IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Pembinaan Akhlak Siswa Sekolah Dasar di Era Digital Nazaruddin1. IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang1 Email Korenpondensi: nazaruddinstaimu@gmail. Article received: 01 Juni 2024. Review process: 09 Juni 2024. Article Accepted: 16 Juni 2024. Article published: 01 Juli 2024 ABSTRACT Morality is one of the factors that can determine the rise and fall of a person, self-esteem, family dignity, nation and state. This study aims to describe the moral development of elementary school students in the digital era. This study uses a library research approach. Library research is a search and research with the method of reading and reviewing various journals, books, and various other published manuscripts related to the research topic in producing a writing related to a research topic, data collection techniques with documentation, data analysis techniques with data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. The results of this study reveal that the moral development of elementary school students in the digital era can be achieved through While for this coaching can also be achieved through exemplary methods and habituation methods. Keywords: Moral Development. Students. Digital Era. ABSTRAK Akhlak termasuk salah satu faktor yang dapat menentukan jatuh bangunnya seseorang, harga diri martabat keluarga, bangsa serta negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan akhlak siswa sekolah dasar di era Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitiankepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan suatu penelusuran dan penelitian dengan metode membaca dan menelaah berbagai jurnal, buku, dan berbagai naskah terbitan lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian dalam menghasilkan sebuah tulisan yang berkenaan dengan suatu topik penelitian, teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikai/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pembinaan akhlak siswa sekolah dasar di era digital dapat ditempuh melalui cara pembinaan. Sedangkan untuk pembinaan tersebut juga dapat di tempuh melalui metode keteladanan dan metode pembiasaan. Kata Kunci: Pembinaan Akhlak. Siswa. Era Digital. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 PENDAHULUAN Akhlak termasuk salah satu faktor yang dapat menentukan jatuh bangunnya seseorang, harga diri martabat keluarga, bangsa serta negara. Akhlak yang baik akan membawa pelakunya selamat dunia akhirat begitupun sebaliknya. Dengan akhlak yang mulia seseorang akan disenangi serta dicintai dalam lingkungan komunitas dan masyarakat. Ruang lingkup akhlak bukan hanya sebatas membahas tentang sopan santun atau tata krama lahiriyah saja, seperti cara berbicara, cara bersikap, dan bertingkah laku dalam sehari-hari. Tetapi akhlak juga membahas tentang masalah yang bersifat rohaniah, yaitu terisinya hati seseorang dengan sifat yang mulia, seperti bertanggung jawab, rendah hati, adil, ikhlas, sabar, pemaaf dan terhindar dari sifat yang merusak seperti sombong, iri hati, dengki, takabur dan lainnya (Mawardi. Dkk, 2. Akhlak sangat penting bagi kehidupan dan kehidupan manusia, oleh karena itu sesuatu yang sangat penting memerlukan pelatihan yang berkala mengingat pesatnya perkembangan zaman sekarang dan semakin majunya alatalat teknologi sekarang ini menimbulkan banyak dampak negatif yang tidak dapat kita hindari jika manusia tidak memiliki perkembangan moral yang Perilaku manusia banyak menimbulkan penyimpangan moral. Hal ini disebabkan oleh cara anak membentuk akhlaknya pada masa kanak-kanak, terutama ketika masih duduk di bangku sekolah dasar Di era digital saat ini, umat Islam dicemari oleh cara-cara barat. Anda dapat melihat semuanya di media sosial. Masyarakat Indonesia terancam oleh banyak dampak negatif. Mulai dari pakaian, makanan, minuman, cara berpikir, dan Saat ini banyak masyarakat Indonesia yang kehilangan jati diri dan teladan hidupnya. Teladan dan teladannya mulai mengikuti jalan orang-orang Perkembangan moral semakin terasa karena zaman berubah begitu cepat. Tantangan dan godaan teknologi selalu berkembang. Saat ini sangat mudah bagi manusia untuk berkomunikasi dengan siapapun. Sangat mudah untuk mendapatkan informasi melalui televisi, internet, film, buku dan banyak saluran hiburan yang tidak bermoral Akhlak yang baik dilandasi oleh ilmu, iman, amal dan takwa (Asmal May. Setelah ada 4 landasan tersebut maka seseorang dapat berbuat kebajikan seperti shalat, puasa, haji, serta ibadah-ibadah langsung kepada Allah kemudian melakukan hubungan baik kepada sesama manusia sebagai bentuk makhluk sosial yang saling membutuhkan. Akhlak seseorang menjadi barometer akal pikiran dan kunci untuk mengenal hati nuraninya (Abdul Malik,2. Prinsip atau dasar dari keutamaan akhlak pada dasarnya banyak jenisnya yang diklasifikasikan dalam mencangkup segala aspek yaitu kebijaksanaan, keadilan serta menjaga kehormatan diri yang dapat melahirkan akhlak yang baik dari semua lapisan (Syamsul Rizal,2. Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya: Artinya: Sesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Qs. al-Ahzab: . Ayat ini menunjukkan bahwa indikator dari akhlak mulia itu adalah akhlak yang dimiliki Rasulullah. Akhlak yang dimiliki Rasulullah adalah siddiq . , amanah . apat dipercay. , tawadhuA . endah hat. serta akhlak mulia lainnya (M Yatimin Abdullah,2. Indikator akhlak mulia yaitu: pertama perbuatan yang diperintahkan oleh ajaran Allah dan Rasulullah yang termuat dalam al-Quran dan hadis, kedua perbuatan yang mendatangkan kemaslahatan dunia dan akhirat, ketiga perbuatan yang meningkatkan martabat kehidupan manusia di mata Allah dan sesama manusia, keempat perbuatan yang menjadi bagian dari tujuan syariat Islam yaitu memelihara agama Allah (Beni Ahmad Saebani dan Abdul Hamid,2. Rasulullah merupakan manusia yang paling bersyukur kepada Allah SWT. Rasulullah manusia yang paling sempurna ibadahnya kepada Allah. Rasulullah melaksanakan shalat hingga kakinya pecah-pecah, lecet dan membengkak, hingga beliau ditanya. AuMengapa anda melakukan perbuatan ini padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa anda yang terdahulu dan yang kemudian? Beliau menjawab: Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur . arena nikmat tersebu. ?( Hr. AlBukhari dan Musli. Kemudian Rasulullah juga memanjangkan shalat malam bahkan terkadang beliau shalat setara membaca lima juz dalam satu rakaat. Beliau berpuasa selain bulan Ramadhan tiga hari pada setiap bulan. Dan lebih memilih puasa pada hari senin dan hari kamis Rasulullah merupakan manusia yang banyak bersedekah beliau lebih dermawan dibandingkan angin yang berhembus manakala malaikat jibril menjumpai beliau (Hr. Al-Bukhari dan Musli. Agar masyarakat era digital mempunyai akhlak yang luhur, maka Tuhan menganugerahkan kepada manusia di muka bumi ini alat yang sama dengan manusia terdahulu, yaitu pelengkap kehidupan manusia berupa akal dan nafsu. Dua hal yang membedakan manusia dengan makhluk Tuhan lainnya. Hati manusia harus beriman dan bertaqwa, karena Allah tidak melihat seorang hamba lepas dari iman dan taqwanya. Bahwa keimanan dalam perjalanan hidup manusia dapat tumbuh dan berkurang karena berbagai pengaruh kehidupan yang dialami. Semakin kuat keimanan dan ketakwaan seseorang terhadap Allah, maka semakin kuat pula akhlak baik yang terkait dengannya. Pada dasarnya moralitas ada tiga macam, yaitu moralitas manusia yang berhubungan dengan Tuhan, moralitas manusia yang berhubungan dengan manusia, moralitas manusia yang berhubungan dengan lingkungan hidup, seperti Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 perlindungan habitat baik berupa hewan maupun tumbuhan. Untuk mengembangkan akhlak dan kecerdasan manusia yang baik, diperlukan bimbingan dari orang tua dan sekitar anak, seperti peran guru, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Tuhan berkata bahwa hanya pemahaman yang bisa belajar. Ajaran-ajaran tersebut baik berasal dari pengalaman hidupnya atau tanda-tanda kebesaran Tuhan di langit dan di bumi beserta isinya, maupun dari apa yang ia temukan atau contoh dari kisah-kisah manusia di masa lampau. Saat ini masyarakat sudah memasuki era digital yang membawa banyak keuntungan dan juga banyak kerugian. Kita melihat banyak penipuan, berita palsu, distribusi film porno, iklan minuman beralkohol melalui jejaring sosial, dunia barat melegalkan sebagian lesbian, gay, biseksual, transgender dan prostitusi online. Saat ini, narkoba mudah didapat, masyarakat memamerkan harta bendanya dan banyak ritual sakral hanya untuk mendapat pujian. Banyak generasi akan melakukan apa pun untuk mendapatkan pengikut di media sosial. Banyak penonton konser yang menghadiri ceramah para ulama. Hal ini menjadi tantangan bagi orang tua, guru dan masyarakat untuk menyelamatkan generasi METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitiankepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan suatu penelusuran dan penelitian dengan metode membaca dan menelaah berbagai jurnal, buku, dan berbagai naskah terbitan lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian dalam menghasilkan sebuah tulisan yang berkenaan dengan suatu topik penelitian. Pada penelitian ini tidak terdapat lokasi penelitian, karena seluruh data diambil darijurnal, buku, dan proseding ilmiah. Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pembinaan akhlak siswa sekolah dasar di era digital, dengan pengumpulan data menggunakan dokumentasi, danteknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini berkaitan dengan pembinaan akhlak siswa sekolah dasar di era digital, dapat peneliti sajikan sebagai berikut: Pembinaan Akhlak Siswa Pengertian pembinaan Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pembinaan adalah proses perbuatan, cara membina, pembaharuan, penyempurnaan, usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara budaya guna dan berhasil untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Tim penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan bahasa merumuskan definisi yang dilakukan secara berdaya guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik (KBBI). Pengertian pembinaan adalah usaha manusia secara sadar untuk membimbing dan mengarahkan kepribadian serta kemampuan para siswa baik dalam pendidikan formal maupun non formal (Mawardi. Dkk,2. Pembinaan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 manusia untuk mendayagunakan semua potensi yang ada dalam membantu, membimbing, serta mengarahkan peserta didik kearah yang lebih baik. Dalam buku pembinaan militer departemen pertahanan dan keamanan disebutkan bahwa:AyPembinaan adalah suatu proses penggunaan manusia, alat peralatan, uang, waktu, metode dan sistem yang didasarkan pada prinsip tertentu untuk pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan daya dan hasil yang sebesarbesarnya (Ami Rahmawati,2. Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat dipahami bahwa Pembinaan adalah proses perbuatan, cara membina, pembaharuan, penyempurnaan, usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara budaya guna memperoleh hasil terbaik. Pembinaan adalah usaha sadar untuk membimbing dan mengarahkan kepribadian serta kemampuan siswa dalam pendidikan formal dan non formal. Hal ini dilakukan manusia untuk mendayagunakan potensi peserta didik dan mencapai tujuan dengan hasil yang maksimal. Akhlak Akhlak merupakan bentuk jamak dari khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat (Yunahar Ilyas,2. Dari sudut kebahasaan, akhlak berasal dari bahasa arab, yaitu isim mashdar dari kata akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan, yang berarti Perangai, kelakuan, tabiat, watak dasar, kebiasaan, kelaziman. Peradaban yang baik, dan agama (Abuddin Nata,2. Berakar dari kata khalaqa yang berarti menciptakan, seakar dengan kata khaliq yang berarti pencipta, makhluq berarti yang diciptakan, dan khalq berarti penciptaan. Kata akhlaq atau khuluq dapat ditemui dalam alQuran maupun Hadits. Allah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad sebagai manusia yang memiliki akhlak yang agung. Allah berfirman: Artinya:Audan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang agungAy (Qs. al-Qalam: . Ayat ini menegaskan bahwa Rasulullah memiliki sifat-sifat yang paling baik dan paling mulia. Pada diri beliau terkumpul akhlak-akhlak terpuji dan sifat-sifat yang terbaik yang ada pada manusia. Akhlak beliau benar-benar menjadi teladan umat manusia. Semua yang beliau lakukan adalah kebenaran yang tak perluh diragukan lagi. Akhlak menurut istilah dijelaskan oleh beberapa pakar di yang memiliki keilmuan dalam bidang ini. Pertama Ibrahim Anis. Beliau mengatakan bahwa akhlak adalah: Artinya: AuSifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macammacam perbuatan, baik atau buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan (Abuddin Nata,2. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Kedua Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa Akhlak adalah: Artinya: AuAkhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan (Yunahar Ilyas,2. Berakhlak mulia bagi umat muslim termasuk ke dalam sifat takwa dan ketakwaan seseorang tidak akan sempurna kecuali dengannya. Masih ada umat muslim yang menduga bahwa ketakwaan itu hanya melaksanakan hak Allah tanpa melaksanakan hak yang ada pada hamba-hambanya. Allah telah menjadikan akhlak baik kepada manusia sebagai bagian dari penguat ketakwaan kepada-Nya. Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Rasulullah bersabda: Artinya: AuOrang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya. Ay (Hr. Tirmidz. Sebagian ulama mengatakan bahwa akhlak yang baik itu berupa menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain, menahan amarah ketika di zhalimi, menyambung silaturahmi, memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan, bersabar terhadap gangguan orang lain, wajah yang berseri ketika bertemu seseorang, tidak mengambil hak orang lain, dan rela berkorban demi untuk meringankan beban orang-orang yang membutuhkan. Kemudian menegakkan amar maAruf nahi munkar yakni dengan cara mencegah kemungkaran dengan jabatannya, dengan kekuatannya atau dengan doadoanya. Salah satu Risalah Rasulullah adalah menyempurnakan Akhlak Dalam membina akhlak mulia Rasulullah telah menjadi suri teladan untuk semesta alam bukan sekedar memberikan anjuran atau perintah kepada Beliau memiliki akhlak yang sangat terpuji yang dikagumi kawan maupun lawan (Rachmat SyafeAi,2. Berdasarkan pemaparan di atas dapat dipahami bahwasanya akhlak adalah budi pekerti, tingkah laku, dan tabiat seseorang. Dalam Islam, akhlak merupakan hal penting dan Nabi Muhammad dianggap memiliki akhlak yang Akhlak merupakan bagian dari takwa dan seseorang yang memiliki akhlak baik dianggap memiliki iman yang sempurna. Beberapa contoh akhlak baik termasuk menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain, bersikap sabar, memberi bantuan kepada yang membutuhkan, dan menyambung Salah satu tugas Rasulullah adalah menyempurnakan akhlak Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 manusia, menjadi teladan bagi seluruh umat. Bersikap baik dan berakhlak mulia merupakan bentuk dari ketakwaan kepada Allah. Menjaga akhlak yang baik juga berarti menjaga iman dan memperkuat hubungan dengan sesama. Akhlak yang baik akan membawa kebaikan bagi individu serta masyarakat secara keseluruhan. Rasulullah mengajarkan pentingnya berakhlak baik dan menjadi teladan dalam berinteraksi dengan orang lain. Pembinaan Akhlak di Era Digital Pembinaan akhlak dapat diartikan sebagai proses yang dilakukan para pendidik untuk membentuk tingkah laku, perbuatan, perangai siswa agar tidak keluar dari aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasulullah. Ibnu Qayyim Al-Jauzi menjelaskan bahwa pembinaan akhlak merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari, yang mana didalam sistem informasi kehidupan yang serba globalisasi ini banyaknya terjadi berbagai dekadensi moral di dalam masyarakat. Untuk konsep pembinaan akhlak beliau telah menelaah serta melakukan analisa dalam membentuk manusia yang seimbang dalam pengertian adanya keseimbangan fikriyah, ruhiyah dan jasadiyah yang beliau dasarkan dari al-Quran dan Hadist. Ibnu Qayyim Al-Jauzi mengemukakan bahwa dalam rangka menuju kesempurnaan akhlak diperlukan metode pembinaan akhlak melalui pengosongan dan menghiasi diri, mengaktifkan anak dalam berbuat baik, pelatihan dan pembiasaan, memberi penjelasan dan gambaran yang buruk tentang akhlak yang tercela dan menunjukkan sikap keteladanan (Nurhayati Hsy,2. Pembinaan adalah usaha manusia secara sadar untuk membimbing dan mengarahkan kepribadian serta kemampuan para siswa baik dalam pendidikan formal maupun non formal (Mawardi, dkk,2. Pembinaan juga dapat diartikan suatu proses penggunaan manusia, alat peralatan, uang, waktu, metode dan sistem yang didasarkan pada prinsip tertentu untuk pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan daya dan hasil yang sebesar-besarnya (Ami Rahmawati,2. Sebagian ulama mengatakan bahwa akhlak yang baik itu berupa menahan gangguan, menahan amarah, memberi bantuan, bersabar terhadap gangguan orang lain, wajah yang berseri, tidak mengganggu orang lain, dan berkorban dalam bentuk memberi bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Akhlak juga membahas tentang masalah yang bersifat rohaniah, yaitu terisinya hati seseorang dengan sifat yang mulia, seperti bertanggung jawab, rendah hati, adil, ikhlas, sabar, pemaaf dan terhindar dari sifat yang merusak seperti sombong, iri hati, dengki, takabur dan lainnya (Mawardi. Dkk,2. Pembinaan akhlak dalam Islam juga terintegrasi dengan pelaksanaan Rukun Islam. Pembinaan lahiriah dapat dilakukan dengan cara paksaan yang lama-lama tidak lagi terasa dipaksa. Cara lain yang dapat dilakukan dalam pembinaan akhlak yakni melakukan pembiasaan yang dilakukan sejak kecil dan berlangsung secara terus menerus. Akhlak yang baik dilandasi oleh ilmu, iman, amal dan takwa (Asmal May,2. harus mengembalikan barang-barang yang bukan miliknya. Salah satu Risalah Rasulullah adalah menyempurnakan akhlak manusia. Dalam membina Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 akhlak mulia Rasulullah telah menjadi suri teladan untuk semesta alam bukan sekedar memberikan anjuran atau perintah kepada umatnya. Rasulullah memiliki akhlak yang sangat terpuji yang dikagumi kawan maupun lawan. Akhlak manusia berlandaskan kepada al-Quran dan hadits. Didalam al-Quran terdapat yang terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama membahas tentang masalah keimanan yang disebut akidah, bagian kedua membahas tentang ibadah yang disebut syariah, dan bagian ketiga membahas tentang akhlak atau budi pekerti (Nelty Khairiyah Danendi Suhendi Zen,2. Hadits dapat diartikan sebagai ucapan atau perkataan yang berasal dari Rasulullah sedangkan sunnah merupakan segala sesuatu yang dilakukan oleh Rasulullah baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan serta ketetapan yang jadikan sumber hukum Islam (Nelty Khairiyah Danendi Suhendi Zen,2. Berakhlak baik termasuk sifat takwa dan takwa tidak sempurna kecuali Beliau menjelaskan hal ini karena ada sebagian orang yang menduga bahwa takwa ialah melaksanakan hak Allah tanpa melaksanakan hak Allah telah menjadikan akhlak baik terhadap manusia sebagai bagian dari penguat ketakwaan. Orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik dan bagus akhlaknya. Keteladanan akhlak harus mencontoh akhlaknya Rasulullah. Baik itu akhlak langsung kepada Allah seperti mengerjakan shalat, puasa, zakat. Akhlak kepada manusia seperti melakukan bermuamalah dengan manusia. Bagi umat Islam akhlak manusia hendaknya merujuk kepada diri Rasulullah. Sebab Rasulullah merupakan manusia yang paling agung dan paling mulia akhlaknya. Teladan kepada Rasulullah dalam hal akhlak merupakan sesuatu yang benar. Sebab tidak akan tersesat seseorang apabila berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah. Rasulullah adalah manusia yang paling bagus pergaulannya (SaAId Bin Ali Bin Wahf AlQatthani,2. Sesuai dengan tujuan pendidikan Islam yakni terbentuknya akhlak mulia. Oleh karena itu umat muslim harus mencontoh metode Rasulullah dalam pembinaan akhlak salah satu metodenya yakni metode keteladanan dan pembiasaan dalam membina Akhlak mulia (Nurul Hidayat,2. Terkait dengan era digital seperti yang telah terjadi saat ini, dalam pembinaan akhlak kepada siswa. Guru Pendidikan Agama Islam khususnya dapat melakukan dengan cara membiasakan para siswa untuk bersikap patuh kepada Allah dengan cara menjalankan segala perintah dan menjahui semua larangan-Nya. Guru Agama mengajarkan siswa untuk memiliki akhlak yang mulia kepada sang pencipta. Akhlak kepada Allah dengan cara tidak menyekutukannya, takwa kepadanya, mencintainya, ridha dan ikhlas terhadap segala keputusannya, selalu bertaubat, mensyukuri nikmatnya, selalu berdoa kepadanya, beribadah, meniru-niru sifatnya, dan selalu berusaha mencari Kedua akhlak kepada manusia, yakni tidak masuk ke rumah orang lain tanpa izin, jika bertemu saling mengucapkan salam, jangan mengucilkan seseorang atau kelompok lain, tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain tanpa alasan, tidak boleh menceritakan keburukan orang lain, tidak boleh Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 memanggil seseorang atau kelompok dengan sebutan yang buruk, saling memaafkan, serta pandai mengendalikan hawa nafsu, emosi, serta mendahulukan kepentingan orang lain dari pada dirinya. Ketiga akhlak kepada lingkungan yakni, manusia harus mengayomi, melakukan pemeliharaan, serta bimbingan agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaanya (Abuddin Nata,2. Guru Agama juga memiliki kewajiban untuk mengajarkan siswa agar patuh terhadap perintah guru serta menghormatinya. Seorang penuntut ilmu harus memiliki adabnya kepada guru serta memuji Allah yang telah memudahkannya untuk mendapatkan ilmu. Guru sangat berjasa dalam memberikan ilmu untuk para siswa agar kelak mereka dapat keluar dari kebodohan dan menjadi penerus bangsa yang cerdas intelektual, spiritual, serta Setelah itu para siswa diajarkan agar tidak melawan sama orang tua Ketika mereka pulang ke rumah. Selama dirumah guru agama memberikan absen shalat lima waktu kepada siswa agar mereka menjalankan ibadah melalui pengawasan orang tua. Guru Agama juga memberikan tugas kepada peserta didik agar belajar mengaji selama dilingkungan keluarga. Dalam membina akhlak mulia Rasulullah telah menjadi suri teladan untuk semesta alam bukan sekedar memberikan anjuran atau perintah kepada umatnya. Beliau memiliki akhlak yang sangat terpuji yang dikagumi kawan maupun lawan (Rachmat SyafeAi,2. Keteladanan dan kerendahan hati bermuara pada diri Rasulullah yang memberikan keniscayaan pada umatnya. Rasulullah selalu menampilkan kerendahan hati bagi kaum lainnya (Abdullah Nashih Ulwan,2. Selain guru pendidikan agama Islam, para wali kelas dapat juga berperan dalam pembinaan akhlak di era digital saat ini, dengan ara membiasakan siswa untuk mengucap salam ketika bertemu dan memasuki ruangan. Karena mengucapkan salam merupakan ajaran agama Islam yang berfungsi untuk saling mendoakan antara umat muslim, para guru juga membiasakan siswa agar terbiasa minta maaf dan memaafkan ketika melakukan kesalahan dan terzholimi. Hal ini berfungsi agar siswa tidak memiliki sifat pendendam kepada siapa pun. Memaafkan merupakan sifat terpuji dan bagian dari akhlak mulia yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah. Para siswa dilatih juga untuk bersikap lemah lembut dan ramah dengan cara diadakannya sapa pagi setiap hari sebelum masuk ke dalam kelas, membiasakan siswa shalat lima waktu, belajar mengaji, mengontrol dan membina siswa dengan baik di dalam maupun di luar kelas. Para wali kelas dapat menggantikan peran orang tua siswa selama berada di dalam lingkungan sekolah. Wali kelas dapat melakukan upaya pembiasaan kepada siswa agar menjadi anak yang shalih dan sholehah, memperhatikan pakaian mereka sesuai peraturan sekolah dan agama. Bersikap toleransi tinggi terhadap siswa yang berbeda keyakinan dengan siswanya, mengajarkan siswa agar suka berbagi/bersedekah. Wali kelas mencontohkan Rasulullah sebagai suri Sebab Rasulullah merupakan manusia yang banyak bersedekah. Bahkan Rasulullah lebih dermawan dibandingkan angin yang berhembus saat malaikat Jibril menjumpai beliau. Siswa dilatih untuk menjadi manusia yang dermawan serta suka tolong menolong karena Rasulullah bersedekah laksana orang yang Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 tidak takut miskin. Pembinaan Akhlak menjadi tumpuan serta perhatian pertama dalam Islam. Hal ini dapat dilihat dari salah satu misi Rasulullah (Abuddin Nata,2. Muhammad Al-Ghazali menerangkan bahwa rukun Islam yang lima mengandung konsep pembinaan akhlak (Abuddin Nata, 2. Jika para guru telah menerapkan rukun islam maka mereka telah menerapkan pembinaan akhlak didalam lingkungan sekolah. Akhlak seseorang menjadi barometer akal pikiran dan kunci untuk mengenal hati nuraninya (Abdul Malik,2. Metode pembinaan Akhlak di era digital Dalam membina Akhlak dibutuhkan beberapa metode yang diajarkan oleh Rasulullah yakni: Metode Teladan Metode teladan merupakan salah satu metode yang menarik untuk dikaji dan dibahas lebih jauh. Hal ini karena metode ini dianggap mampu memberikan semangat kepada peserta didik untuk melakukan suatu perbuatan yang seharusnya dilakukan serta harus mampu meninggalkan perbuatan yang sudah dilarang dalam Islam. Tujuan pendidikan Islam yakni terbentuknya akhlak mulia. Untuk itu dalam pembahasan ini akan diuraikan lebih lanjut tentang metode keteladanan dalam pembinaan Akhlak mulia (Nurul Hidayat,2. Allah berfirman: Artinya: Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Qs. al-Ahzab: . Keberhasilan metode teladan banyak bergantung pada kualitas kesungguhan karakteristik yang dijadikan teladan, seperti keilmuan, kepemimpinan, keikhlasan, dan sebagainya. Dalam kondisi seperti ini, pengaruh teladan berjalan secara langsung tanpa disengaja. Ini berarti bahwa setiap orang yang diharapkan dapat dijadikan teladan untuk memelihara tingkah lakunya. Hal ini disertai kesadaran bahwa ia bertanggung jawab di hadapan Allah dalam segala hal yang diikuti oleh orang lain, terlebih pada para Rasulullah yang artinya: AuBarang siapa yang menunjukkan jalan kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala sebagaimana pahala yang diterima oleh pelakunyaAy( Hr. Musli. Metode teladan mampu memberikan semangat kepada peserta didik untuk melakukan suatu perbuatan yang seharusnya dilakukan serta harus mampu meninggalkan perbuatan yang sudah dilarang dalam Islam. Tujuan pendidikan Islam yakni terbentuknya akhlak mulia. Metode Pembiasaan juga mampu membentuk akhlak siswa. Pembiasaan merupakan sesuatu yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang agar sesuatu itu dapat menjadi kebiasaan. Sehingga, dengan praktek dan mengalami secara terus menerus, anak akan lebih mudah menangkap apa yang diajarkan dan senantiasa akan selalu mereka Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 ingat, membekas menjadi pengalaman batin (Yundri Akhyar. Eli Sutrawati,2. Metode Pembiasaan Metode Pembiasaan merupakan salah satu metode yang paling tua. Pembiasaan adalah sesuatu yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang agar sesuatu itu dapat menjadi kebiasaan. Sehingga, dengan praktek dan mengalami secara terus menerus, anak akan lebih mudah menangkap apa yang diajarkan dan senantiasa akan selalu mereka ingat, membekas menjadi pengalaman batin (Yundri Akhyar. Eli Sutrawati,2. Metode pembiasaan dapat mendorong dan memberikan ruang kepada anak didik pada teori-teori yang membutuhkan aplikasi langsung, sehingga teori yang berat menjadi ringan bagi anak didik bila kerap kali dilaksanakan (Guntur Setiawan,2. Dengan metode pembiasaan anak akan terlatih dan mudah untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaannya. Anak akan memiliki sifat disiplin dan teratur. Pembiasaan pada pendidikan anak sangatlah penting, terutama dalam pembentukan pribadi, dan akhlak anak-anak (Reri Berlianti. Dkk,2. Melalui pembiasaan akan melatih anak-anak untuk melakukan suatu pekerjaan tanpa merasa berat dan terbebani dalam kehidupannya. Jika orang tua ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang shalih maka orang tua harus membiasakan mereka untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan ajaran Islam. Kemudian orang tua harus mampu mendidik dan memberikan contoh kepada anak sejak dini tentang akhlak atau moral yang baik. Ketika anak-anak berada disekolah maka para guru harus membiasakan anak-anak berbicara dengan sopan dan lemah lembut, mau berbagi dengan teman dan mau mengucapkan terima kasih ketika dibantu teman. Para pendidik dan orang tua harus mampu melatih anak dalam melakukan pembiasaan tersebu. Sebab dari pembiasan dan pengulangan tersebut akan terbentuk perilaku atau kebiasaan yang baik dalam diri anak untuk selanjutnya. Metode pembiasaan sangat cocok dalam pembinaan dan pembentukan moral dan karakter anak seperti berperilaku saling hormat menghormati, pembentukan perilaku ini bisa kita tingkatkan melalui pembiasaan dan pengulangan. Guru harus membiasakan siswa agar menghormati orang tua dan orang yang lebih tua, mendengarkan, dan memperhatikan orang yang sedang berbicara, dengan pembiasaan tersebut maka sudah membina perilaku atau kebiasaan yang baik dalam diri para siswa. Melalui pembiasaan atau rutinitas yang dilakukan tersebut sudah terbentuk prilaku atau karakter religius anak yang baik dalam diri anak. Metode pembiasaan dapat mendorong dan memberikan ruang kepada anak didik pada teori-teori yang membutuhkan aplikasi langsung, sehingga teori yang berat menjadi ringan bagi anak didik bila kerap kali dilaksanakan Guru dapat melakukan pembinaan akhlak siswa dengan cara menggunakan metode pembiasaan. Metode ini dilakukan didalam maupun diluar kelas. Para siswa diarahkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan terpuji baik kepada guru maupun kepada orang-orang yang berada dalam Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 lingkungan sekolah. Bagi siswa yang melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan akan mendapatkan sangsi berupa hafalan dan tugas-tugas lainnya. Pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan dilingkungan sekolah yakni. Pertama, sapa pagi. Sapa pagi dilakukan setiap hari didepan gerbang oleh dewan guru yang telah ditugaskan sesuai dengan jadwal mereka masingmasing. Sapa pagi berfungsi untuk mempererat hubungan peserta didik dengan para guru. Kedua, kegiatan shalat dhuha berjamaah yang dilakukan peserta didik sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Shalat dhuha ini berfungsi untuk memberikan ketenangan pada siswa sebelum mereka melakukan proses belajar. Ketiga, setiap siswa kelas tingkat atas mendapatkan jadwal untuk shalat zuhur berjamaah di masjid sekolah. Kegiatan ini berfungsi agar para siswa terbiasa untuk melakukan shalat berjamaah di masjid terutama siswa laki-laki. Keempat, program tafakur yang di ikuti oleh kelas empat. Lima, dan enam sebagai bentuk pelatihan dalam kepemimpinan, berdakwah, dan melatih Program ini dilakukan setiap hari Jumat serta diatur, diawasi dan di evaluasi oleh guru agama dan kepala sekolah. Program ini diharapkan sebagai wadah pembentukan akhlak siswa yang cerdas intelektual, emosional, dan spiritualnya. Kelima, sedekah mingguan, sedekah mingguan dilakukan setiap hari Jumat, sedekah ini akan digunakan untuk membantu para siswa yang kurang mampu. Bersedekah berfungsi agar siswa memiliki kepekaan yang tinggi terhadap orang lain, menjahui sifat kikir, membiasakan untuk Akhlak yang dimiliki Rasulullah adalah siddiq . , amanah . apat dipercay. , tawadhuA . endah hat. serta akhlak mulia lainnya (M Yatimin Abdullah,2. Akhlak inilah yang harus diterapkan dalam lingkungan Keenam, hafalan surah pendek dan hadits, saat di dalam kelas para guru membiasakan para siswa membaca surah-surah pendek, hadits, sholawat. Hal ini dilakukan untuk melatih kekuatan otak siswa dalam berfikir, membantu siswa agar masuk dalam lingkungan positif, membantu siswa agar fokusnya tidak mengarah pada hal-hal yang negative. Keenam, kegiatan hari-hari besar di dalam lingkungan sekolah. Pada kegiatan ini siswa dibiasakan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Saat di dalam kelas guru juga membiasakan menggunakan metode teladan. Seperti melatih sikap dermawan, rendah hati, lemah lembut, sabar, serta memberikan contoh yang baik dalam bersikap dan menggunakan lisan. Tidak melakukan kekerasan fisik maupun lisan kepada Keimanan seseorang itu dalam perjalanan hidup manusia dapat bertambah dan berkurang disebabkan oleh berbagai pengaruh hidup yang dialaminya (Zakiah Daradjat,2. Oleh karena itu para dewan guru burupaya dengan kuat agar selalu mengutamakan akhlak mulia dalam membina akhlak Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 SIMPULAN Kesimpulan penelitian ini berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa pembinaan akhlak siswa sekolah dasar di era digital dapat ditempuh melalui cara pembinaan. Sedangkan untuk pembinaan tersebut juga dapat di tempuh melalui metode keteladanan dan metode pembiasaan. DAFTAR RUJUKAN Abdul Malik. Sehari Di Kediaman Rasulullah (Darul Haq. Jakarta: 2. Abdullah Nashih Ulwan. Pendidikan Anak Dalam Islam, (Solo: Al-Andalus, 2. Abuddin Nata. Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia, (PT Rajagrafindo Persada. Jakarta: Juni 2. Al-Quran Hafalan Mudah Terjemahan dan Tadwid Warna, (Cordoba. September 2. Ami Rahmawati. Panduan Pembinaan Sekolah rumah, (Kemendikbud, 2. Asmal May. Potensi Energi Akhlak, (Al-Fikra: Jurnal Ilmiah KeIslaman. Vol 8 No 1. Januari-Juni 2. Beni Ahmad Saebani dan Abdul Hamid. Ilmu Akhlak (Bandung Pustaka Setia. Guntur Setiawan. Impelemtasi dalam Birokrasi Pembangunan, (Jakarta: Balai Pustaka. M Yatimin Abdullah. Studi Akhlak dalam Perspektif al-Quran (Jakarta Amzah: 2. Mawardi. Dkk. Pembinaan Akhlak Menurut Syekh Az-Zarnuji Dalam Kitab TaAlimul Mutallim, (Rayah Al-Islam. Vol. No. April 2. Nelty Khairiyah Danendi Suhendi Zen. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, (Jakarta: Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, 2. Nurhayati Hsy. Metode Pembinaan Akhlak Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi 1292Ae1352 M, (AlMutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan. Vol. No. Juli-Desember 2. Nurul Hidayat. Metode Keteladanan dalam Pendidikan Islam, (Tallum. Vol 3 No 02 : November 2. Rachmat SyafeAi. Al-Hadis Aqidah. Akhlak. Sosial, dan Hukum, (Cv Pustaka Setia. Bandun. Reri Berlianti. Dkk. Implementasi Metode Pembiasaan pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Al-Qalam. Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan Agama Islam. Volume 12. No,2 2. SaAId Bin Ali Bin Wahf Al-Qatthani. Edisi Indonesia. Pesan-Pesan Rasulullah Menjelang Wafat, (Darul Haq. Jakarta : 2. Syamsul Rizal. Akhlak Islami Perspektif Ulama Salaf, (Jurnal Edukasi Islami . Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol, 1 Thn 2. Tim Penusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1. Yunahar Ilyas. Kuliah Akhlaq, (Lembaga Pengkajian Dan Pengalaman Islam (Lpp. Jl. Lingkar Barat. Tamantirto. Kasihan. Bantul. Yogyakarta 55. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Yundri Akhyar. Eli Sutrawati. Implementasi Metode Pembiasaan Dalam Membentuk Karakter Religius Anak, (Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan. Vol. 18 No. Juli-Desember 2. Zakiah Daradjat. Dasar-Dasar Agama Islam, (Jakarta. Universitas Terbuka, 2. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Nazaruddin