Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 01. Januari 2025 pp. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Open Access: https://wiyatamandala. e-journal. id/JBA Analisis Faktor-Faktor Keuangan yang Memengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan di Indonesia Veny Anggraini Astanti1* Siti Alliyah2 1,2 Universitas YPPI Rembang ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan komite audit terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Metode purposive sampling digunakan untuk mengakses sampel, ditemukan 78 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2020-2022. Data didapatkan melalui dokumentasi, dan analisis dilakukan menggunakan metode Kata Kunci: regresi logistik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa profitabilitas memiliki Profitabilitas, dampak positif tetapi tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan. Solvabilitas perusahaan, komite audit dan ukuran perusahaan memiliki dampak negatif namun tidak signifikan, sedangkan dan ketepatan waktu komite audit menunjukkan dampak positif yang tidak signifikan. Nilai Nagelkerke R pelaporan keuangan Square 0,075 mengindikasikan bahwa variabel independen hanya dapat mengklarifikasi 7,5% variasi ketepatan waktu laporan, sementara 92,5% dipengaruhi Keywords: oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian model. Profitability, solvency. ABSTRACT company size, audit committee and timeliness This study examines Influences on the timeliness of financial reporting include of financial reporting. profitability, solvency, company size, and having an audit committee. Purposive sampling was used to select 78 companies listed on the IDX between 2020 and 2022 in DOI: order to collect data. The primary approach for data collection involved documentation, 52859/jba. and logistic regression analysis served to assess the results. The findings indicate that profitability has a positive impact on the timeliness of reporting, yet this impact does not reach statistical significance. Having an audit committee is connected with a beneficial but not considerable effect on the promptness of reporting, whereas both business size and solvency exhibit negative but minor effects. Based on the Nagelkerke R Square value of 0. 075, only 7. 5% of the changes in the dependent variable can be explained by the independent variables, with the remaining 92. 5% possibly being caused by other factors that were not considered. INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Pengajuan: 14-11-24 Revisi: 22-11-24 Penerimaan: 30-11-24 PENDAHULUAN Pertumbuhan bisnis yang semakin cepat, menuntut perusahaan menyajikan laporan keuangan yang Ketepatan waktu adalah salah satu faktor penting dalam penyajian suatu informasi yang relevan bagi perusahaan go public dalam melakukan pelaporan keuangan, sebab keterlambatan penyampaian informasi keuangan dapat menyebabkan keputusan yang dihasilkan kurang berkualitas (Suryani dan Pinem, 2. Perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan kepada Bursa Efek Indonesia dan para investor karena dari laporan keuangan tersedia informasi yang dibutuhkan. Seiring dengan perkembangan pasar modal yang semakin pesat, persaingan dunia bisnis tentu akan semakin kompetitif dalam penyediaan informasi maupun untuk memperoleh informasi sebagai dasar pengambilan keputusan. Salah satu informasi penting dalam bisnis adalah laporan keuangan yang disediakan setiap perusahaan yang go public. Laporan keuangan merupakan salah satu data keuangan yang berisi informasi sehubungan dengan transaksi-transaksi yang terjadi selama periode tertentu (Nuralifiya. Informasi keuangan merupakan sumber informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk mengambil Penyampaian laporan bukan hanya laporan keuangan bahkan informasi sangat dibutuhkan secara langsung maupun tidak langsung. Para pengguna laporan keuangan harus berhati-hati dalam proses pengambilan keputusan sebelum meninjau hal-hal apa saja yang terkandung dalam informasi pada suatu laporan keuangan tersebut (Asriyatun dan Syarifudin, 2. Pentingnya laporan keuangan yang dijadikan sebagai informasi bagi investor juga harus didukung ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan. * Penulis Korespondensi: Veny Anggraini Astanti | venyanggraini2602@gmail. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis. Vol. PP. Ketepatan waktu pelaporan keuangan sangat penting bagi perusahaan, dengan mengikuti peraturan yang ditentukan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuanga. , yaitu peraturan No. 14/POJK. 04/2022 tentang penyampaian laporan tahunan emiten atau perusahaan. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif wajib menyampaikan laporan tahunan kepada OJK (Otoritas Jasa Keuanga. paling lambat akhir bulan ketiga . setelah tanggal laporan keuangan Keterlambatan pelaporan keuangan ini dapat mempengaruhi informasi yang dipublikasikan, sehingga akan berpengaruh terhadap ketidakpastian keputusan berdasarkan informasi yang tidak relevan (Hasanah, dkk 2. Beberapa faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan pada penelitian yang telah dilakukan yaitu profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan dan komite audit. Faktor pertama yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan yaitu profitabilitas. Menurut Putri dan Nugroho . Profitabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya, yaitu yang berasal dari kegiatan penjualan, penggunaan aset, maupun penggunaan modal. Perusahaan yang memperoleh laba cenderung menyampaikan laporan keuangan tepat waktu. Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan Veronika, dkk . profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan, sedangkan menurut hasil penelitian Carolina, dkk . profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Faktor yang kedua yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan adalah solvabilitas. Solvabilitas adalah rasio yang dapat digunakan untuk mengukur perbandingan antara jumlah hutang dengan ekuitas perusahaan. Ekuitas dan jumlah hutang yang digunakan untuk operasional pada perusahaan harus seimbang (Ginting dan Natasha, 2. Solvabilitas digunakan untuk menilai apakah modal yang dimiliki oleh perusahaan mampu memenuhi seluruh kewajiban pada perusahaan (Avkarina, dkk 2. Menurut hasil penelitian Ginting dan Natasha . solvabilitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Sedangkan menurut hasil penelitian Septiani dan Arfianti . solvabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Faktor ketiga yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan adalah ukuran perusahaan. Menurut Ginting dan Natasha . ukuran perusahaan yaitu menggambarkan besar dan kecil pada suatu perusahaan berdasarkan beberapa ketentuan seperti total aset maupun total penjualan. Ukuran perusahaan dapat dinyatakan dalam total aset dan menunjukkan seberapa besar informasi yang terdapat di dalam perusahaan. Menurut hasil penelitian Rahma, dkk . ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan, sedangkan hasil penelitian yang telah dilakukan Ginting dan Natasha . ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Faktor yang terakhir adalah komite audit merupakan suatu komite yang dibentuk oleh dewan komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi dewan komisaris, (Putri et al. , dalam Azhari dan Nuryanto, 2. Semakin banyak anggota komite audit yang memiliki keahlian dalam bidang keuangan maka semakin banyak pula sumber informasi dan pengetahuan yang dimiliki. Supaya komite audit dapat melaksanakan tugasnya secara mandiri dan lebih objektif. Menurut hasil penelitian Azhari dan Nuryanto . komite audit berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan, sedangkan hasil penelitian yang telah dilakukan Tang dan Elvi . komite audit berpengaruh negatif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Perusahaan yang akan dijadikan sebagai objek penelitian yaitu perusahaan sektor aneka industri. Perusahaan sektor aneka industri merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi yang cukup besar dalam dunia investasi, yang mana berarti informasi laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam sektor aneka industri harus disampaikan secara tepat waktu dan akurat, namun pada kenyataannya masih banyak perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan keuangan (Ayunda, dkk Berdasarkan perbedaan hasil penelitian sebelumnya maka penelitian yang telah dilakukan yaitu AuPengaruh Profitabilitas. Solvabilitas. Ukuran Perusahaan. Komite Audit Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan pada Perusahaan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 20202022Ay. Analisis Faktor-Faktor Keuangan yang Memengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2024 TELAAH LITERATUR Teori Sinyal . ignaling theor. Menurut Spence dalam Triyani dan Prasetyo . teori sinyal menjelaskan bahwa proses mempekerjakan seseorang adalah sebuah investasi, dimana pelamar memberi sinyal kepada pemberi kerja mengenai kemampuannya. Dalam konteks yang lebih umum. Spence dalam Pratama, dkk . menjelaskan bahwa sinyal membawa informasi dari pihak yang mempunyai lebih banyak informasi kepada pihak yang mempunyai lebih sedikit informasi. Teori sinyal merupakan suatu perilaku manajemen perusahaan dalam memberi petunjuk untuk investor terkait pandangan manajemen pada prospek perusahaan untuk masa mendatang (Putri dan Nugroho. Pada waktu informasi diumumkan dan semua pelaku pasar sudah menerima informasi tersebut, pelaku pasar terlebih dahulu menginterpretasikan dan menganalisis informasi tersebut sebagai sinyal baik . ood new. atau sinyal buruk . ad new. Teori sinyal merupakan informasi laporan keuangan perusahaan yang disebabkan karena adanya informasi antara perusahaan dan pihak luar . Perusahaan yang mempunyai kinerja baik akan menyampaikan berita tersebut kepada investor. Perusahaan yang memiliki berita baik akan memberikan sinyal dengan menerbitkan laporan perusahaan dengan tepat waktu. Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Menurut IAI dalam Ginting dan Natasha . tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Salah satu karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah relevan. Relevan artinya bahwa informasi tersebut dapat membantu para pengguna laporan keuangan dalam membuat keputusan ekonomi. Pembuatan keputusan ekonomi dilakukan dengan mengevaluasi peristiwa yang terjadi dimasa lalu. Salah satu indikator dari relevansi itu adalah ketepatan waktu. Ketepatan waktu adalah informasi yang ada siap untuk digunakan sebelum kehilangan makna oleh pemakai laporan keuangan serta kapasitasnya masih tersedia dalam pengambilan Profitabilitas Menurut Rikah . rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Profitabilitas merupakan gambaran dari kinerja manajemen dalam mengelola perusahaan. Ukuran profitabilitas dapat berbagai macam seperti: laba operasi, laba bersih, tingkat pengembalian investasi/aktiva dan tingkat pengembalian ekuitas pemilik. Rasio profitabilitas atau rasio rentabilitas menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan yang ditunjukkan dari laba yang dihasilkan dari penjualan atau dari pendapatan investasi. Solvabilitas Menurut Sujarweni . rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka Hal ini berarti solvabilitas merupakan alat untuk mengukur seberapa besar suatu perusahaan tergantung kepada hutang dalam membiayai aktiva perusahaan. Proses pengauditan utang relatif membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pengauditan ekuitas, maka dari itu diperkirakan tingkat solvabilitas yang tinggi akan menyebabkan semakin lama pelaporan keuangan. Ukuran Perusahaan Menurut Supartini, dkk . Besar kecilnya ukuran perusahaan dapat didasarkan pada total nilai aktiva, total penjualan, kapitalisasi pasar, jumlah tenaga kerja dan sebagainya. Perusahan yang memiliki sumber daya . yang besar meliki lebih banyak sumber informasi, sistem informasi yang lebih canggih, memiliki sistem pengendalian intern yang kuat, adanya pengawasan dari investor dan sorotan masyarakat, maka hal ini memungkinkan perusahaan untuk melaporkan laporan keuangan auditnya lebih cepat ke publik. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis. Vol. PP. Komite Audit Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris dan bertanggungjawab kepada dewan komisaris dalam membantu melaksanakan fungsi dewan komisaris, yang anggotanya diangkat dan dihentikan oleh dewan komisaris, komite audit bertindak secara independen dalam melaksanakan tugas dan fungsi dewan komisaris (Putri et al. , dalam Azhari dan Nuryanto, 2. Semakin banyak anggota komite audit yang memiliki keahlian dalam bidang keuangan maka semakin banyak pula sumber informasi dan pengetahuan yang dimiliki. Sehingga diharapkan dapat mengarahkan komite audit untuk melaksanakan tugasnya secara mandiri dan lebih objektif. Pengembangan Hipotesis Hubungan antara profitabilitas dan ketepatan waktu pelaporan keuangan Profitabilitas yaitu tingkat efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan operasional atau bisnisnya. Fungsi utama adalah memberikan informasi kepada pemegang saham tentang distribusi keuntungan . Bagi para investor, profitabilitas berperan sebagai petunjuk untuk memperkirakan kemungkinan perubahan nilai saham, sedangkan untuk kreditor. Profitabilitas merupakan faktor penting dalam mengevaluasi kemampuan sebuah perusahaan untuk memenuhi kewajiban pembayaran utangnya (Rikah, 2. Pernyataan yang disebutkan menjelaskan hubungan antara profitabilitas dan ketepatan waktu pelaporan keuangan di perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, berdasarkan studi sebelumnya yang dikerjakan oleh Azhari dan Nuryanto . Berdasarkan temuan yang diperoleh, pernyataan yang diajukan adalah sebagai berikut: H1: Profitabilitas diharapkan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan di sektor aneka industri yang terdaftar di BEI selama 2020-2022. Hubungan anatara solvabilitas dan ketepatan waktu pelaporan keuangan Solvabilitas perusahaan merupakan istilah yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjang seperti pinjaman dan utang. Besar utang perusahaan berbanding lurus dengan tingginya bunga yang harus dibayar, yang bisa menyusutkan keuntungan yang didapat. Di samping itu, jumlah utang yang besar dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk memenuhi tanggung jawabnya, sehingga seringkali mengakibatkan keterlambatan dalam pelaporan keuangan. Besar utang juga meningkatkan risiko perusahaan, yang bisa memberikan sinyal negatif kepada investor, menurunkan ketertarikan mereka untuk berinvestasi lagi, dan pada akhirnya mengurangi pendapatan perusahaan (Septiana, 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Septiani dan Arfianti . , ditemukan bahwa Solvabilitas memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Artinya, semakin tinggi kemampuan keuangan suatu perusahaan, semakin kecil peluang untuk menyerahkan laporan keuangan tepat waktu, hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H2: Solvabilitas memiliki dampak negatif yang penting terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan di perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2020-2022. Hubungan antara ukuran perusahaan dan ketepatan waktu pelaporan keuangan Kemampuan untuk menyampaikan laporan keuangan tepat waktu sering kali terkait dengan ukuran Secara umum, perusahaan besar yang memiliki banyak aset melaporkan lebih cepat daripada perusahaan kecil dan menengah. Proksi yang dipakai untuk menilai ukuran perusahaan meliputi total aset, volume penjualan, dan kapitalisasi pasar, yang semuanya mencerminkan skala serta sumber daya perusahaan (Nuralifiya,2. Studi yang dilakukan oleh Fitria . menunjukkan bahwa besarnya perusahaan berkaitan secara positif dan signifikan dengan ketepatan waktu dalam menyampaikan laporan keuangan. Dari evaluasi dan konsep yang telah diajukan, hipotesis yang dipaparkan dalam studi ini adalah: H3: Ukuran perusahaan memiliki dampak positif yang penting pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan sektor aneka industri di BEI selama tahun 2020 - 2022. Hubungan antara komite audit dan ketepatan waktu pelaporan keuangan Tugas komite audit meliputi pengawasan dan penilaian kinerja audit dan keahlian anggota komite audit dalam industri perusahaan yang mereka awasi. Dalam hal ini. Komite Audit bertugas untuk memastikan Analisis Faktor-Faktor Keuangan yang Memengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2024 efektivitas pelaksanaan audit serta memberikan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tentang pemilihan auditor dan firma audit yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan (Laksito. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Fakri dan Taqwa . , dapat disimpulkan bahwa keberadaan komite audit berpengaruh positif yang penting terhadap keakuratan waktu pelaporan keuangan. Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: H4: Menyatakan bahwa komite audit memberikan pengaruh positif yang penting terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan di perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2022. METODE Populasi serta sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan perusahaan sektor aneka industri yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Teknik pengambilan sampel dilakukan berdasarkan kriteria sebagai berikut : Perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan annual report secara berturut-turut pada periode 2020-2022. Perusahaan sektor aneka industri yang datanya sesuai dengan kriteria profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, komite audit. Variabel Dependen Pengukuran ketepatan waktu pelaporan keuangan diproksikan dengan menggunakan variabel dummy yaitu dengan kategori 0 untuk perusahaan yang tidak tepat waktu, sedangkan kategori 1 untuk perusahaan yang tepat waktu. Variabel Independen Profitabilitas ROA adalah cara untuk menilai sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dengan efisien dari aset yang dimilikinya. Semakin tinggi tingkat ROA, semakin efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk mendapatkan profit. Menurut Kasmir . , cara perhitungan ROA adalah: ROA=(Laba Bersi. /(Total Ase. x 100% Solvabilitas Menurut Ginting dan Natasha . , rasio ini mengukur rasio hutang yang digunakan oleh perusahaan untuk menyediakan aset yang terkait dengan modal. Semakin besar rasio ini, semakin meningkat ketergantungan perusahaan pada utang untuk mendukung operasionalnya, yang bisa menunjukkan risiko lebih tinggi terkait dengan solvabilitas. Sebaliknya, rasio yang lebih rendah mengindikasikan bahwa perusahaan lebih bergantung pada ekuitas dibandingkan utang. Rumus perbandingan utang dengan ekuitas dapat dinyatakan berikut ini: DER=(Total Utan. /(Ekuitas ) Ukuran Perusahaan Untuk mengevaluasi ukuran suatu perusahaan, biasanya digunakan beberapa indikator seperti total aset, penjualan, atau kapitalisasi pasar perusahaan (Kalsum, 2. Rumus umum yang kerap dipakai untuk menilai ukuran perusahaan adalah: SIZE= Ln(Total Ase. Komite Audit Berdasarkan Sugiyono . , dewan komisaris mendirikan komite audit guna mendukung pengawasan sistem pengendalian internal, mutu laporan keuangan, serta efisiensi audit internal. Tugas utama komite ini adalah sebagai sarana untuk memastikan bahwa proses pelaporan keuangan perusahaan dilaksanakan dengan transparansi, keandalan, dan akuntabilitas yang cukup. Komite audit juga bertugas untuk menilai keefektifan pengendalian risiko dan menjamin bahwa perusahaan mengikuti regulasi yang ada. Pengertian rumus yang akan diterapkan adalah : ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis. Vol. PP. Komite Audit=Total. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis statistik deskriptif Tabel 1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif ROA DER SIZE KOMITE AUDIT Valid N . Sumber : Data diolah, 2024 Minimum -25,34 -30,15 24,53 1,00 Maximum 21,37 114,29 40,58 6,00 Mean ,6232 2,1826 29,2241 3,0128 Std. Deviation 7,70343 14,71594 3,29472 ,44118 Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa dari 78 observasi, variabel profitabilitas (ROA) memiliki nilai ratarata sebesar 0,6232 kali dan nilai standar deviasi sebesar 7,70343 kali. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang diobservasikan memiliki ROA dengan variasi besar, karena nilai standar deviasi lebih besar dari mean. Sedangkan nilai minimum variabel profitabilitas (ROA) sebesar -25,34 dan nilai maksimum sebesar 21,37. solvabilitas (DER) memiliki nilai rata-rata sebesar 2,1826 kali dan nilai standar deviasi sebesar 14,71594 kali. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang diobservasikan memiliki DER dengan variasi besar, karena nilai standar deviasi lebih besar dari mean. Adapun nilai minimum variabel solvabilitas (DER) sebesar -30,15 kali dan nilai maksimum sebesar 114,29 kali. ukuran perusahaan . memiliki nilai rata-rata sebesar 29,2241 kali dan nilai standar deviasi sebesar 3,29472 kali. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang diobservasikan memiliki size dengan variasi kecil, karena nilai standar deviasi lebih kecil dari mean. Sedangkan nilai minimum sebesar 24,53 kali dan nilai maksimum 40,58 kali. komite audit . memiliki nilai rata-rata sebesar 3,0128 kali dan nilai standar deviasi sebesar 0,44118 kali. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang diobservasikan memiliki komite dengan variasi kecil, karena nilai standar deviasi lebih kecil dari mean. Sedangkan nilai minimum sebesar 1,00 kali dan nilai maksimum 6,00 kali. Pengujian Kelayakan Model Regresi (Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Tes. Tabel 2 Hosmer dan Lemeshow Test Step Chi-square Sig. 5,476 ,706 Sumber : Data Sekunder diolah, 2024 Berdasarkan tabel 2 Hosmer and LemeshowAos diatas, nilai probabilitas signifikan dari output Hosmer and LemeshowAos adalah 0,706 dimana nilainya lebih besar dari 0,05, maka hipotesis nol (H . Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan model regresi yang digunakan dalam penelitian layak digunakan untuk menganalisis prediksi perusahaan yang melaporkan laporan keuangan dengan tepat waktu, karena cocok dengan data observasinya. Menguji Keseluruhan Regresi (Overall Model Fi. Tabel 3 Block 0: Beginning Block Iteration Step 0! -2 Log likelihood! 105,605 105,604 105,604 Coefficients Constant ,359 ,363 ,363 Sumber : Data sekunder diolah, 2024 Tabel 4 Block 1: Method = Enter Coefficients Analisis Faktor-Faktor Keuangan yang Memengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2024 -2 Log Iteration Constant Step 1 101,172 ,709 101,128 ,678 101,128 ,673 101,128 ,673 Sumber : Data Sekunder diolah, 2024. ROA ,053 ,059 ,059 ,059 DER -,009 -,009 -,009 -,009 SIZE -,031 -,034 -,034 -,034 KOMITE AUDIT ,182 ,220 ,222 ,222 Berdasarkan tabel 3 (Iteration Historya,b,. output SPSS dapat membandingkan dengan memberikan dua nilai -2LogL yaitu satu model yang hanya memasukkan konstanta sebesar 105,604. Sedangkan pada tabel 4 (Iteration Historya,b,c,. untuk -2LogL yang kedua adalah sebagai model dan dan variabel bebas . ROA. DER. SIZE dan KOMITE AUDIT yang memiliki nilai -2LogL sebesar 101,128. Dengan demikian adanya penurunan nilai -2LogL yaitu sebesar 105,604 Ae 101,128 = 4,476, maka dapat menunjukkan bahwa model sudah Fit dengan data. Menguji Koefisien Determinasi ( NagelkerkeAos R Squar. Tabel 5 Hasil uji koefisien determinasi Step -2 Log Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square 101,128a ,056 ,075 Sumber : Data diolah, 2024 Berdasarkan tabel 5 nilai Cox & Snell R Square sebesar 0,056 dan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,075 yang berarti variabilitas variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 7,5% dan sisanya 92,5% dijelaskan oleh variabel-variabel atau faktor lain di luar model penelitian. Hasil Analisis Regresi Logistik Tabel 6 Hasil uji analisis regresi logistik Step 1a ROA DER SIZE KOMITE AUDIT Constant ,059 -,009 -,034 ,222 ,034 ,017 ,072 ,616 Wald 2,980 ,288 ,219 ,130 Sig. ,084 ,592 ,640 ,718 Exp (B) 1,061 ,991 ,967 1,249 ,673 2,797 ,058 ,810 1,961 Sumber : Data Sekunder diolah, 2024 Dari hasil uji regresi logistik, maka diperoleh model regresi logistik pada tabel 6 berikut: KTW Ln = = 0,673 0,059 ROA Oe 0,009 DER Oe 0,034 SIZE 0,222 KOMITE e 1 Oe KTW Model tersebut dapat diinterprestasikan sebagai berikut: Variabel bebas ROA tidak signifikan pada probabilitas 0,084, variabel DER juga tidak signifikan pada probabilitas 0,592, variabel SIZE juga tidak signifikan pada probabilitas 0,640 dan variabel KOMITE juga tidak signifikan pada probabilitas 0,810. Sebuah perusahaan jika ROA dianggap konstan . esar atau keci. suatu perusahaan, maka setiap unit kenaikan ROA akan meningkatkan log of odds perusahaan yang akan sukses dengan angka sebesar 0,059. Sebuah perusahaan jika DER dianggap konstan . esar atau keci. suatu perusahaan, maka setiap unit kenaikan DER akan meningkatkan log of odds perusahaan yang akan sukses dengan angka sebesar -0,009. Sebuah perusahaan jika SIZE dianggap konstan . esar atau keci. suatu perusahaan, maka setiap unit kenaikan SIZE akan meningkatkan log of odds perusahaan yang akan sukses dengan angka sebesar -0,034. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis. Vol. PP. Sebuah perusahaan jika KOMITE dianggap konstan . esar atau keci. suatu perusahaan, maka setiap unit kenaikan KOMITE akan meningkatkan log of odds perusahaan yang akan sukses dengan angka sebesar 0,222. Hasil Uji Hipotesis Tabel 7 Hasil_Analisis dan Tingkat Signifikansi Variabel ROA DER SIZE KOMITE AUDIT Constant ,059 -,009 -,034 ,222 ,673 Sig. ,084 ,592 ,640 ,718 ,810 Kesimpulan H1 ditolak H2 ditolak H3 ditolak H4 ditolak Sumber: Data Sekunder_diolah, 2024! Dilihat dari tabel 7 berdasarkan uji regresi logistik dan tingkat signifikansi dapat diuraikan sebagai berikut: Hipotesis pertama diduga profitabilitas berpengaruh posistif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Berdasarkan hasil uji regresi logistik dan tingkat signifikansi di atas, diperoleh nilai koefisien 0,059 dengan tingkat signifikansi 0,084 di mana taraf signifikansinya > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 ditolak, artinya profitabilitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hipotesis kedua diduga sovabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Berdasarkan hasil uji regresi logistik dan tingkat signifikansi di atas, diperoleh nilai koefisien -0,009 dengan tingkat signifikansi 0,592 di mana taraf signifikansinya > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H2 ditolak, artinya solvabilitas berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hipotesis ketiga diduga ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Berdasarkan hasil uji regresi logistik dan tingkat signifikansi di atas, diperoleh nilai koefisien -0,034 dengan tingkat signifikansi 0,640 di mana taraf signifikansinya > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H3 ditolak, artinya ukuran perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hipotesis keempat diduga komite audit berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Berdasarkan hasil uji regresi logistik dan tingkat signifikansi di atas, diperoleh nilai koefisien 0,222 dengan tingkat signifikansi 0,718 di mana taraf signifikansinya > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H4 ditolak, artinya komite audit berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. PEMBAHASAN Pengaruh Profitabilitas (ROA) terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Hasil pengujian regresi logistik menunjukkan bahwa variabel profitabilitas (X . berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan sektor aneka industri tahun Dengan demikian penelitian ini tidak dapat menerima hipotesis (H . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Chandra . yang menyatakan bahwa profitabilitas (ROA) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Azhari dan Nuryanto . mengatakan bahwa profitabilitas (ROA) berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Pengaruh Solvabilitas (DER) terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Hasil pengujian regresi logistik menujukkan bahwa variabel solvabilitas (X. yang diproksikan dengan DER berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan sektor aneka industri tahun 2020-2022. Dengan demikian penelitian ini tidak dapat menerima hipotesis (H. yang menyatakan bahwa solvabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Analisis Faktor-Faktor Keuangan yang Memengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2024 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Ginting dan Natasha dalam Widayati dan Alliyah . yang menyatakan bahwa solvabilitas (DER) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Widayati dan Alliyah . mengatakan bahwa solvabilitas (DER) berpengaruh negatif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Pengaruh Ukuran Perusahaan (Siz. terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Hasil pengujian regresi logistik menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan (X . berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan sektor aneka industri tahun 2020-2022. Dengan demikian penelitian ini tidak dapat menerima hipotesis (H . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Aprianti dalam Ginting dan Natasha . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Fitria . mengatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Pengaruh Komite Audit (Komit. terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Hasil pengujian regresi logistik menunjukkan bahwa variabel komite audit (X . berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan sektor aneka industri tahun Dengan demikian penelitian ini tidak dapat menerima hipotesis (H . yang menyatakan bahwa komite audit berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan penelitian Silvirianiti dan Tumirin . yang menyatakan bahwa komite audit berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Fakri dan Taqwa . mengatakan bahwa komite audit berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. SIMPULAN Berdasarkan pemaparan hasil pengolahan data yang dilakukan pada bab sebelumnya,maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Variabel profitabilitas (ROA) mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Variabel Debt to Equity (DER) mempunyai pengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Variabel ukuran perusahaan (Siz. mempunyai pengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Variabel komite audit . mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). SARAN