PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Karakteristik Gereja yang Sehat Elirani Gea, 2Samuel Abdi Hu, 3Dapot Damanik 1,2,3 Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara eliranigea01@gmail. com, 2samuelabdihu1980@gmail. com, 3dapotd@gmail. Abstract: This paper wants to illustrate that the characteristics of a healthy church are very much needed by every church leader. Because that is what the Lord Jesus Christ wants for each of His In understanding the characteristics of a healthy church, one must understand the origin or history of the church from the beginning which is contained in the Bible. If a person does not understand the source or lineage from which he was born, this is where a big problem will occur in the future. Likewise, church leaders must understand the initial sources in establishing and developing their churches. To understand the characteristics of a healthy church, this paper uses a descriptive qualitative approach with the aim of producing a good and healthy theological understanding, especially for church leaders and ministers as well as God's congregation. Keywords: healthy church. church growth Abstrak: Tulisan ini ingin menggambarkan bahwa karakteristik Gereja yang sehat itu sangat diperlukan oleh setiap pemimpin Gereja. Karena itulah yang diinginkan oleh Tuhan Yesus Kristus bagi setiap gereja-Nya. Dalam memahami karakteristik gereja yang sehat haruslah mengerti asalmuasal atau sejarah gereja dari awalnya yang terdapat dalam Alkitab. Jika seseorang tidak mengerti sumber atau silsilah dari mana ia lahir, disinilah akan terjadi masalah yang besar kedepannya. Demikian halnya pemimpin gereja harus memahami sumber awal dalam mendirikan serta mengembangkan gerejanya. Untuk memahami karakteristik Gereja yang sehat dalam tulisan ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan agar menghasilkan suatu pemahaman teologis yang baik dan sehat, khususnya bagi para pemimpin gereja dan pelayan serta jemaat Tuhan. Kata kunci: Gereja yang sehat. pertumbuhan gereja Pendahuluan Kita dapat menemukan fenomena sekarang ini bahwa gereja menjadi milik pribadi dan dijadikan bisnis oleh oknum pendeta tertentu. Segala kegiatan yang di dalam Gereja menjadi otoritas pendeta atau pemimpin jemaatnya. Bukan lagi seperti makna kata AuGerejaAy yang berasal dari kata Portugis igreya yang jika mengingat cara pemakaiaannya sekarang ini, adalah terjemahan dari kata Yunani oIA . , yang berarti menjadi milik Tuhan. Adapun yang dimaksud dengan AuMilik TuhanAy adalah orang-orang yang percaya dan beriman serta menyatakan diri bahwa kepada Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat (Hadiwijono 1. Jika dilihat di dalam Alkitab bahasa aslinya, gereja adalah berasal dari kata Ibrani yakni 'qahal' biasa digunakan di Perjanjian Lama manakala bangsa Israel berkumpul untuk mendengarkan firman, mengadakan persidangan, bahkan mengadakan pemberontakan (Bilangan 1: 18. 8: 9. 10:7. 14:5. 16:3,42. 20:2,. Maka dari istilah ini berkembang menjadi sebutan 'gereja. ' Dengan kata lain, orang-orang yang berkumpul itu dinamakan AgerejaA. (Michael S. Bushell. Michael D. Tan n. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Berdasarkan paragraf di atas, dapat kita lihat bahwa kata AuGerejaAy bukanlah semacam batasan atau definisi gereja saja tetapi juga perkumpulan dalam banyak hal yang dilakukan oleh bangsa Israel. Sedangkan kata AEkklesiaA adalah kata yang biasa saja pada zaman para Rasul. Dari cara memakainya, kelihatan bagaimana jemaat perdana memahami diri dan merumuskan karya keselamatan Tuhan diantara mereka. Kadang-kadang mereka berkata AuGereja AllahAy atau juga Aujemaat AllahAy . 1Kor 10:32. 11:22. 15:9. ), yang kiranya sesuai dengan cara berbicara orang Yahudi . Ul 23:1. Hak 20:2. (Michael S. Bushell. Michael D. Tan n. Maksud sebutan Gereja Allah atau jemaat Allah dapat menjadi jelas dari 1Kor 11:17-22. Disitu Paulus berbicara mengenai jemaat yang berkumpul untuk perayaan Ekaristi. Mereka menjadi AujemaatAy atau AuGerejaAy karena iman mereka akan Yesus Kristus, khususnya akan wafat dan kebangkitan-Nya. Gereja adalah Aujemaat Allah yang dikuduskan dalam Kristus YesusAy . Kor 1:. Maka sebenarnya ada tiga AunamaAy yang dipakai untuk Gereja dalam Perjanjian Baru, yakni AuUmat AllahAy. AuTubuh KristusAy, dan Aubait Roh KudusAy yang ketigatiganya berkaitan satu sama lain. (Minear 2. Setiap orang memiliki sejarah, baik yang sifatnya personal seperti sejarah leluhur keluarga, hingga yang komunal seperti sejarah suku bangsa. Sejarah tidak pernah bisa kita abaikan ataupun tinggalkan. Sebagaimana tulisan seorang sejarawan Will Durrant bahwa seorang yang kehilangan atau tidak lagi tahu akan masa lalunya adalah seorang yang tidak memiliki identitas. (Clowney 1. Tetapi justru ironisnya adalah pembelajaran mengenai sejarah bukanlah pembelajaran yang diminati. Lebih banyak orang yang antusias mempelajari masa depan daripada masa lalu. Inilah yang menjadi tujuan penulisan ini, agar para pemimpin gereja dan para pelayan serta jemaat dapat melihat perbandingan jumlah jemaat yang mengikuti pembelajaran mengenai akhir zaman dengan yang mengikuti pembelajaran akan sejarah Gereja. Seharusnya pembelajaran akan masa lalu, masa yang akan datang, maupun masa kini, semuanya adalah pembelajaran yang penting untuk kita dalam mengetahui identitas diri kita, apa yang menjadi tugas kita saat ini, dan kemana kita akan mengarahkan hidup kita. Apalagi kita sebagai Gereja yang merupakan tubuh Kristus, pusat dari penyataan kehendak Allah bagi dunia, agar semestinya mengerti bagaimana sejarah umat Allah adalah hal yang sangat krusial, karena hal ini yang akan mengajarkan kepada kita mengenai siapa kita sebagai umat Allah di dunia saat II. Metode Penelitian Bagian selanjutnya adalah metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah. Metode bukan saja membicarakan metode melulu, namun juga prosedur penelitian serta yang berhubungan dengan penelitian ini. (Subagyo 2. Tipe penelitian ini yaitu kualitatif Karena pada penelitian ini membahas dan bertujuan untuk menghasilkan suatu pemahaman teologis dengan cara mendalami pengertian dan makna sejarah, mendeskripsikan dan menafsirkannya kembali sehingga terdapat pemahaman teologis yang baik dan sehat bagi PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 para pembaca terlebih para pemimpin gereja dan pelayan serta seluruh umat Tuhan yang i. Hasil dan Pembahasan Gereja yang memiliki visi Sejarah umat Allah bukan dimulai dari kedatangan Kristus yang pertama, tetapi dimulai sejak Taman Eden saat Allah menjanjikan seorang anak perempuan yang meremukkan kepala ular. Janji Allah ini diteruskan dari generasi ke generasi. (Pate. Duvall. Hays. Richards. Tucker. , & Vang 2. Semakin lama janji Allah ini semakin jelas dan utuh. Panggilan Allah kepada Abraham untuk keluar dari Ur-kasdim dan berjanji untuk menjadikannya bangsa yang besar, di mana melalui bangsa ini berkat Tuhan akan diberikan bagi dunia. Bangsa inilah yang dinamakan bangsa Israel. Melalui Yakub. Tuhan menjadikan bangsa ini besar di tanah Mesir dan memanggil mereka keluar dari perbudakan Mesir. Lalu, di Sinai Tuhan membuat perjanjian dengan bangsa ini dan memberikan 10 hukum kepada mereka. Tuhan juga menyediakan tanah perjanjian bagi bangsa tersebut dimana kerajaan Israel Tuhan membangkitkan Daud menjadi raja bagi kerajaan Israel. Cerita terus berlanjut hingga keberdosaan bangsa tersebut membuat bangsa ini Tuhan pecahkan menjadi dua dan keduanya Tuhan buang ke tangan bangsa kafir yang tidak mengenal Allah. Meskipun di dalam pembuangan. Tuhan tetap memelihara bangsa tersebut dengan membangkitkan nabinabi yang menjadi perantara Allah dan umat-Nya, yang membawa teguran Allah atas dosadosa umat-Nya dan menubuatkan akan pemulihan dan pembaruan bangsa tersebut. Janji ini diteruskan hingga titik di mana Kristus yang adalah Allah itu sendiri, berinkarnasi turun ke dalam ciptaan dan menggenapkan janji Allah. Melalui Kristus, perjanjian antara Allah dengan umat-Nya memasuki suatu level yang baru dimana perjanjian ini berlaku bukan hanya untuk bangsa Israel saja tetapi bagi seluruh bangsa, seluruh umat manusia yang percaya kepada Kristus. Dan di dalam Perjanjian Baru inilah Gereja Tuhan dibentuk dan kita semua sebagai umat yang percaya kepada Kristus menjadi anggota tubuh Kristus. Disini dapat dilihat dinamika kisah umat Allah di dalam Perjanjian Lama. Dinamika yang secara umum memiliki pola yang sama dan berulang-ulang AuBerdosa Ae Dibuang Ae PemulihanAy di sepanjang kisah Perjanjian Lama. Tetapi di dalam pola inilah kita bisa melihat bagaimana Tuhan berbelas-kasihan dan beranugerah dalam memelihara umat-Nya. Umat Allah adalah milik Allah. Di kisah yang seperti di atas inilah kita bisa melihat bagaimana dinamika relasi antara Allah dengan umat-Nya berkembang secara progresif (Kemendikbud 2. atau yang disebut juga semakin membaik. Alkitab menggunakan berbagai bentuk dalam menggambarkan relasi antara Allah dengan umat-Nya yang akan memberikan kepada kita pengertian mengenai identitas umat Allah tersebut. Edmund D. Clowney menjabarkan setidaknya ada tiga sebutan dalam menggambarkan relasi antara Allah dengan umat-Nya, yakni: GodAs Assembly. GodAs Dwelling. GodAs Chosen. (Clowney 1. Dalam Perjanjian Baru Paulus menggambarkan gereja sebagai "satu tubuh di dalam Kristus" (Rm. dan "Tubuh-Nya" (Ef. Dengan kata lain, gereja mencakup dalam PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 satu kerukunan kehidupan Ilahi setiap orang yang dipersatukan dengan Kristus oleh Roh Kudus melalui iman. Mereka ikut serta dalam kebangkitan-Nya (Rm. , dan dipanggil serta dimungkinkan untuk melanjutkan pelayanan-Nya, yaitu melayani dan menderita untuk menjadi berkat bagi orang lain (I Kor. 12:14-. Kita harus terikat dalam satu persekutuan untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia ini. Karena kita terikat dengan orang-orang Kristen lainnya, maka orang lain juga akan memahami bahwa apa yang mereka lakukan dengan tubuh dan kemampuan mereka adalah sangat penting (Rm. 12:4. I Kor. 6:13-19. II Kor. Untuk memberikan pengertian kepada mereka bahwa ada bermacam-macam ras dan tingkatan menjadi satu di dalam Kristus (I Kor. 12:3. Ef. 2:14-. , dan harus saling menerima dan mengasihi dengan cara sedemikian rupa sehingga menjadi nyata bagi kita dan orang lainnya. Dengan menggambarkan gereja sebagai tubuh Kristus, jemaat Kristen mula-mula itu menekankan bahwa Kristus adalah kepala gereja (Ef. Dialah yang menuntun tindakan-tindakan gereja, dan berhak menerima segala pujian yang ditujukan kepada gereja. Segala kuasa gereja untuk menyembah dan melayani adalah pemberian-Nya. Gereja yang memiliki misi Dengan menelusuri "perwujudan misi" di gereja mula-mula dan menemukan bukti yang jelas, bahwa gereja dan orang-orang Kristen mula-mula menyibukkan diri mereka dengan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan Amanat Agung yang ditinggalkan kepada mereka oleh Tuhan. Seharusnya dalam hal ini perlu memeriksa apa yang menjadi sifat Gereja dalam Perjanjian Baru. Untuk mengetahui apakah tugas misi itu adalah sesuatu yang boleh dilakukan dan boleh juga tidak, atau apakah tugas misi itu merupakan sebuah perintah. Pada dasarnya Tuhan memilih gereja untuk memberitakan Injil-Nya. Pada saat yang sama. Gereja melayani demi pencapaian tujuan Tuhan dalam dunia ini. Kata "ekklesia" Ae . atau kumpula. (Newman JR 2. , menunjukkan bahwa tubuh gereja adalah orang-orang yang dipanggil dari dan yang dipanggil bagi masyarakat. Mereka adalah orang-orang khusus, yang bersama-sama dipanggil demi sebuah tujuan yang khusus pula dalam persekutuan di dalam Tuhan. Ciri-ciri gereja dalam jemaat lokal bisa diperoleh dari Kisah Para Rasul 2:44-47. Di sini ada sekelompok orang yang baru percaya (Kis. 2:38,. , yang telah menerima Roh Kudus . , tetap dalam pengajaran rasul-rasul, yang berdoa bersama-sama . , yang bersama-sama memakai harta milik mereka . yat 44,. , yang berbakti kepada Tuhan . , mengasihi orang lain dan membawa orang lain ke dalam persekutuan . Jelas, bahwa kesaksian mereka sungguh-sungguh merupakan kehidupan mereka. Karena itu "Misi bukanlah sesuatu yang memberatkan tubuh gereja karena memang sudah menjadi sifatnya yang wajar untuk berbuah, seperti yang diungkapkan Yesus sendiri tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya (Yohanes 15:1-. Bahwa Yesus adalah Pokok Anggur dan kitalah ranting-rantingnya. Ranting yang tidak menghasilkan buah dan tidak tinggal dalam Yesus akan dipotong dan dibersihkan. Misi tersalur dari struktur, watak, dan rancangan tubuh Gereja yang ada di dalamnya. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Tugas pokok tubuh Gereja ialah menyampaikan berita Ilahi kepada dunia secara gamblang dan efektif, untuk membawa manusia kepada hubungan yang hidup dengan Kristus oleh iman. Pemeliharaan, penjelasan, dan komunikasi Kabar Baik yang gamblang dan meyakinkan, beserta dengan maksud untuk membawa orang-orang kepada pengetahuan tentang Kristus sebagai satu-satunya Juru Selamat, dan penyerahan yang total kepada-Nya sebagai Tuhan, merupakan tugas gereja yang tertinggi dan paling utama. Inilah jantungnya misi Kristen. Penginjilan total, baik dalam kebudayaan sendiri maupun antar budaya, haruslah menjadi sasaran Gereja sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya ke dunia ini untuk mengambil gereja-Nya. Bersama Dialah kita rindu melihat domba-domba yang sesat dibawa ke dalam kandang (Yohanes 10:. , anak yang terhilang kembali kepada Bapanya (Lukas 15:. , bangsa-bangsa kafir diinjili dan dijadikan murid (Matius 28:18-. , dan Pertuanannya diluaskan sampai ke ujung dunia (Kisah Para Rasul 1:. Tidak dapat disangkal bahwa dalam Perjanjian Baru, gereja berada di bagian pusat. Tak dapat disangkal pula bahwa perintah dan tugas misi, harus menjadi sesuatu yang utama bagi gereja di segala zaman dan bangsa. Dalam perjalanan sejarah, seharusnya gereja sudah menjadi gereja yang Misioner. Dengan adanya reformasi, gereja ditantang untuk menampakkan dirinya sebagai gereja yang Peran yang merupakan sumbangan dari kelompok reformasi ialah menyiapkan suatu dasar bagi misi, dan memberikan kerangka kerja dalam semangat misi, berdasarkan kenyataan reformasi muncul karena kemandekan dalam gereja, dan reformasi itu sendiri adalah tanda dari gereja misioner. Oleh sebab itu gereja saat ini lebih fokus melakukan gerakan tidak hanya kedalam tetapi ada usah-usah untuk kembali kepada alkitab yang berujung pada munculnya gerekan misi. Kenyatan ini menopang kebenaran bahwa gereja yang benar seharusnya mengembangkan Auacclesio senttric missionAy dimana gereja itu sendiri adalah agen misi. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dapat dikatakan bahwa umat Allah adalah satu dan sama, maka ada hakikat, sifat dan model hidup yang sama yang ditandai oleh adanya hubungan kovenan dengan AllahNya serta ciri kehidupan misioner yang harus dihidupinya dalam segala situasi. Dengan demikian umat Allah (Israel sejati dan gereja sejat. harus menghidupi kehidupannya dengan penuh kesadaran bahwa ia adalah milik Allah yang diutus kedalam dunia untuk menjadi dan membawa shalom (Yoh. 17:18. (Tomatala 2. Gereja yang memenuhi kebutuhan anggota jemaatnya Kebutuhan manusia yang bergantung sepenuhnya kepada anugerah Allah. Dalam hati manusia seharusnya haus akan Allah. Kehausan ini dipantulkan dalam usaha manusia mencari pengampunan, untuk kedamaian dalam hati, untuk keamanan dan untuk penyataan diri. Dia mampu untuk menanggapi Allah dalam iman dan diubah melalui kekuasaan Allah yang di dalam Kristus berkuasa untuk menyelamatkan. Manusia yang diselamatkan mengambil bagian dalam sifat ilahi. Ini membuat manusia mampu untuk mempunyai kemungkinankemungkinan yang tidak terbatas dalam bertumbuh dewasa menjadi seperti Kristus. Dia PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 didiami dengan kehadiran Roh Kudus, yang mengadili, menguasai, membimbing, menuntun dan menghibur miliknya. Dia bukan hanya warga kerajaan Allah, tetapi dia adalah murid yang Dia adalah anggota keluarga Allah, bersama-sama menjadi ahli waris dengan Yesus Kristus. Gereja memikirkan sumber-sumber rohani yang diperlukan untuk pertumbuhan yang maksimal, memiliki kemampuan dan kesempatan bersekutu dengan Allah dan mengambil manfaat dari sumber-sumber rohani yang tidak terbatas. Untuk memperoleh jalan masuk kepada sumber-sumber rohani tersebut yaitu menjadi pribadi yang baru di dalam Kristus, dan mengalami persekutuan dengan Allah. Manusia mempunyai banyak sekali kebutuhan, anatara lain Rohani, jasmani, keamanan sosial, penghargaan dan pertumbuhan. (Tomatala 2. Guna mencapai tujuan untuk kebutuhan manusia atau jemaat dalam hal yang mendasar perlu persiapan pengajaran dan pengetahuan tentang hal tersebut. Bentuk dari tinjauan terhadap kebutuhan manusia ini yang disertai dengan referensi pelayanan pendidikan gereja akan pertama-tama membuat pernyataan konsep tentang kebutuhan lalu memperlihatkan bagaimana implikasi dari pernyataan tersebut mencerminkan kebutuhan orang-orang tersebut dalam kelompok. (Tidwell 2. Kepekan terhadap kebutuhan, dimana suatu hari Yesus benar-benar meninggalkan sekelompok khalayak guna secara pribadi melayani Yairus dan putrinya (Mrk 5:21-. Kita sering keliru dengan menyangka bahwa makin banyak orang yang mendengarkan kita dalam suatu kesempatan, makin besar dampak yang kita peroleh. Kejadian diatas adalah luar biasa karena disitu diperlihatkkan bahwa Yesus memilih untuk melayani yang sedikit dari pada yang banyak. Gereja yang melayani dengan efektif Pelayanan yang efektif senantiasa dapat terlihat pada prinsip dan ciri-cirinya dalam melaksanakan tugasnya. (W. Leigh 2. Dalam Kolose 3:23 dikatakan bahwa AuApa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk Ay Pelayanan menyangkut seluruh aspek kehidupan kita. Pepatah mengatakan AuSomething which is good only for Christian is un-ChristianAy (Sesuatu yang baik hanya untuk orang Kristen saja itu tidak Kristian. Sebab kita dipanggil untuk menjadi pelayan dan menjadi garam dunia. Kita bukan hanya untuk berkarya atau berdampak bagi orang-orang kristen. Pelayanan yang sejati meliputi seluruh aspek hidup kita. Jadi kita tidak boleh menggambarkan pelayanan secara sempit yaitu hanya di gereja saja, namun harus berkarya secara maksimal dalam pelayanan. Artinya harus menjalankan tugas dan panggilan kita dimana kita berada, dan dimana Tuhan menempatkan kita. Kita harus melaksanan segala sesuatu dengan bertanggung jawab dan sungguh-sungguh. Hal ini menunjukkan bahwa kita bekerja dan melayani Tuhan dengan maksimal. Kita harus menjadi orang Kristen praksis. Pelayanan yang efektif dimulai atas dasar kebutuhan dan dilaksanakan atas dasar Dalam buku The Purpose-Driven Church, dimana Rick Warren membagikan pemahamannya tentang kapankah seharusnya kita memulai suatu pelayanan. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 mengumpamakannya dengan berselancar di laut. Orang yang hendak berselancar mesti melihat adanya ombak. tanpa ombak, ia tidak akan dapat berselancar. (Warren 2. Sebelum memulai pelayanan, kita pun mesti melihat adanya kebutuhan terlebih dahulu. Bila tidak ada kebutuhan, jangan memulai apa-apa karena itu tidak akan bertahan. Selanjutnya, untuk dapat berselancar, dibutuhkan orang yang memang dapat berselancar. Jika tidak, sewaktu ombak datang, orang itu pun akan dengan mudah tergulung ombak. Demikian pula dengan pelayanan. Sebelum memulainya, kita mesti memastikan bahwa akan ada orang yang sanggup melakukannya. Jika tidak, pelayanan itu pun akan gulung tikar. Pelayanan yang efektif dilaksanakan oleh orang yang hidup kudus di hadapan Tuhan. Tidak ada yang dapat menggantikan kehidupan yang saleh dan berkenan kepada Allah. Sebuah pelayanan hanyalah akan berbuah selebat buah kehidupan pelakunya. Begitu banyak pelayanan yang akhirnya runtuh akibat kehancuran hidup pelakunya. Oleh karena belas kasihan Tuhan, acap kali Tuhan memberi kesempatan kepada pelaku pelayanan untuk terus melayani-Nya kendati hidupnya berdosa. Namun jangan disalah-artikan seakan-akan Tuhan buta akan dosanya. Sesungguhnya Tuhan memberinya kesempatan untuk bertobat. Bila ia mengeraskan hati, suatu hari kelak ia akan ditinggalkan Tuhan dan pelayanan itu pun Kehidupan pelaku pelayanan yang tidak kudus pada akhirnya akan mencemarkan semua sendi pelayanan itu sendiri. Ini sesuai dengan sifat dosa yang terus menyebar dan berkembang Itu sebabnya pelayanan yang efektif adalah pelayanan yang berani memangkas ranting yang tidak berbuah, sebagaimana dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam kitab Yohanes 15:2, "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Pelayanan yang efektif dilakukan oleh orang yang hidupnya efektif. Ada banyak orang yang hidupnya tidak efektif. Ia membuang waktu sembarangan, memakai uang seenaknya, memperlakukan orang semaunya, serta merencanakan seenaknya. Orang yang hidupnya sendiri tidak efektif tidak akan dapat melakukan pelayanan yang efektif. Orang yang dituntun Tuhan dan beriman kepada-Nya tidak identik dengan hidup seenaknya, namun sebaliknya orang itu akan dituntut adanya pertanggungjawaban dan kehati-hatian. Di dalam perumpamaan "Gadis yang Bijaksana dan Bodoh" serta perumpamaan tentang "Talenta" di Matius 25 jelas terlihat adanya tuntutan untuk hidup bertanggung jawab dan berhati-hati. Berapa banyak pelayanan yang hancur karena pelaku pelayanan hidup tidak bertanggung jawab dan sembarangan? Pelayan yang efektif dapat mengoreksi dirinya sendiri. Ini berarti tidak ada seorang pun yang berani meninggikan diri serta menutup diri terhadap kritik terhadap kelemahan pribadi. Pelaku pelayanan harus tidak segan mengakui kesalahan yang terjadi dan bersedia untuk Sayangnya ada banyak pelayanan yang diisi oleh orang yang cepat puas diri dan tangkas menepuk dada. Akhirnya orang ini tidak lagi terbuka terhadap saran dari sesama dan bila ini terjadi, pastilah tidak lama lagi ia pun akan sulit mendengar suara Tuhan. Itu sebabnya pelaku pelayanan mesti membudayakan kebiasaan bersedia dikoreksi. Jika pelaku pelayanan menerapkan budaya "tidak pernah salah," maka sesungguhnya ia tengah PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 meluncur ke jurang kehancuran. Raja Saul tidak dikelilingi oleh orang yang berani menegurnya sebab ia memang tidak bersedia ditegur. Pada akhirnya ia hanya dikelilingi oleh orang yang mengatakan apa yang ingin didengarnya dan kita mengetahui akhir kehidupannya adalah kebinasaan. Sebaliknya dengan Raja Daud. Ia dikelilingi orang yang berani menegurnya sebab itulah budaya yang diterapkannya. Ia bersedia ditegur manusia dan orang yang bersedia ditegur manusia lebih mudah ditegur Tuhan dan akhirnya Daud dan kerajaannya selamat dan diberkati Tuhan. Gereja yang bertumbuh baik Gereja yang bertumbuh memiliki tujuan yaitu melakukan Amanat Agung dan hukum terutama dan utama sebagai keseluruhan kitab Taurat. Ciri Gereja Bertumbuh menurut pandangan Christian A. Schwarz adalah pemimpin memberdayakan jemaat. berorientasi kepada karunia masing-masing. kerohanian yang haus dan antusias untuk melayani . emaat dan Tuha. struktur pelayanan tepat guna . emua jemaat bisa terlibat dalam ibadah yang membangkitkan inspirasi. bisa menjawab kebutuhan setempat. membangun hubungan yang penuh kasih. (Schwarz 1. Kisah Para Rasul 2:41-47. Gereja yang sehat adalah gereja yang bertumbuh secara kuantitas dan kualitas. (Warren 2. Secara kuantitas, gereja mula-mula hanya 120 orang (Kis. , setelah Pentakosta jumlah mereka bertambah 3000 jiwa (Kis. (Peters 2. Pertumbuhan gereja alamiah adalah kemampuan gereja sebagai organisme hidup, yang mempunyai kemampuan atau potensi untuk bertumbuh. Pertumbuhan ini tidak dapat dilakukan oleh manusia. Potensi partumbuhan gereja adalah anugerah, diberikan oleh Allah bagi semua gerejaNya. Tugas kita . anusia dan segala strateginy. adalah menyingkirkan penghalang yang merintangi pertumbuhan gereja. Jika gereja sehat, maka secara alamiah gereja pasti bertumbuh. (Amelia Luise Doeka 2. Peter Wagner dalam bukunya Teologi Pertumbuhan Gereja mengungkapkan. AuAllah menghendaki agar semua orang diselamatkan dari dosa dan kematian kekal. Allah adalah kasih dan Ia menginginkan agar tiap-tiap orang diperdamaikan kepada-Nya. Karena alasan itulah Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal. Yesus KristusAy. (Peters 2. Kehendak Allah itu sudah jelas. AuIa menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobatAy . Petrus 3:. Ia menghendaki semua laki-laki dan perempuan dimanapun juga datang kepada-Nya dan ke dalam gereja-Nya Yesus Kristus. Dengan kata lain merupakan kehendak Allah gereja untuk bertumbuh. Yesus berkata. AuDan Akupun berkata kepadamu. Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainyaAy (Matius 16:. Disini jelas yang membangun gereja adalah Yesus. Pembangunan gereja adalah pekerjaan Allah dan kehendak Allah dan oleh Allah. Keberhasilan gereja dalam mengemban tugas dari Tuhan Yesus dapat dilihat dari bertambahnya jumlah orang yang menjadi percaya sebagai hasil pelayanan dari gereja yang bersangkutan dan mendapat penggembalaan dari gereja tersebut. Vergil Gerber mengatakan AuSekalipun hal tersebut bukanlah satu-satunya ukuran bagi gereja yang berhasil, tetapi PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 kesuksesan gereja dalam mengemban tugas sebagian besar dapat dilihat dari kuantitas yang bertambahAy. (Vergil Gerber 1. Gereja mula-mula pun menampakkan kedua aspek pertumbuhan ini, dimana AuGereja mula-mula bukan hanya bertumbuh secara jumlah tetapi juga dalam mutu iman anggota-anggota jemaat seperti yang dicatat oleh dokter Lukas. Audan mereka disukai oleh semua orang. Dan tiap-tiap hari. Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkanAy (Kisah Para Rasul 2:. Ron Jenson dan Jim Stevens berkata. Apabila pertumbuhan gereja terdiri hanya sebagai kenaikan jumlah dengan mengorbankan perkembangan kualitas dan organisasi, maka sebuah mutasi yang tidak sehat akan berkembang dalam tubuh yang semula sehat. Gereja hanya memainkan permainan angka-angka. Sebaliknya jika perkembangan kualitatif tidak mencakup perkembangan kualitatif tidak mencakup perkembangan kuantitatif, produknya juga merupakan mutasi yang tidak sehat. (Jenson. Ron & Stevens 1. Hal ini seharusnya diperhatikan oleh gereja-gereja pada masa kini, dan bukan sekedar mengejar penambahan jumlah, tanpa memerhatikan kualitas jemaat. Dengan kualitas yang baik, otomatis terjadi pertumbuhan jumlah, karena AuKualitas menghasilkan kuantitas atau kualitas menarik kuantitas. Ay Kualitas menunjuk pada jenis murid-murid yang dihasilkan oleh suatu gereja. Kuantitas menunjuk pada jumlah murid yang dihasilkan oleh suatu gereja. Kedua istilah ini tidak terpisah satu sama lain. Anda tidak perlu memilih di antara keduanya. (Warren 2. Aspek kuantitas dari sebuah gereja yang bertumbuh nampak dari penambahan jumlah orang percaya, kelompok, penambahan secara geografis dan sebagainya. Sularso Sopater berkomentar tentang jenis pertumbuhan ini dengan Aubertambahnya jumlah anggota, kelompok, luas jangkauan pelayanan, organisasi dan sebagainya. Ay (Sopater 1. IV. Kesimpulan Sebaiknya demikianlah karakteristik Gereja yang sehat pada masa kini. Apakah memiliki ciri yang sama dengan gereja mula-mula? Kehidupan bergereja tidak cukup hanya dengan datang, duduk, diam-dengar firman Tuhan. Sangat baik jika kita menyediakan waktu untuk berbagi hidup dengan saudara seiman sebelum dan sesudah kebaktian. Sangat lebih baik bila kehadiran gereja membawa dampak yang positif dan baik bagi masyarakat lingkungan dimana gereja ada di tengah-tengahnya. Semuanya itu membuktikan nama Tuhan dipermuliakan lewat Gereja yang sehat dan nampak dalam karakteristiknya. Referensi