Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. ANALISIS RASIO LIKUIDITAS. LEVERAGE. DAN PROFITABILITAS UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT ASTRINDO NUSANTARA INFRASTRUKTUR TBK Rian Hermawan*. Wilda Yanti Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur. Indonesia Jalan APT Pranoto Kelurahan Gunung Panjang Kecamatan Samarinda Seberang. Indonesia *Korespondensi Penulis: rianhermawan097@gmail. ABSTRACT A company is an organizational entity established to provide products and services to the public, with the primary objective of generating a profit. The Company strives to provide high-quality goods and services, generate a profit while upholding the principles of corporate governance, and support its financial objectives. The purpose of this study was to analyze the economic performance of PT. Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk. in managing assets, liabilities, and capital. This research used qualitative methods and analyzed secondary data from the financial reports . alance sheet and income statemen. of PT. Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk, listed on the IDX from 2018 to 2022. The study employed analysis tools such as the Current & Cash Ratio. Debt to Assets & Equity Ratio, and Return on Assets & Equity Ratio. The company had a poor liquidity ratio during 2018-2022 because the current ratio and cash ratio were below the industry standards of 200% and 50%, respectively. The current ratio was 66. 644%, while the cash ratio was only 1. The debt-to-assets and debt-to-equity ratios exceeded the industry standards of 35% and 90%, reaching 64. 266% and 192. Meanwhile, the return on assets and return on equity remained below the benchmarks of 30% and 40%, at 1. 89%, respectively. Keywords: Financial Performance. Liquidity. Profitability, and Leverage. ABSTRAK Perusahaan adalah suatu badan berbentuk organisasi yang didirikan untuk menyediakan produk dan jasa kepada masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan. Perseroan berupaya untuk menyediakan barang dan/atau jasa yang berkualitas tinggi, untuk memperoleh keuntungan dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan untuk mendukung tujuan keuntungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk. dalam mengelola aset, liabilitas, dan modal. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan . eraca dan laporan laba rug. pada perusahaan PT. Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk terdaftar di BEI pada tahun 2018 - 2022. Penelitian ini menggunakan alat analisis Current & Cash Ratio. Debt to Assets & Equity Ratio. Return on Assets & Equity Ratio. Perusahaan memiliki rasio likuiditas yang buruk pada tahun 2018-2022 karena rasio lancar dan rasio kas berada di bawah standar industri masing-masing sebesar 200% dan Rasio lancarnya sebesar 66,644%, sedangkan rasio kasnya sebesar 1,75%. Rasio utang terhadap aset dan utang terhadap ekuitas masih berada di atas standar industri sebesar 35% dan 90%, yaitu sebesar 64,266% dan 192,368%. Return on capital dan return on equity masih di bawah 30% dan 40%, masing-masing sebesar 1,254% dan 3,89%. Kata kunci: Kinerja Keuangan. Likuditas. Profitabilitas, dan Solvabilitas transform Vol. No. April: 117-124 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. PENDAHULUAN Perusahaan secara umum dengan tujuan untuk selalu berkembang dalam jangka panjang dan menghasilkan keuntungan yang meningkat secara berkala. Saat kondisi perubahan zaman yang terus berubah, maka akan berdampak pada keuangan perusahaan ataupun masyarakat secara keseluruhan. Kondisi perusahaan ataupun masyarakat dalam mempertahankan keuangan dengan melakukan investasi, seperti berinvestasi dengan menaruh modal saham di perusahaan lain. Investor harus meninjau laporan keuangan perusahaan untuk memahami informasi keuangan (Nurmasari. Laporan keuangan dapat menghasilkan output dari proses pengerjaan akuntansi yang mengomunikasikan keuangan serta operasi perusahaan kepada para investor yang tertarik dengan informasi atau kegiatan perusahaan tersebut (Yuniarmi dan Fauziah, 2. Analisis rasio adalah salah satu instrumen evaluasi keuangan yang terkenal dan sering Rasio merupakan pendekan matematis antara dua besaran. Perbandingan antara 200 dan 100 dinyatakan sebagai 2:1, atau lebih mudahnya dikatakan 2. Walaupun perhitungan rasio sederhana, tetapi secara penafsirannya lebih rumit untuk memiliki makna, sebuah rasio harus merujuk pada hubungan yang signifikan secara ekonomi. Contohnya, korelasi signifikan antara harga penjualan dan biaya barang (Babalola dan Abiola, 2. PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk fokus pada sektor energi terintegrasi infrastruktur Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 19 April 1983. Pada bulan April 2007. PT Macau Oil Engineering and Technology didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Pendirian No. Notaris Elvie Sahdalena S. , menerimanya pada tanggal 19 April 2007. Berdasarkan Akta Tangerang No. nama PT Macau Oil Engineering and Technology diubah namanya menjadi PT Benakat Petroleum Energy Tbk pada bulan September 2009. Humberg Lie. , dan Kn. pada 11 September tahun ini. Perusahaan transform Vol. No. April: 117-124 Bapepam-LK diberikan izin pada bulan Februari 2010 untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) 000 saham dengan harga masing-masing Rp 140 dan nilai pasar masing-masing Rp 100. Perusahaan ini justru menyebut sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sebutan "BIPI. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan mengukur data skala numerik dan mengukur nilai variabel dalam suatu sampel atau populasi untuk tujuan Metode kuantitatif melibatkan penggunaan alat penelitian kuantitatif/statistik untuk mengumpulkan dan menganalisis data berdasarkan filosofi positivis untuk mempelajari populasi atau sampel tertentu (Sari dan Zefri, 2. Data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu data sekunder berasal dari catatan keuangan . eraca dan laporan laba rug. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. Transparansi perusahaan dijamin dengan pencatatan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur di Bursa Efek Indonesia, yang menjamin keakuratan informasi dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 1 menujukan current ratio PT. Astrindo Nusanta Infrastruktur Tbk pada tahun 2018 sebesar 55,84 dan meningkat menjadi 116,7 pada tahun 2019. Pada tahun 2020, cash ratio turun menjadi 38,01, namun meningkat menjadi 48,32 pada tahun berikutnya. Pada tahun 2022, rasio lancar. Pada tahun 2019, jumlahnya meningkat sebesar 60,86%. Pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 78,69. Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Pada tahun 2021 terjadi pertumbuhan sebesar 1. Pada tahun 2022 kenaikannya sebesar 1,74. Nilai 66,644% adalah rata-rata kuota saat ini yang dapat dicapai perusahaan selama lima tahun . 8 - 2. Tabel 1 Hasil Perhitungan Rasio Current Rasio Cash Ratio 58,44 1,79 0,85 38,01 0,79 48,32 1,79 71,75 3,53 Rata-rata 66,644 1,75 Berbeda dengan standar industri yang sebesar 20% atau dua kali lipat, kuota yang dihasilkan berada di bawah standar industri operasional perusahaan saat ini negatif. Rasio lancar PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk tidak terlalu baik, hal ini dapat disebabkan oleh fakta bahwa nilai aset dan hubungan jangka panjangnya telah menurun dan nilai aset jangka panjangnya lebih rendah daripada nilai aset jangka panjangnya. Perusahaan menggunakan seluruh portofolio aktifnya, perusahaan tidak dapat memanfaatkan sepenuhnya aset jangka panjangnya untuk membiayai ekspansinya. Berdasarkan Tabel 1 Infrastruktur Astrindo Nusanta Tbk untuk tahun 2018 adalah 1,79. Tahun 2019 mempunyai ukuran kepastian sebesar 0,85. Pengembalian aset (ROA) meningkat menjadi 0,79 pada tahun 2020. Rasio kas kembali menjadi 1,79 pada tahun 2021. Persentasenya mencapai 3,53 pada tahun 2022. Pada tahun 2019, terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,94 persen, sedangkan pada tahun 2020, tercatat bahwa deviasi rata-rata adalah 0,06. Pada tahun 2021, persentasenya meningkat menjadi sekitar 10,31%. Persentasenya meningkat menjadi sekitar 1,74 pada tahun 2022. Rata-rata perusahaan mencapai rasio likuiditas sebesar 1,75% dalam periode lima tahun . Rasio kas perseroan dinilai lemah karena lebih rendah dari standar industri transform Vol. No. April: 117-124 sebesar 50%. PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk memiliki rasio likuiditas yang rendah karena jumlah kas dan aset yang mudah dilikuidasi jauh lebih rendah dibandingkan kewajiban langsungnya, sehingga pembayaran utang jangka pendek menjadi sulit. Tabel 2 Hasil Perhitungan DAR dan DER Rasio Debt To Aset Ratio Debt To Equity Ratio 69,03 57,45 135,04 52,55 Rata-rata 64,27 192,37 Dapat dilihat pada Tabel 2 Tahun 2018, rasio utang terhadap aset Astrindo Nusanta Infrastructure Tbk sebesar 69,63, meningkat menjadi 71 pada tahun 2019, dan naik menjadi 71,3 pada tahun 2020. Rasio utang terhadap aset turun menjadi 57,45 pada tahun 2021, namun rasio lancar meningkat pada tahun 2022 menjadi 52,55. Terjadi peningkatan sebesar 1,97 persen pada tahun 2019. Pada tahun 2020 terjadi penurunan yang cukup 0,3. Persentasenya meningkat menjadi 13,85% pada tahun Tingkat modal relatif meningkat sekitar 4,9 %. Pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan ekuitas. Dalam kurun waktu lima tahun . 8Ae2. , tercapai 64,266 persen. Perbedaan sekitar 35% terhadap nilai rata-rata menunjukkan bahwa tempat kerja perusahaan tidak terdefinisi dengan baik karena tingginya tingkat fluktuasi. Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk, hubungan antara utang dan kekayaan menjadi rumit Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. karena sebagian besar kekayaan debitur terpengaruh, sehingga meningkatkan risiko kebangkrutan dan menurunkan kemampuan memenuhi persyaratan utang jangka panjang. Berdasarkan Tabel 2, efektivitas dan rasio utang berkorelasi. Pada tahun 2018, rasio total ekuitas Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk negatif sebesar 222,9. Pada tahun 2019, angka ini meningkat menjadi 244,8. Berdasarkan equity bet periode 2020-2021, koefisien determinasinya sebesar 248,4- 135,04. Target rasio modal adalah 110,7 persen pada tahun Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan sekitar 21,9 persen pada tahun 2019. Pada tahun 2020 kami mengamati penurunan yang signifikan 3,6. Pada tahun 2021 terjadi 113,36. Prakiraan menunjukkan akan terjadi penurunan signifikan sebesar 24,34% pada tahun 2022. Sejak 2018 hingga 2022, rata-rata rasio utang terhadap ekuitas perseroan sebesar 192,36%. Jika rasio utang terhadap ekuitas suatu perusahaan lebih tinggi dari 90%, maka memuaskan karena berada di atas rata-rata Rasio utang PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk bermasalah karena utang jangka pendek lebih tinggi dari total modal dan sebagian besar modal berasal dari pinjaman sehingga utang jangka panjang sulit dilunasi. Tabel 3 Hasil Perhitungan ROA dan ROE Rasio Return On Assets Return Equity 1,52 4,91 1,56 5,38 1,51 5,26 3,52 0,18 0,38 Rata-rata 1,254 3,89 Pada tahun 2018. PT. Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk meraih capital imbal hasil sebesar -1,52 sesuai Tabel 3. Pada tahun 2019, tingkat modal turun menjadi 1,51 dolar AS. transform Vol. No. April: 117-124 Tingkat modal untuk tahun 2020 dan 2021 secara kasar stabil di 1,51 dan 1,5. Namun demikian, tingkat modal meningkat pada tahun 2022 sebesar Terjadi kenaikan sebesar 0,04 persen pada tahun 2019. Terdapat penurunan sebesar 0,05 persen pada Nilai tersebut turun sekitar 0,016 persen pada tahun 2021. Perusahaan rata-rata diinvestasikan sebesar 1,254% selama lima tahun pertama . 8Ae2. Persentase tersebut di bawah rata-rata, yaitu sekitar 30%, dan hal ini menunjukkan kondisi kerja perusahaan yang kurang berhasil dalam hal arus Kinerja keuangan PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk yang agak menurun dapat disebabkan oleh tuntutan dan kemunduran keuangan yang signifikan serta penurunan dibandingkan dengan aset yang Efisiensi organisasi dalam menggunakan sumber daya hariannya pertumbuhan operasi hariannya. Output PT diperoleh dari analisis pada Tabel 3. Pengembalian ekuitas negatif sebesar 4,91, 5,38, 5,26, 3,52, dan 0,38 sesuai dengan tahun 2018, 2019, 2020, 2021, dan 2022. Terdapat peningkatan sebesar 0,47 persen pada Tahun 2020 menunjukkan hilangnya nilai yang kami alami 0,12. Terjadi penurunan sekitar 1,74 persen pada tahun 2021. Proyeksi penurunan sebesar 3,14 persen diperkirakan terjadi pada tahun 2022. Selama periode lima tahun . Pengembalian ekuitas per tindakan adalah 3,89 persen selama periode lima tahun . 8Ae2. Persentase yang dikutip berada di bawah median industri sebesar 40%. Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Dapat disimpulkan bahwa biaya tenaga kerja suatu organisasi mungkin berada di bawah rata-rata ketika mempertimbangkan sewa Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk memiliki pengembalian modal yang buruk, yang disebabkan oleh penggunaan dana yang tidak efisien. Rasio ekuitas perusahaan menunjukkan bahwa tingkat pengembalian modal yang digunakan lebih tinggi dibandingkan tingkat pengembaliannya. Rasio ekuitas yang meningkat menunjukkan tingkat efisiensi perusahaan yang lebih tinggi dalam menghasilkan keuntungan dari investasi KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini yaitu siklus Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk dapat dipengaruhi oleh rasio Berdasarkan hasil rasio likuiditas. PT Astrindo Nusantara Infrastructure tbk menunjukkan situasi keuangan sulit dengan kewajiban yang signifikan, rasio leverage menunjukkan kesulitan dalam melakukan pembayaran jangka panjang, rasio profitabilitas menunjukkan adanya sedikit penurunan di Laba. DAFTAR PUSTAKA