Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan (JKPPK) Vol. No. 1 Januari 2025 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 280-285 DOI: https://doi. org/10. 59031/jkppk. Available online at : https://jurnal. id/index. php/jkppk Budaya Konsumtif Anak Muda Dalam Penggunaan Produk Di Era Digital Pada Mahasiswa Unimof Siti Saharia1. Diva Isnayati2. Israyanti3. Muniati4. Abuzar Algifari5. Mario K. Wetter6. Febronia Suwanti7. Ardiansyah Andika Fajar8. Fransiska Liliana9. Veronika Dua Riong10. Numrotul Inayah11 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Maumere. Alamat. Jl. Sudirman No. Kelurahan. Waioti. Kec. Alok Tim. Kabupaten Sikka Jurnal Korespondensi : siti. saharia02@gmail. Abstract . This study aims to understand the factors that influence consumer behavior among students of Universitas Muhammadiyah Maumere. Through a qualitative approach, this study found that the influence of social media. FOMO, and impulsiveness are the main factors that drive consumer behavior. In addition, this study also identified that the lack of financial education and digital literacy exacerbates this problem. The results of this study suggest the need for comprehensive interventions, including better financial education, awareness campaigns, and stricter regulations on advertising targeting young people. Keywords . consumer culture. Young People. Product Use. Digital Era. Abstrak . Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa pengaruh media sosial. FOMO, dan impulsivitas merupakan faktor utama yang mendorong perilaku konsumtif. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa kurangnya pendidikan keuangan dan literasi digital memperparah masalah ini. Hasil penelitian ini menyarankan perlunya intervensi yang komprehensif, termasuk pendidikan keuangan yang lebih baik, kampanye kesadaran, serta regulasi yang lebih ketat terhadap iklan yang menargetkan anak muda. Kata Kunci . budaya konsumtif. Anak Muda. Penggunaan Produk. Era Digital PENDAHULUAN Pengertian konsumtif secara luas yaitu menggunakan barang atau jasa dengan cara berperilaku boros dan berlebihan yang lebih mendahulukan keinginan dari pada kebutuhan dalam segi prioritas atau dapat juga dikatakan gaya hidup berlebihan. Fenomena yang terjadi saat ini menunjukan bahwa masyarakat yang berperilaku konsumtif tidak melihat usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Mereka yaitu kaum muda, cenderung berperilaku konsumtif (Widyaningrum & Puspitadewi, 2. Received September 29, 2024. Revised September 6, 2024. Accepted Oktober 9, 2024 * Nurlaely, nurlaely1970@gmail. Perilaku konsumtif merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara berlebihan terhadap penggunaan suatu produk. Lebih lanjut, perilaku konsumtif juga di artikan sebagai tindakan memakai suatu produk secara tidak tuntas. Artinya seseorang membeli produk bukan karena produknya yang dipakai telah habis, melainkan karena adanya iming- iming hadiah yang ditawarkan atau bahkan produk tersebut sedang trend Anggraini & Santhoso dalam (Rustini T,dkk, 2. Fenomena perilaku konsumtif ini tentunya akan terus bebang, dikarenakan adanya faktor yang dapat menyebabakan muculnya perilaku konsumtif, salah satunya adalah gaya hidup menurut Anggraini & Santhoso . alam Mahardiyani IH. Putri SM, 2. Fenomena yang terjadi dikalangan anak muda saat ini sangat tinggi pengaruhnya pada budaya konsumtif hal ini disebabkan karena tingginya tingkat kebutuhan sehari- hari oleh manusia baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah yang akan lebih selektif pada produk yang dikonsumsi. Bagi Anak muda yang pada umumnya masih dalam proses pembentukan identitas dan preferensi konsumsinya, eksplorasi terus-menerus terhadap iklan yang ditargetkan dapat mempengaruhi keputusan pembelian remaja secara signifikan. Iklan tersebut umumnya dirancang untuk menarik perhatian dan mendorong pembelian secara impulsif, yang pada akhirnya dapat mengarah pada perilaku konsumtif yang berlebihan menurut Rahmatullah . alam Mauliana P, 2. Perilaku yang dipengaruhi oleh faktor keinginan yang telah memperoleh level yang tidak rasional dapat disebut sebagai perilaku konsumtif (Sumartono dalam Haryono, 2. Perilaku konsumtif sebagian besar muncul pada masa remaja sampai dewasa muda. Hal ini disebabkan oleh stereotip tentang konsumsi berlebihan, serta dorongan dalam diri untuk mendapatkan atau mengkonsumsi produk yang sedang tren, namun tidak berguna dalam jangka panjang. Faktor budaya, pribadi, dan bahkan psikologis dapat mempengaruhi perilaku konsumtif. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif adalah gaya hidup. Dengan mengingkatnya gaya hidup, orang menjadi hedonis, yaitu orang yang menikmati kesenangan dan akan menggunakannya, bahkan dalam jumlah kecil, untuk mendapatkan kesenangan yang mereka inginkan Khairat. Yusri & Yuliana . Berdasarkan pembahasan di atas Budaya Konsumtif Anak Muda di Era Digital dapat disimpulkan bahwa tidak semua orang dengan gaya hidup hedonis mengalami perilaku JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 konsumtif, begitu pula sebaliknya. Faktor-faktor perilaku konsumtif pada mahasiswa nilai-nilai impuls dapat mempengaruhi hubungan antara kedua konsep ini. Metodologi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dimana penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data-data berupa kata-kata dan gambar dilapangan dengan cara pengamatan, wawancara maupun Selain itu, untuk menggali data sesuai dengan faktanya di lapangan dan dianalisis dengan teori yang sudah ada. Sugiyono, . alam Kurniawan. , & Sutopo. Lokasi Penelitian Penelitian di lakukan di kampus Universitas Muhammadiyah maumere Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui: Wawancara Mendalam: Wawancara dilakukan bersama narasumber yaitu mahasiswa UNIMOF setempat untuk mendapatkan informasi terkait permasalahan yang dibahas. Pertanyaan wawancara dirancang untuk menggali pemahaman, sikap, dan pengalaman mereka terkait budaya konsumtif Observasi: Peneliti melakukan observasi langsung pada mahasiswa UNIMOF tentang budaya konsumtif anak muda diera digital C Dokumentasi: Pengumpulan data sekunder melalui dokumen dan laporan yang relevan dari narasumber ( mahasisw. Analisis Data Langkah terakhir dalam menganalisis penelitian kualitatif adalah penarikan Langkah terakhir dalam menganalisis penelitian kualitatif adalah penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat menjawab rumusan masalah yang JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan perumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada dilapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Budaya konsumtif anak muda semakin mengkhawatirkan di era digital. Kemudahan akses internet dan berbagai platform belanja online telah mendorong perilaku konsumtif yang tidak sehat. Beberapa hal yang menjadi alasan budaya konsumtif semakin marak di kalangan anak pengaruh media sosial. media sosial berperan besar dalam membentuk pola konsumtif anak muda. Iklan. Influencer dan tren yang beredar di media sosial sering kali memicu keinginan untuk memiliki produk- produk tertentu. Pengaruh media sosial juga menjadi hal yang paling berpengaruh di kalangan anak muda. Media sosial yang menjadi tempat membeli produk Ae produk tersebut seperti tiktok, instagram, facebook dan platform berbelanja lainnya. FOMO ( Fear of Missing ou. : rasa takut ketinggalan tren membuat anak muda mersa perlu terus membeli produk- produk baru untuk menjaga gengsi dan diterima dalam kelompok sosialnya. Fomo hingga kini masih menjadi penyakit yang dialami oleh kebanyakan anak muda. Rasa takut tertinggal tren atau hanya sekedar ikut ikutan yang menjadikan anak muda lebih konsumtif terhadap sebuah produk. Impultifitas : kemudahan berbelanja online membuat anak muda cenderung melakukan pembelian impulsif tanpa perencanaan yang matang. JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Kurangnya perencanaan atau pemahaman yang baik terhadap sesuatu dalam jangka panjang membuat anak muda tergesa- gesa dalam mengambil tindakan dan tidak mempertimbangkan resiko, seperti pembelian sebuah produk. Utang konsumtif : untuk memenuhi keinginan konsumtif, banyak anak muda yang terjebak dalam utang kartu kredit atau pinjaman online. Utang konsumtif merupakan sesuatu pinjaman uang yang digunakan untuk membeli barang atau jasa yang bersifat untuk memenuhi keinginan semata, misalnya membeli baju baru, smartphone dll. Barang- barang ini biasanyan tidak memiliki nilai jangka panjang atau tidak menghasilkan keuntungan. Selain itu. Utang konsumtif memiliki kesulitan untuk menabung atau mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Hal ini dikarenakan bunga pinjaman akan membuat total tagihan semakin tinggi. KESIMPULAN Budaya konsumtif merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai Beberapa faktor sangat mempengaruhi tingkat penggunaan atau pemakaian produk khususnya pada mahasiswa universitas Muhammadiyah Maumere. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, seperti pendidikan keuangan, literasi digital, dan regulasi yang lebih ketat. DAFTAR PUSTAKA