyek. Pekerja dan Pelaksana kurang berpengalaman. Terlambat mendatangkan peralatan. Mandor yang kurang aktif. Rencana kerja yang kurang baik. Keterlambatan akibat kesalahan Owner . Terlambatnyaangsuran pembayaran oleh Kontraktor. Terlambatnya penyedian lahan. Mengadakan perubahan pekerjaan yang besar. Pemilik menugaskan Kontraktor lain untuk mengerjakan proyek tersebut. Keterlambatan yang diakibatkan selain kedua belah pihak diatas, antara lain . Akibat kebakaran yang bukan kesalahanKontraktor,Konsultan. Owner. Akibat perang, gempa, banjir, ataupun bencana lainnya. Perubahan moneter. Metode Penelitian Populasi Dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada di PT Putra Bajeng Desa Liku Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka berjumlah 74 orang. Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini mengambil sampel sebesar10% sehingga ditemukan sampel sebesar dari jumlah keseluruhan populasi adalah 40 karyawan karena jumlah keseluruhan populasi adalah 74 karyawan. Variabel Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, maka variabel penelitian sebagai berikut : Waktu perjenis kegiatan baik pelaksanaan maupun rencana dan Harga rencana dan harga realisasi per item pekerjaan. Volume perjenis kegiatan untuk realisasi dan target waktu yang harus diselesaikan. Faktor cuaca ekstrim, faktor koordiasi antara instansi, faktor keterlambatan pengujian bahan, faktor pengalaman pelaksana dan faktor ketersediaan alat Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survei lapangan untuk mendapatkan data primer. Survei data primer yang dimaksud yaitu dengan melakukan pengamatan langsung di lokasi, mencatat informasi yang ada dari pelaksana proyek, serta melakukan wawancara langsung terhadap pimpinan proyek maupun pelaksana lapangan, alat9 Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat alat yang digunakan dalam wawancara yaitu buku tulis dan pulpen, digunakan untuk mencatat semua hasil wawancara agar tidak lupa bahkan hilang, sedangkan untuk data sekunder diperoleh dengan cara mengambil data Aedata proyek dari kontraktok dan konsultan/direksi berupa data gambar kerja, time schedule, spesifikasi teknis. RAB, back up data, laporan mingguan, laporan bulanan dan dokumen lainnya. Kemudian data-data yang telah diperoleh tersebut dianalisis untuk menjawab semua permasalahan yang ada. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan sebagai berikut: Menghitung deviasi menggunakan persamaan 2. rencana dan realisasi dengan mengetahui bobot, harga per item pekerjaan kemudian dibagi dengan harga keseluruhan dikali seratus persen, untuk mendapatkan nilai deviasi, realisasi kurang . Menghitung efektifitas waktu pekerjaan, dengan mengetahui volume setiap bulan item pekerjaan kemudian dianalisis menggunakan persamaan 2. 1 dan persamaan 2. 2, 2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan menggunakan data kuisioner kemudian menggunakan aplikasi SPSS untuk pengolahan data kuisioner untuk mengetahui frekuensi dan metode mean rank untuk mengetahui faktor mana yang paling berpengaruh terhadap pelaksanaan. Hasil dan Pembahasan Analisa Rencana dan Realisasi Pada Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Wolo Ae Batas Kota Kolaka Ae Rate Rate Analisa realisasi pekerjaan dilakukan agar mengentahui deviasi antara rencana dan realisasi dan bagaimana cara mendapatkan nilai realisasi, pada Skripsi ini penulis akan membahas mengenai progres tercapainya atau realisasi pekerjaan dan deviasi perbulan pada pekerjaan Rekonstruksi Jalan Wolo Ae Batas Kota Kolaka Ae Rate Rate. Pada Bulan Februari. Maret April. Mei Juni. Juli dan Agustus yang mempunyai bobot sampai selesainya kontrak kerja hanya 44,621% dikerjakan selama 210 hari. Analisis Rencana. Realisasi dan Deviasi Tabel 4. 1 Rencana. Realisasi dan Deviasi Bulan Rencana (%) Realisasi (%) Deviasi (%) Februari 2017 0,412 0,187 -0,225 Maret 2017 April 2017 9,470 31,488 4,615 21,370 -4,855 -10,118 Mei 2017 52,380 31,774 -20,606 Juni 2017 68,924 31,565 -37,359 Juli 2017 92,038 34,927 -57,111 44,621 -55,379 Agustus 2017 Sumber : Hasil Olah Data 2018 Berdasarkan data, jumlah anggaran untuk rekonstruksi jalan wolo Ae batas kota kolaka Ae rate rate adalah Rp 27. 449,37 setelah PPN Rp 25. 863,06 Pada Bulan Februari pekerjaan berupa Divisi 1 Umum, sehingga perhitungan bobot adalah sebagai berikut : Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Bobot = ycu 100% 863,06 = 0,187 % Rencana = 0,412 % Realisasi = 0,187 % Deviasi = - 0,225 Pada Bulan Juni. Juli dan Agustus terjadi adendum sehingga jumlah anggaran rekonstruksi jalan wolo Ae batas kota kolaka Ae rate rate adalah Rp 29. 674,39 setelah PPN Rp 885,81. Sehingga perhitungan bobot pada bulan juni adalah sebagai berikut : 372,28 :Bobot = 27. 885,81 ycu 100 % = 31,565 % Rencana = 68,924 % Realisasi = 31,565 % Deviasi = - 37,359 Analisis Efektifitas Waktu Pekerjaan Agregat Kelas B Pada pelaksanaan pekerjaan agregat kelas B dikerjakan pada bulan April - bulan Agustus dimana jenis kegiatan ini adalah pekerjaan pelebaran perkerasan dan bahu jalan dan pekerjaan perkerasan berbutir, untuk mengetahui waktu efektifitas kerja setiap bulan terlebih dahulu mengetahui volume pekerjaan tersebut dimana vulume pada bulan April pelebaran perkerasan dan bahu jalan adalah 1270 mA, pekerjaan perkerasan berbutir 1890 mA, bulan Mei. Juni. Juli dan Agustus pelebaran perkerasan dan bahu jalan adalah 3336 mA, pekerjaan perkerasan berbutir 6269 mA. Pada pekerjaan aggregat kelas B merupakan pekerjaan pondasi lapis bawah, sehingga alat-alat yang di gunakan adalah : Crusher : 1 unit . Dump Truck : 8 unit kapasitas 10 ton 5 unit kapasitas 5 ton . Motor Greder : 1 unit . Tandem : 1 unit Itulah alat-alat yang di gunakan pada pekerjaan aggregat kelas B, kapasitas cold bin 4 mA dan kapasitas crusher 200 mA perhari sehingga dump truck yang digunakan sudah mampu melayani 1 unit crusher dengan kapasitas 200 mA Berikut Spesifikasi pekerjaan kelas B adalah : Volume Pekerjaan : 1270 mA Panjang pekerjaan : 1270 : 6,5 : 0,20 = 976,92 m Lebar pekerjaan : widenning 6,5 meter kiri/kanan Full deap 11 meter Tebal pekerjaan : 0,20 meter Berat isi : 1,3 Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Kebutuhan Tonase Aggregat Kelas B = Panjang x Lebar x Tebal x Berat isi = 976,92 x 6,5 x 0,20 x 1,3 = 1650,99 ton Jadi dalam satu bulan pekerjaan aggregat kelas B membutuhkan tonase 1650,99 ton Efektifitas Waktu Pekerjaan Aggregat Kelas B Kapasitas Crusher : 200 mA x 6,5 x 0,20 x 1,3 = 338 ton = 338. 000 kg Waktu lama mixing : kelas B 2 fraksi, 5 menit Waktu efektif kerja/hari : 8 jam Tonase yang di butuhkan dalam 1 bulan = 1650,99 ton Kapasitas crusher/hari = 338 ton 1650,99 = 5 hari Pekerjaan Agregat Kelas A Pada pelaksanaan pekerjaan agregat kelas A dikerjakan pada bulan Mei - bulan Agustus dimana jenis kegiatan ini adalah pekerjaan pelebaran perkerasan dan bahu jalan dan pekerjaan perkerasan berbutir, untuk mengetahui waktu efektifitas kerja setiap bulan terlebih dahulu mengetahui volume pekerjaan tersebut dimana vulume pada bulan Mei pelebaran perkerasan dan bahu jalan adalah 980,26 mA, bulan Juni pelebaran perkerasan dan bahu jalan adalah 315 mA, pekerjaan perkerasan berbutir 980,26 mA. Juli pelebaran perkerasan dan bahu jalan adalah 1021 mA, pekerjaan perkerasan berbutir 3100,26 mA, dan Agustus pelebaran perkerasan dan bahu jalan adalah 1721 mA, pekerjaan perkerasan berbutir 540026 mA. Pada pekerjaan aggregat kelas A merupakan pekerjaan pondasi lapis bawah, sehingga alatalat yang di gunakan adalah : Crusher : 1 unit . Dump Truck : 8 unit kapasitas 10 ton 5 unit kapasitas 5 ton . Motor Greder : 1 unit . Tandem : 1 unit Itulah alat-alat yang di gunakan pada pekerjaan aggregat kelas A, kapasitas cold bin 4 mA dan kapasitas crusher 200 mA perhari sehingga dump truck yang digunakan sudah mampu melayani 1 unit crusher dengan kapasitas 200 mA Berikut Spesifikasi pekerjaan kelas A adalah : Volume Pekerjaan : 980,26 mA . Panjang pekerjaan : 980,26 : 11 : 0,20 = 445,57 m Lebar pekerjaan : widenning 6,5 meter kiri/kanan Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Tebal pekerjaan . Berat isi Full deap 11 meter : 0,20 meter : 1,3 Kebutuhan Tonase Aggregat Kelas A = Panjang x Lebar x Tebal x Berat isi = 445,57 x 11 x 0,20 x 1,3 = 1274,33 ton Jadi dalam satu bulan pekerjaan aggregat kelas A membutuhkan tonase 1274,33 ton Efektifitas Waktu Pekerjaan Aggregat Kelas A Kapasitas Crusher : 200 mA x 6,5 x 0,20 x 1,3 = 338 ton = 338. 000 kg Waktu lama mixing : kelas A 5 fraksi, 10 menit Waktu efektif kerja/hari : 8 jam Tonase yang di butuhkan dalam 1 bulan = 1274,33 ton Kapasitas crusher/hari = 338 ton 1274,33 = 3 hari Pekerjaan Pengaspalan AC-BC Pada analisa efektifitas ini penulis akan membahas mengenai pekerjaan pengaspa lan AC-BC . apis antar. Pada pekerjaan pengaspalan merupakan pekerjan pengaspalan lapis antara sehingga alat-alat yang di gunakan adalah: AMP (Asphalt Mixing Plan. = 1 unit Wheel Loader = 1 unit Dump Truck = 8 unit kapasitas 10 ton Asphalt Finisher = 1 unit Tandem Roller = 1 unit TR ( Tire Rolle. = 1 unit Itulah alat-alat yang digunakan pada pekerjaan pengaspalan, wheel loader di gunakan 1 karena muatan bucket loader A1,5 m3 sudah mampu melayani 4 cold bin dengan nilai buka AMP 700 kg/ 1,37 menit dan menurut data yang ada bin 1 adalah abu batu, bin 2 abu batu, bin 3 medium, bin 4 CA. Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Di ketahui bahwa split yag di butuhkan AMP untuk mixing setiap 1,37 menit pada bin 1 adalah 0,26285 m3, bin 3 adalah 0,2050 m3, bin 4 adalah 0,00685 m3, dengan kapasitas cold bin sebesar A2,5 kubik dan bucket loader adalah 1,25 m3, jadi nilai pengeluaran tiap bin masih jauh di bandingkan nilai kapasita bucket wheel loader. Pekerjaan Pengaspalan AC-BC Bulan Agustus 2017 Dikarenakan bulan Juli tidak ada pekerjaan pengaspalan sehingga pekerjaan pengaspalan ACBC dilakukan pada bulan agustus, adapun spesifikasi pekerjaan pengaspalan adalah: Volume Pekerjaan = 1228,28 mA Panjang pekerjaan = 1228,28 : 7 : 0,06 = 2924,48 m Lebar pekerjaan =7m Tebal pekerjaan = 0,06 m Berat jenis aspal AC-BC = 2,26 Kebutuhan Tonase Aspal AC-BC Kebutuhan tonasenya adalah : = panjang x lebar x tebal x berat jenis = 2924,48 m x 7 m x 0,06 m x 2,26 = 2775,92 ton Jadi dalam satu bulan pekerjaan pengaspalan AC-BC membutuhkan tonase 2775,92 ton. Efektifitas Waktu Pekerjaan Aspal AC-BC Tehnik Mandir. -800 (PT Putra Bajeng AMP yang digunakan adalah merek AMP (Aneka dengan kapasitas satu kali buka 700 kg/mixing sehingga : Kapsitas AMP sekali buka = 700 kg Waktu lama mixing = A 1,37 menit Waktu Efektif Kerja = 7 jam karena waktu panas AMP selama 3 jam mulai jam 6 Ae jam 9 pagi Sehingga kapasitas AMPnya adalah Jika 700 kg = 1,37 menit Maka 700 x 7 = 4900 kg = 1 jam Waktu efektif kerja/hari = 7 jam Maka 4900 x 7 = 34300 kg = 34,3 ton / 7 jam Tonase yang di butuhkan dalam 1 bulan = 2775,92 ton Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Kapasitas AMP/hari = 34,3 ton x 7 jam = 240,1 ton 2775,92 ton = 12 hari 240,1 ton Sehingga efektifitas waktu kerja untuk pekerjaan pengaspalan untuk bulan Agustus adalah target 12 hari realisasi 27 hari kerja sedangkan untuk nilai efektifitasnya adalah 0,4 Analisa Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas Pelaksanaan Dari hasil data kusioner, data ini dibagi menjadi lima rangking jenis faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan yaitu faktor cuaca ekstrim, faktor kordinasi antara instansi, faktor keterlambatan pengujian bahan, faktor pengalaman pelaksana dan faktor ketersediaan alat. Dari kelima faktor tersebut data kuisioner kemudian di olah menggunakan SPSS untuk mengetahui frekuensi setelah itu dianalisis menggunakan metode mean rank untuk mengetahui dari kelima faktor tersebut, faktor mana yang sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan. Tabel 4. 2 Frekuensi Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas Sangat Berpengaruh (%) (%) (%) (%) (%) Tidak 2. Tidak Berpengaruh Cukup Berpengaruh Berpengaruh Sangat Berpengaruh Total Sumber: Hasil Olah Data SPSS 2018 Berdasarkan Gambar 4. 4 terlihat bahwa nilai persen yang sangat tinggi yaitu faktor cuaca ekstrim sangat berpengaruh berada pada nilai 50 %. Faktor kordinasi antara instansi berpengaruh berada pada nilai 37. 5 %, faktor keterlambatan pengujian berpengaruh bahan berada pada nilai 47. 5 %, faktor pengalaman pelaksana berpengaruh berada pada nilai 42. faktor ketersediaan alat berpengaruh 55. Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Tabel 4. 3 Analisis Mean Rank Faktor Yang Efektifitas Mempengaruhi Mean Rank Test Statistics Cuaca Ekstrim kordinasi Antara Instansi KendallAos Keterlambatan Pengujian Bahan Chi-Square Pengalaman Pelaksana Ketersediaan Alat Asymp. Sig. Sumber: Hasil Olah Data SPSS 2018 Berdasarkan gambar 4. 5 dari hasil analisis mean rank terlihat bahwa yang sangat berpengaruh yaitu kordinasi antara instansi dengan nilai 3. 30 kemudian cuaca ekstrim dengan nilai 3. keterlambatan pengujian bahan, pengalaman pelaksana, ketersediaan alat mempunyai nilai yang sama yaitu 2. Sehingga faktor Ae faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan pekerjaan yaitu kordinasi antara instansi. Kesimpulan . Pada Bulan Februari - Agustus rencana dan realisasi tidak sesuai dimana deviasi keterlambatan paling besar terjadi pada bulan Juli yaitu -57,111% . Nilai efektifitas waktu pekerjaan agregat kelas B Bulan April - Agustus rata Ae rata 0,79. Pekerjaan agregat kelas A Bulan Mei - Agustus rata Ae rata 0,39. Pekerjaan pengaspalan ACBC pada bulan Agustus 0,4 . Faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan pekerjaan adalah faktor cuaca koordinasi antara instansi 3,30, faktor cuaca ekstrim 3,0, faktor keterlambatan pengujian bahan 2,90, faktor pengalaman pelaksana 2,90, faktor ketersediaan alat 2,90 Ahmad. Irwan Lakawa. La Ode Musa Rachmat Referensi