Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. REALITA BIMBINGAN DAN KONSELING Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan DEWAN REDAKASI Pelindung dan Penasehat : Prof. Drs. Kusno. DEA. Ph. : Drs. Wayan Tamba. Penanggung Jawab : Farida Herna Astuti. Ketua Penyunting : Mustakim. Sekertaris Penyunting : Hariadi Ahmad. Keuangan : Junain Huri Penyunting Ahli Prof. Dr. Gede Sedanayasa. Prof. Dr. Wayan Maba Dr. Hj. Jumailiyah. MM Dr. Gunawan. Dr. Hari Witono. Penyunting Pelaksana : 1. Dr. Abdurrahman. : 2. Mujiburrahman. : 3. Drs. I Made Gunawan. Pelaksana Ketatalaksanaan Ahmad Muzanni. Baiq Sarlita Kartiani. Chaerul Anam. Distributor : Nuraeni. Pd. Desain Cover : Hardiansyah. MM. Alamat Redaksi: Redaksi Jurnal Realita Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram Gedung Dwitiya. Lt. 3 Jalan Pemuda No. 59 A Mataram Telp. Email : bk_fip@ikipmataram. Web : ojs. Jurnal Realita Bimbingan dan Konseling menerima naskah tulisan penulis yang original . elum pernah diterbitkan sebelumny. dalam bentuk soft file, office word document (CD/Flashdisk/Emai. yang diterbitkan setiap bulan April dan Oktober setiap tahun. Diterbitkan Oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling. FIP IKIP Mataram. Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. DAFTAR ISI Halaman I Made Sonny Gunawan dan Nurul Huda Menumbuhkan Empati Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai-Nilai Moralitas Siswa Melalui Pelayanan Bimbingan dan Konseling . 467 - 476 Abdurrahman dan Farida Herna Astuti Analisis Pengembangan Kurikulum Model Beauchamp di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam . 477 Ae 481 Hariadi Ahmad. Mustakim, dan Syafaruddin Hubungan antara Penyesuaian Diri dengan Berpikir Positif Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat . 482 Ae 494 Suaibun Peran Dongeng dalam Revolusi Mental . 495 Ae 500 Zainal Mustamiin dan M. Samsul Hadi Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Tipe Pemodelan dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar . 501 Ae 508 Wiwiek Zainar Sri Utami Hubungan antara Pola Asuh Otoriter dengan Sikap Egois pada Siswa Kelas Vi di SMPN 13 Mataram . 509 Ae 516 Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Pengaruh Konseling Solution Focused Brief Therapy (Sfb. Terhadap Kontrol Diri Siswa Kelas Vi Di Smpn 6 Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat . 517 Ae 524 Aluh Hartati. Baiq Sarlita Kartiani. M Chairul Anam Pengaruh Konseling Behavioristik Terhadap Prilaku Agresif Belajar Siswa 525 - 535 Lalu Jaswandi dan M. Zainal Mustamiin Pembelajaran Berbasis Etnomatematika dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar . 536 Ae 543 Eneng Garnika dan Ni Ketut Alit Suarti Pengaruh Dukungan Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak Usia Dini di PAUD Permata Bangsa . 544 - 551 Menik Aryani. Baiq Rohiyatun, dan Fathul Azmi Hubungan Kepala Sekolah Sebagai Administrator dengan Kinerja Staf TU di Mts Se-Kecamatan Praya Timur . 552 Ae 559 Khairiyaturrizkyah, dan Nuraeni Hubungan antara Pola Asuh Demokratis dengan Disiplin Belajarp pada Siswa di SMA Negeri 1 Labuapi . 560 Ae 566 Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. Fitri Astutik, dan Muzakkir Pengembangan Sistem Informasi Penelitian Dan Pengabdian Masyarkat LPPM IKIP Mataram dalam Meningkatkan Motivasi Riset Dosen Internal 567 Ae 572 Zulkarnaen Potensi Sosial Emosi Anak Usia 4-5 Tahun . 573 - 586 Aliahardi Winata Pengaruh Penggunaan Waktu Mengakses Internet dan Handphone Terhadap Disiplin Belajar Siswa di Lombok . 587 - 595 Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. PENGARUH KONSELING SOLUTION FOCUSED BRIEF THERAPY (SFBT) TERHADAP KONTROL DIRI SISWA KELAS Vi DI SMPN 6 TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Oleh: Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Program Studi Bimbingan dan Konseling. FIP IKIP Mataram E-mail: Ferosasri22@gmail. syarafuddinMuh_fip@ikipmataram. ahmadmuzanni@ikipmataram. Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Solution Focused Brief Therapy (SFBT) Terhadap Kontrol Diri Dalam Berperilaku Seksual Siswa Kelas Vi di SMPN 6 Taliwang KSB Tahun Pelajaran 2018/2019. Adapun jenis rancangan yang digunakan adalah eksperimen dan salah satu bentuk eksperimennya adalah eksperimental-semu atau quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMPN 6 Taliwang KSB yang mengalami masalah dalam kontrol diri dalam berperilaku seksusal yaitu 61 orang siswa dan sampel yang digunakan adalah 9 orang siswa. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket sebagai metode pokok. Untuk menganalisis data mengguanakan rumus t-test. Hasil penelitian yaitu: nilai t hitung sebesar 5,438 dan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan db (N-. = 8 sebesar 2,306. Dengan demikian nilai t hitung lebih besar dari pada nilai t tabel . ,438>2,. , sehingga dapat disimpulkan AusignifikanAy. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis Nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. di terima. Maka kesimpulan analisis dalam penelitian ini adalah Ada Pengaruh Konseling Solution Focused Brief Therapy (SFBT) Terhadap Kontrol Diri Siswa Kelas Vi di SMPN 6 Taliwang KSB Tahun Pelajaran 2018/2019. Kata Kunci: Solution Focused Brief Therapy (SFBT) dan Kontrol Diri PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk yang senantiasa mengalami perkembangan melalui fase kehidupan tertentu. Salah satu tahap merupakan pada tahap masa remaja. Masa remaja merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan terhadap individu dan masa transisi yang dapat diarahkan pada perkembangan masa dewasa yang sehat. Masa remaja merupakan tahap manusia mampu dalam mengontrol dirinya untuk Lazarus . alam Thalib, 2010: . menjelaskan bahwa kontrol diri menggambarkan keputusan individu melalui pertimbangan kognitif untuk mengontrol perilaku guna meningkatkan hasil dan tujuan tertentu. Kontrol diri dapat diartikan sebagai suatu aktifitas pengendalian tingkah laku. Kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi Kontrol diri dapat membantu dalam proses pengendalian perilaku seksual terutama dikalangan remaja. Hartati . 3: . mengatakan bahwa dikalangan remaja, ada sejumlah bentuk hubungan seks sebelum menikah, anatara lain hubungan seks dengan pacar, hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan atas dasar suka sama suka, hubungan seks untuk memperoleh imbalan yang berupa uang atau materi. Seiring perkembangan zaman, perilaku seksual merupakan tingkah laku Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. yang didorong oleh keinginan atau hasrat seksual yang muncul dari dalam diri individu yang diwujudkan dengan melakukan aktifitas yang mengacu kearah seksual. Sehingga konselor perlu melakukan metode pendekatan konseling guna membantu sekolah dalam usahanya mengatasi perilaku pengendalian diri siswa di sekolah. Dengan demikian, pencegahan terjadinya perilaku seksual di kalangan remaja dapat dilakukan melalui program bimbingan konseling di sekolah. Berdasarkan hasil observasi awal yang saya lakukan pada hari Rabu, 29 November 2017 dan hasil wawancara dengan guru Bk, bahwa salah satu permasahan yang ada di SMPN 6 Taliwang KSB Tahun Pelajaran 2018/2019 adalah tentang siswa yang masih kurang mampu mengontrol diri terhadap perilaku seksualnya yang mengakibatan hilang kendali dalam diri siswa seperti adanya siswa yang duduk berduaan saat jam istirhat, siswa yang berpegangan tangan, merayu lawan jenis, berpakaian ketat. Salah satu solusi yang dapat meningkatkan pengendalian diri siswa Solution Focused Brief Therapy (SFBT). Pendekatan ini dimaksudkan sebagai salah satu model pendekatan terapi atau konseling yang berorientasi pada solusi dengan tujuan yang spesifik yaitu proses pembangkitan kesadaran dan membuat pilihan sadar. Berdasarkan Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan yang terjadi pada siswa mengenai kontrol diri dalam berperilaku seksual, adapun judul yang diangkat yaitu Pengaruh Konseling Solution Focused Brief Therapy (SFBT) Terhadap Kontrol Diri Siswa Kelas Vi SMPN 6 Taliwang Tahun Pelajaran 2018/2019. KAJIAN LITERATUR Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Solution Focused Brief Therapy merupakan konseling singkat yang berfokus solusi dan Konseling ini dibangun di atas kekuatan klien dengan membantu memunculkan dan mengkontruksikan solusi pada masalah yang dihadapi serta konseling ini lebih menekankan pentingnya masa Corey . alam Hartati: 2. menyatakan secara umum prosedur atau tahapan pelaksanaan konseling Solution Focused Brief Therapy sebagai berikut: Para konseli diberikan kesempatan untuk memaparkan masalah-masalah Konselor mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencermati jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan . Konselor dan konseli membangun tujuan-tujuan yang dibentuk secara spesifik dengan baik secepat . Konselor menanyakan konseli tentang dimana masalah-masalah sudah tidak ada atau saat masalahmasalah terasa agak ringan. Di akhir setiap percakapan membangun solusisolusi. Konselor memberikan dorongan dan menyarankan apa yang konseli dapat amati atau lakukan sebelum sesi yanng berikutnya, yang lebih jauh untuk Konselor kemudian memberikan konseli kesimpulan atau umpan balik. Konselor dan konseli mengevaluasi kemajuan yang telah didapat dalam mencapai solusi-solusi yang memuaskan dengan menggunakan skala rata-rata (Evaluasi dan Follow U. Corey dan Seligman . alam Hartati, 2. mengemukakan beberapa teknik konseling SFBT yaitu: . Perubahan pra-sesi (Presession Chang. Salah satu ciri khas pendekatan konseling SFBT adalah perhatian yang berfokus pada solusi untuk perubahan yang sudah muncul setelah sesi pertama. Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. Pertanyaan pengecualian (Experimen Questio. Pertanyaan tentang saat dimana konseli bebas dari masalah. Konselor mengajukan pertanyaan untuk menempatkan konseli pada waktu ketika tidak ada masalah atau ketika masalah yang ada tidak berpengaruh. Pertanyaan keajaiban (Miracle Questio. Konselor meminta konseli untuk berimajinasi bahwa suatu keajaiban akan terjadi dimasa depan. Konseli didorong untuk membiarkan dirinya berfikir bagaimana cara untuk mengidentifikasi jenis perubahan yang paling mereka . Pertanyaan skala (Scaling Questio. Konselor pertanyaan skala ketika perubahan tidak dapat diamati dengan mudah seperti perasaan, suasana hati atau komunikasi. Rumusan tugas sesi pertama (Formula Fist Session/FFST), format tugas yang diberikan konselor kepada konseli untuk diselesaikan antara sesi pertama dan sesi kedua. Dan pada sesi kedua konseli ditanya tentang apa yang diinginkan tersebut dapat terjadi di masa . Umpan (Feedbac. Pemberian umpan balik menggambarkan tiga bagian seperti pujian, jembatan penghubung, dan pemberian tugas. Penerapan tujuan (Future Session and Goal Settin. Konseli menetapkan tujuan yang mereka ingin Goldfriend dan Merbaum . alam Ghufron & Risnawita, 2014: . mendefinisikan kontrol diri sebagai suatu mengarahkan bentuk prilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi Kontrol diri juga menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangan kognitif untuk menyatukan perilaku yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti yang diinginkan. Perry dan Potter . alam Marliani, 2016: . menjelaskan bahwa seksualitas berhubungan dengan cara seseorang merasa tentang diri mereka dan cara ia mengomunikasikan perasaan tersebut kepada lawan jenis melalui tindakan yang dilakukannya, seperti sentuhan, ciuman, pelukan, dan senggama seksual, dan perilaku yang lebih halus, seperti isyarat gerak tubuh, etiket, berpakaian. Dari berbagai pendapat dari para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kontrol diri dalam berperilaku seksual merupakan suatu proses dalam hidup untuk menghadapi kondisi diri yang dapat menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis seperti: menggunakan busana fulgar, bercumbu . egangan tangan, pelukan, ciuman pip. , berkencan . esra-meraan, berduaa. Menurut Ghufron & Risnawita . 4: . mengemukakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kontrol dari yaitu: . Faktor internal, yang terlibat dalam kontrol diri yaitu usia. Semakin bertambahnya usia seseorang, maka semakin baik kemampuan mengontrol diri seseorang tersebut. Hal tersebut dikarenakan pengalaman hidup yang telah dilalui lebih banyak dan bervariasi, sehingga akan sangat membantu dalam memberikan reaksi terhadap situasi yang Maka orang yang lebih tua cenderung dapat mengontrol diri dengan baik dibandingkan orang yang lebih . Faktor eksternal, di antaranya adalah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga terutama orangtua menentukan bagaimana kemampuan mengontrol diri Bila orangtua menerapkan sikap disiplin kepada anaknya sejak dini, dan orangtua tetap konsisten terhadap semua konsekuensi yang dilakukan anak bila ia menyimpang dari yang sudah Maka sikap konsisten tersebut akan di tiru oleh anak dan kemudian akan menjadi kontrol baginya. Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. Block Block . alam Khairunnisa, 2013: . menyebutkan ada beberapa jenis kontrol diri, yaitu: . Over control, yaitu kontrol yang berlebihan dan menyebabkan seseorang banyak mengontrol dan menahan diri untuk bereaksi terhadap suatu stimulus. Under control, yaitu kecendrungan untuk melepaskan impuls yang bebas tanpa perhitungan yang masak. Appropriate control, yaitu kontrol yang memungkinkan individu mengendalikan impulsnya secara tepat. Messina & Messina . alam Gunarsa, 2009: . menyatakan bahwa pengendalian diri memiliki berbagai fungsi, yaitu: . Membatasi perhatian individu terhadap orang lain, individu akan memberikan perhatian pada kebutuhan pribadinya pula, tidak sekedar berfokus pada kebutuhan, kepentingan, . Membatasi keinginan individu untuk mengendalikan orang lain di lingkungannya, individu akan membatasi ruang bagi aspirasi dirinya dan memberikan ruang bagi aspirasi orang lain supaya dapat terakomodasi secara bersama-sama. Membatasi individu untuk bertingkah laku negative, individu akan terhindar dari berbagai tingkah laku negatif yang tidak sesuai dengan norma sosial meliputi ketergantungan pada obat atau zat kimia berbahaya. Membantu individu untuk memenuhi kebutuhan individu secara seimbang, akan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dalam takaran yang sesuai dengan kebutuhan yang ingin dipenuhi. Aspek kontrol diri dalam berperilaku seksual dibagi menjadi lima, yaitu: . Aspek biologis, kemampuan untuk mengetahui bagaimana suatu rangsangan yang berhubungan dengan stimulus, seks, dan reproduksi sebagai salah satu aktifitas seksual yang tidak . Aspek psikologis, kemampuan untuk mengendalikan situasi seksual melalui perasaan, sikap dan peikiran tentang seksualitas, dengan cara mengontrol diri yang baik dan mampu mengatur perilaku dengan menggunakan kemampuan dirinya. Aspek moral dan etika, kemampuan yang dilakukan individu untuk menjawab pertanyaan benar atau salah, harus atau tidak harus, serta boleh atau tidak boleh suatu perilaku seseorang, dan merupakan usaha untuk menilai suatu keadaan dengan memperlihatkan segi-segi positif secara . Aspek kemampuan individu mengenai suatu keadaan dengan mampu mengantisipasi pertimbangan obyektif yang ditinjau dari segi agamanya. Aspek sosial kemampuan individu untuk mengontrol keputusan yang meliputi pengaruh budaya pacaran, hubungan interpersonal dan semua hal tentang seks yang berhubungan dengan kebiasaan yang dipelajari individu didalam lingkungan agar berfungsi secara baik. METODE PENELITIAN Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan atau desain dengan metode eksperimen. Penelitian ekperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Adapun rancangan eksperimen yang Suryabrata . 4: . mengemukakan bahwa eksperimentalsemu atau quasi eksperimen adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan memanipulasikan semua variabel yang Dimana dalam hal ini siswa di berikan konseling singkat mengenai Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. mengendalikan dirinya dengan baik yang dilakukan secara eksperimen. per-test Treatment post-test Keterangan: T1 : Pre test / test awal sebelum diberikan X : Perlakuan yang diberikan. T2 : Post test / tes akhir setelah diberikan (Suryabrata, 2014: . Populasi adalah subyek yang diteliti yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu. Adapun populasi yang digunakan sebanyak 61 orang dari 3 kelas, yaitu kelas Vi SMPN 6 Taliwang Tahun Pelajaran 2018/2019. Pengambilan penenlitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan petimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Sehingga sampel dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 9 orang. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan menyusun instrumen penelitian yaitu alat untuk memperoleh data yang Dalam penelitian ini akan menggunakan angket sebagai instrumen Metode angket digunakan dibutuhkan seperti mengukur kontrol diri siswa dalam berprilaku seksual. Dimana peneliti membuat sejumlah pertanyaan yang akan disebarkan kepada semua responden untuk dijawab yang berbentuk Peneliti membuat pertanyaan/ soal sebanyak 20 item dan memiliki 3 alternatif jawaban yaitu: option AuAAy diberi sekor 1 . , option AuBAy diberi sekor 2 . dan option AuCAy diberi sekor 3 . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket sebagai metode pokok, dan metode dokumentasi, observasi dan wawancara sebagai metode Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan rumus t-test. Azwar . 2: . mengatakan bahwa untuk menentukan interval yang diinginkan maka terlebih dahulu menentukan nilai maksimal dari angket yaitu: 3 x 20 = 60, untuk menentukan jumlah nilai minimum dari angket 1 x 20 = 20, sedangkan nilai maksimal dikurangi nilai minimal dan jumlah pengurangan dibagi dengan jumlah kategori yang ditentukan. Dalam hal ini peneliti membagi tiga kategori 60 - 20 = 40, 40 : 3 = 13. Jadi interval dalam Kriteria Pengkategorian Skor Angket Kontrol Diri Dalam Berperilaku Seksual Rentang Kategori Frekuensi 48 Ae 60 Tinggi 34 Ae 47 Sedang 22 Ae 33 Rendah Tabel Kerja Pengujian Hipotesis Tentang Pengaruh Konseling Solution Focused Brief Therapy (SFBT) Terhadap Kontrol Diri Siswa Kelas Vi SMPN 6 Taliwang Tahun Pelajaran 2018/2019. Nama Pre-tes Post-tes X2d Siswa (Post-pr. -M. -4,444 19,749 -0,444 0,197 Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram MFAH RAM MZDMH ESS N=9 Md = Aed = = 5,444 Aa Ocd = 49 -2,444 1,556 2,556 3,556 -0,444 -3,444 3,556 ISSN . 3 Ae 1. 5,973 2,421 6,533 12,645 0,197 11,861 12,645 OcXAd = 72,221 Oo = 5,438 Hasil perhitungan t-test yang diperoleh melalui analisis, ternyata nilai t hitung diperoleh = 5,438 kemudian dikonsultasikan dengan nilai t tabel dengan db (N-. = 91 = 8 dengan taraf signifikan 5% = 2,306. PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dua kali yaitu sebelum dan setelah diberikan konseling SFBT. Karena menggunakan quasi eksperimen. Dengan demikian, bahwa pelaksanaan konseling Solution Focused Brief Therapy mempunyai peranan yang positif dalam membantu siswa meningkatkan kontrol diri dalam berperilaku seksual siswa kelas Vi di SMPN 6 Taliwang Tahun Pelajaran 2018/2019. Oleh karenanya pihak yang terkait dalam pelaksanaan konseling Solution Focused Brief Therapy ini seperti guru BK, hendaknya tetap melaksanakan konseling Solution Focused Brief Therapy dan melakukan kerjasama yang baik serta dilakukan secara intensif dan terprogram, karena terbukti bahwa konseling Solution Focused Brief Therapy akan membantu siswa dalam meningkatkan kontrol diri dalam berperilaku seksual, hal ini bisa dilihat pada hasil jawaban angket posttest Solution Focused Brief Therapy, juga kepada siswa sebagai subyek pelaku, hendaknya betul-betul konseling Solution Focused Brief Therapy yang ada disekolah, serta memiliki konsep-konsep sikap positif yang berguna dalam kehidupan seharihari sebagai makhluk sosial, selain itu pula kepada Guru BK, hendaknya selalu menjalani kerjasama yang baik dengan orang tua/wali murid, guru pembimbing, guru bidang studi, wali kelas serta pihakpihak lainnya. Melalui konseling kelompok yang menekankan pada tehnik Solution Focused Brief Therapy (SFBT) melibatkan siswa yang masih kurang mengontrol diri, dimana siswa dapat kemampuannya dalam bekerja sama, mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara bersama-sama para peserta didik dapat mengeksplorasi perasaan dan sikap berbagai strategi pemecahan masalah, salah satunya seperti megontrol diri. Kontrol diri dalam berperilaku seksual merupakan suatu kemampuan Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. mengatur, dan mengarahkan bentuk prilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif. Kontrol diri juga menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangan kognitif untuk menyatukan perilaku yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti yang diinginkan. Konseling Solution Focused Brief Therapy atau konseling singkat berfokus solusi adalah pemberian bantuan berupa perlakuan konseling yang dibangun di atas kekuatan klien dengan membantu memunculkan dan mengkontruksikan solusi pada problem yang dihadapinya. Konseling pentingnya masa depan daripada masa lalu atau masa kini. Dalam pendekatan berfokus solusi ini, konselor dan klien mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengkonstruksikan solusi daripada mengeksplorasi masalah. Konselor dan klien mencoba mendefinisikan sejelas mungkin hal yang ingin dilihat klien Pelaksanaan konseling Solution Focused Brief Therapy meningkatkan kontrol diri dalam membentuk menjadi pribadi yang baik. Selain itu dengan konseling Solution Focused Brief Therapy yang dilakukan memperbaiki sikap siswa yang kurang baik menjadi lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, maka semakin baik konseling kelompok menggunakan tekhnik Solution Focused Brief Therapy (SFBT) maka semakin baik pula kontrol diri dalam berperilaku seksual siswa kelas Vi di SMPN 6 Taliwang Tahun Pelajaran 2018/2019. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan bab IV maka dapat disimpulkan bahwa: Ada Pengaruh Konseling Solution Focused Brief Therapy (SFBT) Terhadap Kontrol Diri Siswa Kelas Vi SMPN 6 Taliwang Tahun Pelajaran 2018/2019. Dengan kata lain bahwa hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 5,438 dan nilai tabel dengan taraf signifikansi 5% dengan N=8 lebih besar dari nilai tabel yaitu . ,438>2,. AusignifikanAy. Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti mengajukan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan sebagai Kepada Kepala Sekolah, hendaknya memprogramkan Konseling Solution Focused Brief Therapy (SFBT) disekolah untuk membantu siswa meningkatkan kontrol diri dalam berperilaku seksual di SMPN 6 Taliwang. Kepada Guru Bimbingan Konseling, hendaknya pelaksanaan Konseling Solution Focused Brief Therapy (SFBT) dilakukan secara terprogram untuk membantu siswa meningkatkan kontrol diri dalam berperilaku seksual. memanfaatkan Konseling Solution Focused Brief Therapy (SFBT) yang ada di sekolah, serta memiliki konsepkonsep kontrol diri dalam berperilaku seksual yang dapat membantu dalam kehidupsn sehari-hari. Bagi Orang Tua/ Wali, hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan sikap anak dan ikut serta dalam meningkatkan kontrol diri dalam berperilaku seksual pada anak. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih mendalam dan lebih luas mengenai aspek-aspek kontrol diri dalam berperilaku seksual yang belum terungkap dalam penelitian ini. Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. DAFTAR PUSTAKA