Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) ISSN 2714-8912 . edia onlin. ISSN 2714-7150 . edia ceta. Volume 5. No. February 2024. Page 325-333 https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/josyc DOI 10. 47065/josyc. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Angsa Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Web William Yviis Guko Dwi Joule*. Ade Eviyanti. Hindarto Fakultas Sains dan Teknologi. Program Studi Informatika. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Sidoarjo. Indonesia Email: 1,*201080200162@umsida. id, 2, adeeviyanti@umsida. id, 3hindarto@umsida. Email Penulis Korespondensi: 201080200162@umsida. Submitted: 15/01/2024. Accepted: 20/02/2024. Published: 20/02/2024 AbstrakOeAngsa memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan manusia. Mulai dari daging, telur, bulu, lemak, dan keunikan lainnya seperti menjaga ternak lain jika ada hewan atau orang asing yang mendekati wilayahnya. Namun, di Indonesia, pemanfaatan angsa kurang diminati dan hanya sedikit yang melakukannya. Hal ini menimbulkan masalah bagi para peternak angsa karena tidak adanya pengetahuan tentang penyakit yang dialami dan solusi penanganannya. Sistem pakar merupakan kecerdasan buatan yang mendukung pengambilan keputusan para ahli. Metode forward chaining memberikan kesimpulan melalui aturan-aturan yang dimuaai dari fakta-fakta yang ada. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Angsa Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Web ini dirancang untuk memudahkan peternak atau pengguna dam melakukan konsultasi mengenai penyakit yang dialami dan solusi penanganan dengan hasil diagnosa sebesar 90%. Sistem pakar ini dibuat berbasis website yang dapat diakses dengan mudah dan kapan saja. Berdasarkan pengujian black box, hasil yang diperoleh menunjukkan fungsionalitas sistem 100%, sehingga aplikasi sistem pakar ini dapat digunakan. Kata Kunci: Sistem Pakar. Forward Chaining. Angsa. Website. Black Box Testing AbstractOeGeese have many benefits for human needs. Starting from meat, eggs, feathers, fat, and other uniqueness such as guarding other livestock if there are animals or strangers approaching their territory. However, in Indonesia, goose utilization is less desirable and only a few do it. This poses a probaem for goose breeders due to the absence of knowaedge about the diseases experienced and the handaing soautions. An expert system is an artificiaa inteaaigence that supports expert decisionmaking. The forward chaining method provides conclusions through rules derived from existing facts. This Expert System for Diagnosing Swan Diseases Using the Web-Based Forward Chaining Method is designed to make it easier for farmers or users to consult about the diseases experienced and treatment solutions with 90% diagnostic results. This expert system is made based on a website that can be accessed easily and at any time. Based on black box testing, the results obtained show 100% system functionality, so this expert system application can be used. Keywords: Expert System. Diagnosis. Forward Chaining. Goose. Website. Black Box Testing PENDAHULUAN Angsa memiliki manfaat bagi kebutuhan protein hewani manusisa, seperti daging dan telurnya. Bulu angsa juga dimanfaatkan sebagai pengisi bantal dan shuttle cock. Lemaknya dapat mengkilapkan sepatu boot dan di negara Perancis hati angsa dimasak sebagai makanan favorit di restoran terkenal . Pemanfaatan lain yang menarik yaitu kebiasaan angsa yang berteriak apabila terdapat hewan atau orang asing yang mendekati Para peternak hewan lain memanfaatkan kebiasaan ini sebagai ternak penjaga keamanan. Kendala yang mempengaruhi peternak angsa disebabkan beberapa factor diantarannya umur, musim, penyakit, dan system pemeliharaan. Kendala tersebut dapat menurunkan kualitas daging dan telur. Minimnya pengetahuan tentang penyakit karena peternak belum mempunyai pengalaman sebelumnya. Apabila penanganan pada angsa kurang tepat maka akan mengakibatkan penyakit yang fatal . Inilah sebabnya mengapa teknologi berkembang begitu cepat. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan bantuan sistem informasi, khususnya sistem pakar. Sistem pakar adalah metode pembuatan sistem buatan berdasarkan suatu sumber . Metode forward chaining digunakan karena terdapat banyak cara untuk mendapatkan kesimpulan yang sedikit dari fakta-fakta yang sudah ada sebelumnya . Sedangkan web dipilih karena para peternak dapat mudah mengakses informasi tentang gejala-gejala dari penyakit yang dialami . Beberapa tahun belakangan ini banyak peneliti yang melakukan penelitian dengan menggunakan metode forward chaining yang berjudua AuSistem Pakar Diagnosa Penyebab Keguguran Pada Ibu Hamil Menggunakan Metode Forward ChainingAy dengan permasalahan penelitianya adalah meningkatnya angka kehamilan pada masa kehamilan Pandemic Covid-19. Pada penelitian yang dilakukan Manganti et al. melakukan tahap percontohan dilakukan dengan mewawancarai 20 responden masyarakat dengan mengirimkan beberapa kuesioner kepada mereka. Hasilnya, rata-rata penilaian mengenai tampilan antarmuka dan fungsional aplikasi dalam sistem pakar Situs Web Medis adalah 85,9%, yang dinilai sebagai Sangat Setuju. Penelitian kedua diaakukan oleh Widodo et aa. yang berjudua AuRancang Bangun Apaikasi Sistem Pakar untuk Pemiaihan Modea Gaya Rambut Pria Menggunakan Metode Forward ChainingAy. Peneaitian ini menyeaesaikan masalah pada pria dalam mengetahui gaya rambut yang dinginkan berdasarkan bentuk wajah , jenis rambut atau bidang pekerjaan . Copyright A 2024 the auhor. Page 325 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) ISSN 2714-8912 . edia onlin. ISSN 2714-7150 . edia ceta. Volume 5. No. February 2024. Page 325-333 https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/josyc DOI 10. 47065/josyc. Penelitian ketiga diaakukan oaeh Purnamasari et aa. yang berjudua AuSistem Pakar Diagnosa Penyakit Influenza (Fl. Menggunakan Metode Forward ChainingAy. Peneaitian ini membantu Masyarakat dalam membedakan penyakit infauenza . dengan penyakit piaek . Peneaitian keempat diaakukan oaeh Amaaia et aa. yang berjudua AuPerancang Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Tingkat Stress Belajar pada Siswa SMA dengan Menggunakan Metode Forward ChainingAy. Penelitian yang dilakukan meliputi pengembangan rancangan sistem pakar untuk mendiagnosis tingkat stress akademik pada siswa SMA dengan melakukan penginputan beberapa data yang dibutuhkan . Dan penelitian kelima dilakukan oleh Seppewali et al. yang berjudul AySistem Pakar Diagnosa Kerusakan Motor Suzuki Smash Titan 115 Cc Menggunakan Metode Forward ChainingAy. Penelitian ini membantu pengguna dan teknisi yang melakukan perbaikan pada sepeda motor Suzuki untuk mengatasi kerusakankerusakan yang dialami pada sepeda motor Smash Titan 115 cc . Berdasarkan beberapa permasalahan penelitian, maka penelitian ini diharapkan dapat membantu mendiagnosa penyakit hewan angsa berdasarkan gejala-gejalanya. Gejala-gejala tersebut diharapkan dapat membantu pengobatan dan memberikan solusi terhadap penyakit yang dialami sehingga dapat mengatasi permasalahan peternak disekitarnya, bila tersedia dokter atau dokter spesialis yang terbatas . METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Peneaitian Berikut adah tahapan aaur peneaitian yang dimuaai dari studi aiterature hingga hasia akhir, dapat diaihat pada gambar 1 sebagai berikut. Gambar 1. Aaur Peneaitian Berdasarkan aaur peneaitian pada gambar 1 terdiri serangakaian proses meaiputi: Studi Literatur Studi aiteratur diaakukan dengan mengumpuakan referensi melalui membaca buku, dan mereview jurnal yang berkaitan dengan peneaitian ini. Pengumpuaan dan Anaaisa Data Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh bahan penelitian dengan melakukan wawancara kepada salah satu dokter hewan yang ada di platform halodoc. Data yang diperoleh berupa data gejala dan data penyakit, kemudian data tersebut di analisa menggunakan metode forward chaining yang hasilnya berupa basis pengetauan dan akan disimpan didalam basis data. Analisa dan Perancangan Sistem Analisa sistem ini adalah membangun basis pengetahuan untuk mendukung data seperti data gejala dan Setelah menganalisis dapat ditemukan jawaban atau kesimpulan terbaik menggunakan pohon Perancangan sistem meliputi proses input/output, pemodelan data, dan desain antar muka. Selanjutnya di implementasikan pada sistem. Evaluasi sistem Copyright A 2024 the auhor. Page 326 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) ISSN 2714-8912 . edia onlin. ISSN 2714-7150 . edia ceta. Volume 5. No. February 2024. Page 325-333 https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/josyc DOI 10. 47065/josyc. Evaluasi sistem digunakan untuk mengecek kembali sistem yang akan digunakan apabila terdapat analisa yang kurang maka akan dilakukan pengujian ulang . Hasil Akhir Hasil akhirnya merupakan hasil operasional dari sistem. Gambar 2. Flowchart proses Forward Chaining 2 Forward Chaining Forward chaining merupakan proses berurutan yang dimuaai dengan penyajian sekumpulan data atau fakta hingga sampai pada suatu kesimpulan akhir Metode forward chaining dilakukan dengan menganalisis gejala pada persamaan forward chaining menggunakan ekspresi . sehingga dapat diambil suatu kesimpulan dari data atau fakta yang dikumpulkan . Rumus yang digunakan dalam metode ini adah IF . Ae THEN . Algoritma logika perumusan metode forward chaining sebagai berikut: AND . AND . AND . THEN 3 Black Box Testing Penelitian ini menggunakan pengujian dengan metode baack box. Pengujian baack box menguji fungsionalitas dan tampilan antarmuka pada saat pengguna menjalankan program. Pengujian black box tidak melibatkan pengujian atau pengecekan kode sumber aplikasi. Serangkaian kondisi masukan dapat ditetapkan oleh penguji, untuk melakukan pengujian fungsionalitas tersebut berdasarkan spesifikasi yang ditentukan. Responden harus melakukan pengujian black box untuk memastikan aplikasi yang mereka buat memenuhi persyaratan pada fungsionalitas dan tampilannya . HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Anaaisa Sistem Anaaisa sistem meliputi analisis data yang diperoleh berdasarkan proses yang ada dan informasi yang diperlukan untuk merancang basis pengetahuan untuk melengkapi data berupa data gejala dan data penyakit pada angsa. Data Gejala Data ini berisi data gejala penyakit pada angsa yang berjumlah 17 gejala yang diperoleh dari dokter hewan di platform halodoc. Data gejala diproses secara factual untuk membuat keputusan diagnostic. Data gejala tercantum pada tabel 1 beserta ID Gejala dan Nama Geja sebagai berikut: Tabea 1. Data Geja ID Geja G01 G02 Nama Geja Kurang nafsu makan Lesu Copyright A 2024 the auhor. Page 327 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) ISSN 2714-8912 . edia onlin. ISSN 2714-7150 . edia ceta. Volume 5. No. February 2024. Page 325-333 https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/josyc DOI 10. 47065/josyc. ID Geja G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 Nama Geja Penurunan berat badan Kesulitan bernafas Kelemahan Demam sampe 440C Diare Leher meluntir Leleran hidung Pendarahan Alat kelamin membengkak menggelembung Edema pada selaput kloaka Keropeng Kejang Haus besar Nanah pada kulit Radang sendi Data Penyakit Data ini berisi data penyakit pada angsa yang berjumlah 7 Penyakit yang diperoleh dari dokter hewan di platform halodoc. Data gejala diproses secara factual untuk membuat keputusan diagnostic. Data penyakit tercantum pada tabel 2 beserta ID Penyakit dan Nama Penyakit sebagai berikut : Tabel 2. Data Penyakit ID Penyakit P01 P02 P03 P04 P05 P06 P07 Nama Penyakit Aspergillosis Parainfluenza Newcastle Disease (ND) Neusseriosis Pasteurella Salmonellosis (Paratyphoi. Staphylococcosis Pohon Keputusan Pada tahap ini digunakan pohon keputusan untuk pola penalaran sistem oleh para pakar. Alur proses menganalisis masalah dan mencari jawaban terhadap kesimpulan yang ada. Proses penalaran dimulai dari mencocokkan aturan di basis pengetahuan dengan fakta di basis data . Impaementasi aaur forward chaining digambarkan dam bentuk pohon keputusan dam gambar 3 sebagai berikut. Gambar 3. Pohon Keputusan Copyright A 2024 the auhor. Page 328 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) ISSN 2714-8912 . edia onlin. ISSN 2714-7150 . edia ceta. Volume 5. No. February 2024. Page 325-333 https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/josyc DOI 10. 47065/josyc. Pohon keputusan pada gambar 3 menjelasakan penerapan dari pemahaman metode forward chaining, sehingga memperoleh hasil kesimpulan berupa ruae atau aturan berdasarkan geja dan penyakit yang diami Menentukan ruae atau aturan Berdasarkan geja dan penyakit, proses penetapan aturan ditunjukkan pada tabea 3 sebagai berikut: Tabea 3. Rule atau Aturan Daftar Gejala (AND) IF (G. AND (G. AND (G. AND (G. IF (G. AND (G. AND (G. AND (G. IF (G. AND (G. AND (G. IF (G. AND (G. AND (G. AND (G. AND (G. IF (G. AND (G. AND (G. AND (G. AND (G. IF (G. AND (G. AND (G. IF (G. AND (G. AND (G. ID Penyakit (THEN) THEN (P. THEN (P. THEN (P. THEN (P. THEN (P. THEN (P. THEN (P. Kaidah IF-THEN digunakan untuk membangun aturan berdasarkan pemeriksaan basis pengetahuan. berfungsi sebagai dasar untuk menarik kesimpulan. Then adalah kesimpulan akhir penyelesaian. Algortima rule atau aturan dapat dilihat sebagai berikut: . Jika G01 dan G02 dan G03 dan G04 Maka P01 Jika G02 dan G05 dan G06 dan G07 Maka P02 Jika G03 dan G08 dan G09 Maka P03 Jika G03 dan G10 dan G11 dan G12 dan G13 Maka P04 Jika G02 dan G03 dan G03 dan G07 dan G14 Maka P05 Jika G02 dan G03 dan G15 Maka P06 Jika G07 dan G16 dan G17 Maka P07 2 Perancangan Sistem Berikut adah tahap perancangan sistem yang digambarkan dam Entity Relationship Diagram (ERD). 1 Entity Reaationship Diagram (ERD) ERD (Entity Reaationship Diagra. merupakan suatu teknik modea yang menggambarkan hubungan antar data dalam database, ditunjukkan pada gambar 4 sebagai berikut. Gambar 4. Entity Relationship Diagram (ERD) Pada Tabel 4 berikut adalah penjelasan dari ERD: Tabel 4. Tabel Penjelasan ERD Tabel Pengguna Gejala Penyakit Ruae Riwayat Penjelasan Pada entitas ini berisi informasi data pengguna Pada entitas ini berisi informasi data geja Pada entitas ini berisi informasi data penyakit Pada entitas ini berisi informasi data rule atau aturan Pada entitas ini berisi informasi data riwayat pengguna 3 Implementasi Implementasi adalah hasil analisa dan perancangan yang teaah dilakukan Copyright A 2024 the auhor. Page 329 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) ISSN 2714-8912 . edia onlin. ISSN 2714-7150 . edia ceta. Volume 5. No. February 2024. Page 325-333 https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/josyc DOI 10. 47065/josyc. 1 Tampilan Beranda Pada tampiaan ini menampiakan haman beranda sistem pakar diagnosa penyakit angsa yang terdapat beberapa menu yaitu beranda, konsuatasi, dan riwayat konsuatasi dan aogout. Tampiaan beranda dapat diaihat pada gambar Gambar 5. Tampilan Beranda 2 Tampilan Konsultasi Pada tampiaan ini menampiakan haman konsuatasi dengan piaihan geja yang dipiaih oaeh pengguna. Tampiaan konsuatasi dapat diaihat pada gambar 12. Gambar 6. Tampilan Konsultasi Setelah memilih gejala, maka akan diproses dengan metode forward chaining dan tampil hasil konsultasi yaitu nama penyakit, deskripsi, dan solusi penangananya. Gambar 7. Tampilan Hasil Konsultasi Copyright A 2024 the auhor. Page 330 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) ISSN 2714-8912 . edia onlin. ISSN 2714-7150 . edia ceta. Volume 5. No. February 2024. Page 325-333 https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/josyc DOI 10. 47065/josyc. 4 Penerapan Metode Forward Chaining Perhitungan Sistem Pakar menggunakan metode Forward Chaining dimulai dari sekumpulan fakta atau gejala yang ada. Terdapat 10 angsa yang terkena penyakit untuk dilakukan pengujian. Perhitungan dilanjutkan dengan memilih gejala-gejala yang dialami angsa, kemudian penetapan rule atau aturan pada tabel 3 dieksekusi menggunakan pohon keputusan pada gambar 3. Apabila terdapat gejala lain maka akan di tetapkan kembali dengan rule atau aturan yang ada. Periksa kembali rule atau aturan yang disimpan, dan hasil analisa tentang penyakit akan diketahui. Dari hasil pengujian 10 angsa, terdapat 9 angsa yang dinyatakan akurat dan 1 angsa yang mengalami ketidak akuratan sehingga hasil yang didapatkan adalah 90% akurat . 5 Pengujian Sistem Pengujian sistem menggunakan teknik pengujian Baack Box untuk mengidentifikasi proses operasional sistem yang diterapkan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan . Pengujian sistem ditunjukkan pada tabea 5, 6, dan 7 sebagai berikut : Tabea 5. Hasia Pengujian Sistem User Fungsi yang di Uji Cara Pengujian Login Meaakukan Login Input Username dan Password Input Nama Lengkap. Username, dan Password Form login isi username dan Form registrasi isi nama lengkap, username, dan password Form login klik login membuka form beranda Form beranda klik form Form Beranda Form Konsultasi Form Hasil Konultasi Form konsultasi klik proses Form Riwayat Konsultasi Form beranda klik form Riwayat Logout Form beranda klik Logout Hasia yang di harapkan Menampilkan form Kesimpuaan Masuk ke beranda Valid Melakukan registrasi dan login Menampilkan form Menampilkan form gejala penyakit Menampilkan hasil Menampilkan Riwayat Diagnosa Menampilkan form Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Pada tabel 5 diatas menjelaskan hasil pengujian pada sistem user, kesimpulan yang didapat semua sistem valid atau berhasil sesuai fungsional yang diharapkan. Tabel 6. Hasil Pengujian Sistem Dokter Fungsi yang di Uji Login Input Username dan Password Input Nama Lengkap. Username, dan Password Cara Pengujian Melakukan Login Form login isi username dan password Form registrasi isi nama lengkap, username, dan Form login klik login membuka form beranda Form beranda klik form Halaman data gejala pilih menu tambah gejala Form beranda klik from Halaman data penyakit pilih menu tambah Form beranda klik form Aturan Form Beranda Form Gejala Input Gejala Form Penyakit Input Penyakit Form Aturan Input Aturan Halaman data rule klik ubah rule Logout Form beranda klik Logout Hasia yang di harapkan Menampilkan form beranda Kesimpulan Valid Masuk ke tampiaan beranda Valid Melakukan registrasi dan login Valid Menampilkan form beranda Valid Menampilkan form data gejala Valid Menampikan input kode gejala dan nama gejala Valid Menampilkan form data penyakit Valid Menampikan input kode penyakit, nama penyakit, deskripsi, dan solusi Valid Menampilkan form data rule Valid Menampikan input kode penyakit, nama penyakit, dan daftar gejala Menampilkan form login Valid Valid Copyright A 2024 the auhor. Page 331 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) ISSN 2714-8912 . edia onlin. ISSN 2714-7150 . edia ceta. Volume 5. No. February 2024. Page 325-333 https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/josyc DOI 10. 47065/josyc. Pada tabel 6 diatas menjelaskan hasil pengujian pada sistem dokter, kesimpulan yang didapat semua sistem valid atau berhasil sesuai fungsional yang diharapkan. Tabel 7. Hasil Pengujian Sistem Admin Fungsi yang di Uji Login Input Username dan Password Input Nama Lengkap. Username, dan Password Cara Pengujian Melakukan Login Form login isi username dan Form registrasi isi nama lengkap, username, dan Form login klik login membuka form beranda Form beranda klik form Hasia yang di harapkan Menampilkan form beranda Kesimpuaan Valid Masuk ke tampiaan beranda Valid Melakukan registrasi dan login Valid Menampilkan form beranda Valid Menampilkan form data admin Valid Form Beranda Form Admin Input Admin Halaman data admin pilih menu tambah admin Menampikan input nama lengkap, username, dan Valid Form Dokter Form beranda klik from Menampilkan form data dokter Valid Input Dokter Halaman data dokter pilih menu tambah dokter Form User Logout Form beranda klik form user Form beranda klik Logout Menampikan input nama lengkap, username, dan Menampilkan form data user Menampilkan form login Valid Valid Valid Pada tabel 7 diatas menjelaskan hasil pengujian pada sistem admin, kesimpulan yang didapat semua sistem valid atau berhasil sesuai fungsional yang diharapkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasia anaaisa dan pembahasan yang teaah diaakukan, maka dapat disimpuakan bahwa sistem berhasia dan dapat membantu para peternak dam mendiagnosa geja, penyakit, dan memberi soausi atau penanganan terhadap penyakit hewan angsa. Apaikasi ini mampu mengidentifikasi jenis penyakit angsa dengan menjawab geja yang diajukan, sehingga dapat menyimpuakan beberapa penyakit angsa dengan akurasi 90% dan Fungsionaaitas sistem 100%. REFERENCES