Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim PERAN GURU PAI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM PESANTREN DI SD NURIS PACITAN Elisa Hardina Santi1. Rahmawatunnisa Awaliyah2. Luthfi Hardiana Saputri3. Siti Khurota A'yunin4 1,2,3,4 Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Email: 1elisahardinasanti@gmail. 2nisarahusainaly@gmail. 3luthfihardiana751@gmail. 4sitikhurotaayunin@gmail. Received: 05-10-2024 DOI: Accepted: 25-10-2024 Published: 30-10-2024 Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peran guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum pesantren dengan kurikulum Pendidikan formal, khususnya di SD Nuril Islam (Nuri. Pacitan. Dalam mengintegrasikan kedua kurikulum tersebut, bertujuan untuk membina, mendidik, dan mendorong peserta didik untuk melandasi setiap perilakunya dengan nilai-nilai akhlak dan adab yang baik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan pengolahan data, hasil temuan disajikan dalam bentuk deskriptif dan kesimpulan dibentuk dari data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diadaptasi di SD Nuris memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan umum dan agama dengan sesi formal dan madrasah Keberagaman dalam menggunakan metode pembelajaran dan perhatian khusus terhadap siswa berkebutuhan khusus memperlancar proses Pendidikan. Dengan demikian, desain kurikulum yang adaptif dan sistematis serta peran dari guru PAI diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berdampak pada lingkungan sosial, masyarakat dan dapat menjawab tantangan Kata Kunci: Implementasi. Pendidikan. Kurikulum. Pesantren. Guru PENDAHULUAN Pendidikan dalam arti luas mencakup pengalaman yang alami oleh peserta didik di berbagai lingkungan sepanjang hidupnya . Dalam pengertian yang lebih sempit pendidikan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan di lembaga pendidikan madrasah/sekolah (Mufron, 2. Di Indonesia model pendidikan diantaranya adalah model sekolah umum dan model pondok Pesantren dan sekolah dianggap sebagi wujud idealisme dari masingmasing Lembaga pendidikan. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober Elisa Hardina Santi dkk. Peran Guru PAI dalam Mengimplementasikan Kurikulum Pesantren di SD NURIS Pacitan Pendidikan berbasis pesantren di Indonesia merupakan salah satu model Pendidikan Islam yang menekankan pada integrasi kurikulum agama dan umum dalam proses pembelajaran. Keunggulan dari sistem ini jika digabungkan akan tercipta sistem Pendidikan yang lebih kuat dan menghasilkan generasi muda yang berkualitas, tangguh, dan berkarakter (Suhardi, 2. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem ini adalah SD Nuril Islam (Nuri. Pacitan, yang merupakan satu-satunya sekolah dasar di Pacitan yang mengintegrasikan kurikulum pesantren secara langsung dalam kurikulum sekolah dasar formal. Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah berbasis pesantren seperti SD Nuris menjadi sangat penting dalam mengimplementasikan kurikulum pesantren. Guru PAI berperan dalam menyampaikan ajaran-ajaran agama dan mengintegrasikan Pendidikan agama dengan kurikulum formal, khususnya dalam membentuk karakter dan nilai-nilai siswa sejak usia dini. Salah satu tantangan dalam integrasi kurikulum pesantren di sekolah formal adalah penyesuaian materi ajar dengan kebutuhan yang lebih muda. Hal ini sejalan dengan visi SD Nuris yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum, tetapi juga membentuk kepribadian siswa yang berkepribadian islami, berkarakter keaswajaan, kecendekiaan, dan ke-Indonesiaan. Namun, meskipun banyak penelitian telah membahas implementasi kurikulum pesantren di jenjang pendidikan menengah , kajian mengenai implementasi kurikulum pesantren di tingkat sekolah dasar masih terbatas. Penelitian yang dilakukan di SMP Muhammadiyah Plus Klaten, misalnya, menekankan pada pentingnya penguatan akhlak siswa melalui kurikulum pesantren, tetapi belum membahas secara mendalam peran guru PAI di sekolah Selain itu peran guru PAI dalam membimbing siswa usia dini melalui Pendidikan karakter islami sangat krusial untuk membentuk fondasi moral yang kuat pada siswa. Di SD Nuris Pacitan peran guru PAI bukan hanya sebatas mengajar mata pelajarnan agama, tetapi juga menggabungkan pendidikan formal dan nonformal. Guru PAI menghadapi tantangan dalam menyelaraskan kurikulum formal dengan kurikulum pesantren, terutama dalam hal metode pengajaran dan pengelolaan waktu agar kedua jenis kurikulum ini dapat seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah yang ada dalam kajian mengenai peran guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum pesantren di tingkat sekolah dasar, khususnya di SD Nuril Islam Pacitan. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas tentang strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam mengintegrasikan kurikulum pesantren, serta tantangan yang mereka hadapi dalam mengajar siswa sekolah dasar. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengkaji secara mendalam peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pengajaran kitab di SD Nuril Islam Pacitan, sebuah sekolah dasar Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Elisa Hardina Santi dkk. Peran Guru PAI dalam Mengimplementasikan Kurikulum Pesantren di SD NURIS Pacitan berbasis pesantren yang mengintegrasikan Pendidikan agama dengan kurikulum formal. Wawancara digunakan sebagai metode utama pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang komperhensif tentang strategi dan peran guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum pesantren di sekolah Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guruguru PAI yang mengajar di SD Nuril Islam, serta observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran di kelas. Wawancara bertujuan untuk mengidentifikasi metode pengajaran, tantangan yang dihadapi oleh guru, serta adaptasi yang dilakukan untuk menyesuaikan materi dengan tingkat pemahaman siswa di sekolah dasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Kurikulum Pesantren Pendidikan tidak bisa terlepas dari kurikulum, dimana di Indonesia sudah mengalami banyak sekali perubahan kurikulum untuk kepentingan kemajuan pendidikan. Menurut pandangan yang lampau, kurikulum memiliki pengertian kumpulan mata pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada peserta didik (Firmansyah, 2. Mengutip pada S. Nasution, kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuk proses pembelajaran oleh Lembaga pendidikan atau sekolah beserta staf yang bertanggung jawab dan membimbing (Nurhasanah & Pribadi, 2. Kurikulum merupakan salah satu komponen penting untuk menentukan keberhasilan dari sistem pendidikan, karena kurikulum merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam melaksanakan pengajaran pada semua jenis dan tingkatan pendidikan. Menurut Hamdani Hamid, istilah kurikulum sudah digunakan sejak tahun 1820. Bahkan sebelumnya digunakan di Skotlandia pada awal abad ke-17, yang pada waktu itu kurikulum merupakan mata pelajaran yang harus diambil dalam pendidikan dan pelatihan (Budiyono, 2. Pesantren menjadi sentral pendidikan agama yang terkenal di Indonesia dengan fokus utamanya yaitu pada nilai-nilai adab yang menjadi dasar perilaku seseorang (Firmansyah, 2. Pondok pesantren ialah Lembaga keagamaan yang memberikan pengajaran, pendidikan serta mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama Islam (Hidayat el al. , 2. Pada dasarnya, pesantren adalah tempat berlangsungnya pendidikan agama Islam yang telah ada sejak Model pembelajaran pesantren memang berbeda jika dibandingkan dengan sekolah formal. Walaupun demikian, model pembelajaran di pesantren tidak terlepas dari konsep kurikulum dari masing Ae masing pesantren sebagai bentuk untuk mencapai tujuan pembelajaran terutama pada pembentukan akhlakul karimah. Pada saat ini, berkembang fenomena pengkolaboorasian Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Elisa Hardina Santi dkk. Peran Guru PAI dalam Mengimplementasikan Kurikulum Pesantren di SD NURIS Pacitan kurikulum antara pesantren dan sekolah formal. Sebagai jawaban dari permasalahan yang terjadi terkait dengan adab dan akhlak peserta didik. Setiap sekolah pasti memiliki keunikan sendiri dalam menyusun visi dan misi di sekolah melalui kesepakatan dari berbagai pihak, baik komite sekolah, pemangku kepentingan, orang tua dan guru. Proses pembelajaran sekolah formal akan sangat berbeda dengan pondok pesantren. Namun, dengan adanya perbedaan ini dapat menjadi temuan baru yang dapat menjadi suatu pengembangan dalam kurikulum yang nanti akan berpengaruh pada proses pembelajaran bagi peserta didik. Tidak dapat dipungkiri bahwa proses kemajuan zaman yang secara bertahap memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada dunia pendidikan, bahkan adanya transformasi digital yang terus berkembang menjadi salah satu faktor semakin berkembangnya ilmu pengetahuan saat ini. sehingga secara tidak langsung Lembaga pendidikan secara tidak langsung dituntut untuk menemukan pola yang tepat untuk permasalahan tersebut dengan memberikan implementasi yang konkret dalam proses pendidikan melalui desain kurikulum. Dalam penelitian ini, penulis melakukan observasi di Lembaga pendidikan SD Nuril Islam Pacitan atau biasa disebut SD Nuris. SD Nuris menjadi rujukan bagi masyarakat Pacitan karena Lembaga tersebut mengkolaborasikan dua kurikulum, yaitu kurikulum pendidikan formal dan kurikulum pendidikan non-formal. Kurikulum pendidikan formal pada sekolah ini tidak hanya fokus pada pembelajaran akademis, tetapi juga mengintegrasikan kurikulum pesantren dengan memberikan pendidikan karakter dan spiritual yang kuat. Pendidikan ini bertujuan untuk membentuk siswa yang berkepribadian islami, berkarakter keaswajaan, kecendekiaan, dan keAe Indonesian, sesuai dengan visi dari SD Nuris Pacitan. Melalui desain kurikulum ini Lembaga pendidikan islam diharapkan dapat menghasilkan lulusan peserta didik yang berkarakter islami dan berwawasan global sehingga mampu berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat. SD Nuris Pacitan menerapkan sistem pembelajaran dua jadwal dalam satu hari untuk menyeimbangkan pendidikan umum dan pendidikan pesantren. Pendidikan pesantren mencakup mata pelajaran seperti taukhid, akhlak, tahfidzul qurAoan, aqidah, aswaja, baca kitab, hafalan doa. Bahasa Arab, dan baca tulis Al-QurAoan. Untuk kelas bawah yaitu kelas 1-3 lebih difokuskan pada hafalan nadzom dengan reknik lalaran sedangkan untuk kelas atas mulai kelas 1-6 difokuskan dalam memahami makna dari nadzom-nadzom yang telah dihafalkan pada kelas sebelumnya. Dalam hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan ustadzah Amrosaaddah selaku guru PAI sekaligus guru madin, beliau menekankan bahwa pembelajaran tersebut bukanlah masuk dalam ranah ekstrakurikuler, melainkan sudah menjadi pokok pelajaran yang memuat materi dan target ketercapaian peserta didik. Adapun penilaian yang dilakukan untuk untuk Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Elisa Hardina Santi dkk. Peran Guru PAI dalam Mengimplementasikan Kurikulum Pesantren di SD NURIS Pacitan mengevaluasi pembelajaran madin di SD Nuril Islam, pada tiap semesternya di kelas madin diadakan imtihan untuk seluruh kelas. Selain penilaian kurikulum nasiaonal atau umum yang diukur dari penilaian ANBK, pada kelas 6 madin juga dituntut untuk mengikuti munaqosyah atau dikenal dengan ujian akhir Adanya imtihan dan munaqosyah tersebut, maka kurikulum pesantren yang diajarkan di madin Nuril Islam dapat menjadi acuan bagi para siswa untuk lebih semangat dalam mendalami pelajaran keagamaan secara spesifik. Sejak awal didirikannya SD Nuris, kurikulum pesantren ini diadopsi sebagai upaya pembekalan nilai agama sejak usia dini. Hal ini tidak hanya didukung oleh orang tua siswa agar siswa tidak harus mengikuti madrasah Pendidikan agama diluar sekolah. Dengan adanya madin di SD Nuris, siswa dapat mengakses pembelajaran agama dalam satu lingkungan sekolah. Dengan dilaksanakannya berbagai kegiatan yang direncanakan melalui kurikulum pesantren yang sistematis, dilakukan pula evaluasi bagi guru-guru di sekolah ini pada akhir pelaksanaan pembelajaran. Proses evaluasi berlangsung dalam rapat rutin guru setiap satu minggu sekali untuk mengukur dan menilai tingkat tercapainya pelaksanaan pembelajaran serta target yang telah Selain itu, evaluasi juga dilakukan pada akhir semester untuk menilai dan mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki sebagai bahan pertimbangan pembelajaran di semester selanjutnya. Peran Guru PAI dalam Mengimplementasikan Kurikulum Pesantren Guru PAI memiliki andil yang begitu besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah, baik formal maupun non-formal. Guru berperan sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator, motivator dan sebagai evaluator . Peranan guru pendidikan agama Islam adalah seperangkat tingkah laku atau tindakan yang dimiliki seseorang dalam memberikan ilmu pengetahuan agama Islam kepada siswa di sekolah. Guru PAI turut berperan membentuk siswa yang berkepribadian islami, berkarakter Keaswajaan. Kecendekiaan, dan Ke-Indonesiaan yang selaras denagn visi dari SD Nuris Pacitan. Namun, hal ini tak lepas dari adanya tantangan mengajar yang dihadapi guru PAI ketika mengajar kurikulum pasanten pada tingkat dasar. Dalam mengajarkan materi kurikulum pesantren, guru PAI menggunakan berbagai metode yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa SD. Salah satu metode yang digunakan adalah metode lalaran, yaitu menghafal bait-bait syair atau kalimat dari kitab-kitab yang dipelajari dengan berirama atau bernyanyi yang membantu siswa lebih mudah dalam menghafal. Guru juga menyesuaikan bahasa pengajaran dengan menuliskan materi yang berbahasa Arab di papan tulis menggunakan huruf latin bagi siswa kelas bawah yang belum fasih membaca huruf Arab. Untuk menciptakan suasana kelas yang aktif dan menyenangkan, guru juga menggunakan metode belajar sambal bermain, termasuk menyanyi dan menggunakan permainan sederhana agar siswa lebih tertarik dan mengingat pelajaran Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Elisa Hardina Santi dkk. Peran Guru PAI dalam Mengimplementasikan Kurikulum Pesantren di SD NURIS Pacitan Beberapa tantangan utama yang dihadapi guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum pesantren di SD Nuris Pacitan, yaitu kemampuan membaca huruf Arab pada sisiwa kelas rendah. Untuk menagani hal ini guru PAI menyesuaikan cara penyampaian materi dengan transliterasi huruf Arab ke huruf latin, mengajarkan huruf dengan cara yang menarik, seperti mengasosiasikan huruf dengan kata yang dikenal siswa misalnya, huruf AubaAoAy dihubungkan dengan kata AubebekAy dan mengajak siswa mengulang materi secara berirama Di kelas PAI maupun di kelas madin, guru juga melakukan evaluasi pemahaman melalui tanya jawab, dan hafalan siswa, di mana siswa yang mampu menghafal diberikan apresiasi berupa bintang. Sistem apresiasi ini tidak hanya meningkatkan motivasi siswa tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pada situasi tertentu, jika ada siswa yang belum memahami atau menghafal materi dengan baik, guru mendampingi mereka di luar jam pelajaran atau selama jam istirahat untuk memastikan mereka bisa menghafal dan memahami materi dengan baik. Pendekatan ini menunjukkan guru PAI mendukung setiap siswa mencapai pemahaman yang diharapkan sesuai dengan nilai-nilai pesantren yang ditekankan sekolah KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa SD Nuril Islam (Nuri. berhasil mengkolaborasikan kurikulum pesantren dan kurikulum formal atau nasional melalui pendekatan yang sistematis dan struktur. Sebagai subjek pelaksana integrasi kurikulum tersebut, guru PAI memiliki peran yang sangat penting dalam mengajar dan menjadi teladan bagi siswa dalam penerapan nilai-nilai Hasil wawancara dengan guru PAI sekaligus guru madin, menekankan bahwa pembelajaran pesantren merupakan bagian inti pendidikan dari sekolah yang memiliki target capaian Pendidikan. Penyesuaian metode pembelajaran yang mendukung dalam membantu siswa memahami materi secara bertahap. Selain itu evaluasi yang dilakukan secara berkala juga merupakan bagian dari proses implementasi kurikulum pesantren dalam membantu guru PAI memperbaiki aspek yang perlu ditingkatkan dalam pembelajaran dan menilai tingkat pencapaian siswa. Kontribusi dari pihak-pihak sekolah dan orang tua siswa turut melengkapi upaya guru PAI dalam keberhasilan program ini. Secara keseluruhan, peran guru PAI dalam mengimpelementasikan kurikulum pesantren di SD Nuris Pacitan berhasil membentuk karakter dengan penekanan nilai-nilai akhlak, didiplin, dan memiliki bekal pemahaman agama sejak dini. DAFTAR PUSTAKA