Provitae Jurnal Psikologi Pendidikan 2017. Vol. No. 2, 40 - 59 GAMBARAN WORK-FAMILY CONFLICT DAN STRATEGI COPING PADA DOSEN PRIA Melani Aprianti dan Ajeng Amalia Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Abstract To fulfil the demand of various roles undertaken to be a good father, as breadwinner and a role in the family, can be a pressure when it is inconsistent and conflicting between each roles. That kind of conflict is called the Work-Family Conflict. Given the importance of alignment between the work with the family, this study intends to get an idea of the form of conflict between work with the family (Work-Family Conflic. on male lecturers and strategies undertaken by them to resolve the conflict. The selection of two subjects aged 22 years to 52 years in this study was based on the results of research conducted by the Families and Work Institute in Lamanna. Riedman and Strahm . which states that men with births between 1965 and 1994 largely had the view that family as important . In order to get the full and total comprehension of the subject experience, the This study reveals that as lecturers, both of the subject experienced conflicts where family interfering with work and work interfering with family. The dominant form of the conflict they have as lecturers are Strain based conflict and Time-Based Conflict. Most conflicts experienced by the subject whose wife is stay at home mom where the wife canAot fully understand the work situation. The coping strategies the subjects used are all forms of problem focused coping and emotion focused coping, except denial coping strategies where all the subjects admit the conflicts and keep thinking about those conflicts. Keywords: Work-family conflict . Coping stress. Male lecturers Melani Aprianti adalah dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana. Ajeng Amalia adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana. Korespondensi melaniaprianti@gmail. Pendahuluan Dalam finansial dan perlindungan (Yuniardi. Gambaran work-family conflict dan strategi coping pada dosen pria Sedangkan tetap bekerja juga dituntut lebih banyak berperan dalam pendidikan anaknya pengasuhan dalam arti mendidik dan (Slameto,2. membesarkan anak menjadi tanggung pada keluarga masa kini dimana suami istri saling berbagi tugas dalam rumah tangga (Lamanna. Riedman dan Strahm. Seiring Suatu hal yang ideal mengenai peran ayah dalam keluarga Seorang telah berubah. Saat ini mulai muncul beberapa peran yang signifikan dan pandangan mengenai peran orang tua relatif penting disegala jaman dan yang bersifat androgini, baik ayah budaya, yaitu sebagai pencari nafkah, maupun ibu memiliki peran dengan teman, pengasuh, pasangan, pelindung, fungsi kurang lebih sama (Hidayati, sebagai contoh, penuntun moral dan Kaloeti dan Karyono, 2. Peranan pendidik (Lamb, 2. ayah menjadi menarik untuk dikaji Pada sebuah survey pekerjaan mengingat makin banyak ibu yang yang dilakukan oleh the Society of semula sebagai ibu rumah tangga kini Human menjadi wanita karir/bekerja, sehingga Resource Management perlakuannya terhadap anak menjadi antara pekerjaan dengan keluarga yang Konsekuensinya semula ayah lebih tinggi dibandingkan rekan kerja di samping tetap berkonsentrasi sebagai tulang punggung ekonomi keluarga yang dilakukan oleh Center for Advanced (Gray,n. Penelitian Melani Aprianti dan Ajeng Amalia Human Resource Studies (CAHRS, tingginya beban kerja, membuat para 2. melaporkan bahwa pria juga mengalami rasa bersalah karena konflik pekerjaan dan rumah tangga (Work- kehidupan pribadi. Penelitian WFC pada family conflic. , bahkan lebih besar dari dosen menjadi penting untuk dilakukan karena menurut penelitian Khan et al. disebutkan bahwa dosen atau Kajian Pustaka pengajar termasuk dalam orangAeorang Work-family conflict (WFC) Dosen Pria di lingkungan perguruan perawatan manusia, sehingga rentan tinggi yang berperan sebagai ayah dalam untuk mengalami stres emosional dan keluarga merupakan orang-orang yang berpotensi mengalami WFC. Diskusi mengungkapkan bahwa mengajar adalah mengenai WFC satu pekerjaan paling stres (Ahghar. makin meningkat di Penelitian American Alkhadher & Al-Naser. Betoret. Association of University Proffessors Khan et al. , 2. Greenhaus dan dalam Reddick. Rochlen. Grasso. Reilly Beutell dalam Reddick et al. dan Spikes . mencatat bahwa, menjelaskan WFC sebagai suatu konflik antar peran di mana tekanan peran dari The pekerjaan dan dari keluarga saling tidak membandingkan diri dengan orang yang berhasil di bidang yang sama dan Gambaran work-family conflict dan strategi coping pada dosen pria Menurut Greenhaus dalam Rani Konflik family interfering with . WFC bisa muncul dari beberapa work dapat mengarah pada stres kerja macam aspek, yaitu tuntutan pemintaan dikarenakan banyaknya waktu untuk waktu, stres dan sikap. Terdapat dua bentuk WFC yaitu family interfering menyebabkan kurangnya waktu yang with work dan dibutuhkan dalam menangani urusan work interfering with pekerjaan dan ini merupakan sumber McMurrian, 1. Family interfering potensial terjadinya stres kerja (Judge, with work adalah sebuah konflik antar Joyce. Carl, & Gregory, 2. Boles, (Netemeyer. Byron dan Ford et al. keseluruhan, baik waktu, ketegangan Cheung dan Tang . menjelaskan keluarga mengganggu untuk melakukan berkorelasi lebih kuat dengan faktor- tanggung jawab yang berkaitan dengan pekerjaan (Netemeyer et al. , 1. keluarga, seperti stres keluarga yang Mutiningrum . menjelaskan lebih lanjut bahwa keluarga mengganggu berjam-jam pada hal di luar pekerjaan, pekerjaan berarti sebagian besar waktu dan keluarga tidak cukup mendukung. Konflik family interfering with work untuk menyelesaikan urusan keluarga adalah kondisi dimana tuntutan keluarga sehingga mengganggu pekerjaan. misalnya harus mengambil seorang anak Melani Aprianti dan Ajeng Amalia berkorelasi lebih kuat dengan faktor- memerlukan seseorang untuk akan absen faktor yang terkait dengan pekerjaan, dari kerja (Spector, 2. Selanjutnya tingginya stres pekerjaan, keterlibatan with family adalah sebuah konflik antar kerja yang tinggi, dan jadwal kerja yang peran dimana tuntutan peran dalam Greenhaus dan Beutell . dan Yang. Chen. Choi, dan Zou . berkaitan dengan keluarga (Netemeyer menggambarkan tiga tipe konflik yaitu: et al. , 1. Pekerjaan mengganggu time-based keluarga, artinya sebagian besar waktu conflict, dan behavior based conflict. Time-based conflict adalah konflik yang melakukan pekerjaan sehingga kurang untuk memenuhi satu peran tidak dapat (Murtiningrum, 2. Penelitian lainnya, meliputi pembagian waktu, menunjukkan bahwa work interference energi dan kesempatan antara peran family lebih kuat berhubungan dengan pekerjaan dan peran rumah tangga. kelelahan dan ketegangan. Meta-analisis Kurang bahkan tidak adanya waktu oleh Byron dan Ford et al. untuk keluarga, tidak ada waktu untuk Cheung dan Tang . menunjukkan penggunaan hari libur untuk bekerja. karena waktu yang digunakan Gambaran work-family conflict dan strategi coping pada dosen pria Strain based conflict mengacu Mardhatillah . kepada munculnya ketegangan atau menyatakan bahwa keseimbangan antara keadaan emosional yang dihasilkan oleh pekerjaan dengan kehidupan diperlukan salah satu peran membuat seseorang agar dapat menunjang kinerja seseorang. sulit untuk memenuhi tuntutan perannya Dalam penelitian yang dilakukan oleh yang lain. Ketegangan peran ini bisa Center for Advanced Human Resource Studies (CAHRS, 2. menyatakan bahwa rasa bersalah yang diakibatkan emosional, dan sakit kepala. Selanjutnya, oleh WFC dapat menyebabkan perasaan negatif, kecemasan, depresi dan simtom conflict adalah konflik yang muncul ketika pengharapan dari suatu perilaku menyebabkan berkurangnya efektivitas yang berbeda dengan pengharapan dari kerja seseorang. Padahal dosen berperan perilaku peran lainnya. Hal ini terjadi sebagai fasilitator yang selalu siap ketika adanya ketidaksesuaian antara memberikan kemudahan dan melayani perilaku seseorang dengan peran yang peserta didik, sesuai minat, kemampuan diinginkan oleh kedua bagian . eluarga dan bakatnya. Dosen juga diharapkan atau pekerjaa. untuk memupuk rasa percaya diri, berani WFC yang dialami dosen akan dan rasa bertanggungjawab pada peserta Selain itu dosen juga berperan dalam membiasakan peserta didik untuk Hasil saling berhubungan dengan orang lain Melani Aprianti dan Ajeng Amalia secara wajar, mengembangkan proses yang berkaitan dengan hal-hal yang sosialisasi yang wajar antar peserta dapat menunjang prestasi mahasiswa. didik, orang lain, dan lingkungannya. Misalnya melakukan bimbingan dan Diharapkan pula dosen mampu berperan mengamati perilaku mahasiswa selama Beban lain yang mesti dipenuhi peserta didik dan membantu proses dalam satu semester adalah penelitian belajar peserta didik. Demikian beberapa dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam hal ini, minimal harus dapat seorang dosen dalam mengoptimalkan menyampaikan dua buah laporan karya potensi yang dimiliki oleh para peserta didiknya (Ahmadi, 2. yang harus Beban kerja dosen cukup berat (Rahman, 2. Beban dosen terutama pada kegiatan bimbingan, di mana Salah satu beban berat setelah mengajar adalah melakukan dibimbing, maka akan semakin berat evaluasi terhadap pekerjaan mahasiswa. beban kerja yang dirasakan oleh dosen. Selama satu semester, setidaknya mesti Berbagai penelitian mengatakan mahasiswa yang terdiri dari kehadiran, memengaruhi pencapaian dari keaktifan, tugas, ujian tengah semester didik (Stronge, 2. Ketika dosen (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). sebagai tenaga pendidik mengalami Selain itu, masih ada beberapa tugas ketidakpuasan akibat WFC maka hal ini Gambaran work-family conflict dan strategi coping pada dosen pria akan memengaruhi suasana mengajar Dukungan berperan secara positif pada pengasuhan pencapaian anak didik dalam belajar. anak dapat banyak berkontribusi pada Di sisi lain, peran ayah dalam mendidik anak juga penting. Menurut National Parent Teacher Asosiation adaptasi dalam menghadapi tantangan . yang mendasarkan hasil-hasil intelektual, fisik dan sosial. Anak-anak penelitian selama 30 tahun terakhir, yang memiliki ayah yang secara aktif menyimpulkan manfaat peran ayah bagi dan berkomitmen dalam merawat anak anak adalah makin baiknya tumbuh secara umum jauh lebih sukses dibidang kembang anak secara fisik, sosio- akademik, atletik dan kemampuan sosial serta memiliki self-esteem yang lebih lebih tinggi, lebih tertib/disiplin, serta tinggi (Biller & Totler dalam Lamb, belajar sehingga prestasi belajarnya Keselarasan sebagai dosen dengan keluarga juga menyelesaikan pekerjaan rumah dengan penting untuk menjaga keharmonisan tepat dan benar, bersikap lebih positif Kehadiran ayah secara nyata terhadap sekolah, dan setamat SMTA di rumah, berdampak bukan hanya melanjutkan kuliah di perguruan tinggi kepada psikologis anak namun juga ibu. (Slameto, 2. Sosok ayah dibutuhkan oleh anak lakilaki, juga anak perempuan. Ibu juga Melani Aprianti dan Ajeng Amalia tuntutan dan kemampuan yang seorang pengasuhan untuk menimbulkan rasa individu rasakan. Strategi coping dalam Sarafino dan Smith . dibagi menjadi dua Bahkan, kehadiran peran ayah di rumah yaitu: . Problem-focused coping . secara utuh juga memperkokoh nilai EmotionAefocused coping. Respon pada perkawinan (Fazriyati, 2. strategi problem focused coping adalah Agar mengurangi stres yang ditimbulkan oleh Pada penyelesaian masalah WFC, maka dibutuhkan strategi coping langsung, mereka yang mengalami stres yang baik. Stres dalam Sarafino dan Smith emosi negatif yang dialami seseorang mempertimbangkan baik dan buruknya ketika tuntutan yang terima seseorang solusi tersebut lalu memilih solusi yang lebih besar dari kemampuan seseorang hendak digunakan dan melangkah maju. dalam menanganinya. Sementara coping Pada penyesuaian kognitif, stres adalah pikiran dan tingkah laku yang dapat dikurangi dengan menyesuaikan kita gunakan sebagai upaya untuk pola pikir individu, seperti mengubah menangani atau mengantisipasi stres tingkat keinginan individu. Pada coping yang merupakan bentuk diskrepansi atas melakukan usaha sebelumnya untuk Gambaran work-family conflict dan strategi coping pada dosen pria berfokus pada emosi dilakukan dengan berolahraga, berelaksasi dan tertawa. dampaknya sebelum kejadiannya terjadi. Mengingat Respon pada strategi emotion keselarasan antara pekerjaan dengan focused coping adalah penyangkalan, mencari dukungan sosial dan strategi mendapat gambaran bentuk WFC pada yang berfokus pada emosi. Denial dosen pria serta strategi coping yang . adalah penolakan untuk mereka lakukan untuk mengatasinya. menyebabkan stres. Skinner . alam Metode Sarafino & Smith, 2. menjelaskan Penelitian ini menggunakan metode bahwa strategi coping dengan denial penelitian kualitatif. Tipe penelitian adalah menolak masalah yang ada yang digunakan dalam penelitian ini dengan menganggap seolah-olah tidak adalah tipe penelitian studi kasus Teknik ada masalah, artinya individu tersebut pengambilan sampel adalah metode non-random sampling atau non-probability sampling. Jadi Dukungan diperlukan oleh beberapa individu dalam melainkan dipilih mengikuti kriteria yang digunakan mengatasi stres dengan cara mencari dukungan dari orang lain. Strategi yang (Patton, 1. Dalam penelitian ini metode utama dalam pengumpulan data Melani Aprianti dan Ajeng Amalia Tabel 1 Gambaran Umum Subyek adalah metode wawancara mendalam dan observasi sebagai metode penunjang dipakai alat bantu pedoman wawancara, alat perekam, kertas dan pulpen, serta informed concent. Guna memperoleh Subyek 2 Inisial Nama Usia 36 tahun 29 tahun Pendidikan Status Menikah Menikah Lama Menikah Jumlah Anak Usia Anak 4 tahun 2 tahun 2 orang 1 orang 14 tahun 8 bulan Dosen Dosen Pegawai Swasta Ibu Rumah Tangga Lama Bekerja Tempat Saat Ini Pekerjaan dilakukan salah satunya dengan kriteria Subyek 1 Pekerjaan Istri menggunakan Trianggulasi Sumber. 2 tahun Gambaran Pandangan Ayah Secara Umum Hasil dan Pembahasan Kedua partisipan memiliki pandangan Subjek dalam penelitian ini ada dua modern sebagai seorang pria. Mereka orang dosen pria, yaitu B & M. memandang bahwa ayah bukan hanya Gambaran dari keduanya dapat dilihat sebagai sumber pendukung finansial dan pada tabel 1 berikut ini: perlindungan tetapi juga berperan aktif dalam keluarga. Peran aktif dalam berbagi tugas rumah tangga dengan istrinya seperti mengasuh anaknya. Gambaran work-family conflict dan strategi coping pada dosen pria Melalui sebagai pencari nafkah dengan bekerja sebagai dosen. Gambaran memiliki pandangan bahwa seorang Peran Ayah Dalam Keluarga ayah berperan tidak hanya sebagai B dan M menjalani peran sebagai teman dan pasangan. Mereka samaAe sama namun menjadi pengayom keluarga dan penanggung jawab. Peran aktif M dalam menjalankan peran sebagai pengasuh mengobrol dan diingatkan oleh istrinya tangga dilaksanakan berdua saja dengan sebagai tempat mengadu. M sering dikarenakan semua hal dalam rumah masing-masing keluarga juga tampil dengan ia mau saat sedang berbicara tentang hal yang Selanjutnya. B bermain bersama istrinya untuk menjaga anak. anaknya, begitu juga M. B menjadi Gambaran Peran Ayah penuntun moral untuk anaknya, dengan Sebagai Pencari Nafkah B dan M menjalani perannya sebagai Sebagai memberikan tontonan hijaiyah pada pekerjaan yaitu sebagai dosen perguruan keterampilan berbicara anaknya dengan Melani Aprianti dan Ajeng Amalia mengajak anaknya mengobrol. Sebagai membawa pekerjaan kantor ke rumah. juga harus mengoreksi tugas mahasiswa jemput istrinya, sedangkan M selalu dan membuat laporan kegiatan yang memantau keadaan anaknya ketika sakit. dapat menyita waktu istirahat di rumah. Menurut Gambaran WFC membawa pekerjaan kantor ke rumah. B dan M mengalami konflik permintaan B kadang harus bekerja sampai Saat hari Sabtu. M masih ada jadwal mengajar, terkadang hari minggu pekerjaan ke rumah. Namun disisi lain, ia harus datang rapat. tuntutan waktu untuk keluarga pun Selain itu B dan M sama-sama mengalami stres. B mengalami gejala seringkali harus mengajak anaknya ke stres fisik, dengan gejala sakit kepala. Bedasarkan wawancara dengan Sementara Lombok oleh kampusnya dan sampai kognitif, karena tempat ia mengajar jauh tertinggal pesawat dua kali karena harus mengantar istri rapat. Berdasarkan wawancara dengan istri M mengalami WFC dan Subjek yang bersangkutan, gejala stres fisik pekerjaan dari segi waktu, muncul pada diri subjek yaitu lelah, sakit kepala, sedangkan gejala kognitif subjek bisa sampai empat kali seminggu yang muncul yaitu kerap ia tidak Gambaran work-family conflict dan strategi coping pada dosen pria Auiya karena pikiran saya gini orang kerjaan saya aja bisa saya bawa ko ke rumah, kenapa anak yang jelas butuh perhatian orang tua gak bisa saya bawa ke kantor selama pekerjaan di kantor saya dapat saya lakukan dengan baik Contoh saya pernah ngerasain memberikan soal itu sembari saya sambil nyuapin anak saya makan. Ay konsentrasi saat diajak bicara dan mudah Berdasarkan wawancara dengan sepertinya memang mengalami gejala stres kognitif yaitu pernah lupa saat menyampaikan materi. Berdasarkan keterangan dari mahasiswa yang bersangkutan, saat B membawa Bentuk Work-family conflict Bila dilihat gambaran family interfering mengganggu ayahnya serta mahasiswa with work, kedua partisipan mengalami di kelas. B juga kerap memikirkan WFC. B mengalami family interfering ayahnya yang sakit ketika mengajar. with work, dimana kepentingan keluarga Menurut mahasiswa yang bersangkutan, dapat menganggunya untuk melakukan ia pernah izin tidak mengajar karena tanggungjawab pekerjaan. Hal ini tampil harus mengantarkan ayahnya yang sakit. ketika ia terpaksa menggeser waktu M mengalami konflik dimana mengajar untuk mengantar istri bekerja. kepentingan keluarga dapat menganggu Family interfering with work juga tampil Ia juga menunda pekerjaan mengajar, bahkan menyuapi anaknya dan tidak hadir rapat untuk urusan makan saat di kelas: Menurut wawancara dengan istrinya, terkadang M terlambat datang Melani Aprianti dan Ajeng Amalia anaknya terlebih dahulu. menganggu peran suaminya di rumah. M dianggap memiliki dunia sendiri. Gambaran bahkan ketika anaknya menangis hanya di biarkan. B saat bekerja ke luar kota dan sibuk akan membuat anak dan istrinya protes. Gambaran Tipe Konflik Work interfering family tampil ketika B Behavior based conflict tidak kerap pulang terlalu larut sehingga ditemukan pada B dan M, karena membuat waktu mengobrol dengan anak keduanya dapat menyesuaian baik itu dan istri menjadi sedikit. Istrinya sering perilaku yang terjadi di rumah ataupun kesal saat jadwal subjek padat tidak di kantor sehingga tidak terjadi konflik sempat untuk membalas chat istri. Sementara pada strain based Menurut keterangan dari istrinya. B conflict dialami oleh B dan M. kerap membawa pekerjaan ke rumah juga saat hari Sabtu Minggu. pertamanya saat terlalu sibuk dengan M sering mendapat protes bekerja juga masih terlalu banyak dari istrinya karena terlalu sibuk dengan dibandingkan untuk keluarga, sehingga istrinya seringkali protes, bahkan marah. Sementara Adanya rapat dadakan membuat istri merasa telah diambil haknya. Menurut time-based Gambaran work-family conflict dan strategi coping pada dosen pria waktunya masih lebih banyak untuk menjalankan keduanya perannya dan pekerjaan dibandingkan untuk keluarga. mencoba bersyukur. Bila ditinjau dari coping proaktif. Gambaran Strategi Coping keduanya dapat mengantisipasi stres Problem-focused dengan melakukan usaha-usaha untuk mengurangi dampaknya dengan baik. langsung dan penyesuaian kognitif. Dari memiliki pengasuh untuk kedua anaknya segi penyelesaian masalah langsung. B sebagai bentuk antisipasi stres, karena ada yang menjaga anaknya ketika B dan menyelesaikan atau mengurangi dampak dari WFC yang dialami. Sementara solusi dengan menyelaraskan waktu kemarahan istrinya, maka ia sesekali kerja dan keluarga. M juga demikian, mengajak istri ikut dalam kegiatan walaupun harus menghadapi deadline Kemudian. Ia berharap istrinya dapat penyesuaian kognitif, keduanya sudah dapat mensyukuri dan menganggap apa Menurut wawancara dengan istri yang yang dikerjakannya saat ini sebagai B pada awalnya merasa sedih menyesuaikan pola pikirnya, dengan berupa mencari dukungan sosial dan strategi yang berfokus pada emosi. Bila Melani Aprianti dan Ajeng Amalia memiliki pandangan modern mendapatkan dukungan dari istri, rekan memandang bahwa ayah bukan hanya berdiskusi dengan istri, rekan sejawat, sebagai sumber pendukung finansial dan perlindungan, tetapi juga berperan aktif berdiskusi dengan istri, juga berdiskusi dalam keluarga. B tidak malu mengasuh dengan rekan sejawatnya. Sedangkan anaknya di kampus, sedangkan M dari segi strategi yang berfokus pada menggantikan istrinya menjaga anak. B melakukan olahraga dengan Selanjutnya Keduanya naik sepeda bersama rekanAerekan dosen, gambaran peran ayah sebagai pencari walaupun sekarang sudah jarang. nafkah, keduanya menjalani perannya melakukan relaksasi dengan olahraga sebagai pencari nafkah. Kemudian bila dan travelling, yaitu ikut kegiatan ditinjau dari segi gambaran peran ayah dalam keluarga, keduanya menjalani menggunakan bis dari kota satu ke kota peran sebagai teman dan pasangan, sebagai pengasuh, pendidik. Bila dilihat dari gambaran WFC. Kesimpulan keduanya mengalami konflik permintaan Dari penelitian ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu: Bila dilihat pekerjaan dan keluarga. Tetapi pada dari gambaran pandangan ayah secara umum. B dan M yang berprofesi sebagai Keduanya Gambaran work-family conflict dan strategi coping pada dosen pria menempatkan sikap yang tepat baik saat ini sebagai ibadah. Selain itu kedua pekerjaan maupun di rumah. Selanjutnya subjek juga melakukan coping proaktif, bentuk WFC sebagai dosen, kedua karena keduanya dapat mengantisipasi subjek mengalami konflik baik peran stres dengan melakukan usaha-usaha dalam keluarga menganggu pekerjaan untuk mengurangi dampaknya dengan . amily interfering with wor. maupun peran dalam pekerjaan Emotion Focused Coping yang keluarga . ork interfering with famil. Gambaran mencari dukungan sosial dan melakukan keduanya adalah strain based conflict strategi yang berfokus pada emosi. dan Time-Based Conflict. Konflik yang Namun mereka tidak melakukan denial, paling banyak terutama dialami oleh karena keduanya memikirkan masalah partisipan yang istrinya tidak bekerja ketika di kantor maupun rumah. dikarenakan kurang memahami situasi Penelitian ini hanya mengambil pekerjaan suami. Selanjutnya, gambaran partisipan berjenis kelamin pria, dengan strategi coping. Keduanya melakukan rentang umur tertentu dengan jumlah problem-focused coping, dengan cara sehingga penelitian dengan mencari solusinya. Kedua keberagaman partisipan dan jumlah subjek juga melakukan penyesuaian kognitif, dengan dapat mensyukuri dan menganggap apa yang dikerjakannya Melani Aprianti dan Ajeng Amalia Saran pectrum/May11-Livingston-WorkFamily-Conflict-ResearchLink. Cheung and Tang. Quality of Work Life as a Mediator Between Emotional Labor and Work Family Interference. J Bus Psychol, 24:245Ae 255 doi:10. 1007/s10869-009-91037. Fazriyati. November . Ayah bukan Hanya Figuran di Keluarga. Kompas. http://female. om/read/2011/11/12/09365696/Ayah Hanya. Figuran. Keluarga. Gray,T. Fatherhood. http://w. com/parenting/parenti ng_roles/fatherhood. Greenhaus. , & Beutell. Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review,10, 76-88. Hidayati. Kaloeti, & Karyono . Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak. Jurnal Psikologi Undip, 9. , id/index. php/psiko /2525. Judge. Joyce. Carl,J. , and Gregory. The Job Satisfaction-Job Performance Relationship: A Qualitative and Quantitative Review. Psychological Bulletin. Vol. No. Khan et al. Work-Family Conflict And Burnout Among Lecturers Of Public Sector Colleges. Pakistan Journal of Psychology, 43. , 93-107 Lamanna. Riedan. , & Strahm, . Mariages. Family & Relationship : Making choices in a diverse society . th ed. Belmont. CA: Woodswoth Engage Learning. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan peneliti mengajukan beberapa saran. Saran berikut: bagi penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan penelitian bukan hanya penelitian gambaran WFC pada dosen pria, tetapi juga pada dosen wanita. Disarankan juga untuk memilih subjek dengan rentang usia lebih jauh, dibandingkan juga dengan agama, suku, usia yang berbeda dan subjek yang lebih banyak. Daftar Pustaka