Vol. 1 No. Jurnal Deli Medical and Health Science Edition: April 2024 Ae Oktober 2024 http://ejournal. id/index. php/JDMHC Received : 04 Maret 2024 Revised: 08 April 2024 Accepted: 13 April 2024 PEWARNA ALAMI AKAR MENGKUDU (Morinda citrifolia L) SEBAGAI PENGGANTI SAFRANIN PADA PEWARNAAN GRAM NEGATIF Sofiani Sari. Alya Nur Nabilla. Cucu Arum Dwi Cahya. Rahmadani Sitepu Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam e-mail: sofiani. sari@gmail. Abstract Noni is a plant that has the potential to be used as a therapeutic element, but many people are still unaware of its benefits. This plant is one of the herbal plants part of the noni plant has body parts that can almost all be utilised. Noni root or known as Morinda citrifolia L. can be processed and used as a natural dye because it contains morindon. Noni contains the molecule morindin, a disaccharide derivative of anthraquinone or anthraquinone, so its roots are used as a dye. Morindon is a natural dye produced when morindin glycoside is hydrolysed which will produce a red colour. Morinda citrifolia Linn fruit has antibacterial properties inherent in phenol and flavonoid The purpose of this study is to determine whether or not noni root extract can be used as an alternative to safranin gram The variables used were noni root extract and gram staining which were carried out by Experimental Laboratories. This research began in May to June 2023. The results showed that noni root extract in a 60-second soak could colour gram-negative bacteria but in 20second and 30-second soaks there was no red colour on gramnegative bacteria. Noni root extract can be applied as an alternative gram stain to safranin. Keywords : Noni root extract. Bcterial staining. Safranin PENDAHULUAN digunakan sebagai Mengkudu atau sebagai Morinda citrifolia L. , merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat, namun masih banyak orang yang belum menyadari manfaatnya dan membiarkan buahnya jatuh ke tanah, di mana buah tersebut dapat rusak. Senada dengan Antara et , . yang mengungkapkan buah, biji, kulit, daun, dan akar adalah beberapa bagian tanaman yang dapat Berasal dari daerah tropis dan subtropis, tanaman mengkudu dikenal luas sebagai tanaman herbal yang tumbuh dalam jumlah besar. Karena bahan kimia metabolisme sekundernya, tanaman mengkudu termasuk tanaman Menurut Murdiati, . pestisida ini juga tidak Sari. Nabilla. Cahya. Sitepu. PEWARNA ALAMI . berbahaya bagi manusia dan lingkungan karena residunya mudah terhapus. dan morindin terdapat dalam akar mengkudu, seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian sebelumnya. Banyak memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai zat pewarna buatan pada (Morinda L). Morindon ditemukan di akar pohon mengkudu. Menurut Farida et al, . sebagai pewarna alami yang populer, morindon Mengkudu mengandung molekul antrakuinon atau antrakuinon, sehingga kuli akarnya akarnya digunakan sebagai Senyawa ini memiliki rumus kimia C27H30O14 . erat molekul = Warna kuning dihasilkan oleh bahan kimia ini. Sedangkan warna senyawa kimia dengan rumus molekul C15H10O8 . erat molekul = . yang dihasilkan ketika glikosida morindin Lingkungan menyebabkan morindin Bahan kimia antrakuinon yang mengandung senyawa aktif seperti xeronin dan proxeronin yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Infeksi pada kulit, demam, pilek, dan Tanaman dikonsumsi karena bahan alami dan dapat dikategorikan dalam zat yang tidak toksik atau tidak beracun (Cici, ambil suspensi bakteri dengan menjadi morindon, yang memberikan rona yang lebih gelap pada suatu benda. METODE Alat : Terdiri atas : batang pengaduk, neraca analitik, spatula, gelas ukur, evaporator, mikroskop, objeck glass, blender, parutan, pipet tetes, jembatan pewarnaan, tisu, kertas saring, label, handscoon, botol coklat, corong, beaker glass, bunsen. Menurut penelitian Purwantiningsih, . buah Morinda citrifolia Linn memiliki sifat antibakteri yang melekat pada molekul fenol dan flavonoid. Menggunakan akar mengkudu dengan pelarut air dan metanol untuk membuat warna alami adalah subjek penelitian yang sebelumnya telah dilakukan oleh Mariance Thomas dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut metanol menghasilkan warna merah, sedangkan pelarut air menghasilkan warna coklat Salah satu uji fitokimia yang digunakan kimia antrakuinon dan tanin Senyawa antrakuinon berupa morindan Bahan: Bahan yang digunakan terdiri atas serbuk akar mengkudu, metanol, kristal violet, aquades, iodin, alkohol 96%, safranin, imersi oil, bakteri e. Pembuatan Ekstrak Akar Mengkudu Berikut langkah dalam pembuatan ekstrak akar mengkudu. Sari. Nabilla. Cahya. Sitepu. PEWARNA ALAMI . Akar dengan air mengalir. Setelah itu, dijemur tanpa sinar matahari langsung untuk mencegah sinar UV merusak senyawa di dalamnya. Selanjutnya, gunakan pemotong memotong-motong, blender untuk menghancurkannya menjadi bubuk atau partikel kecil. Timbang 100 g bubuk akar mengkudu dimaserasi dalam 900 ml metanol pada suhu 15-20 OC selama tiga hari, aduk secara Ekstrak pekat dihasilkan dengan penguapan tekanan rendah dari ekstrak kasar menggunakan putar vakum pada suhu evaporator 65AC. Setelah kering tetesi 1 tetes imersi oil pada sediaan Kemudian mikroskop perbesaan 100x Preparat Eksperimen (Akar Mengkud. Lama Waktu 20 Detik Meletakkan preparat diatas rak Lalu teteskan gentian violet sampai menutupi sediaan diamkan 1 menit Kemudian cuci dengan air mengalir Lalu teteskan dengan larutan iodin tunggu 1 menit Lalu cuci kembali dengan air Lalu teteskan alcohol 96% pada objeck glass sampai warna tak luntur lagi tunggu 30 detik Kemudian tetesi dengan ekstrak akar mengkudu tunggu 20 detik Bersihkan dengan air mengalir lalu Setelah kering tetesi 1 tetes imersi oil pada sediaan Kemudian mikroskop perbesaan 100x Pengamatan Pembuatan Preparat Pijarkan ose cincin diatas api bunsen dinginkan sebentar Lalu menggunakan ose cincin Lalu buat sediaan diatas objeck glass, kemudian biarkan kering Preparat control (Safrani. Meletakkan preparat diatas rak Lalu teteskan gentian violet sampai menutupi sediaan diamkan 1 menit Kemudian bersihkan dengan air Lalu teteskan dengan larutan iodin tunggu 1 menit Lalu cuci kembali dengan air Lalu teteskan alkohol 96% pada objeck glass sampai warna tak luntur lagi tunggu 30 detik Kemudian tetesi dengan safranin tunggu 30 detik Bersihkan dengan air mengalir lalu Escherichia coli diamati secara mikroskopik dengan melihat bakteri di mikroskop dengan perbesaran 100x . Bakteri e. coli diletakkan diatas objek glass tunggu kering lalu diteteskan larutan kristal violet tunggu 1 menit cuci lalu teteskan iodin tunggu 1 menit bilas lalu teteskan alkohol sampai warna tak luntur lagi tunggu 30 detik bilas kembali lalu teteskan safranin tunggu 30 detik Data yang dikumpulkan adalah data primer hasil pembuatan ekstrak akar mengkudu dan hasil pengamatan pada mikroskop. Sari. Nabilla. Cahya. Sitepu. PEWARNA ALAMI . HASIL Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Spesimen dalam penelitian ini terdiri atas bakteri e. dan ekstrak akar mengkudu dengan Dengan lama rendaman 20 detik, 30 detik dan 60 detik . Hasil . Gambar di atas menunjukkan bahwa hasil pengamatan debfab nikroskopik menunjukkan preparat bakteri diketahui pada lama rendaman 20 detik dan 30 detik tidak terlihat dan tidak jelas dibandingkan dengan control pewarna Pewarnaan mulai baik terlihat rendaman 60 detik dengan ekstrak akar Setelah diteteskan di atas preparat, warna ekstrak akar mengkudu tampak merah, hampir sama dengan pewarnaan sintetis. Pada preparat bakteri e. coli yang diwarnai menggunakan ekstrak akar mengkudu diperoleh hasil pewarnaan Dilihat dari rendaman 20 detik dan 30 detik kotor sedangkan pada rendaman 60 detik terlihat bersih tidak ada endapan cat Sedangkan parameter kontras terhadap lapangan pandang lama rendaman 20 detik dan 30 detik tidak kontras dan bakteri tidak terbentuk sedangkan lama rendaman 60 detik terlihat kontras dan bakteri Gambar 4. Hasil Mikroskopis Kontrol Safranin Gambar 4. lama rendaman 20 detik . lama rendaman 30 detik . lama rendaman 60 detik Tabel 1. Hasil pewarnaan dengan . Kode Slide Warna Bakteri Kontras Terhadap Lapang Pandang Bentuk Bakteri Control Merah Kontras Basil (Batan. Sari. Nabilla. Cahya. Sitepu. PEWARNA ALAMI . Keterangan: Control : Pewarnaan Preparat Bakteri Menggunakan Safranin sedikit kontras, dan pewarnaan yang tidak dapat mewarnai tubuh bakteri. Ketika pewarnaan preparat bakteri E. Coli menghasilkan kualitas yang tinggi, mewarnai tubuh bakteri. Hal ini tidak terjadi ketika ekstrak akar mengkudu diaplikasikan selama 30 detik. Tabel 2. Hasil pewarnaan menggunakan ekstrak akar mengkudu Slid Warna Bakteri Kontras Lapanga Bentuk Bakteri Tidak Terwarnai Tidak Kontras Tidak Terbentuk Tidak Terwarnai Tidak Kontras Tidak Terbentuk Merah Kontras Basil (Batan. Keterangan: B1 : Pewarnaan preparat mengkudu 20 detik B2 : Pewarnaan preparat mengkudu 30 detik B3: Pewarnaan preparat mengkudu 60 detik PEMBAHASAN Pengambilan bahan aktif dari tanaman atau hewan disebut ekstraksi. Dalam proses ini, pelarut atau cairan pengayak akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung bahan aktif. Hal ini menghasilkan perbedaan konsentrasi cairan pengayak di dalam dan di luar sel, yang menyebabkan larutan yang Kecepatan difusi zat terlarut merupakan faktor yang mempengaruhi kecepatan Luas permukaan serbuk simplisia sangat berpengaruh. Semakin besar luas permukaan kontak, semakin mudah dan berhasil proses penyabunan. Bakteri gram negatif digunakan dalam penelitian ini. Bakteri gram negatif memiliki dinding sel yang lebih kompleks daripada bakteri gram positif memiliki lapisan lipopolisakarida yang mencegah partikel eksternal masuk, bakteri ini lebih tahan terhadap zat anti Senada dengan penelitian Tokan, . yang mengungkapkan bakteri gram positif, di sisi lain, memiliki konstruksi dinding sel yang lebih Oleh Prosedur maserasi dengan pelarut metanol digunakan untuk membuat ekstrak akar mengkudu. Tabel 1 menunjukkan bahwa sediaan bakteri E. Coli yang diaplikasikan dengan cat safranin menghasilkan pewarnaan yang efektif dalam mengkontraskan warna tubuh bakteri dan berkualitas tinggi. Tabel 2 Pewarnaan tubuh bakteri selama 20 detik dengan ekstrak akar mengkudu menghasilkan kualitas yang rendah. Sari. Nabilla. Cahya. Sitepu. PEWARNA ALAMI . menembus sel dan menemukan target untuk berfungsi. memiliki pewarnaan (Arianda, 2. Berdasarkan hasil pada tabel diatas bahwa preparat bakteri e. coli yang dicat menggunakan ekstrak akar mengkudu kualitasnya baik pada lama perendaman 60 detik. Pada lama perendaman 20 detik tidak baik, dan pada lama perendaman 30 detik juga tidak baik dikarenakan ketidakstabilan zat warna antosianin yang terkandung dalam akar Antosianin adalah senyawa yang bersifat amfoter yaitu dapat bereaksi dengan asam maupun basa dengan baik dan perubahan warna kestabilan antosianin dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ph, temperatur, oksigen dan ion logam. Kandungan air yang tinggi pada sediaan bakteri menyebabkan sediaan dengan air mengalir serta menyebabkan elemen lain dapat mencegah cat Untuk mendapatkan kualitas pewarnaan yang tinggi, faktor-faktor berikut ini harus dipertimbangkan: Sebelum pewarnaan, sediaan bakteri harus benar-benar kering. Saat pewarnaan bakteri, harus digunakan bersama dengan teknik pewarnaan yang digunakan. Cuci sediaan dengan hati-hati di bawah air mengalir untuk mencegah hilangnya sediaan. Sediaan kontrol gram negatif (Escherichia col. berbentuk basil/batang berwarna merah digunakan pada Tabel 1 untuk menampilkan hasil pengamatan Bakteri berbentuk basil atau batang berwarna merah terlihat pada gambar berikut setelah dilakukan uji sediaan dan penggantian cat warna utama . (Morinda citrifolia L). Ketika bakteri gram negatif diwarnai dengan gentian violet, lapisan lemak yang tebal dan membentuk ikatan yang lemah. Inilah sebabnya mengapa bakteri gram negatif dengan lemak tebal pada akhirnya akan kehilangan warna gentian violet yang diinduksi oleh alkohol. Lugol kemudian memperkuat ikatan dengan gentian violet, tetapi tidak cukup signifikan secara statistik. Warna merah safranin akan diserap oleh bakteri karena tidak Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan hasilnya sebagai berikut : Ekstrak akar mengkudu (Morinda safranin pada pewarnaan gram melekat pada sediaan bakteri. Kualitas pewarnaan yang baik dicapai ketika sampel bakteri E. Coli diwarnai dengan ekstrak akar mengkudu dan direndam selama satu menit. DAFTAR PUSTAKA